• Tidak ada hasil yang ditemukan

pariwisata

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "pariwisata"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Pertanyaan :

1. Manfaat apa yang didapat masyarakat apabila disekitarnya dikembangkan prasarana dan sarana pariwisata?

2. Apa mungkin dalam penyediaan pelayanan jasa pariwisata melakukan monopoli? Jelaskan!

3. Strategi dalam pemasaran pariwisata adalah 7P. Sebutkan dan jelaskan!

4. Kalau kita ingin mengembangkan pariwisata siapakah yang harus berperan dan apa peranannya?

5. Objek wisata akan berkembang kalau ada 4A (bhs. Inggris) sebutkan dan jelaskan!

Penjelasan :

1. Manfaat yang didapat masyarakat apabila disekitarnya dikembangkan prasarana dan sarana pariwisata adalah :

 Prasarana wisata

Prasarana wisata adalah sumber daya alam dan sumber daya buatan manusia yang mutlak dibutuhkan oleh wisatawan dalam perjalanannya di daerah tujuan wisata, seperti jalan, listrik, air, telekomunikasi, terminal, jembatan dan lain sebagainya. Maka dengan adanya prasarana dalam pariwisata, masyarakat bisa ikut menikmati segala jenis prasarana yang telah disediakan oleh pemerintah. Dan juga dapat meningkatkan kesempatan berusaha masyarakat di daerah tersebut.

 Sarana wisata

Sarana wisata merupakan kelengkapan daerah tujuan wisata yang diperlukan untuk melayani kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanan wisatanya. Berbagai sarana wisata yang harus disediakan di daerah tujuan wisata ialah hotel, biro perjalanan, alat transportasi, restoran dan rumah makan serta arana pendukung lainnya. Maka dengan adanya sarana dalam pariwisata, masyarakat bisa mencari mata pencaharian, adanya peluang kesempatan kerja, meningkatnya pendapatan masyarakat dan pemerintah, membuka peluang bagi para pebisnis untuk menaikan omzet usahanya. Tentu saja semakin lengkap sarana wisata atau fasilitas yang dapat diberikan oleh daerah tujuan wisata akan meningkatkan daya tarik dari objek wisata itu sendiri.

2. Menurut pendapat saya mungkin saja para penyediaan pelayanan jasa pariwisata melakukan monopoli. Misalnya para investor asing mengetahui peluang bisnis sektor

(2)

pariwisata di Indonesia sangat besar. Kemudian dengan adanya hal itu mereka sudah mulai berani berinvestasi membangun hotel-hotel berbintang. Hal ini dapat dilihat dari semakin membanjirnya investor asing dalam menginvestasikan dananya di sektor pariwisata. Tempat-tempat yang menjadi tujuan wisata tidak bebas lagi menuju kepantai. Praktik ini banyak terlihat di tempat-tempat wisata baru di Indonesia. Sementara penghasilan negara dari sektor pengelolaan pariwisata dalam sumberdaya alam ini tidaklah langsung 'menetas' pada masyarakat lokal di sekitar sumberdaya alam itu sendiri, melainkan lebih banyak ke kantong para pengusahanya atau penyedia pelayanan jasa pariwisata dan kepusat pemerintahannya. Kemudian dengan adanya monopoli tersebut, tingkat korupsi yang tinggi, lemahnya pengawasan, kurangnya transparansi serta akuntabilitas pemerintah menyebabkan upaya untuk meningkatkan kemakmuran rakyat sebesar-besarnya dari sektor pariwisata menjadi kabur dalam praktiknya.

3. Strategi dalam pemasaran pariwisata adalah 7P.  Product (Produk)

Produk merupakan komponen utama yang mendasari pemasaran suatu perusahaan. Karena dibuatnya suatu produk, maka sebuah usaha mempunyai misi bagaimana caranaya produk yang diproduksi dapat dijual. Akan tetapi produk saja tidak cukup, akan tetapi sebuah produk harus memiliki kualitas dan kuantitas. Kuantitas berarti dapat memenuhi kebutuhan pasar sedangkan kualitas adalah produk itu mamapu memuaskan keinginan Customers sebgai pengguna produk yang kita produksi. Sehingga perusahaan harus mampu memproduksi membuat produk yang mampu menjawab keinginan pelanggan. Terkait pembuatan produk, maka perusahaan memerlukan harus bekerjasama dengan bagian informasi perusahaan supaya produksi yang dialakukan tidak salah sasaran.

Price (Harga)

P yang ke dua adalah Price (harga). Maksudnya adalah harga sebuah produk harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat produk tersebut diapsaarkan. Research pasa perlu dilakukan agar penetapan harga suatu produk sesuai dengan daya beli lingkungan. Karena tanpa pertimbangan tersebut bisa jadi suatu produk tidak akan laku dipasaran.

Place (Tempat)

Tempat yang strategis merupakan salah satu kunci suskses pemasaran suatu produk. Terkait dengan temapat perusahaan harus mamapu memilih lokasi yang mampu dijagkau oleh siapa saja. Sehingga pelanggan tidak merasa kesulitan untuk

(3)

menjangkau tempat tersebut. Selain itu sarana parkir merupakan fasilitas yang tidak boleh ditinggalkan.

Promotion (Promosi)

Promosi merupakan tahapan memperkenalkan suatu produk kepada Customers. Pada tahapan ini tidak jarang sebuah perusahaan memerlukan pengeluaran yang besar uintuk promosi tersebut. Promosi mutlak dilakukan oleh sebuah perusahaan, karena meski produk yang dihasilkan perusahaan memlikiki kuantitas dan kualitas yang memenuhi permintaan pasar, akan tetapi bisa jasa tidak laku karena produk yang kita buat tidak banyak orang yang mengetahuinya. Pada kenyataa saat ini teknologi informasi sudah sangat kompleks, sehingga mengenai media promosi yang diguanakan tentunya disesuaikan dengan target pasar dan kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk melakukan promosi.

People (Orang)

Pada awalnya strategi penjaualan hanya menggunakan 4 prinsip di atas. Akan tetapi dalam perkembangannya manusia menjadi salah satu strategi yang perlu diperhatikan dalam strategi pemasaran produk. Manusia bisa menjadi kunci ketika kualitas suatu produk dipengaruhi baik langsung manupun tidak langsung oleh manusia. Sehingga jaminan kualitas produk memperhatikan manusia yang ikut andil dalam pembuatan produk tersebut atau bahkan dalam pendistribusian dan pemasaran secara langsung. Etos kerja serta pelayanan terhadap pelanggan baik secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap pemasaran suatu produk.

Physical Evidence (Bukti Fisik)

Bukti fisik merupakan salah satu faktor yang tidak harus ada, meskipun suatu perusahan pasti memiliki bukti fisik dari usaha yang dijalankan. Bukti fisik sebuah usaha bisa dijadikan sebagai dasar penentuan harga karena terkait untuk menutup pembelian peralatan tersebut.

Process (Proses)

Yang terakhir adalah proses. Proses disisni tidak hanya terbataqs pada pembuatan produk dari bahan yang mentah samapai barang jadi, akan tetapi dari hilir samapai ke hulu. Dari pen-Supply bahan baku samapai pada pelanggan yang menikmati hasil produksi perusahaan.

4. Pengembangan pariwisata memerlukan peran dan kontribusi dari semua pihak, baik dari unsur pemerintah, swasta maupun masyarakat. Masing-masing pihak memiliki peran dan kontribusi menurut kapasitasnya masing-masing. Salah satu aspek penting dan mendasar bagi keberhasilan pengembangan pariwisata adalah dapat diciptakannya iklim kondusif bagi berkembangnya kepariwisataan di suatu tempat terutama dalam

(4)

segi pembangunan pariwisata berwawasan budaya. Terkait dengan penciptaan iklim kondusif tersebut dalam pengembangan kepariwisataan telah dikenal sebuah konsep yang disebut dengan Sadar Wisata. Sadar wisata merupakan salah satu konsep dalam pengembangan destinasi-destinasi pariwisata di Indonesia. Pariwisata budaya adalah suatu pola pengembangan pariwisata dalam keterkaitan fungsional dengan kebudayaan dan lingkungan secara serasi, selaras, seimbang, sehingga pariwisata dan kebudayaan dapat berkembang secara berkelanjutan. Dari pengertian ini, jelas terlihat bahwa pariwisata haruslah mampu mengakomodir kebudayaan setempat, begitu juga sebaliknya, budaya harus dipertahankan untuk kelanjutan perkembangan dan pengembangan pariwisata. Dengan demikian digunakan landasan Tri Hita Karana, Tri Hita Karana ini merupakan sebuah konsep yang didasarkan atas prinsip keselarasan atau keharmonisan hidup yang terdiri atas tiga unsur yang saling terkait satu sama lain 5. Objek wisata akan berkembang kalau ada 4A.

a) Attraction

Attraction atau atraksi adalah produk utama sebuah destinasi. Atraksi berkaitan dengan what to see dan what to do. Apa yang bisa dilihat dan dilakukan oleh wisatawan di destinasi tersebut. Atraksi bisa berupa keindahan dan keunikan alam, budaya masyarakat setempat, peninggalan bangunan bersejarah, serta atraksi buatan seperti sarana permainan dan hiburan. Seharusnya sebuah atrkasi harus mempunyai nilai diferensiasi yang tinggi. Unik dan berbeda dari daerah atau wilayah lain.

b) Accessibility

Accessibility atau aksesibilitas adalah sarana dan infrastruktur untuk menuju destinasi. Akses jalan raya, ketersediaan sarana transportasi dan rambu-rambu penunjuk jalan merupakan aspek penting bagi sebuah destinasi. Banyak sekali wilayah di Indonesia yang mempunyai keindahan alam dan budaya yang layak untuk dijual kepada wisatawan, tetapi tidak mempunyai aksesibilitas yang baik, sehingga ketika diperkenalkan dan dijual, tak banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjunginya. Perlu juga diperhatikan bahwa akses jalan yang baik saja tidak cukup tanpa diiringi dengan ketersediaan sarana transportasi. Bagi individual tourist, transportasi umum sangat penting karena kebanyakan mereka mengatur perjalanannya sendiri tanpa bantuan travel agent, sehingga sangat bergantung kepada sarana dan fasilitas publik.

c) Amenity

Amenity atau amenitas adalah segala fasilitas pendukung yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di destinasi. Amenitas

(5)

berkaitan dengan ketersediaan sarana akomodasi untuk menginap serta restoran atau warung untuk makan dan minum. Kebutuhan lain yang mungkin juga diinginkan dan diperlukan oleh wisatawan, seperti toilet umum, rest area, tempat parkir, klinik kesehatan, dan sarana ibadah sebaiknya juga tersedia di sebuah destinasi. Tentu saja fasilitas-fasilitas tersebut juga perlu melihat dan mengkaji situasi dan kondisi dari destinasi sendiri dan kebutuhan wisatawan. Tidak semua amenitas harus berdekatan dan berada di daerah utama destinasi. Destinasi alam dan peninggalan bersejarah sebaiknya agak berjauhan dari amenitas yang bersifat komersial, seperti hotel, restoran dan rest area.

d) Ancilliary

Ancilliary berkaitan dengan ketersediaan sebuah organisasi atau orang-orang yang mengurus destinasi tersebut. Ini menjadi penting karena walaupun destinasi sudah mempunyai atraksi, aksesibilitas dan amenitas yang baik, tapi jika tidak ada yang mengatur dan mengurus maka ke depannya pasti akan terbengkalai. Organisasi sebuah destinasi akan melakukan tugasnya seperti sebuah perusahaan. Mengelola destinasi sehingga bisa memberikan keuntungan kepada pihak terkait seperti pemerintah, masyarakat sekitar, wisatawan, lingkungan dan para stakeholder lainnya.

Referensi

Dokumen terkait

Peran dari masing- masing stakeholder dalam pembangunan: Pemerintah Swasta (TWM) Masyarakat Informan (Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, Tokoh masyarakat, pihak

Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui Pengembangan dan Pengelolaan Obyek Wisata Gunung Kelud dan peran pihak pelaku pariwisata(Pemerintah Daerah, masyarakat

Untuk mengambangkan Pasar Buah Berastagi perlu dilakukan identifikasi peran masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata di Pasar Buah serta potensi pengembangan

3) Pelaku pariwisata (masyarakat setempat) sebesar 70% dari pendapatn total desa dalam hal pariwisata yang telah dikurangi 10% untuk pemerintah desa. Peran dari

Pihak pariwisata mengatur semua unsur-unsur yang terlibat dalam manajemen seperti: (1) orang yang akan bekerja [manusia] (masyarakat Kototinggi); (2) keuangannya,

Pemerintah, Swasta dan Masyarakat sudah semestinya sama-sama menanamkan kesadaran bahwa pariwisata sudah menjadi kebutuhan yang harus dipersiapkan bagi pemenuhan hak

Tanpa keterlibatan semua stakeholders, baik LSM, pihak swasta maupun pemerintah dengan peran yang proporsional serta kerjasama dengan masyarakat maka tidak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Pemerintah dalam Pengembangan Potensi Pariwisata di Kawasan Pesisir Kabupaten Bone