BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
1.1
1.1 LatLatar ar BelBelakaakangng
DNA
DNA fingerprinting fingerprinting atau atau DNA DNA profiling profiling pertama kali dikemukakan pada pertama kali dikemukakan pada
tahun 1985 oleh seorang ahli genetika asal Inggris bernama Alec Jeffreys.(1) Ia tahun 1985 oleh seorang ahli genetika asal Inggris bernama Alec Jeffreys.(1) Ia me
menenemumukakan n babahha a dadaererah ah tetertertentntu u dadari ri !"!"A A memengnganandudung ng pepengngululanangagann rangkaian !"A. !itemukan baha #umlah pngulangan rangkaian !"A berbeda rangkaian !"A. !itemukan baha #umlah pngulangan rangkaian !"A berbeda pada masing$masing indi%idu. !engan mengembangkan teknik untuk memeriksa pada masing$masing indi%idu. !engan mengembangkan teknik untuk memeriksa %ariasi pan#ang pengulangan rangkaian !"A& !r. Jeffreys mampu melakukan tes %ariasi pan#ang pengulangan rangkaian !"A& !r. Jeffreys mampu melakukan tes identifikasi manusia.(1$')
identifikasi manusia.(1$')
elama dua setengah dekade terakhir
elama dua setengah dekade terakhir penggunaapenggunaan !"A telah berkembangn !"A telah berkembang pesat
pesat dalam dalam penyidikan. penyidikan. ini ini sekitar sekitar '** '** laboratorium laboratorium forensik forensik mampumampu me
mengenger#ar#akakan n ratratusausan n ribribu u tes tes !"A per !"A per tahtahun un di di AmAmerikerika a +ta+tara. ra. elelain ain ituitu&& mayoritas negara ,ropa& Amerika elatan& Asia& serta Australia& elandia -aru& mayoritas negara ,ropa& Amerika elatan& Asia& serta Australia& elandia -aru& dan beberapa negara di Afrika& telah memiliki program !"A forensik. Jumlah dan beberapa negara di Afrika& telah memiliki program !"A forensik. Jumlah lab
laboraoratortorium ium di di selseluruuruh h dundunia ia yayang ng dapdapat at memelaklakukukan an tes tes !"A aka!"A akan n terterusus bertambah
bertambah seiring seiring pengakuan pengakuan komunitas komunitas hukum hukum terhadap terhadap teknik teknik pemeriksaanpemeriksaan !"A. e#ak pertengahan tahun 199*$an& database komputer yang memuat profil !"A. e#ak pertengahan tahun 199*$an& database komputer yang memuat profil !"A yang didapat dari sampel /& terdaka kasus pidana& telah memberi !"A yang didapat dari sampel /& terdaka kasus pidana& telah memberi penegak
penegak hukum hukum kemampuan kemampuan untuk untuk menghubunmenghubungkan gkan pelaku pelaku ke#ahatan ke#ahatan dengandengan ke
ke#ah#ahataatannynnya. a. /en/eneraerapan pan tekteknolnologi ogi ini ini mememunmungkigkinkankan n pulpuluhauhan n ribribu u kaskasusus ke
ke#a#ahahatatan n (k(khuhusususnsnya ya keke#a#ahahatatan n seseririal al dedengngan an pepelalaku ku yayang ng sasamama) ) dadapapatt terpecahkan di seluruh dunia.(1)
terpecahkan di seluruh dunia.(1) e
eknoloknologi gi !"A semaki!"A semakin n pentpenting ing daladalam m penepenegakagakan n hukuhukum. m. !"A dapat!"A dapat dig
digunaunakan kan untuntuk uk menmengidgidenentifitifikaskasi i pepelaklaku u keke#ah#ahataatan n dendengagan n akuakurasrasi i yayangng mena
menak#ubkk#ubkan an #ika #ika buktbukti i biolobiologis gis didadidapatkapatkan. n. !"A #uga !"A #uga dapadapat t digudigunakanakan n untuuntuk k membebaskan tersangka maupun orang yang terpidana tetapi sebenarnya tidak membebaskan tersangka maupun orang yang terpidana tetapi sebenarnya tidak melakukan tindak pidana.(0)
melakukan tindak pidana.(0)
anya *&12 dari !"A (ber#umlah sekitar 0 #uta basa) yang membedakan anya *&12 dari !"A (ber#umlah sekitar 0 #uta basa) yang membedakan satu orang dengan orang lain. Ilmuan dapat menggunakan %ariabel$%ariabel satu orang dengan orang lain. Ilmuan dapat menggunakan %ariabel$%ariabel tersebut untuk menyusun profil
tersebut untuk menyusun profil !"A dari seorang indi%idu dengan menggunakan!"A dari seorang indi%idu dengan menggunakan sampel dari darah& tulang& rambut& dan #
sampel dari darah& tulang& rambut& dan #aringan atau produk tubuh lainnya.(0)aringan atau produk tubuh lainnya.(0)
/ermintaan akan tes !"A semakin meningkat karena masyarakat lebih /ermintaan akan tes !"A semakin meningkat karena masyarakat lebih sadar akan potensi barang bukti !"A untuk membantu memecahkan kasus. sadar akan potensi barang bukti !"A untuk membantu memecahkan kasus. /eningkatan ini datang berdasarkan dua sumber3 (1) meningkatnya #umlah bukti /eningkatan ini datang berdasarkan dua sumber3 (1) meningkatnya #umlah bukti !"A yang dikumpulkan pada kasus$kasus kriminal dan (') usaha yang lebih giat !"A yang dikumpulkan pada kasus$kasus kriminal dan (') usaha yang lebih giat dal
dalam am memengungumpumpulkalkan n samsampelpel$sam$sampel pel !"A !"A dadari ri tertersansangka gka yayang ng memelaklakukaukann ke#ahatan dan orang terpidana.(4)
ke#ahatan dan orang terpidana.(4) elain itu& banyak kasus kriminal properti elain itu& banyak kasus kriminal properti (hak (hak kep
kepemiemiliklikan an serserta ta ararisaisan) n) dadan n keke#ad#adian ian ke#ke#ahaahatan tan dedengangan n kekekerkerasaasan n dapdapatat dise
diselesalesaikan ikan dengdengan an pemepemeriksariksaan an !"A. -anyak !"A. -anyak kasukasus$kass$kasus us lama lama dan dan tidatidak k terpecahkan dari era pre$!"A6 yang kembali dibuka dan dilakukan u#i !"A terpecahkan dari era pre$!"A6 yang kembali dibuka dan dilakukan u#i !"A dengan harapan kasus tersebut
dengan harapan kasus tersebut terpecahkan.terpecahkan.
/ekembangan ilmu #uga memungkinkan dilakukannya u#i sampel !"A /ekembangan ilmu #uga memungkinkan dilakukannya u#i sampel !"A dengan sampel yang lebih sedikit daripada sebelumnya& seperti sampel
dengan sampel yang lebih sedikit daripada sebelumnya& seperti sampel touchtouch DNA
DNA6& yang ter#adi ketika !"A ditransfer saat perabaan sebuah ob#ek. al ini6& yang ter#adi ketika !"A ditransfer saat perabaan sebuah ob#ek. al ini
menyebabkan banyaknya permintaan untuk sampel !"A yang ditemukan pada menyebabkan banyaknya permintaan untuk sampel !"A yang ditemukan pada sen#ata api (untuk menentukan siapa yang memegang sen#ata) dan sidik dari setir sen#ata api (untuk menentukan siapa yang memegang sen#ata) dan sidik dari setir mobil yang dicuri untuk mengidentifikasi pengendara terakhir dari mobil.
mobil yang dicuri untuk mengidentifikasi pengendara terakhir dari mobil.
Com
Combinbined ed DNA DNA IndIndex ex SysSystemtem (7!I)& (7!I)& menggabungmenggabungkan kecanggihankan kecanggihan
komputer dan teknologi tes !"A men#adi alat melaan ke#ahatan. ersi terkini komputer dan teknologi tes !"A men#adi alat melaan ke#ahatan. ersi terkini dari 7!I menggunakan dua indeks untuk menciptakan petun#uk in%estigasi dari 7!I menggunakan dua indeks untuk menciptakan petun#uk in%estigasi pada ke#ahatan
pada ke#ahatan di di mana mana bukti bukti biologis ditemukan biologis ditemukan dari dari //. eluruh . eluruh profil profil !"A!"A dis
disimpimpan an daldalam am 7!7!I I yayang ng dicdiciptiptakakan an memenggnggunaunakan kan anaanalislisis is : : ((Short Short Ta
Tandem ndem Repeat Repeat ).(5) ).(5) 7!I menggu7!I menggunakanakan n softsoftare are kompkomputer uter untuuntuk k mencmencariari
secara otomatis dua profil yang sama. Jika ditemukan adanya persamaan antara secara otomatis dua profil yang sama. Jika ditemukan adanya persamaan antara sampel dan profil !"A yang terekam& 7!I dapat mengidentifikasi pelaku.(5) sampel dan profil !"A yang terekam& 7!I dapat mengidentifikasi pelaku.(5)
/ad
/ada a akhakhir ir tahtahun un '**'**4& 4& 7!7!I I ;-I ;-I mememilmiliki iki leblebih ih dardari i ' ' #ut#uta a proprofilfil pelaku. /ada
pelaku. /ada akhir Juni '**9& 7akhir Juni '**9& 7!I memiliki lebih dari < #u!I memiliki lebih dari < #uta profil pelaku. ;-Ita profil pelaku. ;-I mem
memperperkirakirakakan n bahbaha a di di akakhir hir tahtahun un '**'**4& 4& terterdapdapat at 19.19.*** *** keckecocoocokan kan dardarii 7!I yang membantu dalam in%estigasi. Juni '**9& terdapat lebih dari 90.*** 7!I yang membantu dalam in%estigasi. Juni '**9& terdapat lebih dari 90.*** kecocokan dari 7!I yang
kecocokan dari 7!I yang membantu in%estigasi.(=)membantu in%estigasi.(=) egunaan pemeriksaan !"A& antara lain3(5) egunaan pemeriksaan !"A& antara lain3(5) a.
