• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap 2.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap 2.docx"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page Page 11

“Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap”

“Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap”

Kelompok III

Kelompok III

Yang disusun oleh :

Yang disusun oleh :

1.

1. Nurdiana

Nurdiana Sobari

Sobari

:

: 413153200

41315320021

21

2.

2. Roy

Roy Ama

Ama Ratu

Ratu

:

: 41315320024

41315320024

3.

3. Ali

Ali Raharjo

Raharjo

:

: 413153200

41315320025

25

4.

4. Faizal

Faizal Kurniawan

Kurniawan

:

: 413153200

41315320026

26

5.

5. Puji

Puji Hari

Hari Setio

Setio

:

: 413153200

41315320028

28

6.

6.

Primana

Primana Alim

Alim Musa

Musa

:

: 41315320029

41315320029

Teknik Mesin

Teknik Mesin

Universitas Mercu Buana

Universitas Mercu Buana

Kampus D Kranggan Bekasi

Kampus D Kranggan Bekasi

(2)

Kata Pengantar

Kata Pengantar

Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME, atas karunia sehat dan

Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME, atas karunia sehat dan

nikmat ilmu nya maka kelompok kami dapat menyelesaikan makalah ini sesuai waktu yang

nikmat ilmu nya maka kelompok kami dapat menyelesaikan makalah ini sesuai waktu yang

di target kan. Mendapat tugas Efisiensi terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Uap dalam mata

di target kan. Mendapat tugas Efisiensi terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Uap dalam mata

kuliah Koversi Energi menjadi hal yang menarik untuk kami. Karena dengan mempelajari

kuliah Koversi Energi menjadi hal yang menarik untuk kami. Karena dengan mempelajari

lebih dalam sistem dari PLTU itu sendiri, membuat kami lebih banyak tahu tentang PLTU

lebih dalam sistem dari PLTU itu sendiri, membuat kami lebih banyak tahu tentang PLTU

dan menghitung efisiensi dari kerja PLTU menjadi poin yang penting dalam tugas kali ini.

dan menghitung efisiensi dari kerja PLTU menjadi poin yang penting dalam tugas kali ini.

Apa yang akan kami paparkan tentu saja jauh dari kata sempurna, tetapi semoga saja dapat

Apa yang akan kami paparkan tentu saja jauh dari kata sempurna, tetapi semoga saja dapat

menambah ilmu bagi kami dan pembaca sekalian.

menambah ilmu bagi kami dan pembaca sekalian.

Penulis,

Penulis,

Jakarta, 12 Oktober 2017

Jakarta, 12 Oktober 2017

(3)

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 3

Daftar Isi

Kata Pengantar ... 2 Daftar Isi... 3 BAB I Pendahuluan ... 4 1.1 Latar Belakang ... 4 1.2 Tujuan ... 4 1.3 Sistematika Penulisan ... 4

BAB II Pokok Permasalahan...5

BAB III Isi ... 6

Boiler (reheater, superheater, economizer) ... 6

Boiler Feed Water Pump ... 8

Fan (Force Draft Fan, Gas Injection Fan) ... 10

Steam Turbin ... 11

Condensor ... 14

Water treatment plant ... 16

Deaerator ... 17

Cooling Tower ... 18

Bab IV Analisis dan Pembahasan...19

(4)

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Listrik adalah kebutuhan primer untuk kehidupan manusia. Mulai dari individu, skala

rumah, instansi, sampai industri semua membutuhkan listrik. Seiring dengan

 pertumbuhan penduduk, maka kebutuhan akan listrik pun semakin bertambah. Menjadi

tanggungan negara untuk membuat pembangkit listrik baru untuk memenuhi kebutuhan

listrik rakyat nya. Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap, untuk menghasilkan listrik kita

 perlu bahan bakar (batu bara), sedangkan bahan bakar yang kita gunakan saat ini tidak

dapat diperbaharui. Maka penting sekali untuk kita mengkalkulasi efisiensi dari sistem

 pembangkit listrik yang kita gunakan.

