• Tidak ada hasil yang ditemukan

Farmakokinetik Klinik Obes

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Farmakokinetik Klinik Obes"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

Clinical Pharmacokinetics on Obes,

Clinical Pharmacokinetics on Obes,

Pediatry and Geriatri Patients

Pediatry and Geriatri Patients

KELOMPOK 8

KELOMPOK 8

R

R

i

i

a

a

n

n

t

t

i

i

N

N

o

o

v

v

a

a

l

l

i

i

a

a

n

n

a

a

1

1

1

1

1

1

1

1

8

8

!

!

R

R

i

i

s

s

n

n

a

a

l

l

i

i

a

a

1

1

1

1

1

1

1

1

!

!

R

R

i

i

"

"

k

k

y

y

#

#

k

k

b

b

a

a

r

r

1

1

1

1

1

1

1

1

!

!

1

1

$

$

r

r

i

i

R

R

a

a

h

h

a

a

y

y

%

%

P

P

%

%

t

t

r

r

i

i

1

1

1

1

1

1

1

1

!

!

&

&

$

$

%

%

c

c

i

i

#

#

m

m

a

a

n

n

d

d

a

a

1

1

1

1

1

1

1

1

!

!

'

'

(2)

PROSES ADME OBAT 

PROSES ADME OBAT 

Ketika suatu sediaan obat diberikan dengan cara

Ketika suatu sediaan obat diberikan dengan cara

ekstravaskuler ( per oral, intrauskular, intraperitoneal,

ekstravaskuler ( per oral, intrauskular, intraperitoneal,

subkutan, dan elalui rektu ! kepada pasien, aka obat

subkutan, dan elalui rektu ! kepada pasien, aka obat

akan engalai proses absorpsi, distribusi, etabolise dan

akan engalai proses absorpsi, distribusi, etabolise dan

ekskresi (ADME!, sebelu ia encapai reseptor (R!"

ekskresi (ADME!, sebelu ia encapai reseptor (R!"

Obat akan berada didala sirkulasi sisteik dengan kadar

Obat akan berada didala sirkulasi sisteik dengan kadar

tertentu,,

tertentu,, keudian

keudian enebus

enebus keluar

keluar dari

dari pebulu#

pebulu# dara#,

dara#,

terdistribusi keseluru# $aringan organ dan ak#irn%a

terdistribusi keseluru# $aringan organ dan ak#irn%a

berikatan dengan reseptor pada sel ebran" &katan obat

berikatan dengan reseptor pada sel ebran" &katan obat

dengan reseptor ini keudian eicu berbagai reaksi kiia

dengan reseptor ini keudian eicu berbagai reaksi kiia

didala sel, sapai tibul e'ek obat"

(3)

PROSES ADME OBAT 

PROSES ADME OBAT 

Ketika suatu sediaan obat diberikan dengan cara

Ketika suatu sediaan obat diberikan dengan cara

ekstravaskuler ( per oral, intrauskular, intraperitoneal,

ekstravaskuler ( per oral, intrauskular, intraperitoneal,

subkutan, dan elalui rektu ! kepada pasien, aka obat

subkutan, dan elalui rektu ! kepada pasien, aka obat

akan engalai proses absorpsi, distribusi, etabolise dan

akan engalai proses absorpsi, distribusi, etabolise dan

ekskresi (ADME!, sebelu ia encapai reseptor (R!"

ekskresi (ADME!, sebelu ia encapai reseptor (R!"

Obat akan berada didala sirkulasi sisteik dengan kadar

Obat akan berada didala sirkulasi sisteik dengan kadar

tertentu,,

tertentu,, keudian

keudian enebus

enebus keluar

keluar dari

dari pebulu#

pebulu# dara#,

dara#,

terdistribusi keseluru# $aringan organ dan ak#irn%a

terdistribusi keseluru# $aringan organ dan ak#irn%a

berikatan dengan reseptor pada sel ebran" &katan obat

berikatan dengan reseptor pada sel ebran" &katan obat

dengan reseptor ini keudian eicu berbagai reaksi kiia

dengan reseptor ini keudian eicu berbagai reaksi kiia

didala sel, sapai tibul e'ek obat"

(4)

AS&B OBAT DA)AM T*B*+

AS&B OBAT DA)AM T*B*+

o o

Absorpsi

Absorpsi

o o

Distribusi

Distribusi

o o

Metabolise

Metabolise

o o

Eksresi

Eksresi

asib obat dala tubu#"

asib obat dala tubu#" Setela# asuk kedala

Setela# asuk kedala

tubu#, ia engalai proses absorpsi, distribusi,

tubu#, ia engalai proses absorpsi, distribusi,

etabolise dan ekskresi(ADME!, eng#asilkan

etabolise dan ekskresi(ADME!, eng#asilkan

kadar obat didala dara# ter#adap aktu

kadar obat didala dara# ter#adap aktu

sebelu obat enibulkan e'ek

(5)

DE-&&S& OBES&TAS

DE-&&S& OBES&TAS

Obesitas erupakan suatu kelainan koplek

Obesitas erupakan suatu kelainan koplek

pengaturan na'su akan dan etabolise energi

pengaturan na'su akan dan etabolise energi

%ang dikendalikan ole# beberapa 'aktor biologik

%ang dikendalikan ole# beberapa 'aktor biologik

spesi'ik" -aktor genetik diketa#ui sangat

spesi'ik" -aktor genetik diketa#ui sangat

berpengaru# bagi perkebangan pen%akit ini"

berpengaru# bagi perkebangan pen%akit ini"

Secara 'isiologis obesitas dide'inisikan sebagai

Secara 'isiologis obesitas dide'inisikan sebagai

akuulasi leak %ang tidak noral atau

akuulasi leak %ang tidak noral atau

berlebi#an di$aringan adiposa se#ingga dapat

berlebi#an di$aringan adiposa se#ingga dapat

engganggu kese#atan"

(6)

Pengaturan asupan akanan seperti kita keta#ui

sebelun%a diatur ole# suatu pusat lapar di

#ipotalaus

lateral

dan

pusat

ken%ang

di

ventroedialis

#ipotalaus"

Dengan

adan%a

perangsangan di #ipotalaus lateral seorang individu

akan akan dengan rakus sedangkan apabila ter$adi

perangsangan di inti ventroedialis #ipotalaus akan

en%ebabkan rasa ken%ang ba#kan enolak untuk

akan"

