KINERJA PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH BALI CABANG
SERIRIT BERDASARKAN
BALANCED SCORECARD
TAHUN 2014
1
Gusti Ngurah Hariy Andayana,
2Gede Putu Agus Jana Susila,
3I Wayan Cipta
Email: [email protected], [email protected], [email protected]
Jurusan Manajemen
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh temuan (1) kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt tahun 2014 ditinjau dari perspektif keuangan, (2) kepuasan nasabah yang ditinjau dari perspektif pelanggan, (3) proses inovasi dan tingkat efektivitas kinerja yang ditinjau dari perspektif bisnis internal, (4) kepuasan karyawan yang ditinjau dari perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptip kuantitatif yang di dalamnya memberikan penjelasan tentang kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt dengan menggunakan metode Balanced Scorecard. Data dikumpukan dengan menggunakan dokumentasi, kuesioner, dan wawancara; yang selanjutnya dianalisis dengan rasio, analisis Manufacturing Cycle Effectiveness, analisis kepuasan pelanggan dan kepuasan karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt Tahun 2014 yang ditinjau dari perspektif keuangan secara keseluruhan cukup baik, (2) ditinjau dari perspektif pelanggan hasilnya puas, (3) ditinjau dari perspektif proses bisnis internal hasilnya belum efektif, dan (4) ditinjau dari perspektif pertumbuhan dan pembelajaran hasilnya puas.
.
Kata Kunci: Balanced Scorecard & Penilain Kinerja
ABSTRACT
This study aimed to obtain findings (1) the performance of Regional Development Bank Bali Branch Seririt 2014 in terms of the financial perspective, (2) customer satisfaction were evaluated from the perspective of the customer, (3) the process of innovation and effectiveness level of performance in terms of internal business perspective (4) The employee satisfaction in terms of learning and growth perspective. This research is descriptive quantitative study in which provides an explanation of the performance of PT Bank Bali Regional Development Branch Seririt using the Balanced Scorecard. Data dikumpukan using documentation, questionnaires and interviews; which is then analyzed by the ratio, Cycle Manufacturing Effectiveness analysis, analysis of customer satisfaction and employee satisfaction. The results showed that: (1) the performance of Regional Development Bank Bali Branch Seririt 2014 were reviewed from a financial perspective as a whole is quite good, (2) in terms of the customer's perspective the results are satisfied, (3) in terms of internal business process perspective the results are not yet effective, and (4) in terms of learning and growth perspective the results are satisfied.
PENDAHULUAN
Kemajuan dibidang perekonomian mengharuskan perusahaan untuk terus berkembang agar mampu bersaing di masyarakat. Para pemimpin organisasi bisnis dan non bisnis menyadari bahwa dalam mengelola suatu organisasi yang bersifat bebas dan terbuka menjadi sangat rumit, untuk itu diperlukan pendekatan strategi dalam mengukur kinerja organisasi. Mengukur kinerja organisasi yang hanya mengandalkan aspek keuangan saja belum
cukup, mengingat dalam masyarakat
faktor–faktor yang bersifat non keuangan seperti kualitas pelayanan kepada nasabah/ pelanggan juga memainkan peranan dalam mencapai prestasi. Perbankan merupakan salah satu lembaga organisasi yang penting bagi perekonomian sebagai penyedia jasa keuangan. Peran bank sebagai penunjang utama perekonomian masyarakat sangat berperan aktif untuk memajukan kondisi
perekonomian. Bank sebagai intermediary,
menyalurkan dana dari dan untuk
masyarakat dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, dimana dana yang tersalurkan merupakan dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat.
PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt berlokasi di Jl. Singaraja-Seririt. Lembaga keuangan ini dimiliki oleh
pemerintah daerah setempat yang
bertujuan untuk membantu kalangan
masyarakat dalam perekonomiannya,
dimulai dari menghimpun dana masyarakat dan menyalurkan dana kepada masyarakat. Letaknya yang strategis di pusat kegiatan
membuat masyarakat mudah untuk
mengakses, menghimpun dana, dan
menyalurkan dana tersebut. Selama ini PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt melakukan pengukuran kinerja lebih berfokus pada kinerja keuangan. PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt perlu menyeimbangkan penilaian kinerja yang bersifat keuangan maupun non keuangan. Penilaian kinerja keuangan
perusahaan belum dilakukan dengan
metode Balanced Scorecard, tetapi
perusahaan hanya menggunakan laporan keuangan umum saja.