1.2 Tujuan

1

Mengetahui efisiensi dari sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap

2

Kelayakan dari sistem PLTU, apakah efisien untuk digunakan atau tidak.

1.3 Sistematika Penulisan

1. Bab I Pendahuluan

Membahas tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan, dan sistematika

 penulisan

2. Bab II Pokok Permasalahan

Membahas hal apa saja yang menjadi pokok permasalahan pada penulisan ini.

3. Bab III Isi

Membahas tentang sistem apa saja yang ada pada PLTU

4. Bab IV Analisis dan Pembahasan

Membahas tentang kalkulasi efisiensi terhadap sistem PLTU

5. Bab V Penutup

(5)

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 5

Bab II Pokok Permasalahan

Mengacu pada Latar Belakang yang telah di paparkan di Bab I, maka yang menjadi

 pokok permasalahan pada makalah kali ini adalah : untuk mengetahui efisiensi dari sistem

Pembangkit Listrik Tenaga Uap, terlebih dahulu kita harus mengetahui dan memahami

equipment apa saja yang ada pada sistem PLTU. Sehingga kita dapat mengetahui siklus nya

dan akhirnya dapat meng kalkulasi efisiensi nya sesuai dengan proses yang ada pada plant

PLTU.

(6)

Bab III Isi

Boiler (reheater, superheater, economizer)

Boiler merupakan salah satu komponen utama dalam proses produksi listrik pada

PLTU.

 Boiler

 berfungsi untuk merubah air menjadi uap

 superheat

yang bertemperatur dan

(7)

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 7

 bertekanan

tinggi. Proses memproduksi uap ini disebut “

 steam raising 

” (pembuat uap). Unit

atau alat yang digunakan untuk membuat uap disebut

boiler

atau biasa disebut “

 steam

 generator 

” (pembangkit uap). Bagian alat penukar panas pada

boiler

adalah

water walls,

 superheater, reheater, dan economizer.

Kebutuhan pemanasan air pengisi

boiler

(

 feed water 

) untuk proses produksi uap pada

boiler

sekarang ini menjadi suatu keharusan sebagai usaha untuk meningkatkan efisiensi

boiler 

.

 Economizer

merupakan salah satu komponen pada unit

boiler

yang memanfaatkan panas gas

 buang dari

 furnace

yang tidak bisa digunakan lagi untuk mengubah fase air menjadi uap,

tetapi masih memiliki potensi untuk meningkatkan temperatur air.

 Economizer

digunakan

untuk pemanasan terakhir air pengisi (

 feed water 

) pada

boiler

untuk pembangkit-pembangkit

listrik khususnya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Dalam

economizer

ini dialirkan air pengisi yang berasal dari pemanas air pengisi (

heater 

).

Air panas dari

economizer

kemudian dialirkan menuju

 steam drum

. Secara umum prinsip

kerja

economizer

adalah seperti

heat exchanger 

, gas buang sisa pembakaran keluar melewati

economizer

dan memanasi permukaan pipa-pipa

economizer 

, sehingga terjadi proses

 perpindahan panas antara dua fluida yaitu gas pembakaran (

 flue gas

) dengan air pengisi (

 feed

water 

), sehingga temperatur air pengisi

boiler

keluar dari

economizer

yang akan digunakan

untuk proses produksi uap di

boiler

menjadi meningkat.

(8)

Boiler Feed Water Pump

 Boiler Feed Water Pump  merupakan salah satu aplikasi penggunaan pompa

sentrifugal berukuran besar pada industri pembangkit listrik tenaga uap. Pompa ini berfungsi

untuk mengontrol dan mensupply air pada jumlah tertentu yang berasal dari tanki air (

 Feed

Water Tank 

) menuju boiler dengan spesifikasi tekanan tertentu. Air tersebut sebelum masuk

ke boiler biasanya mengalami pemanasan awal (

 pre-heating 

). Sehingga air yang dipompa

oleh BFWP juga memiliki temperatur tertentu yang cukup panas.