Terdapat $uga beberapa pusat akan lain %ang letakn%a

berdekatan dengan #ipotalaus %ang eegang

peranan penting dala pengendalian na'su akan, %aitu

aigdala dan daera# kortek siste libik"

(7)

-AKTOR .A/ ME/AT*R

AS*PA MAKAA DA)AM T*B*+

o

-aktor utrisi

 %ang ber'ungsi eperta#ankan $ula# sipanan

nutrien noral dala tubu#"

o

-aktor Pengaturan Pencernaan

 %ang terutaa berpengaru# langsung dengan

keinginan akan" -aktor ini biasa disebut $uga

sebagai pengaturan peri'er atau pengaturan

 $angka pendek"

(8)

o

-aktor /enetik

Dikatakan $uga epun%ai peranan akan

ter$adin%a

obesitas"

Kelainan

genetik

tersebut dapat ter$adi berupa kelainan

genetik pusat pengaturan akan aupun

kondisi psikis %ang secara #erediter

abnoral, aupun kondisi genetik %ang

en%ebabkan

ter$adin%a

peningkatan

(9)

Beberapa -aktor utrisi .ang

Mengendalikan Dera$at Akti'itas Makan

0" Ketersediaan glukosa pada sel tubu#"(Teori glukostatik !

Tela# laa diketa#ui ba#a penurunan kadar glukosa dara# berkaitan dengan tibuln%a rasa lapar"Ada dua #asil pengaatan %ang endukung 'aktor ini %aitu adan%a kondisi naikn%a kadar glukosa dara# akan eningkatkan akti'itas listrik diinti ventroedialis #ipotalaus sebagai pusat ken%ang dan eng#abat akti'itas listrik dilateral #ipotalaus sebagai pusat lapar" Kondisi kedua adala# ken%ataan ba#a adan%a si'at glukosa %ang dapat beker$a eningkatkan dera$at rasa ken%ang pada inti ventroedialis sebagai pusat ken%ang"

1" Pengaru# konsentrasi asa aino dara#

Kenaikan kadar asa aino dala dara# dapat $uga engurangi akan sedangkan turunn%a kadar asa aino didala dara# akan eningkatkan akan" 2alaupun deikian secara uu kondisi ini tidak sekuat ekanise glukostatik"

3" Pengaru# etabolise leak (Pengaru# $angka pan$ang !"

Dera$at akan secara keseluru#an bervariasi #apir terbalik dengan dengan $ula# $aringan adiposa" 4ika kuantitas $aringan adiposa eningkat,aka la$u akan akan enurun" Ole# karena itu para a#li 'isiologi perca%a ba#a pengaturan akan $angka pan$ang dikendalikan terutaa ole# etabolik leak" Teori ini disebut $uga sebagai teori lipostatik"

(10)

Selain kondisi diatas terdapat $uga beberapa

interaksi endokrin %ang berasal dari saluran

cerna %ang diperca%a ikut engatur atau

epengaru#i pusat akan dari $alur peri'er"

Beberapa

#oron

tersebut

adala#

5

c#olesistokinin, peptida dan g#relin" +oron

terak#ir ini saat ini dikenal sebagai 6

#unger

#orone 

6 %ang dapat eningkatkan rasa lapar

dan enibulkan ter$adin%a obesitas bila

diberikan secara kronik" Selain saluran cerna

beberapa organ lain seperti #epar, pankreas,

 $aringan adiposa dan otot rangka $uga dapat

(11)

Klasi(ikasi Obesitas

Mengukur leak tubu# secara langsung sangat sulit se#ingga sebagai

penggantin%a dipakai

bod% ass inde7

(BM&! atau indeks assa tubu# (&MT!

untuk enentukan berat badan lebi# dan obesitas pada orang deasa"1Disaping

&MT, enurut rekoendasi 2+O lingkar pinggang ()P! $uga #arus di#itung untuk

enilai adan%a obesitas sentral dan koorbid obesitas terutaa pada &MT 189

3:,; kg<1"1

&MT erupakan indikator %ang paling sering digunakan serta praktis untuk

engukur tingkat populasi berat badan lebi# dan obesitas pada orang deasa"

Pengukuran ini erupakan langka# aal dala enetukan dera$at adipositas, dan

dikatakan berkorelasi kuat dengan $ula# assa leak tubu#"0=,0> *ntuk

penelitian epideiologi digunakan &MT atau indeks

?uetelet

 %aitu berat badan

dala kg dibagi tinggi badan dala eter kuadrat (1!" Karena &MT

enggunakan tinggi badan, aka pengukurann%a #arus dilakukan dengan teliti"1

Klasi'ikasi &MT %ang direkoendasikan untuk digunakan adala# klasi'ikasi %ang

diadopsi dari

t#e ational &nstitute o' +ealt#

(&+! dan

2orld +ealt#

Organi@ation

(2+O!, %ang tertera pada tabel 0 dibaa# ini" De'inisi berat badan

lebi# dan obes sangat tergantung dengan ras" Klasi'ikasi &+ dan 2+O sering

digunakan untuk ras kulit puti#, #ispanik dan ras kulit #ita"

(12)

 Klasifkasi Berat Badan Lebih dan Obesitas Berdasarkan IMT

KATEGORI IMT (Kg/m2)

Keterangan

Berat Badan Kurang

˂ 18,5

Kisaran Normal

18,5  !",#

Berat Badan Lebih

$ !5

%ra&Obes

!5,'

!#,#

Obes Tingkat l

(','  (",#

Obes Tingkat ll

(5,'  (#,#

Obes Tingkat lll

$"','

(13)

/E4A)A DA TADA9TADA OBES&TAS

Sala# satu tanda9tanda dari obesitas adala# penibunan leak %ang

berlebi#an dibaa# dia'raga dan didala dinding dada %ang bisa

enekan paru9paru, se#ingga tibul gangguan perna'asaan dan sesak

na'as, eskipun penderita #an%a elakukan aktivitas %ang ringan"

Biasan%a gangguan pernapasan itu ter$adi pada saat tidur dan

en%ebabkan ter#entin%a pernapasan untuk seentara (tidur apneu!,

se#ingga pada siang #ari penderita sering erasa engantuk"

Obesitas $uga sering diteukan pada berbagai asala# ortopedik,

terasuk n%eri punggung baa# dan asala# osteoritis" Sering $uga

diteukan kelainan tubu# pada penderita, seseorang %ang obesitas

eiliki perukaan tubu# %ang relati' lebi# sepit dibandingkan

dengan berat badann%a, se#ingga panas tubu# tidak dapat dibuang

secara e'esien dan engeluarkan keringat %ang ban%ak" Pada obesitas

dapat $uga diteukan ge$ala edea (pebengkakan akibat penibunan

 $ula# cairan! didaera# tungkai dan pergelangan tangan"

(14)

)$ar*ono,+-Tabel 3"31 -aktor9'aktor %ang epengaru#i ADME obat pada obesitas

(Ritsc#el  Kearns, 1:5 )ee dkk, 1=5 Blouin  Enso, 1>!

