• Tidak ada hasil yang ditemukan

POTENSI SOSIAL BUDAYA DI PEDESAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "POTENSI SOSIAL BUDAYA DI PEDESAAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

POTENSI SOSIAL BUDAYA DI

PEDESAAN

Deskripsi Singkat Topik :

Pokok Bahasan : ANALISIS POTENSI SOSIAL DESA

Waktu : 1 (satu) kali tatap muka pelatihan (selama 100 menit). Tujuan : Membangun pemahaman dan skill praja mengenai

potensi sosial budaya di pedesaan.

Metode : Praktek (mempraktekkan, diskusi, dan tugas terstruktur)

8.1. IDENTIFIKASI POTENSI SOSIAL BUDAYA DI PEDESAAN

a. Ideologi

Ideologi adalah sumber kekuatan bagi suatu bangsa/Negara, merupakan landasan atau dasar dari teguhnya sebuah negara. Idiologi adalah sumber dari segala sumber hukum dalam suatu negara. Ideologi merupakan himpunan nilai-nilai, ide-ide, norma-norma, kepercayaan dan keyakinan yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema yang dihadapinya

8

(2)

dan menentukan tingkah lakunya. Bagi bangsa Indonesia Ideologi negara adalah Pancasila.

Ideologi yang berkembang luas akan dipengaruhi oleh kejadian-kejadian dan pengalaman-pengalaman dalam masyarakat dimana dia berada, dan sering harus mengadakan kompromi dan perubahan-perubahan yang cukup luas. Bebera contoh ideologi : demokrasi, Marxisme-Leninisme, liberalism dan sebagainya (Budiardjo, M., (2000:32).

b. Politik

Politik dipahami sebagai praktik kekuatan, kekuasaan, dan otoritas dalam masyarakat dan pembuatan keputusan-keputusan otoritatif tentang alokasi sumber daya dan nilai-nilai sosial (Harman dalam Sirozi, M. (2005:19). Tingkah laku politik dianggap sebagai bagian dari keseluruhan tingkah laku sosial. Dimana masyarakat merupakan suatu sistem sosial yang pada hakekatnya terdiri dari bermacam-macam proses. Dari berbagai macam proses ini dapat dilihat gejala-gejala politik sebagai suatu kumpulan proses tersendiri, yang disebut sistem politik.

Sistem politik merupakan salah satu dari bermacam-macam sistem yang terdapat dalam suatu masyarakat, seperti sistem ekonomi, sistem sosial, sistem komunikasi dan sebagainya. Setiap sistem tersebut memiliki fungsi tertentu yang dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan hidup dan mencapai tujuan masyarakat tersebut. Dalam sistem politik ditemukan pula proses, struktur dan fungsi. Proses adalah pola-pola yang dibuat oleh manusia dalam mengatur hubungan antara satu sama lain yang

(3)

mencerminkan struktur tingkah laku. Sistem politik menyelenggarakan fungsi-fungsi tertentu seperti membuat keputusan dan kebijaksanaan. Dalam sistem politik terdapat 4 variabel (Budiardjo, M., 2000:46-49) :

1. Kekuasaan: sebagai cara untuk mencapai hal yang diinginkan antara lain membagi sumber-sumber diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

2. Kepentingan: tujuan-tujuan yang dikejar oleh pelaku-pelaku atau kelompok politik.

3. Kebijaksanaan; hasil dari interaksi antara kekuasaan dan kepentingan, biasanya dalam bentuk perundang-undangan.

4. Budaya politik; orientasi subjektif dari individu terhadap sistem politik. Sebagai makhluk sosial, sesungguhnya manusia tidak dapat memenuhi segala kebutuhannya secara seorang diri dengan tanpa bantuan orang lain. Sebagai makhluk sosial, manusia saling kebergantungan satu sama lainnya, sehingga mendorong untuk hidup secara berkelompok dan saling berinteraksi dalam kelompok sosialnya yang dikenal dengan istilah masyarakat. Diantara bentuk hubungan-hubungan yang dilakukan antar manusia, terdapat suatu hubungan yang dapat mempengaruhi sebagian besar aspek kehidupan manusia, yaitu hubungan politik. Dalam politik, manusia mengembangkan kegiatan-kegiatan yang diarahkan untuk membuat, melindungi dan mengubah aturan-aturan atau norma-norma yang ditujukan untuk kebaikan bersama. Masyarakat politik mengembangkan hubungan melalui berbagai aktivitas politik. Mereka mengorganisasikan diri dalam sebuah organisasi yang disebut negara. Negara lahir untuk mampu