Balanced Scorecard adalah suatu
sistem penilaian kinerja organisasi secara
keseluruhan yang berorientasi jangka
panjang, baik dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun dengan cara memperbaiki pelayanan yang baik, cepat dan memuaskan. Dengan demikian akan mendorong terbentuknya suatu keunggulan yang membuat organisasi tersebut tetap dapat bertahan dan tumbuh, sehingga akhirnya menciptakan nilai di masa yang akan datang. Hasil studi yang diterbitkan
dalam sebuah artikel berjudul “Balanced
Scorecard – Measures That Drive
Performance” menyimpulkan bahwa untuk
mengukur kinerja eksekutif dimasa depan,
diperlukan ukuran komprehensif yang
mencakup empat perspektif, yaitu (1)
perspektif keuangan (financial perspective),
(2) perspektif pelanggan (customer
perspective), (3) perspektif proses internal
bisnis (internal business process
perspective), dan (4) perspektif
pembelajaran dan pertumbuhan (learning
and growth perspective) (Mulyadi, 2009: 5).
Balanced Scorecard
menggambarkan adanya keseimbangan antara berbagai ukuran eksternal para pemegang saham dan pelanggan dengan berbagai ukuran internal proses bisnis,
inovasi, serta pembelajaran dan
pertumbuhan. Oleh karena organisasi pada
dasarnya adalah institusi pencipta
kekayaan, penggunaan Balanced
Scorecard dalam pengelolaan menjanjikan
peningkatan signifikan kemampuan
organisasi dalam menciptakan kekayaan.
Balanced Scorecard penting dalam
penelitian karena Balanced Scorecard
merupakan konsep pengukuran yang
komprehensif yang menekankan pada aspek finansial dilengkapi dengan aspek
costumer, inovasi, dan pengembangan
pasar dan memberikan fokus terhadap tujuan menyeluruh perusahaan.
Berdasarkan data empiris diketahui maka perspektif non finansial dan finansial dianggap sebagai bagian yang perlu diperhatikan, sehingga dapat mendongkrak
kinerja keuangan yang merupakan keinginan utama dari pemegang saham. Perusahaan harus mempunyai strategi yang dituangkan dalam tindakan-tindakan, agar dapat menjaga kelangsungan hidup dan
kestabilan perusahaan PT Bank
Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt.
Perspektif pelanggan mengindikasikan
tentang bagaimana nasabah melihat PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt dan begitu pula sebaliknya. Tujuan yang ingin dicapai adalah pertumbuhan
nasabah, kepuasan nasabah yang
dinyatakan melalui penciptaan rasa aman dan nyaman dalam bertransaksi sehingga akhirnya pelanggan memiliki loyalitas yang tinggi terhadap PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt.
Permasalahan yang dihadapi oleh PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt, dibidang keuangan yaitu peningkatan kredit bermasalah dan dengan adanya penurunan jumlah nasabah yang terjadi dari tahun 2012 sampai tahun 2014. Pertumbuhan jumlah kredit yang disalurkan, kredit bermasalah, serta jumlah nasabah pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt.
Perpektif proses bisnis internal mengukur kinerja dari sudut pandang pelayanan dan kenyamanan karena PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt dalam melayani nasabah kurang begitu cepat, maka nasabah merasakan pelayanan belum optimal. Disamping hal tersebut PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt belum menerapkan
sistem Service Cycle Efektiveness (SCE),
yaitu mengukur siklus waktu yang efektif
untuk mengukur suatu pelayanan.
Berdasarkan hal tersebut maka proses
bisnis internal perlu dinilai untuk
mengevaluasi apakah proses telah
mengalami peningkatan atau mencapai standar yang ditetapkan.
Menurut Mulyadi (2001:419),
penilaian kinerja adalah penentuan secara periodik efektivitas suatu organisasi, bagian organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar, dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan pokok dan
manfaat penilaian kinerja bagi pihak
manajemen perusahaan adalah untuk
memotivasi karyawan dalam mencapai tujuan operasional, dan dalam memenuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya (berupa kebijakan manajemen atau rencana formal yang dituangkan dalam anggaran) agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan.
