• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKSI PENCEGAHAN KORUPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "AKSI PENCEGAHAN KORUPSI"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

AKSI PENCEGAHAN KORUPSI

2021-2022

(2)

Percepatan implementasi kebijakan satu peta (One Map)

Ditetapkannya kawasan hutan 100%

KLHK

100% dari 18.056.925 ha

OUTPU

(3)

Percepatan implementasi kebijakan satu peta (One Map)

Tersedianya peta digital RDTR terintegrasi OSS

di 5 provinsi kebijakan satu peta

Jumlah RTRW di

6

kab/kota

Bengkalis, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Mahakam Hulu

Jumlah RDTR di

42

kab/kota

Kampar, Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Siak, Kuantan Singingi, Kota Pekanbaru, Mahakam Hulu, Paser, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Berau, Penajam Paser Utara,

Bovendigoel, Jayapura, Keerom, Mappi, Merauke, Mimika, Nabire, Sarmi, Mamuju Tengah, Pasangkayu, Mamuju, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Kapuas, Barito Selatan, Barito Utara, Sukamara, Lamandau, Gunung Mas, Seruyan, Katingan, Pulang Pisau, Barito Timur, Murung Raya, Palangka Raya

Jumlah Peta Digital

terintegrasi OSS di

42

kab/kota

ATR BPN, BKPM

OUTPU

(4)

Percepatan implementasi kebijakan satu peta (One Map)

Terselesaikannya kompilasi dan integrasi IGT di

4 provinsi piloting

Integrasi ILOK di

23

pemkab/ pemkot

Mahakam Hulu, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Berau, Penajam Paser Utara, Mamuju Tengah, Pasangkayu , Kampar, Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Siak, Kuantan Singingi, Kota Pekanbaru, Bovendigoel, Jayapura, Mappi, Mimika, Nabire, Sarmi

Integrasi IUP di

Jumlah Tindak lanjut

di 328 Lokus di

25

pemkab/ pemkot

14

pemkab/ pemkot

Mahakam Hulu, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Berau, Penajam Paser Utara, Mamuju Tengah, Pasangkayu, Kutai Timur, Kampar, Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Siak, Kuantan Singingi, Kota Pekanbaru Bovendigoel, Jayapura, Mappi, Mimika, Nabire, Sarmi, Merauke

Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Kapuas, Barito Selatan, Barito Utara, Sukamara, Lamandau, Gunung Mas, Seruyan, Katingan, Pulang Pisau, Barito Timur, Murung Raya, Palangka Raya

Pemprov Riau, Papua, Kaltim, Sulbar, BIG, Kementan

Pemprov Riau, Papua, Kaltim, Sulbar, BIG, Kementan

4 PITTI tersedia

Kemenkoek

28 rekomendasi tersedia

Kemenkoek

Pemprov Kalteng, ESDM, KLHK, ATR BPN, Kemendagri, Kementan

OUTPU

(5)

Percepatan implementasi kebijakan satu peta (One Map)

Terintegrasinya (RZWP3K) – RTRW di

5 provinsi kebijakan satu peta

5

provinsi

Jumlah dokumen

integrasi RTRW-RZ ;

Cakupan luas wilayah

integrasi di

OUTPU

(6)

Perbaikan tata kelola impor/ekspor melalui sistem database yang akurat dan mutakhir

serta mekanisme pengawasan melekat di sektor pangan strategis dan kesehatan (INSW)

Tersedia dan

termanfaatkannya

data ketersediaan nasional, data konsumsi nasional, dan data realisasi import dalam Indonesia

National Single Window (INSW) pada sektor pangan strategis (bawang putih, gula, jagung, beras, daging, garam) dan kesehatan (alat

kesehatan, vaksin) sebagai basis pengambilan kebijakan

Validitas data Ketersediaan (produksi + stok) nasional, kebutuhan nasional dan data realisasi

import untuk komoditas (100% data realisasi import sinkron (tidak melampaui) dengan data

kebutuhan impor nasional (konsumsi nasional dikurangi data ketersediaan nasional)

terkonfirmasi Kemenkoek

Jagung

Kemendag, Kementan, Kemenkeu, Kemenkoek, BPS, KSP

Beras

Kemendag, Kementan, Kemenkeu, Kemenkoek, BPS, KSP

Bawang Putih

Kemendag, Kementan, Kemenkeu, Kemenkoek, BPS, KSP

Gula

Kemendag, Kementan, Kemenkeu, Kemenkoek, BPS, KSP OUTPU T

(7)