Parameter .aktor .isiolo/ik #kibat

#bsor0si Peruba#an inor Data terbatas5 untuk propranolo tidak terpengaru#"

istrib%si Kenaikan berat tubu# langsing (lean bod% ass!, $aringan adipose, ukuran organ, volue dara#, dan cura# $antung"

Colue distribusi obat larut leak (lipo'ilik! lebi# besar, tetapi volue distribusi obat #idro'ilik relati' tetap"

Kenaikan ikatan obat dengan 9 acid gl%coprotein (AA/!, lipoprotein, asa leak bebas

Penurunan 'raksi bebas obat basa lea#" Keungkinan pendesakan obat asa lea#"

Metabolisme Kenaikan aliran dara# splanc#nic dan #ati, $ula# sel #ati, degenerasi sel parensi, in'iltrasi leak, kolestasis, 'ibrosis dan in'iltrasi periportal"

Biasan%a engurangi klirens obat dengan rasio ekstraksi #epatik (E#! tinggi" Aktivitas en@i tertentu (etabolise 'ase90! berkurang" /lukuronidasi dan sul'asi eningkat"

Ekskresi Kenaikan ukuran gin$al, kecepatan aliaran dara# gin$al, 'iltrasi gloeruli, dan sekresi tubular"

(15)

Ruus Berat Badan *ntuk Penetapan Dosis

Penetapan dosis obat pada pasien obesitas dapat berdasarkan berat

badan total (TB2!, berat badan langsing %ang eperkirakan berat

badan tanpa leak,

'at9'ree ass

(lean bod% eig#t, )B2!, indeks asa

tubu# (

bod% ass inde7,

  BM&!, atau luas perukaan tubu# (BSA!,

tergantung si'at 'isiko9kiiai obat dan tingkat obesitas"

(Ritsc#el  Kearns, 1:5 )ee dkk, 1=!"

Misaln%a untuk penetapan loading dose, volue distribusi obat lipo'ilik

di#itung enggunakan TB2, untuk penatapan dosis aintenance obat

%ang klirens tidak terpengaru# ole# obesitas digunakan &B2, sedangkan

$ika klirens eningkat digunakan )B2" Karena distribusi obat9obat %ang

#idro'ilik ke dala $aringan adipose sangat kecil, se#ingga nilai Cd9n%a

relati' tidak beruba#, aka tidak diperlukan peruba#n loading dose pada

obesitas" 4adi acuan dosis untuk loadig dose enggunakan &B2 (Anoni,

1!"

(16)

Persaaan9persaaan Berat Badan

 (Anoni, 15 /reen Du''ull, 1:!

*ntuk pasien dengan tinggi badan F 08 c G

&B2 pria deasa H 8 kg I J ,; kg 7 (T  08!L

&B2 anita deasa

H :8 kg I J ,; kg 7 (T  08!L

&ndeks asa tubu# (BM&! $uga la@i digunakan untuk eng#itung dosis pada

kelebi#an berat badan dan obesitas (S#argel dkk, 18! G

BM& H Berat Badan < Tinggi badan 7 0"

(BM& dengan satuan kg<, berat badan dala kilogra,

tinggi badan dala c!

(17)

Absorpsi Obat

&n'orasi tentang pengaru# obesitas ter#adap ketersediaan

#a%ati obat asi# belu ban%ak, se#ingga seentara ini

belu dapat dibuat generalisasi engenai disposisi obat"

Ketersediaan #a%ati ida@ola dan propranolol, dua obat

dengan rasio ekstraksi #epatik (E#! tinggi, dan $uga

de7'en'lurain, tidak berbeda antara sub%ek kegeukan

dengan berat badan noral" Begitu pula ketersediaan #a%ati

siklosporin pada peneria cangkok gin$al, tidak berbeda

antara pasien obesitas dan noral" Ba#kan absorpsi dan en@i

etabolise intestinal tidak terpengaru# ole# pasien

obesitas %ang engalai

#%pass

labung atau $e$unoileu,

ketika antipirin digunakan sebagai

probe

(Blouin  Enso,

(18)

D&STR&B*S& OBAT 

Kecepatan dan luas distribusi obat tergantung dari berbagai 'aktor

obat dan 'isiologik, sedangkan pada obesitas , ter$adi kenaikan

cura# $antung, volue dara#, berat organ, berat tubu# langsing

(

lean bod% ass5

)BM! dan kenaikan $aringan adipose" Seperti %ang

diketa#ui, )BM terdiri dari assa sel tubu# terasuk leak

ebran sel (erupakan koponen utaa tubu#!, air

ekstraseluler, dan $aringan konekti' tanpa leak5 dan di dala

assa sel tubu# inila# lebi# dari ;;N etabolise ter$adi

(aaratne dkk, 0;;!"

4adi distribusi obat %ang larut leak (lipo'ilik! uun%a eningkat

karena kenaikan berat badan total, se#ingga epengaru#i besar

loading dose,

interval peberian obat, aktu9paro eliinasi dan

aktu %ang diperlukan untuk encapai kadar tunak di dala dara#"

(19)

Tabel 3"33" pengaru# obesitas dan berat badan noral

()BM! ter#adap volue distribusi (liter! beberapa

obat (Blouin  Enso, 1>!