Menurut Damayanti (2008: 169)
pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor penting bagi setiap perusahaan atau organisasi. Pengukuran kinerja digunakan
sebagai dasar untuk membuat
perencanaan organisasi dalam upaya
mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan di masa yang akan datang dan sebagai alat untuk menilai keberhasilan perusahaan.
Menurut Kaplan dan Norton (2000: 9),
Balanced Scorecard merupakan suatu
konsep yang berusaha menterjemahkan misi dan strategi perusahaan ke dalam seperangkat ukuran yang menyeluruh yang
memberikan kerangka kerja bagi
pengukuran dan sistem manajemen
strategis. Balanced Scorecard melengkapi
seperangkat ukuran keuangan kinerja masa
lalu dengan ukuran pendorong (drivers)
kinerja masa depan. Tujuan dan ukuran
scorecard diturunkan dari visi dan strategik.
Tujuan dan ukuran memandang kinerja perusahaan dari empat perspektif, yaitu: (1)
Perspektif pelanggan, (2) Perspektif
keuangan, (3)Perspektif proses bisnis
internal, dan (4) Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
Menurut MacStravic (2009), sebuah
Balanced Scorecard yang benar memiliki
sedikitnya enam manfaat bagi penyedia layanan kesehatan, antara lain: (1) dapat
menambah wawasan pelanggan, (2)
memfokuskan operasi internal, (3) energi
stakeholder internal, (4) memperkuat
pelanggan akuisisi usaha, (5) memperkuat hubungan pelanggan, dan (6) meningkatkan loyalitas.
Menurut Ronchetti (2006: 25), satu
keuntungan organisasi menggunakan
pendekatan Balanced Scorecard adalah
pendekatan ini mengurangi informasi yang berlebihan oleh kondensasi data penting
yang dibutuhkan dalam pengambilan
keputusan. Balanced Scorecard juga
memenuhi kebutuhan manajerial dari variasi tindakan yang tidak terkait dari berbagai bidang dalam perusahaan menjadi satu laporan dan memastikan bahwa manajer melihat semua tindakan pada operasi. Selain peningkatan kinerja keuangan dan
keuntungan materi lain, Balanced
Scorecard juga telah ditemukan untuk
memimpin ke hasil yang lebih bersifat kualitatif
Menurut Sisdyani (2007:22), kesulitan dalam penilaian kinerja dengan metode
Balanced Scorecard adalah ketika metode
ini digunakan untuk membandingkan kinerja dua atau lebih unit bisnis. Penilai kinerja
mungkin akan menghadapi masalah
common-measure bias. Common-measure
bias terjadi ketika penilai hanya menaruh perhatian pada ukuran-ukuran yang sama yang terdapat pada semua unit yang
dievaluasi, dan mengabaikan
ukuran-ukuran yang bersifat unik bagi setiap unit bisnis. Keadaan ini akan menyesatkan penilai dalam merumuskan kesimpulan
mengenai kinerja unit-unit yang
dibandingkan dan dapat mengakibatkan pengambilan keputusan yang tidak benar, seperti kebijakan kompensasi.
Kaplan dan Norton (2000:2)
mengemukakan, bahwa Balanced
Scorecard terdiri dari 4 (empat) perspektif,
yakni (1) perspektif pelanggan (nasabah), (2) perspektif keuangan, (3) perspektif
proses bisnis internal, (4) perspektif
pembelajaran dan pertumbuhan.
Menurut SK.BPD Bali
No.0303.102.10.204.2. (2006), tolok ukur yang digunakan dalam perspektif keuangan perbankan anatara lain : Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Biaya Operasional
Terhadap Pendapatan Operasional
(BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Non Performing Loan (NPL).
(1) Menurut Slamet Riyadi (2008: 161), tolak ukur yang digunakan menetukan
besarnya Capital Adequacy Ratio
(CAR) adalah : CAR = Modal Bank X 100% Aktiva Tertimbang Menurut Resiko
(2) Menurut Kasmir (2007: 140), dan Tatang Ary Gumanti (2011: 115), tolok
ukur yang digunakan untuk
menentukan besarnya Return On Asset
(ROA) adalah ROA = Laba Setelah Pajak X 100% Total Assets
(3) Menurut Husnan dan Enny (2006: 74) dan kasmir (2007: 140), tolok ukur yang digunakan untuk menentukan
besarnya Return On Equity (ROE)
adalah sebagai berikut. ROE = Laba Setelah Pajak Rata-rata Total Ekuitas
(4) Menurut Harmono (2009: 120), tolok
ukur yang digunakan untuk
menentukan besarnya Biaya
Operasional Terhadap Pendapatan
Operasional (BOPO) adalah : BOPO = Total Beban Operasional Total Pendapatan Operasional
(5) Menurut Lukman Dendawijaya (2003: 116-124), tolok ukur yang digunakan
untuk menentukan besarnya Loan to
Deposit Ratio (LDR) adalah :
LDR = Kredit yang diberikan Dana Pihak Ketiga
(6) Menurut Henry (2004: 83-89), tolak
ukur yang digunakan untuk
menentukan besarnya Non Performing
Loan (NPL) adalah : NPL = Kredit Bermasalah Total Kredit
Adapun tujuan penelitian yang
diharapkan adalah adalah untuk
memperoleh temuan eksplanasi yang teruji, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui kinerja pada PT Bank
Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt
berdasarkan Balanced Scorecard.
Penelitian ini diharapkan dapat
memberika dua manfaat, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan pemahaman yang lebih
mendalam mengenai penilaian kinerja
berdasarkan balance scorecard, serta
sebagai refreensi bagi penelitian-penelitian yang serupa di masa yang akan datang. Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk menjadi
sumber informasi bagi PT Bank
Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt dan menjadi masukan dalam penilaian kinerja di masa yang akan datang.
METODE
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kinerja PT Bank Pembangunan
Daerah Bali Cabang Seririt, dengan
menggunakan analisis Balanced Scorecard
dan menilai dari masing-masing perspektif yaitu (1) perspektif keuangan, (2) perspektif pelanggan, (3) perspektif proses bisnis
internal, serta (4) perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Sesuai dengan tujuan itu maka, desain penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Perspektif keuangan
dalam Balanced Scorecard mengarahkan
kinerja dalam menciptakan nilai dan
memberikan perbaikan yang mendasar
pada perusahaan melalui Capital Adequacy
Ratio (CAR), Return On Asset (ROA),
Return On Equity (ROE), Biaya
Operasional Terhadap Pendapatan
Operasional (BOPO), Loan to Deposit Ratio
(LDR) dan Non Performing Loan (NPL).
Pada perspektif pelanggan, mengukur bukti
fisik (tangibles), daya tanggap
(responsiveness), empati (emphaty), dan
jaminan (assurances). Untuk perspektif
proses bisnis internal mengukur proses inovasi, dan proses operasi. Sedangkan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mengukur hak karyawan, kompensasi, kondisi kerja yang nyaman, dan fasilitas kerja yang nyaman.
Analisis Balanced Scorecard, akan
mengetahui bagaimana kinerja di PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt. Tidak hanya dari perspektif keuangan melainkan juga dari ketiga perspektif
non-keuangan yang meliputi perspektif
pelanggan, perspektif proses bisnis internal,
dan perspektif pembelajaran dan
pertumbuhan. Penilaian aspek keuangan dan non-keuangan dapat mengintegrasi
seluruh aspek kinerja PT Bank
Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt. Subyek dari penelitian ini yaitu PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt, sedangkan obyek penelitian ini adalah kinerja keuangan dan non keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt. Kinerja keuangan yang
diukur dengan Capital Adequacy Ratio
(CAR), Return On Asset (ROA), Return On
Equity (ROE), Biaya Operasional Terhadap
Pendapatan Operasional (BOPO), Loan to
Deposit Ratio (LDR), dan Non Performing
Loan (NPL). Sedangkan kinerja non
keuangan yaitu perspektif pelanggan
mengukur bukti fisik, daya tanggap, empati, dan jaminan, perspektif proses bisnis
internal mengukur proses inovasi dan
proses operasi, serta perspektif
pembelajaran dan pertumbuhan mengukur hak karyawan, kompensasi, kondisi kerja yang nyaman, dan fasilitas kerja yang nyaman.
Populasi dalam penelitian ini adalah (1). Populasi dari aspek keuangan dalam
penelitian ini menggunakan Time Series
Laporan Keuangan yang diambil dari PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt dari tahun 2012-2014, alasannya karena menggunakan laporan keuangan Tahun Terbaru. (2). Sedangkan populasi dari aspek non keuangan dilihat dari perspektif karyawan, jumlah keseluruhan karyawan pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt yaitu sebesar 50 orang, jadi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh anggota populasi yang ada di bank tersebut yaitu sebesar 50 orang. (3). Untuk perspektif pelanggan menggunakan metode penentuan sampel
yang digunakan adalah simple random
sampling untuk menentukan jumlah
nasabah pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt yang menjadi responden
Jenis dan sumber data yang digunakan
dalam penelitian ini Ditinjau dari
karakteristik atau sifatnya, jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut.
