KEADAAN KETENAGAKERJAAN FEBRUARI 2016

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

No.31/05/71/Th.X, 4 Mei 2016

K

EADAAN

K

ETENAGAKERJAAN

F

EBRUARI

2016

F

EBRUARI

2016:

T

INGKAT

P

ENGANGGURAN

T

ERBUKA

S

EBESAR

7,82

P

ERSEN

 Jumlah angkatan kerja di Sulawesi Utara pada Februari 2016 mencapai 1,18 juta orang, bertambah sebanyak 85 ribu orang dibanding angkatan kerja Agustus 2015 atau bertambah sebanyak 4 ribu orang dibanding Februari 2015.

 Jumlah penduduk yang bekerja di Sulawesi Utara pada Februari 2016 mencapai 1,09 juta orang, bertambah sebanyak 91,3 ribu orang dibanding keadaan pada Agustus 2015 atau bertambah 13,7 ribu orang dibanding keadaan Februari 2015.

 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sulawesi Utara pada Februari 2016 mencapai 7,82 persen, mengalami penurunan dibanding TPT Agustus 2015 sebesar 9,03 persen atau mengalami penurunan dibanding TPT Februari 2015 sebesar 8,69 persen.

 Selama setahun terakhir (Februari 2016―Februari 2015), jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan pada hampir semua sektor, terutama di Sektor Lainnya (Pertambangan, Listrik, Gas dan Air Minum) sebanyak 11,2 ribu orang (62,05 persen), Sektor Konstruksi sebanyak 27 ribu orang (40,22 persen), serta Sektor Jasa Kemasyarakatan sebanyak 30,6 ribu orang (16,12 persen). Sedangkan sektor yang mengalami penurunan jumlah penduduk bekerja terutama di Sektor Lembaga Keuangan dan Sektor pertanian sebesar 29,60 dan 14,48 persen.

 Berdasarkan jumlah jam kerja pada Februari 2016, sebanyak 757,9 ribu orang (69,44 persen) bekerja diatas 35 jam perminggu, sedangkan penduduk bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 15 jam perminggu mencapai 89,4 ribu orang (8,19 persen).

 Pada Februari 2016, penduduk bekerja pada jenjang pendidikan SD kebawah masih tetap mendominasi yaitu sebanyak 397,7 ribu orang (36,44 persen), sedangkan penduduk bekerja dengan pendidikan Diploma sebanyak 21,1 ribu orang (1,94 persen) dan penduduk bekerja dengan pendidikan Universitas hanya sebanyak 128,0 ribu orang (11,73 persen).

1.

Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja dan Pengangguran

Keadaan ketenagakerjaan di Sulawesi Utara pada Februari 2016 menunjukkan adanya peningkatan jumlah angkatan kerja, jumlah penduduk bekerja,dan penurunan tingkat pengangguran. Jumlah angkatan kerja pada Februari 2016 bertambah sebanyak 85 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2015 dan bertambah sebanyak 4 ribu orang dibanding keadaan Februari 2015. Penduduk yang bekerja pada Februari 2016 bertambah sebanyak 91,3 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2015, atau bertambah sebanyak 13,7 ribu orang dibanding keadaan setahun yang lalu (Februari 2015). Sementara jumlah penganggur pada Februari 2016 mengalami penurunan yaitu sebanyak 6,6 ribu orang jika dibanding keadaan Agustus 2015, dan berkurang sebanyak 9,9 ribu orang dibanding keadaan Februari 2015.

(2)

Tabel 1

Penduduk Usia 15 Tahun Ke AtasMenurut Jenis Kegiatan Utama, 2014–2016

Jenis Kegiatan Utama Satuan 2014 2015 2016

Februari Agustus Februari Agustus Februari

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Angkatan Kerja Ribu orang 1.159,4 1.060,8 1.180,3 1.099,2 1.184,0

Bekerja Ribu orang 1.075,2 980.8 1.077,7 1.000,0 1.091,4

Penganggur Ribu orang 84,2 80,0 102,6 99,2 92,6

2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja % 66,14 59,99 66,24 61,28 65,55

3. Tingkat Pengangguran Terbuka % 7,27 7,54 8,69 9,03 7,82

4. Pekerja tidak penuh Ribu orang 303,3 272,8 320,0 261,8 301,0

Setengah penganggur Ribu orang 90,4 82,2 99,3 93,0 114,9

Paruh waktu Ribu orang 212,9 190,6 220,7 168,8 186,1

2. Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama

Struktur lapangan pekerjaan hingga Februari 2016 tidak mengalami perubahan, dimana Sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa Kemasyarakatan, dan Sektor Transportasi secara berurutan masih menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja di Sulawesi Utara. Jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2015, jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan pada hampir semua sektor terutama di Sektor lainnya (Pertambangan, Listrik, Gas dan Air Minum) sebanyak 11,2 ribu orang (62,05 persen), Sektor Konstruksi sebanyak 27 ribu orang (40,22 persen), serta Sektor Jasa Kemasyarakatan sebanyak 30,6 ribu orang (16,12 persen), sedangkan yang mengalami penurunan paling besar yaitu Sektor Lembaga Keuangan sebanyak 9,9 ribu orang (29,60 persen).

