• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEORI KEPEMIMPINAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TEORI KEPEMIMPINAN"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

TEORI KEPEMIMPINAN

Kuliah Kepemimpinan Strategis dan

Berfikir Sistem

(2)

Teori Kepemimpinan

1. Teori Orang Besar

2. Teori Sifat

3. Teori Kepemimpinan Transaksional

4. Teori Kepemimpinan Transformasional

5. Teori Kepemimpinan Kharismatik

6. Teori Kepemimpinan Situasional

7. Teori X dan Y

(3)

1. Teori Orang Besar

(4)

Teori Great Man dan Teori Big Bang

Kepemimpinan merupakan bakat atau bawaan sejak

seseorang lahir

Bennis & Nanus (1990) menjelaskan bhw teori ini

berasumsi pemimpin dilahirkan bukan diciptakan

Kekuasaan berada pd sejumlah org tertentu, yang

melalui proses pewarisan memiliki kemampuan

memimpin atau karena keberuntungan memiliki

bakat untuk menempati posisi sebagai pemimpin

“Asal Raja Menjadi Raja”

(5)

Teori Big Bang

Suatu peristiwa besar menciptakan seseorang

menjadi pemimpin

Mengintegrasikan antara situasi dan pengikut

Situasi mrpk peristiwa besar seperti revolusi,

kekacauan/kerusuhan, pemberontakan,

reformasi dll

Pengikut adalah orang yang menokohkan

(6)
(7)

Teori Sifat (Karakteristik) Kepribadian

T

Trait

rait Theories

Theories

Seseorg dpt menjadi pemimpin apabila memiliki sifat

yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin

Titik tolak teori : keberhasilan seorang pemimpin

ditentukan oleh sifat kepribadian baik secara fisik

maupun psikologis

Keefektifan pemimpin ditentukan oleh sifat, perangai

atau ciri kepribadian yang bukan saja bersumber dari

bakat, tapi dari pengalaman dan hasil belajar

(8)

Karakteristik kepribadian, Cheser

Sifat-sifat Pribadi

Sifat-sifat Pribadi : Fisik, kecakapan (

skill

),

teknologi, daya tanggap (

perpection

),

pengetahuan (

knowledge

), daya ingat

(

memory

), imajinasi (

imagination

)

Sifat-sifat pribadi yang merupakan watak yang

lebih subyektif,yakni keunggulan seorang

pemimpin dalam keyakinan, ketekunan, daya

tahan, keberanian dll

(9)

Karakteristik kepribadian, Davis

Ada 4 sifat umum yang efektif

Kecerdasan

Kedewasaan dan keluasan pandangan sosial

Motivasi diri dan dorongan

(10)

Karakteristik kepribadian, Collons dalam A

Dale Tempe (1993)

Sifat yg harus dimiliki pemimpin agar dapat mengefektifkan

organisasi adalah

Kelancaran berbicara

Kemampuan memecahkan masalah

Pandangan ke dalam masalah kelompok (organisasi)

Keluwesan

Kecerdasan

Kesediaan menerima tanggung jawab

Keterampilan sosial

(11)

Karakteristik kepribadian, Yulk dalam Hersey dan

Blanchard (1998)

Karakteristik pemimpin sukses terdiri dari :

• Cerdas

• Terampil secara konseptual • Kreatif

• Diplomatis dan taktis •

Lancar berbicara

• Memiliki pengetahuan ttg tugas kelompok • Persuasive

• Memiliki keterampilan sosial

Sedangkan Robins (1996) mengatakan bhw teori ini adalah teori yang mencari ciri-ciri kepribadian sosial, fisik atau intelektual yang membedakan

(12)

Karakteristik kepribadian, Bennis dalam Hersey

dan Blanchard (1998)

Management of Attention

Management of Attention

(kemampuan mengkomunikasikan tujuan atau arah

yg dpt menarik perhatian anggota)

