• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014"

Copied!
348
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

DALAM KBJI 2014

LAPORAN KLASIFIKASI

JABATAN EKRAF DALAM

KBJI 2014

2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4

BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710

(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046 [email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI

JABATAN EKRAF

(3)

ISBN: 978-602-438-193-6

No. Publikasi: 03120.1801

No. Katalog: 1302030

Ukuran Buku: 17,6 x 25 cm

Jumlah Halaman: xiv + 332 halaman

Naskah: Subdirektorat Pengembangan Standardisasi dan Klasifi kasi Statistik

Penyunting/Editor: Subdirektorat Pengembangan Standardisasi dan Klasifi kasi Statistik

Gambar Kulit: Badan Ekonomi Kreatif

Gambar: Subdirektorat Pengembangan Standardisasi dan Klasifi kasi Statistik

Diterbitkan oleh: Badan Pusat Statistik

Dicetak oleh: CV Nario Sari

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik

(4)

E

konomi kreatif (ekraf ) sebagai konsep ekonomi baru yang mengandalkan ide kreatifi tas, budaya, dan teknologi diyakini mampu menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional kedepan. Ekonomi kreatif menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ditengah perlambatan pertumbuhan ekonomi saat ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyambut baik disusunnya Buku Statistik Ekonomi Kreatif sebagai perwujudan hasil kerjasama antara BPS dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf ) tahun 2017. Buku ini menyajikan data Statistik Ekonomi Kreatif yang merupakan bagian dari Big Data ekonomi kreatif. Gambaran tentang potensi dan pengembangan bidang ekonomi kreatif ini dituangkan dalam 7 (tujuh) jenis output yang meliputi: Profi l Usaha/Perusahaan 16 Subsektor Ekraf Berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 (SE2016); Ekspor Ekonomi Kreatif 2010-2016; Klasifi kasi Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014; Laporan PDB Ekonomi Kreatif Tahun 2014-2016; Laporan Penyusunan PDRB Ekraf 5 Provinsi 2010-2016 Menurut Lapangan Usaha; Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif 2010-2016 dan Upah Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif 2010-2016; serta Tabel Input Output Updating Ekonomi Kreatif 2014.

Buku ini diharapkan memberikan fakta dan data sebagai basis pengambilan keputusan dan monitoring perkembangan dan kebijakan di bidang ekonomi kreatif. Selain itu buku ini diwacanakan untuk memberikan perspektif terkini bagi para pelaku usaha ekraf maupun masyarakat luas tentang potensi ekraf di Indonesia sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai penelitian dan pengembangan dunia usaha di bidang ekraf.

Akhirnya ucapan syukur kehadirat Allah SWT dan terima kasih serta penghargaan kepada seluruh Tim BPS yang telah bekerjasama dan bekerja keras untuk menyelesaikan seluruh publikasi dari 7 (tujuh) kegiatan utama yang menjadi cakupan dalam kerjasama BPS-Bekraf. Semoga buku ini dapat memberi manfaat tidak hanya kepada Bekraf dan BPS saja, tetapi juga bagi para pelaku usaha ekraf dan pengguna data di Indonesia maupun dunia internasional.

Semoga Allah SWT meridhai upaya penerbitan buku ini. Jakarta, Desember 2017 Kepala Badan Pusat Statistik,

Dr. Suhariyanto

KATA PENGANTAR

konomi mengan diyakini perekono katalisator ba perlambatan pe Badan Pusat St Statistik Ekonomi BPS dengan Buku ini merupapaka tentan kreati me me Tena Tenagaga Output

la Badadadan Pusadadadadadadadadadadadadadadadadad usatususususatatatatatatatatat Stata

(5)
(6)

KATA PENGANTAR

E

konomi kreatif merupakan konsep baru perekonomian yang memanfaatkan ide dan kreativitas sebagai faktor produksi utama, atau dengan kata lain menempatkan sumber daya manusia kreatif sebagai aset utama. Dengan demikian, strategi terbaik dalam pengembangan ekonomi kreatif adalah memberikan perhatian besar kepada profesi-profesi yang terlibat dalam aktivitas ini.

Kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat telah menciptakan jenis usaha dan profesi-profesi baru yang sebelumnya tidak ada. Oleh karena itu, sebelum melangkah lebih jauh, perlu dilakukan pemetaan

profesi-profesi yang terlibat dalam aktivitas ekonomi kreatif ini. Salah satu upaya pemetaan profesi ekonomi kreatif dilakukan dengan cara mengidentifi kasi Klasifi kasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) yang terlibat dalam aktivitas ekonomi kreatif.

Dalam pelaksanaan pemetaan profesi jabatan ekonomi kreatif ini, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf ) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai institusi yang menyusun KBJI. Buku KBJI ini akan mengidentifi kasi jabatan-jabatan yang ada di dalam enam belas subsektor unit usaha ekonomi kreatif. Hasil pemetaan KBJI Ekonomi Kreatif ini juga dapat dimanfaatkan untuk melihat ekosistem usaha ekonomi kreatif secara lebih terstruktur. Akhir kata, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPS dan pihak-pihak yang terkait atas partisipasi-nya dalam penyusunan buku ini. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi pengembangan kebijakan dan memberikan pemahaman mengenai ekonomi kreatif ke seluruh masyarakat Indonesia.

Jakarta, Desember 2017 Kepala Badan Ekonomi Kreatif,

Triawan Munaf kono yang prod sumb demikian, st adalah mem te terlibatat dalamam Kemajuan telah yang me pr pr Sa se ak dala

la Badan E E E E Eko Ekokokokokokokokokokonokokokokokokokokokokokokokokonononononononononononononononomi K

(7)

Naskah Subdirektorat Pengembangan Standardisasi dan Klasifi kasi Statistik

Pengarah M. Ari Nugraha M. Sc.

Penanggung Jawab Umum Dr. Heru Margono, M.Sc.

Penanggung Jawab Teknis Ir. Lien Suharni, M.M.

Editor Dwi Haryanto, S.Si, S.E, M.E.

Yudhi Agustar Sanjaya, S.S.T, M.Stat

Penulis Naskah Arifi n Rosiadi, S.Si

Wiling Alih Maha Ratri, S.S.T, S.E., M.Si. Shafa Rosea Surbakti, S.S.T, M.Si. Tri Listianingrum, S.S.T

Irien Kamaratih Arsiani, S.S.T Iin Husjakarsih, S.S.T Ratih Putri Pertiwi, S.S.T RR. Nefriana, S.S.T Zelly Maylani Nasrul S.Si Fitri Yanti Suprapto

PENYUSUN

(8)

KATA PENGANTAR_________________________________________ iii DAFTAR ISI_______________________________________________ vii DAFTAR TABEL ___________________________________________ ix DAFTAR GAMBAR _________________________________________ xi DAFTAR LAMPIRAN________________________________________ xiii Bab 1 Pendahuluan ____________________________________ 1 Bab 2 KBJI 2014 _______________________________________ 11 Bab 3 Studi Data Jabatan Ekraf___________________________ 25 Bab 4 Klasifi kasi Jabatan Kreatif oleh Nesta ________________ 53 Bab 5 In-depth Survei Jabatan Ekraf ______________________ 71 Bab 6 Klasifi kasi Jabatan Ekraf Menurut KBJI 2014 ___________ 103 Bab 7 Kesimpulan dan Saran ____________________________ 175 LAMPIRAN _______________________________________________ 179

(9)
(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Hasil Studi Data KBJI 2014 ________________________ 27 Tabel 2. Hasil Studi Data Kementerian Ketenagakerjaan ______ 36 Tabel 3. Hasil Studi Data SAKERNAS Agustus 2016 ___________ 41 Tabel 4. Hasil Kompilasi Studi Data Jabatan Ekraf ____________ 44 Tabel 5. Tampilan tabular dari Creative Trident ______________ 56 Tabel 6. Tabulasi Data Pekerja di Industri Kreatif _____________ 57 Tabel 7. Jabatan yang Termasuk dalam Jabatan Kreatif Menurut