a. >en>engidgidenentifitifikaskasi i oraorang yang yang berpng berpoteotensi mensi men#an#adi tersdi tersangangka di mana !"Aka di mana !"A$$ nya dapat cocok dengan bukti yang tertinggal pada /
nya dapat cocok dengan bukti yang tertinggal pada / b.
b. >embebaska>embebaskan seseorang dan seseorang dari tuduhan bersalari tuduhan bersalah atas tindakah atas tindakan ke#ahatann ke#ahatan c.
c. >eng>engidenidentifikatifikasi si ke#ake#ahatahatan n dan dan korbakorban$korn$korban ban bencbencana ana alamalam d.
d. >en>enenentuktukan patan paternernitaitas dan hubs dan hubungungan kean kelualuarga larga lainninnyaya e.
e. >eng>engidenidentifikatifikasi ssi spesiepesies ys yang ang teranterancam cam punapunah dh dan an dilindilindungdungii
f.
f. >e>endndetetekeksi si babaktktereri i dadan n ororgaganinismsme e lalain in yayang ng dadapapat t memencncememari udaari udarara& & aiair&r& tanah& dan makanan
tanah& dan makanan
?a
?ammbabar r 13 13 ?r?rafafik ik #u#umlmlah ah pepememecacahahan n kakasusus s dedengngan an mmenenggggununakakanan pemeriksaan !"A
pemeriksaan !"A
1.2
1.2 RumRumususan Man Masaasalahlah
1.'
1.'.1.1 ApaApakah kah yayang dng dimimaksaksud ud dendengan gan !"A!"A@@ 1.'
1.'.'.' !ar!ari mati materiaerial apa sl apa sa#a ka#a kita daita dapapat ment menemuemukakan !"An !"A@@ 1.'
1.'.0.0 -a-agaigaimamana cna cara ara pepengangambmbilailan san sampempel !"Al !"A@@ 1.'
1.'.4.4 -a-agaigaimamana na cacara ra pepememerikriksaasaan n !"A!"A@@ 1.'.
1.'.55 -aga-agaimanimana aplia aplikasi pkasi pemeriemeriksaaksaan !"A n !"A daladalam kepm kepentinentingan fogan forensirensik@k@
1.
1.33 TTuujujuanan
1.0
1.0.1.1 >en>engetgetahuahui apai apakakah yah yang dimng dimaksaksud deud dengangan !"An !"A 1.0.
1.0.'' >eng>engetahetahui dui dari pari produk roduk apa apa sa#a sa#a !"A !"A dapadapat ditt ditemukemukanan 1.0
1.0.0.0 >en>engetgetahuahui pi prosroses es pempemerikeriksaasaan !n !"A"A 1.
1.0.0.44 >e>engngetetahahui ui apaplilikakasi si pepememerikriksasaan an !"!"A A dadalalam m kekepepentntiningagannnnya ya dadalalamm bidang forensik
bidang forensik
1.
1.4
1.4.1.1 >em>embeberikarikan gamban gambaran kepran kepada peada pembambaca menca mengengenai !"A daai !"A dan peran dan peran dariri !"A dalam kepentingan forensik.
!"A dalam kepentingan forensik. 1.
1.4.4.'' eebabagagai i babahahan n ununtutuk k pepenenelilititian an yayang ng lelebibih h lalan#n#ut ut tetentntanang g pepengnggugunanaanan !"A di kemudian hari.
!"A di kemudian hari.
BAB II BAB II TIN"AUAN PU#TA$A TIN"AUAN PU#TA$A 2. 2.11 DeDe!%!%n%n%s% s% DNDNAA Deoxyribonucleic
Deoxyribonucleic acid acid (!"A) adalah materi genetik yang merupakan (!"A) adalah materi genetik yang merupakan blu
blue e priprint nt yanyang g menymenyimpan impan inforinformasi genetik untuk masi genetik untuk peapearisan sifat risan sifat kepakepadada
generasi berikutnya. !"A berfungsi untuk3(1) generasi berikutnya. !"A berfungsi untuk3(1)
a. >embelah diri bersama sel sehingga setiap anak sel yang dihasilkan memiliki materi genetik yang sama.
b. intesis protein sehingga sel dapat mempertahankan kehidupan. !"A dapat diisolasi dari inti sel dan mitokondria.
abel 13 /erbedaan !"A Inti dengan !"A >itokondria (')
DNA Int% DNA M%t&k&n'r%a
+kuran genom 0 #uta bp 1=.5=9 bp
opi per sel ' (1 dari tiap induk) -isa lebih dari 1*** truktur inier& terbungkus kromosom irkuler !iturunkan dari Ayah dan Ibu (kecuali B) Ibu eunikan +nik untuk tiap indi%idu (kecuali
saudara kembar identik)
idak sepenuhnya unikCkhas
ingkat mutasi :endah 5$1* kali !"A inti !"A merupakan makromolekul polinukleotida yang tersusun atas polimer nukleotida yang berulang$ulang& tersusun rangkap membentuk !"A untai ganda (double helix) dan berpilin ke kanan. etiap nukleotida terdiri dari 0
komponen& yaitu basa nitrogen& gula pentosa (deoksiribosa)& dan fosfat. !"A memiliki 4 basa& yaitu adenin& timin& sitosin& dan guanin. -asa$basa nitrogen dari heliks ganda ini berpasangan dalam kombinasi yang spesifik3 adenin (A) dengan timin ()& dan guanin (?) dengan sitosin (7).(1& 4& <). truktur basa nitrogen penyusun !"A3
a. Adenin (9 purin D = aminC= aminopurin) 755 "5
b. ?uanin (' amino D 1 purin D =(9) D oneC ' amino D = hydroEypurine) 755 "5
c. imin (5 metilpirimidin D '&4 (1& 0) D dioneC 5 metiluracil) 7== "'' d. itosin (4 aminopirimidin D ' (1) D oneC4 amino D 1 pirimidin D ' one)
?ambar '3 truktur !"A
romosom merupakan struktur padat yang tersusun atas rantai$rantai !"A dan protein yang disebut histon. el manusia normal terdiri atas '' pasang autosom dan ' gonosom. aki$laki memiliki sebuah kromosom F dan sebuah kromosom B& sedangkan perempuan memiliki ' buah kromosom F.(1&<) ebagian besar tes identifikasi manusia dilakukan dengan menggunakan penanda pada autosom& sedangkan #enis kelamin ditentukan dari gonosom. romosom B #uga dapat digunakan untuk keperluan identifikasi.(1&4) romosom B mengandung :B (Sex Determining Region Y ) yang berperan menentukan #enis
kelamin pria dengan memeriksa terbentuknya hormon testosteron. romosom B bersifat unik karena setiap kromosom B pada seorang pria akan diturunkannya secara langsung hanya kepada anak laki$lakinya dan kemudian diteruskan ke keturunan laki$laki selan#utnya.
?ambar 03 ?enom >anusia
>ateri !"A dalam kromosom tersusun atas daerah coding dan noncoding . !aerah coding dikenal sebagai gen dan mengandung informasi untuk
sintesis protein. ?en hanya menyusun 52 dari genom !"A manusia& sisanya merupakan daerah noncoding .(1)
ebanyak 99&92 !"A manusia adalah sama& hanya *&12 yang bersifat indi%idual spesifik (berbeda antar indi%idu).(1&<) /enanda polimorfik yang membedakan antara indi%idu satu dengan lainnya dapat ditemukan di daerah
noncoding . /osisi kromosom atau lokasi gen atau penanda !"A pada daerah noncoding biasa disebut sebagai lokus. Jika terdapat %ariasi atau modifikasi pada
suatu lokus yang spesifik (pada !"A) dalam suatu populasi& lokus tersebut dikatakan bersifat polimorfik.(') ersi alternatif gen disebut alel. -ila kedua alel
pada lokus yang sama dari kromosom homolognya memiliki karakter yang sama& maka disebut homozygous& sedangkan #ika berbeda disebut heterozygous.
(1)
2.2 Pemer%ksaan DNA
!alam pelayanan identifikasi forensik berbagai macam pemeriksaan dapat digunakan sebagai sarana identifikasi. -erdasarkan penyelenggaraan penanganan pemeriksaannya& sarana$sarana identifikasi dapat dikelompokkan men#adi3
1. #arana %'ent%!%kas% k&n(ens%&nal
Baitu berbagai macam pemeriksaan identifikasi yang biasanya sudah dapat diselenggarakan penanganannya oleh pihak polisi penyidik& antara lain3
a. /emeriksaan secara %isual dan fotografi mengenali ciri$ciri muka atau tubuh lainnya.
b. /emeriksaan benda$benda milik pribadi seperti pakaian& perhiasan& sepatu dan sebagainya.
c. /emeriksaan kartu$kartu pengenal seperti /&I>& arpeg& kartu mahasisa dan sebagainya& surat$surat seperti surat tugasC #alan atau dokumen$dokumen dsb.
d. /emeriksaan sidik #ari dan lain$lain.
2. #arana %'ent%!%kas% me'%s
Baitu berbagai macam pemeriksaan identifikasi yang diselenggarakan penanganannya oleh pihak medis& yaitu apabila pihak polisi penyidik tidak
dapat menggunakan sarana identifikasi kon%ensional atau kurang memperoleh hasil identifikasi yang meyakinkan& antara lain3
a. /emeriksaan ciri$ciri tubuh yang spesifik maupun yang non$spesifik secara medis melalui pemeriksaan luar dan atau dalam.
b. /emeriksaan odontologis untuk mencari ciri$ciri gigi.
c. /emeriksaan antropologis dan antropometri untuk menentukan ciri$ciri badan atau rangka seseorang.
d. /emeriksaan golongan darah berbagai sistem3 A-& :hesus& >"& eel& !uffy& A& dan sebagainya.
e. /emeriksaan ciri$ciri biologi molekuler sidik !"A dan lain$lain.
1. etepatan yang tinggi
!alam pemeriksaan suatu bercak darah sebelum ditemukannya pemeriksaan !"A dilakukan pemeriksaan golongan darah.
'. estabilan yang tinggi
/ada kasus di mana bukti sebagai sampel sudah membusuk& hanya tes !"A yang masih dapat dilakukan karena !"A bersifat tahan pembusukan dibandingkan dengan protein.
0. /emilihan sampel yang luas
!"A terdapat pada seluruh sel tubuh yang bernukleus sehingga pengambilan sampel untuk pemeriksaan !"A dapat diambil dari berbagai bagian tubuh kecuali sel darah merah.
4. !apat mengungkap kasus$kasus seperti penentuan keayahan& kasus incest &
kasus paternitas dengan bayi dalam kandungan& kasus paternitas dengan bayi yang sudah meninggal& dan kasus paternitas dengan bayi tanpa ayah6.
5. !apat mengungkap kasus perkosaan dengan banyak pelakuG pemeriksaan !"A dapat memastikan berapa orang pelaku dan siapa sa#a pelakunya
=. ensiti%itas yang amat tinggi
ahap pemeriksaan !"A meliputi lima langkah 3
8
I'ent%!%kas% sam)el
Ekstraks% DNA
Mem)er*an+ak DNA +ang telah '%ekstraks% menggunakan P,R
Pem%sahan 'an (%sual%sas% )r&!%l DNA
Mem*an'%ngkan 'an
?ambar 43 ahap pemeriksaan !"A
2.2.1 #ejarah Perkem*angan Pemer%ksaan #%'%k DNA
/emeriksaan !"A didasarkan atas adanya bagian !"A manusia yang termasuk daerah noncoding atau intron yang memiliki urutan basa tertentu yang
berulang.(') -agian !"A ini dimiliki oleh semua orang tetapi setiap indi%idu mempunyai #umlah pengulangan yang berbeda sehingga dapat dibedakan antara indi%idu satu dengan lainnya.(1$') -agian !"A ini dikenal dengan nama
ariable Number of Tandem Repeats (":) dan umumnya tersebar pada
bagian u#ung dari kromosom.
Jeffreys dkk menemukan baha suatu fragmen !"A yang diisolasi dari !"A yang terletak dekat dengan gen globin manusia ternyata dapat melacak ": ini secara simultan. /elacak !"A (probe) multilokus temuannya dinamakan pelacak Jeffreys.(')
/rosedur pemeriksaan !"A fingerprint meliputi3(')
1. /engambilan sampel '. ,kstraksi !"A
0. /emotongan !"A dengan enHim restriksi 4. ,lektroforesis pada gel agarose
!" Southern bloting
=. /ersiapan pelacak !"A <. ibridisasi
8. /encucian sisa pelacak
9. Autoradiografi pada membran yang telah bersih
etelah penemuan Jeffreys ini& banyak ter#adi penemuan ": lain. >etode dan teknik pemeriksaan men#adi beraneka ragam seiring ber#alannya aktu& antara lain3(8)
eknik pertama pemeriksaan profil !"A yang pertama di bidang forensik adalah :;/. !"A diekstraksi dan dipotong oleh enHim restriksi yang spesifik sebelum dipisahkan dengan elektroforesis pada gel agarosa berdasarkan berat molekulnya.
'. &ulti $ocus %rofiling (>/)
/ada aalnya selain :;/ #uga berkembang teknik >/. ayangnya teknik ini membutuhkan #umlah sampel !"A yang besar. /ada kasus$kasus yang hanya ditemukan se#umlah kecil !"A& teknik ini tidak dapat digunakan sehingga pada aal tahun 199*$an digantikan oleh teknik /.
0. Single $ocus %rofiling (/)
-erbeda dengan >/ di mana beberapa daerah !"A diperiksa secara paralel dalam satu proses& analisis / dapat dilakukan alaupun hanya
terdapat sedikit sampel !"A
4. %olymerase Chain Reaction (/7:)
angkah penting dalam pemeriksaan !"A saat ini adalah /7:. /7: memanfaatkan kemampuan !"A untuk mereplikasi dirinya sendiri.
5. Short Tandem Repeat (:)
/emeriksaan !"A metode : menggunakan teknik /7:. Analisis pada teknik ini didasarkan pada perbedaan urutan basa : dan perbedaan pan#ang atau pengulangan basa :.
!alam kasus$kasus kriminal& penggunaan tes !"A di atas bergantung pada barang bukti apa yang ditemukan di empat e#adian /erkara (/). eperti #ika ditemukan puntung rokok& yang diperiksa adalah !"A inti sel yang terdapat dalam epitel bibir karena ketika rokok dihisap dalam mulut& epitel dalam bibir ada yang tertinggal di puntung rokok. ,pitel ini masih menggandung unsur !"A yang dapat dilacak.
2.2.2 Pengum)ulan sam)el untuk )emer%ksaan DNA
Aspek paling penting dari pengumpulan sampel !"A adalah pengaetan dan pemeliharaan karena sebagai barang bukti& integritas sampel harus dipertahankan agar hasil pemeriksaannya dapat digunakan dalam pengadilan. /engumpulan sampel !"A yang buruk dapat menyebabkan !"A terdegradasi atau fragmen !"A yang terlalu pendek yang menyebabkan sulit untuk dianalisis.(9) Aspek lain yang penting adalah men#aga tempat ke#adian perkara dari saat pertama kali polisi tiba hingga bukti terakhir telah
dikumpulkan tanpa terkontaminasi. empat ke#adian dapat diamankan dengan tali& tape' maupun barikade dan semua personel di tempat ke#adian harus
menggunakan alat perlindungan diri& seperti ba#u& sarung tangan& sepatu boot& masker& penutup rambut& dan pelindung mata. (9)
-erbagai bagian tubuh manusia dapat digunakan sebagai sampel untuk pemeriksaan !"A. >aterial pemeriksaan !"A dapat dilihat dalam tabel '.
abel '3 >aterial pemeriksaan !"A(8)
Mater%al *%&l&g%s $eterangan
!arah !arah dapat ditemukan dalam bentuk genangan& tetesan& percikan& atau noda. !arah diisolasi bisa dalam bentuk cair
atau kering.
ulang ampel tulang dari tubuh yang telah membusuk dapat digunakan untuk analisis !"A
etombe eluhan kulit tertentu akan menghasilkan #aringan kulit kepala yang berlebihan yang dapat digunakan untuk analisis !"A
:ambut !"A terdapat pada akar rambut dan kulit kepala yang mengelilingi akar rambut. atu helai rambut yang ditarik sampai ke akarnya cukup untuk bahan analisis !"A. edangkan helaian rambut yang biasa ditemukan di pakaian biasanya tidak memiliki materi !"A inti yang cukup untuk
analisis sehingga hanya bisa dilakukan analisis terhadap !"A mitokondria. ulit untuk menilai kualitas dari sebuah rambut tanpa diperiksa di baah mikroskop& oleh karena itu seluruh rambut harus dikumpulkan
;eses tandar pemeriksaan !"A tidak dapat dilakukan pada sampel feses kecuali pada feses yang bercampur darah. etapi dapat digunakan analisis mitokondria !"A
uku /rofil !"A untuk kepentingan analisis !"A dapat diperoleh dari sel$sel kulit dan darah yang terkumpul di baah kuku.
idik #ari !apat dilakukan pmeriksaan analisis !"A dari sab sidik #ari
-agian tubuh /otongan tubuh seseorang akan berisi se#umlah besar !"A yang cukup untuk pemeriksaan analisis !"A
telinga atau telinga yang dapat men#adi sumber yang baik untuk pemeriksaan !"A.
ali%a idak terdapat !"A pada air liur. etapi !"A dapat ditemukan pada sel$sel epitel mukosa mulut yang kadang$ kadang ditumpahkan bersama sali%a
emen emen atau air mani biasanya mengandung sperma yang banyak mengandung !"A
eringat eringat tidak mengandung material !"A
+rin +rin mungkin mengandung sel$sel epitel yang berasal dari saluran kemih tetapi mungkin masih belum cukup untuk analisis !"A
7airan agina 7airan %agina mengandung sel$sel dinding %agina yang cukup untuk analisis !"A
!"A terdapat dalam setiap sel berinti& maka dari itu !"A #uga terdapat pada materi organik yang ada di /. ebagian besar barang bukti biologis tersebut paling baik disimpan dalam keadaan dingin dan kering. ondisi ini menurunkan la#u pertumbuhan bakteri dan degradasi !"A.
/engambilan barang bukti biologiss di / harus dilakukan sesuai prosedur agar barang bukti tidak rusak.