Management of Meaning

Management of Meaning

(kemampuan menciptakan dan mengkomunikasikan

makna tujuan secara jelas)

Management of

Management of T

Trust

rust

(kemampuan untuk dipercaya dan konsisten)

Management of Self

Management of Self

(kemampuan mengendalikan diri dalam batas

kekuatan dan kelemahan)

(13)

Ringkasan dari Sifat

Intelegensi (kecerdasan)

Kematangan dan keluasan pandangan sosial

Memiliki motivasi dan keinginan berprestasi

Memiliki hubungan manusiawi

(14)

Kelemahan Teori Sifat

Tidak selalu ada relevansi antara sifat-sifat

yang dianggap unggul dengan efektivitas

kepemimpinan

Situasi dan kondisi tertentu yang ternyata

memerlukan sifat tertentu pula berbeda dari

yang lain

(15)

I.

I. TEOR

TEORI SIF

I SIFA

AT (T

T (Trait Theor

rait Theory)

y)

Menurut teori ini, individu yang memiliki sifat tertentu

yang bisa menjadi pemimpin.

Menurut teori ini bahwa beberapa individu dilahirkan

dengan sifat tertentu yang secara alami, menjadikan

mereka seorang pemimpin.

(16)

TEORI SIFAT (Trait Theory)

TERDAP

TERDAPAAT 3 T 3 SIFASIFAT PENT PENTING TING YYANG HANG HARUS ARUS DIMILIKI DIMILIKI SEORANGSEORANG PEMIMPIN, YAITU :

PEMIMPIN, YAITU : 1

1.. KeKeppeerrccaayyaaaan n ddiirrii, yang berhubungan dengan keyakinan diri pemimpin akan pertimbangannya, idenya, keputusannya dan kemampuannya.

2

2.. KeKejjuujjuurraann, yang berhubungan dengan keyakinan bahwa

pemimpin dapat dipercaya, dapat dipegang janjinya, tidak suka memainkan peran palsu.

3

3.. DoDorroonnggaann, berkaitan dengan motivasi yang menciptakan usaha tinggi mencapai tujuan.

(17)

1. Karakteristik fisik : aktif, energik, dinamis.

2. Kecerdasan kemampuan : pengetahuan, pertimbangan, kelancaran berbicara.

3. Kepribadian : waspada, kreatif, integritas diri, percaya diri,

punya etika.

4. Karakteristik dunia kerja : motivasi berprestasi, keinginan untuk kesempurnaan, bertanggung jawab, orientasi tugas. 5. Karakteristik sosial : mampu kerja sama, popularitas &

kewajiban, diplomasi, partisipasi sosial & ketrampilan

interpersonal

KARAKTERISTI

(18)

3. Teori Kepemimpinan Transaksional

Kepemimpinan yang transaksi memotivasi para pengikut dengan menyerukan kepentingan pribadi. Contoh: para pemimpin politis bertukar pekerjaan, subsidi dan kontrak pemerintah yang

(19)

4. Teori Kepemimpinan Transformasional

Kepemimpinan transformasional terpengaruh oleh James McGregor Burns (1978). Burns membedakan antara kepemimpinan yang melakukan transformasi dengan kepemimpinan transaksional. Kepemimpinan transformasional menyerukan nilai-nilai moral dari para pengikut dalam upayanya untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang masalah etis dan untuk memobilisasi energi dan sumber daya mereka untuk mereformasi institusi.