Klasifi kasi Grid (Skor 4 atau 5) _____________________ 59 Tabel 8. Jabatan yang Tidak Termasuk Dalam Jabatan Kreatif

menurut Klasifi kasi Grid (Skor 1-3) _________________ 60 Tabel 9. Klasifi kasi Jabatan Kreatif Nesta dalam KBJI 2014 _____ 61 Tabel 10. Wilayah Pendataan In-depth Survei Jabatan Ekraf

(ISJE) 2017 ____________________________________ 74 Tabel 11. Realisasi Sampel Setiap Subsektor Ekraf Berdasarkan

Provinsi _______________________________________ 75 Tabel 12. Contoh usaha kreatif pada Subsektor Film,

Animasi dan Video ______________________________ 76 Tabel 13. Contoh usaha kreatif pada Subsektor Seni Rupa _____ 77 Tabel 14. Matriks Hubungan KBLI Ekraf dan Jabatan Ekraf dalam

Kode Kelompok KBJI 2014 di Subsektor Arsitektur ____ 100 Tabel 15. Perbandingan Nama Jabatan Hasil Identifi kasi

KBJI 2014 dengan Data Hasil ISJE 2017 _____________ 106 Tabel 17. Hasil Akhir Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014 ___________ 160

(11)
(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Diagram Metodologi Penyusunan Klasifi kasi

Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014 ___________________ 6 Gambar 2. Duplikasi KBJI Hasil ISJE 2017 di Berbagai Sektor

(13)
(14)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Daftar KBJI 2014 Hasil ISJE 2017 yang Terdapat di

Beberapa Subsektor __________________________ 181 Lampiran 2. Matriks KBLI KBJI hasil ISJE 2017 ________________ 195 Lampiran 3. Deskripsi Klasifi kasi Jabatan Ekraf Menurut KBJI

(15)
(16)

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 L A P O R A N K LA S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

PENDAHULUAN

(17)
(18)

1. Latar Belakang

Klasifi kasi statistik sebagai acuan standar dan alat koordinasi, integrasi, sinkronisasi penyelenggaraan statistik. Klasifi kasi statistik terdiri dari struktur yang konsisten dan saling berhubungan, didasarkan pada konsep, defi nisi, prinsip, dan tatacara pengklasifi kasian yang telah disepakati secara internasional. Klasifi kasi statistik menyediakan kerangka kerja yang komprehensif, dalam format yang didesain untuk penyelenggaraan statistik, serta perencanaan dan evaluasi kebijakan. Beberapa klasifi kasi yang telah diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) selaku kustodian klasifi kasi statistik diantaranya Klasifi kasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), Klasifi kasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI), dan Klasifi kasi Baku Komoditas Indonesia (KBKI).

KBLI merupakan pengelompokan jenis usaha berdasarkan aktivitas yang ada di Indonesia. KBJI merupakan pengelompokan jenis jabatan berdasarkan keterampilan maupun keahlian yang ada di Indonesia. Sedangkan KBKI merupakan pengelompokan jenis komoditas yang dihasilkan dari suatu usaha di Indonesia. Dengan kata lain KBLI pengelompokan dari sudut pandang aktivitas usaha, KBJI dari sudut pandang pelaku usaha, dan KBKI dari sudut pandang komoditas sebagai produk dari hasil usaha.

Pada tahun 2016 BPS bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf ) telah mengidentifi kasi aktivitas ekonomi kreatif dalam Klasifi kasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2015. Dari hasil identifi kasi tersebut diperoleh sebanyak 223 (dua ratus dua puluh tiga) KBLI untuk

Bab 1

(19)

aktivitas ekonomi kreatif. Dengan demikian Bekraf telah berusaha mengelompokkan usaha kreatif berdasarkan aktivitas usaha.

Untuk mengetahui jabatan kreatif yang ada di Indonesia Bekraf dapat melakukan identifi kasi jabatan tersebut berdasarkan KBJI 2014. Hal ini sangat dibutuhkan mengingat Bekraf perlu mengetahui jenis jabatan apa saja yang memungkinkan pelaku usaha memiliki jabatan yang kreatif. Hal ini akan membantu Bekraf maupun institusi terkait guna merumuskan suatu kebijakan yang mendukung perkembangan ekonomi kreatif untuk masa mendatang.

2. Tujuan

Penyusunan Laporan Klasifi kasi Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014, bertujuan:

1. Mengidentifi kasi jabatan bidang ekonomi kreatif dalam KBJI 2014.

2. Tersedianya data jabatan pelaku aktivitas ekonomi kreatif dalam KBJI 2014.

3. Tersedianya laporan penyusunan data jabatan pelaku aktivitas ekonomi kreatif dalam KBJI 2014.

3. Cakupan

Penyusunan Laporan Klasifi kasi Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014 ini berdasarkan enam belas subsektor Ekonomi Kreatif yang ditetapkan pemerintah dalam hal ini Badan Ekonomi Kreatif pada tahun 2015. Enam belas subsektor ekonomi kreatif terdiri dari subsektor arsitektur; desain interior; desain komunikasi visual; desain produk; fi lm, animasi, dan video; fotografi ; kriya; kuliner; musik; fashion; aplikasi dan game developer; penerbitan; periklanan; televisi dan radio; seni pertunjukan; serta seni rupa.

4. Metodologi

Klasifi kasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2014 merupakan klasifi kasi yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik dan disusun untuk pengelompokan jabatan dalam kelas-kelas yang sehomogen mungkin sesuai kaidah dan standar yang ditetapkan serta terbanding secara international. KBJI 2014 dapat digunakan sebagai dasar untuk penyajian dan analisis data tenaga kerja secara rinci menurut jenjang kompetensi dan keahlian.

£

Mengidentifi kasi jabatan bidang ekraf dalam KBJI 2014

(20)

Sumber informasi yang dijadikan sebagai dasar input data dalam penyusunan Laporan Klasifi kasi Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014 antara lain:

1. Buku Aktivitas Ekonomi Kreatif dalam KBLI Tahun 2016

Dalam buku tersebut tercatat ada sebanyak 223 kode KBLI yang masuk dalam aktivitas ekonomi kreatif. Subdit PSKS melakukan identifi kasi awal untuk mendapatkan jenis-jenis jabatan yang terdapat dalam 223 aktivitas ekonomi kreatif tersebut. Jabatan-jabatan yang diperoleh dari kegiatan ini kemudian dipetakan ke dalam kode KBJI 2014 yang berkesesuaian.

2. Data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2016

Data SAKERNAS digunakan untuk mengidentifi kasi jabatan yang ada di subsektor ekonomi kreatif hasil SAKERNAS 2016. Data Sakernas digunakan sebagai suplemen dalam pengidentifi kasian kode KBJI 2014 untuk jabatan-jabatan di subsektor ekraf.

3. Data Survei Khusus Ekonomi Kreatif (SKEK) 2016

Survei Khusus Ekonomi Kreatif (SKEK) 2016 bertujuan untuk memperoleh profi l usaha/perusahaan ekonomi kreatif. Profi l ekonomi kreatif di antaranya meliputi profi l pengusaha; kegiatan usaha/perusahaan; akses permodalan; pemasaran; infrastruktur; Hak Kekayaan Intelektual (HKI); riset, edukasi, dan pengembangan; serta hubungan kelembagaan. Data SKEK juga digunakan untuk membantu dalam identifi kasi kode KBJI 2014 untuk jabatan-jabatan di subsektor ekraf. Selain itu, Data SKEK juga digunakan sebagai dasar dalam pengambilan sampel In-depth Studi Jabatan Kreatif.

4. Data Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker)

Kementerian Tenaga Kerja bekerja sama dengan instansi terkait telah memetakan jenis pekerjaan atau jabatan yang ada di masing-masing sektor. Salah satu sektor yang menjadi fokus dari Kemenaker adalah sektor ekonomi kreatif.