Satu unit BFWP pada PLTU terdiri atas dua pompa dan satu penggerak. Penggerak yang

digunakan bisa berupa motor listrik atau juga turbin uap berukuran kecil. Turbin kecil

tersebut mendapatkan supply uap air yang mengambil dari turbin uap utama pada

 stage

tertentu .

Dua pompa dari BFWP adalah satu

booster pump  dan satu

main pump  / pompa utama.

Keduanya menggunakan penggerak tunggal (turbin uap atau motor), yang sumbunya

di-couple dengan atau tanpa sistem transmisi tergantung desainnya.

 Booster pump  memiliki spesifikasi pompa sentrifugal,

 single flow  dan hanya satu

 stage

 pompa. Menggunakan

mechanical seal 

 serta

thrust 

 dan journal bearing 

 untuk menahan

gaya-gaya yang terjadi. Sedangkan

main pump berspesifikasi pompa sentrifugal,

multi-stage, dan

 single flow. Juga menggunakan

mechanical seal 

 serta

thrust 

 dan

 journal bearing 

. Dan untuk

(9)

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 9

menahan gaya aksial yang besar, digunakan

balance drum yang mengambil sebagian kecil air

dari sisi outlet pompa untuk dimasukkan ke bagian inlet untuk melawan gaya aksial yang

timbul.

Seperti yang sudah diinggung sebelumnya di atas bahwa BFWP mensupply air menuju boiler

dalam jumlah tertentu, yang pada prakteknya jumlah air yang dibutuhkan oleh boiler ini

 berubah-ubah. Perubahannya berdasarkan jumlah uap air produk boiler yang dibutuhkan

untuk proses selanjutnya. Semisal pada PLTU, pada saat beban listrik tinggi maka kebutuhan

uap air yang masuk ke dalam turbin uap juga tinggi otomatis jumlah air yang dibutuhkan

untuk masuk ke boiler juga tinggi, sehingga BFWP akan mensupply air dalam jumlah sesuai

kebutuhan. Demikian pula sebaliknya pada saat beban listrik rendah.

Ilustrasi tersebut menggambarkan bahwa ternyata BFWP memompa air ke boiler dengan

 jumlah/debit yang bervariasi. Hal ini dengan jalan mengubah-ubah kecepatan putaran pompa

nya. Jika pompa menggunakan penggerak turbin uap, maka kecepatan putar nya akan diatur

oleh bukaan

control valve uap air penggerak turbin tersebut. Jika bukaannya besar maka uap

air yang masuk akan semakin banyak dan putaran turbin sekaligus putaran pompa akan lebih

 besar. Sedangkan jika menggunakan penggerak motor listrik, maka yang mengatur besar

debit air adalah

 fluid coupling 

  yang terpasang di antara motor dengan

main pump.

 Fluid

coupling 

  ini mengatur kecepatan putar pompa sesuai dengan kebutuhan debit air yang

dibutuhkan. Sedangkan putaran motor listrik sebagai penggerak utamanya adalah tetap /

konstan. Air yang ditransfer BFWP menuju ke boiler berasal dari

 Feed Water Tank 

  (FWT)

yang letaknya biasanya pada ketinggian tertentu. Ketinggian dari FWT ini menjadi

 Positive

Suction Head 

  untuk BFWP. Air masuk dari FWT menuju inlet

booster pump, dan keluar

dengan kenaikan tekanan tertentu yang tidak terlalu tinggi dan tekanan tersebut menjadi

 Positive Suction Head 

  untuk

main pump. Air tersebut masuk ke sisi inlet

main pump, dan

(10)

Fan (Force Draft Fan, Gas Injection Fan)

Udara untuk pembakaran bahan bakar dipasok oleh

 force draft fan

(FD

 fan

). FD

 Fan

mengambil udara luar untuk membantu proses pembakaran di boiler. Dalam

 perjalanannya menuju ke boiler, udara tersebut dinaikkan suhunya oleh

air heater

(pemanas udara).

