• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

2.1. Penelitian Sebelumnya yang Relevan

Sebelumnya sudah ada beberapa penelitian mengenai bauran semiotika dengan menggunakan teori Pierce dan juga membahas tentang semiotika logo, dari penelitian tersebut terdapat beberapa perbedaan. Penulis mencoba menguraikan tentang masing-masing penelitian tersebut dan membahas mengenai logo dalam bauran semiotika.

Sebelum penulis menjelaskan tentang penelitian sebelumnya, di sini penulis ingin memberikan sebuah data penelitian sebelumnya tentang semiotika, disini peneliti mempunyai pendapat bahwa terdapat perbedaan dengan penelitian yang pernah diteliti sebelumnya. Ada beberapa hal yang yang mempunyai perbedaan adalah pada kajian keilmuan dan metodologi penelitian yang diwakilinya. Untuk melihat detail dan lebih jelasnya penulis akan membuat point – point dari hasil penelitian sebelumnya.

1) Penelitian yang dilakukan oleh Sylvia Frisca adalah sebuah karya thesis yang berjudul “Makna Logo JTV Surabaya Terhadap Pencitraan Perusahaan” penelitian ini dilakukan pada tahun 2013 dengan menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus pierce. Penelitian ini mempunyai kesimpulan bahwa citra JTV ingin dicerminkan melalui

(2)

stasiun televisi lokal jawa timur, yang memiliki sifat jawa timur seperti kedamaian dan ketenangan, berani dan nakal, yang menjadi semangat. Walaupun penelitian ini menggunakan teori konstruksi citra yaitu logo perusahaan mempengaruhi citra perusahaan. studi kasus ini sangat syarat tentang semiotika Pierce. Hal ini terlihat dari karakteristik metodologi studi kasus dan temuan kesimpulan yang menggunakan bauran pemasaran Pierce.

Kritik : Penelitian ini menggunakan teori konstruksi citra yaitu terhadap logo perusahaan yang mempengaruhi citra perusahaan, berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah penelitian kualitatif tentang dampak logo JTV terhadap cerminan masyarakat jawa timur sendiri melalui citra dari logo tersebut.

2) Penelitian yang kedua, penelitian yang dilakukan oleh Teo Hernar Fandi merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “ Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce pada Logo Visit Indonesia 2009”. Penelitian ini dibuat pada tahun 2011 dengan menggunakan metode penelitian Deskripsi kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Kesimpulan dari penelitian kedua ini adalah, bahwa makna pada logo visit Indonesia 2009 analisisnya berupa makna sebenarnya yang diinterpretasikan dalam tanda tersebut. Pendekatan penelitian ini, memakai pendekatan teori semiotika Pierce yaitu segitiga makna.

(3)

Kritik : Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu bahwa makna pada logo visit Indonesia 2009 berupa makna sebenarnya yang diinterpretasikan dalam tanda, berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah penelitian kualitatif tentang makna yang sebenarnya diinterpretasikan dalam tanda visit Indonesia 2009 bukan identitas dalam logo perusahaan.

3) Penelitian yang dilakukan oleh Hayu Widanninggar merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “Perubahan Bentuk Logo Sari Puspa Menjadi Soffell Melalui Pendekatan Rasional dan Emosional ”. Penelitian ini dibuat pada tahun 2013 dengan menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Melalui penggunaan bidang studi semiotika (pendekatan rasional dan emosional) disini peneliti ingin mengetahui emosional dari para pelanggan atau masyarakat tentang perubahan bentuk logo sekaligus ornament packaging yang dahulunya sari puspa kini menjadi soffell. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, Peneliti mendapatkan bahwa logo baru ini memiliki makna yang lebih modern dibanding logo sebelumnya, tidak hanya itu logo soffell ini unsur kelembutan dan kehalusan lebih ditonjolkan.

Kritik : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu bahwa peneliti ingin mengetahui emosional dari para pelanggan atau masyarakat tentang perubahan bentuk logo sekaligus ornament packaging yang dahulunya

(4)

sari puspa kini menjadi soffell. Penelitian ini mendapatkan bahwa logo baru ini memiliki makna yang lebih modern dibanding logo sebelumnya, tidak hanya itu logo soffell ini unsur kelembutan dan kehalusan lebih ditonjolkan. berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah sangat kontras yaitu penelitian yang membahas logo dan

packaging dari yang lama kini menjadi packaging dan logo yang baru.

4) Penelitian ke empat yang dilakukan oleh Rd. Adjie Muhamad agung adalah sebuah karya thesis yang berjudul “Analisa Makna Logo dan slogan PJ TV Bandung sebagai Televisi lokal ” penelitian ini dilakukan pada tahun 2012 dengan menggunakan metode penelitian Deskripsi Kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus pierce makna yang terkandung dalam logo. Penelitian ini mempunyai kesimpulan bahwa indeks pada logo dan slogan PJ TV memiliki keterkaitan dengan ikon pada logo dan slogan yang memiliki arti PJ TV sebagai jati diri sunda. Secara warna indeks yang ditemukan pada logo dan slogan yang memiliki arti jati diri sunda.

Kritik : Penelitian ini menggunakan teori Pierce yang meneliti makna dibalik logo pada PJ TV bandung, secara keseluruhan penelitian ini sudah baik namun ada kalanya bila penulis mencantumkan struktural dari perusahaan PJ TV sendiri dan menampilkan salah satu program unggulan dari PJ TV yang mengidentikan dengan PJ TV. berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo

(5)

perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Bukan meneliti ikon pada logo dan slogan. Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah sangat kontras yaitu penelitian yang membahas ikon pada logo dan slogan PJTV yang memiliki arti sebagai jati diri sunda pada ikon dan slogan tersebut.

5) Penelitian yang dilakukan oleh Muhamad Andi Lukman merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “Makna Simbolik Logo dan Slogan IMTV Sebagai TV Lokal”. Penelitian ini dibuat pada tahun 2011 dengan menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Melalui penggunaan bidang studi semiotika Roland barthes dengan fokus makna denotasi, konotasi dan mitos. Disini peneliti ingin mengetahui makna denotasi logo dan slogan IMTV sebagai tv lokal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, Dari hasil penelitian ini menunjukkan ada tiga kesimpulan yang ditunjukkan dari hasil data yang diperoleh. Yaitu adanya denotasi dari logo, konotasi dari penggunaan warna dan mitos dari penggunaan benda yang dipakai dalam logo tersebut.

Kritik : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif Roland barthes dengan fokus makna denotasi, konotasi dan mitos yaitu bahwa peneliti ingin mengetahui makna denotasi logo dan slogan IMTV sebagai tv lokal. Penelitian ini mendapatkan bahwa logo berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi

(6)

identitas perusahaan.Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah sangat berbeda yaitu penelitian sebelumnya yang terfokus membahas makna denotasi, konotasi dan mitos dari simbolik logo dan slogan IMTV sebagai TV Lokal.

6) Penelitian berikutnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Deden Zul Adhar merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “Analisis Semiotika Logo Baru PT. Pertamina (persero)”. Penelitian ini dibuat pada tahun 2012 dengan menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. teori semiotika dengan menggunakan teori pierce yang dimana subjek penelitian ini mengenai makna yang tekandung dalam logo. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan ada tiga kesimpulan ditunjukkan dari hasil data yang diperoleh. adanya ikon logo pada huruf P yang berbentuk panah yang artinya ikon perusahaan, kedua adalah indeks dalam penggunaan 3 warna (merah, hijau dan biru) di dalam huruf P, yang ke tiga adanya simbol P artinya milik pertamina.

Kritik : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu bahwa peneliti ingin Untuk mengetahui makna ikon, indeks dan simbol pada Logo Baru PT. Pertamina (persero). Dari penelitian sebelumnya hampir sama dengan penulis yaitu dengan meneliti ikon, indeks dan simbol dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv. Akan tetapi ada sedikit perbedaan yaitu peneliti yang sebelumnya tidak meneliti makna ikon, indeks dan simbol sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sehingga perbedaan dari penelitian

(7)

sebelumnya adalah sangat jelas berbeda yaitu penelitian yang membahas ikon, indeks dan simbol sebagai identitas dari sebuah logo pada NET tv dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan.