5. Identifi kasi Jabatan Kreatif oleh NESTA dalam Standard Occupational Classifi cation (SOC)

Standard Occupational Classifi cation (SOC) 2010 merupakan klasifi kasi baku jabatan yang dikembangkan dan digunakan oleh pemerintah Inggris Raya. Berbeda dengan KBJI 2014, SOC 2014 tidak menggunakan ISCO 2008 sebagai rujukan utama. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam struktur dan penamaan jabatan antara SOC dan ISCO. Untuk keterbandingan data, dibuatlah korespondensi antara SOC dan ISCO.

(21)

Mulai Penyiapan Data KBJI 2014 dan Sumber Lain Data Jabatan Kreatif Menurut Nesta Data SKEK

Studi Data Jabatan Ekraf Menurut Berbagai Sumber

Pemetaan Kode Jabatan Kreatif SOC

ke KBJI 2014 Penarikan Sampel In-depth Survei Jabatan Ekraf Data Jabatan Ekraf Hasil Identifikasi PSKS Data Jabatan Kreatif Menurut Nesta dalam KBJI 2014 In-depth Survei Jabatan Ekraf Data Jabatan Ekraf Hasil ISJE

2017

Gabung Data

Masukan dari Pelaku Usaha dan

Asosiasi Ekraf

Data Jabatan Ekraf Hasil ISJE

2017

Selesai

Department of Digital, Culture, Media and Sport (DCMS) adalah institusi pemerintah Inggris Raya yang bertugas memantau perkembangan ekonomi kreatif. DCMS telah mengembangkan klasifi kasi industri kreatif berikut klasifi kasi jabatan kreatif yang merujuk pada Standard Industrial Classifi cation (SIC) dan SOC. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, klasifi kasi jabatan kreatif tersebut perlu dikaji kembali agar dapat mengakomodasi perubahan yang terjadi di bidang ekonomi kreatif.

6. In-depth Survei Jabatan Kreatif

Pelaksanaan In-depth Survei Jabatan Ekraf ini bertujuan untuk mengeksplor dan mengkonfi rmasi berbagai jabatan ekraf dalam 16 Subsektor Ekraf di lapangan. Informasi yang dikumpulkan dalam In-depth Survei Jabatan Ekraf adalah identifi kasi jabatan ekraf yang ada pada suatu usaha/perusahaan, serta uraian pekerjaan dan syarat minimal pendidikan untuk setiap jabatan kreatif yang teridentifi kasi. In-depth Survei Jabatan Ekraf 2017 dilaksanakan di 5 provinsi, tepatnya di 15 kabupaten/kota potensi usaha ekonomi kreatif. Selain sumber informasi yang telah disebutkan sebelumnya, proses pengumpulan informasi dalam rangka identifi kasi jabatan kreatif dilakukan dengan menyelenggarakan workshop dengan mengundang

Gambar 1. Diagram Metodologi Penyusunan Klasifi kasi Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014

(22)

pihak terkait baik dari dalam BPS maupun dari luar BPS. Kunjungan ke asosiasi pengusaha yang bergerak di subsektor ekonomi kreatif juga tak lupa dilakukan. Dari penyelenggaraan workshop dan kunjungan asosiasi diperoleh gambaran dan pemahaman yang lebih jelas tentang jabatan-jabatan yang ada di industri kreatif dan permasalahan yang dihadapi oleh tenaga kerja di subsektor ekonomi kreatif.

5. Tahapan Kegiatan

Kegiatan penyusunan Laporan Klasifi kasi Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014 ini meliputi tahapan-tahapan sebagai berikut:

I. Perencanaan/Persiapan

1. Perancangan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk seluruh proses klasifi kasi jabatan ekraf.

2. Persiapan pembentukan tim teknis penyusunan klasifi kasi jabatan ekraf dari Badan Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik. 3. Menyusun tahapan kerja dan jadwal pelaksanaan penyusunan

Klasifi kasi Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014.

4. Menyusun strategi agar program kerja dapat dilaksanakan dengan baik.

II. Penyusunan Klasifi kasi Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014

5. Penyiapan input data terkait jabatan ekonomi kreatif, yaitu data KBJI, NESTA, SKEK dan berbagai sumber lain.

6. Proses identifi kasi jabatan ekraf terdiri atas tiga jenis proses yang berjalan secara paralel:

a. Studi data jabatan ekraf dengan melihat pada buku KBJI 2014 itu sendiri, serta melihat sumber-sumber lain seperti data SAKERNAS, data jabatan ekraf dari Kemenaker, serta data SKEK. Proses ini juga berpedoman pada Buku Aktivitas Ekonomi Kreatif dalam KBLI Tahun 2016. Hasil dari proses ini berupa data jabatan Ekraf hasil identifi kasi subdit PSKS. b. Studi literatur tentang Jabatan Kreatif NESTA serta

pemetaan jabatan kreatif NESTA dari kode SOC ke kode KBJI 2014. Hasil dari proses ini adalah data jabatan kreatif menurut NESTA dalam KBJI 2014.

c. In-depth Survei Jabatan Ekraf (ISJE 2017). Kegiatan ini menghasilkan data jabatan ekraf hasil ISJE 2017. Penentuan sampel daerah tujuan In-depth survey dilakukan dengan metode penarikan sampel purposive berdasarkan data SKEK dan masukan dari pelaku dan asosiasi ekraf. Alokasi

(23)

sampel mempertimbangkan proporsi keterwakilan lapangan usaha dalam setiap subsektor.

7. Kegiatan komparasi dan penggabungan data hasil identifi kasi jabatan ekraf dari ketiga proses yang dilakukan. Kegiatan ini akan menghasilkan informasi yang lebih komprehensif tentang jabatan kreatif yang ada di subsektor ekonomi kreatif yaitu database jabatan ekraf dalam KBJI 2014.

8. Melakukan workshop dan rapat pembahasan secara intensif dengan pengambil kebijakan (khususnya Tim Badan Ekonomi Kreatif ), subject matter Badan Pusat Statistik dan para pelaku usaha industri kreatif, untuk memperoleh masukan mengenai jabatan dan jenis pekerjaan yang ada di masing-masing subsektor ekonomi kreatif yang sudah ditetapkan.

III. Penyusunan Laporan Klasifi kasi Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014

9. Penyusunan draft Laporan Klasifi kasi Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014.

10. Melakukan pembahasan draft Laporan Klasifi kasi Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014 untuk memperoleh masukan dari berbagai pihak. 11. Finalisasi Laporan Klasifi kasi Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014. 12. Pencetakan dan publikasi laporan yang telah disetujui.

6. Output

Hasil proses identifi kasi dan evaluasi cakupan KBLI berdasarkan beberapa input data menghasilkan output/keluaran sebagai berikut:

1. Laporan hasil berupa buku Laporan Klasifi kasi Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014, yang berisi cakupan jabatan pada KBJI 2014 yang masuk dalam 16 subsektor ekonomi kreatif.

2. Laporan pelaksanaan penyusunan Laporan Klasifi kasi Jabatan Ekraf dalam KBJI 2014 yang berisikan fi le dokumentasi kegiatan, notulensi workshop, bahan referensi yang digunakan, dokumen hasil pengolahan.

7. Konsep, Defi nisi dan Istilah

Deskripsi dari konsep defi nisi dan istilah sangat berperan penting dalam menentukan identitas dan ruang lingkup suatu usaha atau kegiatan. Dibawah ini disajikan konsep defi nisi dan istilah secara umum:

1. Ekonomi kreatif didefi nisikan sebagai “penciptaan nilai tambah berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia (orang kreatif ) dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi”. (Ekonomi Kreatif: Kekuatan Baru Indonesia Menuju 2025).