Kepemimpinan yang transaksi memotivasi para pengikut dengan menyerukan kepentingan pribadi. Contoh: para pemimpin politis bertukar pekerjaan, subsidi dan kontrak pemerintah yang

(20)

5. Teori Kepemimpinan Kharismatik

Menurut Weber, karisma terjadi saat terdapat sebuah krisis sosial, seorang Menurut Weber, karisma terjadi saat terdapat sebuah krisis sosial, seorang

pemimpin muncul dengan sebuah visi radikal yang m

pemimpin muncul dengan sebuah visi radikal yang menawarkan sebuahenawarkan sebuah solusi untuk krisi itu, pemimpin menarik pengikut yang percaya

solusi untuk krisi itu, pemimpin menarik pengikut yang percaya padapada visi itu, mereka mengalami beberapa keberhasilan yang membuat visi visi itu, mereka mengalami beberapa keberhasilan yang membuat visi itu terlihat dapat dicapai, dan para pengikut itu dapat mempercayai itu terlihat dapat dicapai, dan para pengikut itu dapat mempercayai bahwa pemimpin itu sebagai orang yang luar biasa.

bahwa pemimpin itu sebagai orang yang luar biasa.

Sedangkan teori kepemimpinan karismatik dari House menekankan Sedangkan teori kepemimpinan karismatik dari House menekankan kepada identifikasi pribadi,

kepada identifikasi pribadi, pembangkitan motivasi pembangkitan motivasi oleh pemimpin oleh pemimpin dandan

pengaruh pemimpin terhadap tuj

pengaruh pemimpin terhadap tujuan-uan- tujuan dan rasa pertujuan dan rasa percaya caya diri paradiri para

pengikut. pengikut.

Karisma merupakan sebuah fenomena. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan oleh seorang pemimpin karismatik untuk

merutinisasi karisma walaupun sukar untuk dilaksanakan.

Kepemimpinan karismatik memiliki dampak positif maupun negatif terhadap para pengikut dan organisasi.

(21)

• Karisma lebih mungkin dihubungkan dengan pemimpin yang bertindak dalam cara yang tidak konvensional untuk mencapai visi itu. Penggunaan strategi inovatif yang menghasilkan atribusi keahlian superior kepada pemimpin dari pengikutnya. Pemimpin dipandang sebagai karismatik jika mereka membuat pengorbanan diri, mengambil resiko pribadi, dan mendatangkan biaya tinggi untuk mencapai visi yang mereka dukung.

• Proses Proses PengaruhPengaruh

Menurut Conger (1989), proses pengaruh utama adalah identifikasi pribadi yang pengaruhnya diperoleh dari keinginan seorang

pengikut untuk menyenangkan dan meniru pemimpinnya.

Pengaruh dari seorang pemimpin yang karismatik juga disebabkan oleh internalisasi dari nilai dan keyakinan baru oleh pengikut.

(22)

• Pemimpin yang karismatik terlihat begitu luar biasa, disebabkan oleh

wawasan strategis mereka, pendirian yang kuat, keyakinan diri, perilaku yang tidak konvensional dan energi yang dinamis, bawahan mengidolakan

pemimpin ingin menjadi seperti mereka.

• Pemimpin yang karismatik menciptakan sebuah rasa yang mendesak yang membutuhkan upaya yang lebih besar dari bawahan untuk memenuhi harapan yang tinggi. Bagi bawahan dari pemimpin karismatik adalah sumber motivasi mereka yang utama.

• Variabel kontekstual menjadi penting bagi kepemimpinan karismatik karena atribusi dari kemampuan luar biasa bagi seorang pemimpin, langka, dan bisa bergantung pada karakteristik situasi.Satu variabel situsional penting adalah kekecewaan pengikut. Para pemimpin karismatik akan lebih mungkin untuk muncul saat terjadi krisis. Weber (1947), Conger & Kanungo tidak

mempertimbangkan krisis objektif menjadi sebuah kondisi yang perlu bagi kepemimpinan karismatik.

(23)

Teori Konsep Diri mengenai Kepemimpinan Karismatik

Teori Konsep Diri mengenai Kepemimpinan Karismatik

Indikator dan Karisma

Bukti dari kepemimpinan karismatik diberikan oleh hubungan pemimpin-pengikut seperti yang tertera dalam teori awal House (1977). Atribusi dari kemampuan yang luar biasa kepada pemimpin amatlah mungkin, tetapi sebaliknya dari teori Conger & Kanungo (1987) hal ini tidak dianggap sebagai sebuah kondisi yang diperlukan untuk kepemimpina

karismatik.

