DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 17
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA 3.1 Pengukuran Kinerja
Pengukuran Kinerja merupakan ukuran keberhasilan, prestasi (performance) dari kinerja Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur pada tahun 2016.Adapun pengukuran Kinerja dilakukan dengan cara membandingkan target setiap Indokator Kinerja Sasaran dengan realisasinya. Setelah dilakukan penghitungan akan diketahui selisih atau celah Kinerja (peformance gap). Selanjutnya berdasarkan selisih Kinerja tersebut dilakukan evaluasi guna mendapatkan strategi yang tepat untuk peningkatan kinerja dimasa yang akan datang (performance improvement).
Dalam memberikan penilaian tingkat capaian Kinerja setiap sasaran pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, menggunakan skala pengukuran 4 (empat) mempunyai makna progres positif kategori sebagai berikut :
Tabel 3.1 Skala Pengukuran Capaian Sasaran Kinerja Tahun 2016
Skor Rentang Capaian Kategori Capaian
4 Lebih dari 100 % Sangat baik
3 75 % sampai 100 % Baik
2 55 % sampai 75 % Cukup
1 Kurang dari 55 % Kurang
3.2 Evaluasi Kinerja
Evaluasi kinerja disusun berdasarkan hasil pengujuran kinerja, yaitu dengan melakukan evaluasi terhadap pencapaian kelompok indikator kinerja sasaran untuk mendapatkan gambaran lebih lanjut mengenai keberhasilan dan kegagalan rencana strategis tahun 2016 serta pencapaian sasaran dari suatu program. Pencapaian kinerja Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur tahun 2016 dalam penyelenggaraan jalan provinsi dapat dilihat dari 3
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 18 (tiga) sasaran strategis dan 4 (empat) indikator kinerja utama yang penjelasannya sebagai berikut:
3.2.1 Tujuan Meningkatkan Daya Dukung, Kapasitas, Dan Kualitas Jalan Provinsi
Tujuan Meningkatkan Daya Dukung, Kapasitas, dan Kualitas Jalan Provinsi dijabarkan kedalam 2 (dua) sasaran prioritas pembangunan, yaitu: a. Meningkatnyajalan provinsi yang dapat dilalui kendaraan dengan cepat,
aman, dan nyaman.
b. Meningkatnya jalan provinsi yang menjamin pengguna berkendara dengan selamat.
3.2.1.1 Sasaran Meningkatnya jalan provinsi yang dapat dilalui oleh kendaraan dengan cepat, aman dan nyaman.
Sasaran prioritas pembangunan “meningkatkan jalan provinsi yang dapat dilalui oleh kendaraan dengan cepat, aman dan nyaman” sebanyak 1 (satu) indikator yaitu : (1) Persentase jalan provinsi dalam kondisi baik mantap fungsional.
Tabel 3.2 Tujuan 1 Sasaran 1
TUJUAN 1 SASARAN 1
Meningkatkan Daya Dukung, Kapasitas,
dan Kualitas Jalan Provinsi Meningkatknya jalan provinsi yang dapat dilalui oleh kendaraan dengan cepat, aman dan nyaman.
Tabel 3.3 Realisasi Tujuan 1 Sasaran 1 Tahun 2016
NO SASARAN INDIKATOR SASARAN REALISASI (%)
1 Meningkatnya jalan provinsi yang dapat dilalui oleh kendaraan dengan cepat, aman dan nyaman.
Persentase jalan provinsi dalam kondisi baik mantap fungsional
88,87 Kriterianya adalah jalan provinsi memiliki kerataan
permukaan jalan yang memadai bagi kendaraan untuk dapat dilalui oleh kendaraan dengan cepat, aman dan nyaman. Nilai kondisi jalannya diukur menggunakan alat ukur kerataan jalan (menghasilkan nilai IRI) atau diukur secara visual (menghasilkan nilai RCI).
Nilai maksimum IRI adalah 8 atau RCI minimum nilainya sedang
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 19 Sasaran 1: Meningkatnya jalan provinsi yang dapat dilalui oleh kendaraan dengan cepat, aman, dan nyaman, dan sasaran 2: Meningkatnya jalan provinsi yang menjamin pengguna berkendara dengan selamat, didukung oleh 2 (dua) program yaitu:
a.1. Program Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan dan Jembatan dengan
anggaran sebesar Rp 550.420.973.804,00 realisasi Rp
535.963.792.804,00 atau 97,37% dengan target indikator kinerja: a. Panjang jalan dalam kondisi mantap (Km) sepanjang 1.286,00 Km
(90,50%) dan terealisasi panjang jalan dalam kondisi mantap (Km) sepanjang 1.262,83 Km.
b. Panjang jembatan dalam kondisi baik sepanjang 10.758,00 m dan terealisasi panjang jembatan dalam kondisi baik sepanjang 10.018,94m.
a.2. Program Dukungan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan dengan
anggaran sebesar Rp 56.313.487.000,00 realisasi Rp
54.132.124.408,00 atau 96,13% dengan target indikator kinerja: a. Persentase ketersediaan alat berat dalam kondisi layak pakai dan
memadai sebesar 80 % dan terealisasi persentase ketersediaan alat berat dalam kondisi layak pakai dan memadai sebesar 81,42 %. b. Persentase Kantor dalam kondisi layak pakai dan memadai sebesar
90%dan terealisasiPersentase Kantor dalam kondisi layak pakai dan memadai sebesar 90%.
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 20 Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalamTabel 3.4 sebagai berikut :
Tabel 3.4 Capaian Tujuan 1 Sasaran 1 Tahun 2016
NO INDIKATOR KINERJA TARGET (%) REALISASI (%) CAPAIAN (%)
1 2 3 4 5 = 4/3 X 100%
1 Persentase jalan provinsi dalam kondisi mantap fungsional.
88,60 88,87 100,30
Persentase Jalan Provinsi dalam kondisi mantap sebesar 88,87%.Pada Tabel 3.5 diuraikan kondisi jalan baik, sedang, rusak ringan, dan rusak berat. Tabel 3.5 Kondisi Jalan Provinsi Tahun 2016
NO URAIAN KONDISI JALAN 2016
Km % I Mantap 1.262,830 88,870 a. Baik 699,265 49,209 b. Sedang 563,565 39,660 II Tidak Mantap 158,170 11,130 a. Rusak Ringan 141,845 9,982 b. Rusak Berat 16,325 1,149
Gambar 3.1 Panjang Jalan Sesuai Kondisi, Tahun 2016.