 Air preheater

atau yang disebut dengan pemanas udara awal berfungsi

untuk memanaskan udara pembakaran dari

 forced draft fan

(FD Fan) yang dilewatkan

melalui

 steam coil heater

sebelum masuk ke boiler.

Steam coil Air Heater

terletak antara

air

 preheater

dengan

 forced draft fan

dimana alat ini berfungsi sebagai penguat panas udara awal

sebelum udara masuk ke air pre heater dan menjaga temperatur gas panas sebelum keluar dari

cerobong. FD Fan Berfungsi untuk mensupply udara guna proses pembakaran bahan bakar

dan mendorong flue gas keluar dari ruang bakar (

burner 

) dan ditempatan pada lubang-lubang

udara ke pemanas awal udara sehingga keseluruhan sistem sampai lubang masuk cerobong

 berada pada tekanan positif. IDF=315 KW, PAF=250 KW, SAF=160 KW.

(11)

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 11

Steam Turbin

Umumnya PLTU menggunakan turbin uap tipe multistage, yakni turbin uap yang

terdiri atas lebih dari 1 stage turbin (Turbin High Pressure, Intermediate Pressure, dan Low

Pressure). Uap air superheater yang dihasilkan oleh boiler masuk ke turbin High Pressure

(HP), dan keluar pada sisi exhaust menuju ke boiler lagi untuk proses reheater. Uap air yang

dipanaskan kembali ini dimasukkan kembali ke turbin uap sisi Intermediate Pressure (IP),

dan uap yang keluar dari turbin IP akan langsung masuk ke Turbin Low Pressure (LP).

Selanjutnya uap air yang keluar dari turbin LP masuk ke dalam kondenser untuk mengalami

 proses kondensasi.

Berikut adalah beberapa bagian-bagian penting dari turbin uap :

1. Shaft Seals

Shaft seals adalah bagian dari turbin antara poros dengan casing yang berfungsi untuk

mencegah uap air keluar dari dalam turbin melewati sela-sela antara poros dengan casing

akibat perbedaan tekanan dan juga untuk mencegah udara masuk ke dalam turbin (terutama

turbin LP karena tekanan uap air yang lebih vakum) selama turbin uap beroperasi. Turbin uap

menggunakan sistem labyrinth seal untuk shaft seals. Sistem ini berupa bagian yang

 berkelak-kelok pada poros dan casing-nya yang kedua sisinya saling bertemu secara

 berselang-seling. Antara labyrinth poros dengan labyrinth casing ada sedikit rongga dengan

(12)

 jaraj tertentu. Sistem ini bertujuan untuk mengurangi tekanan uap air di dalam turbin yang

masuk ke sela-sela labyrinth sehingga tekanan antara uap air dengan udara luar akan

mencapai nilai yang sama pada titik tertentu.

2. Turbine Bearings

Bearing / bantalan pada turbin uap memiliki fungsi sebagai berikut:

Menahan diam komponen rotor secara aksial

Menahan berat dari rotor

Menahan berbagai macam gaya tidak stabil dari uap air terhadap sudu turbin

Menahan

gaya

kinetik

akibat

dari

sisa-sisa

ketidakseimbangan

atau

ketidakseimbangan karena kerusakan sudu (antisipasi)

Menahan gaya aksial pada beban listrik yang bervariasi

Jenis bearing yang digunakan dalam desain turbin uap yaitu thrust bearing, journal bearing,

dan kombinasi antara keduanya. Selain itu juga dibutuhkan sebuah sistem pelumasan

menggunakan oli, yang secara terus-menerus disirkulasi dan didinginkan untuk melumasi

 bearing yang terus mengalami pergesekan pada saat turbin uap beroperasi normal.

3. Balance Piston

Pada turbin uap, ada 50%ngaya reaksi dari sudu yang berputar menghasilkan gaya aksial

terhadap sisi belakang dari silinder pertama turbin, gaya inilah yang perlu dilawan oleh

sistem balance piston.

