sistem informasi akuntansi bab 16

18 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Bab ini mendiskusikan operasi pemrosesan informasi yang dilibatkan untuk memperbarui buku besar dan membuat laporan yang meringkas hasil-hasil aktivitas organisasi. Sistem buku besar dan pelaporan keuangan memainkan peranan penting dalam SIA perusahaan.

Salah satu fungsi utamanya adalah mengumpulkan dan mengatur data dari sumber-sumber berikut ini :

 Setiap subsistem siklus akuntansi yang dijelaskan memberikan informasi mengenai transaksi reguler. (hanya data utama yang mengalir dari setiap subsistem yangdiperlihatkan).

 Bendahara memberi informasi mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi, seperti pengeluaran atau pemberhentian penggunaan instrumen utang dan ekuitas pembelian atau penjualan surat berharga investasi.

 Bagian anggaran memberi jumlah anggaran.  Kontroler memberi ayat jurnal penyesuaian

Informasi ini harus diatur dan disimpan dalam cara yang memfasilitasi pemenuhan berbagai kebutuhan informasi dan pemakai eksternal.Para menejer perlu informasi terinci mengenai hasil-hasil operasi dalam bidang tanggung jawabmereka masing-masing.

Para investor dan kreditor menginginkan laporanm keuangan periodik untuk membantu merekamenilai kinerja organisasi. semakin banyak dari mereka yang meminta laporan yang lebih terincidan sering.

Lembaga pemerintah juga memiliki kebutuhan informasi periodik yang harusdipenuhi.Akibatnya sistem buku besar dan pelaporan harus didesain untuk menghasilkan laporan periodik teratur dan untuk mendukung kebutuhan pertanyaan

real-time.

Contohnya : para menejer departemen harus sewaktu-waktu mampu menilai kinerja aktual dengan yang direncanakan agar penyimpangan dapat diidentifikasikan sedini mungkin untuk dapat dilakukan tindakan korektif.

Begitu pula dengan bendahara, dia harus mampu secara dekat mengawasi arus kas agar penyimpangan dari prediksi dapat diidentifikasikan tepat pada waktunya, untuk menyesuaikan peminjaman jangka pendek.

(2)

AKTIVITAS BUKU BESAR DAN PELAPORAN

Empat aktivitas dasar yang dilakukan dalam sistem buku besar dan pelaporanmenunjukkan sistem online umum yang digunakan untuk melakukan aktivitas-aktivitas tersebutuntuk. Dari empat aktivitas tersebut tiga diantara aktivitas pertamanya yakni menyajikan langkah-langkah dasar dalam siklus akuntansi, yang menghasilkan produksi rangkaian laporankeuangan tradisional. Aktivitas menunjukkan bahwa, sebagai tambahan dari laporan keuanganuntuk pemakai eksternal, SIA menghasilkan laporan untuk pihak manajemen internal juga. Selanjutnya setiap aktivitas ini akan dipelajari secara lebih terinci.

A. PERBARUI BUKU BESAR

Aktivitas pertama dalam sistem buku besar adalah memperbarui buku besar. Aktivitasmemperbarui terdiri dari memasukkan ayat jurnal yang berasal dari dua sumber :

1. Subsistem Akuntansi.

Setiap subsistem akuntansi yang membuat ayat jurnal untuk memperbarui buku besar. Secara teori, buku besar dapat diperbarui setiap saat tiapterjadinya transaksi. Akan tetapi praktiknya, berbagai subsistem akuntansi biasanyamemperbarui buku besar dengan membuat ayat jurnal ringkasan yang menyajikan hasildari semua transaksi yang terjadi selama suatu periode waktu tertentu. Contohnya,subsistem siklus pendapatan akan menghasilkan ayat jurnal ringkasan yang mendebit piutang usaha dan kas serta mengkredit penjualan untuk semua penjualan yang dilakukanselama periode pembaruan.

2. Bendahara.

Bagian bendahara membuat ayat jurnal satu per satu untuk memperbarui buku besar atas transaksi nonrutin seperti penerbitan atau pengeluaran utang, pembelianatau penjualan saham investasi, atau perolehan saham perbendaharaan.

