Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap
Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page Page 11
“Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap”
“Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap”
Kelompok III
Kelompok III
Yang disusun oleh :
Yang disusun oleh :
1.
1. Nurdiana
Nurdiana Sobari
Sobari
:
: 413153200
41315320021
21
2.
2. Roy
Roy Ama
Ama Ratu
Ratu
:
: 41315320024
41315320024
3.
3. Ali
Ali Raharjo
Raharjo
:
: 413153200
41315320025
25
4.
4. Faizal
Faizal Kurniawan
Kurniawan
:
: 413153200
41315320026
26
5.
5. Puji
Puji Hari
Hari Setio
Setio
:
: 413153200
41315320028
28
6.
6.
Primana
Primana Alim
Alim Musa
Musa
:
: 41315320029
41315320029
Teknik Mesin
Teknik Mesin
Universitas Mercu Buana
Universitas Mercu Buana
Kampus D Kranggan Bekasi
Kampus D Kranggan Bekasi
Kata Pengantar
Kata Pengantar
Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME, atas karunia sehat dan
Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME, atas karunia sehat dan
nikmat ilmu nya maka kelompok kami dapat menyelesaikan makalah ini sesuai waktu yang
nikmat ilmu nya maka kelompok kami dapat menyelesaikan makalah ini sesuai waktu yang
di target kan. Mendapat tugas Efisiensi terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Uap dalam mata
di target kan. Mendapat tugas Efisiensi terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Uap dalam mata
kuliah Koversi Energi menjadi hal yang menarik untuk kami. Karena dengan mempelajari
kuliah Koversi Energi menjadi hal yang menarik untuk kami. Karena dengan mempelajari
lebih dalam sistem dari PLTU itu sendiri, membuat kami lebih banyak tahu tentang PLTU
lebih dalam sistem dari PLTU itu sendiri, membuat kami lebih banyak tahu tentang PLTU
dan menghitung efisiensi dari kerja PLTU menjadi poin yang penting dalam tugas kali ini.
dan menghitung efisiensi dari kerja PLTU menjadi poin yang penting dalam tugas kali ini.
Apa yang akan kami paparkan tentu saja jauh dari kata sempurna, tetapi semoga saja dapat
Apa yang akan kami paparkan tentu saja jauh dari kata sempurna, tetapi semoga saja dapat
menambah ilmu bagi kami dan pembaca sekalian.
menambah ilmu bagi kami dan pembaca sekalian.
Penulis,
Penulis,
Jakarta, 12 Oktober 2017
Jakarta, 12 Oktober 2017
Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 3
Daftar Isi
Kata Pengantar ... 2 Daftar Isi... 3 BAB I Pendahuluan ... 4 1.1 Latar Belakang ... 4 1.2 Tujuan ... 4 1.3 Sistematika Penulisan ... 4BAB II Pokok Permasalahan...5
BAB III Isi ... 6
Boiler (reheater, superheater, economizer) ... 6
Boiler Feed Water Pump ... 8
Fan (Force Draft Fan, Gas Injection Fan) ... 10
Steam Turbin ... 11
Condensor ... 14
Water treatment plant ... 16
Deaerator ... 17
Cooling Tower ... 18
Bab IV Analisis dan Pembahasan...19
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Listrik adalah kebutuhan primer untuk kehidupan manusia. Mulai dari individu, skala
rumah, instansi, sampai industri semua membutuhkan listrik. Seiring dengan
pertumbuhan penduduk, maka kebutuhan akan listrik pun semakin bertambah. Menjadi
tanggungan negara untuk membuat pembangkit listrik baru untuk memenuhi kebutuhan
listrik rakyat nya. Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap, untuk menghasilkan listrik kita
perlu bahan bakar (batu bara), sedangkan bahan bakar yang kita gunakan saat ini tidak
dapat diperbaharui. Maka penting sekali untuk kita mengkalkulasi efisiensi dari sistem
pembangkit listrik yang kita gunakan.
1.2 Tujuan
1
Mengetahui efisiensi dari sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap
2
Kelayakan dari sistem PLTU, apakah efisien untuk digunakan atau tidak.
1.3 Sistematika Penulisan
1. Bab I Pendahuluan
Membahas tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan, dan sistematika
penulisan
2. Bab II Pokok Permasalahan
Membahas hal apa saja yang menjadi pokok permasalahan pada penulisan ini.
3. Bab III Isi
Membahas tentang sistem apa saja yang ada pada PLTU
4. Bab IV Analisis dan Pembahasan
Membahas tentang kalkulasi efisiensi terhadap sistem PLTU
5. Bab V Penutup
Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 5
Bab II Pokok Permasalahan
Mengacu pada Latar Belakang yang telah di paparkan di Bab I, maka yang menjadi
pokok permasalahan pada makalah kali ini adalah : untuk mengetahui efisiensi dari sistem
Pembangkit Listrik Tenaga Uap, terlebih dahulu kita harus mengetahui dan memahami
equipment apa saja yang ada pada sistem PLTU. Sehingga kita dapat mengetahui siklus nya
dan akhirnya dapat meng kalkulasi efisiensi nya sesuai dengan proses yang ada pada plant
PLTU.
Bab III Isi
Boiler (reheater, superheater, economizer)
Boiler merupakan salah satu komponen utama dalam proses produksi listrik pada
PLTU.
Boiler
berfungsi untuk merubah air menjadi uap
superheat
yang bertemperatur dan
Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 7
bertekanan
tinggi. Proses memproduksi uap ini disebut “
steam raising
” (pembuat uap). Unit
atau alat yang digunakan untuk membuat uap disebut
boiler
atau biasa disebut “
steam
generator
” (pembangkit uap). Bagian alat penukar panas pada
boiler
adalah
water walls,
superheater, reheater, dan economizer.
Kebutuhan pemanasan air pengisi
boiler
(
feed water
) untuk proses produksi uap pada
boiler
sekarang ini menjadi suatu keharusan sebagai usaha untuk meningkatkan efisiensi
boiler
.
Economizer
merupakan salah satu komponen pada unit
boiler
yang memanfaatkan panas gas
buang dari
furnace
yang tidak bisa digunakan lagi untuk mengubah fase air menjadi uap,
tetapi masih memiliki potensi untuk meningkatkan temperatur air.
Economizer
digunakan
untuk pemanasan terakhir air pengisi (
feed water
) pada
boiler
untuk pembangkit-pembangkit
listrik khususnya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Dalam
economizer
ini dialirkan air pengisi yang berasal dari pemanas air pengisi (
heater
).
Air panas dari
economizer
kemudian dialirkan menuju
steam drum
. Secara umum prinsip
kerja
economizer
adalah seperti
heat exchanger
, gas buang sisa pembakaran keluar melewati
economizer
dan memanasi permukaan pipa-pipa
economizer
, sehingga terjadi proses
perpindahan panas antara dua fluida yaitu gas pembakaran (
flue gas
) dengan air pengisi (
feed
water
), sehingga temperatur air pengisi
boiler
keluar dari
economizer
yang akan digunakan
untuk proses produksi uap di
boiler
menjadi meningkat.
Boiler Feed Water Pump
Boiler Feed Water Pump merupakan salah satu aplikasi penggunaan pompa
sentrifugal berukuran besar pada industri pembangkit listrik tenaga uap. Pompa ini berfungsi
untuk mengontrol dan mensupply air pada jumlah tertentu yang berasal dari tanki air (
Feed
Water Tank
) menuju boiler dengan spesifikasi tekanan tertentu. Air tersebut sebelum masuk
ke boiler biasanya mengalami pemanasan awal (
pre-heating
). Sehingga air yang dipompa
oleh BFWP juga memiliki temperatur tertentu yang cukup panas.
Satu unit BFWP pada PLTU terdiri atas dua pompa dan satu penggerak. Penggerak yang
digunakan bisa berupa motor listrik atau juga turbin uap berukuran kecil. Turbin kecil
tersebut mendapatkan supply uap air yang mengambil dari turbin uap utama pada
stage
tertentu .
Dua pompa dari BFWP adalah satu
booster pump dan satu
main pump / pompa utama.