7) Penelitian selanjutya penelitian yang dilakukan oleh Lisda puspita liswara merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “Makna penanda dari logo PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Periode 2012”. Penelitian ini dibuat pada tahun 2013 dengan menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Teori semiotika dengan menggunakan teori Ferdinand De Saussure yang tanda terbagi atas penanda dan pertanda. Disini peneliti ingin mengetahui Bagaimana makna penanda dari logo PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Periode 2012. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kesimpulan dari hasil data yang diperoleh. Dan adanya penanda dengan huruf T dan V dalam logo trans tv yang berbentuk segitiga adalah bentuk kesatuan, dan kalimat TRANS sendiri yang menunjukkan pertanda bahwa itu stasiun tv yang modern dan anak muda.

Kritik : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu Teori semiotika dengan menggunakan teori Ferdinand De Saussure yang tanda terbagi atas penanda dan pertanda. bahwa Disini peneliti ingin mengetahui bagaimana makna penanda dari logo PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Periode 2012. Penelitian ini mendapatkan bahwa logo TRANS TV menunjukkan adanya kesimpulan dari hasil data yang diperoleh. Dan adanya penanda dengan huruf T dan V dalam logo trans tv yang berbentuk segitiga adalah bentuk

(8)

kesatuan, dan kalimat TRANS sendiri yang menunjukkan pertanda bahwa itu stasiun tv yang modern dan anak muda. Berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sebenarnya hampir sama penelitian tersebut dengan penulis yang sedang teliti yaitu membahas tentang logo, akan tetapi perbedaannya adalah teori yang digunakan lebih mendetail, penelitian sebelumnya berfokus terhadap penanda dari logo TRANS TV sedangkan penulis meneliti penelitian yang membahas ikon, indeks dan simbol sebagai identitas dari sebuah logo pada NET tv dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan.

8) Penelitian berikutnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Nindyatmo Nurkimadi merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “Makna Logo Program Berita Seputar Indonesia RCTI (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce)”. Penelitian ini dibuat pada tahun 2013 dengan menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori charles sanders pierce segitiga makna. Disini peneliti ingin menganalisa dan memaknai dan bertujuan untuk mengkaji logo program berita seputar indonesia RCTI. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, Penelitian dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce dapat mengetahui makna dibalik logo program berita seputar Indonesia, bahwa logo tersebut memiliki banyak makna membawa seputar Indonesia sebagai program berita unggulan RCTI serta visi dan misi yang

(9)

Kritik : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori Charles Sanders Pierce segitiga makna. Disini peneliti sebelumnya ingin menganalisa dan memaknai dan bertujuan untuk mengkaji logo program berita seputar indonesia yang menjadi program berita unggulan RCTI serta sesuai visi dan misi RCTI itu sendiri. Disini terlihat berbeda penelitian sebelumnya ingin mengkaji atau terfokus dalam sebuah logo seputar indonesia dalam sebuah progam tv seputar indonesia yang ada di RCTI. Berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Serta penulis ingin membahas ikon, indeks dan simbol sebagai identitas dari sebuah logo pada NET tv dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan.

9) Penelitian selanjutnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Niko Hendravianto merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “Analisis Semiotik Logo CIMB NIAGA”. Penelitian ini dibuat pada tahun 2011 dengan menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Metode penelitian kulaitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Menganalisa simbol yang ada pada CIMB NIAGA serta menggunakan filosofis yang ada pada simbol tersebut. Kesimpulan Hasil penelitian menunujukan bahwa tiga simbol dalam logo CIMB NIAGA, yaitu simbol; persegi empat, mata paha dan tulisan CIMB NIAGA. Simbol persegi empat. ketegasan, mata panah dan tulisan CIMB melambangkan kemampuan berfikir dan bertindak selangkah lebih maju.

(10)

Kritik : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu Metode penelitian kulaitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Pierce. Penelitian sebelumnya menganalisa simbol yang ada pada CIMB NIAGA serta mengungkapkan filosofis yang ada pada simbol tersebut. Dengan demikian penelitian sebelumnya menganalisa simbol yang terdapat pada logo CIMB NIAGA dengan menggunakan teori pierce, berbeda dengan penulis yang meneliti sebuah identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan.

10) Penelitian terakhir adalah penelitian yang dilakukan oleh RD Rifki Ridhani merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “Pemaknaan simbol tangan dalam Iklan speedy multispeed ”. Penelitian ini dibuat pada tahun 2013 dengan menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis semiotik Roland Barthes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahi pemaknaan yang muncul pada simbol tangan dalam iklan speedy multispeed melalui makna denotasi, konotasi, dan mitos. Kesimpulan Hasil penelitian adalah makna konotasi dari tangan adalah salah satu indera yang membantu manusia melakukan aktifitas yang juga menunjukan karakteristik seseorang. Mitos yang muncul adalah aksesoris hanya aksen penambah yang adanya membedakan satu individu dengan individu lain.

Kritik : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu Metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis semiotik Roland Barthes.

(11)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemaknaan yang muncul pada simbol tangan dalam iklan speedy multispeed melalui makna denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini mendapatkan bahwa logo baru ini memiliki makna yang lebih modern dibanding logo sebelumnya. Penulis sebelumnya ingin mengetahui tentang makna dari simbol tangan dalam iklan speedy multispeed ada makna apa yang terkadung dalam simbol tangan tersebut, berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah sangat kontras yaitu penelitian yang membahas pemaknaan simbol dengan penelitian penggunaan logo NET tv sebagai idntitas perusahaan dan nantinya sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan.

Dari penjelasan yang di atas yang sudah di jelaskan dan diteliti sebelumnya, terlihat jelas bagaimana penggunaan logo mempunyai dampak signifikan terhadap perkembangan perusahaan. Untuk memudahkan menelusuri dan mengidentifikasikan perbedaan antara penelitian terdahulu dan penelitian yang sekarang, peneliti membuatkan sebuah bagan atau tabel. Hal ini juga dilakukan untuk melihat dengan seksama bahwa penelitian ini memenuhi standar akademik dalam penelitian. Berikut tabel atau bagan ketiga penelitian sebelumnya yang relevan.

(12)

(Portugal )merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “Brand mergers: examining consumers’ responses to name and logo design”. Penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode penelitian mengembangkan tipologi struktur identitas alternatif perusahaan yang dapat diasumsikan dalam konteks. Bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana nama dan logo karakteristik desain, dan secara khusus figurativeness, preferensi pengaruh konsumen dalam konteks. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada preferensi yang jelas untuk logo figuratif. Selain itu, ada bukti bahwa logo mungkin sama pentingnya dengan nama perusahaan dalam situasi merger, dalam hal meyakinkan konsumen bahwa masih ada koneksi ke masa lalu merek.

Kritik : Penelitian ini menggunakan metode penelitian mengembangkan tipologi struktur identitas alternatif perusahaan yang dapat diasumsikan dalam konteks. Tujuan penelitian ini adalah Bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana nama dan logo karakteristik desain, dan secara khusus figurativeness, preferensi pengaruh konsumen dalam konteks. Penelitian ini ingin mengembangkan tipologi struktur identitas alternative perusahaan yang ingin di asumsikan dalam sebuah konteks. Penulis sebelumnya ingin mengeksplorasi bagaimana nama dan logo menjadi sebuah karakteristik desain, berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah sangat jelas berbeda yaitu penelitian yang membahas pemaknaan simbol dengan penelitian penggunaan logo NET tv sebagai

(13)

idntitas perusahaan dan nantinya sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan.

12) Penelitian terakhir adalah penelitian yang dilakukan oleh Michael F.Walsh (Amerika Serikat) merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “Do logo redesigns help or hurt your brand? The role of brand commitment”. Penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode penelitian ini menggunakan eksperimen lapangan dengan 632 responden dan memeriksa dua merek sepatu atletik: Balance Baru dan Adidas. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengeksplorasi peran komitmen merek pada konsumen menanggapi bentuk logo desain ulang. Evaluasi logo tersebut, pada gilirannya, memediasi efek gabungan dari logo redesign dan komitmen pada sikap merek secara keseluruhan. Sebaliknya, lemah berkomitmen konsumen bereaksi positif terhadap perubahan tersebut.

Kritik : Penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode penelitian ini menggunakan eksperimen lapangan dengan 632 responden dan memeriksa dua merek sepatu atletik: Balance Baru dan Adidas. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengeksplorasi peran komitmen merek pada konsumen menanggapi bentuk logo desain ulang. Penelitian ini ingin Evaluasi logo tersebut, pada gilirannya, memediasi efek gabungan dari logo redesign dan komitmen pada sikap merek secara keseluruhan. Sebaliknya, lemah berkomitmen konsumen bereaksi positif terhadap perubahan tersebut.. Penulis sebelumnya ingin mengetahui tentang pendapat konsumen tentang logo pada sepatu atletik balance dan adidas bila logo

(14)

tersebut di desain ulang, berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah sangat jauh berbeda yaitu penelitian yang membahas pemaknaan simbol dengan penelitian penggunaan logo NET tv sebagai idntitas perusahaan dan nantinya sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan.