4. Turbine Stop Valves

Atau disebut juga Emergency Stop Valve karena berfungsi untuk mengisolasi turbin dari

supply uap air pada keadaan darurat untuk menghindari kerusakan atau juga overspeed.

5. Turbine Control Valve

Berfungsi untuk mengontrol supply dari uap air yang masuk ke dalam turbin sesuai dengan

sistem kontrol yang bergantung pada besar beban listrik.

6. Turning Device

Adalah suatu mekanisme untuk memutar rotor dari turbin pada saat start awal atau pada saat

setelah shut down untuk mencegah terjadinya distorsi/bending akibat dari proses pemanasan

atau pendinginan yang tidak seragam pada rotor.

Prinsip kerja turbin uap.

Turbin uap terdiri dari sebuah cakram yang dikelilingi oleh daun-daun cakram yang disebut

sudu-sudu. Sudu-sudu ini berputar karena tiupan dari uap bertekanan yang berasal dari ketel

uap, yang telah dipanasi terdahulu dengan menggunakan bahan bakar padat, cair dan gas.

(13)

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 13

Uap tersebut kemudian dibagi dengan menggunakan control valve yang akan dipakai untuk

memutar turbin yang dikopelkan langsung dengan pompa dan juga sama halnya dikopel

dengan sebuah generator singkron untuk menghasilkan energi listrik.

Setelah melewati turbin uap, uap yang bertekanan dan bertemperatur tinggi tadi muncul

menjadi uap bertekanan rendah. Panas yang sudah diserap oleh kondensor menyebabkan uap

 berubah menjadi air yang kemudian dipompakan kembali menuju boiler. Sisa panas dibuang

oleh kondensor mencapai setengah jumlah panas semula yang masuk. Hal ini mengakibatkan

efisisensi thermodhinamika suatu turbin uap bernilai lebih kecil dari 50%. Turbin uap yang

modern mempunyai temperatur boiler sekitar 5000C sampai 6000C dan temperatur

kondensor 200C sampai 300C.

(14)

Condensor

Setelah bekerja untuk menggerakkan turbin, uap tersebut ditarik ke dalam kondensor,

sebuah ruang besar di

basement

 pembangkit listrik. Kondensor adalah bagian penting dari

sebuah unit uap-listrik batubara. Perangkat ini mengembunkan uap yang telah meninggalkan

turbin kembali menjadi air sehingga dapat digunakan berulang-ulang di pabrik. Uap yang

sudah dipakai kemudian didinginkan dalam kondensor sehingga dihasilkan air yang dialirkan

ke dalam boiler. Pada waktu PLTU batubara beroperasi suhu pada kondensor naiknya begitu

cepat, sehingga mengakibatkan kondensor menjadi panas. Sedang untuk mendinginkan

kondensor bisa digunakan air, tapi harus dalam jumlah besar, hal inilah yang menyebabkan

PLTU dibangun dekat dengan sumber air yang banyak seperti di tepi sungai atau tepi pantai.

Proses pendinginan sangat penting dan memerlukan sejumlah air dalam jumlah yang besar,

dengan demikian, PLTU biasanya pasti terletak di dekat danau, sungai, muara atau laut.

Untuk mendinginkan uap digunakan

condenser cooling water

atau condenser berpendingin

(15)

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 15

air. Jutaan galon air dingin dipompa melalui tabung yang berjalan melalui kondensor. Air

dalam tabung mendinginkan uap dan mengubahnya kembali ke air. Setelah uap terkondensasi

menjadi air, maka air tersebut akan dipompa ke boiler lagi untuk mengulangi siklus.

(16)

Water treatment plant

Air yang digunakan dalam siklus PLTU disebut dengan air demin (

demineralized 

),

yaitu air yang mempunyai kadar

conductivity

sebesar 0.2 us (

mikro siemen

). Sebagai

 perbandingan air mineral yang kita minum sehari-hari mempunyai kadar conductivity sekitar

100-200 us. Untuk mendapatkan air demin ini, setiap unit PLTU biasanya dilengkapi dengan

desalination plant dan demineralization plant yang berfungsi untuk memproduksi yang air

demin.