(4)

memenuhi kebutuhan manusia akan pengaturan kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat dengan pengaturan-pengaturan melalui kekuasaan yang dimiliki (authority). Hampir semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara selalu bersentuhan dengan politik, dan masyarakat berkepentingan agar negara melindungi hak-hak masyarakat dan memajukan kepentingan masyarakat (Budiyanto, 2004:95-105)

Kesadaran politik yang kokoh merupakan modal bagi pembangunan serta kemajuan bangsa. Rasa nasionalisme adalah benteng yang akan menangkis penetrasi yang datang dari dalam maupun luar negeri. Kesadaran politik masyarakat yang belum mantap, ambisi politik pribadi yang menentang kebijaksanaan pemerintah serta kelemahan aparatur negara baik mentalitas maupun administratif merupakan sumber kerawanan politik yang membahayakan kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat.

c. Ekonomi

Ekonomi merupakan salah satu sektor pembangunan yang terpenting dalam upaya mendorong kemajuan bangsa dan negara guna mencapai masyarakat yang sejahtera. Aspek Ekonomi dibahas secara khusus pada Bab 8.

d. Sosial Budaya

Jauh sebelum Indonesia merdeka, nilai-nilai dasar tata kehidupan telah tumbuh berkembang dan mengakar dengan kuat dalam masyarakat. Nilai-nilai dasar tersebut berupa nilai sosial budaya, adat istiadat, tradisi dan

(5)

religius. Nilai-nilai dasar ini mengikat masyarakat dalam suatu kawasan tertentu dan sangat mengental dalam kehidupan masyarakatnya. Nilai-nilai dasar ini juga telah menjadi pandangan hidup masyarakat selama bertahun-tahun bahkan berabad-abad, sehingga berkembang menjadi norma-norma kehidupan. Dalam menghadapi persoalan-persoalan dan konflik yang timbul dalam masyarakat, nilai-nilai dan norma-norma dasar ini dijadikan sebagai pedoman untuk mencari penyelesaian yang sebaik-baiknya.

Secara umum, dorongan sosial (dan hasrat kemanusiaan) yang mendorong manusia untuk hidup bersama atas dasar sifat kepentingan yang relatif sama. Namun demikian, sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dalam golongannya atau dalam kesatuan hidup bermasyarakat tetap melekat dengan beragam kelebihan dan kekurangannya, beragam karakter dan fungsi yang bisa saja sama atau berbeda satu sama lain.

Dari sisi sosiologis, terdapat 2 (dua) tipe hubungan yang terdapat dalam kehidupan masyarakat (Tonnies dalam Surianingrat, 1985), yaitu :

(1) Gemeinschaft, dan (2) Gesellschaft.

Gemeinschaft (paguyuban) pada hakekatnya adalah hubungan

manusia yang dapat dimengerti sebagai kehidupan yang riil dan organis. Dimana masyarakat memiliki sifat tertutup, tidak mudah meninggalkan kampung halaman, sejak lahir telah berada di tengah-tengah masyarakat yang sehidup-semati, sesuka dan duka. Selanjutnya terdapat persekutuan agama, bahasa, pernikahan dan sebagainya. Gemeinschaft bersifat murni dan kekal yang merupakan organism hidup. Hubungan kemasyarakat yang

(6)

berakar pada kehidupan yang asli dalam kelahiran dan keturunan, berbentuk hubungan kekeluargaan. Selanjutnya paguyuban meluas pada tempat tinggal dan pemilikan bersama, kerja bersama dan tingkah bersama, dan tetap bersama walaupun terdapat alat pemisah. Gemeinschaft merupakan hubungan yang berlaku secara mengakar di masyarakat desa.

Gesellschaft (patembayan atau perorangan) pada hakekatnya adalah

sebagai kehidupan ideal rasional. Masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang pada hakekatnya terpisah satu sama lain, mereka tetap terpisah meskipun ada alat pengikat. Setiap orang untuk sendiri-sendiri, dimana batas hak dan kewajiban tegas. Tidak ada yang berbuat sesuatu untuk orang lain, kecuali untuk perbuatan itu ada pamrihnya. Barang dan jasa dihargakan, dimana setiap orang mengejar keuntungan dan hanya berhubungan dengan orang lain jika ada keuntungan baginya. Gesellschaft merupakan bentuk hubungan yang pada umumnya berkembang dalam masyarakat kota.

e. Pertahanan dan Keamanan

Pertahanan dan keamanan dalam konteks yang terkait dengan ketahanan nasional. Suradinata, E. (2005:74-75) menyatakan bahwa ketahanan nasional dibangun melalui pembangunan nasional yang meliputi semua aspek kehidupan nasional. Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamis bangsa yang selalu berhadapan dengan tantangan, ancaman, gangguan dan hambatan yang timbul. Ketahanan nasional dapat dibaratkan seperti ketahanan tubuh kita yang selalu berhadapan dengan berbagai serangan penyakit dan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, ketahanan

(7)

nasional pada suatu saat tertentu dapat dinilai kokoh atau tangguh, tetapi pada saat yang lain dapat mengalami kemerosotan atau menjadi tidak kokoh atau tidak tangguh. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita membangun ketahanan nasional agar mampu mengatasi semua tantangan, ancaman, gangguan dan hambatan.