699,27 Km
563,57 Km
141,85 Km
16,32 Km
PANJANG JALAN SESUAI KONDISI
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 21 Berdasarkan Hasil Pengukuran Sasaran 1 pada Tabel 3.4, dapat disimpulkan bahwa pencapaian Kinerja Kemantapan Jalan Provinsi di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2016 mencapai angka 100,30 % dan tergolong Sangat
Baik. Hal ini tidak terlepas dari upaya-upaya yang terus dan senantiasa
dilakukan, yaitu:
1. Pemeliharaan rutin jalan dengan menambal setiap ada lubang dengan segera agar tidak memperparah kerusakan dan pemeliharaan berkala jalan di seluruh ruas jalan provinsi terutama jalan strategis sehingga layak untuk kepentingan mobilitas barang dan jasa.
2. Pemeliharaan rutin dan berkala jembatan sehingga layak digunakan untuk kepentingan mobilitas barang dan jasa serta masyarakat.
Indikator Kinerja Persentase Jalan Provinsi Dalam Kondisi Mantap dari tahun 2010 sampai tahun 2016 dapat digambarkan sebagai berikut:77,38% pada tahun 2010, meningkat menjadi 78,16% pada tahun 2011, meningkat menjadi 85,73% pada tahun 2012,meningkat menjadi 88,40% padatahun 2013, meningkat menjadi 89,27% pada tahun 2014, meningkat menjadi 89,43 % pada tahun 2015 dan pada tahun 2016 sebesar 88,87 % seperti dalamTabel 3.6.
Tabel 3.6 Kemantapan Jalan Provinsi Tujuh Tahun Terakhir (2010 – 2016)
NO TUJUAN SASARAN INDIKATOR TARGET 2016 2010 2011 2012 REALISASI 2013 2014 2015 2016 CAPAIAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 11 13 1. Meningkatkan DayaDukung, Kapasitas dan Kualitas Jalan Provinsi Meningkatnya jalan provinsi yang dapat dilalui oleh kendaraan dengan cepat, aman dan nyaman. Persentase jalan provinsi dalam kondisi mantap fungsional 88,60 77,38 78,16 85,73 88,40 89,27 89,43 88,87 100,3
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 22 Gambar 3.2 Target dan Realisasi Persentase Jalan Provinsi dalam Kondisi Mantap Tahun 2010–2016
Persentase Jalan dalam kondisi mantap jalan provinsi di Jawa Timur dari tahun 2010 – 2016 diuraikan dalam kondisi baik, sedang, rusak ringan, dan rusak berat adalah seperti pada Gambar 3.3.
Gambar 3.3 Panjang Jalan Sesuai Kondisi Tahun 2010 – 2016
79,73 78,44 80,13 84,30 86,09 92,00 92,00 77,38 78,16 85,73 88,40 89,27 89,43 88,87 70,0 75,0 80,0 85,0 90,0 95,0 100,0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 K EM A NT A P A N JA LA N (% ) TAHUN Target Realisasi 312,00 338,00 649,85 717,55 983,52 727,14 699,27 1236,42 1037,75 859,79 839,07 588,42 847,68 563,57 391,87 335,808 211,574 180,49 181,79 135,99 141,845 60,69 48,83 39,7 22,5 10,5 50,1 16,32 0,00 200,00 400,00 600,00 800,00 1000,00 1200,00 1400,00 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 K O ND IS I J A LA N (K M ) TAHUN
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 23 Dilihat nilai kemantapan jalan tahun 2016 sebesar 88,87% dan tahun 2015 sebesar 89,43 % ini berarti terjadi penurunan kemantapan sebesar 0,56% dari target peningkatan kemantapan di renstra sebesar 2,00%. Kemantapan ini berupa kerataan permukaan perkerasan sehingga nyaman untuk berkendara. Kemantapan ini diperoleh dari pelaksanaan pemeliharaan rutin tambal sulam dan pemeliharaan berkala serta peningkatan jalan. Pemeliharaan rutin dan berkala hanya untuk lapisan permukaan perkerasan saja sehingga tidak menambah nilai struktural jalan, sedangkan peningkatan jalan untuk menambah nilai struktural jalan. Sehingga kemantapan jalan yang didapat dari pelaksanaan pemeliharaan rutin dan berkala berupa kemantapan marjinal dan kemantapan struktural jalan didapat dari pelaksanaan peningkatan dan pemeliharaan berkala jalan.
Gambar 3.4 Panjang Peningkatan Jalan Tahun 2010 – 2016. 179,07 179,07 179,07 179,07 179,07 74,23 81,65 38,85 56,74 63,46 73,14 28,45 46,45 50,46 0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00 140,00 160,00 180,00 200,00 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 P ENI NG K A TA N JA LA N (K M ) TAHUN Target Realisasi
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 24 Gambar 3.5 Panjang Pemeliharaan Berkala Jalan Tahun 2010 – 2016.
Gambar 3.6 Panjang Pemeliharaan Rutin Jalan Tahun 2010 – 2016.
Panjang jalan yang ditingkatkan strukturnya mengalami peningkatan meskipun belum memenuhi target renstra, sedangkan pemeliharaan berkala naik turun dan belum memenuhi renstra, sehingga pemeliharaan rutin (yang
140,06 140,06 140,06 140,06 140,06 136,95 128,03 57,698 73,45 66,39 0 32,002 239,516 110,618 0 50 100 150 200 250 300 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 P EM EL IH A R A A N BE R K A LA ( K M ) TAHUN Target Realisasi 2.000,98 1.760,912 1.760,912 1.760,912 1.760,912 1.760,912 1.421,00 2000,98 1.760,912 1.760,912 1.760,912 1.760,912 1.760,912 1.421,00 1200 1300 1400 1500 1600 1700 1800 1900 2000 2100 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 P EM EL IH A R A A N R U TI N (K M ) TAHUN Target Realisasi
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 25 dilaksanakan sebagai bentuk penyelenggaraan jalan minimal) seluruh ruas jalan provinsi.