Reverse Osmosis (RO)

Mempunyai fungsi yang sama seperti desalination plant namun metode yang digunakan

 berbeda. Pada peralatan ini digunakan membran semi permeable yang dapat menyaring

garam-garam yang terkandung pada air laut, sehingga dapat dihasilkan air tawar seperti pada

desalination plant.Untuk PLTU yang menggunakan air tanah/air sungai,digunakan

pre-treatment yang berfungsi untuk menghilangkan endapan,kotoran dan mineral yang

terkandung di dalam air tersebut.

Demineralizer Plant (Unit Demin)

Berfungsi untuk menghilangkan kadar mineral (ion) yang terkandung dalam air tawar.

Air sebagai fluida kerja PLTU harus bebas dari mineral, karena jika air masih mengandung

mineral berarti konduktivitasnya masih tinggi sehingga dapat menyebabkan terjadinya GGL

induksi pada saat air tersebut melewati jalur perpipaan di dalam PLTU.Hal ini dapat

menimbulkan korosi pada peralatan PLTU.

(17)

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 17

Deaerator

Fungsi deaerator adalah untuk membuang gas-gas atau udara yang tidak terkondensasi

yang terbawa ke dalam air pengisi. Di sini air dipisahkan dari partikel

 partikel udara yang

mungkin terlarut bersama dengan air. Partikel udara dikeluarkan melalui deaerator bagian

atas, sedangkan air murni dikeluarkan lewat bagian bawah. Jenis deaerator ada yang langsung

terintegrasi dengan steam drum dan ada yang terpisah atau tersendiri. Gas yang tidak bisa

terkondensasi sifatnya merugikan, yaitu menghambat perpindahan panas dan udara bisa

menyebabkan korosi di bagian dalam pipa-pipa air.

(18)

Cooling tower

Berfungsi sebagai pendingin air yang digunakan untuk kondensor dan pendingin oli pelumas

mesin.

(19)

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 19

Bab IV Analisis dan Pembahasan

Siklus 1-2-3-4-B-1 adalah siklus Rankine Jenuh, yang berarti uap jenuh ke dalam

turbin. Siklus 1’-2’-3-4-B-1’ merupakan siklus Rankine uap super panas karena uap super

 panas yang masuk turbin. Siklus tersebut melalui proses sebagai berikut:

1

 –  2 atau 1’ –  2’: ekspansi adiabatic reversible dalam turbin, uap keluar pada 2 atau 2’

 berada dalam daerah campuran dua fase 2

 – 

  3 atau

2’ – 

  3: panas keluar pada suhu dan

tekanan konstan di kondensor 3

 – 

 4: kompresi abiabatic reversible oleh pompa terhadap cair

(20)

Cycle Dengan Superheater

Untuk mempertinggi efisiency dipakai superheating. Uap sesudah keluar dari boiler dengan

temperature T2 dipanaskan kembali dengan superheater hingga temperature T3. Maka :

Q2 = hd – 

 ha

Demikian juga panas Q1 dibuang sepanjang lintasan ef dengan proses isobaric, maka :

Q1 = he – 

 hf

Kerja output per pount uap :

Wout = hd – 

 he

Kerja pompa :

Win = ha – 

 hf

Efisinsi termis :

Superheater dilakukan dengan memanaskan uap jenuh sampai suatu suhu tertentu (biasanya

sampai 1000°F). sedangkan reheater dengan memanaskan kembali kondisi superheater.