13) Penelitian terakhir adalah penelitian yang dilakukan oleh Michael F.Walsh ( Amerika Serikat ) merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “Semiotics and indexing: an analysis of the subject indexing process”. Penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode penelitian Peirce dan terminologi. Evaluasi logo tersebut, pada gilirannya, memediasi efek gabungan dari logo redesign dan komitmen pada sikap merek secara keseluruhan. Sebaliknya, lemah berkomitmen konsumen bereaksi positif terhadap perubahan tersebut.

Kritik : Penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode penelitian ini menggunakan eksperimen lapangan dengan 632 responden dan memeriksa dua merek sepatu atletik: Balance Baru dan Adidas. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengeksplorasi peran komitmen merek pada konsumen menanggapi bentuk logo desain ulang. Penelitian ini ingin Evaluasi logo tersebut, pada gilirannya, memediasi efek gabungan dari logo redesign dan komitmen pada sikap merek secara keseluruhan. Sebaliknya, lemah berkomitmen konsumen bereaksi positif

(15)

terhadap perubahan tersebut.. Penulis sebelumnya ingin mengetahui tentang pendapat konsumen tentang logo pada sepatu atletik balance dan adidas bila logo tersebut di desain ulang, berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah sangat jauh berbeda yaitu penelitian yang membahas pemaknaan simbol dengan penelitian penggunaan logo NET tv sebagai idntitas perusahaan dan nantinya sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan.

14) Penelitian terakhir adalah penelitian yang dilakukan oleh Michael Friedman (Inggris) merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “Concept theory and semiotics in knowledge organization”. Penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode penelitian ini menggunakan secara khusus 2 teori semiotik dirumuskan oleh filsuf Amerika CS Pierce dan teori konsep yang dirumuskan oleh Ingetraut Dahlberg.

Kritik : Penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode penelitian Penelitian ini menggunakan secara khusus 2 teori semiotik dirumuskan oleh filsuf Amerika CS Peirce dan teori konsep yang dirumuskan oleh Ingetraut Dahlberg. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dasar-dasar analisis semiotik dan teori konsep yang mewakili dua pendekatan yang dominan untuk representasi pengetahuan, dan mengeksplorasi bagaimana pendekatan ini bermanfaat untuk organisasi. Penulis sebelumnya ingin mengetahui tentang

(16)

eksplorasi dasar – dasar analisis semiotik dan teori konsep dengan menggunakan pendekatan agar bermanfat untuk organisasi, berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah sangat jauh berbeda yaitu penelitian yang membahas pemaknaan simbol dengan penelitian penggunaan logo NET tv sebagai idntitas perusahaan dan nantinya sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan.

15) Penelitian terakhir adalah penelitian yang dilakukan oleh Mercedes de Oliveira (Brazil) merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “Application of semiotics in the analysis of facsimiles: a documentary research”. Penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode penelitian Menggunakan matriks analisis disusun untuk empat jenis, hasil yang tercerahkan oleh pengertian tentang ritual institusional , representasi objek dan Hexis , dari perspektif microanalytical.

Kritik : Penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode penelitian Menggunakan matriks analisis disusun untuk empat jenis, hasil yang tercerahkan oleh pengertian tentang ritual institusional , representasi objek dan Hexis, dari perspektif microanalytical. Penulis sebelumnya menunjukkan penggunaan analisis semiotik di faksimil studi menggunakan gambar foto sebagai dokumen penelitian, berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan

(17)

dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah sangat jauh berbeda yaitu penelitian yang membahas pemaknaan simbol dengan penelitian penggunaan logo NET tv sebagai idntitas perusahaan dan nantinya sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan.

16) Penelitian terakhir adalah penelitian yang dilakukan oleh Meike Janssen (Jerman) merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “FOOD : CONSUMER PERCEPTION”. Pendekatan penelitian ini didasarkan pada kombinasi kualitatif dan metode kuantitatif untuk memberikan gambaran yang komprehensif dari pandangan konsumen.

Kritik : Pendekatan penelitian ini didasarkan pada kombinasi kualitatif dan metode kuantitatif untuk memberikan gambaran yang komprehensif dari pandangan konsumen. Penulis sebelumnya Penulis menyimpulkan bahwa pengenalan logo baru Uni Eropa harus didukung oleh kampanye komunikasi untuk membuat jelas apa logo baru berdiri dan menghapus kekhawatiran konsumen tidak berdasar mengenai downscaling standar dan kepercayaan dari sistem inspeksi, berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah sangat jauh berbeda yaitu penelitian yang membahas pemaknaan simbol dengan penelitian

(18)

penggunaan logo NET tv sebagai idntitas perusahaan dan nantinya sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan.

17) Penelitian terakhir adalah penelitian yang dilakukan oleh Kralemann

(Jerman) merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “Models as icons: modeling models in the semiotic framework of Peirce's theory of signs”. Pendekatan penelitian ini Teori tanda yang dikemukakan oleh Charles S. Pierce.

Kritik : Pendekatan penelitian ini didasarkan Teori tanda yang dikemukakan oleh Charles S. Pierce. Penulis sebelumnya yang menjelaskan teka-teki ontologis yang berkaitan dengan model dan memberikan kontribusi untuk pemahaman yang lebih baik dari apa itu sebuah model, berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah sangat jauh berbeda yaitu penelitian yang membahas pemaknaan simbol dengan penelitian penggunaan logo NET tv sebagai idntitas perusahaan dan nantinya sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan.

18) Penelitian terakhir adalah penelitian yang dilakukan oleh Meike Janssen ( Jerman ) merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “Logo brand placement Game Violence Violence Influence on Memory Cues and Attitudes

(19)

Through Passion and Presence”. Penelitian ini mengembangkan tipologi struktur identitas alternatif perusahaan yang dapat diasumsikan dalam konteks.

Kritik : Penelitian ini mengembangkan tipologi struktur identitas alternatif perusahaan yang dapat diasumsikan dalam konteks. Penulis sebelumnya menyimpulkan bahwa untuk mengeksplorasi bagaimana nama dan logo karakteristik desain, dan secara khusus figurativeness, preferensi pengaruh konsumen dalam konteks, berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah sangat jauh berbeda yaitu penelitian yang membahas pemaknaan simbol dengan penelitian penggunaan logo NET tv sebagai idntitas perusahaan dan nantinya sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan.

19) Penelitian terakhir adalah penelitian yang dilakukan oleh Meike Janssen ( Jerman ) merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “A semiotic analysis of the extendibility of luxury brands”. Pendekatan menggunakan perspektif jangka panjang dan wacana langsung dipancarkan oleh merek, tujuannya adalah untuk mempelajari bagaimana bisa merek ekstensi potensi diprediksi melalui analisis kontrak merek.

Kritik : Pendekatan Mengingat perspektif jangka panjang dan wacana langsung dipancarkan oleh merek, tujuannya adalah untuk mempelajari bagaimana bisa merek ekstensi potensi diprediksi melalui analisis kontrak merek,

(20)

berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah sangat jauh berbeda yaitu penelitian yang membahas pemaknaan simbol dengan penelitian penggunaan logo NET tv sebagai idntitas perusahaan dan nantinya sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan.

20) Penelitian terakhir adalah penelitian yang dilakukan oleh Aytül Kasapolu ( Turki ) merupakan sebuah karya ilmiah disertasi yang berjudul “Culture and Social Structure: Identity in Turkey”. Pendekatan menggunakan hermeneutika Gadamarian dengan bantuan konsep-konsep kunci seperti gaza1dan gaza kultus. Semiotika digunakan untuk menguji konsep-konsep kunci sebagai lawan biner.