1. Perbaikan pemeliharaan rutin jalan antara lain meliputi:
a. Meningkatkan peran Satuan Tugas (Satgas) UPT Bina Marga Provinsi Jawa Timur sebagai ujung tombak penanganan pemeliharaan jalan. b. Ketersediaan jumlah dan kualitas peralatan.
Pada tahun 2016 terdapat alat unit pemeliharaan rutin sebanyak 312unit yang tersebar di 12 UPT se-Jawa Timur dalam kondisi baik, yang berupa:
Alat Pemeliharaan Rutin lengkap di setiap UPT dan Depo Peralatan:
Cold Milling, 4 roda: 2 unit, Cold Milling, 3 roda: 13 unit, Asphalt Finisher: 12 unit, Tandem Roller: 22 unit, Tire Roller: 12 unit, Vibrator Soil Compactor: 1 unit, Vibrator Roller Hand Guide: 22 unit, Pick Up: 27 unit, Flat Bed Truck With Crane: 18 unit, Flat Bed Truck Trailler Mini: 13 unit, Flat Bed Truck With Crane: 2 unit, Dump Truck: 38 unit, Self Loader Truck: 3 unit, Asphalt Compressor: 17 unit, dan Asphat Spayer: 13 unit.
Alat Konstruksi terdiri atas: Bulldozer: 6 unit, Motor Grader 4 unit,
Whell Loader 10 unit, Mobil Crane 1 unit, Excavator On Track 2 unit, Excavator 1 unit, Breaker 1 unit, Excavator mini 9 unit, Breaker 5 unit.
Alat Penunjang terdiri atas: Plate Compactor 25 unit, Concreate
Cutter 21 unit, Core Drill 1 unit, Genset 3 unit, Chain Saw 35 unit, Grass Cutter 14 unit. Peralatan tersebut di atas didistribusikan di setiap Kantor UPT dan Kantor Pembantu bahkan di Kantor Pengamat untuk menunjang pelaksanaan pemeliharaan jalan yang cepat, tepat dan akurat.
c. Peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Peningkatan kualitas SDM dimaksudkan untuk mewujudkan tenaga yang memiliki kompetensi dalam penyelenggaraan jalan dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan tentang kebinamargaan antara lain: diklat pembekalan pengamat jalan dan juru jalan, diklat pembekalan pengawas jalan dan jembatan, diklat tata cara hukum kontrak, diklat teknis perencanaan jalan, diklat perencanaan drainase, diklat teknis pengawasan pekerjaan jalan dan jembatan yang diselenggarakan oleh
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 26 Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Timur, Balai Pendidikan dan Pelatihan IX Kementerian Pekerjaan Umum maupun Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur sendiri.
3.2.1.2 Sasaran Meningkatnya jalan provinsi yang menjamin pengguna berkendara dengan selamat.
Sasaran prioritas pembangunan “Meningkatnya jalan provinsi yang menjamin pengguna berkendara dengan selamat” sebanyak 1 (satu) indikator yaitu : (1) Persentase jalan provinsi yang memenuhi persyaratan teknis jalan dalam sistem jaringan jalan primer.
Tabel 3.7 Tujuan 1 Sasaran 2
TUJUAN 1 SASARAN 2
Meningkatkan Daya Dukung, Kapasitas, dan
Kualitas Jalan Provinsi Meningkatnya jalan provinsi yang menjamin pengguna berkendara dengan selamat.
Tabel 3.8. Realisasi Tujuan 1 Sasaran 2 Tahun 2016
NO SASARAN INDIKATOR SASARAN REALISASI
2 Meningkatnya jalan provinsi yang menjamin pengguna berkendara dengan selamat.
Persentase Jalan Provinsi yang memenuhi persyaratan teknis jalan dalam sistem jaringan jalan primer. Kriterianya adalah jalan provinsi yang menjamin pengguna jalan berkendara dengan selamat, dengan parameter:
CAPAIAN BOBOT CAPAIAN X BOBOT
a. Spesifikasi Penyediaan Prasarana 100,00 0,00 -
b. LHRT (SMP/Hari) 100,00 0,00 -
c. Lebar Jalur Lalu Lintas Minimum 40,852 60,00 24,51
d. Lebar Bahu Minimum 73,65 20,00 14.73
e. Tipe Perkerasan Jalan Minimum 100,00 0,00 0,00
f. Kelandaian Maksimum 96,68 5,00 4,83
g.Kondisi Bangunan Pelengkap Jalan (Jembatan, Gorong-gorong, dll)
92,17 15,00 13,83
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 27 Jika dilihat dari parameter “c” lebar jalur lalu lintas minimum, yang baru memenuhi mencapai 38,89% atau sepanjang 684,81 Km, yang belum memenuhi sebanyak 61,11% atau sepanjang 1.076,09 Km. Dari 1.076,09 Km tersebut, sepanjang 222,83Km dengan tingkat pelayanannya sudah mencapai D (Tingkat Pelayanan Sangat Rendah) dan E (Tingkat Pelayanan Sangat Sangat Rendah) atau dengan nilai VCR (Volume Capacity Ratio: perbandingan antara volume kendaraan yang melintas dengan kapasitas pada suatu ruas jalan tertentu) ≥ 0,85, sisanya sepanjang 853,26Km dengan tingkat pelayanan A(Tingkat Pelayanan Sangat Tinggi), B (Tingkat Pelayanan Tinggi)dan C (Tingkat Pelayanan Sedang) atau dengan nilai VCR < 0,85. Untuk itu ditengah keterbatasan alokasi anggaran penyelenggaraan jalan setiap tahunnya dari pemerintah provinsi Jawa Timur, maka strategi untuk pemenuhan “lebar jalur lalu lintas minimum” yang dilakukan terlebih dahulu adalah kegiatan peningkatan struktur dan kapasitas (pelebaran) ruas-ruas yang tingkat pelayanannya sudah mencapai D dan E atau nilai VCR ≥ 0,85 dan lebarnya belum memenuhi persyaratan lebar jalur lalu lintas minimum tersebut.