Siklus ini dapat dilihat pada gamabar 8 sebagai berikut :

(21)

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 21

Gamabar 8 : Diagram S-T Siklus Rankine Dengan Superheater Dan Reheater

Keterangan :

3a – 

 3 uap jenuh dipanaskan ( superheated)

3 – 

 4 uap superheater diekspansikan pada turbin uap

4-5 uap sisa dipanaskan kembali

5-5 uap superheated diekspansikan pada turbin

Efisiensi siklus dapat dicari dengan mencari harga enthalpy masing – 

 masing titik

Panas masuk = (h3 – 

 h1) + (h5 – 

 h4)

(22)

Kerja keluar = (h3 – 

 h4) + (h5 – 

 h6)

Kerja masuk = h1 – 

 h7

ekspansi 3 -4 biasanya dikerjakan pada turbin tekanan tinggi, sedangkan ekspansi 5-6

dilakukan pada turbin tekanan rendah. Suhu superheater dan reheater yang umum dilakukan

sampai 1000°F.

Setelah dilakukan perhitungan berdasarkan kondisi di lapangan maka diperoleh

efisiensi konversi energi di turbin sebesar 74 %. Dengan menggunakan entalpy steam yang

masuk ke boiler (h3) dan membandingkan dengan keadaan adiabatis sistem berdasarkan

siklus

 Rankine, diperoleh efisiensi sebesar 76% . Sedangkan efisiensi pemanfaatan energi di

turbin hanya 30 %, artinya hanya 30% energi panas

 steam

yang digunakan untuk

memproduksi listrik, selebihnya

 steam

terkondensasi kembali menjadi air. Dimana sebesar

7.84% atau 1 MW merupakan daya yang hilang setelah

overhaul

dan 13.72% merupakan

energi lain yang hilang karena penyesuaian beban dengan PLN, dan

 seal bearing (balancing

box)

serta dipengaruhi oleh umur ekonomis mesin.

(23)

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 23

Bab V Penutup

Kesimpulan

Dengan mengoperasikan Sistem Pembangkit Tenaga Uap bahan bakar batu bara,

Kapasitas listrik yang dihasilkan bisa menampung kapasitas yang lebih besar dibandingkan

dengan PLTD, PLTG, PLTA dsb. Dan bukan hanya mengandalkan bahan bakar, air juga

menjadi media untuk menggerakkan turbin, ditambah dengan economizer pada boiler, dan

alat alat pembantu PLTU lainnya membuat efisiensi dari sistem PLTU semakin ekonomis,

ditambah dengan mengaplikasikan siklus rankine yang terus menerus dapat menciptakan uap

 panas untuk menggerakkan turbine membuat efisiensi dari PLTU mencapai status efisien.

Referensi

Dokumen terkait

Masih adanya masyarakat yang kurang berpartisipasi dalam pembangunan mem- buktikan bahwa perlunya pembinaan kepada seluruh masyarakat untuk memberi kesada- ran bahwa

Kunandar (2007 : 50) juga mengemukakan bahwa seorang guru profesional dituntut sejumlah persyaratan minimal, antara lain: memiliki kualifikasi pendidikan profesi

bangkan pelayanan asuhan bayi baru lahir. Pada tahun 2009, WHO dan UNICEF menyatakan upaya peningkatan asuhan bayi baru lahir merupakan strategi peningkatan keselamatan bayi baru

Tabel 6 me nun juk kan metode bandongan menempati urutan teratas pada ke lom pok kitab fiqih yang banyak diajarkan: Taqrib, Safinah an-Najah, Fath al-Mu’in, Fath al-Qarib dan

Oleh karena itu, penelitian terkait kecurangan laporan keuangan menjadi menarik untuk dilakukan, karena belum pernah ada pada penelitian sebelumnya, serta analisis

Setelah itu Teller Service Head harus meneliti nama dan tanda tangan Pejabat Bank Penerima dalam formulir konfirmasi transaksi penawaran /permintaan uang layak edar antar

• Proses akulturasi yang berjalan dengan baik akan menghasilkan integrasi antara unsur kebudayaan asing dengan unsur kebudayaan sendiri. • Kegoncangan kebudayaan terjadi apabila

Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan unluk tahun buku 2014, termasuk Laporan Direksi dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Konisaris Perseroan, serta mengesahkan Laporan