Kritik : Pendekatan menggunakan hermeneutika Gadamarian dengan bantuan konsep-konsep kunci seperti gaza1dan gaza kultus. Semiotika digunakan untuk menguji konsep-konsep kunci sebagai lawan biner. Penelitian ini mengkaji struktur unsur dan tanda-tanda budaya dari kegiatan sosial kontemporer dan masalah di Turki dalam rangka untuk memahami fitur dasar mereka, berbeda dengan penulis dengan meneliti identitas dari logo perusahaan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan logo NET tv sebagai identitas perusahaan dan sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan. Sehingga perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah sangat jauh berbeda yaitu penelitian yang membahas pemaknaan simbol dengan penelitian penggunaan logo NET tv sebagai

(21)

identitas perusahaan dan nantinya sebagai alat dalam mengkonstruksi identitas perusahaan.

(22)

Lok as i P en el iti an Stu di P en el iti an Bi dan g S tu di Pe nd ek atan P en el iti an K es imp ul an Pe ne liti Sur aba ya Ma kna L ogo JT V S ur aba ya Te rha da p P enc itr aa n Pe rus aha an Se m iot ika il m u y ang be rm akna ta nda Te or i K onst ruksi C itr a Ya itu L ogo pe rusa ha an m em pe nga ruhi c itr a pe rus aha an C itr a JT V ingi n d ic er m inka n m el al ui st asi un te le vi si lok al ja w a t im ur , ya ng m em ili ki si fa t j aw a t im ur se pe rti ke da m ai an da n ke te na ng an, b er ani d an na ka l, ya ng m enj adi se m ang at Syl vi a F ris ca Ja ka rta Pe ruba ha n B ent uk L ogo S ar i P us pa M enj adi So ffe ll,B ent uk B ar u L ogo S ar i P uspa Me nj adi So ffe ll M el al ui P ende ka ta n R as iona l D an Em os ia l Se m iot ika pe nde ka ta n r as iona l da n e m os iona l Te or i s em iot ika c ha rle s s ande rs pi er ce ya itu se gi tiga m akna Pe ne lit i d apa tka n ba hwa log o ba ru ini m em ili ki m akn a ya ng le bi h m ode rn di ba ndi ng logo se be lum nya , t ida k ha ny a i tu log o so ffe ll i ni uns ur ke le m but an da n ke ha lus an le bi h di ton jol ka n Ha yu W ida ningga r Ja ka rta A na lis is S em iot ika C ha rle s S ande rs P ie rc e P ada Logo V is it I ndone si a 2009 Se m iot ika il m u ya ng be rm akna ta nda Te or i s em iot ika c ha rle s s ande rs pi er ce ya itu se gi tiga m akna B ahwa m akn a p ada log o vi si t i nd on es ia 2 00 9 ana lis is ny a be rup a m akn a s ebe na rny a y ang d iint er pr et as ika n da la m ta nda te rs ebut Te o H er na r F andi B andu ng Me nga na lisa Ma kna L ogo da n sl oga n PJ TV B andung s eba ga iT el evi si loka l Se m iot ika ya ng m enge na i m akna ya ng te rka ndung da la m logo Te or i se m iot ika c ha rle s s ande rs pi er ce . Inde ks p ada logo d an sl oga n PJ TV m em ili ki ke te rka ita n de ng an iko n pa da log o da n sl og an ya ng m em ili ki a rti PJ TV se ba ga i j at i di ri s unda . S ec ar a w ar na inde ks ya ng di te m uk an pa da log o da n sl og an ya ng m em ili ki a rti ja ti di ri s und a R d, A dji M uh amma d Agung B and un g U nt uk m enge ta hui m akna de not asi logo da n s loga n I M TV se ba ga i t v l oka l Ma kna si m bol ik l ogo da n sl oga n I MT V se ba ga iTV L oka l Te or i se m iot ika de nga n m engg una ka n R ol and ba rthe s de nga n f okus m akna de not as i, konot as i da n m itos Pe ne lit ia n ini m enun jukk an ada ti ga k es im pul an ya ng di tun juk ka n da ri h as il d at a y ang d ipe rol eh. Ya itu a da nya de no ta si d ar i l og o, k on ot as i d ar i p eng gu na an w ar na d an m itos d ar i p eng gu na an be nd a y ang d ipa ka i d al am log o te rs ebut M A ndi L ukma n B and un g U ntuk me nge ta hui ma kna ikon, inde ks da n s ym bol pa da L ogo B ar u P T. Pe rta m ina (pe rs er o) A na lis is S em iot ika L ogo B ar u PT . P er ta m ina (pe rs er o) Te or i se m iot ika de nga n m engg una ka n t eor i pi er ce ya ng di m ana subj ek pe ne lit ia n i ni m enge na i m akna ya ng t eka ndung da la m logo Pe ne lit ia n ini m enun jukk an ada ti ga k es im pul an di tun juk ka n da ri h as il d at a y ang d ipe rol eh ada ny a i ko n log o pa da h ur uf p y ang b er be nt uk p ana h ya ng a rti ny a ikon p er us aha an, k edua a da la h inde ks d al am p engg una an 3 w ar na d i d al am h ur uf P, ya ng ke ti ga a da nya si m bol P ar tiny a m ili k pe rta m ina D ede n Z ul Adha r B andu ng B aga im ana m akna pe na nda da ri l ogo PT .T el evi si Tr ansf or m asi Indo ne si a (T R A N S TV ) P er iode 2012 A na lis a L ogo pa da Te le vi si Tr ans for m as i Indo ne si a ( TR A N S TV ) P er iode 20 12 Te or i s em iot ika de nga n m engguna ka n t eor i Fe rdi na nd D e S auss ur e ya ng ta nda te rba gi a ta s pe na nda da n pe rta nda H as il p ene lit ia n ini m enu nj uk ka n ada ny a k es im pu la n ha si l d at a y ang di pe rol eh. a da nya p ena nda d enga n hur uf T da n V da la m logo tr ans t v y ang be rbe nt uk se gi tiga ada la h be nt uk k es at ua n, d an ka lim at TR A N S s end iri ya ng m enu nj uk ka n pe rta nd a b ahwa s ta si un tv m od er n da n ana k m uda Li sda P us pi ta L is wa ra Ja ka rta A pa m akna da ri l ogo pr ogr am be rit a Se put ar Indone si a R C TI ? M enga na lis a da n m em akna i da n be rtuj ua n unt uk m engka ji l ogo pr ogr am be rit a s eput ar Indo ne si a R C TI Pe ne lit ia n i ni m engguna ka n m et ode kua lit at if de nga n pe nde ka ta n de skr ipt if kua lit at if de nga n te or i c ha rle s s ande rs pi er ce se gi tiga m akna Pe ne lit ia n m engg una ka n se m iot ika C ha rle s s ande rs p ie rc e da pa t m eng et ahu i m akn a di ba lik l og o p rog ra m be rit a se pu ta r I nd on es ia , ba hwa log o t er se bu t m em ili ki ba ny ak m akna m em ba w a se put ar Indo ne si a se ba ga i pr ogr am be rit a un gg ul an R C TI se rta vi si da n m is i s es ua i de ng an R C TI Nin dyatm o Nur ki rna di Ja ka rta A na lisi s S em iot ik L ogo C IMB N IA G A Me nga na lisa si m bol ya ng ada p ada C IMB N IA G A se rta m engu ngk apka n fil os of is ya ng a da pa da si m bol te rs ebut Me tode pe ne lit ia n k ul ai ta tif de nga n ana lisi s s em iot ika C ha rle s S ande rs P ei rc e H as il p ene lit ia n m enu nu juk an ti ga si m bo l d al am log o C IM B N IA G A , ya itu si m bol ; p er se gi e m pa t, m at a p aha da n tul is an C IM B NI A G A .S im bo l p er se gi e m pa t. ke te ga sa n, m at a pa na h da n tul is an C IM B m el am ba ng ka n ke m am pua n be rfi ki r da n se la ngk ah m aj u N iko H endr avia nto Ja ka rta Pe m akna an s im bol ta nga n da la m ikl an spe edy m ul tispe ed Pe ne lit ia n unt uk pe m akna an ya ng m unc ul pa da si m bol ta nga n d al am ikl an spe edy m ul tispe ed m el al ui m akna de not as i, konot as i, da n m itos M et ode pe ne lit ia n kua lit at if de nga n t ekni k ana lis is se m iot ik R ol and B ar the s H as il m akna konot as i da ri t anga n a da la h s al ah s at u i nde ra ya ng m em ba nt u m anus ia m el akuka n a kt ifi ta s. M itos ya ng m unc ul a da la h a kse sor is ha nya a kse n p ena m ba h y ang m em be da ka n Rd. R ifki R idh ani Por tuga l Br and m er ge rs: e xa m ini ng consum er s‟ re sponse s to n am e a nd logo de sign B er tuj ua n unt uk m enge ks pl or as i ba ga im ana na m a da n l ogo ka ra kt er is tik de sa in, s ec ar a khus us fi gur at ive ne ss , pr ef er ens i pe nga ruh kon sum en k ont eks Pe ne lit ia n i ni m enge m ba ngk an t ipol ogi st rukt ur ide nt ita s a lte rna tif pe rusa ha an y ang da pa t di as um si ka n da la m kont eks H as il pe ne lit ia n m en un ju kk an b ah w a a da p re fe re ns i y an g je la s u nt uk lo go fi gu ra tif . S el ai n itu , a da b uk ti ba hw a l og o m un gk in sa m a p en tin gn ya d en ga n na m a p er us ah aa n da la m sit ua si m er ge r Joa na C e ́s ar

(23)

Ame rika S er ika t D o l ogo r ede si gns he lp or hur t your br and? T he rol e of br and com m itm ent Tuj ua n a da la h unt uk m enge ks pl or as i pe ra n komi tm en m er ek p ada ko nsum en Me na ngg api be nt uk l ogo de sa in ul ang Pe ne lit ia n m engguna ka n e ks pe rim en l apa nga n de nga n 6 32 re spond en d an m em er iksa m er ek se pa tu a tle tik Eva lua si logo t er se but , pa da gi lir annya , m em edi as i e fe k ga bun ga n d ar i l ogo re de si gn da n k om itm en p ada si ka p m er ek Ame rika S er ika t Se m iot ic s a nd i nde xi ng: a n a na lys is of the subj ec t i nde xi ng pr oc ess Tuj ua n m enj el as ka n s et ida knya be be ra pa m asa la h u ta m a ya ng de nga n p rose s pe ngi nde ks an s ubj ek da n m engus ul ka n pe nde ka ta n ba ru unt uk m em aha m i pr os es te rse but Pe ne lit ia n i ni m ena w ar ka n pe nj el as an t ent ang a pa ya ng te rja di da la m pr ose s pe ngi nde ksa n d an m enun jukk an ba hw a ha nya a da se di ki t ke pa st ia n ha si lnya Je ns E rik M ai Ingg ris C onc ept the or y a nd se m iot ic s i n know le dge or ga ni za tion Tuj ua n u nt uk m enge kspl or asi da sa r-da sa r ana lis is se m iot ik da n t eor i kons ep ya ng m ew aki li dua pe nde ka ta n ya ng dom ina n Pe ne lit ia n i ni m engg una ka n se ca ra kh usus 2 te or i s em iot ik di rum us ka n ol eh f ils uf A m er ika C S P ie rc e da n t eor i kons ep ya ng di rum us ka n ol eh I nge tra ut D ahl be rg H al in i d ite m uk an m od el k on se p D ah lb er g m en ye di ak an m et od e r in ci u nt uk m en ga na lis is da n m ew ak ili k on se p da la m K O S, d i m an a s em io tik a m em be rik an k on te ks fi lo so fis u nt uk re pr es en ta si Fr ie dma n B ra zi l A ppl ic at ion of se m iot ic s i n t he a na lys is of fa csi m ile s: a do cum ent ar y r ese ar ch U nt uk m enunj ukka n pe ngguna an a na lis is se m iot ik d i f aksi m il st udi m engg una ka n ga m ba r f ot o s eba ga i dokum en pe ne lit ia n M engguna ka n m at riks a na lis is di sus un unt uk em pa t j eni s , ha si l ya ng t er ce ra hka n ol eh pe nge rti an t ent ang rit ua l i nst itusi ona l, re pr es ent as i obj ek da n H exi s , da ri pe rs pe kt if m ic roa na lyt ic al A na lis is m at rik s d isa hk an se ba ga i a la t p en el iti an d oc um en ta l im ag et ic ta m ba ha n , m em un gk in ka n ki ta u nt uk m em ec ah ka n ko de si m bo lik u nt uk v er si da n in te rp re ta si se ba ga i m as al ah ep ist em ol og is M er ce de s de Oli ve ira M ic ha el F .W al sh Pe ne lit ia n i ni m engg una ka n pe nde ka ta n P ie rc e i de da n t er m inol ogi Je rma n FO O D : C O N SU M ER P ER C EP TI O N Pe ne lit ia n i ni be rtuj ua n u nt uk m enga na lisi s ba ga im ana kons um en di li m a ne ga ra U ni E ropa m el iha t l ogo U ni E ropa w aj ib unt uk m aka na n or ga ni k d an m em be rika n r ekome nda si ba gi pe nga m bi l ke put us an a gr ar ia da n pe la ku pa sa r da la m se kt or or ga ni k Pe nde ka ta n pe ne lit ia n i ni di da sa rka n pa da kombi na si ku al ita tif da n m et ode ku ant ita tif un tuk m em be rika n ga m ba ra n ya ng kom pr ehe ns if da ri pa nda nga n kons um en Pe nu lis m en yi m pu lk an b ah w a p en ge na la n lo go b ar u U ni Er op a h ar us d id uk un g ol eh k am pa ny e k om un ik as i u nt uk m em bu at je la s a pa lo go b ar u be rd iri d an m en gh ap us ke kh aw at ira n ko ns um en ti da k be rd as ar m en ge na i do w ns ca lin g sta nd ar d an k ep er ca ya an d ar i s ist em in sp ek si M ei ke Ja ns se n Je rma n M ode ls a s i cons : m ode ling m ode ls in t he se m iot ic fr am ew or k of P ie rc e's t he or y of si gns M enj el as ka n t eka -te ki ont ol ogi s ya ng be rka ita n de nga n m ode l da n m em be rika n kont ribus i unt uk pe m aha m an y ang le bi h b ai k d ar i a pa it u se bua h m ode l Te or i t anda ya ng di ke m uka ka n o le h C ha rle s S . Pi er ce M od el d ite nt uk an o le h str uk tu r s em io tik d i m an a s ub je k se ng aj a m en gg un ak an o by ek , y ai tu m od el , s eb ag ai ta nd a un tu k ob je k la in , y ai tu as lin ya , d al am k on te ks te or i a ta u ba ha sa y an g di pi lih u nt uk m en ca pa i a kh ir te rte nt u de ng an m el em ba ga ka n hu bu ng an re pr es en ta sio na l d i m an a s tru kt ur sin ta ks is m od el , y ai tu at rib ut d an h ub un ga n, m ew ak ili de ng an ca ra p em et aa n sif at -s ifa t a sli , y an g ka re na ny a di an gg ap se ba ga i m iri p de ng an ca ra y an g re le va n Kr al em ann P or tuga l Logo br and pl ac em ent G am e V iol enc e V iol enc e I nf lue nc e on M em or y C ue s a nd A tti tude s T hr oug h P ass ion and Pr ese nc e U nt uk m enge kspl or asi ba ga im ana na m a da n logo ka ra kt er is tik de sa in, da n s ec ar a khus us figur at ive ne ss , pr ef er ensi pe nga ruh kon sum en da la m ko nt eks Pe ne lit ia n i ni m enge m ba ngk an t ipol ogi st rukt ur ide nt ita s a lte rna tif pe rus aha an ya ng da pa t di as um si ka n da la m kont eks D al am k on te ks m er ge r, m an aj em en id en tit as p er us ah aa n -kh us us ny a d ar i n am a p er us ah aa n da n lo go - m en ga su m sik an pe ra n pe nt in g. d ar i m er ge r m er ek d en ga n m en gg am ba r pa da ti nj au an p us ta ka d an d at a s ek un de r, se rta p re fe re ns i stu di m en ga na lis is ek sp lo ra si ko ns um en m en ge na i s tra te gi m er ek al te rn at if Je ong E ui June P ra nc is A se m iot ic a na lysi s of the e xt endi bi lit y o f luxur y br ands Tuj ua n Me ngi nga t pe rspe kt if j angk a pa nj ang da n w ac ana la ngs ung di pa nc ar ka n ol eh m er ek, tuj ua nnya a da la h unt uk m em pe la ja ri ba ga im ana bi sa m er ek p ot ensi e kst ensi m enj adi di pr edi ksi m el al ui a na lis is kont ra k m er ek? Pe nde ka ta n M engi nga t pe rs pe kt if j angka pa nj ang da n w ac ana la ngsun g d ipa nc ar ka n o le h m er ek, t uj ua nnya a da la h unt uk m em pe la ja ri ba ga im ana bi sa m er ek e ks te ns i pot ens i di pr edi ksi m el al ui a na lisi s kont ra k m er ek? H as il di ba ha s d an st ra te gi y an g di us ul ka n un tu k m em ak sim al ka n pe ng em ba ng an m er ek ja ng ka p an ja ng ke tik a p ot en si pe rlu as an m er ek re nd ah . H an ya b el aj ar p ad a pr od uk , i tu ak an m en ar ik u nt uk m en ye le sa ik an an al isi s i ni di la ya na n Na tha lie Ve g-Sa la Tur ki C ul tur e a nd S oc ia l S truc tur e: Ide nt ity i n T ur ke y Pe ne lit ia n i ni m engka ji s trukt ur uns ur da n ta nda -ta nda buda ya da ri ke gi at an s os ia l kon te m por er da n m asa la h d i T ur ki da la m ra ngka unt uk m em aha m i f itur da sa r m er eka Pe nde ka ta n me ngg una ka n h er m ene ut ika G ada m ar ia n de nga n ba nt ua n kons ep-kons ep kunc i s epe rti ga za 1da n ga za kul tus . S em iot ika di gun aka n u nt uk m engu ji ko nse p-kon se p k unc i se ba ga i l aw an bi ne r H al in i d isi m pu lk an b ah w a n ila i-n ila i b ud ay a k on te m po re r da n bi og ra fi di ek sp lo ra si ad al ah te rk ai t d en ga n se ja ra h m as a la lu m er ek a d an Is la m ta m pa kn ya le bi h be rp en ga ru h pa da id en tit as h ib rid a d ar i s ta tu s e tn is Ayt ül Ka sa pol u