Tabel 2

Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama, 2014–2016

(ribu orang)

Lapangan Pekerjaan Utama 2014 2015 2016

Februari Agustus Februari Agustus Februari

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Pertanian 342,69 320,96 371,61 319,34 317,79

Industri 73,11 71,29 51,20 67,70 57,13

Konstruksi 81,98 79,25 67,06 84,55 94,04

Perdagangan 224,30 195,88 249,07 207,47 255,64

Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi 87,27 79,11 97,09 83,4 93,24

Keuangan 22,50 29,70 33,57 26,31 23,63

Jasa Kemasyarakatan 208,90 180,37 190,00 189,32 220,63

Lainnya**) 34,43 24,20 18,07 21,98 29,28

Jumlah 1.075,18 980,76 1.077,67 1.000,03 1.091,38 **) Lapangan pekerjaan utama/sektor lainnya terdiri dari: Sektor Pertambangan, Listrik, Gas, dan Air

(3)

3

.

Penduduk yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama

Secara sederhana kegiatan formal dan informal dari penduduk yang bekerja dapat diidentifikasi berdasarkan status pekerjaan. Dari tujuh kategori status pekerjaan utama, pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan, sisanya termasuk pekerja informal. Dilihat menurut status pekerjaan penduduk, pada Februari 2016 sebanyak 471,1 ribu orang (43,16 persen) bekerja pada kegiatan formal dan 620,3 ribu orang (56,84 persen) bekerja pada kegiatan informal.

Dalam setahun terakhir (Februari 2015―Februari 2016), penduduk bekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap berkurang 6,4 ribu orang dan penduduk bekerja berstatus buruh/karyawan bertambah sebanyak 61,1 ribu orang. Keadaan ini menyebabkan jumlah pekerja formal bertambah sekitar 54,7 ribu orang atau 38,64 persen pada Februari 2015 menjadi 43,16 persen pada Februari 2016.

Komponen pekerja informal terdiri dari penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja bebas di pertanian, pekerja bebas di non pertanian dan pekerja keluarga/tak dibayar. Dalam setahun terakhir (Februari 2015―Februari 2016), pekerja informal berkurang sebanyak 41 ribu orang, dan persentase pekerja informal berkurang dari 61,36 persen pada Februari 2015 menjadi 56,84 persen pada Februari 2016.

Tabel 3

Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama, 2014–2016

(ribu orang)

Status PekerjaanUtama 2014 2015 2016

Februari Agustus Februari Agustus Februari

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Berusaha sendiri 280,11 272,29 311,88 245,29 259,94

Berusaha dibantu buruh tidak tetap 116,87 82,62 106,23 99,25 120,25

Berusaha dibantu buruh tetap 43,08 33,65 47,60 40,44 41,19

Buruh/Karyawan 381,93 380,31 368,79 364,08 429,87

Pekerja bebas di pertanian 43,14 72,31 85,47

163,62

67,18

Pekerja bebas di non pertanian 87,84 60,15 38,98 89,01

Pekerja keluarga/tak dibayar 122,21 79,43 118,72 87,36 90,47

Jumlah 1.075,18 980,76 1.077,67 1.000,03 1.091,38

4. Penduduk yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja

Secara umum, komposisi jumlah penduduk yang bekerja menurut jam kerja seluruhnya selama seminggu yang lalu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu. Penduduk yang dianggap sebagai pekerja penuh waktu (full time worker), yaitu penduduk yang bekerja pada kelompok 35 jam keatas perminggu, pada Februari 2016 jumlahnya mencapai 757,9 ribu orang (69,44 persen). Sementara itu, dalam setahun terakhir pekerja tidak penuh (jumlah jam kerja kurang dari 35 jam per minggu) turun sebanyak 19,02 ribu orang (5,94 persen). Di samping itu, penduduk yang bekerja kurang dari 15 jam perminggu pada Februari 2016 mencapai 56,8 ribu orang (5,21 persen).