Obat Obesitas LBM Rasio

Obesitas/LB M

)mikasin

*ia+eam

*igoksin

Ka-ein

.iklosorin

/eraamil

!0,8

!#1,#

#81

0#,#

!!#

1,(

18,0

#',

#(

"(,0

!#5

('1

1,"

(,!

1,1

1,0

',8

!,"

(20)

METABO)&SME OBAT 

Studi tentang aktivitas etabolise pada obesitas asi# belu ban%ak"

aun tabel berikut (Tabel 3"38! untuk seentara dapat di$adikan acuan

dala eperkirakan disposisi obat"

Tabel 3"38" Pengaru# obesitas ter#adap eliinasi #epatik dan renal

 (Blouin  Enso, 1>!

En"im 2e0atik

.P1E0

.P3A: dan .P1B=

/lukuronidase dan Sul'atase

Asetilase

Meningkat

Berkurang

Meningkat

Tidak beruba#

Ekskresi /in3al

/-R dan sekresi tubular

Reabsorpsi tubular

Meningkat

Berkuang

(21)

.P1E0" Kenaikan aktivitas en@i ini dibuktikan

enggunakan c#lor@o7a@one, suatu arker %ang selekti'

untuk en@i .P1E0, ketika klirens oral obat tersebut

lebi# cepat pada obesitas dibandingkan sub%ek dengan

berat badan noral" onto# obat lain %ang dietabolise

ole# en@i ini iala# parasetaol, #alotan, en'luran,

iso'luran, dan etoksi'luran" Kenaikan aktivitas en@i ini

%ang diduga sebagai pen%ebab kanker pada obesitas,

sebab ia $uga eetabolise pro9karsinogen (9

nitrosain!, dan pen%ebab pen%akit #ati karena alko#ol

(Bibi, 1!"

(22)

EKSKRES& OBAT 

Kegeukan $uga epercepat 'iltrasi gloeruli (/-R! dan sekresi

obat elalui tubuli gin$al, naun engurangi reabsorpsi tubuli gin$al"

+asil ak#ir dari 'enoena ini iala# ter$adin%a kenaiakan klirens

gin$al" 4ika eliinasi obat dari tubu# sebagian besar elalui gin$al,

dan sedikit dietabolise, aka kenaikan klirens gin$al dapat

diartikan sebagai kenaikan klirens total obat dari tubu#" Akibatn%a

dosis perlu dinaikan untuk engibangi kenaikan klirens tersebu

t"

Selain itu, pada obesitas $uga ter$adi kenaikan ukuran gin$al, diana

kenaikan ini sebanding dengan kenaikan berat tubu# total dan luas

perukaan tubu#" Kenaikan /-R pada obesitas dibuktikan elalui

klirens r9EDTA dan klirens kreatinin, sedangkan kenaikan klirens

gin$al prokainaid, sietidin dan se'otaksi (Blouin  Enso, 1>!"

(23)

Tabel 3"3=" Klirens obat pada obesitas

(Blouin  Enso, 1>5 Anoni, 1!

4idak 5er%bah Menin/kat 5erk%ran/

Alpra@ola Antipirin Dia@epa Desetildia@epa Digoksin De7'en'lurain Eno7aparin -enitoin /liburid /lipi@id &'os'aid Karbaa@epin )abetalol )idokain Mida@ola Prokainaid Propo'ol Siklo'os'aid Siklosporin Sotalol Su'entanil Bisoprolol Busul'an #lor@o7a@one Dia@epa En'luran /entaisin +alotan &bupro'en Ka'ein )itiu )ora@epa ebivolol itra@epa Oksa@epa Parasetaol Prednisolon Se'atoksi Sietidin Sipro'loksasin Tiopental Tobraisin Do7orubisin Metilprednisolon Karbaa@epin Propranolol Tria@ola

(24)

-ARMAKOK&ET&K OBAT9OBAT OBES&TAS

$ib%tramine 2ydrochloride

Struktur Sibutraine +%droc#loride

Sibutraine #%droc#loride erupakan golongan

O5#4 KER#$

  %ang

digunakan dala pengobatan obesitas, diana obat ini #an%a dapat diperole#

dan digunakan berdasarkan resep dokter"

Sibutraine direkoendasikan untuk pasien obesitas dengan inde7 assa

tubu# F 3 kg<

1

, atau F 1> kg<

1

untuk pasien dengan resiko diabetes,

(25)

Mekanisme #ksi

Sibutrain

#%droc#loride

eng#abat

reuptake

noradrenaline dan serotonin ole# sel sara' setela# kedua

neurotransiter ini en%apaikan pesan diantara sel sara'

 %ang ada di otak" di#abatn%a reuptake ebuat kedua

neurotransitter ini bebas en$ela$a# di otak" saat itula#

keduan%a eng#asilkan perasaan penu# (ken%ang! pada pasien

se#ingga engurangi keinginan untuk akan"

Obat ini terbukti enurunkan asupan akanan dan

eningkatkan t#erogenesis" Secara invivo, sibutraine

beker$a elalui 1 etabolit akti' %aitu M

0

 dan M

1

" E'ikasin%a

untuk enurunkan dan eperta#ankan berat badan tela#

ditun$ukkan pada beberapa penelitian klinis"

(26)

-arakokinetik Obat

Sibutraine diabsorpsi cepat di saluran gastroinestinal (>>N!"

Sibutrain terdistribusi luas ke $aringan terutaa di #ati dan

gin$al" Metabolit M

0

dan M

1

terikat seban%ak ;:N pada protein

plasa sedangkan sibutraine terikat ;>N pada protein plasa"

+al ini enun$ukkan ba#a volue distribusi (Cd! sibutrain,

etabolit M

0

 dan M

1

kecil didala tubu#"

Sibutrain engalai 'irst pass etabolise di #ati ole# sitokro

P:8 isoen@i .P3A: enga#asilkan dua etabolit akti', M

0

  dan

M

1

" Kedua etabolit ini selan$utn%a engalai kon$ugasi dan

#idroksilasi en$adi etabolit inakti', %aitu M

8

 dan M

="

 T 

0<1

eliinasi

sibutrain adala# 0 $a , MetaboliteG M

0

G 0: $a, M

1

  G 0= $a"

Taks sibutrain 0,1 $a, Metabolit G M

0

dan M

1

  G 39: $a"

Sibutrain dan etabolitn%a dieksresikan terutaa leat urine

(>>N! dan 'eses"

(27)

 6enical

6enical

  %ang engandung

Orlistat

  01 g ,ruus kiian%a

)$-7+7

(ormylamino7&7methyl70entanoic acid )$-717)+$, $-77he9yl7&7

o9o7+7o9etanyl: methyl:7dodecyl ester

" Ruus Epirisn%a

C+!2'NO'

"

Mekanisme #ksi

Qenical adala# suatu peng#abat en@i lipase saluran cerna %ang

poten dan spesi'ik dengan laa ker$a %ang pan$ang" Beker$a pada luen

labung dan usus #alus dengan ebentuk suatu ikatan kovalen pada

bagian serine %ang akti' dari lipase pankreas dan labung" En@i %ang di

non9akti'kan tersebut dengan deikian tidak dapat eng#idrolisis

trigliserida akanan en$adi asa leak bebas dan onogliserida %ang

dapat diabsorpsi" Karena trigliserida %ang utu# tidak diserap, aka de'isit

kalori akan berdapak positi' pada pengaturan berat badan" Dengan

deikian tidak diperlukan absorpsi sisteik dari obat untuk dapat

(28)

-arakokinetik Obat

#bsor0si ;

$t%di 0ada rela*an sehat den/an berat badan normal dan rela*an den/an obesitas mem0erlihatkan 3%mlah orlistat yan/ disera0 adalah minimal< Konsentrasi 0lasma orlistat yan/ tidak ter%rai tidak ter%k%r ) = ' n/>ml- setelah 8 3am 0emberian orlistat 0er oral < ?m%mnya 0ada dosis tera0i, kadar 0lasma orlistat yan/ tidak ter%rai hanya terdeteksi secara s0oradis dan dalam konsentrasi yan/ san/at rendah )=1 n/>ml ata% ,+mm-, tan0a b%kti7b%kti ak%m%lasi, yait% konsisten den/an tin/kat absor0si yan/ da0at diabaikan< istrib%si @ol%me distrib%si tidak da0at ditent%kan karena tin/kat absor0si obat san/at minimal dan tidak memiliki (armakokinetik sistemik yan/ 3elas< Orlistat in vitro mem0erlihatkan A !! B ikatan 0rotein 0lasma )ter%tama li0o0rotein dan alb%min-< istrib%si orlistat ke dalam eritrosit san/at sedikit"

Metabolisme

5erdasarkan data yan/ di0eroleh dari he*an, san/at m%n/kin metabolisme orlistat ter%tama berlan/s%n/ 0ada dindin/ %s%s< 5erdasarkan st%di 0ada 0asien obesitas, d%a metabolit %tama yait% M1 )cincin lakton & an//ota dihidrolisis- dan M )M1 den/an N7 (ormil le%cine moiety dibelah- meli0%ti ham0ir &+ B dari total konsentrasi 0lasma yan/ dihasilkan oleh (raksi yan/ san/at kecil dari obat yan/ diabsor0si secara sistemik< M1 dan M mem0%nyai cincin 57lakton terb%ka dan aktivitas hambat li0ase yan/ san/at lemah )1 dan +' kali lebih lemah dari orlistat-< Mem0erhatikan aktivitas hambat dan kadar 0lasma yan/ rendah 0ada dosis tera0etik )rata7rata + n/>ml dan 18

(29)

Eliinasi

Studi pada orang %ang beratn%a noral dan pasien obesitas enun$ukkan ba#a

ekskresi elalui 'eses dari obat %ang tidak diserap adala# erupakan cara eliinasi

utaa" +apir ;> N dari dosis obat %ang diberikan akan diekskresi elalui 'eses

dan 3Nn%a dala bentuk orlistat %ang tidak terurai" Ekskresi gin$al kuulati' dari

total orlistat adala#  1N dari dosis" 2aktu untuk encapai ekskresi lengkap ('eses

dan kei#! adala# 3 9 8 #ari" Ekskresi orlistat tapakn%a serupa antara orang %ang

epun%ai berat noral dan obesitas" Orlistat, M0 dan M3 $uga diekskresi elalui

epedu" &ndikasi dan penggunaan Qenical bersaa9saa dengan diet renda# kalori

diindikasikan untuk pengobatan pasien9pasien obesitas dengan indeks assa tubu#

(BM&! lebi# besar atau saa dengan 3 kg<1, atau pasien dengan berat badan

berlebi#

(BM&

1

kg<1

dengan

'aktor

risiko

pen%erta!"

Pengobatan dengan orlistat sebaikn%a #an%a diulai $ika sebelun%a usa#a

penurunan berat badan dengan elakukan diet ber#asil engurangi berat badan

sedikitn%a 1,8 kg dala : inggu berturut9turut" Pengobatan dengan orlistat

sebaikn%a di#entikan setela# 01 inggu $ika pasien tidak dapat encapai penurunan

berat sedikitn%a 8N dari berat badan saat eulai pengobatan"

(30)

osis dan Pemakaian

e*asa

osis 6enical yan/ dian3%rkan adalah 1 ka0s%l 1+ m/ setia0 kali makan )saat makan ata% hin//a 1 3am setelah makan-< Dika tidak makan ata% makanan tidak men/and%n/ lemak, 6enical boleh tidak diberikan< Khasiat 0en/obatan 6enical )termas%k 0en/at%ran berat badan dan 0erbaikan (aktor resiko- ter%s berlan3%t 0ada 0emakaian  3an/ka 0an3an/< Pasien har%s menda0at diet rendah kalori den/an n%trisi berimban/

den/an kand%n/an lemak kira7kira B dari 3%mlah kalori total< iet dian3%rkan a/ar kaya akan b%ah7b%ahan dan say%r7say%ran< #s%0an harian lemak, karbohidrat dan 0rotein har%s diba/i rata dalam  kali makan< Karena tidak ada data men/enai %3i khasiat dan keamanan, maka 0en/obatan den/an orlistat tidak boleh lebih dari + tah%n osis di atas 1+ m/ ti/a kali 0erhari bel%m men%n3%kkan man(aat tambahan< Penyes%aian dosis tidak di0erl%kan %nt%k 0asien /eriatri< 5erdasaran 0en/%k%ran lemak (eses, e(ek 6enical da0at se/era terlihat +&7&8 3am setelah 0emberian< Pada 0en/hentian 0en/obatan, kand%n/an lemak (eses biasanya kembali 0ada keadaan sebel%mnya dalam &87+< 3am< #nak7anak diba*ah 18 tah%n