(24)

2.2. Kerangka Pemikiran (Theoretical Framework)

Disini penulis menggunakan analisis semiotika Pierce dalam meneliti logo NET tv. Pandangan Pierce ini mengenai sistem penandaan bersifat menyeluruh, deskripsi struktural dari semua sistem penandaan. Pierce ingin mengidentifikasikan partikel dasar dari tanda dan menggabungkan kembali semua komponen dalam struktur tunggal.

Sebuah tanda atau representamen menurut Pierce adalah sesuatu yang bagi seseorang mewakili sesuatu yang lain dalam beberapa hal atau kapasitas. Sesuatu yang lain itu oleh Pierce disebut interpretant dinamakan sebagai interpretant dari tanda yang pertama, pada gilirannya akan mengacu pada objek tertentu.

2.2.1. Korporate Identiti Dalam Tinjauan Komunikasi Organisasi

Korporate identiti atau identitas yang dimiliki oleh sebuah perusahaan juga merupakan salah satu bentuk komunikasi antara perusahaan kepada publiknya. Lewat korporate identiti perusahaan khususnya perusahaan penjual jasa ingin mengkomunikasikan apa yang bisa perusahaan berikan kepada publik. Korporate identiti adalah bentuk visi, misi, simbol, logo yang menggambarkan kepribadian sebuah perusahaan yang ingin ditampilkan kepada publik, seperti yang diungkapkan oleh Margulies dalam Van Riel, (1955:30) mendefinisikan Korporate identiti sebagai: „Corporate identity

means the sum of all the ways a company chooses to identify itself to all its public‟ (identitas perusahaan merupakan semua kebiasaan yang

(25)

Sehingga dapat dikatakan bahwa publik dari sebuah perusahaan mengenal sebuah perusahaan tertentu bukan pada siapa yang memiliki perusahaan, siapa pemegang saham terbesar perusahaan, tetapi publik dapat mengenali sebuah perusahaan adalah dari logo atau simbol yang ada pada mobil perusahaan, bagaimana penampilan fisik perusahaan, kop surat perusahaan, gedung perusahaan, iklan perusahaan, seragam karyawan, dan lain sebagainya.

Ketika sebuah perusahaan mengambil keputusan untuk melakukan sebuah perubahan identitas, maka keputusan tersebut merupakan sebuah keputusan yang sangat besar. Melakukan perubahan korporate identiti disebuah perusahaan, biasanya dilakukan untuk lebih mengembangkan perusahaan, karena persaingan yang cukup ketat, menciptakan citra baru di mata konsumen, atau dikarenakan bisnis yang sedang dilakukan sedikit meredup, karena dengan perubahan yang dilakukan, nantinya perusahaan akan tampil lebih baik di mata konsumen.

Jadi dapat dikatakan bahwa perubahan korporate identiti yang dikomunikasikan kepada konsumen, bertujuan untuk mengenalkan perusahaan yang lebih baik, serta membangun citra yang lebih baik di mata masyarakat.

Perubahan korporate identiti yang dilakukan, harus dikomunikasikan atau disosialisasikan kepada publik. Mensosialisasikan adalah tidak hanya untuk mengenalkan logo atau simbol yang baru saja kepada publik perusahaan, tetapi dengan mensosialisasikan korporate identiti yang baru, perusahaan ingin lebih menunjukan kepada publik bahwa perusahaan telah melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan lebih maju, serta ingin menginformasikan kepada publik alasan yang diambil perusahaan terhadap perubahan identitasnya,

(26)

sehingga nantinya publik memiliki pengertian yang sama seperti yang diharapkan oleh perusahaan, dan diharapkan tercipta persepsi atau citra yang lebih positif dari publik terhadap perubahan yang dilakukan oleh perusahaan.

Pada monograph didalam „Chinese Corporate Identity‟ (Routledge, 2005), Peter Peverelli, mengusulkan suatu definisi yang baru tentang korporate identiti, yang didasarkan dengan teori organisasi secara umum yang pernah ditampilkan pada awal-awal pekerjaan (Peverelli,2000).

Korporate identiti adalah cara atau usaha para “aktor korporasi” (aktor korporasi adalah istilah yang digunakan bagi yang merasa diri mereka bertindak atas nama perusahaan atau golongan) untuk menampilkan perusahaan atau golongan agar mereka bisa dipertimbangkan di dalam interaksi sosial yang berkelanjutan dengan para aktor yang lain dalam konteks yang spesifik. Hal itu meliputi persamaan persepsi tentang realitas, ways-to-do-things, perilaku lain yang terkait dan lain-lain.

Di dalam prosesnya para aktor korporasi menjadikan korporate identiti memiliki arti penting yang sama pentingnya dengan yang lain, kapital perusahaan misalnya. Korporate identiti juga meliputi perusahaan atau golongan itu sendiri sebagi sebuah kumpulan atau serikat para aktor korporasi yang saling berkaitan satu dengan lainnya dan tak terpisahkan. Aktor korporasi dapat membangun suatu identitas yang berbeda dalam kontek yang berbeda pula. (Routledge, 2005) dan (Peverelli,2000).

Sedangkan komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu

(27)

organisasi (Wiryanto, 2005). Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.

Istilah organisasi berasal dari bahasa Latin organizare, yang secara harafiah berarti paduan dari bagian-bagian yang satu sama lainnya saling bergantung. Di antara para ahli ada yang menyebut paduan itu sistem, ada juga yang menamakannya sarana.

Everet M.Rogers dalam bukunya Communication in Organization, mendefinisikan organisasi sebagai suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, melalui jenjang kepangkatan, dan pembagian tugas.

Komunikasi organisasi memiliki dua sifat yang tergantung oleh persetujuan yang dimiliki. Sifat dari komunikasi organisasi pertama ialah formal. Komunikasi organisasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya beriorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Seperti memo, pernyatan, kebijakan, surat surat resmi dan jumpa pers. Sifat organisasi yang kedua adalah komunikasi organisasi informal. Anggota organisasi yang menggunakan komunikasi organisasi informal adalah komunikasi

(28)

yang disetujui secara sosial. Arah komunikasi tersebut tidak secara langsung kepada organisasi melainkan kepada anggota individu atau anggota organisasi tersebut.

Korelasi antara korporate identiti dengan komunikasi organisasi terletak pada peninjauannya yang terfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi itu. Ilmu komunikasi mempertanyakan bentuk komunikasi apa yang berlangsung dalam organisasi, metode dan teknik apa yang dipergunakan, media apa yang dipakai, bagaimana prosesnya, faktor-faktor apa yang menjadi penghambat, dan sebagainya.

Jawaban-jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah untuk bahan telaah untuk selanjutnya menyajikan suatu konsepsi komunikasi bagi suatu organisasi tertentu berdasarkan jenis organisasi, sifat organisasi, dan lingkup organisasi dengan memperhitungkan situasi tertentu pada saat komunikasi dilancarkan.