(24)

2. Industri kreatif adalah industri yang menghasilkan output dari pemanfaatan kreativitas, keahlian dan bakat individu untuk penciptaan nilai tambah, lapangan pekerjaan dan peningkatan kualitas hidup.

3. Ekonomi kreatif memiliki cakupan yang lebih luas dari industri kreatif.

4. Industri kreatif merupakan bagian atau subsistem dari ekonomi kreatif.

5. Kreativitas yang didefi nisikan sebagai kapasitas atau kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang unik, menciptakan solusi dari suatu masalah atau melakukan sesuatu yang berbeda. Kreativitas merupakan faktor yang menggerakan lahirnya inovasi dengan memanfaatkan penemuan yang sudah ada. 6. Jabatan kreatif adalah jabatan dalam proses kreatif yang menggunakan kemampuan kognitif untuk membuat perbedaan dalam menghasilkan sesuatu yang baru atau produk yang lebih sempurna. Penentuan jabatan kreatif merupakan suatu penilaian profesional berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari kelompok pekerja itu sendiri.

7. Inovasi merupakan transformasi atau implementasi dari ide atau gagasan berdasarkan kreativitas dengan memanfaatkan penemuan yang ada untuk menghasilkan produk atau proses yang lebih baik, bernilai tambah dan bermanfaat.

8. Penemuan adalah mencipktakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya dan diakui sebagai karya yang memiliki fungsi.

(25)
(26)

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 L A P O R A N K LA S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

KBJI 2014

(27)
(28)

1. Penjelasan

Klasifi kasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2014 disusun untuk menyediakan satu set kerangka klasifi kasi jabatan yang komprehensif, sebagai alat untuk mengorganisir jenis jabatan yang didefi nisikan secara jelas kelompoknya sesuai dengan tugas yang dilakukan dalam pekerjaan agar dapat digunakan untuk keseragaman dalam pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis data jenis jabatan dalam statistik ketenagakerjaan. Dengan penyeragaman tersebut, KBJI dapat digunakan sebagai referensi yang digunakan oleh berbagai instansi untuk kegiatan yang berhubungan dengan data ketenagakerjaan yang dapat dibandingkan dengan format yang standar pada tingkat regional, nasional, maupun internasional.

KBJI 2014 merupakan klasifi kasi baku jenis jabatan yang terdapat di Indonesia, baik sektor formal maupun informal, yang didasarkan pada konsep, defi nisi, prinsip, dan tatacara pengklasifi kasian yang telah disepakati secara internasional. KBJI disusun berdasarkan International Standard Classifi cation of Occupations (ISCO) 2008 revisi III yang merupakan revisi dari ISCO 1988, yang telah disempurnakan dengan perkembangan jenis jabatan yang ada dalam dekade tahun 1990 sampai dengan dekade tahun 2000. Selama ini, siklus revisi ISCO dilakukan setiap 20 tahun sekali, ISCO Original diterbitkan pertama kali pada tahun 1958, yang disempurnakan menjadi ISCO revisi I pada tahun 1968 (ISCO 68), kemudian ISCO revisi II pada tahun 1988 (ISCO 88), dan yang terakhir saat ini adalah ISCO revisi III tahun 2008 (ISCO 08) yang secara resmi di release pada bulan Februari 2012 oleh International Labour Offi ce (ILO).

Bab 2

(29)

Langkah pengelompokan dan pemberian kode pada setiap jenis jabatan akan menghasilkan suatu kode klasifi kasi jabatan yang homogen pada masing-masing struktur, dengan demikian struktur ketenagakerjaan di Indonesia akan mudah ditentukan. Pengklasifi kasian jabatan dalam KBJI 2014 didasarkan menurut tingkat keahlian dan spesialisasi pekerjaan menurut tingkat pengetahuan, peralatan yang digunakan, jenis bahan serta barang atau jasa yang diproduksi. Klasifi kasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2014 disusun dengan maksud untuk mempermudah dalam mengetahui profi l dan kategori jenis jabatan yang tercakup dalam seluruh kategori kegiatan ekonomi/lapangan usaha di Indonesia yang diperoleh dari hasil sensus dan survei, atau dari catatan administrasi. Disamping merujuk pada ISCO 2008, itu, dalam menyusun KBJI 2014 juga mempertimbangkan jenis jabatan yang tercakup pada KBJI 2002. Serta merujuk informasi yang terdapat pada ISCO 1998 dan 1968, sehingga terdapat keterbandingan series antar waktu yang sangat berguna untuk analisis. Diharapkan dengan klasifi kasi ini, data ketenagakerjaan yang diperoleh dapat diperbandingkan dengan negara lain yang menggunakan ISCO 2008 yang sama sebagai dasar penyusunan klasifi kasi nasionalnya.

Proses penyusunan KBJI 2014 dilakukan bersama oleh tim teknis penyusunan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan tim teknis penyusunan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), serta melibatkan beberapa Kementerian, Lembaga Pemerintah, asosiasi, dan stake holder lainnya. Dengan adanya kerjasama dalam proses penyusunan buku ini, maka hanya ada satu rujukan klasifi kasi jabatan yang digunakan, yaitu Klasifi kasi Baku Jabatan Indonesia KBJI 2014 yang diterbitkan bersama Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Pusat Statistik.

2. Cakupan dan Penggunaan

KBJI 2014 mengklasifi kasi jenis jabatan standar yang diadopsi dari sumber rujukan ISCO 2008 yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia, dengan menggunakan istilah yang berlaku umum di Indonesia. Jenis jabatan standar tersebut merupakan pencerminan dari jenis-jenis jabatan nyata yang dilakukan oleh penduduk Indonesia dan tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga klasifi kasi jenis jabatan sebagai sistem referensi hanya menyajikan jenis-jenis jabatan normatif saja.

Klasifi kasi jenis jabatan sebagai sistem referensi standar dapat digunakan oleh instansi pemerintah, perusahaan swasta, asosiasi profesi, peneliti, dan pengguna lainnya. Penggunaan KBJI tidak hanya digunakan untuk

£

KBJI 2014 merujuk pada ISCO 2008 yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia

(30)

menyediakan data statistik ketenagakerjaan melalui kegiatan sensus, survei, atau kegiatan sejenis lainnya, data administrasi, tetapi dapat digunakan untuk keperluan yang lebih luas lagi seperti penyusunan formasi, rekrutmen, dan seleksi pegawai, sebagai dasar penyusunan program pendidikan dan pelatihan, penentuan standar gaji dan upah pegawai, studi pasar kerja, analisis jabatan, dan penggunaan lainnya.

3. Struktur Klasifi kasi

Struktur KBJI 2014 terdiri dari lima tingkat secara vertikal, terdiri dari 6 digit kode, kelima tingkat tersebut adalah Golongan Pokok (1 digit), Subgolongan Pokok (2 digit), Golongan (3 digit), Subgolongan, (4 digit) dan Jabatan (6 digit). Struktur empat level hirarki (sampai 4 digit) merupakan adopsi dari ISCO 2008, yang memungkinkan semua Jabatan diklasifi kasikan ke dalam 10 golongan pokok, 446 subgolongan. Kelompok-kelompok ini membentuk tingkatan agregasi yang lebih tinggi menjadi 130 golongan, 43 subgolongan pokok, berdasarkan kesamaannya dalam hal tingkat keterampilan dan spesialisasi keahlian yang dibutuhkan untuk pekerjaan yang bersangkutan. Sedangkan penyusunan sampai tingkatan kode 6 digit merupakan pengembangan di Indonesia, yang menurunkan contoh-contoh jabatan yang ada di 4 digit menjadi 6 digit dengan tujuan untuk lebih mempermudah bagi pengguna dalam mengidentifi kasi kode jabatan. Secara lengkap kelima tingkat pengelompokan secara vertikal adalah sebagai berikut :

1. Golongan Pokok:

Golongan pokok merupakan tingkat pengelompokan yang paling luas dari sistem klasifi kasi ini dan mempunyai kriteria mewakili jenis jabatan yang sangat luas yang menggambarkan tipe khusus penyelenggaraan tugas. Pengelompokan ini dinyatakan dengan satu digit kode yang satu sama lain dibedakan berdasarkan pada tingkat keahlian. Pengelompokan ini berjumlah 10 yang mempunyai kode 1 sampai dengan 9, dan kode 0 khusus untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI).

2. Subgolongan Pokok:

Subgolongan Pokok merupakan bagian dari golongan pokok yang mempunyai kriteria yang merangkaikan sifat jabatan yang sama dari berbagai golongan jenis jabatan. Pengelompokan ini dinyatakan dengan dua digit kode yang satu sama lain dalam subgolongan pokok yang sama dibedakan berdasarkan pada spesialisasi keahlian

(31)

yang luas yang ditetapkan. Pengelompokan ini berjumlah 43, mempunyai kode 01 sampai dengan 96.

3. Golongan:

Golongan merupakan bagian dari subgolongan pokok dan mempunyai kriteria yang mengklasifi kasikan satu subgolongan yang berhubungan erat antara satu dengan yang lain atas dasar persamaan sifat tugasnya, kecuali untuk subgolongan jenis jabatan sisa (lainnya). Pengelompokan ini dinyatakan dengan tiga digit kode yang satu sama lain dalam golongan yang sama dibedakan berdasarkan pada spesialisasi keahlian yang lebih rendah yang ditetapkan. Pengelompokan ini berjumlah 130, mempunyai kode 011 sampai dengan 962.

4. Subgolongan:

Subgolongan merupakan bagian dari golongan jabatan yang dinyatakan dengan empat digit kode yang mempunyai kriteria sifat yang sama berdasarkan spesialisasi keahlian. Pengelompokan ini berjumlah 446, mempunyai kode 0111 sampai dengan 9629.

5. Jabatan :

Jabatan merupakan bagian dari subgolongan. Jenis jabatan menjabarkan secara singkat jabatan dari suatu subgolongan jabatan tertentu, mempunyai hubungan yang sangat erat dan homogen, kecuali untuk jenis jabatan sisa (lainnya). Antar jenis jabatan dalam subgolongan yang sama dibedakan berdasarkan spesialisasi keahlian yang spesifi k dan merupakan sekumpulan tugas-tugas dari suatu pekerjaan. Pengelompokan ini berjumlah 2137, mempunyai kode 0111.01 sampai dengan 9629.99.

4. Konsep Pekerjaan dan Jenis Jabatan

KBJI merupakan klasifi kasi jenis jabatan yang didasarkan pada tingkat keahlian yang meliputi semua jenis jabatan dari penduduk Indonesia yang bekerja. Ini berlaku baik bagi mereka yang bekerja untuk majikan atau mereka yang bekerja sendiri, baik di sektor formal maupun informal. Untuk mengetahui KBJI perlu memahami konsep jabatan dan pekerjaan. Jabatan adalah sekumpulan pekerjaan yang mempunyai rangkaian tugas yang sama atau berhubungan satu dengan yang lain, dan yang

(32)

pelaksanaannya meminta kecakapan, pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang juga sama. Jenis jabatan dalam KBJI adalah sekumpulan pekerjaan yang cukup bersamaan tugas utamanya sehingga bisa digabungkan bersama dalam satu kelompok dalam keseluruhan sistem klasifi kasi.

Dalam sistem klasifi kasi jabatan nasional untuk tiap jabatan (occupation) diberi satu kode dan nama jabatan dengan satu defi nisi atau uraian tugas. Pekerjaan adalah sekumpulan kedudukan yang memiliki persamaan kewajiban atau tugas-tugas pokoknya. Satu pekerjaan dapat diduduki oleh satu orang atau beberapa pegawai yang tersebar diberbagai tempat. Dalam birokrasi pemerintah dikenal jabatan karier, yakni jabatan dalam lingkungan birokrasi yang hanya dapat diduduki oleh PNS. Jabatan karier dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

1. Jabatan Struktural, yaitu:

jabatan yang secara tegas ada dalam struktur organisasi. Kedudukan jabatan struktural bertingkat-tingkat dari tingkat yang terendah (eselon IV/b) hingga yang tertinggi (eselon I/a). Contoh jabatan struktural di PNS Pusat adalah: Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal, Kepala Biro, dan Staf Ahli. Sedangkan contoh jabatan struktural di PNS Daerah adalah: sekretaris daerah, kepala dinas/badan/kantor, kepala bagian, kepala bidang, kepala seksi, camat, sekretaris camat, lurah, dan sekretaris lurah.

2. Jabatan Fungsional, adalah

jabatan teknis yang tidak tercantum dalam struktur organisasi, tetapi dari sudut pandang fungsinya sangat diperlukan dalam pelaksansaan tugas-tugas pokok organisasi, misalnya: auditor (Jabatan Fungsional Auditor atau JFA), guru, dosen, dokter, perawat, bidan, apoteker, peneliti, perencana, pranata komputer, statistisi, pranata laboratorium pendidikan, dan penguji kendaraan bermotor. Dalam KBJI 2014, jabatan fungsional tidak termasuk dalam cakupan KBJI 2004, namun dapat dikonversi ke dalam KBJI 2014 mengikuti kelompok struktur klasifi kasi yang sesuai dengan tingkat keahlian yang dimiliki. Jenis-jenis jabatan yang ada pada KBJI 2014 dapat digunakan sebagai dasar penentuan jenis sertifi kasi kompetensi jabatan, dan dapat dikembangkan dengan menambahkan atau membuat turunannya dari kelompok jabatan yang sudah ada pada level 5-6 digit sesuai dengan aturan pengkodean KBJI.

(33)

5. Dasar Pengklasifi kasian

Dalam klasifi kasi ini, jenis jabatan digolongkan menurut kriteria tingkat dan spesialisasi keahlian.

Tingkat keahlian

Tingkat keahlian yang diperlukan suatu jenis jabatan ditentukan berdasarkan luas dan kompleksitas dari rangkaian tugas. Makin luas dan kompleks rangkaian tugas-tugas, makin tinggi tingkat keahlian yang diperlukan untuk jenis jabatan tersebut. Tingkat keahlian secara operasional diukur dengan jumlah tahun pendidikan formal, pelatihan dan pengalaman yang relevan yang biasanya diperlukan untuk bisa menyelesaikan rangkaian tugas secara memuaskan. Di sini kriteria tentang pelatihan tidak diberlakukan secara eksplisit.

Kriteria operasional yang digunakan untuk mengukur tingkat keahlian merefl eksikan kompetensi dalam pekerjaan dan dimaksudkan sebagai persyaratan minimal untuk bisa diterima dalam jenis jabatan untuk pertama kali. Persyaratan masuk ini diterapkan karena kesulitan dalam menetapkan kriteria keahlian yang diperlukan untuk bisa melakukan pekerjaan dengan memuaskan.

Jika kriteria pokok tersebut tidak cukup, tingkat keahlian ditentukan oleh serangkaian kriteria sekunder :

a. keluasan dan kedalaman pengetahuan yang diperlukan; b. beragamnya perlengkapan operasional yang diperlukan; c. tingkat kebebasan pekerjaan, seperti yang ditentukan oleh

tingkatan kerahasiaan dan pilihan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas;

d. persyaratan lain yang berupa bakat, minat dan komitmen pribadi yang kuat.