#e-ara Umum
/eralatan sampling bercak di / terdiri atas3(8)
• Chec()list yang terdokumentasi
• /etun#uk penggunaan peralatan sampling
• *reathable tamper)e+ident bags,containers dan atau kotak kemasan& yang
memiliki angka ataubarcode khusus
• ab (sab ekstra bila diperlukan) yang steril (selalu basah) • ampelC%ial air steril
• epasang sarung tangan sekali pakai
• elembar formulirClabel yang memuat informasi rele%an tentang sampel • Isi peralatan sampling di / yang digunakan untuk mengumpulkan
bercak biologis seperti yang disebut sebelumnya /rosedur terhadap tiap bercak(8)
1. ampel 7air
Jika darah& semen& atau sali%a ditemukan sebagai bercak cair atau masih basah& sampel tersebut harus dikumpulkan dengan pulasan kering atau pipet bila tersedia. /ulasan dari kapas ol yang steril cocok untuk
pegambilan sampel #enis ini. ampel tersebut harus diambil dengan satu area pulasan dan tidak mengenai seluruh permukaan kepala pulasan
'. -ercak ering
-ercak yang terlihat dapat diambil dengan beberapa cara. edapat mungkin dilakukan dengan mengambil bercak secara keseluruhan. Apabila hal ini tidak memungkinkan& bercak dapat diambil dengan beberapa cara3
• S-abbing 3 lembabkan pulasan dengan se#umlah kecil air steril (tidak
sampai basah) dan gunakan pulasan untuk menggosok material !"A dari area yang sekecil mungkin
• Scraping 3 kerok bercak kering dari permukaan dengan pisau scalpel
sekali pakai dan simpan hasil kerokan ke dalam kontainer steril atau amplop kering
• Cutting 3 gunakan pisau steril yang ta#am untuk memotong permukaan
yang mengandung material !"A& misalnya kayu atau -allpaper
• $ifting 3 dengan menggunakan plester lengket& bercak diangkat dengan
permukaan plester yang lengket& kemudian permukaaan plester yang lengket itu di ditempelkan pada permukaan steril misalnya pada acetate sheet . 7ara ini dapat digunakan untuk mengambil bercak dengan bersih
dan kemudian mengamankannya dalam plester.
/etugas harus melakukan kontrol terhadap setiap sampel. /etugas yang mengambil sampel harus mengenakan sarung tangan. >asker seharusnya digunakan& khususnya apabila diperlukan pemeriksaan #arak dekat pada bercak.
etelah sampel telah diambil dengan salah satu metode di atas& letakkan sampel pada kontainer apusan dan atau small breathable tamper)e+ident bag .
egel kantong dan catatan detail tempat ke#adian perkara sesuai dengan label yang urut (gunakan segel atau kode khusus atau sesuai petun#uk polisi). angat penting baha setiap sampel dikemas sendiri$sendiri sehingga mencegah
kemungkinan kontaminasi antarsampel.(8)
Apabila sampel #atuh atau mengalami kontak dengan permukaan lain saat pengambilan sampel (misalnya apusan)& idealnya prosedur pengambilan sampel
dihentikan& peralatan mengambil sampel dibuang& dan sampel diambil lagi dengan menggunakan peralatan mengambil sampel yang baru. "amun biasanya bercak yang ditemukan sedikit #umlahnya sehingga semua sampel harus dicatat
dan disimpan dengan alat pengambilan sampel. ekali sampel berhasil diambil& masukkan sampel ke dalam large tamper e+idence bag & simpan& dan kirimkan ke
laboratorium sesuai instruksi polisi yang sah. umpulkan pembungkus dan sarung tangan lalu buanglah dengan adah khusus.(8)
Pa'a $ejahatan #eksual
Alat pemeriksaan medis pada ke#ahatan seksual setidaknya terdiri atas3
• -uku petun#uk
• *reathable tamper)e+ident bags,containers dan atau kotak kemasan& yang
memiliki angka atau barcode khusus
• elembar kertas besar dalam sebuah polythene bag • epasang sarung tangan sekali pakai
• ab katun steril yang polos
• Coc(tail stic(s dalam polythene bag kecil yang disegel terpisah untuk kerokan
kuku
• isir dalam polythene bag untuk menyisir rambut
• antong tersegel terpisah (untuk apusan& sampel rambut& darah& dan botol
sali%a)
• ;ormulir berisi informasi yang rele%an pada korban atau tersangka • -ahan pembungkus pakaian sebaiknya disediakan oleh polisi.
Isi alat pemeriksaan medis pada ke#ahatan seksual hanya boleh digunakan oleh polisi ahli bedah atau petugas medis&
-arang bukti yang mungkin ditemukan dari tubuh korban termasuk3
• :eferensi sampel !"A dari korban3 digunakan untuk identifikasi dan tu#uan
eliminasi
• Apusan genital3 dapat mengandung !"A yang berasal dari pelaku ke#ahatan
seksual (contohnya sel$sel sperma atau sel$sel epitel penis)
• Apusan payudara dan area genitalia eksterna3 !"A dari sel$sel sperma dan
!"A dari sel$sel epitel yang ditransfer melalui mulut atau tangan
• Apusan permukaan tubuh lainnya yang mungkin telah disentuh atau dipegang&
mencari sel$sel epitel yang ditransfer melalui kontak kulit ke kulit dari pelaku ke#ahatan seksual ke korban termasuk sali%a
• ?untingan atau kerokan kuku3 dapat mengandung sel$sel kulit atau darah dari
pelaku ke#ahatan seksual yang ditransfer saat serangan
• isiran rambut pubis3 transfer rambut pubis orang lain • /akaian korban
/akaian dalam3 !"A dari cairan semen atau sel$sel epitel
/akaian luar3 !"A dari cairan tubuh yang mungkin ditemukan dan barang bukti lain misalnya serat kain
• -arang$barang pribadi3 dapat rele%an untuk identifikasi atau in%estigasi
kriminal
Alat pemeriksaan medis terpisah harus digunakan untuk masing$masing indi%idu. /emeriksaan medis lebih baik tidak dilakukan bersamaan tetapi
dipisahkan& baik ruang maupun aktu. al ini bertu#uan untuk mengurangi kemungkinan kontaminasi silang oleh pihak ketiga atau oleh pemakaian fasilitas pemeriksaan bersama$sama. Alat pemeriksaan medis memuat instruksi pemeriksaan yang eksplisit dan sebuah formulir pemeriksaan medis yang harus
dilengkapi pada setiap pemeriksaan.
!eskripsi dari korban hidup tentang rangkaian ke#adian sangatlah penting untuk men#adi petun#uk dari mana !"A dapat didapatkan. ebagai contoh& bila korban mengatakan baha pelakunya menciumnya di leher& perlu dilakukan pemeriksaan dan apusan di area tersebut untuk menemukan !"A pelaku.
Apusan yang didapat dari korban atau tersangka sebaiknya tidak disimpan pada media transfer (seperti pada analisis mikrobiologi) karena akan merusak
!"A. elembar kertas yang lebar dapat digunakan untuk mengumpulkan barang bukti yang mungkin #atuh dari tubuh korban atau pakaian selama pemeriksaan. ertas lebar tersebut harus dilipat dengan hati$hati dan dikumpulkan bersama barang bukti yang lain.(8)
2.2.3 $arakter%sas% #am)el
etika barang bukti dari / diterima di laboratorium& benda tersebut biasanya diperiksa untuk melihat ada atau tidaknya materi organik. -eberapa laboratorium melakukan tes presumtif dan tes konfirmatif sebelum dilakukan
DNA profiling . es presumtif dilakukan untuk memeriksa apakah benar terdapat
cairan biologis seperti darah atau semen pada barang bukti.
es presumtif lebih baik apabila sederhana& murah& aman& dan mudah dilakukan. es tersebut sebaiknya hanya menggunakan sedikit bahan dan tidak memiliki efek buruk terhadap tes$tes !"A yang akan diker#akan selan#utnya pada bahan tersebut.
1. ampel bercak darah
ebanyakan tes presumtif untuk darah berfokus untuk mendeteksi adanya molekul hemoglobin yang ditemukan dalam eritrosit. es yang biasa dilakukan adalah tes imunokromatografi sederhana. es ini memiliki batas deteksi b *&*< gCm dan memiliki spesi%isitas untuk darah manusia dan primata lain.
es presumtif lainnya adalah tes luminol. /ada tes ini reagen luminol disemprotkan ke barang bukti yang diperiksa lalu barang tersebut diiluminasi di ruang yang gelap.
'. ampel sali%a
+ntuk sampel sali%a dapat digunakan tes amilase. !ua metode umum untuk memeriksa adanya amilase antara lain3 tes phadebas dan starch iodine radial diffusion test .
0. ampel semen
ampel semen dapat dikarakterisasi melalui %isualisasi sel sperma& tes asam fosfatase& atau tes antigen spesifik prostat.
!i laboratorium& sampel !"A diekstraksi dan disimpan dalam
refrigerator pada suhu $47 atau freezer pada suhu $'*7. untuk
penyimpanan #angka pan#ang& sampel !"A bahkan dapat disimpan pada suhu $<*7. uhu optimal untuk penyimpanan sampel !"A adalah $19*o7 (disimpan dalam nitrogen cair). >olekul !"A bertahan paling baik pada keadaan kering (untuk mencegah hidrolisis basa) dan terlindung dari enHim pencerna !"A yang disebut !"A$se.