2.2.2. Pengertian Konstruksi Identitas

Pengetian Identitas sendiri menurut Chirs Barker adalah soal kesamaan dan perbedaan tentang aspek personal dan sosial, tentang kesamaan individu dengan sejumlah orang dan apa yang membedakan individu dengan orang lain. (Chris Barker, Cultural Studies, Teori Dan Praktik, Yogyakarta)

Dilihat dari bentuknya, Setidaknya ada tiga bentuk identitas, yakni identitas budaya, identitas sosial dan identitas pribadi. Berikut pengertiannya:

(29)

1. Identitas budaya

Identitas budaya merupakan ciri yang mencul karena seseorang itu merupakan anggota dari sebuah etnik tertentu. Itu meliputi pembelajaran tentang penerimaan tradisi, sifat bawaan, agama, dan keturunan dari suatu kebudayaan.

2. Identitas sosial

Identitas sosial terbentuk akibat dari keanggotaan seseorang itu dalam suatu kelompok kebudayaan. Tipe kelompok itu antara lain, umur, gender, kerja, agama, kelas sosial, dan tempat, identitas sosial merupakan identitas yang diperoleh melalui proses pencarian dan pendidikan dalam jangka waktu lama.

3. Identitas pribadi

Identitas pribadi didasarkan pada keunikan karakteristik pribadi seseorang. Seperti karakter, kemapuan, bakat, dan pilihan. Dan lain sebagainya. Sementara pengetian konstruksi identitas menurut Chris Barker adalah banguanan identitas diri, memperlihatkan siapa diri kita sebenarnya dan kesamaan kita dengan sejumlah orang dan apa yang membedakan kita dari orang lain. (Chris barker, Cultural studies, teori dan praktik, Yogyakarta)

Sedangkan menurut Stuard dan Sundeen konstruksi identitas adalah kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian, yang merupakan sintesa dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan utuh. Seseorang yang mempunyai perasaan identitas diri yang kuat

(30)

maka akan memandang dirinya berbeda dengan orang lain, unik dan tidak ada duanya. Individu yang memiliki identitas diri yang kuat akan memandang dirinya sebagai suatu kesatuan yang utuh dan terpisah dari orang lain dan individu tersebut akan mempertahankan identitasnya walau dalam kondisi sesulit apapun.

Menurut Peter L Berger dan Thomas Luckmann bahwa identitas, dengan sendirinya, merupakan satu unsur kunci dari kenyataan subjektif dan sebagaimana sebuah kenyataan subjektif, berhubungan secara dialektis dengan masyarakat. Identitas dibentuk oleh proses-proses sosial. Begitu memperoleh wujudnya, ia dipelihara, dimodifikasi atau malahan dibentuk ulang oleh hubungan-hubungan sosial.

Proses-proses sosial yang terlibat dalam membentuk dan mempertahankan identitas ditentukan oleh struktur sosial. Sebaliknya, identitas-identitas yang dihasilkan oleh interaksi antara organisme, kesadaran individu, dan struktur sosial bereaksi terhadap struktur sosial yang sudah diberikan, memeliharanya, memodifikasinya, atau malahan membentuknya kembali. (Berger dan Luckmann, 1990 : 248)

Konstruksi identitas dapat kita pahami sebagai persepsi orang lain dalam menilai diri seseorang melalui lisan ataupun catatan yang ia tulis baik itu dalam tulisan formal maupun dalam tulisan informal.

(31)

Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata latin communication, dan bersumber dari kata communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih.

Komunikasi adalah suatu proses atau kegiatan penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia. Kehidupan manusia akan tampak hampa apabila tidak ada komunikasi. Karena tanpa komunikasi, interaksi antar manusia, baik secara perorangan, kelompok, ataupun organisasi tidak mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan melakukan interaksi apabila masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi dilakukan manusia baik secara perorangan, kelompok, atau organisasi.

Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa menghindar dari tindakan komunikasi menyampaikan dan menerima pesan dari dan ke orang lain. Tindakan komunikasi ini terus menerus terjadi selama proses kehidupannya. Prosesnya berlangsung dalam berbagai konteks baik fisik, psikologis, maupun sosial, karena proses komunikasi tidak terjadi pada sebuah ruang kosong. Pelaku proses komunikasi adalah manusia yang selalu bergerak dinamis. Komunikasi menjadi penting karena fungsi yang bisa dirasakan oleh pelaku komunikasi tersebut. Melalui komunikasi seseorang menyampaikan apa yang ada dalam benak pikirannya dan perasaan hati nuraninya kepada orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui komunikasi seseorang dapat membuat dirinya tidak merasa terasing atau terisolasi dari lingkungan di sekitarnya.

(32)

Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi termasuk juga suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang berarti sama. Communico, communicatio atau

communicare yang berarti membuat sama. Secara sederhana komunikasi dapat

terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan.

Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, dan menunjukkan sikap tertentu seperti tersenyum, mengangkat bahu dan sebagainya. Komunikasi ini disebut komunikasi nonverbal. Proses komunikasi bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi. Melalui komunikasi sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.Karakteristik fenomena komunikasi atau media dapat ditelusuri dari masyarakat yang menjadi

(33)

ruang hidupnya. Secara konvensional masyarakat dapat dilihat dalam dua dimensi, yaitu dalam kehidupan sosial dan kehidupan budaya. Karenanya dikenal masyarakat „sosial‟ (nyata, real) yang dilihat dari interaksi sosial dalam konteks ekonomi dan politik. Sedang masyarakat „budaya‟ dibedakan atas dua macam, bersifat statis yaitu komunitas yang memperoleh warisan (heritage) makna (meaning) simbolik untuk kehidupan komunitasnya, dan bersifat dinamis yaitu komunitas warga yang memproduksi makna simbolik, baik revitalisasi makna lama maupun produksi makna baru untuk kehidupan yang lebih baik.

Proses komunikasi pada NET tv yang menggunakan komunikasi yang mempunyai makna (meaning), artinya teknis komunikasi dari program NET tv ataupun dari logo yang mereka ciptakan pastinya mempunyai makna tersendiri baik itu dari penggunaan warna hingga bentuk fontype dari NET sendiri.

2.2.4. Pengertian Tentang Logo

Logo merupakan suatu bentuk gambar atau sekedar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, perkumpulan, produk, negara, dan hal-hal lainnya yang dianggap membutuhkan hal yang singkat dan mudah diingat sebagai pengganti dari nama sebenarnya.

Dalam perkembangannya, logo mengalami perubahan bentuk mulai dari bentuk-bentuk logo yang rumit hingga menjadi sebuah bentuk yang sederhana dan mudah diingat. Pelbagai pilihan elemenpun ikut bertambah, mulai dari penggunaan inisial, nama perusahaan, monogram maupun pictogram. Seiring dengan perkembangan dunia periklanan, peran logo menjadi amat penting

(34)

terutama dalam pembuatan strategi branding sebuah produk. Fungsi identitas merupakan ukuran sebuah logotype, dengan hanya melihat logo seseorang akan ingat, tertarik, lalu membeli. Dari fungsi ini, logo kemudian menjadi ukuran sebuah citra, baik citra sebuah produk, perusahaan maupun organisasi.

Pada masa awal perkembangannya, pembagian jenis logo tidaklah serumit sekarang. Mula-mula logo hanya berupa bentuk yang tak terucapkan seperti gambar, yang dibuat oleh perajin untuk lambang kerajaan. Seiring dengan berkembangnya jaman, logo tidak hanya digunakan untuk kepentingan kerajaan saja, melainkan untuk memberikan sebagai tanda pada barang-barang yang akan dijual di pasar.

Pembagian jenis logo secara sederhana terbagi atas dua bagian yaitu Word Marks atau Brand Name yaitu logo yang tersusun dari bentuk terucapkan, serta Device Marks atau Brand Mark yang tersusun dari bentuk tak terucapkan. Bisa pula logo terdiri atas keduanya, yang merupakan kombinasi dari brand name dan brand mark.

Sebagai contoh untuk brandname adalah logo Sony yang hanya tersusun dari kata sony, dan Shell logo untuk brand mark yang tersusun dari gambar kerang. Sedangkan paduan keduanya adalah seperti logo rokok Djarum, yang terdiri dari tulisan Djarum dan gambar jarum.