(4)

Tabel 4

Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja per Minggu, 2014–2016

(ribu orang)

Jumlah Jam Kerja per Minggu 2014 2015 2016

Februari Agustus Februari Agustus Februari

(1) (2) (3) (4) (5) (6) 1–7 11,02 9,75 13,67 6,99 14,49 8–14 49,70 30,88 44,71 33,49 42,36 15–24 121,51 112,31 109,84 106,83 112,98 25–34 121,07 119,94 151,76 114,52 131,12 1–34 303,30 272,88 319,98 261,82 300,96 35+ *) 771,88 707,88 757,69 738,21 790,42 Jumlah 1.075,18 980,76 1.077,67 1.000,03 1.091,38 *) Termasuk sementara tidak bekerja

5.

Penduduk yang Bekerja Menurut Pendidikan

Penyerapan tenaga kerja hingga Februari 2016 masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan SD kebawah sebanyak 397,7 ribu orang (36,44 persen) dan Sekolah Menengah Atas sebanyak 247,4 ribu orang (22,67 persen). Penduduk bekerja berpendidikan tinggi hanya sebanyak 149,2 ribu orang mencakup 21,1 ribu orang (1,94 persen) berpendidikan Diploma dan sebanyak 128,1 ribu orang (11,73 persen) berpendidikan Universitas.

Kualitas penduduk yang bekerja tergolong baik ditunjukkan oleh kecenderungan meningkatnya penduduk bekerja berpendidikan menengah (SMA) dan penduduk bekerja berpendidikan tinggi (Universitas). Dalam setahun terakhir, penduduk bekerja berpendidikan menengah (SMA) naik dari sebanyak 224,4 ribu orang pada Februari 2015 menjadi 247,4 ribu orang pada Februari 2016 atau naik dari 20,82 persen menjadi 22,67 persen dalam setahun terakhir. Penduduk bekerja berpendidikan tinggi meningkat dari 131,6 ribu orang (12,21 persen) pada Februari 2015 menjadi 149,2 ribu orang (13,67 persen) pada Februari 2016.

Tabel 5

Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, 2014–2016

(ribu orang)

PendidikanTertinggi yang Ditamatkan 2014 2015

Februari Agustus Februari Agustus Februari

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

SD Kebawah 407,44 353,25 383,51 347,00 397,70

Sekolah Menengah Pertama 217,75 193,50 218,82 206,48 200,05

Sekolah Menengah Atas 234,07 226,62 224,39 229,29 247,41

Sekolah Menengah Kejuruan 100,04 98,64 119,33 90,49 97,03

Diploma I/II/III 26,72 23,29 23,77 24,08 21,14

Universitas 89,16 85,46 107,85 103,60 128,05

(5)

6.

Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan

Jumlah penganggur pada Februari 2016 mencapai 92,6 ribu orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) selama setahun terakhir mengalami fluktuasi, dimana TPT Februari 2015 sebesar 8,69 persen naik menjadi sebesar 9,03 persen Agustus 2015 dan turun menjadi 7,82 persen pada Februari 2016. Penurunan tingkat pengangguran salah satunya disebabkan oleh penyerapan tenaga kerja di sektor perdagangan. Hasil pengamatan, terlihat dibukanya beberapa pusat perbelanjaan selama setahun terakhir yang menyerap tenaga kerja, sehingga berdampak pada kenaikan jumlah penduduk yang bekerja berstatus buruh/karyawan. Selain itu di sektor konstruksi juga meningkat, hal ini didukung dengan hasil pengamatan terlihat banyaknya pembangunan baik infrastruktur maupun perumahan selama setahun terakhir.

Pada Februari 2016, TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan menempati posisi tertinggi yaitu sebesar 16,05 persen, disusul oleh TPT Universitas sebesar 11,59 persen, sedangkan TPT terendah terdapat pada tingkat pendidikan SD kebawah yaitu sebesar 3,95 persen. Jika dibandingkan keadaan Februari 2015, hanya TPT pada tingkat pendidikan SMP dan Universitas yang mengalami kenaikan.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, 2014–2016

(persen)

PendidikanTertinggi yang Ditamatkan 2014 2015 2016 Februari Agustus Februari Agustus Februari

(1) (2) (3) (4) (5) (6) SD Kebawah 4,75 3,54 4,52 3,74 3,95 SekolahMenengahPertama 6,54 5,55 5,71 6,80 6,70 SekolahMenengahAtas 10,72 10,65 12,28 13,92 9,17 SekolahMenengahKejuruan 9,19 14,07 17,23 19,18 16,05 Diploma I/II/III 10,56 6,29 12,63 7,85 7,08 Universitas 7,61 11,35 9,64 8,94 11,59 Jumlah 7,27 7,54 8,69 9,03 7,82

(6)

Informasi lebih lanjut hubungi:

Ahmad Azhari, SSi

Kepala Bidang Statistik Sosial

BPS Provinsi Sulawesi Utara

Telepon: 0431-847044

Fax.: 0431-862204

E-mail :

bps7100@bps.go.id

/

sosial7100@bps.go.id

Homepage : http://sulut.bps.go.id

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :