• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN YURIDIS DALAM PEMBERIAN KREDIT TANPA AGUNAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN BANK UMUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TINJAUAN YURIDIS DALAM PEMBERIAN KREDIT TANPA AGUNAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN BANK UMUM"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan Bank melakukan kebijakan tersebut adalah menjamin kelancaran proses kredit tersebut dan mencegah kredit bermasalah dengan melalui Kredit Sindikasi untuk

Berdasarkan hasil penelitian hukum ini, penerapan prinsip kehati-hatian bank dalam pemberian kredit dengan jaminan Resi Gudang yang dilaksanakan oleh Bank Jateng

Tujuan Bank melakukan kebijakan tersebut adalah menjamin kelancaran proses kredit tersebut dan mencegah kredit bermasalah dengan melalui Kredit Sindikasi untuk

Dengan demikian penerapan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit yang dilakukan Bank X yang sesuai dengan peraturan peraturan perundang-undangan, merupakan bentuk

Dalam menjalankan kegiatan usaha kredit tersebut, perbankan diwakili oleh pejabat bank memberikan pelayanan produk dan atau jasa kredit kepada masyarakat. Adapun

“Bank Indonesia menetapkan ketentuan mengenai batas maksimum pemberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, pemberian jaminan, penempatan investasi surat

1) Bank Indonesia menetapkan ketentuan mengenai batas maksimum pemberian kredit atau pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah, pemberian jaminan, penempatan investasi Surat

Kewajiban untuk menerapkan prinsip kehati-hatian khususnya dalam pemberian kredit tercantum dalam Pasal 8 1 Undang-Undang Perbankan yaitu: “Dalam memberikan kredit atau pembiayaan