(1). Data Kualitatif adalah data yang berbentuk kata, skema dan gambar seperti sejarah perusahaan, struktur organisasi,
dan penjelasan-penjelasan yang lainnya terkait dengan penelitian yang dilakukan (Sugiyono, 2005: 14). Bentuk data kualitatif dalam penelitian ini yaitu proses inovasi
pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt tersebut melalui proses penyebaran kuesioner. (2). Data Kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan (Sugiyono, 2005: 14). Data kuantitatif dalam penelitian ini berupa kinerja perusahaan ditinjau dari
aspek keuangan yaitu CAR (Capital
Adequancy Ratio), ROA (Return on Assets)
ROE (Return on Equity), BOPO (Biaya
Operasional Terhadap Pendapatan
Operasional), LDR (Loan to Deposit Ratio),
dan NPL (Non Performing Loan). Ditinjau
dari sumbernya, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data primer dapat berupa opini subjek (orang) secara individual atau kelompok, hasil dari pengambilan kuesioner kepada nasabah dan karyawan PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt. Data sekunder yaitu data yang bersumber dari dokumen yaitu diambil dari laporan keuangan tahun 2012-2014. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kuantitatif.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt, terdapat 4 penilaian kinerja menggunakan analisis
Balanced Scorecard yaitu: (1) perspektif
keuangan, (2) perspektif pelanggan, (3)
perspektif proses bisnis internal, dan (4) perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
Penilaian kinerja keuangan pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang
No. Rasio yang Diukur Tahun Rata-rata Kriteria
2012 2013 2014
1. Capital Adequency Ratio 60% 58,8% 44% 54,26% Baik
2. Biaya Operasional terhadap
Pendapatan Operasional 73% 94% 83% 83,3% Kurang Baik
3. Return On Assets 5,1% 3,8% 2,9% 3,9% Baik
4 Return On Equity 29% 34% 44% 35,7% Baik
5 Loan to Depoasit Ratio 78,8% 85,3% 78,9% 81% Kurang Baik
6 Non Performing Loan 5,4% 5,2% 6,8% 5,8% Kurang Baik
Tabel 1. Hasil Perhitungan Data Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang
Seririt dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan Bank periode 2012-2014,
yang sudah diaudit yaitu melalui
pengukuran perspektif keuangan dari aspek
(1) Capital Adequancy Ratio (CAR), (2)
Return On Asset (ROA), (3) Return On
Equity (ROE), (4) Biaya Operasional
Terhadap Pendapatan Operasional
(BOPO), (5) Loan to Deposit Ratio (LDR),
dan (6) Non Performing Loan (NPL). Hasil
Perhitungan Data Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt
Melalui CAR, BOPO, ROA, ROE, LDR, dan
NPL Tabel 1..
Dari Tabel 1 di atas telah dijabarkan mengenai rata-rata persentase (%)
masing-masing rasio yang digunakan dalam mengukur perspektif keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt tahun 2012-2014.
Tingkat kepuasan Pplanggan PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt dapat dilihat pada tabel 2
Tabel 2 Tingkat Kepuasan Pelanggan
No. Dimensi IKP Kriteria
Kualitas Pelanggan 1. Jenis-jenis produk -0,34 Puas 2. Level suku bunga -0,4 Puas 3. Biaya administrasi dan provisi -0,26 Puas 4. Kegiatan promosi -0,38 Puas Rata-rata -0,35 Puas
Berdasarkan Tabel 2 di atas telah
dijabarkan mengenai perolehan nilai IKP. IKP jenis-jenis produk dengan nilai -0,34 berada pada kriteria puas, level suku bunga dengan nilai -0,4 berada pada kriteria puas,
biaya administrasi dan provisi dengan nilai -0,26 berada pada kriteria puas, dan kegiatan promosi -0,38 berada pada kriteria puas sehingga diperoleh rata-rata IKP dari masing-masing dimensi kualitas pelayanan sebesar -0,35 berada pada kriteria puas.