2.2. Ekstraks% DNA
ampel biologis yang didapat dari / dalam bentuk darah& semen& atau #aringan mengandung beberapa substansi selain !"A. >olekul !"A harus dipisahkan dari materi seluler lainnya sebelum dapat diperiksa karena dapat mengurangi kemampuan analisis !"A. Jumlah dan kualitas !"A harus diukur lagi setelah proses ekstraksi untuk memastikan hasil yang optimal. /rosedur tatalaksana ekstraksi atau isolasi !"A bergantung pada #enis barang bukti yang diperiksa. -erikut ini cara ekstraksi !"A dari bagian$bagian tubuh tertentu3
1. Darah 'an Ber-ak Darah 1/011
!arah yang diambil adalah darah %ena. !arah diambil minimal 1 ml dengan menggunakan antikoagulan ,!A. ,!A akan men#aga agar !"A tidak ter#adi degradasi karena !"A$se akan dinon$aktifkan. -ila tidak secara langsung dilakukan ekstraksi& darah dapat disimpan dalam suhu $'*o7 ( freezer ).ahap isolasi !"A3
a. 7airkan sampel beku& dan untuk setiap sampel 1 ml& tambahkan *&8 ml buffer 1F 7& dan campurkan. /usingkan selama 1 menit pada 1'.***
rpm.
b. -uang 1 ml supernatan.
c. ambahkan 1 ml 7 buffer lalu dipusingkan selama 1 menit dan buang semua supernatan.
d. >asukkan 0<5 K "aAc sebanyak *.'> pada setiap pellet dan
dipusingkan. alu tambahkan '5 K 1*2 ! dan 5 K proteinase ('* mgCml ')& pusingkan sebentar& lalu inkubasi selama 1 #am pada suhu 55o7.
e. >asukkan 1'* K phenol CchloroformCisoamyl alcohol dan pusingkan
selama 0* detik& pusingkan sampel selama ' menit pada kecepatan 1'.*** rpm
f. /indahkan lapisan yang cair pada tabung sentrifuge yang baru&
tambahkan 1 ml etanol 1**2 yang dingin& campurkan& dan inkubasi selama 1* menit.
g. /usingkan selama ' menit pada 1'.*** rpm.
h. >asukkan 18* K 1*31 buffer ,& %orteks& dan inkubasi pada suhu 55o 7
selama 1* menit.
i. >asukkan '* K ' > sodium acetate dan campurkan. ambahkan 5** K dari ethanol 1**2 dingin& campurkan& dan pusingkan selama 1 menit pada 1'.*** rpm.
#. /isahkan supernatan dan cuci pellet dengan etanol 8*2 sebanyak 1cc& sentrifuge selama 1 menit.dengan 1'.*** rpm
k. /isahkan supernatan& keringkan pellet pada Speedy)ac selama 1* menit
l. :esuspensi pellet dengan menambahkan '** K 1*31 buffer ,.
Inkubasi selama 1 malam dengan suhu 55o 7& simpan sampel pada suhu $'*o7.
2. "ar%ngan tissue12
a. "yalakan air sampai suhu 557.
b. Ambil sedikit #aringan (L1.*$mm persegi)& lalu hancurkan dengan scalpel.
c. /indahkan ke sentrifuge& masukkan =** ml buffer ", dan 05 ml
/roteinase ('* mgCml). 7ampur sampel.
d. Inkubasi selama 1 hari pada suhu 5*o7. ambahkan 1== ml "a7l =>. ocok selama '* detik. alu& mi(rofuge sampel 14.*** rpm selama 1*
e. >asukkan ,tanol 1**2 dingin. /usingkan selama '* menit dengan 1'.*** rpm& pada suhu 4 o7.
f. /isahkan supernatan& cuci pellet !"A dalam '**$<** ml etanol 1**2.
-uang etanol& lalu campur pellet dengan ,tanol <*2. -uang sisa etanol&
lalu keringkan sediaan. Jika sudah kering& campurkan dengan air steril sebanyak '** Kl.
3. #am)el 'ar% Muk&sa R&ngga Mulut
a. -erkumurlah dengan kuat dengan 8 ml air selama ' menit dan tuangkan air kumur ke dalam tabung plastik (tabung ;alcon).
b. /indahkan ' ml cairan ini ke dalam tabung ,ppi dengan pipet dan pusingkan selama ' menit pada kecepatan 0.'** rpm.
c. -uanglah cairannya (supernatan). +langi langkah a) sampai c) paling sedikit sebanyak ' kali.
d. +ntuk isolasi !"A& tambahkan 5** Kl buffer lysis pada pellet dengan tips
biru.
e. Jentikkan tabung ,ppi dengan #ari Anda sampai pelet menghilang (larut)
f. ambahkan 1** Kl precipitation buffer & kocoklah tabung ,ppi dan letakkan
di dalam es selama 5 menit. Amati& apa yang ter#adi pada larutan tersebut. g. abung ,ppi dipusingkan selama 15 menit pada kecepatan maksimum
untuk mengendapkan protein.
h. /indahkan sekitar 4** Kl supernatan ke dalam tabung ,ppi baru yang telah berlabel. ambahkan 0=* Kl isopropanol. Jika Anda sanggup memindahkan lebih dari 4** Kl supernatan& Anda harus menambahkan isopropanol. emudian letakkan kembali tabung ,ppi ke dalam es selama beberapa menit.
i. ocoklah tabung dengan baik dan pusingkan kembali pada kecepatan maksimum selama 15 menit.
#. !engan hati$hati buanglah supernatan dan tambahkan 5** Kl <*2 etanol dingin dan letakkan sentrifugasi kembali pada kecepatan maksimum selama 5 menit.
k. etelah supernatan dibuang& Anda mungkin dapat melihat pellet putih kecil
pada dasar tabung. eringkan ,ppi pada =*7 pada balok pemanas (biarkan terbuka) dan tambahkan 0* Kl air.
. #)erma 'an Ber-ak #)erma13
/rosedur penarikan sel$sel sperma
a. >emasukkan sampel ke dalam tabung ekstraksi dan menambahkan 5** l -uffer tain ,kstraksi dan 5 l /roteinase ('* ugCul). 7ampur hingga homogen dan inkubasi selama ' #am pada suhu 0<o7.
b. /usingkan selama 5 menit pada kecepatan 1=.*** rpm.
c. >embagi sampel men#adi 0 fraksi 3 ;1& ;'& ;0. ;0 adalah cairan yang tumpah& ditempatkan pada tabung ekstraksi baru& untuk selan#utnya diproses sesuai kebi#aksanaan analis& ;13 /isahkan cairan supernatan pada tabung mikrosentrifus& ;'3 %ellet sel sperma dibiarkan pada tabung
ekstraksi aal. d. ;raksi ;'3
1) >enambahkan 5** l -uffer tain ,kstraksi dan 5 l /roteinase ('* ugCul).7ampur hingga homogen dan inkubasi selama 0* menit pada suhu 0<o7
') /usingkan selama 5 menit pada kecepatan 1=.*** rpm. 0) /isahkan dan singkirkan supernatan.
4) >emurnikan pellet sel sperma dengan 1 ml ",& pusingkan pada
kecepatan maksimum selama 1* menit. /isahkan dan buang buffer ",. etelah dimurnikan&1 l pellet dapat diambil untuk /I7.
e. 7ampur hingga homogen dan inkubasi selama ' #am pada suhu 0<o7. f. etakkan sampel ;0 pada tabung ekstraksi dan pusingkan selama 5
menit pada kecepatan 1=.*** rpm
g. ,ktraksi organik 3 tambahkan 5** l phenol C(loroformCisoamyl alcohol
pada cairan. ocok selama 1 menit hingga diperoleh emulsi keruh. /usingkan selama ' menit dengan kecepatan maksimum
h. >enempatkan cairan #ernih dari ekstraksi organik ke dalam tabung >icrocon 1**. /usingkan& lalu keringkan.
i. >enambahkan 5*$1** l , lagi untuk membersihkan komponen residu ektraksi dari !"A. /usingkan hingga kering.
#. >enambahkan , secukupnya& saring& lalu mencampur hingga homogen.
k. Inkubasi sampel minimal selama 1 #am pada suhu 5=o7. . Tulang A
a. ancurkan tulang sampai berupa bubukan halus sehingga diperoleh bubukan tulang berukuran 1** m. 7ampur 1 gr bubuk tulang dengan 1* ml ,!A *&5 > (p <&5)& alu dipusingkan& diinkubasi pada suhu =o7 dalam alat ultrasonik selama ' #am. /roses tersebut dipantau denganmenambahkan larutan amonium oksalat p 0&* #enuh dan proses dihentikan setelah larutan #ernih.
b. !"A diisolasi dari tulang yang didekalsifikasi menggunakan 4 metode& yaitu metode >aEim (ilikaCguanidium tiosianat)& peranti !"AMol& piranti :eady A>/& dan ekstraksi menggunakan garam dapur "a7l. c. !"A yang dihasilkan diukur menggunakan piranti !"A !iptick.
d. !an ketiga& dilakukan %isualisasi !"A pada gel agarosa kon%ensional menggunakan metode pengecatan perak dan perancangan primer menggunakan perangkat lunak database 6the uman ?ene bank6 dengan sekuen3 5$7?A????777AA?77??$0 (IndraseE1) dan 5$ AAA?A?A$7AAA7?A7?$0 (IndraseE') yang dapat menghasilkan produk /7: F$spesifik dan B$spesifik menggunakan gel agarosa biasa.
e. !"A siap digunakan.
. 4%g% 1
Isolasi !"A untuk gigi dapat dilakukan melalui beberapa tahapan.
a. ?igi dibuat men#adi bubukan halus dengan cara dibor dengan mesin yang telah dimodifikasi sehingga kecepatannya dapat diatur (dirangkai serial dengan alat dimmer untuk lampu). ilangnya bubukan tulang dapat diperkecil dengan menampung bubukan tersebut dalam tabung polypropylene 5* ml.
b. asil bubukan tulang berukuran 1** micron sebanyak 1 gram yang tertampung dalam tabung steril nunc tersebut didekalsifikasi dengan 1* ml *&5 > ,!A (p <&5).
c. etelah di%orteE& diinkubasi pada suhu 5=7 dalam alat ultrasonik selama ' #am. -ubukan tulang akan langsung menyebar saat ditambah larutan ,!A. /roses dekalsifikasi dimonitor dengan penambahan larutan ammonium oEalate p 0&* #enuh.
d. Jika larutan tetap #ernih& proses dekalsifikasi dihentikan.
e. Jumlah !"A yang dihasilkan ditentukan dengan menggunakan N!"A !ip$tick it6
f. !"A siap digunakan.
eknik$teknik utama untuk ekstraksi !"A yang sekarang banyak digunakan dalam laboratorium !"A adalah ekstraksi organik& ekstraksi 7heleE& dan ;A atau ekstraksi fase$solid.
1. Ekstraks% 5rgan%k
,kstraksi organik& #uga disebut ekstraksi fenol$kloroform& telah digunakan paling lama dan dapat digunakan untuk situasi di mana :;/ dan atau /7:
digunakan. !"A dengan berat molekul tinggi yang penting untuk metode :;/ dapat diperoleh paling efektif melalui cara ini namun metode ini memakan aktu lama& melibatkan bahan kimia berbahaya dan memerlukan pemindahan bahan melalui beberapa tabung sehingga menaikkan risiko
kontaminasi.
2. Met&'e ,hele6
>etode ini dapat mengekstraksi !"A lebih cepat dari metode organik. elain itu& ekstraksi 7heleE melibatkan lebih sedikit langkah sehingga kontaminasi bisa diminimalisisasi. "amun& metode ini menghasilkan !"A untai tunggal
sehingga hanya berguna untuk prosedur berbasis /7:. elain itu& tes ini #uga menghilangkan inhibitor /7: sehingga dapat men#adi suatu keuntungan untuk /7:.
3. 7TA paper
;A paper adalah kertas serap berbasis selulosa. >etode ini memiliki
keuntungan karena menghasilkan data konsisten dan dapat diautomatisasi.
. Ekstras% !ase0s&l%'
>erupakan ekstraksi di mana !"A diikat secara selektif pada sebuah substrat seperti silica dan dilepaskan pada pencucian yang memisahkan !"A dari protein dan komponen seluler lainnya. >etode yang paling banyak digunakan
adalah Oiagen columns& !"A IO& dan /rep;iler.
. D%!!erent%al ekstraks%
>odifikasi ekstraksi organik yang memisahkan sel epitel dan sel sperma. >etode ini umum digunakan untuk mengisolasi !"A pria dan anita pada barang bukti kasus$kasus perkosaan yang mengandung campuran kedua #enis
?ambar =3 /roses ekstraksi !"A
ebelum dilakukan analisis tertentu& penting untuk menentukan berapa banyak !"A yang tersedia& dan #uga apakah !"A tersebut berasal dari manusia& serta telah terdegradasi atau belum. !"A yang tersedia dalam bagian yang relatif besar disebutheight molecular -eight (>P).(15)
2.2. Pemer%ksaan Elektr&!&res%s1
/roduk /7: dari short tandem repeat !"A harus dipisahkan dalam
bentuk yang memungkinkan setiap alel dapat dibedakan dari alel lain. Alel heteroHigot diuraikan dengan cara ini melalui suatu metode pemisahan ukuran yang dikenal sebagai elektroforesis. >edia pemisahan dapat dalam bentuk gel slab atau kapiler.
ata ele(troforesis berasal dari bahasa Bunani ele(tron (muatan) dan
bahasa atin phore (pembaa). !engan demikian& proses elektroforesis
mengacu pada muatan listrik yang dibaa oleh molekul. !i baah pengaruh medan listrik& molekul !"A dalam buffer akan bermigrasi #auh dari elektrode negatif (katoda)& dan bergerak menu#u elektroda positif (anoda). emakin tinggi tegangan& semakin besar gaya yang diterima oleh molekul !"A dan semakin cepat !"A bergerak. /ergerakan ion dalam medan listrik akan menghasilkan panas. /anas ini harus dihamburkan atau akan diserap oleh sistem. /anas berlebih dapat menyebabkan gel slab menghasilkan .the smiling band/ atau
dalam kasus yang sangat parah gel dapat benar$benar mencair dan rusak. ,lektroforesis kapiler memberikan keuntungan karena panas bisa lebih mudah dihamburkan dari kapiler yang memiliki rasio permukaan$%olume yang tinggi.
1. #la* gel
Slab gel terdiri dari matriks mikroporus yang akan dileati molekul !"A
selama elektroforesis. >aterial gel dicampur bersama dan dituangkan ke dalam cetakan untuk menyusun struktur gel slab. QisirQ dari sampel ditempatkan ke dalam sehingga gigi$gigi dari RsisirS tersebut tertanam dalam matriks gel. etelah gel dipadatkan& RsisirS dilepas& yang akan meninggalkan RsumurS yang digunakan untuk memuat sampel !"A. ;ormat dasar untuk sistem elektroforesis gel ditun#ukkan pada gambar <.
?ambar <3 kema dari sistem elektroforesis gel. oriHontal gel terendam dalam tangki penuh buffer elektroforesis. ampel !"A dimuat ke sumur di bagian atas gel. etika tegangan diterapkan di dua elektroda& molekul !"A bergerak menu#u anoda dan terpisah berdasarkan ukuran. Jumlah #alur yang tersedia pada gel tergantung pada #umlah gigi pada sisir yang digunakan untuk defi ne sumur loading. etidaknya satu la#ur pada gel masing$masing diambil oleh standar
ukuran massa molekul relatif yang digunakan untuk memperkirakan ukuran band sampel di #alur lain.
"en%s0jen%s gel untuk )emer%ksaan elektr&!&res%s8
!ua #enis gel biasa digunakan dalam biologi molekular dan laboratorium !"A forensik hari ini untuk memisahkan !"A. ?el agarosa memiliki ukuran pori yang cukup besar dan digunakan untuk memisahkan molekul !"A yang lebih besar& sementara gel poliakrilamida digunakan untuk mendapatkan pemisahab resolusi tinggi untuk molekul !"A yang lebih kecil& biasanya di baah 5** atau 1*** pb. elama bertahun$tahun& metode typing
!"A forensik telah menggunakan kedua #enis gel. >etode Restriction fragment length polymorphism (:;/) yang menggunakan gel agarosa untuk memisahkan fragmen !"A mulai dari ukuran =** ke T'0.*** bp. >olekul !"A dengan massa molekul relatif yang rendah tidak dapat dipisahkan dengan gel slab agarose. !i sisi lain& alel STR %CR)amplified & yang memiliki ukuran
dari T1** sampai 4** bp& lebih baik menggunakan gel polyacrylamide.
Apabila beberapa lokus : yang mengandung mikro%arian& kemampuan resolusi tinggi dari gel poliakrilamida sangat penting untuk memisahkan molekul !"A berukuran mirip yang mungkin hanya dibedakan satu nukleotida.
a. ?el Agarosa
Agarosa pada dasarnya adalah #enis rumput laut dan memiliki pori$ pori dengan diameter '*** angstrom (U) ('** nm). ?el agarosa mudah disiapkan oleh menimbang #umlah bubuk agarosa yang diinginkan dan mencampurnya dengan buffer elektroforesis. 7ampuran ini dapat cepat dibuat mendidih dengan microa%e sampai larutan bubuk agarosa dapat larut. etelah larutan tidak terlalu panas& larutan dituangkan ke kotak gel untuk menentukan bentuk gel dan ketebalan.
SisirS dimasukkan ke cairan agarosa sebelum dingin untuk membentuk sumur dengan gigi$gigi VsisirS itu. etelah agarosa men#adi gel& SsisirS dilepas& yang akan meninggalkan sumur$sumur kecil yang dapat menampung 5 sampai 1* u sampel atau lebih& tergantung pada ukuran gigi dan kedalaman di mana mereka ditempatkan pada gel agarosa. ?igi$gigi SsisirS menentukan #umlah sampel yang dapat dimuat ke gel serta #alur akan ditempatkan. Ada dua #enis sisir3 persegi dan gigi hiu.
-uffer elektroforesis dituangkan ke atas gel sampai sepenuhnya terendam. !ua buffer biasanya digunakan pada elektroforesis& ris$asetat$ ,!A (A,) dan ris$borate$,!A (-,). ampel dicampur dengan
loading dye dan dimasukkan dengan pipet ke masing$masing sumur gel yang
terendam. $oading dye berisi campuran bromofenol biru& pearna biru tua
yang membantu analis melihat sampel& dan sukrosa untuk meningkatkan %iskositas sampel dan mengakibatkan sampel tertinggal di sumur sebelum tegangan dinyalakan dan elektroforesis dimulai. Jumlah sampel yang dapat di#alankan secara paralel pada gel ditentukan oleh #umlah gigi pada sisir dan #umlah sumur. -iasanya antara 8 dan '4 sampel yang di#alankan pada aktu yang sama pada gel agarosa. ampel dengan massa molekul relatif standar di#alankan dalam beberapa #alur yang sebagai pembanding untuk memungkinkan estimasi ukuran masing$masing sampel !"A.
etelah sampel tersebut ditempatkan& ko%er penutup ditempatkan di atas kotak gel yang mengandung gel terendam dan elektroda pada kedua u#ung gel dihubungan ke sumber listrik. Anoda (elektroda positif) ditempatkan pada u#ung gel ter#auh dari sumur untuk menarik molekul$ molekul !"A melalui bahan gel. -iasanya listrik 1**$=** %olt () ditempatkan di gel agarosa& yang pan#angnya 1* sampai 4* cm& untuk menghasilkan medan listrik sekitar 1 sampai 1* Ccm.
etika molekul !"A yang bergerak melalui gel& mereka akan dipisahkan sesuai ukuran (yang lebih kecil bergerak lebih cepat dan mudah melalui pori$pori gel). ebagai ilustrasi& molekul !"A dapat diumpamakan sebagai pelari maraton dengan kemampuan yang berbeda. >ereka semua mulai bersama di aal dan kemudian terpisah selama QrasQ melalui gel. >olekul$molekul !"A yang lebih kecil bergerak lebih cepat daripada yang lebih. etika pemisahan selesai& gel di$ scan atau difoto untuk mencatat hasil
pemeriksaan dan perbandingan. !alam hal elektroforesis kapiler seperti akan di#elaskan di baah ini& deteksi !"A dilakukan pada fixed point dan dengan
demikian bahkan lebih mirip dengan lomba maraton karena setiap molekul akhirnya akan meleati Qgaris finishQ dan masing$masing memiliki aktu tempuh dari aal selesai direkam.
b" %olyacrylamide 0el
%olyacrylamide gel memiliki ukuran pori$pori #auh lebih kecil ( 1**
sampai '** U) dibandingkan gel agarosa (15**$'*** U). :ata$rata ukuran pori$pori gel merupakan faktor penting untuk menentukan kemampuan gel
slab dalam membedakan atau menguraikan dua fragmen !"A yang berukuran sama. ?el /A dapat di#alankan dalam format horiHontal maupun %ertikal. Jenis kotak gel akan menentukan format tersebut. !eteksi pita !"A dalam gel polyacrylamide dapat dilakukan dengan pearna fluoresens atau
pearnaan perak.
2. ,a)%llar+ Ele-tr&)h&res%s
Capillary 1lectrophoresis (7,) adalah metode baru dalam elektroforesis. /emisahan molekul !"A dengan 7, pertama kali dilakukan pada akhir tahun 198*$an. e#ak diperkenalkannya instrumentasi 7, yang baru di pertengahan 199*$an& teknik ini semakin disukai untuk analisis forensik rutin. !ibandingkan teknik elektroforesis menggunakan gel slab yang telah digunakan selama lebih dari 4* tahun& ada se#umlah keuntungan dalam menganalisis !"A dengan metode elektroforesis kapiler.
?ambar di baah ini menun#ukkan skema instrumen elektroforesis kapiler yang digunakan untuk analisis !"A.
?ambar <3 kema elektroforesis kapiler
$ele*%han Capillary Electrophoresis 'ar%)a'a gel sla*
/ertama dan terutama& langkah$langkah in#eksi& pemisahan& dan deteksi dapat sepenuhnya dilakukan secara otomatis& yang memungkinkan beberapa sampel di#alankan tanpa pengaasan. elain itu& hanya se#umlah kecil dari sampel yang dikonsumsi dalam proses in#eksi& sehingga menyisakan banyak sampel yang mudah diu#i ulang #ika diperlukan. al ini merupakan keuntungan yang penting terutama pada spesimen forensik berharga yang sering tidak dapat dengan mudah diganti.
/emisahan dalam kapiler dapat dilakukan dalam beberapa menit bukan #am karena tegangan tinggi yang diiHinkan dengan pembuangan panas yang lebih baik dari kapiler. euntungan lain adalah baha instrumen 7, dirancang sedemikian rupa sehingga informasi kuantitatif sudah tersedia dalam format elektronik setelah selesai proses. idak ada langkah tambahan yang diperlukan seperti pemindaian gel atau mengambil gambar. /elacakan $ane tidak perlu
karena sampel sudah terkandung dalam kapiler& #uga tidak ada risiko kontaminasi silang oleh kebocoran sampel dari saluran yang berdekatan dengan metode 7,.
$ekurangan Capillary Electrophoresis
ampai saat ini kelemahan utama instrumen 7, adalah aktu yang diperlukan untuk men#alankan beberapa sampel dalam aktu yang ditentukan. "ilai di mana sampel dapat diproses disebut throughput . arena sampel
dianalisis secara berurutan& satu per satu& instrumen kapiler tunggal tidak dapat dengan mudah memproses sampel dalam #umlah banyak dibandingkan dengan gel yang dapat memproses beberapa sampel sekaligus. eterbatasan 7, ini diatasi dengan pengembangan capillary array system yang dapat memproses
sampel secara bersamaan& sehingga meningkatkan throughput sampel.
ekurangan 7, yang lain adalah instrumennya memerlukan start up cost yang lebih tinggi (saat ini lebih dari W 5*.***) dari sistem elektroforesis gel
slab& dan hal ini men#adikan beberapa laboratorium tidak menggunakan 7,. "amun demikian& karena otomatisasi dan kemudahan penggunaan& instrumen
7, sekarang men#adi yang utama di hampir semua laboratorium typing !"A
2.2. #&uthern Bl&t1
/rosedurnya yaitu3
1. !"A (dari genom atau sumber lain) dicerna dengan enHim restriksi dan dipisahkan oleh gel elektroforesis& biasanya gel agarosa. arena ada banyak fragmen restriksi di gel& tampilannya men#adi mirip hasil smear daripada
pita. !"A tersebut didenaturasi men#adi untai tunggal dengan "a.
'. !"A dipindahkan ke membran yang merupakan secarik kertas khusus
blotting . ;ragmen !"A mempertahankan pola pemisahannya di gel.
0. -lot diinkubasi dengan banyak salinan probe yang merupakan !"A untai
tunggal. %robe tersebut akan membentuk hubungan basa dengan sekuen
!"A komplemennya dan berikatan membentuk molekul !"A untai ganda.
%robe tersebut ditempelkan dengan bahan radioaktif atau enHim.
4. okasi probe diungkapkan dengan menginkubasinya dengan substrat tanpa
arna yang akan diubah enHim men#adi produk berarna yang dapat dilihat atau mengeluarkan cahaya yang terlihat pada film sinar$F. Jika probe diberi
label dengan Hat radioaktif& lalu dapat langsung dilihat dengan film F$ray.
?ambar 83 Southern *lot . etelah !"A dipisahkan dalam berbagai
ukuran dalam gel Agarose& mereka didenaturasi men#adi rantai tunggal dan ditransfer ke membran nylon. >embran lalu dipaparkan ke probe
!"A. etelah itu di%isualisasikan leat film F$ray.
2.2.9 "en%s0jen%s Pemer%ksaan DNA
1. Restriction Fragment Length Polymorphism R7LP
eknik pertama yang digunakan untuk pemeriksaan !"A dalam bidang forensik adalah :;/. :;/ yaitu suatu polimorfisme !"A yang ter#adi akibat %ariasi pan#ang fragmen !"A setelah dipotong sengan enHim restriksi tertentu men#adi fragmen ariable Number of Tandem Repeats
(":). eknik ini dilakukan dengan memanfaatkan suatu enHim restriksi yang mampu mengenal urutan basa tertentu dan memotong !"A. +rutan basa tersebut disebut sebagai recognition se2uence.
eknik :;/ diaali dengan proses pemotongan dengan menggunakan enHim restriksi tertentu men#adi segmen$segmen yang berbeda. emudian dengan menggunakan gel yang dialiri arus listrik& potongan !"A diurutkan berdasarkan pan#angnya. /roses ini dinamakan
electrophoresis& dan prinsip pada proses ini adalah potongan !"A yang lebih
pendek bergerak lebih cepat daripada yang lebih pan#ang.
+ntuk mendeteksi adanya segmen yang bersifat polimorfik maka dilakukan suatu prosedur yang disebut sebagai Southern *looting . !alam
prosedur ini pada gel ditambahkan suatu Hat kimia yang berfungsi untuk memisahkan rantai ganda men#adi rantai tunggal kemudian membran nilon diletakkan diatas gel dan bahan penyerap diatas membran nilon. 7airan akan bergerak ke dalam bahan penyerap bersama potongan !"A rantai tunggal.
emudian dengan menggunakan fragmen pendek !"A (!"A probe) yang
mengandung petanda radioaktif maka akan dideteksi !"A yang berasal dari lokasi pada genome yang memiliki ciri yang #elas dan sangat polimorfik. /ada proses ini !"A probe akan berikatan dengan potongan !"A rantai tunggal dan membentuk !"A rantai ganda pada nilon. !"A probe yang tidak berikatan akan dicuci. >embran nilon yang berisi potongan !"A yang telah ditandai dengan !"A probe selan#utnya ditransfer pada selembar film F$:ay. /ada proses ini akan tampak hasil berupa kode batang yang disebut autorad. /ola inilah yang dibandingkan untuk mengetahui apakah kedua sampel berasal dari sumber yang sama. /ada teknik :;/ tidak hanya digunakan satu !"A probe& di mana !"A probe yang berbeda menandai lokus yang berbeda.
?ambar 93 Autoradiografi :;/. etiap garis %ertikal mempunyai sampel !"A yang berbeda. ampel di kolom ke 5$< dan 9 mencerminkan profil genetik.
2. Polymerase Chain Reaction P,R
>etode /7: adalah suatu metode untuk memperbanyak !"A
tempelate tertentu dengan enHim polymerase !"A. :eaksi teknik ini didesain
seperti meniru penggandaan atau replikasi !"A yang ter#adi dalam mahluk hidup akan tetapi hanya pada segmen tertentu dengan bantuan enHim !"A polymerase sebanyak '* s.d. 4* siklus (umumnya 0* siklus)& dengan tingkat akurasi yang tinggi. /roses ini berlangsung secara in %itro dalam tabung reaksi sebesar '** Kl. Palaupun digunakan sampel !"A yang sedikit& /7: mampu menggandakan atau mengkopi DNA tempelate hingga milyaran kali #umlah
semula sehingga dapat diperoleh informasi genetik.
ampel !"A yang disiapkan untuk metode /7: dapat dianalisis menggunakan beberapa cara. ecara umum %ariasi per lokus sampel !"A yang disiapkan melalui /7: lebih rendah daripada %ariasi :;/. !engan demikian hasil dapat diperoleh dari sampel yang kurang secara kualitas maupun kuantitas namun kekuatan diskriminasinya lebih rendah dengan #umlah lokus yang sama. ekuatan metode analisa /7: adalah kemampuan
untuk menganalisa beberapa lokus secara bersamaan dengan proses yang otomatis.
/7: dilakukan dengan menggunakan mesin Thermall Cycler yang
dapat menaikkan dan menurunkan suhu dalam aktu cepat sesuai kebutuhan siklus /7:.
/roses yang ter#adi pada tenik ini serupa dengan cara !"A memperbanyak #umlahnya dalam sel. Ada tiga tahap yang dilakukan di laboratorium& yaitu 3
a. /roses !enaturasi& yaitu memanaskan segmen atau urutan !"A rantai ganda pada suhu 9=*7& sehingga !"A rantai ganda akan memisah men#adi rantai tunggal.
b. /roses Annealing atau 3ybridiztion. /ada proses ini setiap rantai tunggal
tersebut dipersiapkan dengan cara mengikatkannya dengan !"A primer. ahap ini dilakukan dengan menurunkan suhu hingga kisaran 4* D =*o7 selama '* s.d. 4* detik.
c. /roses 1xtention atau 1longation. /ada tahap ini !"A polymerase
ditambahkan dan dilakukan peningkatan suhu ke kisaran suhu ker#a optimum enHim !"A polymerase& yaitu suhu <* o7 s.d. <' o7. emudian !"A polymerase akan memasangkan d"/ yang sesuai dengan pasangannya dilan#utkan dengan proses replikasi. ,nHim akan memperpan#ang rantai baru ini hingga ke u#ung dan lamanya aktu ektensi bergantung pada pan#ang daerah yang akan diamplifikasi.
elain ketiga proses tersebut& biasanya /7: didahului dan diakhiri oleh tahap /re$!enaturasi. ahapan ini dilakukan selama 1 s.d. 9 menit di aal reaksi untuk memastikan kesempurnaan denaturasi dan mengakti%asi !"A polymerase. ahap terakhir yang dilakukan seletah siklus /7: terakhir disebut tahap ;inal ,longasi. -iasanya dilakukan pada suhu optimum enHim <**7 s.d. <'*7 selama 5 s.d. 15 menit untuk memastikan baha setiap rantai tunggal yang tersisa sudah diperpan#ang secara sempurna.
?ambar 1*3 /olymerase 7hain :eaction (/7:). /7: memungkinkan fragment !"A tertentu direplikasi dengan peningkatan ekponensial.
3. P,R : #TR P,R : #h&rt Tan'em Re)eats
>etode ini adalah salah satu metode analisis yang berdasarkan pada metode %olymerase Chain Reaction 4%CR5. : adalah suatu istilah genetik
yang digunakan untuk menggambaran urutan !"A pendek (' s.d. 5 pasangan basa) yang diulang. ?enom setiap manusia mengandung ratusan :. >etode ini paling banyak dikembangkan karena cepat& otomatis& dan memiliki kekuatan diskriminasi tinggi. !engan metode : dapat dilakukan pemeriksaan sampel !"A yang rusak atau di baah standar karena ukuran fragmen !"A yang diperanyak oleh /7: hanya berkisar antara '** s.d. 5** pasangan basa. elain itu& pada metode ini dilakukan pemerksaan pada setiap lokus yang memiliki tingkat polimorfisme dengan memeriksa banyak lokus dalam aktu bersamaan. eknik yang digunakan adalah multiplexing yaitu
dengan memeriksa banyak lokus dan berbeda pada satu tabung. 7ara ini dapat menghemat aktu dan menghemat sampel. Analisis pada teknik ini didasarkan pada perbedaan urutan basa : dan perbedaan pan#ang atau pengulangan basa :. >etode : mempunyai kelemahan yaitu mensyaratkan penggunaan tiga belas lokus& sedangkan !"A inti hanya memiliki dua salinan molekul dalam setiap sel. al ini menyulitkan utuk menganalisis ketigabelas
lokus tersebut& terutama pada laboratorium prasarana sederhana. etigabelas lokus yang diperiksa3(1)
• 7;1/ • ;?A • *1 • /F • PA • !01058 • !5818 • !<8'* • !811<9 • !1001< • !1=509 • !1851 • !'111 ?ambar 113 /7:
. ; : #h&rt Tan'em Re)eats
B D : adalah : yang sitemukan pada kromosom B. B D : dapat diperiksa dengan menggunakan #umlah sampel kecil dan rusak dengan metode dan alat yang sama dengan pemeriksaan : kromosom autosomal. arena kromosom B hanya terdapat pada pria maka B D : dapat berguna untuk menyaring informasi genetik yang spesifik dari pria yang men#adi sampel.
/emeriksaan B D : dapat digunakan untuk memeriksa sampel tanpa sperma yang bercampur antara laki$laki dan perempuan& seperti sampel darah atau air liur yang diambil dari korban kasus perkosaan. /emeriksaan ini #uga dapat mendeteksi profil pria ketika hanya profil anita yang tampak #elas saat menggunakan :. arena kromosom B tidak mempunyai homolog pada genom manusia& maka disebut hemyzygous. romosom B tidak mempunyai
partner yang sama seperti pada kromosom autosomal. Palaupun ia berpasangan selama pembelahan sel& rekombinasi genetik yang ter#adi hanya sedikit atau tidak ada sama sekali& hal ini diariskan kepada keturunannya B& karena kromosom B diturunkan oleh ayah kepada anak laki$laki.
. M%t&-h&n'r%al DNA mt : DNA
>itokondria adalah partikel intraseluler yang terdapat di luar nukleus dalam sitoplasma sel. >itokondria mengandung !"A kecil berupa molekul berbentuk sirkular yang terdiri dari 1=.5=9 padangan basa yang dapat
diidentifikasi. etiap sel mengandung 1** s.d. 1*** mitokondria.
7iri khas mt$!"A adalah pola penurunannya. idak seperti !"A inti yang tersusun dari kombinasi separuh !"A orang tua& mt$!"A hanya mengandung !"A ibu. >itokondria diturunkan melalui sel telur tidak melalui sperma alaupun sperma secara struktural megandung mitokondria dalam #umlah kecil al ini disebabkan karena bagian mitokondria sperma tidak masuk ke dalam sel telur sehingga hanya mitokondria ibu yang secara normal diturunkan pada anaknya.
>t$!"A bersifat seperti kromosom B yang tidak punya homolog pada genom manusia sehingga disebut hemyzigous. al ini menyebabkan mt$
!"A dan kromosom B diturunkan secara spesifik. Jika dari pemeriksaan mt$ !"A dapat mengetahui garis ibu& dari pemeriksaan kromosom B dapat
diketahui garis ayah pada anak laki$laki. /erbedaan yang terlihat baha mt$ !"A adalah marker sitoplasmik yang diturunkan ibu kepada semua anaknya sedangkan kromosom B adalah marker nuklear yang hanya diturunkan seorang ayah pada anak laki$lakinya.
2.2.< 7akt&r $&ntam%nan +ang Da)at Mengganggu Pr&ses Pemer%ksaan DNA
/roses amplifikasi /7: dapat dipengaruhi oleh Hat$Hat yang disebut inhibitor yang mengganggu atau mencegah #alannya proses tersebut. Mat inhibitor dapat3 (1) mengganggu lisis sel untuk ekstraksi !"A& (') mendegradasi asam nukleat& dan (0) menghambat akti%itas polymerase untuk replikasi !"A. !ua contoh inhibitor /7: yang umum ditemukan pada kasus$ kasus forensik adalah hemoglobin dan pearna indigo dari #eans. >elanin dari sampel rambut dapat men#adi inhibitor ketika hendak memperbanyak !"A mitokondria.(1)
abel 03 ;aktor ontaminan yang dapat menghambat /7:
2.2.= Inter)retas% Has%l Pemer%ksaan DNA
u#uan dari pemeriksaan !"A adalah untuk membuktikan apakah sampel yang diperiksa benar$benar berasal dari orang tertentu. etelah hasil pemeriksaan dibandingkan dengan data yang ada ataupun dari reference sample& dapat ditarik kesimpulan berupa3(15)
1. ,ksklusi
ipe !"A berbeda sehingga dapat dipastikan baha !"A berasal dari sumber yang berbeda. esimpulan ini mutlak dan tidak memerlukan analisis ataupun diskusi lebih lan#ut.
'. Inkonklusif
!ari hasil pemeriksaan& tidak dapat dipastikan apakah tipe !"A yang dibandingkan bersesuaian. al ini dapat disebabkan oleh berbagai hal
seperti degradasi& kontaminasi& atau adanya kegagalan dalam tahap tertentu (misalnya penghambatan enHim restriksi). -erbagai bagian dalam analisis mungkin dapat diulang terhadap beberapa sampel untuk memperoleh hasil yang lebih #elas.
0. Inklusi
ipe !"A bersesuaian dan dapat berasal dari orang yang sama.
abel 43 Informasi pada autosomal loci yang sering digunakan. -agian yang dicetak tebal merupakan 10 loci 7!I.