Keamanan dan khasiat 6enical 0ada anak7anak bel%m ditent%kan< Pen//%naan 6enical tidak dit%3%kan ba/i anak7anak<

(31)

• Pentermine

 ) m/ 0ada 0a/i hari ata% 8 m/ sebel%m makan - adalah stim%lant yan/ a/ak k%at dan 0otensial 0enyalah/%naan yan/ lebih rendah dari0ada am0hetamine dan lebih e(ekti( dari0ada 0lacebo7control st%dies< E(ek sam0in/ ) 0enin/katan tekanan darah, 0al0itasi, aritmia, midriasis, 0enin/katan ker3a ins%lin hin//a ter3adi hi0o/likemi- dan ineteraksi den/an M#OF yan/ memiliki im0likasi 0ada bebera0a 0asien<

• ietil0ro0ion

  ) +' m/ sebel%m makan ata% ' m/ 0ada sediaan le0as lambat setia0 0a/i-lebih e(kti( dari 0ada 0lacebo da0at men/%ran/i berat badan den/an ce0at< #dalah salah sat% s%0resan noradrener/ic yan/ aman dan da0t di/%nakan 0ada 0asien den/an hi0ertensi rin/an sam0ai sedan/ ata% an/ina ta0i tidak da0at di/%nakan 0ada 0asien den/an hi0ertensi berat ata% 0enyakit kardiovask%ler yan/ si/ni(ikan<

• #m(etamin

 secara %m%m dihindari karena kek%atan stim%lan dan 0otensial adiksinya<

•  E(edrin

)+ m/ den/an ata% tan0a ca((eine + m/, sam0ai  kali sehari- memiliki akti(itas s%0resi( dan termo/enik yan/ lebih baik dari0ada 0lacebo dalam 0ercobaan hin//a  b%lan< E(ek sam0in/ yan/ %m%m ter3adi adalah tremor, a/itasi, 0anic, kerin/at berlebih dan insomnia, 0al0itasi dan takikardi 3%/a 0ernah dila0orkan<

(32)

.l%oksetin

=8 g se#ari eiliki penurunan berat badan 19: kg dari pada percobaan

control9plasebo" Tapi tidak berbeda diantara asing9asing grup dala periode

#ingga 0 ta#un" Peneuan se$enis $uga diteukan pada penggunaan sertralin 1g

per #ari"

Pe0tida7 0e0tida

)se0erti le0tin, ne%ro0e0tida , /alanin- yan/ sedan/ diselidiki karena

mani0%lasi ekso/en%s m%n/kin menyediakan 0endekatan tera0etik kede0an %nt%k

mana3emen

obesitas

)di0iro,

+'-Obat7obat yan/ ada di indonesia ;

7 Orlistat ) 9enicalH /olon/an obat kerasa ) K

-7 $ib%tramin K

7 Ma"indol ) 4eronacH - K

7 ietil0ro0ion ) a0isateH - K

7 eks(en(l%ramina ) FsomerideH - K

7 .enl%ramina72CL ) PonderalH - K

7 E(edrin K

7 .l%oksetin ) #nde0H, anti0restinH, co%ra/eH, (oransiH, kal9etinH, lode0H,

0restinH, Pro"acH - K

(33)

Penggunaan Obat Pada Anak9anak

( Pediatr% !

Penggunaan obat pada anak9anak erupakan #al k#usus %ang berkaitan dengan

perbedaan la$u perkebangan organ, siste dala tubu# aupun en@i %ang

bertanggung $aab ter#adap etabolise dan ekskresi obat" Sesuai dengan alasan

tersebut aka dosis obat, 'orulasi, #asil pengobatan dan e'ek saping obat tibul

sangat beraga sepan$ang asa anak9anak"

Agar dapat enentukan dosis obat disarankan beberapa penggolongan untuk

ebagi asa anak9anak"

T#e Britis# Paediatric Association (BPA! 

  engusulkan

rentang aktu berikut %ang didasarkan pada saat ter$adin%a peruba#an9peruba#an

biologis G

eonatus

G Aal kela#iran sapai usia 0 bulan ( dengan subseksi tersendiri

untuk ba%i %ang la#ir saat usia kurang dari 3> inggu dala kandungan"

Ba%iG 0 bulan sapai 1 ta#un

Anak

G 1 sapai 01 ta#un (dengan subseksiG anak dibaa# usia = ta#un

eerlukan bentuk sediaan %ang sesuai"

Rea$a G 01 sapai 0 ta#un"

Peruba#an biologis %ang diakili ole# tiap rentang aktu tersebut adala#G neonatus,

ter$adi peruba#an kliakterik %ang sangat penting5 ba%i, erupakan asa aal

pertubu#an %ang pesat5 anak9anak adala# asa pertubu#an secara berta#ap5

(34)

-ARMAKOK&ET&K OBAT PADA AAK

Absorpsi

Ada dua 'aktor utaa %ang terlibatG la$u absorpsi dan $ula# %ang

terabsorpsi" Seakin cepat la$u absorpsi, seakin tinggi kadar

puncak obat dala dara# dan e'ek terapeutik seakin cepat pula

tercapai" Sedangkan tingkat paparan ter#adap obat akan bergantung

pada $ula# obat %ang terabsorpsi"

Absorpsi sediaan oral dapat dipengaru#i ole# beberapa 'aktor,

eliputi aktu transit didala labung dan usus, p+ labung dan

usus serta aktu pengosongan labung, %ang keseuan%a berbeda

pada neonatus aupun pada ba%i" 2aktu pengosongan labung akan

en%aai orang deasa pada ba%i usia = bulan dan baru setela# 1

ta#un produksi asa labung akan eningkat sebanding dengan kadar

per kg seperti pada orang deasa" aun, pada ba%i %ang lebi# tua

dan pada anak9anak ada bukti %ang enun$ukkan ba#a keban%akan

sediaan oral %ang diberikan akan diabsorpsi pada la$u dan $ula# %ang

sebanding dengan orang deasa"

(35)

Distribusi

selaa usia ba%i, kadar air total dala tubu# ter#adap berat

badan total eiliki prosantase %ang lebi# besar daripada anak %ang

lebi# tua atau pada orang deasa" Prosantase ini akan enurun sesuai

usia sebagaiana tercantu dala tabel 01"0 (2alker  Edard,

0;;;!" Obat %ang larut dala air se#arusn%a diberikan dengan dosis

 %ang lebi# besar pada neonatus untuk encapai e'ek terapeutik %ang

dike#endaki" Sebagai conto# adala# gentaisin %ang eerlukan dosis

3g<kg<peberian pada neonatus dibandingkan dengan dosis

1,8g<kg<peberian pada anak %ang lebi# tua untuk encapai kadar

obat dala plasa %ang saa"

4abel 1+<1 Prosantase vol%me cairan ekstrasel%ler dan kadar air total dalam

t%b%h terhada0 berat badan

Usia Kadar air total dalam tubu (!) "airan E#straseluler (!)

%reterm

neonatus

85

5'

 Term neonatus

5

"5

(

bulan

5

('

1

tahun

0'

!5

(36)

Metabolise

Pada saat la#ir sebagian besar siste en@i %ang terlibat dala etabolise obat

belu terbentuk atau suda# ada naun dala $ula# %ang sangat sedikit"

Se#ingga kapasitas degradasi etabolisen%a $uga belu optial"

Tetapi, ukuran #ati dibandingkan dengan berat badan total pada anak %ang sedang

berkebang lebi# besar 8N dibandingkan dengan orang deasa" Ole# karena it,

pada ba%i %ang lebi# tua dan anak terdapat peningkatan %ang cukup besar dala

#al la$u etabolisen%a" Se#ingga untuk obat9obat tertentu dosis (g<kg! %ang

lebi# besar ungkin diperlukan ole# anak9anak dibandingkan orang deasa"

Ekskresi

)a$u 'iltrasi gloeruler (/-R! pada ba%i %ang baru la#ir lebi# renda# dibandingkan

dengan orang deasa karena gin$aln%a relati' belu berkebang dengan baik"

sebagai conto#, 'ungsi gin$al pada neonatus sekitar 39:N atau kurang dari itu,

dibandingkan dengan orang deasa" 4adi, keapuan engeliinasi obat pada

neonatus dan ba%i %ang sangat belia tentu sa$a en$adi belu optial dan

penurunan dosis ungkin diperlukan" Tetapi /-R akan eningkat secara cepat

setala# inggu9ingggu pertaa kela#iran dan encapai nilai %ang sebanding

dengan orang deasa pada usia 0 ta#un"

(37)

DOS&S

Ban%ak ruus %ang tela# dikebangkan untuk

eperkirakan dosis pada anak berdasarkan usia, berat

dantinggi badan" aun peruba#an pada luas perukaan

tubu# paling encerinkan klirens obat sekaligus

kebutu#an akan peruba#an pada dosis obat" Per#itungan

dosis berdasarkan luas perukaan tubu# terutaa penting

bila berkaitan dengan obat %ang epun%ai indeks terapi

sepit, isaln%a ba#an sitotoksik" Ruus berikut dapat

digunakan untuk eng#itung luas perukaan tubu# pada

pasien tersebut"

(38)

4abel 1+< Prosantase terhada0 dosis de*asa %nt%k

berba/ai %sia dan berat badan anak

Usia Berat Badan Ideal (#g) Luas $ermu#aan Tubu (m%) $rosentase Terada& 'osis 'easa

Neonatus 3-ull

term4

(,5

',!(

1!,5

1

bulan

",!

',!0

1",5

(

bulan

5,0

',(!

18

0

bulan

,

',"'

!!

1

tahun

1'

',"

!5

(

tahun

15

',0!

((

5

tahun

18

',(

"'

tahun

!(

',88

5'

1!

tahun

(#

1,!5

5

*e2asa

%ria

08

1,8'

1''

*e2asa

anita 50

1,0'

1''

(39)

Penggunaan Obat Pada /eriatri ()an$ut *sia!

Menua (en$adi tua! adala# suatu proses eng#ilangn%a secara perla#an la#an keapuan  $aringan untuk eperbaiki diri dan eperta#ankan struktur dan 'ungsi noraln%a se#ingga tidak dapat berta#an ter#adap $e$as (terasuk in'eksi! dan eperbaiki kerusakan %ang ter$adi (Boedi, 1=!"

Peberian obat atau terapi untuk kau lansia, eang ban%ak asala#n%a, karena beberapa obat sering beinteraksi" Kondisi patologi pada golongan usia lan$ut, cenderung ebuat lansia engkonsusi lebi# ban%ak obat dibandingkan dengan pasien %ang lebi# uda se#ingga eiliki risiko lebi# besar untuk engalai e'ek saping dan interaksi obat %ang erugikan (Anoni, 1:!"

Pen%akit pada usia lan$ut sering ter$adi pada ban%ak organ se#ingga peberian obat sering ter$adi poli'arasi" Poli'arasi berarti peakaian ban%ak obat sekaligus pada seorang pasien, lebi# dari %ang dibutu#kan secara logis9rasional di#ubungkan dengan diagnosis %ang diperkirakan" Diantara deikian ban%ak obat %ang ditelan pasti ter$adi interaksi obat %ang sebagian dapat bersi'at serius dan sering en%ebabkan #ospitalisasi atau keatian" Ke$adian ini lebi# sering ter$adi pada pasien %ang suda# berusia lan$ut %ang biasan%a enderita lebi# dari satu pen%akit" Pen%akit utaa %ang en%erang lansia iala# #ipertensi, gagal $antung dan in'ark serta gangguan rite $antung, diabetes ellitus, gangguan 'ungsi gin$al dan #ati" Selain itu, $uga ter$adi keadaan %ang sering engganggu lansia seperti gangguan 'ungsi kogniti', keseibangan badan, pengli#atan dan pendengaran" Seua keadaan ini en%ebabkan lansia eperole# pengobatan %ang ban%ak $enisn%a(Darans$a#, 0;;:!"

(40)

.#RM#KOKFNE4FK

Pada usia lan$ut peruba#an ter$adi pada saluran cerna %ang diduga enguba#

absorbsi obat, isaln%a eningkatn%a p+ labung, enurunn%a aliran dara#

ke usus akibat penurunan cura# $antung dan peruba#an aktu pengosongan

labung dan gerak saluran cerna" Ole# karena itu, kecepatan dan tingkat

absorbsi obat tidak beruba# pada usia lan$ut, kecuali pada beberapa obat

seperti 'enotain, barbiturat, dan pro@asin (Bustai, 10!"

Pada distribusi obat terdapat #ubungan antara pen%ebaran obat dala cairan

tubu# dan ikatann%a dengan protein plasa (biasan%a dengan albuin, tetapi

pada beberapa obat dengan protein lain seperti asa al'a 0 protein!, dengan

sel dara# era# dan $aringan tubu# terasuk organ target" Pada usia lan$ut

terdapat penurunan %ang berarti pada assa tubu# tanpa leak dan cairan

tubu# total, penaba#an leak tubu# dan penurunan albuin plasa"

Penurunan albuin sedikit sekali ter$adi pada lansia %ang se#at dapat lebi#

en$adi berarti bila ter$adi pada lansia %ang sakit, bergi@i buruk atau sangat

lea#" Selain itu $uga dapat en%ebabkan eningkatn%a 'raksi obat bebas

dan akti' pada beberapa obat dan kadang9kadang ebuat e'ek obat lebi#

(41)

Munculn%a e'ek obat sangat ditentukan ole# kecapatan pen%erapan dan

cara pen%ebarann%a" Durasi (laa berlangsungn%a e'ek! lebi# ban%ak

dipengaru#i ole# kecepatan ekskresi obat terutaa ole# penguraian di #ati

 %ang biasan%a ebuat obat en$adi lebi# larut dala air dan en$adi

etabolit %ang kurang akti' atau dengan ekskresi etabolitn%a ole# gin$al"

Se$ula# obat sangat uda# diekskresi ole# #ati, antara lain elalui abilan

(uptake! ole# reseptor di#ati dan elalui etabolise se#ingga bersi#ann%a

tergantung pada kecepatan pengirian ke #ati ole# dara#" Pada usia lan$ut,

penurunan aliran dara# ke #ati dan $uga keungkinan pengurangan ekskresi

obat %ang tinggi ter$adi pada labetolol, lidokain, dan propanolol"

E'ek usia pada gin$al berpengaru# besar pada ekskresi beberapa obat"

*un%a obat diekskresi elalui 'iltrasi gloerolus %ang seder#ana dan

kecepatan ekskresin%a berkaitan dengan kecepatan 'iltrasi gloerolus (ole#

karena itu ber#ubungan $uga dengan bersi#an kreatinin!" Misaln%a digoksin dan

antibiotik golongan ainoglikosida" Pada usia lan$ut, 'ungsi gin$al berkurang,

begitu $uga dengan aliran dara# ke gin$al se#ingga kecepatan 'iltrasi

gloerolus berkurang sekitar 3 N dibandingkan pada orang %ang lebi# uda"

Akan tetapi, kisarann%a cukup lebar dan ban%ak lansia %ang 'ungsi

gloerolusn%a tetap noral" -ungsi tubulus $uga eburuk akibat

bertaba#n%a usia dan obat seaca penicilin dan litiu, %ang secara akti'

disekresi ole# tubulus gin$al, engalai penurunan 'aali gloerolus dan tubulus

(Bustai, 10!"

(42)

DA-TAR P*STAKA

aki, lukan"100"'arakokinetik klinik"-arasi9*niversitas /a$a# Mada G .og%akarta noni, 0;;>, -DA Talk Paper, -DA Approves Sibutraine To Treat Obesit% , #ttpG<<

epage"#tl, diakses tanggal 08 Maret 1;

noni, 1=, Drug &n'oration +andbook, 0:t# Edition, 0:::90::=, )e7i op, O#io

noni, 1, Sibutraine Turunkan Berat Badan , #ttpG<<princessraia"blogspot"co, diakses l 08 Maret 1;

noni, 1, Tanggung 4aab Badan Pengaas Obat dan Makanan Ter#adap Konsuen Obat

ional .ang Mengandung Ba#an Kiia Obat ( BKO  !, #ttpG<<pustaka"net, diakses tanggal 08 Maret

noni, 1;, Meridia , #ttpG<<r7list"co, diakses tanggal 08 Maret 1;

$a%, Tan +oan, dan Kirana Ra#ard$a, 1>, Obat9Obat Penting , Edisi Keena, :;>9:;;, Ele7 Media

tindo, 4akarta

ipiro et al, 18, P#aracot#erap% A Pat#op#%isiologic Approac#, Mc/ra9+ill opanies, *SA usuaard#ani, A", 1," -ood Addiction in Obesit%, Ma$ala# kedokteran &ndonesia, ColueG8=,

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan Pasal 108 ayat (3) itu dalam hal kepala daerahnya saja, ayat (3) loh , maka otomatis pasangan calonnya yang wakil kepala daerah itu menjadi kepala daerah, tapi

Merupakan program-program yang dikerjakan dan dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa (minimal berasal dari 3 fakultas) di desa lokasi KKN da. Merupakan program-program yang

Masjid Kudus didirikan oleh Sunan Kudus. Bentuk bangunan masjid ini memiliki ciri khusus. Bagian menaranya menyerupai candi Hindu. Bangunannya memiliki atap tumpang sebanyak lima

 &#34;ilai ini merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai dasar ideologi an#asila+ yang  biasanya terwujud dalam nilai sosial atau norma hukum yang terkristalisasi

Makanan yang tidak halal dikelompokkan menjadi 9 kategori yaitu (1) bangkai, (2) darah yang mengalir atau yang telah membeku, (3) turunan babi seperti daging babi, lemak babi,

Contoh ketiga (21) dan keempat (22), yo ne digunakan ketika pembicara mengasumsikan bahwa pendengar memiliki tingkat yang lebih rendah pengetahuan dari dirinya

Potensi diperoleh dari inventarisasi tegakan pada hutan rakyat yang meliputi data luas lahan, jenis pohon, volume kayu, dan jumlah pohon.Luas hutan rakyat adalah luas lahan

Terkait dengan SSJ-NET sebagai bentuk reaksi alergi yang melibatkan sistem imun, beberapa penelitian pada populasi yang berbeda menunjukkan hubungan antara reaksi