Ciri dan Perilaku Penting

1. Perilaku kepemimpinan seorang pemimpin yang karismatik dapat mempengaruhi sikap dan perilaku dari pengikut yang meliputi:

2. menyampaikan sebuah visi yang menarik

3. menggunakan bentuk komunikasi yang kuat dan ekspresif saat penyampaian visi 4. mengambil resiko pribadi dan membuat pengorbanan diri untuk mencapai visi 5. menyampaikan harapan yang tinggi

6. memperlihatkan keyakinan akan pengikut

7. pembuatan model peran dari perilaku yang konsisten dengan visi 8. mengelola kesan pengikut akan pemimpin

9. membangun identifikasi dengan kelompok/organisasi 10. memberikan kewenangan kepada pengikut

(24)

Proses Pengaruh

• Shamir dan para koleganya mengenali bahwa identifikasin pribadi

adalah satu jenis proses pengaruh yang dapat terjadi bagi beberapa pengikut dari seorang pemimpin karismatik. Saat terdapat identifikasi pribadi yang kuat, para pengikut akan meniru perilaku pemimpinnya dan memberikan upaya tambahan untuk menyenangkan

pemimpinnya.

• Dalam teori konsep diri sumber yang terpenting dari pengaruh

pemimpin atas pengikut adalah identifikasi sosial, internalisasi, dan tambahan kemanjuran diri individual dan kolektif.

• Kondisi yang Memudahkan

• Menurut Shamir, sebuah kondisi krisis tidaklah perlu bagi efektivitas

kepemimpinan karismatik.

• Kepemimpinan karismatik lebih mungkin terjadi saat sebuah

kelompok/organisasi berada dalam masalah serius, terdapat ambiguitas dan kecemasan atau bahkan kepanikan antar anggota

(25)

Kondisi demikian mendukung munculnya seorang pemimpin yang

mampu menerjemahkan krisis dan menawarkan strategi yang

dapat dipercaya untuk menghadapinya dengan berhasil. Namun,

pengaruh karismatik dari pemimpin demikian akan hanya

sementara saja kecuali visi itu terus menjadi relevan setelah krisis

itu diselesaikan (Boal & Bryson, 1988; Hunt, Boal & Dodge, 1999)

(26)

Konsepsi lain dari Karisma

Konsepsi lain dari Karisma

Proses

Proses PsikodinPsikodinamisamis

• Penjelasan karisma dalam hal proses psikodinamis oleh Freud pada

pengikutnya (Kets de Vries, 1988; Lindholm, 1988). Mereka menjelaskan pengaruh yang tidak biasa dan kelihatan tidak rasional dari beberapa pemimpin karismatik yang diidolakan seperti seorang pahlawan, manusia super, atau dipuja sebagai seorang tokoh spiritual.

• Atribusi dari karisma khususnya amat dimungkinkan oleh orang-orang

yang memiliki perasaan kekurangan, rasa salah, ketakutan, dan

pengasingan serta berbagi keyakinan dan fantasi yang akan berfungsi sebagai dasar untuk daya tarik emosional dan rasional dari pemimpin. Penular

Penularan Sosial an Sosial dan Karismadan Karisma

• Menurut Meindl (1990) teori yang ada sebelumnya tidak menjelaskan

mengapa atribusi karismatik dilakukan oleh orang yang tidak berinteraksi langsung dengan pemimpin dan dalam beberapa kasus, bahkan tidak memiliki kesempatan untuk mengamati pemimpin itu dari kejauhan.

(27)

• Proses yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana para pengikut saling

mempengaruhi adalah penularan sosial, yang melibatkan penyebaran spontan dari reaksi emosional dan perilaku di antara sebuah kelompok manusia.

• Meindl berspekulasi bahwa proses penularan sosial dapat melibatkan serangkaian

tipikal dari peristiwa. Walaupun tidak disebutkan secara spesifik oleh Meindl, proses pengaruh untuk para pengikut awal ini barangkali adalah identifikasi pribadi.

• Karisma yang Dekat dan JauhKarisma yang Dekat dan Jauh

• Shamir (1995) mengusulkan bahwa atribusi karisma bagi pengikut yang memiliki

kontak dekat dengan pemimpin berbeda dalam beberapa cara penting dari atribusi yang dibuat oleh pengikut yang hanya memandang pemimpin itu dari jauh. Sebuah studi di Israel mendukung usulan Shamir tersebut. Temuan itu menyatakan bahwa atribusi dari kebesaran pemimpin jarak jauh lebih terpengaruh oleh isyarat kinerja dan stereotipe bersama, sedangkan atribusi kepemimpinan jarak dekat lebih terpengaruh oleh perilaku pemimpin dan keterampilan antar pribadi.

(28)

Rutinisasi Karisma

• Karisma adalah sebuah fenomena tidak kekal saat hal ini bergantung

pada identifikasi pribadi terhadap seorang pemimpin yang dipandang luar biasa. Saat pemimpin itu pergi/meninggal, kemungkinan terjadi krisis penerus. Terdapat tiga pendekatan tentang rutinitas karisma, tidak sama-sama deklusif dan mereka semua dapat terjadi hingga batas tertentu dalam organisasi yang sama.

• Pendekatan pertama dengan memindahkan karisma kepada seorang

penerus yang ditunjuk melalui tata cara dan upacara. Kedua, dengan menciptakan sebuah struktur administratif yang akan terus

menerapkan visi pemimpin itu dengan otoritas rasional-legal (Weber, 1947) dan ketiga dengan mengabadikan visi pemimpin serta

menanamkannya dalam budaya organisasi dengan mempengaruhi pengikut untuk melakukan internalisasi dan memberikan mereka kewenangan untuk menerapkannya.

(29)

Konsekuen

Konsekuensi

si Dari Kepemimpinan Karismatik

Dari Kepemimpinan Karismatik

Karismatik Positif dan Negatif

Terdapat sebuah pendekatan untuk membedakan

antara karismatik positif dan negatif yang bisa dilihat

dalam hal nilai dan kepribadian (House & Howell, 1992;

Howell, 1988; Musser, 1987). Karismatik negatif

memiliki orientasi kekuasaan secara pribadi yang

menekankan identifikasi pribadi daripada internalisasi.

Sebaliknya, karismatik positif memiliki orientasi

kekuasaan sosial yang menekankan internalisasi dari

nilai-nilai bukannya identifikasi pribadi. Lebih kepada

menanamkan kesetiaan kepada ideologi daripada

kesetiaan pada diri sendiri.

(30)

Sisi Gelap dari Karisma

Konsekuensi Negatif dari Pemimpin Karismatik

• Keinginan akan penerimaan oleh pemimpin menghambat kecaman dari pengikut

• Pemujaan oleh pengikut menciptakan khayalan akan tidak dapat berbuat kesalahan

• Keyakinan dan optimisme berlebihan membutakan pemimpin dari bahaya nyata

• Penolakan akan masalah dan kegagalan mengurangi pembelajaran organisasi

• Penolakan berisiko yang terlalu besar akan besar kemungkinan untuk gagal

• Mengambil pujian sepenuhnya atas keberhasilan akan mengasingkan beberapa

pengikut yang penting

• Perilaku yang impulsif yang tidak tradisional menciptakan musuh dan juga

orang-orang yang percaya

• Ketergantungan pada pemimpin akan menhambat perkembangan penerus yang

kompeten

• Kegagalan untuk mengembangkan penerus menciptakan krisis kepemimpinan pada

(31)

Pengaruh dari Karismatik Positif

Pemimpin yang karismatik positif bisa menciptakan sebuah

budaya yang ”berorientasi keberhasilan” (Harrison, 1987),

”sistem kinerja tinggi” (Vaill, 1978), atau organisasi yang ”dipicu

oleh nilai secara langsung” (Peters & Waterman, 1982)

Implikasi Praktis bagi Organisasi

Menurut Bryman (1992), Schein (1992), dan Trice & Beyer

(1993) telah mengecam ide bahwa kepemimpinan karismatik

merupakan sebuah obat mujarab untuk memecahkan masalah

organisasi besar. Kepemimpinan karismatik itu beresiko dan

mengimplikasikan perubahan radikal dalam strategi dan budaya

dari sebuah organisasi, yang tidak perlu bagi organisasi yang

saat ini telah makmur dan berhasil.

(32)
(33)

Teori Kontingensi atau

Teori Situasional

Resistensi atas teori kepemimpinan

sebelumnya yang memberlakukan asas-asas

umum untuk semua situasi

Teori ini berpendapat bhw tidak ada satu jalan

(kepemimpinan) terbaik untuk mengelola dan

mengurus satu organisasi

(34)

Filosofi Teori

Contingency Approach

Contingency Approach

Respon atau reaksi yang timbul berfokus pada

pendapat bahwa dalam menghadapi situasi

yang berbeda diperlukan perilaku atau gaya

kepemimpinan yang berbeda

Situational Approach

Situational Approach

Perilaku atau gaya kepemimpinan harus sesuai

dengan situasi yang dihadapi oleh seorang

pemimpin

(35)

Model Kepemimpinan Kontingensi atau

Situasional

Model Kepemimpinan Situasional dari Fiedler

Model Kepemimpinan Situasional Tiga

Dimensi dari Reddin

Model Kepemimpinan Situasional dari

Tannenbaum dan Schmidt

Model Kepemimpinan Situasional dari Hersey

(36)

Teori Perilaku

(

Behavior Theories

Behavior Theories

)

Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung

pada perilakunya dalam melaksanakan fungsi-fungsi

kepemimpinan

Gaya atau perilaku kepemimpinan tampak dari cara

melakukan pengambilan keputusan, cara

memerintah (instruksi), cara memberikan tugas, cara

berkomunikasi, cara mendorong semangat bawahan,

cara membimbing dan mengarahkan, cara

menegakkan disiplin, cara memimpin rapat, cara

menegur dan memberikan sanksi

(37)

Beberapa Teori Perilaku

Teori X dan Y

Studi Kepemimpinan Universitas IOWA

Studi Kepemimpinan Universitas OHIO

Studi Kepemimpinan Universitas Michigan

Managerial Grid

(38)
(39)

KEPEMIMPINAN 39

2. KEPEMIMPINAN TEORI X DAN Y

2. KEPEMIMPINAN TEORI X DAN Y

Pemimpin di dalam proses kepemimpinannya dipengaruhi oleh persepsi dan asumsinya tentang organisasi, bawahan dan

lingkungan eksternal, yang digunakan sebagai dasar bagi pemimpin

untuk memunculkan reaksi dan perilakunya dalam

kepemimpinannya.

Efek dari asumsi teori x dan y adalah munculnya fenomena ramalan yg terpenuhi dengan sendirinya (self-fullfiling prophecy), yaitu pemimpin membuat perkiraan, berasumsi sebelumnya,

berprasangka atau merumuskan keyakinan yg menjadi kenyataan

(40)

KEPEMIMPINAN 40

TEORI X, PEMIMPIN MEMANDANG

TEORI X, PEMIMPIN MEMANDANG

BAWAHAN SEBAGAI :

BAWAHAN SEBAGAI :

a. Orang yang menganggap bahwa pekerjaan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan dan berusaha dihindari.

b. Orang yang suka diperintah dan harus dipaksa untuk bekerja.

c. Orang yang tidak ambisius, tidak ingin maju, malas &

menghindari tanggung jawab

d. Orang yang dimotivasi terutama oleh kebutuhan pokok, seperti uang dan rasa aman.

e. Orang yang harus dikendalikan dengan ketat dan

menganggap bawahan tidak mampu menyelesaikan

masalah yg dihadapi dalam organisasi tanpa bantuan pemimpin.

(41)

KEPEMIMPINAN TITIN HARTINI 41

TEORI Y, PEMIMPIN MEMANDANG

TEORI Y, PEMIMPIN MEMANDANG

BAWAHAN SEBAGAI

BAWAHAN SEBAGAI

::

a. Orang yang berpendapat bahwa pekerjaan adalah sesuatu yang menyenangkan dan alamiah, seperti bermain.

b. Orang yang mempunyai pengendalian diri & pengawasan diri jika mereka terlibat pada pekerjaan

c. Orang yang memiliki ambisi, ingin maju dan menginginkan

tanggung jawab dan melaksanakannya secara baik.

d. Orang yang dimotivasi, terutama oleh kebutuhan yang lebih tinggi, seperti kebutuhan berprestasi, dsb.

e. Orang yang mampu menyelesaikan masalah secara mandiri,

bertanggungjawab & kreatif, sehingga tidak perlu pengawasan

(42)

KEPEMIMPINAN 42

3

3

..

PENELITIAN UNIVERSITAS IOWA

PENELITIAN UNIVERSITAS IOWA

PENELITIAN INI MENGHASILKAN 3 GAYA

PENELITIAN INI MENGHASILKAN 3 GAYA

KEPEMIMPIMAN,

KEPEMIMPIMAN, Y

YAITU :

AITU :

a

a.. AAuuttookkrraattiiss,, yg menggambarkan pemimpin sebagai orang yang memegang kekuasaan secara penuh, sentralistik, menekankan

kekuasaan jabatan, dilaksanakan dengan paksa, memegang

sistem hadiah dan hukuman. b

b.. DDeemmookkrraattiiss,, pemimpin yang mendelegasikan wewenang, mendorong partisipasi bawahan, menekankan kemampuan bawahan dalam menyelesaikan tugasnya, memperoleh

penghargaan melalui pengaruh.

c

c.. LLaaiizzeesss fs faaiirree,, memberikan kebebasan penuh kepada bawahannya untuk melakukan apa saja.

(43)

8. Teori Z

Teori kepemimpinan interaksional (Teori Z

perluasan teori Y), Ouchi, 1981: ditentukan

oleh hubungan antara kepribadian pemimpin

dan situasi tertentu

(44)

Karakteristik teori Z:

membuat keputusan konsensus.

Pemasangan karyawan untuk pekerjaan mereka

Keamanan pekerjaan

Lambat promosi

Meneliti konsekuensi jangka panjang dari pengambilan

keputusan manajemen

Kualitas lingkaran

Jaminan pekerjaan seumur hidup

Pembentukan ikatan yang kuat tanggung jawab antara

supervisor & bawahan

(45)

KEPEMIMPINAN 45

Teori ini mengindikasikan perilaku pemimpin dapat

muncul dalam sebuah kontinum yang merefleksikan jumlah yang berbeda dari partisipasi bawahan.

Pusat kontinum berada antaraboss-centered sampai subordinate-centered , tergantung pada situasi organisasi &

pemimpin menyesuaikan perilaku mereka agar sesuai dengan situasi organisasi.

Jika bawahan terlalu lama belajar mengambil keputusan,

maka pemimpinbergaya autokratisbergaya autokratis.

Dan jika bawahan mampu mengambil keputusan, maka pemimpin menggunakan gaya partisipatif gaya partisipatif .

9. TEORI KONTINUM KEPEMIMPINAN

9. TEORI KONTINUM KEPEMIMPINAN

(46)

KEPEMIMPINAN 46

a. Pemimpin membuat keputusan dan mengumumkannya. b. Pemimpin menjual keputusan

c. Pemimpin menyampaikan ide dan mengundang pertanyaan

d. Pemimpin menyampaikan keputusan sementara untuk

perubahan.

e. Pemimpin menjelaskan masalah, meminta masukan dan membuat keputusan.

f. Pemimpin menjelaskan batasannya dan meminta kelompok

membuat keputusan.

g. Pemimpin membolehkan bawahan berfungsi secara penuh dalam batasan yang dijelaskan pemimpin.

KONTINUM KEPEMIMPINAN

(47)
(48)

• Pertimbangan (considerationPertimbangan (consideration), yang menggambarkan perilaku

pemimpin yang empati & sensitif terhadap bawahan, menghormati ide & perasaan mereka, berusaha menciptakan kepercayaan timbal balik dengan bawahan.

• Inisiasi struktur (initiating structure),Inisiasi struktur (initiating structure),

menggambarkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada

penyelesaian tugas, mengarahkan aktivitas org secara ketat untuk mencapai tujuan tertinggi

HASIL PENELITIAN OHIO STATE UNIVERSITY

HASIL PENELITIAN OHIO STATE UNIVERSITY

Univ. Ohio melakukan survey untuk memahami perilaku pemimpin dalam mempengaruhi bawahan. Hasil survey mengemukakan 2 kategori luas dari demensi perilaku pemimpin, yaitu :

(49)

PENELITIAN UNIVERSITY OF MICHIGAN

PENELITIAN UNIVERSITY OF MICHIGAN

Peneliti UNIV MICHIGAN meneliti demensi perilaku pemimpin melalui produktivitas kelompok atau bawahan,

sehingga secara langsung membandingkan mana perilaku

pemimpin yg efektif dan mana perilaku pemimpin yg tdk efektif, hasilnya adalah dua demensi perilaku pemimpin, yaitu : berpusat pd bawahan (employee centered) dan berpusat pd tugas (job centered)

(50)

- Pemimpin yang berpusat pada bawahan, lebih

Menekankan pemenuhan kebutuhan bawahannya sebagai manusia. Mereka adalah pemimpin yang memberikan

dukungan, perhatian dan motivasi pada bawahan,

menciptakan hubungan emosional yang dekat, bertindak sebagai fasilitator atau pelatih.

- Pemimpin yang berpusat pada tugas, lebih menekankan pada penyelesaian tugas melalui efisiensi, perencanaan kerja, pemberian instruksi dan pengawasan yang ketat.

PENELITIAN UNIVERSITY OF MICHIGAN

PENELITIAN UNIVERSITY OF MICHIGAN

(51)

Referensi

Dokumen terkait

Setelah melaksanakan pembelajaran melalui Discovery Learning, peserta didik mampu menemukan kata / istilah penting tentang sumber energi, membuat kalimat dengan menggunakan kata

MEMENUHI Hasil pemeriksaan terhadap kelengkapan dan ketersediaan dokumen mutasi bahan baku dan produksi (LMHHOK) selama periode Agustus 2014 – Juli 2015 auditee telah

Hasil pengamatan bobot isi menunjukkan bahwa tanah pada penggunaan lahan pemukiman memiliki bobot isi lebih tinggi dibandingkan bobot isi tanah hutan pinus,

status dokumen, yakni dokumen perizinan yang masih dalam proses perpanjangan dan dokumen perizinan yang masih berlaku. Meskipun berbeda status, dalam hal nilai, kedua

Tindak pidana narkoba atau narkotika telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Yang mana di dalam Undang-Undang tersebut telah mengatur

Responden dengan lama pemakaian lebih dari 1 tahun mayoritas mengalami efek samping gangguan haid, hal ini disebabkan pada pemakaian KB Suntik 3 Bulan dalam rentang waktu yang lebih

Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Marius dan Masri (2017) dengan sampel penelitian perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama tahun 2013 – 2015

Hasil penelitian menunjukkan untuk kecakapan hidup generik: kesadaran diri dikembangkan oleh hampir seluruh siswa, menggali dan menemukan informasi dikembangkan oleh