Keduanya menggunakan penggerak tunggal (turbin uap atau motor), yang sumbunya
di-couple dengan atau tanpa sistem transmisi tergantung desainnya.
Booster pump memiliki spesifikasi pompa sentrifugal,
single flow dan hanya satu
stage
pompa. Menggunakan
mechanical seal
serta
thrust
dan journal bearing
untuk menahan
gaya-gaya yang terjadi. Sedangkan
main pump berspesifikasi pompa sentrifugal,
multi-stage, dan
single flow. Juga menggunakan
mechanical seal
serta
thrust
dan
journal bearing
. Dan untuk
Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 9
menahan gaya aksial yang besar, digunakan
balance drum yang mengambil sebagian kecil air
dari sisi outlet pompa untuk dimasukkan ke bagian inlet untuk melawan gaya aksial yang
timbul.
Seperti yang sudah diinggung sebelumnya di atas bahwa BFWP mensupply air menuju boiler
dalam jumlah tertentu, yang pada prakteknya jumlah air yang dibutuhkan oleh boiler ini
berubah-ubah. Perubahannya berdasarkan jumlah uap air produk boiler yang dibutuhkan
untuk proses selanjutnya. Semisal pada PLTU, pada saat beban listrik tinggi maka kebutuhan
uap air yang masuk ke dalam turbin uap juga tinggi otomatis jumlah air yang dibutuhkan
untuk masuk ke boiler juga tinggi, sehingga BFWP akan mensupply air dalam jumlah sesuai
kebutuhan. Demikian pula sebaliknya pada saat beban listrik rendah.
Ilustrasi tersebut menggambarkan bahwa ternyata BFWP memompa air ke boiler dengan
jumlah/debit yang bervariasi. Hal ini dengan jalan mengubah-ubah kecepatan putaran pompa
nya. Jika pompa menggunakan penggerak turbin uap, maka kecepatan putar nya akan diatur
oleh bukaan
control valve uap air penggerak turbin tersebut. Jika bukaannya besar maka uap
air yang masuk akan semakin banyak dan putaran turbin sekaligus putaran pompa akan lebih
besar. Sedangkan jika menggunakan penggerak motor listrik, maka yang mengatur besar
debit air adalah
fluid coupling
yang terpasang di antara motor dengan
main pump.
Fluid
coupling
ini mengatur kecepatan putar pompa sesuai dengan kebutuhan debit air yang
dibutuhkan. Sedangkan putaran motor listrik sebagai penggerak utamanya adalah tetap /
konstan. Air yang ditransfer BFWP menuju ke boiler berasal dari
Feed Water Tank
(FWT)
yang letaknya biasanya pada ketinggian tertentu. Ketinggian dari FWT ini menjadi
Positive
Suction Head
untuk BFWP. Air masuk dari FWT menuju inlet
booster pump, dan keluar
dengan kenaikan tekanan tertentu yang tidak terlalu tinggi dan tekanan tersebut menjadi
Positive Suction Head
untuk
main pump. Air tersebut masuk ke sisi inlet
main pump, dan
Fan (Force Draft Fan, Gas Injection Fan)
Udara untuk pembakaran bahan bakar dipasok oleh
force draft fan
(FD
fan
). FD
Fan
mengambil udara luar untuk membantu proses pembakaran di boiler. Dalam
perjalanannya menuju ke boiler, udara tersebut dinaikkan suhunya oleh
air heater
(pemanas udara).
Air preheater
atau yang disebut dengan pemanas udara awal berfungsi
untuk memanaskan udara pembakaran dari
forced draft fan
(FD Fan) yang dilewatkan
melalui
steam coil heater
sebelum masuk ke boiler.
Steam coil Air Heater
terletak antara
air
preheater
dengan
forced draft fan
dimana alat ini berfungsi sebagai penguat panas udara awal
sebelum udara masuk ke air pre heater dan menjaga temperatur gas panas sebelum keluar dari
cerobong. FD Fan Berfungsi untuk mensupply udara guna proses pembakaran bahan bakar
dan mendorong flue gas keluar dari ruang bakar (
burner
) dan ditempatan pada lubang-lubang
udara ke pemanas awal udara sehingga keseluruhan sistem sampai lubang masuk cerobong
berada pada tekanan positif. IDF=315 KW, PAF=250 KW, SAF=160 KW.
Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 11
Steam Turbin
Umumnya PLTU menggunakan turbin uap tipe multistage, yakni turbin uap yang
terdiri atas lebih dari 1 stage turbin (Turbin High Pressure, Intermediate Pressure, dan Low
Pressure). Uap air superheater yang dihasilkan oleh boiler masuk ke turbin High Pressure
(HP), dan keluar pada sisi exhaust menuju ke boiler lagi untuk proses reheater. Uap air yang
dipanaskan kembali ini dimasukkan kembali ke turbin uap sisi Intermediate Pressure (IP),
dan uap yang keluar dari turbin IP akan langsung masuk ke Turbin Low Pressure (LP).
Selanjutnya uap air yang keluar dari turbin LP masuk ke dalam kondenser untuk mengalami
proses kondensasi.
Berikut adalah beberapa bagian-bagian penting dari turbin uap :
1. Shaft Seals
Shaft seals adalah bagian dari turbin antara poros dengan casing yang berfungsi untuk
mencegah uap air keluar dari dalam turbin melewati sela-sela antara poros dengan casing
akibat perbedaan tekanan dan juga untuk mencegah udara masuk ke dalam turbin (terutama
turbin LP karena tekanan uap air yang lebih vakum) selama turbin uap beroperasi. Turbin uap
menggunakan sistem labyrinth seal untuk shaft seals. Sistem ini berupa bagian yang
berkelak-kelok pada poros dan casing-nya yang kedua sisinya saling bertemu secara
berselang-seling. Antara labyrinth poros dengan labyrinth casing ada sedikit rongga dengan
jaraj tertentu. Sistem ini bertujuan untuk mengurangi tekanan uap air di dalam turbin yang
masuk ke sela-sela labyrinth sehingga tekanan antara uap air dengan udara luar akan
mencapai nilai yang sama pada titik tertentu.
2. Turbine Bearings
Bearing / bantalan pada turbin uap memiliki fungsi sebagai berikut:
Menahan diam komponen rotor secara aksial
Menahan berat dari rotor
Menahan berbagai macam gaya tidak stabil dari uap air terhadap sudu turbin
Menahan
gaya
kinetik
akibat
dari
sisa-sisa
ketidakseimbangan
atau
ketidakseimbangan karena kerusakan sudu (antisipasi)
Menahan gaya aksial pada beban listrik yang bervariasi
Jenis bearing yang digunakan dalam desain turbin uap yaitu thrust bearing, journal bearing,
dan kombinasi antara keduanya. Selain itu juga dibutuhkan sebuah sistem pelumasan
menggunakan oli, yang secara terus-menerus disirkulasi dan didinginkan untuk melumasi
bearing yang terus mengalami pergesekan pada saat turbin uap beroperasi normal.
3. Balance Piston
Pada turbin uap, ada 50%ngaya reaksi dari sudu yang berputar menghasilkan gaya aksial
terhadap sisi belakang dari silinder pertama turbin, gaya inilah yang perlu dilawan oleh
sistem balance piston.
4. Turbine Stop Valves
Atau disebut juga Emergency Stop Valve karena berfungsi untuk mengisolasi turbin dari
supply uap air pada keadaan darurat untuk menghindari kerusakan atau juga overspeed.
5. Turbine Control Valve
Berfungsi untuk mengontrol supply dari uap air yang masuk ke dalam turbin sesuai dengan
sistem kontrol yang bergantung pada besar beban listrik.
6. Turning Device
Adalah suatu mekanisme untuk memutar rotor dari turbin pada saat start awal atau pada saat
setelah shut down untuk mencegah terjadinya distorsi/bending akibat dari proses pemanasan
atau pendinginan yang tidak seragam pada rotor.
Prinsip kerja turbin uap.
Turbin uap terdiri dari sebuah cakram yang dikelilingi oleh daun-daun cakram yang disebut
sudu-sudu. Sudu-sudu ini berputar karena tiupan dari uap bertekanan yang berasal dari ketel
uap, yang telah dipanasi terdahulu dengan menggunakan bahan bakar padat, cair dan gas.
Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 13
Uap tersebut kemudian dibagi dengan menggunakan control valve yang akan dipakai untuk
memutar turbin yang dikopelkan langsung dengan pompa dan juga sama halnya dikopel
dengan sebuah generator singkron untuk menghasilkan energi listrik.
Setelah melewati turbin uap, uap yang bertekanan dan bertemperatur tinggi tadi muncul
menjadi uap bertekanan rendah. Panas yang sudah diserap oleh kondensor menyebabkan uap
berubah menjadi air yang kemudian dipompakan kembali menuju boiler. Sisa panas dibuang
oleh kondensor mencapai setengah jumlah panas semula yang masuk. Hal ini mengakibatkan
efisisensi thermodhinamika suatu turbin uap bernilai lebih kecil dari 50%. Turbin uap yang
modern mempunyai temperatur boiler sekitar 5000C sampai 6000C dan temperatur
kondensor 200C sampai 300C.
Condensor
Setelah bekerja untuk menggerakkan turbin, uap tersebut ditarik ke dalam kondensor,
sebuah ruang besar di
basement
pembangkit listrik. Kondensor adalah bagian penting dari
sebuah unit uap-listrik batubara. Perangkat ini mengembunkan uap yang telah meninggalkan
turbin kembali menjadi air sehingga dapat digunakan berulang-ulang di pabrik. Uap yang
sudah dipakai kemudian didinginkan dalam kondensor sehingga dihasilkan air yang dialirkan
ke dalam boiler. Pada waktu PLTU batubara beroperasi suhu pada kondensor naiknya begitu
cepat, sehingga mengakibatkan kondensor menjadi panas. Sedang untuk mendinginkan
kondensor bisa digunakan air, tapi harus dalam jumlah besar, hal inilah yang menyebabkan
PLTU dibangun dekat dengan sumber air yang banyak seperti di tepi sungai atau tepi pantai.
Proses pendinginan sangat penting dan memerlukan sejumlah air dalam jumlah yang besar,
dengan demikian, PLTU biasanya pasti terletak di dekat danau, sungai, muara atau laut.
Untuk mendinginkan uap digunakan
condenser cooling water
atau condenser berpendingin
Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 15
air. Jutaan galon air dingin dipompa melalui tabung yang berjalan melalui kondensor. Air
dalam tabung mendinginkan uap dan mengubahnya kembali ke air. Setelah uap terkondensasi
menjadi air, maka air tersebut akan dipompa ke boiler lagi untuk mengulangi siklus.
Water treatment plant
Air yang digunakan dalam siklus PLTU disebut dengan air demin (
demineralized
),
yaitu air yang mempunyai kadar
conductivity
sebesar 0.2 us (
mikro siemen
). Sebagai
perbandingan air mineral yang kita minum sehari-hari mempunyai kadar conductivity sekitar
100-200 us. Untuk mendapatkan air demin ini, setiap unit PLTU biasanya dilengkapi dengan
desalination plant dan demineralization plant yang berfungsi untuk memproduksi yang air
demin.
Reverse Osmosis (RO)
Mempunyai fungsi yang sama seperti desalination plant namun metode yang digunakan
berbeda. Pada peralatan ini digunakan membran semi permeable yang dapat menyaring
garam-garam yang terkandung pada air laut, sehingga dapat dihasilkan air tawar seperti pada
desalination plant.Untuk PLTU yang menggunakan air tanah/air sungai,digunakan
pre-treatment yang berfungsi untuk menghilangkan endapan,kotoran dan mineral yang
terkandung di dalam air tersebut.
Demineralizer Plant (Unit Demin)
Berfungsi untuk menghilangkan kadar mineral (ion) yang terkandung dalam air tawar.
Air sebagai fluida kerja PLTU harus bebas dari mineral, karena jika air masih mengandung
mineral berarti konduktivitasnya masih tinggi sehingga dapat menyebabkan terjadinya GGL
induksi pada saat air tersebut melewati jalur perpipaan di dalam PLTU.Hal ini dapat
menimbulkan korosi pada peralatan PLTU.
Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 17
Deaerator
Fungsi deaerator adalah untuk membuang gas-gas atau udara yang tidak terkondensasi
yang terbawa ke dalam air pengisi. Di sini air dipisahkan dari partikel
‐
partikel udara yang
mungkin terlarut bersama dengan air. Partikel udara dikeluarkan melalui deaerator bagian
atas, sedangkan air murni dikeluarkan lewat bagian bawah. Jenis deaerator ada yang langsung
terintegrasi dengan steam drum dan ada yang terpisah atau tersendiri. Gas yang tidak bisa
terkondensasi sifatnya merugikan, yaitu menghambat perpindahan panas dan udara bisa
menyebabkan korosi di bagian dalam pipa-pipa air.
Cooling tower
Berfungsi sebagai pendingin air yang digunakan untuk kondensor dan pendingin oli pelumas
mesin.
Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 19
Bab IV Analisis dan Pembahasan
Siklus 1-2-3-4-B-1 adalah siklus Rankine Jenuh, yang berarti uap jenuh ke dalam
turbin. Siklus 1’-2’-3-4-B-1’ merupakan siklus Rankine uap super panas karena uap super
panas yang masuk turbin. Siklus tersebut melalui proses sebagai berikut:
1
– 2 atau 1’ – 2’: ekspansi adiabatic reversible dalam turbin, uap keluar pada 2 atau 2’
berada dalam daerah campuran dua fase 2
–
3 atau
2’ –
3: panas keluar pada suhu dan
tekanan konstan di kondensor 3
–
4: kompresi abiabatic reversible oleh pompa terhadap cair
Cycle Dengan Superheater
Untuk mempertinggi efisiency dipakai superheating. Uap sesudah keluar dari boiler dengan
temperature T2 dipanaskan kembali dengan superheater hingga temperature T3. Maka :
Q2 = hd –
ha
Demikian juga panas Q1 dibuang sepanjang lintasan ef dengan proses isobaric, maka :
Q1 = he –
hf
Kerja output per pount uap :
Wout = hd –
he
Kerja pompa :
Win = ha –
hf
Efisinsi termis :
Superheater dilakukan dengan memanaskan uap jenuh sampai suatu suhu tertentu (biasanya
sampai 1000°F). sedangkan reheater dengan memanaskan kembali kondisi superheater.
Siklus ini dapat dilihat pada gamabar 8 sebagai berikut :
Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 21
Gamabar 8 : Diagram S-T Siklus Rankine Dengan Superheater Dan Reheater
Keterangan :
3a –
3 uap jenuh dipanaskan ( superheated)
3 –
4 uap superheater diekspansikan pada turbin uap
4-5 uap sisa dipanaskan kembali
5-5 uap superheated diekspansikan pada turbin
Efisiensi siklus dapat dicari dengan mencari harga enthalpy masing –
masing titik
Panas masuk = (h3 –
h1) + (h5 –
h4)
Kerja keluar = (h3 –
h4) + (h5 –
h6)
Kerja masuk = h1 –
h7
ekspansi 3 -4 biasanya dikerjakan pada turbin tekanan tinggi, sedangkan ekspansi 5-6
dilakukan pada turbin tekanan rendah. Suhu superheater dan reheater yang umum dilakukan
sampai 1000°F.
Setelah dilakukan perhitungan berdasarkan kondisi di lapangan maka diperoleh
efisiensi konversi energi di turbin sebesar 74 %. Dengan menggunakan entalpy steam yang
masuk ke boiler (h3) dan membandingkan dengan keadaan adiabatis sistem berdasarkan
siklus
Rankine, diperoleh efisiensi sebesar 76% . Sedangkan efisiensi pemanfaatan energi di
turbin hanya 30 %, artinya hanya 30% energi panas
steam
yang digunakan untuk
memproduksi listrik, selebihnya
steam
terkondensasi kembali menjadi air. Dimana sebesar
7.84% atau 1 MW merupakan daya yang hilang setelah
overhaul
dan 13.72% merupakan
energi lain yang hilang karena penyesuaian beban dengan PLN, dan
seal bearing (balancing
box)
serta dipengaruhi oleh umur ekonomis mesin.
Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 23