No Dimensi Waktu Pengolahan (menit) Waktu penyelesaian (menit) MCE Hasil
1 Pengajuan permohonan kredit. 15 12,17 1,23 Efektif
2 Pengisian formulir dan
perjanjian kredit. 10 13,08 0,76 Tidak efektif
3 Penyelidikan berkas pinjaman. 30 50,19 0,6 Tidak efektif
4 Rapat keputusan pemberian
kredit. 15 25,44 1,17 Efektif
5 Penandatanganan perjanjian
kredit. 10 12 0,83 Tidak efektif
6 Pencairan kredit. 10 9,45 1,05 Efektif
Total 95 122,33 0,77 Tidak Efektif
Tabel 3. Penilaian Kinerja Dengan SCE Pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt Tahun 2014
Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt .
Perspektif proses bisnis internal pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt dilakukan dengan mengukur
proses inovasi, dan manufacturing cycle
effectiveness (MCE). Peneliti mengukur
proses inovasi melalui proses wawancara
pada Kepala Cabang PT Bank
Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt dan staf karyawan khususnya bagian umum sedangkan untuk MCE tersebut diperoleh dengan melalui perhitungan matematis. Penilaian perspektif proses bisnis internal terdiri dari (1) Proses Inovasi, dan (2)
Proses Operasi, Proses Inovasi
Tersedianya tanggung jawab satpam,
customer service, dan teller dengan
memberikan layanan prima kepada setiap nasabah sesuai dengan standar pelayanan sehingga nasabah merasa nyaman dalam melakukan transaksi.
Tersedianya mobile banking untuk Bank
BPD, sehingga para nasabah bisa dengan mudah melakukan transaksi dimanapun berada. (2). Proses OperasionalProses operasional pada PT Bank Pembangunan
Daerah Bali Cabang Seririt yaitu
manufacturing cycle effectiveness (dalam
Dermawan,2013). Penilaian Kinerja Dengan SCE Pada PT Bank Pembangunan Daerah
Bali CabangSeririt Tahun 2014 dapat dilihat
pada tabel 3. Dari Tabel 3 diatas telah
dijabarkan penilaian manufacturing cycle
effectiveness Pada PT Bank Pembangnan
Daerah Bali Cabang Seririt tahun 2014 dilihat dari dimensi waktu proses pemberian
kredit yang dihitung dengan Manufacturing
Cycle Effektiveness (MCE) dapat diketahui
tahun 2014 nilai manufacturing cycle
effectiveness belum mencapai 1.. Untuk
proses pemberian kredit PT bank
Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt
dengan melakukan manufacturing cycle
effectiveness hasilnya Tidak Efektif.
Penilaian Kinerja PT Bank
Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt
Pada Perspektif Pembelajaran dan
Pertumbuhan Periode 2012-2014.
Perspektif ini menilai kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt ditinjau dari karyawan yaitu penilaian yang berfokus pada kepuasan karyawan PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt. Penilaian kepuasan karyawan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada 54 responden dengan beberapa dimensi dalam kualitas pelayanan antara lain dimensi hak karyawan, kompenasasi, kondisi kerja yang nyaman, dan fasilitas kerja yang nyaman
dimana alternatif jawaban responden
tersebut menggunakan skala likert. Untuk tingkat kepuasan karyawan PT Bank Pembangunan Daerah Bali cabang Seririt tahun dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4. Tingkat Kepuasan Karyawan
No. Dimensi Kualitas
Pelayanan IKK Kriteria
1. Tingkat Pendidikan. -0,21 Puas 2. Pengembangan karir. -0,23 Puas 3. Sistem Remunerasi atau penggajian. -0,21 Puas 4. Fleksibilitas organisasi. -0,23 Puas 5 Tingkat Ketersediaan informasi -0,22 Puas 6 Tingkat Kepuasan Kerja -0,19 Puas 7 Tingkat Produktivitas Karyawan -0,24 Puas Rata-rata -0,22 Puas
Berdasarkan Tabel 4 di atas telah
dijabarkan mengenai perolehan nilai IKK hal ini menunjukkan bahwa karyawan merasa puas bekerja pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt.
Penilaian Kinerja PT Bank
Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt
dengan Pendekatan Balanced Scorecard
Periode 2012 - 2014. Penilaian kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt dengan menggunakan pendekatan
Balanced Scorecard yaitu nampak pada
Tabel 5. Penilaian kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt
dengan pendekatan Balanced Scorecard
Dari hasil analisis pada Tabel 5 yang sudah dilakukan di PT Bank Pembangunan
Daerah Bali Cabang Seririt dengan
pendekatan Balanced Scorecard dinilai baik
untuk tahun 2014.
Pembahasan
Dari hasil analisis yang sudah dilakukan di PT Bank Pembangunan Daerah Bali
cabang Seririt beradarkan Balanced
Scorecard dinilai Baik pada periode 2014.
Penilaian Kinerja PT Bank
Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt Pada Perspektif Keuangan Tahun
2012-2014. Dari hasil analisis yang sudah
dilakukan di PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt ditinjau dari
perspektif keuangan bahwa kinerja
keuangan bank tersebut dinilai baik pada
Capital Adequency Ratio, Return On
Assets, Return On Equity, dan dinilai kurang
baik pada rasio Biaya Operasional terhadap
Pendapatan Operasional, Loan to Depoasit
Ratio, dan Non Performing Loan. Namun
secara keseluruhan dapat dikategorikan
cukup baik. Walaupun dari segi keuangan
belum memenuhi target dapat ditingkatkan lagi ditahun berikutnya dengan lebih memperhatikan rasio-rasio yang digunakan untuk menilai kinerja Bank.
Penilaian Kinerja PT Bank
Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt Pada Perspektif Pelanggan Tahun 2014. Ditinjau dari perspektif pelanggannya yang diukur melalui kepuasan nasabah dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 100 responden dan hasil analisis yang diperoleh yaitu pelanggan merasa puas terhadap
pelayanan yang diberikan dengan
perolehan hasil perhitungan matematis menggunakan Indeks Kepuasan Pelanggan (IKP) sebesar -0,35 dimana perolehan nilai tersebut berada pada rentang kriterianpuas. Hal tersebut menandakan bahwa pelanggan merasa puas terhadap produk yang diberikan oleh PT Bank Pembangunan
Daerah Bali Cabang Seririt. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Arysta (2010) yang mengukur kepuasan pelanggan dengan menggunakan Indeks Kepuasan Pelanggan (IKP).
Penilaian Kinerja PT Bank
Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt Pada Perspektif Proses Bisnis Internal
Tahun 2014. Ditinjau dari perspektif proses
bisnis internal diukur melalui proses inovasi pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt sudah baik karena pihak Bank tersebut sudah menerapkan inovasi pelayanan yang baik dan nyaman, serta
dapat melakukan peningkatan inovasi
lainnya agar nasabah tetap terjaga. Proses keefektifan waktu yang diperlukan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt dalam proses pemberian kredit
Manufacturing Cycle Efectiveness dapat
diketahui tahun 2014 nilai manufacturing
cycle effectiveness belum mencapai 1
hanya sebesar 0,86, hal ini berarti kinerja oleh PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt dalam melaksanakan proses pemberian kredit kepada nasabah tidak efesien karena waktu yang dperlukan lebih
lambat dari waktu yang ditetapkan
.
Penilaian Kinerja PT Bank
Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt
Pada Perspektif Pembelajaran dan
Pertumbuhan Tahun 2014.Ditinjau dari
perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yang diukur melalui kepuasan karyawan PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 50 responden dan hasil analisis yang diperoleh yaitu karyawan merasa
No. Perspektif Skor/ Nilai (%) Kategori Rata-rata 1 Keuangan 263,96 Baik 2 2 Pelanggan -0,35 Puas 2 3 Proses Bisnis Internal 0,77 Tidak Efektif 1 4 Pertumbuhan dan Pembelajaran -0,22 Puas 2 Total - - 7/4 = 2
puas terhadap pelayanan yang diberikan
dengan perolehan hasil perhitungan
matematis menggunakan Indeks Kepuasan Karyawan (IKK) sebesar -0,22 dimana perolehan nilai tersebut berada pada
rentang kriteria puas. Hal tersebut
menandakan bahwa karyawan merasa puas bekerja pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt tersebut.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diambil simpulan sebagai berikut. ) Dianalisis berdasarkan
Balanced Scorecard kinerja PT Bank
Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt tahun 2014 berada pada kriteria Baik dan perlu ditingkatkan lagi agar kinerja Bank meningakat dan lebih baik lagi. (2) Ditinjau
dari perspektif keuangan PT Bank
Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt
bahwa Capital Adequency Ratio, Return
On Assets, Return On Equity, dan dinilai
kurang baik dan perlu ditingkatkan lagi agar
perusahaan mampu mencapai target,
sedangkan pada rasio Biaya Operasional
terhadap Pendapatan Operasional, Loan to
Depoasit Ratio, dan Non Performing Loan
current ratio berada pada kriteria baik dan
perlu ditingkatkan lagi agar perusahaan mencapai target. (3) Ditinjau dari perspektif pelanggan Hotel Puri Saron Baruna Beach Cottages bahwa kepuasan nasabah yang diukur dengan Indeks Kepuasan Pelanggan (IKP) merasa cukup puas dengan produk yang ditawarkan PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt. (4) Ditinjau dari perspektif proses bisnis internal PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt sudah melakukan proses inovasi dan perlu ditingkatkan lagi agar nasabah tetap tumbuh dan terjaga. Sedangkan untuk proses pemeberian kredit yang dilakukan
dengan menggunakan manufacturing cycle
effectiveness tidak efisien hal ini
dikarenakan waktu penyelesaian lebih lambat dari pada yang telah ditetapkan. (5) Ditinjau dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt bahwa diukur dengan Indeks Kepuasan Karyawan (IKK)
bahwa karyawan Bank tersebut cukup puas bekerja pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt.
Berdasarkan simpulan yang telah di
kemukakan maka, Sebaiknya pihak
manajemen PT Bank Pembangunan
Daerah Bali Cabang Seririt memperhatikan
dinilai pada rasio Biaya Operasional
terhadap Pendapatan Operasional, Loan to
Depoasit Ratio, dan Non Performing Loan
agar keuangan perusahaan dapat
terealisasikan dengan sebaik mungkin hingga mencapai target. Dalam proses
pemberian kredit hendaknya
memperhitungkan dengan terperinci waktu yang digunakan dalam penyelesaian proses pemberian kredit. Pihak manajemen
hendaknya menetapkan standar
pengukuran disetiap bagian serta sebaiknya PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt dalam membangun konsep
Balanced Scorecard juga mengikuti
perkembangan atau evolusi Balanced
Scorecard itu sendiri yaitu menuju Balanced
Scorecard sebagai rerangka perencanaan
strategik dan Balanced Scorecard sebagai
basis sistem terpadu pengelolaan kinerja personel dan tetap konsisten menerapkan
konsep Balanced Scorecard sebagai
alternatif pengukuran kinerjanya, agar
mampu bersaing dalam persaingan bisnis yang kian ketat. PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Singaraja hendaknya
lebih memusatkan pelatihan soft skill untuk
karyawan agar skill yang dimiliki karyawan
pada PT Bank Pembangunan Daerah Bali Cabang Seririt semakin berkembang, agar hal ini dapat meningkatkan kinerja bank,
dan perkembangan bank dapat
terealisasikan dengan baik.
DAFTAR RUJUKAN
Arastyo A, Fidelis. 2004. Organizational
Defects
in
Balanced Scorecard
Implementation, Jurnal Akuntansi
dan Teknologi Informasi. Vol.2,
Baldric dan Bonni Siregar. 1999. Akuntansi Pemerintahan Dengan Sistem Dana. Edisi ke 2. Yogyakarta: STIE YKPN. Cahyono, Dwi. 2000. Pengukuran Kinerja
Balanced Scorecard untuk
Organisasi Sektor Publik, Jurnal
Bisnis dan Akuntansi. Vol.2,
No.3:284-293
Damayanti, Erly. 2008. Perancangan
Sistem Pengukuran Kinerja dengan
Metode Balanced Scorecard. Jurnal
Teknik Industri. Vol.9, No.2:
169-177.
Kaplan, Robert S & David P Norton (Peter R Yosli Pasla, Penerjemah). 2000. Balanced Scorecard: Menerapkan
Strategi Menjadi Aksi. Jakarta:
Erlangga.
Mulyadi. 2001. Balanced Scorecard: Alat
Manajemen Kontemporer untuk
Pelipatganda Kinerja Perusahaan. Jakarta: Salemba empat.
Niven. 2002. Penilaian Kinerja Dengan Balanced Scorecard. Edisi ke 1: Jakarta: PT Gramedia Pusaka. Pratiwi, Umi. 2010. Balanced Scorecard dan
Manajemen Strategik. Jurnal
Manajemen dan Akuntansi. Vol.11,