Perbaikan tata kelola impor/ekspor melalui sistem database yang akurat dan mutakhir

serta mekanisme pengawasan melekat di sektor pangan strategis dan kesehatan (INSW)

Tersedia dan

termanfaatkannya

data ketersediaan nasional, data konsumsi nasional, dan data realisasi import dalam Indonesia

National Single Window (INSW) pada sektor pangan strategis (bawang putih, gula, jagung, beras, daging, garam) dan kesehatan (alat

kesehatan, vaksin) sebagai basis pengambilan kebijakan

Validitas data Ketersediaan (produksi + stok) nasional, kebutuhan nasional dan data realisasi

import untuk komoditas (100% data realisasi import sinkron (tidak melampaui) dengan data

kebutuhan impor nasional (konsumsi nasional dikurangi data ketersediaan nasional)

Alat Kesehatan

Kemenkes Kemenkeu, Kemenkoek, KSP

Vaksin

Kemenkes, Kemenperin, BPOM, Kemenkeu, Kemenkoek, KSP

Daging

Kemendag, Kementan, Kemenkeu, Kemenkoek, BPS, KSP

Garam

Kemendag, Kementan, Kemenperin, KKP Kemenkeu, Kemenkoek, BPS, KSP terkonfirmasi Kemenkoek OUTPU T

(8)

Pemanfaatan Data Beneficial Ownership (BO)

Tersedianya basis data penerima

manfaat yang terintegrasi

Terbukanya akses publik

Termanfaatkannya data BO bagi

APH, perizinan, dan PBJ

Jumlah korporasi yang sudah mendeklarasikan BO (100% dari 1.634.000 korporasi

mendeklarasikan BO)

Kumham, ESDM, Kementan, KUKM, ATR BPN, KLHK, OJK, Kemenkeu, Kemendag, PPATK

Penambahan akses layer publik (fitur)(100%) Peningkatan jumlah

akses/klik layer publik (30% peningkatan per triwulan)

Kumham

Penambahan akses layer APH (fitur)

Peningkatan jumlah akses/klik layer APH (10% peningkatan per triwulan)

Jumlah pengajuan izin sektor ekstraktif dan perkebunan (ESDM, ATR BPN, KLHK, Kementan) yang data BO nya diverifikasi oleh pemberi izin Integrasi data BO dengan SIKAP

Kumham, PPATK, KPK, BKPM, ESDM, Kementan, ATR BPN, KLHK, LKPP

OUTPU

(9)

Peningkatan Penerimaan Negara Melalui Pembenahan Penerimaan

Negara Bukan Pajak (PNBP)

Optimalisasi penerimaan

dari PNBP pada K/L tertentu

dan PNBP Migas

KKP KLHK Kemen BUMN ATR BPN Kemenhub Kepolisian Kominfo Kemendikbud PUPR Kumham

Kemenkeu

Tercapainya Realisasi PNBP

Sesuai Target yang Telah

Ditetapkan Dalam APBN

OUTPU

(10)

Peningkatan Penerimaan Negara Melalui Pembenahan Penerimaan

Negara Bukan Pajak (PNBP)

Optimalisasi penerimaan

dari PNBP pada K/L tertentu

dan PNBP Migas

SKK Migas

Kemenkeu

Tercapainya Realisasi PNBP Migas Sesuai Target yang Telah Ditetapkan Dalam APBN

Meningkatnya Akuntabilitas pencatatan PNBP Migas dengan

menurunkan diskrepansi dalam perhitungan penerimaan PNBP Migas

Manurity Level 3

10

KKKS Manurity Level 5

58

KKKS Manurity Level 5

50%

dari

68

KKKS

1) Ketepatan / validitas data perhitungan transaksi pada kegiatan usaha industri ekstraktif, produksi dan rantai pasok, i.e. Hulu Migas, dengan kriteria sebagai berikut:

2). Penambahan persentase target KKKS maturity level 3 dan 5 (1,47% per KKKS ) per triwulannya)

2021

2022

ESDM ESDM OUTPU T Kemenkeu

(11)

Peningkatan Penerimaan Negara Melalui Pembenahan Penerimaan

Negara Bukan Pajak (PNBP)

Optimalisasi penerimaan

dari Cukai

Kemenperin Tercapaiannya realisasi penerimaan cukai sesuai perhitungan potensi penerimaan cukai Adanya penurunan peredaran produk cukai ilegal Kemenkeu Kemenkeu

Kemenkoek Realisasi penerimaan

cukai sesuai

perhitungan potensi penerimaan produk cukai (HT, MMEA, EA)

Jumlah penurunan peredaran produk cukai ilegal (HT, MMEA, EA)

Kemendag

OUTPU

(12)

Implementasi E-payment dan E-katalog

Tersedianya dan digunakannya sistem pembayaran secara elektronik untuk pengadaan

barang/jasa melalui elektronik katalog s.d Rp200 juta dan toko daring/ Bela Pengadaan

a.

Regulasi tentang sistem pembayaran secara elektronik untuk pengadaan barang dan jasa melalui elektronik katalog s.d. Rp200 juta dan toko daring/Bela Pengadaan (100% di 12 KL dan 13 Pemprov)

LKPP, Kemenkeu, Kemendagri, Kominfo, BSSN

b.

Jumlah pembayaran secara elektronik untuk pengadaan barang dan jasa melalui katalog elektronik s.d Rp200 jt dan toko daring/ bela pengadaan (100% di 12 KL dan 13 Pemprov) :

P e la ksa n a

13 K/L Kemenkes, Kementan, Kemenhub, KemenPUPR, Kemendikbud,

Kemenperin, KLHK, Kemenhan, Kemenparekraf Kepolisian Negara, BNPB, Kominfo, BSSN

Kemenkeu, LKPP, Kemenkomarves, KUKM

12 Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,

Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, DIY

LKPP, Kemenkeu, Kemendagri, KUKM

O

UT

PU

(13)

Implementasi E-payment dan E-katalog

Bertambahnya pembelanjaan pada 5 komoditas sesuai kriteria yang telah ditayangkan di katalog

lokal 34 provinsi (base line data komoditas yang sudah ada: alat tulis kantor, makan-minum,

seragam, jasa kebersihan dan jasa keamanan)

a.

Jumlah Pemerintah Provinsi yang menjadi pengelola katalog lokal

100% di Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Lampung, Maluku, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau,Papua, Papua Barat, Jambi dan Banten

LKPP

b.

Jumlah komoditas yang ditayangkan pada katalog lokal 34 provinsi :

LKPP

Ditayangkannya minimal 5 komoditas pada katalog lokal

Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Maluku, Kepuluan Riau, Sulawesi Tenggara, Bengkulu, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, Papua, Jambi, Banten

23

Provinsi

Penambahan minimal 3 dari 5 komoditas wajib bagi Provinsi yang sudah menayangkan komoditas

DKI Jakarta, Kep Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Bali, Jawa Timur, Aceh, Gorontalo, NTB, Riau

11

Provinsi

LKPP

c.

Jumlah pembelanjaan secara online (purchase order) pada katalog lokal masing-masing provinsi (100 % di 34 Pemprov)

OUTPU

(14)

Implementasi E-payment dan E-katalog

Bertambahnya pembelanjaan secara on line (Purchase Order) atas 4 komoditas sesuai kriteria

yang telah ditayangkan pada katalog elektronik sektoral 12 Kementerian/Lembaga

a.

Jumlah Kementerian/Lembaga yang menjadi pengelola katalog sektoral

100%

di

5 KL

KLHK, Kemenhan, POLRI, Kementerian Sosial, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

LKPP

b.

Jumlah pembelanjaan secara online (purchase order) pada katalog sektoral masing-masing Kementerian/Lembaga

LKPP

100%

di

12 K/L

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan

Rakyat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian

Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatiif, POLRI, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perindustrian

O

UT

PU

(15)

Implementasi E-payment dan E-katalog

Digunakannya Bela Pengadaan dan/atau Pengadaan Langsung Secara Elektronik (PLSE) lainnya

oleh K/L/Pemda untuk belanja langsung sampai dengan Rp200 juta

a.

Jumlah penggunaan Bela Pengadaan dan/atau Pengadaan Langsung Secara Elektronik (PLSE) oleh K/L/Pemda 100% di:

P

ela

ksan

a

12 K/L Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Kementerian

PUPR, Kementerian Dikbud, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertahanan, Kementerian Sosial, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepolisian Negara, Badan Nasional Penangggulangan Bencana (BNPB)

LKKP

12 Pemprov Provinsi DKI Jakarta*, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat*, Provinsi Jawa Tengah*,

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur*, Provinsi Bali*, Provinsi

Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan* LKKP

OUTPU

(16)

Pemanfaatan Data Kependudukan untuk Efektivitas dan Efisiensi

Kebijakan Sektoral Berbasis NIK

Termanfaatkannya data kependudukan untuk pendataan dan penyaluran program penanganan

covid 19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

Kemensos, Kemendagri, KUKM, ESDM, PLN

Jumlah penerima Bansos padan NIK (PKH, BPNT, BST)

Jumlah penerima bantuan

produktif usaha mikro padan NIK Jumlah penerima subsidi listrik padan NIK 1. 2. 3. Kemensos, Kemendagri, ESDM, PLN, ATR BPN, BPJS Kesehatan, Kementan, BKN, Polri

Jumlah penerima PKH, BPNT sebagai penapis penerima bansos

Jumlah penerima subsidi listrik sebagai penapis penerima bansos

Jumlah PBI JKN padan DTKS sebagai penapis penerima bansos

Jumlah penebus subsidi pupuk gunakan kartu tani sebagai penapis penerima bansos

Jumlah data PNS sebagai penapis penerima bansos Jumlah data kepemilikan properti sebagai penapis penerima bansos

Jumlah data kepemilikan kendaraan sebagai penapis penerima bansos

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kemensos, Kemendagri, Kemenkes, ESDM, PLN, BPJS Kesehatan,KUKM, Kementan

Interoperabilitas data penerima bansos dengan data kependudukan

Data penerima vaksin dengan data kependudukan

Data penerima subsidi listrik dengan data kependudukan

Data penerima PBI JKN dengan data kependudukan

Data penerima BPUM dengan data kependudukan

Data penerima subsidi pupuk dengan data kependudukan 1. 2. 3. 4. 5. 6. O UT PU T

(17)

Pemanfaatan Data Kependudukan untuk Efektivitas dan Efisiensi

Kebijakan Sektoral Berbasis NIK

Termanfaatkannya data kependudukan untuk perluasan

basis pajak dan optimalisasi penerimaan pajak

Kemenkeu, Kemendagri, Polri, ATR BPN, Kumham,

OJK

Jumlah wajib pajak hasil analisa integrasi data pelayanan publik berbasis NIK (100% jumlah wajib pajak berdasarkan hasil analisa K/L terkait di daerah Jabar, Jatim, Jateng dan DKI Jakarta, DIY, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur

-Interoperabilitas data kependudukan dengan data wajib pajak

Jumlah penerimaan pajak hasil analisa intensifikasi dan ekstensifikasi pajak

OUTPU

(18)

Penguatan tata laksana di kawasan pelabuhan

Efektifitas dan efisiensi pelayanan pengangkutan, ekspor, impor dan domestik melalui integrasi

sistem pelayanan di pelabuhan dengan transparansi dan standarsasi prosedur layanan

Ditetapkan pemetaan proses bisnis untuk semua layanan di pelabuhan 100% pemetaan probis di 8 Pelabuhan :

- Pelabuhan Belawan (Medan) - Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta) - Pelabuhan Tanjung Mas (Semarang) - Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) - Pelabuhan Soekarno Hatta (Makassar) - Pelabuhan Batu Ampar (Batam)

- Pelabuhan Merak (Banten)

- Pelabuhan Semayang (Balik Papan)

Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian

BUMN, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, KemenKumHAM, Kementerian

Perdagangan

Penurunan waktu dan biaya logistik di 5 pelabuhan utama : - Pelabuhan Belawan (Medan)

- Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta) - Pelabuhan Tanjung Mas (Semarang) - Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) - Pelabuhan Soekarno Hatta (Makassar)

Kemenkeu, Kemenkomarvest, Kemenhub, Kementerian Kelautan dan

Perikanan, Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian, Kementerian

Kesehatan, KemenKumHAM, Kementerian Perdagangan O UT PU T

(19)

Penguatan Peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam

pengawasan Program Pembangunan

Terpenuhinya kebutuhan APIP secara proporsional di

Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah

Daftar kebutuhan nasional JF PPUPD berdasarkan pedoman yang disusun

Jumlah SDM PPUPD yang terpenuhi sesuai usulan (100% kebutuhan SDM PPUPD terpenuhi minimal 50% dari usulan kebutuhan (per tahun))

Daftar kebutuhan nasional JFA berdasarkan pedoman yang disusun

Jumlah SDM Auditor yang terpenuhi sesuai usulan (100% Kebutuhan SDM Auditor terpenuhi minimal 50 % dari usulan kebutuhan (per tahun))

Penguatan independensi APIP melalui evaluasi jabatan

untuk peningkatan kelas jabatan fungsional APIP

Pengusulan penetapan kelas jabatan fungsional PPUPD oleh instansi pembina ke Kemenpan RB Penetapan kelas jabatan fungsional PPUPD Pengusulan penetapan kelas jabatan fungsional auditor oleh instansi pembina ke Kemenpan RB

Kemendagri, PANRB, BPKP

OUTPU

(20)

Percepatan Implementasi SPBE

Tersedianya Arsitektur SPBE di K/L/Pemda yang

mengacu pada Arsitektur SPBE Nasional

Tersedianya Peta Rencana SPBE di K/L/Pemda yang

mengacu pada Peta Rencana SPBE Nasional

Ditetapkannya Perpres tentang Arsitektur SPBE

Jumlah K/L/D yang memiliki Arsitektur SPBE

yang mengacu pada Arsitektur SPBE Nasional :

10

K/L

(B21)

50

Pemda

(B21)

KemenpanRB , Kominfo, Kementerian PPN/Bappenas, BSSN, Kemendagri, Kemenkeu

Ditetapkannya PermenPANRB tentang Peta

Rencana SPBE Nasional

Jumlah K/L/D yang memiliki Peta Rencana SPBE

yang mengacu pada Peta Rencana SPBE Nasional :

10

K/L

(B21)

50

Pemda

(B21) KemenpanRB, Kominfo, Kementerian

PPN/Bappenas, Kemendagri, Kemenkeu, BSSN, BPPT

OUTPU

(21)

Penguatan Sistem Penanganan Perkara Tindak Pidana

Meningkatnya kualitas pertukaran data penanganan perkara yang

dipertukarkan melalui SPPT TI

Meningkatnya pemanfaatan data penanganan perkara hasil pertukaran data melalui SPPT TI

Menguatnya proses bisnis dan infrastruktur teknologi terkait

SPPT-TI

Satker Polri, MA, Kejagung, Kumham di 212 Wilayah Implementasi serta Satker KPK telah mengirimkan data penanganan perkara yang sesuai dengan Pedoman Pertukaran Data

yang berlaku Kominfo, Kejagung, BSSN,

Kemenkopolhukam

Polri, MA, Kejagung, Kumham, KPK, Kemenkopolhukam

Satker Polri, MA, Kejagung, Kumham di 212 Wilayah Implementasi serta Satker KPK telah menerima dan memanfaatkan data hasil pertukaran data dalam tahapan penyelesaian perkara

Polri, MA, Kejagung, Kumham, KPK, Kemenkopolhukam

Sistem pertukaran dan pemanfaatan data bisa berfungsi dan beroperasi dengan baik

Tersedianya sistem database BNN untuk SPPT-TI

BNN, Kemenkopolhukam

OUTPU

(22)

Integrasi Perencanaan Penganggaran berbasis Elektronik

Berfungsinya koneksi antara

sistim perencanaan penganggaran di tingkat pusat

Berfungsinya koneksi antara sistem perencanaan penganggaran di tingkat daerah

Berfungsinya koneksi antara sistem perencanaan penganggaran berbasis elektronik di tingkat pusat

dengan daerah

Keselarasan data dan informasi pada seluruh tahapan mulai dari perencanaan penganggaran atau penetapan anggaran-penatausahaan dan pelaporan di K/L 1) Review keselarasan Renja-RKP KL

(TW2);

2) Review Renja -RKA; 3) Review RKA-Dipa; 4) Dipa KL –RUP)

Bappenas, Kemenkeu, PANRB, LKPP, BPKP, Kemendagri, Kominfo, BPPT

Keselarasan data dan informasi pada seluruh tahapan mulai dari perencanaan penganggaran atau penetapan anggaran-penatausahaan dan pelaporan di Pemda (1) Review keselarasan Renja-RKP KL

(TW2)

2) Review Renja -RKA 3) Review RKA-Dipa 4) Dipa KL –RUP)

Kemendagri, Kemenkeu, Bappenas, PANRB, BPKP, LKPP, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah

Provinsi DI Yogyakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Bali

Keselarasan data dan informasi yang disampaikan dan digunakan oleh K/L dan Pemda dalam seluruh tahapan perencanaan penganggaran

1) Review keselarasan Renja-RKP KL (TW2)

2) Review Renja -RKA 3) Review RKA-Dipa 4) Dipa KL –RUP)

Kemenkeu, Kemendagri, Bappenas, PANRB, BPKP, LKPP, BSSN, Kominfo, BPPT, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa

Tengah, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah

Provinsi Bali

OUTPU

(23)

Penguatan Integritas Aparat Penegak Hukum

Perbaikan sistem penghargaan bagi

APH (Kejaksaan dan Kepolisian)

Perbaikan Standar Biaya Khusus (SBK)

penanganan perkara tipikor

Polri,

Kejagung,

Kemenkeu,

PANRB

Standar remunerasi bagi

APH yang menangani

perkara tipikor

Perbaikan pola karir APH

yang prestatif dalam

menangani perkara tipikor

Standar biaya

penanganan perkara

tipikor lintas APH

OUTPU

(24)

Referensi

Dokumen terkait

hasil pendapatan sebelum pajak kemudian dikalikan dengan tarif pajak yang berlaku di Indonesia yaitu sebesar 25%, Wajib Pajak (WP) wajib membayar sebesar 9.375. dari jumlah

Dalam hal wajib pajak tidak menyetujui sebagian atau seluruh jumlah pajak yang masih harus dibayar dalam pembahasan hasil akhir pemeriksaan dan wajib pajak mengajukan

Peningkatan jumlah tersebut merupakan hasil upaya fiskus dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman Wajib Pajak serta peningkatan penyetoran dari Wajib Pajak yang

Peningkatan jumlah tersebut merupakan hasil upaya fiskus dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman Wajib Pajak serta peningkatan penyetoran dari Wajib Pajak yang

Hasil analisis yang telah dilakukan antara Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Masa PPN tepat waktu dan Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Masa PPN tidak tepat waktu pada KPP

(2) Dalam hal Wajib Pajak tidak menyetujui sebagian atau seluruh jumlah pajak yang masih harus dibayar dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan, dan Wajib Pajak

Berdasarkan pengamatan peneliti dari hasil jumlah Wajib Pajak yang terdaftar mengalami penurunan tingkat Wajib Pajak yang terdaftar dengan adanya Peraturan

Penagihan Pajak: a Penentuan Jumlah Pajak yang Harus Dibayar: Fiskus memiliki peran penting dalam menentukan jumlah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak berdasarkan hasil