Upaya yang dilakukan untuk mencapai Sasaran Prioritas Pembangunan “Meningkatkan jalan provinsi yang menjamin pengguna berkendara dengan selamat” dengan indikator yaitu: “Persentase Jalan Provinsi yang memenuhi persyaratan teknis jalan dalam sistem jaringan jalan primer”, dilaksanakan dengan:
a. Peningkatan jalan dan penggantian jembatan;
Peningkatan jalan provinsi dan penggantian jembatan tahun 2016 dilaksanakan oleh 2 (dua) kegiatan yaitu
1. Pelaksanaan fisik peningkatan jalan yang berupa pelebaran jalur lalu lintas sekaligus meningkatkan daya dukung struktur jalan melalui kegiatan Peningkatan Jalan Provinsi sepanjang 50,46 km yang pengawasan mutu dan kualitas pekerjaan kegiatan tersebut agar sesuai dengan Spesifikasi dilaksanakan kegiatan Supervisi Peningkatan Jalan di 12 lokasi sesuai dengan pelaksanaan fisik yang ada. Peningkatan jalan sepanjang 50,46 Km tersebut tidak seluruhnya menaikkan realisasi capaian sasaran
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 28 strategis, dikarenakan adanya peningkatan jalan yang belum memenuhi persyaratan teknis jalan dalam sistem jaringan jalan primer yang disebabkan ketersediaan lahan yang terbatas sehingga tidak memungkinkan dilakukan peningkatan jalan yang sesuai persyaratan teknis jalan tersebut.
Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikan dalam Tabel 3.9 sebagai berikut :
Tabel 3.9 Capaian Tujuan 1 Sasaran 2 Tahun 2016
NO INDIKATOR KINERJA TARGET (%) REALISASI (%) CAPAIAN (%)
1 2 3 4 5 = 4/3 X 100%
1 Persentase jalan provinsi yang memenuhi persyaratan teknis jalan dalam sistem jaringan jalan primer
57,90 57,90 100,00
Rata-Rata Persentase Capaian Sasaran 100,00
Berdasarkan Hasil Pengukuran Sasaran 2 pada Tabel 3.10, dapat disimpulkan bahwa pencapaian “Meningkatnya jalan provinsi yang menjamin pengguna berkendara dengan selamat” pada tahun 2016mencapai angka100,00% dan tergolong Baik. Realisasi Indikator“Persentase jalan provinsi yang memenuhi persyaratan teknis jalan dalam sistem jaringan jalan primer” sebesar 57,90%, dari target pada tahun 2016 yang ditetapkan sebesar 57,90%.Realisasi ini didapat dari rata-rata realisasi parameter-parameter persyaratan teknis jalan dalam sistem jaringan jalan primer yaitu:
a. Lebar Jalur Lalu Lintas Minimum, b. Lebar Bahu Minimum,
c. Kelandaian Maksimum,
d. Kondisi Bangunan Pelengkap Jalan (Jembatan, Gorong-gorong, dll). Dari keempat parameter tersebut diatas, kebijakan yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur ditengah keterbatasan alokasi anggaran adalah memfokuskan pada lebar jalur lalu lintas minimum pada ruas-ruas jalan yang lebarnya belum memenuhi persyaratan dan nilai VCRnya > 0,85.
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 29 Realisasi indikator “Persentase Jalan Provinsi Yang memenuhi persyaratan teknis jalan dalam sistem jaringan jalan primer” dari tahun 2010 sampai dengan 2016 dapat digambarkan selalu terjadi kenaikan realisasi setiap tahunnya. Pada tahun 2010 mencapai 51,563% naik menjadi 52,998% tahun 2011, tahun 2012 menjadi 53,035%, tahun 2013 menjadi 54,147%, tahun 2014 menjadi 55,009%, tahun 2015 menjadi 44,02% serta pada tahun 2016 menjadi 57,90 %seperti dalam Tabel 3.10.
Tabel 3.10 Realisasi Tujuan 1 Sasaran 2 Tahun 2010–2016
NO TUJUAN SASARAN INDIKATOR TARGET 2016 2010 2011 2012 REALISASI 2013 2014 2015 2016 CAPAIAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1. Meningkatkan daya dukung, kapasitas dan kualitas jalan provinsi Meningkatnya jalan provinsi yang menjamin pengguna berkendara dengan selamat Persentase jalan provinsi yang memenuhi persyaratan teknis jalan dalam sistem jaringan jalan primer 57,90 51,563 52,998 53,035 54,147 55,009 44,02 57,90 100,00
3.2.2 Tujuan Meningkatkan Aksesibilitas Menuju Kawasan Potensial dan Wilayah Selatan Jawa Timur
Tujuan Meningkatkan Aksesibilitas Menuju Kawasan Potensial danWilayah Selatan Jawa Timur dijabarkan kedalam 1 (satu) Sasaran Prioritas Pembangunan dengan 2 (dua) indikator.
Sasaran Prioritas Pembangunan berupa Penyelesaian Pembangunan Jalan Menuju Kawasan Potensial dan Jalan Lintas Selatan diukur melalui 2 (dua) indikator yaitu (1) Persentase penyelesaian pembangunan jalan menuju kawasan potensial dan jalan lintas selatan, (2) Persentase penyelesaian pembangunan jembatan menuju kawasan potensial dan jembatan lintas selatan.
Tabel 3.11 Tujuan 2 Sasaran 1
TUJUAN 2 SASARAN 1
Meningkatkan Aksesibilitas Menuju Kawasan Potensial dan Wilayah Selatan Jawa Timur
Meningkatnya Penyelesaian Pembangunan Jalan Menuju Kawasan Potensial dan JalanLintas Selatan
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 30 Indikator kinerja, target dan realisasi dari sasaran ini disajikandalam Tabel 3.12.
Tabel 3.12 Capaian Tujuan 2 Sasaran 1 Tahun 2016
NO INDIKATOR KINERJA TARGET (%) REALISASI (%) CAPAIAN
1 2 3 4 5 = 4/3 X 100%
1
Persentase penyelesaian pembangunan jalan menuju kawasan potensial dan jalan lintas selatan - 47,36 2 Persentase penyelesaian pembangunan jembatan menuju kawasan potensial dan jembatan lintas selatan
- 43,50
Rata-Rata Persentase Capaian Sasaran -
Hasil Pengukuran sasaran 1 pada Tabel 3.12 tidak terukur dikarenakan pada tahun 2016 Pencapaian sasaran tersebut melalui APBN.