Kemudian dengan semakin bertambahnya jumlah produk di pasar, serta semakin kompleknya karakteristik pasar muncul berbagai jenis logo, yang pada

(35)

beberapa jenis logo, yang penggolongannya berdasarkan pendapat John Murphy dan Michael Rowe.( John Murphy and Michael Rowe, 1998, How to Design Trademarks and Logos. Ohio : North Light Book)

2.2.5. Konstruksi Sosial Realitas Pada Logo Perusahaan

Realitas sosial dibangun melalui proses simultan dan membutuhkan waktu yang panjang. Menurut Peter L. Berger dan Thomas Luckman, realitas sosial terdiri dari realitas obyektif, realitas simbolis, dan realitas subyektif (Bungin, 2011:89). Realitas obyektif maksudnya realitas yang dibentuk dari pengalaman di dunia obyektif yang berada di luar diri individu. Realitas ini dianggap sebagai kenyataan. realitas simbolis merupakan ekpresi simbolis dari realitas obyektif dalam berbagai bentuk. Sedangkan realitas subyektif adalah realitas yang terbentuk sebagai proses penyerapan kembali realitas obyektif dan simbolis ke dalam individu melalui proses intemalisasi.

Menurut Berger dan kawan-kawan, bahasa merupakan unsur utama di dalam proses realitas (Badara, 2012:8). Mereka mengatakan bahwa proses konstruksi realitas dimulai ketika seorang konstruktor melakukan obyektivikasi terhadap suatu kenyataan, yakni melakukan persepsi terhadap suatu obyek. Selanjutnya, hasil dari pemaknaan melalui persepsi itu diintemalisasikan ke dalam diri seorang konstruktor. Dalam tahap itulah dilakukan konseptualisasi terhadap suatu obyek yang dipersepsi. Langkah terakhir melakukan ekstemalisasi atas hasil dari proses perenungan secara internal tadi melalui pernyataan-pernyataan. Alat untuk membuat pernyataan tersebut tiada lain adalah kata-kata suatu konsep atau bahasa.

(36)

Substansi teori dan pendekatan konstruksi sosial atas realitas Berger dan Luckman di atas adalah pada proses simultan yang terjadi secara alamiah melalui bahasa dalam kehidupan sehari-hari pada sebuah komunitas primer dan semi-sekunder. Menurut Bungin, pandangan Berger dan Luckmann saat ini dirasa kurang tajam dan kurang mampu menjawab perubahan zaman (2009:206-207). Hubungan- hubungan sosial primer dan semi-sekunder hampir tak ada lagi dalam kehidupan modem dan post-modern.

Bungin merevisi pandangan Berger dan Luckman dengan memasukkan fenomena media massa dalam proses obyektivasi, intemalisasi, dan ekstemalisasi, mengingat variabel ini sangat substantif. Substansi “teori konstruksi sosial media

massa” adalah pada sirkulasi informasi yang cepat dan luas sehingga konstruksi

sosial berlangsung sangat cepat dan sebarannya merata (2009:207). Realitas yang terkonstruksi oleh media massa ini dapat membentuk opini massa sehingga membuat massa cenderung apriori dan sinis. Untuk memahami dengan jelas bagaimana model konstruksi sosial Berger dan Luckman, Bungin memberikan model kosntruksi realitas sosial dalam media massa. Menurut Bungin, opini yang terbentuk dalam media massa tidak dapat dipisahkan dengan realitas itu sendiri. Pentingnya obyektivasi dan internalisasi adalah ciri khusus dari revisi pandangan kosntruksi realitas Berger dan Luckman oleh Bungin.

Bagi kaum konstruksionis, realitas dalam media massa itu bersifat subyektif. Eriyanto (2012) menyatakan, realitas itu hadir karena dihadirkan konsep subyektif wartawan. Realitas tercipta lewat konstruksi, sudut pandang tertentu dari wartawan. Di sini, tidak ada realitas yang bersifat obyektif karena realitas itu

(37)

tercipta lewat konstruksi, sudut pandang tertentu. Realitas itu bisa berbeda-beda, tergantung pada bagaimana konsepsi ketika realitas itu dipahami wartawan yang mempunyai pandangan berbeda.

2.2.6. Semiotika Pierce Penafsiran Tanda dan Makna

Terdapat tiga bidang kajian dalam semiotika: pertama, semiotika komunikasi yang menekuni tanda sebagai bagian bagian dari proses komunikasi. Artinya, di sini tanda hanya dianggap tanda sebagaimana yang dimaksudkan pengirim dan sebagaimana yang diterima oleh penerima. Dengan kata lain, semiotika komunikasi memperhatikan denotasi suatu tanda. Pengikut aliran ini adalah Buyssens, Prieto, dan Mounin. Kedua, semiotika konotasi, yaitu yang mempelajari makna konotasi dari tanda. Dalam hubungan antarmanusia, sering terjadi tanda yang diberikan seseorang dipahami secara berbeda oleh penerimanya.

Semiotika konotatif sangat berkembang dalam pengkajian karya sastra. Tokoh utamanya adalah Roland Barthes, yang menekuni makna kedua di balik bentuk tertentu. Yang ketiga adalah semiotika ekspansif dengan tokohnya yang paling terkenal Julia Kristeva. Dalam semiotika jenis ini, pengertian tanda kehilangan tempat sentralnya karena digantikan oleh pengertian produksi arti. Tujuan semiotika ekspansif adalah mengejar ilmu total dan bermimpi menggantikan filsafat.

Louis Hjelmslev, seorang penganut Saussurean berpandangan bahwa sebuah tanda tidak hanya mengandung hubungan internal antara aspek material (penanda)

(38)

dan sebuah sistem yang lebih luas di luar dirinya. Bagi Hjelmslev, sebuah tanda lebih merupakan self-reflective dalam artian bahwa sebuah penanda dan sebuah petanda masing-masing harus secara berturut-turut menjadi kemampuan dari ekspresi dan persepsi. Louis Hjelmslev dikenal dengan teori metasemiotika (scientific semiotics).

Sama halnya dengan Hjelmslev, Roland Barthes pun merupakan pengikut Saussurean yang berpandangan bahwa sebuah sistem tanda yang mencerminkan asumsi-asumsi dari suatu masyarakat tertentu dalam waktu tertentu. Semiotik, atau dalam istilah Barthes semiologi, pada dasarnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal (things). Memaknai (to sinify) dalam hal ini tidak dapat dicampuradukkan dengan mengkomunikasikan (to communicate).

Memaknai berarti bahwa objek-objek tidak hanya membawa informasi, dalam hal mana objek-objek itu hendak dikomunikasikan, tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur dari tanda. Salah satu wilayah penting yang dirambah Barthes dalam studinya tentang tanda adalah peran pembaca (the reader). Konotasi, walaupun merupakan sifat asli tanda, membutuhkan keaktivan pembaca agar dapat berfungsi. Barthes secara lugas mengulas apa yang sering disebutnya sebagai sistem pemaknaan tataran ke-dua, yang dibangun di atas sistem lain yang telah ada sebelumnya. sistem ke-dua ini oleh Barthes disebut dengan konotatif, yang di dalam buku Mythologies-nya secara tegas ia bedakan dari denotatif atau sistem pemaknaan tataran pertama.

Gambar

Gambar 2.3 : Model Segitiga  Triadik Pierce
Gambar 2.4 : Model Segitiga  Rheme, Dicisign, Argument Pierce
Gambar 2.5 : Bagan Kerangka Pemikiran

Referensi

Dokumen terkait

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunia-Nya berupa ilmu pengetahuan, kesehatan dan petunjuk, sehingga skripsi dengan judul

Penelitian yang dilakukan oleh Davis (1989) yang dikutip dalam Hong et al (2002), menemukan bahwa karakteristik sistem memiliki dampak yang kuat terhadap

Sehubungan dengan dinyatakannya perusahaan Saudara sebagai pemenang dalam seleksi Umum oleh Kelompok Kerja III untuk paket pekerjaan Konsultan Pengawasan Pembangunan

Untuk informasi kesehatan dan keselamatan untuk komponen masing-masing yang digunakan dalam proses manufaktur, mengacu ke lembar data keselamatan yang sesuai untuk

Data yang dihimpun, selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif-deduktif yaitu dengan menggambarkan atau mendeskripsikan secara jelas tentang praktik- praktik yang tampak

Penilaian persepsi dilakukan dengan menilai 8 indikator yaitu kinerja produk ( performance ), keterandalan produk ( reliability ), fitur produk ( feature ), daya tahan

[r]