Penentuan tingkat keahlian setiap jenis jabatan memerlukan penilaian subjektif. Tingkat keahlian yang diberikan untuk jenis jabatan tertentu merupakan penilaian yang terbaik berdasarkan berbagai rujukan. Tetapi dimaksudkan hanya sebagai rujukan indikatif saja, tidak mutlak. Untuk banyak jenis jabatan mungkin terdapat beberapa alternatif persyaratan masuk. Dalam hal ini berbagai persyaratan masuk tersebut ditelaah dan kemudian ditentukan yang pokok. Mungkin saja defi nisi dan deskripsi dari suatu jenis jabatan merupakan generalisasi dari rangkaian pekerjaan

(34)

yang beragam menurut industri, perusahaan dan lokasinya. Untuk mengakomodasi kemungkinan perubahan dalam pendidikan dan pelatihan, terminologi untuk menjabarkan pendidikan formal dipakai yang umum dan seluwes mungkin.

Perlu diingat bahwa tingkat keahlian disini harus dilihat dalam hubungannya dengan jenis jabatan, bukan dengan orang-orang yang memegang jenis jabatan tersebut. Untuk menetapkan tingkat keahlian tukang solder, misalnya, perlu dicari jumlah pendidikan dan pengalaman yang biasanya diperlukan oleh seseorang untuk bisa masuk dalam jenis jabatan tersebut. Dalam kenyataannya tidak relevan untuk mempermasalahkan apakah seseorang yang menjadi tukang solder mempunyai jumlah pendidikan formal dan pengalaman seperti yang disyaratkan. Juga tidak relevan untuk mempersoalkan apakah seseorang sangat kompeten, rata-rata, atau sebagai tukang solder yang sangat buruk. Mereka tetap diklasifi kasikan sebagai tukang solder.

Spesialisasi keahlian

Spesialisasi keahlian dari suatu jenis jabatan merupakan fungsi dari bidang pengetahuan yang diperlukan, peralatan dan perlengkapan yang dipakai, bahan mentah serta barang dan jasa yang diproduksi sehubungan dengan tugas-tugas jenis jabatan.

Kriteria utama untuk mengklasifi kasikan jenis jabatan dalam Golongan Pokok adalah tingkat keahlian. Sedangkan untuk Subgolongan Pokok, Golongan, Subgolongan, dan Jenis jabatan dibedakan berdasarkan kriteria spesialisasi keahlian dengan interpretasi secara luwes. Pada tingkatan yang sangat rinci (Jenis jabatan), untuk beberapa kelompok jenis jabatan hanya dibedakan menurut tingkat keahliannya.

Diusahakan untuk Golongan Pokok, tingkat keahliannya tidak diikuti terlalu ketat dan kaku sedemikian rupa sehingga kategorisasi Golongan Pokok menjadi tidak ada arti dan gunanya. Diputuskan ada 10 Golongan Pokok yang dibedakan menurut tingkat keahlian dan satu Golongan Pokok Khusus untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI). Jika dua Golongan Pokok mempunyai tingkat keahlian yang sama, dibedakan menurut spesialisasi keahliannya. Dalam KBJI kriteria yang digunakan untuk mengukur tingkat keahlian dipakai jumlah pendidikan formal atau pelatihan dan pengalaman relevan yang biasanya diperlukan untuk mengisi suatu jenis jabatan. Rincian pendidikan formal adalah sebagai berikut: Tamat SD, SLTP, SLTA, D1, D2, D3, Ijazah S1, Tamat D4, Ijazah S2, Ijazah S3.

(35)

Dalam mendefi nisikan cakupan golongan pokok jenis jabatan pada KBJI digunakan dasar pendidikan sebagai persyaratan keahlian. Pada Golongan Pokok 0 dan 1 tidak memerlukan persyaratan keahlian. Sebagian besar Golongan Pokok 2 memerlukan persyaratan keahlian minimal sederajat S1. Sebagian besar jenis jabatan dalam Golongan Pokok 3 memerlukan persyaratan keahlian minimal sederajat D3. Sebagian besar jenis jabatan dalam Golongan Pokok 4, 5, 6, 7, dan 8 memerlukan persyaratan keahlian minimal tamat sederajat SLTP atau SLTA. Suatu periode pelatihan dan pengalaman di tempat kerja juga diperlukan, kadang-kadang untuk melengkapi persyaratan formal. Periode ini dapat sebagai pelengkap pelatihan formal, dalam beberapa kasus menggantikan sebagian. Sebagian besar Golongan Pokok 9 tidak memerlukan persyaratan keahlian.

Jika memang ternyata jenis jabatan pengawas memerlukan tingkat keahlian yang lebih tinggi, maka diklasifi kasikan pada jenis jabatan yang lebih tinggi, berarti berada pada kelompok besar yang berbeda dari pada jenis jabatan terkait yang bukan pengawas. Tetapi kenyataannya banyak jenis jabatan pengawas yang diklasifi kasikan bersama-sama dengan jenis jabatan bukan pengawas dalam satu Kelompok Jenis jabatan karena tidak praktis untuk memisahkannya.

Perubahan jenis jabatan karena muncul dan menghilangnya jenis jabatan banyak terjadi dalam pasar kerja Indonesia. Perkembangan lapangan usaha industri pengolahan secara berarti seperti lapangan usaha jasa-jasa dan teknologi informasi telah menimbulkan banyak jenis jabatan baru. Sebaliknya banyak jenis jabatan lama sudah menghilang. Kecenderungan untuk peningkatan keahlian dan pelatihan yang diperlukan untuk banyak jenis jabatan juga menyebabkan beberapa jenis jabatan diklasifi kasi ulang. Masalah tentang perluasan berbagai jalur pendidikan dan pelatihan telah menyebabkan munculnya jenis jabatan baru yang umum. Pekerja dalam jenis jabatan ini mempunyai keahlian ganda dan bisa menjalankan tugas-tugas yang lebih luas dari jenis jabatan yang tradisional.

KBJI diharapkan bisa mengakomodasi kecenderungan keahlian ganda agar keluwesan dalam struktur jenis jabatan dapat direfl eksikan dalam klasifi kasi. Proses keahlian ganda ini berbeda antar lapangan usaha dan antar perusahaan. Karena itu jenis jabatan baru dibuat untuk jenis jabatan keahlian ganda disamping mempertahankan jenis jabatan lama yang lebih terspesialisasi. Cara ini memungkinkan diketahuinya sampai sejauh mana keahlian ganda sudah mempunyai dampak dalam ekonomi, bagaimana jenis jabatan tradisional menghilang dan bagaimana jenis jabatan baru yang sangat spesialisasi berkembang.

(36)

1. Ringkasan Golongan Pokok

0. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI)

Tenaga kerja dalam golongan pokok ini mencakup anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indoneisa yaitu mereka yang berdinas aktif dalam salah satu unsur Tentara Nasional Indonesia dan kepolisian Negara Republik Indonesia, termasuk mereka yang membantu dalam menyelenggarakan jasa, baik atas dasar sukarela atau atas dasar yang lain dan yang tidak sepenuhnya melakukan pekerjaan sipil. Yang termasuk dalam golongan pokok Tentara Nasional Indonesia dan kepolisian Negara Republik Indonesia adalah mereka yang berdinas aktif di kesatuan angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, kepolisian dan unsur-unsur pertahanan dan keamanan lainnya, termasuk anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Indonesia yang dikerahkan untuk mengikuti latihan militer secara penuh dalam jangka waktu tertentu. Dikecualikan dari golongan pokok ini adalah tenaga kerja yang melakukan pekerjaan sipil seperti tenaga administrasi yang berada di bawah naungan departemen pertahanan dan keamanan, inspektur pabean dan anggota dinas sipil yang bersenjata, anggota militer cadangan yang tidak menjalankan dinas aktif secara penuh, termasuk tenaga kerja yang untuk sementara ditarik dari kehidupan sipil untuk mengikuti wajib militer (wamil) dalam jangka waktu tertentu. Golongan pokok ini dibagi menjadi 3 subgolongan pokok, 3 golongan, 15 subgolongan, 199 jenis jabatan yang menggambarkan perbedaan tugas yang berhubungan dengan bidang kerja yang berbeda.