B. MEMASUKKAN AYAT JURNAL PENYESUAIAN

Aktivitas kedua dalam sistem buku besar adalah memasukkan berbagai ayat jurnal penyesuaian (AJP). AJP berasal dari kantor kontroler, setelah neraca saldo dibuat. Neraca Saldo

adalah Laporan yang mencantumkan saldo-saldo dari semua akun buku besar. Namanya mencerminkan kenyataan bahwa apabila semua aktivitas dicatat dengan benar, makatotal saldo debit dalam berbagai akun, harus sama dengan total saldo kredit. AJP terbagi dalamlima kategori dasar :

(3)

1. Akrual

mencerminkan jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk mencerminkan berbagai kegiatan yang terjadi tetapi kas belum diterima atau dikeluarkan.

Contohnya : pencatatan pendapatan bunga yang di dapat dan utang gaji. 2. Pembayaran di muka

mencerminakan jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansiuntuk mencerminkan pertukaran kas sebelum kinerja kegiatan terkait. Contohnya : sewa, bunga, asuransi.

3. Perkiraan

mewakili jurnal yang mencerminkan sebagian dari biaya yang terjadi selama beberapa periode akuntansi. Contohnya : meliputi beban depresiasi atau penyusutan dan beban piutang tak tertagih.

4. Penilaian ulang

jurnal yang dibuat untuk mencerminkan perbedaan nilai yangsesungguhnya dengan yang dicatat atas suatu aset atau perubahan dalam prinsip akuntansi.Contohnya : perubahan metode yang digunakan untuk menilai persediaan, menguranginilai persediaan untuk mencerminkan umur atau menyesuaikan catatan perdiaan unuk mencerminkan hasil yang di dapt selama perhitungan fisik persediaan.

5. Perbaikan

mewakili jurnal yang dibuat untuk meniadakan pengaruh kesalahan yangditemukan dalam buku besar.

C. MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN

Aktivitas ketiga dalam sistem buku besar dan pelaporan adalah membuat laporan-laporankeuangan. Laporan laba-rugi dibuat pertama, dengan menggunakan data dari saldo akun.

Pertama: membuat laporan laba rugi yang menggunakan data dari saldo akun pendapatan biaya

(4)

Kedua:

1. Penggunaan label file internal dan eksternal untuk melindungi buku besar yang terakhir dari kerusakan tanpe disengaja.

2. Melakukan pembuatan cadangan buku besar secara rutin. Paling tidak dua salinancadangan buku besar harus ada. Satu salinan disimpan diluar lokasi perusahaan untuk memberi perlindungan dari bencana besar seperti kebakaran atau gempa bumi.

D. MEMBUAT LAPORAN MANAJERIAL

Aktivitas terakhir dalam sistem buku besar dan pelaporan menghasilkan berbagai laporan manajerial.

Apakah dua kategori utama dari laporan manajerial itu 1. Laporan pengendali buku besar

2. Anggaran

Apakah contohnya dari laporan pengendalian itu ?

1. Daftar voucher jurnal berdasarkan urutan nomor, nomor akun, atau tanggal. 2. Daftar saldo akun buku besar.

Laporan tersebut digunakan untuk memverifikasi akurasi proses memasukkannya buku besar.

Apakah contohnya anggaran itu ?

1. Anggaran operasional(memperlihatkan pendataan dan pengeluaran yg direncanakan utk setiap organisasi)

(5)

Ancaman dan Pengendalian dalam sistem Buku Besar dan Pelaporan

Proses/Aktivitas Ancaman Prosedur pengendalian yang dapat diterapkan Memperbarui

buku besar

Kesalahan-kesalahan Pengendalian input dan pemrosesan, laporan rekonsiliasi dan pengendalian, jejak audit

Akses ke buku besar

Kehilangan data rahasia dan/atau penyembunyian pencurian

Pengendalian akses, jejak audit

Kehilangan atau kehancuran buku besar

Kehilangan data dan asset Prosedur pembuatan cadangan dan pemulihan dari bencana

Ancaman 1: Kesalahan dalam Memperbarui Buku Besar

Kesalahan yang dibuat sewaktu memperbarui buku besar dapat mengarah pada pembuatan keputusan yang tidak benar berdasarkan informasi salah yang terdapat dalam laporan kinerja keuangan.

Prosedur pengendalian untuk menangani ancaman ini terbagi dalam tiga kategori: - Pengendalian edit input dan pemrosesan

- Laporan rekonsiliasi dan pengendalian - Pemeliharaan jejak audit yang mencukupi

Pengendalian 1 :

Edit Input dan Pemrosesan

Ada dua sumber ayat jurnal untuk memperbarui buku besar: - Ayat jurnal ringkasan dari siklus SIA

- Ayat jurnal yang secara langsung dibuat oleh bendahara atau kontroler.

Laporan rekonsiliasi dan pengendalian dapat mendeteksi apabila kesalahan dibuat selama proses pembaruan buku besar. Termasuk contoh : Pembuatan neraca saldo

Membandingkan saldo rekening pengendali buku besar dengan saldo total buku pembantu yang terkait.

(6)

Jejak audit adalah memperlihatkan jejak sebuah transaksi di sepanjang sistem akuntansi. Jejak audit khusunya memfasilitasi tugas-tugas berikut ini :

Menelusuri transaksi apa pun dari dokumen sumber aslinya hingga ke buku besar, dan ke laporan apapun atau dokumen lainnya yang menggunakan data itu.

Ancaman 2: Akses Tanpa otorisasi ke Buku Besar

Beberapa pengendalian terhadap ancaman ini adalah : ID dan pasword pemakai hanya membaca akses ke buku besar

Sistem tersebut harus memeriksa keberadaan kodeotorisasi yang valid untuk setiap catatan voucher jurnal sebelum memasukkan transaksi tersebut ke buku besar.

Ancaman 3: Kehilangan atau Kerusakan Data Buku Besar

Menyediakan cadangan dan prosedur pemulihan dari bencana, yang memadai untuk melindungi aset ini.

Pengendalian cadangan mencakup hal-hal berikut ini: Penggunaan label file internal dan eksternal

Melakukan pembuatan cadangan buku besar secara rutin

Apakah manfaat dari model data yang terintegrasi itu ?

1. Meningkatkan dukungan yang diberikan untuk pembuatan keputusan manajerial. 2. Integrasi informasi keuangan dan non keuangan.

3. Meningkatkan pelaporan internal

Manfaat Model Data Terintegrasi

Model data keseluruhan perusahaan yang terintegrasi dapat secara signifikan meningkatkan dukungan yang diberikan untuk pembuatan keputusan manajerial.

(7)

Pertimbangan Pengendalian Internal

Kebanyakan sistem ERP menggunakan database tersentralisasi. Sistem semacam ini biasanya menguasakan banyak orang yang berbeda untuk memasukkan data yang berkaitandengan aktivitas bisnis tertentu, tetapi hal ini mempersulit untuk memberikan tanggung jawabmemelihara integritas data. Selanjutnya, sistem ERP sering kali menghasilkan efisiensi prosesdengan memungkinkan seseorang untuk melakukan berbagai langkah dalam proses bisnis,sehingga mengurangi pemisahan tugas. Terakhir, sifat sistem ERP yang terintegrasi dan lintasfungsi dapat meningkatkan eksposur yang berasal dari kerusakan sistem. Akan tetapi berbagaiancaman ini dapat dikurangi melalui desain dan implementasi yang benar.

Menggunakan Informasi untuk Pengambilan Keputusan

Fungsi utama SIA adalah memberikan para manajer informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan. Bagian-bagian ini mendiskusikan topic-topik penting yang berkaitandengan penggunaan informasi untuk pengambilan keputusan:

1. balanced scorecard dan

2. gudang data untuk mendukung intelijen bisnis.

Balanced Scorecard

Balanced scorecard adalah laporan yang memberikan perspektif multidimensi dari kinerja organisasi. Balanced scorecard berisi berbagai ukuran yang mencerminkan empat perspektif organisasi: keuangan, pelanggan, operasi internal, dan inovasi serta pembelajaran.untuk setiapdimensi, balanced scorecard menunjukkan tujuan organisasi dan ukuran spesifik yang mencerminkan kinerja berkaitan dengan tujuan-tujuan itu.