Panjang rencana Jalan Lintas Selatan pada tahun 2015 adalah 673,872 km karena mengalami perubahan trase jalan sehingga menjadi 676,815 km, demikian juga untuk panjang jembatan dari 7.742 m menjadi 8.404 m.
Persentase penyelesaian pembangunan jalan menuju kawasan potensial dan jalan lintas selatan.
Tabel 3.13. Rencana Pembangunan Jalan Menuju Kawasan Strategis dan Jalan Lintas Selatan
NO URAIAN JALAN (KM)
A Jalan menuju kawasan potensial
1. Jalan Tembus Lawang Batu (Sukorejo – Malang –
Batu) 33,907
2. Panjang Jalan Akses PIMPA 3,300
3. Jalan Alternatif Kediri – Nganjuk – Madiun 64,000
Jumlah A 101,207
B Jalan Lintas Selatan
1. Pacitan 87,435 2. Trenggalek 81,475 3. Tulungagung 51,180 4. Blitar 64,200 5. Malang 137,325 6. Lumajang 65,600
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 31
7. Jember 83,500
8. Banyuwangi 106,100
Jumlah B 676,815
T o t a l 778,022
Kerjasama Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur dan 8 Pemerintah Kabupaten dalam Pembangunan Jalan Lintas Selatan sampai dengan akhir 2016 telah mencapai kemajuan seperti dalam tabel berikut:
Tabel 3.14. Realisasi Pembangunan Jalan Menuju Kawasan Potensial dan Jalan Lintas Selatan s/d 2016
NO URAIAN JALAN (KM)* KETERANGAN
A Jalan menuju kawasan potensial
1. Jalan Tembus Lawang Batu (Sukorejo – Malang – Batu)
- s/d 2016 masih dalam tahap pra konstruksi (DED). Direncanakan 2017 dimulai pembebasan lahan.
2. Panjang Jalan Akses
PIMPA -
3. Jalan Alternatif Kediri –
Nganjuk – Madiun -
Jumlah A -
B Jalan Lintas Selatan
1. Pacitan 83,785 Tahun 2016 didanai APBN
2. Trenggalek 24,024 3. Tulungagung 9,430 4. Blitar - 5. Malang 105,612 6. Lumajang 59,830 7. Jember 4,000 8. Banyuwangi 82,100 Jumlah B 368,481 T o t a l 368,481 Keterangan:
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 32 Tabel 3.15. Rekapitulasi Realisasi Pembangunan Jalan Menuju Kawasan Potensial dan Jalan Lintas Selatan s/d 2016
NO URAIAN RENCANA REALISASI S/D 2016 KM %
A Pembangunan Jalan Menuju Kawasan Potensial dan Jalan Lintas Selatan
1 Jalan (KM) 778,022 368,481 47,36
Persentase penyelesaian pembangunan jalan menuju kawasan potensial dan jalan lintas selatan pada tahun 2015 adalah sebesar 44,50 % dan pada tahun 2016 adalah sebesar 47,36 % mengalami peningkatan sebesar 2,86 %. Peningkatan capaian sasaran 3 tersebut dikarenakan ada pembangunan Jalan Lintas Selatan di ruas Bts. Kab. Lumajang – Mayangan (3,2 Km) dan ruas Mayangan – Puger (2,8 Km) yang didanai oleh APBN. Pemerintah provinsi pada tahun 2016 ini melaksanakan kegiatan pra konstruksi pembangunan jalan alternatif Sukorejo Batu, yaitu penyusunan DED dan direncanakan pada tahun 2017 dimulai pembebasan lahannya.
Persentase penyelesaian pembangunan jembatan menuju kawasan potensial dan jalan lintas selatan.
Tabel 3.16. Rencana Pembangunan Jembatan Menuju Kawasan Potensial dan Jalan Lintas Selatan
NO URAIAN
JEMBATAN (M) PANJANG
(M) JUMLAH (BUAH)
A Jembatan pada jalan menuju kawasan potensial
1. Jalan Tembus Lawang Batu (Sukorejo
– Malang – Batu) 385 29
2. Panjang Jalan Akses PIMPA - -
3. Jalan Alternatif Kediri – Nganjuk –
Madiun 45 1
Jumlah A 430 30
B Jembatan pada Jalan Lintas Selatan
1. Pacitan 1.837 12
2. Trenggalek 559 10
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 33 4. Blitar 1.122 22 5. Malang 985 18 6. Lumajang 796 19 7. Jember 1.536 33 8. Banyuwangi 741 16 Jumlah B 8.404 153 T o t a l 8.834 183
Kerjasama Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur dan 8 Pemerintah Kabupaten dalam Pembangunan Jalan Lintas Selatan sampai dengan akhir 2016 telah mencapai kemajuan seperti dalam tabel berikut:
Tabel 3.17. Realisasi Pembangunan Jembatan pada Jalan Menuju Kawasan Strategis dan Jalan Lintas Selatan s/d 2016
NO URAIAN PANJANG JEMBATAN (M) KETERANGAN (M) JUMLAH (BUAH) A Jalan menuju kawasan potensial 1. Jalan Tembus Lawang Batu (Sukorejo – Malang – Batu) - - 2. Panjang Jalan Akses PIMPA - - 3. Jalan Alternatif Kediri – Nganjuk – Madiun - - Jumlah A - - B Jalan Lintas Selatan
1. Pacitan 860 10 2 buah jembatan
(Grindulu dan Sirnoboyo) sedang dalam proses pembangunan yang direncanakan akhir 2017 selesai. Tahun 2016 didanai oleh APBN.
2. Trenggalek 399 8 3. Tulungagung 183 4 4. Blitar 302 6 5. Malang 605 12 6. Lumajang 796 19 7. Jember 521 17 8. Banyuwangi 176 7 Jumlah B 3.842 83 T o t a l 3.842 83
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 34 Tabel 3.18. Rekapitulasi Realisasi Pembangunan Jembatan Menuju Kawasan Potensial dan Jalan Lintas Selatan s/d 2016
NO URAIAN RENCANA REALISASI S/D 2016 M %
A Pembangunan Jembatan
Menuju Kawasan Strategis dan Jalan Lintas Selatan
1 Jembatan (M) 8.834 3.842 43,50
Banyak manfaat dengan adanya jalur lintas selatan, namun saat ini efek tersebut belum banyak dirasakan karena pembangunannya masih sepenggal-sepengal belum menghubungkan secara keseluruhan dari Pacitan – Banyuwangi meskipun pembangunannya sudah dimulai sejak tahun 2002, karena dalam pelaksanaan banyak ditemui adanya kendala-kendala, yaitu:
1. Alokasi anggaran APBN maupun APBD yang terbatas sehingga lebih mengutamakan Penyelenggaraan Jalan Provinsi daripada Pembangunan Jalan Lintas Selatan.
2. Topografi yang sulit untuk mencapai lokasi pembangunan karena harus melewati jalan kabupaten yang rusak dan Jalan Lintas Selatan yang belum sempurna sehingga pekerjaan di lapangan menjadi mahal dan keamanan kurang optimal.
3. Permasalahan proses izin pinjam pakai kawasan hutan dengan pihak Perhutani sampai saat ini baru sampai pada tahap pemenuhan kewajiban pembayaran ganti rugi tegakan dan pengukuran tata batas oleh masing-masing kabupaten.
Kenyataannya persentase penyelesaian jalan dan jembatan mengalami fluktuasi (seperti terlihat dalam tabel dibawah) seiring dengan kesiapan lahan dan besaran anggaran yang tersedia tiap tahunnya.
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 35
3.3 Akuntabilitas Keuangan
Dalam rangka penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur tahun 2016, dijabarkan juga terhadap penggunaan dana Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna menggerakkan program – program kegiatan pada tahun anggaran 2015 serta dipertanggung jawabkan sesuai dengan peraturan – peraturan pelaksanaan pengelolaan Dokumen Anggaran Satuan Kerja Provinsi Jawa Timur Tahun 2015.
Dibandingkan dengan kebutuhan alokasi anggaran sesuai dengan Renstra sebesar Rp. 1.316.859.240.000,00 untuk tahun 2016 ini tingkat capaiannya sebesar Rp 627.763.225.385,00 atau sebesar 47,67%.
Gambar 3.7 Target dan Realisasi Anggaran 2010 – 2016
Alokasi anggaran belanja langsung yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pada tahun 2016 Rp 627.763.225.385,- terealisasi sebesar Rp 609.894.117.610,- atau 97,15% dengan rincian seperti pada Tabel 3.19. 779,54 804,11 714,16 790,85 850,00 1.200.000 1.316,86 278,51 407,22 440,59 480,68 557,36 879.933 627,76 200,00 400,00 600,00 800,00 1.000,00 1.200,00 1.400,00 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 A LO K A SI A NG GA R A N (R p . M ily ar ) TAHUN Target Realisasi
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 36 Tabel 3.19 Realisasi Anggaran 2016
NO URAIAN PAGU REALISASI KEUANGAN FISIK Rp % % BELANJA LANGSUNG 627.763.225.385,00 609.894.117.610,00 97,15 100,00 I Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 4.027.133.000,00 3.798.276.697,00 94,32 100,00 1 Pelaksanaan Administrasi Perkantoran 4.027.133.000,00 3.798.276.697,00 94,32 100,00
II Program Peningkatan Sarana
dan Prasarana Aparatur 10.538.722.400,00 9.948.327.292,00 94,40 100,00
1 Penyediaan Peralatan dan Kelengkapan Sarana dan Prasarana
4.706.721.200,00 4.196.826.412,00 89,17 100,00 2 Pemeliharaan Peralatan dan
Kelengkapan Sarana dan Prasarana
5.832.001.200,00 5.751.500.880,00 98,62 100,00
III Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah
3.030.685.000,00 2.724.784.160,00 89,91 100,00
1 Koordinasi dan Konsultasi
Kelembagaan Pemerintah Daerah 988.230.000,00 971.186.360,00 98,28 100,00 2 Peningkatan Kapasitas Sumber
Daya Aparatur
2.042.455.000,00 1.753.597.800,00 85,86 100,00
IV Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan
2.327.904.600,00 2.222.852.249,00 95,49 100,00
1 Penyusunan Dokumen
Perencanaan 1.638.461.600,00 1.556.391.300,00 94,99 100,00 2 Penyusunan Laporan Hasil
Pelaksanaan Rencana Program dan Anggaran
204.445.000,00 199.310.650,00 97,49 100,00 3 Penyusunan, Pengembangan,
Pemeliharaan dan Pelaksanaan Sistem Informasi Data
484.998.000,00 467.150.299,00 96,32 100,00
V Program Pembangunan Jalan dan Jembatan
1.103.960.000,00 1.103.960.000,00 100,00 100,00
1 Perencanaan pembangunan jalan 1.103.960.000,00 1.103.960.000,00 100,00 100,00
VI Program
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan
550.420.973.385,00 535.963.792.804,00 97,37 100,00
1 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan
UPT Bina Marga Surabaya 20.148.725.000,00 20.110.926.195,00 99,81 100,00 2 Rehabilitasi/ Pemeliharaan
Jembatan UPT Bina Marga Surabaya
1.247.000.000,00 1.226.045.520,00 98,32 100,00 3 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan
UPT Bina Marga Mojokerto
28.674.864.000,00 28.673.497.047,00 100,00 100,00 4 Rehabilitasi/ Pemeliharaan
Jembatan UPT Bina Marga Mojokerto
1.000.000.000,00 998.916.338,00 99,89 100,00 5 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan
UPT Bina Marga Bojonegoro
41.612.618.000,00 41.611.799.700,00 100,00 100,00 6 Rehabilitasi/ Pemeliharaan
Jembatan UPT Bina Marga Bojonegoro
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 37
7 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan
UPT Bina Marga Madiun 15.991.069.000,00 15.970.537.250,00 99,87 100,00 8 Rehabilitasi/ Pemeliharaan
Jembatan UPT Bina Marga Madiun
399.242.000,00 398.688.000,00 99,86 100,00 9 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan
UPT Bina Marga Pacitan
15.307.152.000,00 15.123.311.481,00 98,80 100,00 10 Rehabilitasi/ Pemeliharaan
Jembatan UPT Bina Marga Pacitan
1.110.255.000,00 1.107.046.000,00 99,71 100,00 11 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan
UPT Bina Marga Kediri
16.424.671.000,00 15.296.875.765,00 93,13 100,00 12 Rehabilitasi/ Pemeliharaan
Jembatan UPT Bina Marga Kediri
500.000.000,00 484.827.581,00 96,97 100,00 13 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan
UPT Bina Marga Malang
21.512.004.000,00 21.496.688.755,00 99,93 100,00 14 Rehabilitasi/ Pemeliharaan
Jembatan UPT Bina Marga Malang
2.800.500.000,00 2.800.489.220,00 100,00 100,00 15 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan
UPT Bina Marga Probolinggo
18.906.654.000,00 18.812.462.860,00 99,50 100,00 16 Rehabilitasi/ Pemeliharaan
Jembatan UPT Bina Marga Probolinggo
351.994.000,00 347.134.298,00 98,62 100,00 17 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan
UPT Bina Marga Jember
29.152.596.000,00 29.113.023.103,00 99,86 100,00 18 Rehabilitasi/ Pemeliharaan
Jembatan UPT Bina Marga Jember
300.000.000,00 299.482.008,00 99,83 100,00 19 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan
UPT Bina Marga Banyuwangi
21.570.800.000,00 21.213.747.589,00 98,34 100,00 20 Rehabilitasi/ Pemeliharaan
Jembatan UPT Bina Marga Banyuwangi
700.000.000,00 673.399.900,00 96,20 100,00 21 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan
UPT Bina Marga Pamekasan 19.803.688.000,00 19.795.973.826,00 99,96 100,00 22 Rehabilitasi/ Pemeliharaan
Jembatan UPT Bina Marga Pamekasan
1.332.151.385,00 1.301.240.628,00 97,68 100,00 23 Mobilisasi Alat Berat untuk
Kegiatan Pemeliharaan Jalan 173.100.000,00 153.034.100,00 88,41 100,00 24 Peningkatan jalan 168.259.612.300,00 167.033.744.328,00 99,27 100,00 25 Perencanaan Peningkatan Jalan 1.969.787.500,00 1.969.787.500,00 100,00 100,00 26 Supervisi Peningkatan Jalan 5.252.233.000,00 5.185.222.900,00 98,72 100,00 27 Kajian pengembangan jaringan
jalan 1.843.128.500,00 1.842.188.500,00 99,95 100,00 28 Pengadaan alat-alat laboratorium
kebinamargaan
300.000.000,00 298.127.500,00 99,38 100,00 29 Pengembangan Database Jalan
dan Jembatan
2.813.892.800,00 2.133.541.477,00 75,82 100,00 30 Penelitian Teknologi Bahan
Perkerasan Jalan 456.700.000,00 436.681.650,00 95,62 100,00 31 Rehabilitasi/Pemeliharaan
Alat-alat Laboratorium Kebinamargaan 150.000.000,00 141.956.000,00 94,64 100,00 32 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan
UPT Bina Marga Bangkalan 18.621.626.000,00 18.621.604.146,00 100,00 100,00 33 Rehabilitasi/ Pemeliharaan
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 38
Bangkalan
34 Pembinaan, Pengendalian, Pengawasan, dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Jalan dan Jembatan
1.130.000.000,00 987.467.027,00 87,39 100,00
35 Pembinaan, Pengendalian, Pengawasan, dan Evaluasi, Pelaksanaan pemeliharaan jalan dan jembatan
2.604.419.400,00 2.461.651.948,00 94,52 100,00
36 Pembinaan dan Pengawasan
Teknik Jalan dan Jembatan 1.513.875.800,00 1.254.213.961,00 82,85 100,00 37 Pengendalian dan Monitoring
Pelaksanaan Peningkatan Jalan dan Penggantian Jembatan
2.971.428.000,00 2.893.235.980,00 97,37 100,00 38 Monitoring,Evaluasi dan
Pengelolaan Aset, Jalan dan Jembatan UPT Bina Marga Surabaya
2.510.396.000,00 2.228.017.462,00 88,75 100,00
39 Monitoring,Evaluasi dan Pengelolaan Aset, Jalan dan Jembatan UPT Bina Marga Mojokerto
2.014.106.000,00 1.973.237.524,00 97,97 100,00
40 Monitoring,Evaluasi dan Pengelolaan Aset, Jalan dan Jembatan UPT Bina Marga Bojonegoro
2.016.965.000,00 1.921.925.048,00 95,29 100,00
41 Monitoring,Evaluasi dan Pengelolaan Aset, Jalan dan Jembatan UPT Bina Marga Madiun
2.242.995.600,00 2.200.695.183,00 98,11 100,00
42 Monitoring,Evaluasi dan Pengelolaan Aset, Jalan dan Jembatan UPT Bina Marga Pacitan
1.783.035.000,00 1.704.627.526,00 95,60 100,00
43 Monitoring,Evaluasi dan Pengelolaan Aset, Jalan dan Jembatan UPT Bina Marga Kediri
2.207.825.000,00 2.027.046.224,00 91,81 100,00 44 Monitoring,Evaluasi dan
Pengelolaan Aset, Jalan dan Jembatan UPT Bina Marga Malang
2.173.892.300,00 2.128.442.587,00 97,91 100,00
45 Monitoring,Evaluasi dan Pengelolaan Aset, Jalan dan Jembatan UPT Bina Marga Probolinggo
1.582.614.000,00 1.485.695.965,00 93,88 100,00
46 Monitoring,Evaluasi dan Pengelolaan Aset, Jalan dan Jembatan UPT Bina Marga Jember
1.959.793.800,00 1.807.267.859,00 92,22 100,00
47 Monitoring,Evaluasi dan Pengelolaan Aset, Jalan dan Jembatan UPT Bina Marga Bangkalan
2.125.888.000,00 1.854.978.195,00 87,26 100,00
48 Monitoring,Evaluasi dan Pengelolaan Aset, Jalan dan Jembatan UPT Bina Marga Banyuwangi
1.709.856.000,00 1.578.417.026,00 92,31 100,00
49 Monitoring,Evaluasi dan Pengelolaan Aset, Jalan dan Jembatan UPT Bina Marga Pamekasan
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 39
50 Peningkatan Jalan dengan Dana
Alokasi Khusus (DAK) 10.340.242.000,00 10.340.242.000,00 100,00 100,00 51 Rehabilitasi Jalan dengan Dana
Alokasi Khusus (DAK) 46.825.582.000,00 38.531.256.949,00 82,29 100,00
VII Program Dukungan Sarana dan
Prasarana Kebinamargaan 56.313.847.000,00 54.132.124.408,00 96,13 100,00
1 Pengadaan alat-alat berat 49.650.000.000,00 48.073.405.500,00 96,82 100,00 2 Rehabilitasi/ pemeliharaan
alat-alat berat 3.792.972.000,00 3.345.711.600,00 88,21 100,00 3 Rehabilitasi Gedung Kantor dan
Aset Lainnya 2.870.875.000,00 2.713.007.308,00 94,50 100,00
3.4 Cost Per Outcome
Cost per outcome menunjukkan capaian kinerja terhadap penggunaan anggaran suatu program sehingga dapat menggambarkan tingkat efisiensi yang dicapai. Hasil capaian kinerjanya ditunjukkan pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.20 Alokasi Per Sasaran Pembangunan Tahun 2016
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA ANGGARAN % ANGGARAN 1. Meningkatnya jalan
provinsi yang dapat dilaui oleh
kendaraan dengan cepat, aman dan nyaman. Persentase jalan provinsi dalam kondisi mantap fungsional 416.811.517.585 67,70 2. Meningkatnya jalan provinsi yang menjamin pengendara berkendara dengan selamat. Persentase jalan provinsi yang memenuhi persyaratan teknis jalan 189.923.302.800 31,30
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 40 Tabel 3.21 Pencapaian Kinerja dan Anggaran Tahun 2016
NO TUJUAN/ SASARAN/ PROGRAM INDIKATOR TARGET REALISASI KINERJA CAPAIAN TARGET ANGGARAN REALISASI CAPAIAN I Tujuan 1 (T1):
Meningkatkan daya dukung, kapasitas dan kualitas jalan provinsi. I.1 Sasaran 1 (T1S1):
Meningkatnya jalan provinsi yang dapat dilaui oleh kendaraan dengan cepat, aman dan nyaman. Persentase jalan provinsi dalam kondisi mantap fungsional (%) 88,60 88,87 100,30 416.811.517.585 401.686.217.477 96,37 I.1. A Program 1 (T1S1P1): Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Panjang jalan dalam kondisi mantap fungsional (Km) 1.286,00 1.262,83 98,20 360.497.670.585 347.554.093.069 96,41 Panjang jembatan dalam kondisi baik (M)
10.758,00 10.018,94 93,13 I.1.
B Program 2 (T1S1P2): Dukungan Sarana dan Prasarana
Kebinamargaan
Persentase Kantor dalam Kondisi Layak Pakai dan Memadai (%)
80,00 81,42 101,78 56.313.847.000 54.132.124.408 96,13
Persentase Ketersediaan alat berat dalam kondisi layak pakai dan memadai (%)
90,00 90,00 100,00
I.2 Sasaran 1 (T1S2): Meningkatnya jalan provinsi yang menjamin pengendara berkendara dengan selamat. Persentase jalan provinsi yang memenuhi persyaratan teknis jalan (%) 57,90 57,90 100,00 189.923.302.800 188.409.699.735 99,20
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016 | BAB III 41 I.2.
A Program 1 (T1S2P1): Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Panjang jalan dalam kondisi mantap fungsional (Km) 1.286,00 1.262,83 98,20 189.923.302.800 188.409.699.735 99,20 Panjang jembatan dalam kondisi baik (m)
10.758,00 10.018,94 93,13 II Tujuan 2 (T2):
Meningkatkan Aksesibilitas Menuju Kawasan Potensial dan Wilayah Selatan JawaTimur 1.103.960.000 1.103.960.000 100,00 II.1 Sasaran 1 (T2S1): Meningkatnya Penyelesaian Pembangunan Jalan Menuju Kawasan Potensial dan Jalan Lintas Selatan
Persentase penyelesaian pembangunan jalan menuju kawasan potensial dan jalan lintas selatan - 47,36 - 1.103.960.000 1.103.960.000 100,00 Persentase penyelesaian pembangunan jembatan menuju kawasan potensial dan jalan lintas selatan
- 43,50 -
II.1
.A Program1 (T2S1P1): Pembangunan Jalan dan Jembatan
Panjang jalan yang
terbangun - - -
1.103.960.000 1.103.960.000 100,00 Panjang jembatan
DPU Bina Marga Prov Jawa Timur | Laporan Kinerja 2016| BAB III 42 Tabel 3.22 Efisiensi Pencapaian Kinerja dan Anggaran Tahun 2016
NO KINERJA UTAMA KINERJA UTAMA INDIKATOR CAPAIAN % KINERJA
% CAPAIAN
ANGGARAN EFISIENSI TINGKAT I.1 Sasaran 1 (T1S1):
Meningkatnya jalan provinsi yang dapat dilaui oleh kendaraan dengan cepat, aman dan nyaman. Persentase jalan provinsi dalam kondisi mantap fungsional 100,30 96,37 3,93 I.2 Sasaran 2 (T1S2): Meningkatnya jalan provinsi yang menjamin pengendara berkendara dengan selamat. Persentase jalan provinsi yang memenuhi persyaratan teknis jalan 100,00 99,20 0,80 II.1 Sasaran 1 (T2S1): Meningkatnya Penyelesaian Pembangunan Jalan Menuju Kawasan Potensial dan Jalan Lintas Selatan
Persentase penyelesaian pembangunan jalan menuju kawasan potensial dan jalan lintas selatan Persentase penyelesaian pembangunan jembatan menuju kawasan potensial dan jalan lintas selatan