1. Manajer

Golongan pokok ini mencakup jenis jabatan yang tugas utamanya terdiri dari menentukan dan merumuskan kebijaksanaan pemerintah, dan juga undang-undang dan peraturan pemerintah, mengawasi pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah, undang-undang dan peraturan pemerintah, mewakili pemerintah dan bertindak atas nama pemerintah, atau merencanakan, mengarahkan dan mengkoordinasikan kebijaksanaan dan kegiatan perusahaan dan organisasi, atau departemen. Golongan pokok ini dibagi menjadi 4 subgolongan pokok, 11 golongan, 31 subgolongan, dan 171 jabatan. Pembagian tersebut mencerminkan perbedaan tugas-tugas yang berhubungan dengan bidang otoritas yang berbeda, dan jenis perusahaan dan organisasi yang berbeda.

(37)

2. Profesional

Golongan pokok ini mencakup jenis jabatan yang tugas utamanya memerlukan pengetahuan dan pengalaman profesional tingkat tinggi dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan hayat, atau ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan. Tugas utamanya terdiri dari meningkatkan ilmu pengetahuan yang dimiliki, menerapkan konsep dan teori ilmu pengetahuan dan kesenian untuk menyelesaikan masalah, dan mengajar dengan menyiapkan materi secara sistematik. Golongan pokok ini dibagi menjadi 6 subgolongan pokok, 27 golongan, 92 subgolongan, dan 548 jabatan. Pembagian ini mencerminkan perbedaan tugas-tugas yang berhubungan dengan bidang pengetahuan dan spesialisasi yang berbeda.

3. Teknisi dan Asisten Profesional

Golongan pokok ini jenis jabatan yang tugas utamanya memerlukan pengetahuan teknik dan pengalaman dalam satu atau lebih bidang ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan hayat, atau ilmu pengetahuian sosial kemanusiaan. Tugas-tugas pokoknya mencakup menyelesaikan pekerjaan yang bersifat teknis yang berhubungan dengan penerapan konsep dan metode penggunaan dalam bidang tersebut diatas, dan dalam pengajaran pada tingkat pendidikan tertentu. Golongan pokok ini dibagi menjadi menjadi 5 subgolongan pokok, 20 golongan, 84 subgolongan, dan 349 jabatan. Pembagian ini mencerminkan perbedaan dalam tugas-tugas yang berhubungan dengan bidang pengetahuan dan spesialisasi yang berbeda.

4. Tenaga Tata Usaha

Golongan pokok ini mencakup jenis jabatan yang tugas utamanya memerlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk mengatur, menyimpan, menghitung, dan menggunakan kembali informasi. Tugas utamanya terdiri dari melakukan tugas-tugas kesekretariatan, mengoperasikan mesin pengolah kata dan mesin kantor lainnya, menyimpan dan menghitung data numeric, dan melakukan sejumlah tugas-tugas ketatausahaan yang berorientasi pada pelanggan, utamanya yang berhubungan dengan surat menyurat, pengelolaan uang dan perjanjian. Golongan pokok ini dibagi menjadi menjadi 4 subgolongan pokok, 8 golongan, 29 subgolongan, dan 91 jabatan. Pembagian ini mencerminkan perbedaan dalam tugas-tugas yang berhubungan dengan bidang spesialisasi yang berbeda.

(38)

5. Tenaga Usaha Jasa dan Tenaga Penjualan

Golongan pokok ini mencakup jenis jabatan yang tugas utamanya memerlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk melakukan jasa perlindungan dan jasa perorangan, dan untuk menjual barang dagangan di toko atau di pasar. Tugas utamanya terdiri dari menyediakan jasa yang berhubungan dengan perjalanan, kerumahtanggaan, katering, perawatan perorangan, perlindungan keamanan dan hak milik perorangan, dan menegakkan peraturan dan perundang-undangan, atau menjual barang di toko atau di pasar. Golongan pokok ini dibagi menjadi menjadi 4 subgolongan pokok, 13 golongan, 40 subgolongan, dan 132 jabatan. Pembagian tersebut mencerminkan perbedaan dalam tugas-tugas yang berhubungan dengan bidang spesialisasi yang berbeda.

6. Pekerja Terampil Pertanian, Kehutanan dan Perikanan

Golongan pokok ini mencakup jenis jabatan yang tugas utamanya memerlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk memproduksi hasil-hasil pertanian, kehutanan dan perikanan. Tugas utamanya terdiri dari menanam biji-bijian, beternak atau berburu binatang, menangkap atau membudidayakan ikan, konservasi dan eksploitasi hutan. Khusus untuk pekerja pertanian dan perikanan yang berorientasi pasar, tugas utamanya juga menjual hasil pertanian dan perikanan kepada pelanggan, organisasi pemasaran atau pasar. Golongan pokok ini dibagi menjadi menjadi 3 subgolongan pokok, 9 golongan, 18 subgolongan, dan 79 jabatan.

Perbedaan pelaksanaan tugas berdasarkan bidang-bidang khusus, pemasaran dan bidang pertanian dan kehutanan. Pembagian tersebut mencerminkan perbedaan dalam tugas-tugas yang berhubungan dengan perbedaan bidang spesialisasi, dan perbedaan antara pekerja pertanian dan perikanan yang berorientasi pasar dan subsisten.

7. Pekerja Pengolahan, Kerajinan, dan Ybdi

Golongan pokok ini mencakup jenis jabatan yang tugas-tugasnya memerlukan pengetahuan dan pengalaman keterampilan atau kerajinan terlatih yang mana diantaranya termasuk memahami bahan dan peralatan yang digunakan, seperti semua langkah-langkah proses produksi, termasuk karakteristik dan penggunaan produk akhir yang diharapkan. Tugas utamanya terdiri dari mengolah bahan baku, mendirikan bangunan dan struktur lainnya

(39)

dan membuat berbagai jenis barang seperti barang-barang kerajian. Golongan pokok ini dibagi menjadi menjadi 5 subgolongan pokok, 14 golongan, 66 subgolongan, dan 312 jabatan. Pembagian tersebut mencerminkan perbedaan dalam tugas yang berhubungan dengan bidang spesialisasi yang berbeda.

8. Operator dan Perakit Mesin

Golongan pokok ini mencakup jenis jabatan yang tugas utamanya memerlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk mengoperasikan dan mengawasi mesin dan peralatan industri berskala besar dan sering kali sangat otomatis. Tugas utamanya terdiri dari mengoperasikan dan mengawasi mesin dan peralatan pertambangan, pengolah, dan produksi, dan juga mengemudikan kendaraan bermotor, dan mengemudikan dan mengoperasikan mesin yang bergerak, atau merakit barang dari komponen bagiannya. Golongan pokok ini dibagi menjadi menjadi 3 subgolongan pokok, 14 golongan, 40 subgolongan, dan 197 jabatan. Pembagian tersebut mencerminkan perbedaan dalam tugas-tugas yang berhubungan dengan bidang spesialisasi yang berbeda.

9. Pekerja Kasar

Golongan pokok ini mencakup jenis jabatan yang memerlukan pengetahuan dan pengalaman cukup untuk melakukan tugas-tugas yang sangat rutin dan sederhana, dengan menggunakan peralatan yang dikendalikan dengan tangan dan dalam beberapa hal memerlukan kekuatan fi sik, dan sedikit menggunakan inisiatif dan pertimbangan yang terbatas. Tugas utamanya terdiri dari menjual barang-barang di pinggir jalan atau di jalanan, menjaga pintu dan mengawasi hak milik, dan juga membersihkan, mencuci, mengupas dan bekerja sebagai buruh dibidang pertambangan, pertanian dan perikanan, konstruksi dan industri pengolahan. Golongan pokok ini dibagi menjadi menjadi 6 subgolongan pokok, 11 golongan, 33 subgolongan, dan 109 jabatan yang menggambarkan perbedaan tugas yang berhubungan dengan bidang kerja yang berbeda.