Tantangan adalah suatu upaya yang bersifat mengubah atau membangkitkan kemampuan dan bertujuan merombak, merubah, menghalangi atau melemahkan pencapaian tujuan dan cita-cita negara dan bangsa.

Ancaman adalah merupakan segala hal atau upaya yang bersifat mengubah, menambah kebijaksanaan dan dilakukan secara konsepsional, politik maupun kriminal. Yang dimaksud dengan ancaman di sini adalah suatu upaya secara konspsional yang bertujuan untuk merubah tatanan kehidupan dan kepentingan negara dan bangsa.

Gangguan adalah segala daya dan upaya secara konsepsional yang bertujuan untuk mengubah atau menghalangi kebijaksanaan negara dan bangsa melalui kegiatan IPOLEKSOSBUD HANKAM DAN AGAMA. Gangguan merupakan segala hal atau upaya yang berasal dari luar dan bersifat atau bertujuan melemahkan atau menghalangi secara konsepsional.

Hambatan adalah segala hal dan upaya yang dapat menghalangi dan melemahkan usaha negara dan bangsa yang bersifat situasional atau sistematis.

(8)

f. Agama

Negara pada hakekatnya merupakan suatu persekutuan hidup bersama sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sifat dasar kodrat manusia tersebut merupakan sifat dasar negara, sehingga negara menjelma sebagai manifestasi kodrat manusia secara horizontal dalam hubungan manusia dengan manusia lain untuk mencapai tujuan bersama. Namun perlu disadari pula bahwa manusia sebagai warga yang hidup bersama, memiliki kodrat sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai makhluk pribadi manusia dikaruniai kebebasan atas segala kehendak kemanusiaannya, hal inilah yang merupakan suatu kebebasan asasi yang merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, manusia memiliki hak dan kewajiban untuk memenuhi harkat dan kemanusiaannya yaitu menyembah kepada Tuhannya, manifestasi hubungan manusia dengan Tuhannya terwujud dalam agama (Kaelan, 1999:87-88).

Agama bersumber dari wahyu yang sifatnya mutlak. Dalam kehidupan keagamaan manusia memiliki hak-hak dan kewajiban yang didasarkan atas keimanan dan ketaqwaannya terhadap Tuhannya.

Indonesia sebagai bangsa bersepakat menetapkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia berazaskan Pancasila sebagai dasar negara. Sila pertama Pancasila berbunyi : “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Ini memberi makna bahwa Indonesia merupakan negara yang berketuhanan yang maha esa, suatu negara yang berdasarkan pada kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini memberi konsekuensi bahwa segala aspek

(9)

kehidupan, pelaksanaan dan penyelenggaraan negara harus sesuai dengan hakikat nilai-nilai yang bersumber dari Tuhan. Nilai-nilai tersebut merupakan hukum Tuhan yang merupakan sumber dari segala norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Negara dengan azas Pancasila pada hakikatnya memberi kesempatan bagi segala agama yang diakui negara dan menjamin serta melindungi kehidupan agama dan umat beragama, karena beragama adalah hak asasi yang bersifat mutlak.

(10)

8.2. DAFTAR ISIAN POTENSI SOSIAL DESA

1. Bidang Ideologi

a. Bagaimana/apa ideology yang ada ……… b. Bagaimana pengamalannya ……… c. Bagaimana kepemimpinannya ……… d. Bagaimana kaderisasinya ……….. e. Bagaimana fanatismenya ……….. f. Bagaimana pengaruh ideology lainnya ……… 2. Bidang Politik

1. Jumlah partai politik dan Pemilihan Umum

a. Jumlah penduduk memiliki hak pilih ……orang b. Jumlah penduduk yang memilih pada pemilu yang lalu ……orang c. Jumlah parpol yang memiliki pengurus sampai di desa ……orang 2. Partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan publik

a. Jumlah musyawarah desa yang dilakukan tahun ini ……kali b. Jumlah BPD melakukan musyawarah pada tahun ini ……kali c. Jumlah peraturan desa yang ditetapkan tahun ini …………

d. Pemilikan Rencana Pembangunan Tahunan desa tahun ini Ada/Tidak e. Pemilikan Rencana Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Ada/Tidak 3. Penentuan Kepala Desa

a. Penentuan Kepala Desa/sejenis : ditunjuk/turun temurun/dipilih b. Masa jabatan Kepala Desa saat ini sudah : ……….. tahun

4. Pemilihan Ketua RW atau sebutan lainnya

a. Jumlah RW/sebutan lainnya : …………. Buah b. Penentuan Ketua RW/sejenisnya : ditunjuk/dipilih

c. Masa jabatan Ketua RW/sejenisnya : ……….tahun/tidak ada ketentuan 5. Pembayar pajak

a. Jumlah wajib pajak/PBB : ………... Orang b. Target penerimaan PBB : Rp. ………. c. Realisasi penerimaan PBB tahun ini : Rp. ………. 6. Keswadayaan

a. Jumlah Anggaran Belanja dan Penerimaan Desa tahun ini : Rp. ………… b. Sumber Anggaran :

- Bantuan Kabupaten : Rp. …………..

- Bantuan Pusat : Rp. …………..

- Pendapatan Asli Desa : Rp. …………..

- Swadaya : Rp. …………..

- Lainnya : Rp. …………..

7. Pemilihan BPD

a. Jumlah anggota BPD : ……….. orang b. Penentuan anggota BPD : dipilih masyarakat/ditunjuk

(11)

c. Pemilikan Kantor BPD : Ada/Tidak d. Anggaran untuk BPD : Ada/Tidak

e. Produk Keputusan BPD thn ini : ……….. 8. Pertanggungjawaban/Akuntabilitas Kepala Desa

a. Pertanggungjawaban Kades kepada BPD : Ada/Tidak b. Status pertanggungjawaban Kades : Diterima/Ditolak

c. Alasan bila ditolak : ………..

3. Kepribadian Kebangsaan Masyarakat 1. Kegotongroyongan penduduk

a. Jumlah kelompok arisan : ……… buah b. Jumlah penduduk menjadi orang tua asuh : ……… orang c. Ada tidaknya dana sehat : Ada/Tidak d. Ada tidaknya kegiatan gotong royang/sejenisnya

dalam kegiatan pembangunan : Ada/Tidak e. Ada tidaknya kegiatan gotong royang/sejenisnya

dalam pengolahan tanah : Ada/Tidak

f. Ada tidaknya kegiatan gotong royang/sejenisnya

dalam menjaga kebersihan : Ada/Tidak g. Ada tidaknya kegiatan gotong royang/sejenisnya

dalam membangun jembatan : Ada/Tidak 2. Adat istiadat

a. Adat istiadat dalam perkawinan : Ada/Tidak ada/Pernah ada b. Adat istiadat dalam kelahiran anak : Ada/Tidak ada/Pernah ada c. Adat istiadat dalam upacara kematian : Ada/Tidak ada/Pernah ada d. Adat istiadat dalam pengelolaan hutan : Ada/Tidak ada/Pernah ada e. Adat istiadat dalam pengelolaan tanah

pertanian : Ada/Tidak ada/Pernah ada f. Adat istiadat dalam pengelolaan laut/pantai : Ada/Tidak ada/Pernah ada g. Adat istiadat dalam memecahkan konflik

warga : Ada/Tidak ada/Pernah ada

3. Etos kerja penduduk

a. Luas Desa : …………. Ha

b. Luas lahan terlantar : ………... Ha c. Luas lahan pekarangan : …………. Ha d. Luas lahan pekarangan yang tidak dimanfaatkan : ………….. Ha e. Kegiatan petaani pada musim kemarau : ………

………. f. Kegiatan nelayan pada musim tidak melaut : ……… ………. 4. Keamanan dan Ketertiban

1. Kerukunan

a. Kasus konflik etnis pada tahun ini : ………… kasus b. Kasus konflik agama pada tahun ini : ………… kasus c. Jumlah sarana ibadah yang rusak/terbakar akibat konflik : ………… buah d. Jumlah rumah yang rusak/terbakar akibat konflik sara : ………… buah

(12)

f. Jumlah korban meninggal akibat konflik sara : ………… orang g. Jumlah janda akibat konflik sara : ………… orang h. Jumlah anak yatim akibat konflik sara : ………… orang 2. Perkelahian

a. Kasus perkelahian yang terjadi pada tahun ini : ………… kasus b. Kasus perkelahian yang menimbulkan korban jiwa : ………… kasus c. Kasus perkelahian yang menimbulkan luka parah : ………… kasus 3. Pencurian

a. Kasus pencurian, perampokan yang terjadi tahun ini : ………… kasus b. Kasus pencurian/perampokan yang korban penduduk

desa setempat : ………… kasus

c. Kasus pencurian/perampokan yang pelakunya penduduk

desa setempat : ………… kasus

4. Penjarahan

a. Kasus penjarahan yang korban pelakunya penduduk desa

setempat : ………… kasus

b. Kasus penjarahan yang korban penduduk desa

setempat, tapi pelakunya bukan penduduk desa setempat : ………… kasus c. Kasus penjarahan yang korban bukan penduduk desa

setempat, tapi pelakunya penduduk desa setempat : ………… kasus 5. Perjudian

a. Jumlah penduduk yang memiliki kebiasaan berjudi : ……….. orang b. Jenis perjudian yang ada di desa : ………

……… ……… 6. Pemakai miras dan narkoba

a. Jumlah warung/toko yang menjual miras : ……….. buah b. Jumlah penduduk yang mengkonsumsi miras : ……….. orang c. Jumlah penduduk yang mengkonsumsi narkoba : ……….. orang 7. Prostitusi

a. Jumlah penduduk yang bekerja sbg peramu nikmat : ………. Orang

b. Lokalisasi prostitusi : Ada/Tidak

c. Jumlah tempat yang menyediakan wanita peramu nikmat secara terselubung (warung remang-remang, panti pijat,

hotel dan lain-lain) : ……….. buah

8. Pembunuhan

a. Jumlah kasus pembunuhan pada tahun ini : ……….. kasus b. Jumlah kasus pembunuhan dengan korban penduduk

desa setempat : ……….. kasus

c. Jumlah kasus pembunuhan dengan pelaku penduduk

desa setempat : ……….. kasus

9. Kejahatan seksual

a. Jumlah kasus perkosaan pada tahun ini : ……….. kasus b. Jumlah kasus perkosaan anak pada tahun ini : ……….. kasus c. Jumlah kasus kehamilan di luar nikah : ……….. kasus d. Jumlah kasus kehamilan ditinggal pacar : ……….. kasus

(13)

10. Pelembagaan Pertahanan Keamanan Semesta a. Siskamling : Ada/Tidak b. Hansip : Ada/Tidak c. 5. Agama a. Islam : ………….. orang b. Kristen : ………….. orang c. Katholik : ………….. orang d. Hindu : ………….. orang e. Budha : ………….. orang 6. Etnis a. Melayu : ………….. orang b. Jawa : ………….. orang c. Batak : ………….. orang d. Sunda : ………….. orang e. Madura : ………….. orang f. Bugis : ………….. orang g. Tionghoa : ………….. orang h. Lainnya : ………….. orang i. ……… : ………….. orang j. ……… : ………….. orang

(14)

8.3. LATIHAN

1. Peserta pelatihan secara berkelompok mempraktekkan Analisis Potensi Sosial Budaya Desa.

2. Peserta pelatihan secara Individu membuat paper tentang Potensi Sosial Budaya Desa.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dilakukan analisis terhadap nilai-nilai budaya yang terdapat dalam kaba Gadih Basanai ditemukan cerita ini mengandung nilai budaya berkaitan dalam hubungan

Titik Ekuilibrium Matematika SIRS 0 I 0 V 0 pada Penyebaran Flu Burung (Avian Influenza) dari Unggas ke Manusia dengan Pengaruh Vaksinasi pada Unggas ... Bilangan Reproduksi

Nabot pasti tahu Ahab itu raja yang seperti apa, tetapi Nabot lebih takut kepada Tuhan sehingga ia menolak dengan tegas tidak akan menjual milik pusaka itu kepada Ahab.. Ini

Volume 36 Edisi No.. Berkala Arkeologi kali ini total menampilkan enam tulisan, dengan komposisi tiga tulisan hasil penelitian Balai Arkeologi D.I. Yogyakarta, satu

Retur Pembelian dan Pengurangan Harga (Purchases return and allowances), rekening ini digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan pengembalian barang yang telah

Suprihadi, A., 2013, Akses Humanis Layanan Perpustakaan: Sebagai Upaya Peningkatan Pemaanfaatan Perpustakaan dan Peningkatan Kualitas Masyarakat, dalam Layanan Berbasis Humanis:

Hasil: Pada penelitian ini dijumpai penderita tumor ganas THT-KL pada Januari 2009 sampai Desember 2011 sebanyak 40 penderita dimana tumor yang banyak ditemui adalah tumor

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Pejabat Perwakilan Kantor Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 bertindak untuk dan