Bersama-sama, keempat dimensi balanced scorecard memberikan gambaran umum yang lebih komprehensif atas kinerjaorganisasi daripada yang disediakan oleh ukuran keuangan sendiri. Bahkan balanced scorecard yang didesain dengan baik akan mengukur berbagai aspek penting dari strategi organisasi danmencerminkan hubungan sebab akibat yang penting diantara keempat dimensi tersebut.Para pelanggan adalah kunci untuk mencapai tujuan keuangan. Oleh karenanya, perspektif pelanggan di balanced scorecard AOE berisi dua tujuan utama: meningkatkankepuasan pelanggan dan menjadi pemasok yang diutamakan untuk para pelanggan utama.Selanjutnya, memenuhi tujuan yang berorientasi pelanggan tersebut membutuhkan proses bisnisyang dilakukan secara efisien dan efektif. Akibatnya, bagian perspektif internal dalam balancedscorecard AOE berfokus atas berbagai aktivitas yang paling dapat secara langsungmempengaruhi persepsi pelanggan: kualitas layanan, kecepatan pengiriman, dan kualitas produk.Terakhir, manajemen puncak AOE menyadari pentingnya

(8)

pengembangan berbagai produk barudan pelatihan tenaga kerjanya untuk terus meningkatkan layanan dan hasil.

Menggunakan Gudang Data untuk Intelijen Bisnis

Akses tepat waktu ke informasi adalah hal yang penting. Di dalam ekonomi global saatini yang berkembang cepat, pihak manajemen harus secara konstan mengawasi danmengevaluasi kembali kinerja keuangan dan operasional dalam hal tujuan startegisnya.Perusahaan harus mampu mengubah rencana mereka dengan cepat sebagai respon atas perubahan dalam lingkungan mereka. Akibatnya, banyak organisasi yang mengadopsi sistem buku besar on-line. Ketika sistem semacam ini mencakup database berdesain baik, pihak manajemen memiliki akses yang selalu siap ke informasi yang dibutuhkan untuk membuatkeputusan operasional dan taktis secara tapat waktu.Guna memberikan kebutuhan informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan strategis, organisasi membangun database terpisah yang disebut sebagai gudang data. Gudang data berisi rincian dan ringkasan data untuk beberapa tahun dan digunakan untuk analisisdaripada untuk pemrosesan transaksi. Organisasi sering kali membangun gudang data terpisah untuk fungsi keuangan, lainnya untuk fungsi sumber daya manusia, dan seterusnya, gudang datasemacam ini yang lebih kecil sering kali disebut sebagai data mart. Gudang data dan data mart tidak menggantikan database pemrosesan organisasi. Sebaiknya, mereka melengkapi database tersebut dengan memberikan dukungan untuk pengambilan keputusan strategis. Gudang data berbeda dari database yang digunakan untuk mendukung pemrosesan transaksi, tidak hanya dari segi ukuran, tetapi juga cara merekadistrukturkan. Jika database pemrosesan transaksi di desain untuk meminimalkan pengulangan dan karenanya memaksimalkan efisiensi pembaruannya untuk mencerminkan hasil transaksi saatini, gudang data sering kali di desain untuk sengaja berulang-ulang agar dapat memaksimalkan efisiensi pertanyaan. Proses mengakses mengakses data yang termasuk dalam gudang data dan menggunakannya utuk pengambilan keputusan strategis sering kali disebut sebagai intelijen bisnis.

Terdapat dua teknik utama yang digunakan dalam intelijen bisnis: pemrosesan analitikalon-line (on-analitikalon-line analytical processing – OLAP ) dan penggalian data.

Pemrosesan analitikal on-line (OLAP) menggunakan bahasa pertanyaan yang memungkinkan pemakai mengarahkan penyelidikan hubungan yang dihipotesiskan dalam data tersebut. Sedangkan Penggalian Data menggunakan anlisis statistik yang canggih termasuk intelegency buatan seperti neural networks untuk menemukan hubungan yang belum dihipotesiskan dalam data.

(9)

Langkah-langkah yang merupakan garis besar proses menyeluruh untuk menangani kekhawatiran mengenai potensi keamanan dan integritas gudang data yaitu:

1. Identifikasi data, mendesain pengendalian yang tepat untuk gudang data atau data mart membutuhkan pengetahuan mengenai apa yang disimpan didalamnya.

2. Klasifikasi data, begitu isi gudang sudah di identifikasi, pihak manajemen harus mengklasifikasikan data dalam hal resiko kemanannya.