(40)

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 L A P O R A N K LA S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

LAPORAN KLASIFIKASI JABATAN EKRAF DALAM KBJI 2014 B U K U 2 L A P O R A N K L A S IF IK A S I J A B A T A N E K R A F D A L A M K B J I 2 0 1 4 BUKU 2

BADAN PUSAT STATISTIK

Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 (021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046

[email protected] www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF

Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18 Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

[email protected] www.bekraf.go.id

STUDI DATA

JABATAN EKRAF

(41)
(42)

1. Data KBJI 2014

Didalam buku publikasi KBJI 2014 terdapat sekitar 2.137 jenis jabatan dan pekerjaan yang terstruktur dan telah dijabarkan uraian tugasnya masing-masing, mulai dari level 1 digit hingga level 6 digit. Pengelompokan dilakukan sesuai dengan tingkat keahlian dan keterampilan atau spesialisasi pekerjaan menurut tingkat pengetahuan, peralatan yang digunakan, dan jenis bahan serta barang atau jasa yang diproduksi.

Selanjutnya dilakukan identifi kasi melalui uraian tugas yang tertera dan terdefi nisi didalamnya sehingga diperoleh sebanyak 273 jenis jabatan dan pekerjaan yang unik dan sementara masih diduga memiliki muatan aktivitas kreatifi tas.

Hasil identifi kasi tersebut disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 1 Hasil Studi Data KBJI 2014

No. Nama Jabatan Dalam KBJI 2014 Kode KBJI

2014

(1) (2) (3)

1. Ahli Fisika (Umum) 2111.01

2. Ahli Fisika Nuklir 2111.02

3. Ahli Fisika Mekanika 2111.03

4. Ahli Fisika Panas 2111.04

5. Ahli Fisika Sinar 2111.05

Bab 3

(43)

No. Nama Jabatan Dalam KBJI 2014 Kode KBJI 2014

(1) (2) (3)

6. Ahli Fisika Suara 2111.06

7. Ahli Fisika Listrik Dan Magnit 2111.07 8. Ahli Fisika Elektronika 2111.08

9. Ahli Fisika Medis 2111.09

10. Ahli Meteorologi (Umum) 2112.01

11. Ahli Klimatologi 2112.02

12. Ahli Kimia (Umum) 2113.01

13. Ahli Kimia Organik 2113.02

14. Ahli Kimia Anorganik 2113.03

15. Ahli Kimia Fisika 2113.04

16. Ahli Kimia Analitik 2113.05

17. Ahli Geologi (Umum) 2114.01

18. Ahli Geologi Kelautan 2114.02

19. Ahli Geologi Pertambangan 2114.03

20. Ahli Geofi sika (Umum) 2114.04

21. Ahli Geofi sika Kelautan 2114.05

22. Ahli Bakteriologi 2131.02

23. Ahli Biologi (Umum) 2131.03

24. Ahli Biologi Kelautan 2131.04

25. Ahli Biologi Molekuler 2131.05

26. Ahli Botani 2131.06 27. Ahli Zoologi 2131.07 28. Ahli Biokimia 2131.08 29. Ahli Farmakologi 2131.13 30. Ahli Agronomi 2132.01 31. Ahli Hortikultura 2132.04

32. Ahli Teknik Sipil (Umum) 2142.01 33. Ahli Teknik Konstruksi Bangunan 2142.02 34. Ahli Teknik Konstruksi Jalan 2142.03 35. Ahli Teknik Konstruksi Landasan Pesawat Udara 2142.04 36. Ahli Teknik Konstruksi Jalan Kereta Api 2142.05 37. Ahli Teknik Konstruksi Jembatan 2142.06 38. Ahli Teknik Penyehatan Lingkungan 2142.07

39. Ahli Teknik Pengairan 2142.08

40. Ahli Teknik Mesin (Umum) 2144.01 41. Ahli Teknik Mesin Dan Peralatan Industri 2144.02

(44)

No. Nama Jabatan Dalam KBJI 2014 Kode KBJI 2014

(1) (2) (3)

42. Ahli Teknik Mesin Motor Penggerak (Selain Mesin Kapal) 2144.03 43. Ahli Teknik Mesin Kapal 2144.04 44. Ahli Teknik Konstruksi Kapal 2144.05 45. Ahli Teknik Industri Pesawat Terbang 2144.06

46. Ahli Teknik Mobil 2144.07

47. Ahli Teknik Pemanasan, Ventilasi Dan Pendinginan 2144.08 48. Ahli Teknik Mesin Tenaga Atom 2144.09 49. Ahli Teknik Kimia (Umum) 2145.01 50. Ahli Teknik Kimia Bahan Bakar 2145.02 51. Ahli Teknik Kimia Plastik 2145.03 52. Ahli Metalurgi Ekstraksi 2146.05

53. Ahli Metalurgi Fisika 2146.06

54. Ahli Teknik Keramik Dan Kaca 2149.01

55. Ahli Teknik Pertanian 2149.02

56. Ahli Teknik Tekstil 2149.04

57. Ahli Teknik Biomedis 2149.06

58. Ahli Teknik Bahan Peledak 2149.07 59. Ahli Teknik Keselamatan 2149.09

60. Ahli Teknik Optikal 2149.10

61. Ahli Teknik Listrik (Umum) 2151.01 62. Ahli Teknik Pembangkit Tenaga Listrik 2151.02 63. Ahli Teknik Distribusi Dan Transmisi Tenaga Listrik 2151.03 64. Ahli Teknik Elektromekanik 2151.04 65. Ahli Teknik Elektronik (Umum) 2152.01 66. Ahli Teknik Perangkat Keras Komputer 2152.02 67. Ahli Teknik Instrumentasi (Alat Ukur) 2152.03 68. Ahli Teknik Telekomunikasi 2153.01 69. Ahli Teknik Penyiaran Dan Audio Visual 2153.02 70. Ahli Teknologi Rekayasa Telekomunikasi 2153.03

71. Arsitek Bangunan 2161.01 72. Arsitek Interior 2161.02 73. Arsitek Pertamanan/Lansekap 2162.00 74. Perancang Kostum 2163.01 75. Perancang Busana 2163.02 76. Perancang Perhiasan 2163.03

77. Perancang Produk Industri 2163.04

Gambar

Tabel 1   Hasil Studi Data KBJI 2014 ________________________   27 Tabel 2.   Hasil Studi Data Kementerian Ketenagakerjaan  ______   36 Tabel 3
Gambar 1. Diagram Metodologi Penyusunan Klasifi kasi Jabatan  Ekraf dalam KBJI 2014
Tabel 1 Hasil Studi Data KBJI 2014
Tabel 2. Hasil Studi Data Kementerian Ketenagakerjaan
+7

Referensi

Dokumen terkait

a.   Untuk  jabatan  peringkat  7  (hasil  evaluasi  jabatan)  antara  lain  penganalisa,  pengkaji,  penyusun,  pengevaluasi,  pengelola  dan  yang  setara 

Perubahan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah merupakan instrumen wajib sebagai pedoman perangkat daerah yang disusun untuk menyediakan kerangka logis rencana kerja bagi

Laporan Keuangan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh

Tujuan utama penyusunan buku Korespondensi KBKI dengan KKI 1998/1999, KBLI 2009, dan HS 2012 adalah menyediakan kerangka kerja yang lebih lengkap dan komprehensif untuk

Pengukuran jarak untuk kerangka control peta, dapat dilakukan dengan cara langsung menggunakan alat sederhana yaitu roll meter atau dengan alat sipat

Laporan Keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh Dinas Pendapatan dan

PENGESAHAN KETUA JABATAN Saya telah meneliti perkara ini dan bersetuju / tidak bersetuju dengan perakuan yang diberi oleh Penilai Pertama dan Penilai Kedua untuk memperakukan pegawai

Laporan analisis jabatan untuk posisi Junior Training Officer di Universitas Gunadarma Fakultas