3. Penilaian data, mendesain tingkat optimmal atas data meliputi pembobotan biaya pengendalian dengan manfaatnya.

4. Identifikasi kerentanan, langkah ini mencakup penilaian risiko.

5. Identifikasi pengendalian, potensi pengendalian harus di identifikasi untuk menangani setiap ancaman yang sebelumnya diidentifikasi

6. Pemilihan pengendalian yang efektif biayanya. Setelah berbagai ancaman dan potensi pengendalian telah diidentifikasi, analisis biaya manfaat dapat menyarankan metode optimal untuk mengendalikan kemanan.

7. Evaluasi Begitu gudang data atau data mart digunakan, efektivitas keberadaan prosedur pengendalian dalam menangani berbagai ancaman harus secara periodik dinilai kembali.

(10)

STUDI KASUS

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GENERAL LEDGER DANA SOSIAL DIDUKUNG FASILITAS SMS (STUDI KASUS: PKPU CABANG SURABAYA)

Profil PKPU

PKPU atau Pos Keadilan Peduli Ummat cabang Surabaya yang terletak di Jl. Krukah Utara No. 25 Surabaya. Untuk kantor pusat berada di Jl. Raya Condet 27 G Batu Ampar Jakarta Timur. PKPU adalah Lembaga Kemanusiaan Nasional yang secara konsisten kepada masyarakat yang mengalami kesulitan, seperti bencana alam, kelaparan, korban perang, penyakit berkepanjangan, dan lainnya.

Identifikasi Masalah

Kegiatan penerimaan dana, penyaluran dana dan pembuatan laporan keuangan di PKPU selama ini masih dilakukan secara manual, sedangkan kegiatan yang harus dilakukan setiap hari sangat banyak seperti memasukkan data-data para donatur, data-data kategori donasi, jenis donasi, data bank dan perkiraan. Pada saat ini masih diolah dengan menggunakan excel yang sederhana. Sehingga perlu dikembangkan dengan menggunakan sistem komputer yang memudahkan penghimpun dana dan bagian keuangan. Perbedaan sistem tersebut akan menghasilkan perbedaan waktu penyajian laporan keuangan yang lebih cepat dan akurat. Berdasarkan hal tersebut, salah satu faktor penting dalam sebuah sistem informasi general ledger dana sosial didukung fasilitas SMS adalah kemudahan dalam penggunaan dan pengendalian data master yang meliputi data-data donatur, data- data transaksi penerimaan dana, data penyaluran dana dan data transaksi lainnya.

Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat membantu bagian penghimpun dana, bagian keuangan dalam memberikan laporan yang lebih baik kepada pimpinan, kemudian dengan adanya SMS memberikan kemudahan donatur memperoleh informasi dana yang telah tersalurkan.

Analisa Sistem

Setelah menganalisa permasalahan pada sub bab di atas, maka diperoleh entitas-entitas yang terlibat dalam sistem evaluasi belajar ini, yang meliputi :

1. Penghimpun dana, sebagai pengguna utama dalam sistem yang melakukan aktifitas dalam hal memasukkan data-data mengenai para donatur, jumlah donasi, kategori dana, jenis dana. Penghimpun dana yang memiliki status sebagai orang yang mengurusi penerimaan dana dari donatur adalah orang yang berperan sebagai koordinator utama penghimpun dana.

2. Bagian keuangan, berfungsi sebagai pengontrol data yang masuk dan orang yang berhak dalam pembuatan laporan keuangan. Entitas yang memiliki hak akses paling tinggi dalam sistem ini adalah bagian keuangan yang memiliki status administrator. Keuangan yang memiliki status administrator adalah orang yang berperan sebagai koordinator utama dalam pembuatan laporan keuangan.

(11)

3. Pimpinan, berfungsi sebagai orang yang bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi di dalam PKPU dan yang memberikan persetujuan untuk penyaluran dana. 4. Donatur, berfungsi sebagai orang mampu yang dengan rela dan ihklas

menyumbangkan sebagian dari hasil pendapatannya untuk para masyarakat yang membutuhkan pertolongan, baik berupa uang tunai maupun barang. Sistem terdiri dari beberapa sub sistem yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Sub sistem penerimaan dana Sub sistem ini memproses sistem penerimaan dana yang berasal dari para donatur, yang nantinya akan menghasilkan laporan penerimaan dana dan untuk pembuatan laporan neraca serta laporan keuangan lainnya.

b. Sub sistem penyaluran dana Sub sistem ini yang memproses pengeluaran arus dana, dimana bagian keuangan akan mengeluarkan dana sesuai dengan persetujuan dari pimpinan. Kemudian dari data tersebut akan menghasilkan laporan penyaluran dana dan juga dapat menghasilkan laporan keuangan lainnya.

c. Sub sistem pengiriman sms Sub sistem ini akan mengirimkan data saldo dengan media SMS dan dikirimkan ke para donatur. Data diambil dari database donatur.

Alur Proses

Aplikasi Flowchart alur proses menjelaskan rancangan urutan proses yang terjadi pada sistem ini. Dimulai dari proses penerimaan dana dan penyaluran dana sampai menghasilkan laporan keuangan seperti laporan jurnal umum, buku besar, neraca dan lain- lain. Data donatur dimasukkan oleh penghimpun dana beserta kategori dana dan jenis donasi dan data donatur kemudian donatur akan memperoleh bukti berupa kuitansi. Sistem informasi akan mengecek apakah data donatur sudah ada jika sudah ada, dilihat apakah donatur ingin menyumbang dengan beda kategori dana jika ya maka masukkan data baru dengan kategori dana dan jenis dana setelah itu baru masuk ke penerimaan dana dimana penghimpun dana akan memasukkan jumlah donasi yang disumbangkan donatur. Setelah itu data akan disimpan dan langsung di proses untuk masuk ke jurnal umum secara otomatis. Sedangkan untuk bagian keuangan akan memasukkan data penyaluran dana berdasarkan kategori dana dan jenis dana. Penyaluran dana akan terjadi jika mendapatkan persetujuan dari pihak pimpinan. Dari memasukkan data penyaluran dana maka akan secara otomatis sistem yang dapat mendeteksi masuk jurnal umum. Tetapi jika transaksi selain yang berhubungan dengan dana seperti biaya foto copy maka keuangan harus memasukkan pengeluaran ke transaksi lainnya. Dari jurnal umum akan dapat dihasilkan buku besar, kemudian data-data tersebut akan dapat menghasilkan laporan keuangan seperti laporan neraca, aktifitas, arus kas dan sebagainya.

(12)

Proses Penerimaan Dana

Penghimpun dana akan memasukkan data- data yang berkaitan dengan penerimaan dana seperti data donatur, kategori dana, jenis dana kemudian memasukkan data jumlah dana yang diterima dari donatur. Setelah itu sistem akan memproses untuk masuk ke perkiraan dengan status uang dalam debit atau kredit atau juga dapat berupa barang dan dilakukan penyimpanan data.

Proses Penyaluran Dana

Penyaluran dana yaitu memasukkan data-data yang berkaitan dengan penyaluran dana sesuai dengan kategori dana atau dapat memasukkan data transaksi lainnya. Setelah itu sistem akan memproses untuk masuk ke perkiraan dengan status uang dalam debit atau kredit dan dilakukan penyimpanan data. Untuk selanjutnya sistem yang akan mengolah sesuai dengan jenis perkiraan seperti gambar berikut.

Proses Pengiriman SMS

Pengiriman sms dilakukan dengan mengambil data donatur, selanjutnya lakukan pengiriman sms dan data disimpan untuk mengetahui apakah sms telah berhasil terkirim atau tidak seperti gambar berikut.

(13)

Context Diagram

Dalam perancangan Context Diagram yang merupakan bagian Data Flow Diagram (DFD) dari sistem informasi general ledger dana sosial didukung fasilitas SMS digunakan aplikasi ProcessAnalyst dari paket tool desain sistem Power Designer berikut.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada awal sistem informasi general ledger dana sosial dijalankan, pengguna terlebih dahulu harus melalui proses login. Proses login ini dimaksudkan untuk menciptakan keamanan pada sistem dan data.

(14)

Laporan

Setelah proses transaksi penerimaan dana, transaksi penyaluran dana dan transaksi-transaksi lainnya maka akan dibuat laporan-laporan keuangan.

Laporan ini terdapat 8 jenis laporan yang dapat diproses yaitu :

1. Penerimaan Dana untuk menampilkan laporan berupa seluruh penerimaan dana pada bulan terterntu maupun periode tertentu sesuai kebutuhan.

2. Penyaluran Dana untuk menampilkan laporan berupa seluruh penyaluran dana pada bulan terterntu maupun periode tertentu sesuai kebutuhan.

3. Arus Kas untuk menampilkan laporan berupa seluruh pencatatan yang berkaitan dengan keluar masuk kas dari seluruh transaksi pada bulan terterntu maupun periode tertentu sesuai kebutuhan.

4. Jurnal Umum untuk menampilkan laporan berupa jurnal umum dari seluruh transaksi secara umum pada bulan terterntu maupun periode tertentu sesuai kebutuhan.

5. Buku Besar untuk menampilkan laporan berupa buku besar yang diproses dari kumpulan jurnal umum dan dikelompokkan secara khusus berdasarkan perkiraan-perkiraan akuntansi yang terdapat pada PKPU. Buku besar ditampilkan pada bulan terterntu. 6.

6. Neraca untuk menampilkan laporan berupa neraca pada bulan terterntu.

7. Neraca saldo untuk menampilkan laporan berupa neraca saldo pada bulan terterntu. 8. Laporan Aktivitas untuk menampilkan laporan berupa laporan aktivitas penerimaan

dan penyaluran dana serta perubahan saldo dana pada bulan terterntu.

SIMPULAN

Setelah dilakukan analisis, perancangan sistem, pembuatan aplikasi dan dilakukan evaluasi hasil Sistem Informasi General Ledger Dana Sosial Didukung Fasilitas SMS, dapat disimpulkan bahwa Sistem ini merupakan salah satu solusi terhadap permasalahan yang ada pada kegiatan penerimaan dana dan penyaluran dana.

(15)

Kelebihan sistem informasi yang dibuat ini antara lain sebagai berikut:

1. Sistem Informasi General Ledger Dana Sosial Didukung Fasilitas SMS yang dibuat dapat menangani proses penerimaan dana dan penyaluran dana sampai dengan laporan saldo dana.

2. Sistem Informasi General Ledger Dana Sosial Didukung Fasilitas SMS yang dibuat mampu menghasilkan laporan penerimaan dana, penyaluran dana neraca, neraca saldo, aktivitas dan arus kas secara otomatis.

3. Fasilitas SMS yang dibuat mampu mengirimkan data saldo.

Kekurangan sistem informasi ini antara lain sebagai berikut :

a. Karena merupakan aplikasi desktop, maka diharuskan melakukan proses instalasi program.

b. SMS yang dipakai adalah SMS Broadcast sehingga, donatur tidak dapat membalas SMS.

c. ATSMS yang digunakan hanya support pada handphone tertentu disini memakai E398.

SARAN

1. Di era modern ini kami sarankan untuk pihak PKPU menyajikan web untuk mengakses secara online agar lebih mudah.

2. SMS Broadcast yang dikirimkan oleh pihak PKPU tidak dapat dibalas oleh pihak donator, sehingga kami menyarankan untuk memberikan contact person sehingga domatur dapat mengkonfirmasi langsung atas transaksi yang dilakukan.

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SISTEM BUKU BESAR DAN PELAPORAN

(16)

(STUDI KASUS : RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GENERAL LEDGER DANA SOSIAL DIDUKUNG FASILITAS SMS PKPU CABANG SURABAYA)

OLEH KELOMPOK 1 1 DEWI KUSUMAWATI 1341031010 2 LAVIONA 1341031027 3 MOH ADITYA R.S 1341031031 S-1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG

2015

(17)

Puji syukur kepada Alloh SWT.atas segala kemudahan dan karunia yang dilimpahkan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan judul “SISTEM BUKU BESAR DAN PELAPORAN (STUDI KASUS : RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GENERAL LEDGER DANA SOSIAL DIDUKUNG FASILITAS SMS PKPU CABANG SURABAYA)” Tugas ini disusun guna memenuhi tugas kelompok Sistem Informasi Akuntansi. Penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan bantuan dari semua pihak.Untuk itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepadasemua pihak yang banyak membantu.

(18)

KATA PENGANTAR……….. i

DAFTAR ISI……… ii

I LANDASAN TEORI System Buku Besar dan Pelaporan……… 1

Memperbarui Buku Besar……….. 2

Posting Jurnal Penyesuaian……… 2

Menyiapkan Lapporan Keuangan……….. 3

Menghasilkan Laporan Manajerial………. 4

II PEMBAHASAN……….. 9

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :