• Tidak ada hasil yang ditemukan

ARSIP DAN DOKUMENTASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ARSIP DAN DOKUMENTASI"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR INVENTARIS MASALAH

TENTANG

RANCANGAN UNDANG-UNDANG PENANAMAN MODAL

FRAKSI PARTAI GOLONGAN KARYA DPR RI

NO. NASKAH RUU USULPERU BAHAN SETELAH PERUBAHAN KETERANGAN

1. RANCANGAN Tetap

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR ...TAHUN ...

TENTANG

! PENANAMAN MODAL I

I

2.

I

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Tetap

I

3. a.Menimbang:bahwa untuk mewujudkan masyarakat adil dan Tetap

makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun

I

1945, perlu dilaksanakan pembangunan ekonominasional yang berkelanjutan; ,

4.

I

b. bahwa unluk mempercepat pembangunan Tetap ekonomi nasional diperlukan peningkatan

Penanaman Modal untuk mengolah ekonomi potensial menjadi kekualan ekonomi riil, dengan menggunakan dana yang berasal baik dari dalam neqeri maupun dari luar negeri;

I

5. c. bahwa dalam menghadapi perubahan Point c&d digabung. c. bahwa dalam menghadapi perubahan perekonomian global dan keikutsertaan Indonesia perekonomian global dan dalam berbagai kerjasama internasional perlu keikulsertaan Indonesia dalam diciptakan suatu iklim Penanaman Modal yang berbagai kerjasarna internasional

lebih kondusif dan pro motif; perlu diciplakan suatu iklim

Penanaman Modal yang lebih kondusif dan promolif; Undang-undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1970 dan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri sebagaimana lelah diubah denqan Undanq-undanq

1

ARSIP

DAN

(2)

NO. NASKAH RUU USUL PERUBAHAN SETELAH PERUBAHAN KETERANGAN

I

Nomor 12 Tahun 1970, dipandangoerlu untuk dioanti.

6. d. bahwa Undang-undang Nomor 1 Tahun 1967

tentang Penanaman Modal Asing sebagaimana telah Poin c & d digabung

diubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1970 dan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1968

tentang Penanaman Modal Dalam Negeri

sebagaimana telah diu bah dengan Undang-undang

Nomor 12 Tahun 1970, dipandang perlu untuk

dioanti;

7. e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana Ditambahkan kata "dipandanq" d. bahwa berdasarkan pertimbangan

dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan sebagaimana dimaksud dalam huruf

huruf d, perlu membentuk Undang-Undang a, huruf b, huruf C, dan huruf d,

tentang Penanaman Modal; dipandang perlu membentuk

I

Undang-Undang tentang Penanaman I

Modal.

8. Mengingat: Tetap

Pasal 5 ayat (1), Pasal 20, dan Pasal 33

Undang-I

Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun

1945.

9. Dengan Persetujuan Bersama Tetap

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

Dan

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

10. MEMUTUSKAN: Tetap Menetapkan:UNDANG-UNDANG TENTANG PENANAMAN MODAL. 11. BAB I Tetap

I

i KETENTUAN UMUM

!

12. Pasal

1

Tetap 1

Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan: i

13. Disisipkan poin baru mengenai definisi 1. Penanaman Modal adalah

Penanaman Modal: Penanaman Modal secara langsung

Penanaman modal adalah penanaman yang terdiri dari Penanaman Modal

modal secara langsung yang terdiri dari dalam negeri dan Penanaman Modal

penanaman modal dalam negeri dan asing berdasarkan Undang-undang

penanaman modal asing berdasarkan ini, tidak termasuk penanaman modal

undang-undang ini, tidak termasuk portofolio.

penanaman modal portofolio.

F:\ DIM RtJU I'ENANAMAN\IOOAL23novPO~I.doc

2

ARSIP

DAN

(3)

NO.

14.

15.

NASKAH RUU

1. Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut

Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia

yang memegang kekuasaan pemerintahan

Negara Republik Indonesia sebagaimana

dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

2. Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Supati

atau Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.

USUL PERUBAHAN Menjadi point 2.

Menjadi point 3

SETELAH PERUBAHAN

2. Pemerintah Pusat, selanjutnya

disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang

kekuasaan pemerintahan Negara

Republik Indonesia sebagaimana

dimaksud dalam Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia

Tahun 1945.

3. Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Supati atau Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah

KETERANGAN (Sesuai Dengan UU No. 32 Tahun 2004

Tentang Pemerintah Daerah Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan

Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Perubahan Atas

Undang-Undang Nomor 32 Tahun

I

2004 Tentang Pemerintahan ,

Daerah)

(Sesuai Dengan UU No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah

Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan

Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang

I

Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun

2004 Tentang Pemerintahan Daerah)

16. 3. Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan

kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan

mengurus sendiri urusan pemerintahan dan

kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Menjadi poin 4

4.

Otonomi daerah adalah hak,

wewenang, dan kewajiban daerah

otonom untuk mengatur dan

mengurus sendiri urusan

pemerintahan dan kepentingan

masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

(Sesuai Dengan UU No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah

Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan

Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah)

17. 4. Modal adalah aset dalam bentuk uang atau Menjadi poin 5

bentuk lain yang bukan uanq yang dimiliki oleh

5. Modal adalah aset dalam bentuk

I

uang atau bentuk lain yanq bukan

F:\D1M RUU PENA:'-IAMAN MODAL23novpolcsi.doc

3

ARSIP

DAN

(4)

--'

--r---,---~---_._---,

,

20.

7.

Penanam modal dalam negeri adalah Menjadi pain 8 & Sebaiknya kata , 8.

perseorangan warga negara Indonesia, badan "perseoranqan" dihapus karena kalimat Warga

usaha Indonesia, Negara Republik Indonesia, negara Indonesia sesungguhnya bermakna

atau Daerah yang melakukan Penanaman Modal perseorangan.

di wilayah negara Republik Indonesia.

21.

8.

Penanam modal asing adalah perseorangan Menjadi poin 9 & Sebaiknya kata 9.

warga negara asing, badan usaha asing, "perseorangan" dihapus karena kalimat Warga

dan/atau pemerintah asing yang melakukan negara Indonesia sesungguhnya bermakna

Penanaman Modal di wilayah negara Republik perseorangan.

Indonesia. NO.

18.

19.

NASKAH RUU

penanam modal yang mempunyai nilai ekonomis.

5. Modal Dalam Negeri adalah modal yang dimiliki

oleh Negara Republik Indonesia, perseorangan warga negara Indonesia, atau badan usaha yang berbentuk badan hukum atau tidak berbadan hukum.

Modal Asing adalah modal yang dimiliki oleh negara asing, perseorangan warga negara asing,

badan usaha asing, badan hukum asing,

dan/atau badan hukum Indonesia yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki oleh pihak asing.

USUL PERUBAHAN

Menjadi pain 6&

Ditambahkan kalimat "seluruhnya dimiliki ...."

dan kata "perseorangan" dihapus karena

kalimay Warga negera Indonesia

sesungguhnya bermaka perseorangan.

Menjadi poin 7 & Ditambahkan kalimat

"seluruhnya dimiliki ...: dan kata

"perseorangan" dihapus karena kalimat Warga negera Indonesia sesungguhnya bermakna perseorangan

SETELAHPERUBAHAN

uang yang dimiliki oleh penanam

modal yang mempunyai nilai

ekonomis.

6. Modal Dalam Negeri adalah modal yang seluruhnya dimiliki oleh Negara

Republik Indonesia, Warga Negara

Indonesia, dan/atau badan usaha

yang berbentuk badan hukum atau tidak berbadan hukum.

7. Modal Asing adalah modal yang

Seluruhnya dimiliki oleh negara

asing, warga negara dan/atau badan usaha asing yang berbentuk badan

hukum, dan/atau patungan antara

modal asing dengan modal dalam negeri.

Penanam modal dalam negeri adalah

warga negara Indonesia, badan

usaha Indonesia, Negara Republik

Indonesia, atau Daerah yang

melakukan Penanaman Modal di

wilayah negara Republik Indonesia. Penanam modal asing adalah warga

negara asing, badan usaha asing,

dan/atau pemerintah asing yang

melakukan Penanaman Modal di

wilayah negara Republik Indonesia.

KETERANGAN

Praktek selama ini

perusahaan patungan dan PMA murni tidak ada bedanya dalam hal

pengurusan izin-izin. Karena itu, sebaiknya PMA murni dan PMA patungan dijadikan satu definisi saia vaitu PMA

22. 9. Penanaman Modal dalam negeri adalah Menjadi pain 10

kegiatan menanam modal untuk melakukan

usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri.

10. Penanaman Modal dalam negeri

adalah kegiatan menanam modal

untuk melakukan usaha di wilayah

negara Republik Indonesia yang

dilakukan oleh penanam modal

dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri.

23. 10. Penanaman Modal asing adalah kegiatan Menjadi poin 11

menanam modal untuk melakukan usaha di 1

11. Penanaman Modal

keoiatan menanam

asing adalah

modal untuk

F:\DIM RUU PENASAMAN\IODAL2JnovPO"" .doc

4

ARSIP

DAN

(5)

NO. NASKAH RUU USULPERUBAHAN

SETELAH PERU BAHAN KETERANGAN

wilayah negara Republik Indonesia yang I melakukan usaha di

viii.

.-~ ~..., "':'J: .. ,:)

dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang Republ« 'ndcne ,

,

menggunakan modal asing sepenuhnya maupun , . l , - ... r·,:

at ,lSi,

~:.:: j i-'~ , t..~...) ',"- . ,

yang berpatungan dengan penanam modal yang menggUi ,d(,3"

modal asing

dalam negeri. sepenuhnya

maupun yang

berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.

24. 11. Pelayanan Terpadu adalah pelayanan kepada Menjadi poin 12& Sebaiknya ditambahkan

12. Pelayanan Terpadu adalah

penanam modal dalam pelaksanaan kegiatan kata "dan atau didelegasikan/dilimpahkan pelayanan kepada penanam modal

Penanaman Modal yang diberikan oleh dalam pelaksanaan kegiatan

lembagalinstansi yang berwenang di bidang Penanaman Modal

yang diberikan

Penanaman Modal

.

baik di pusat maupun dan

atau daerah.

didelegasikan/diJimpahkan oleh

I

lembagalinstansi yang berwenang di

bidang Penanaman Modal , baik di pusat maupun daerah.

25. Pasal2 Sebaiknya ditambahkan kata "kegiatan Pasal2

Ketentuan dalam Undang-undang ini berlaku bagi ekonomi" Ketentuan dalam Undang-undang

ini

Penanaman Modal di semua sektor di wilayah berlaku bagi Penanaman

Modal di

Negara Republik Indonesia. semua sektor

kegiatan ekonomi di

wilavah Necara Republik Indonesia.

26. BAB II Sebaiknya ditambahkan mengenai landasan BAB II

ASAS DAN TUJUAN

LANDASAN, ASAS, FUNGSI, DAN

V

i

TUJUAN

27. Pasal 3 menyisipkan kata "Pancasila" dan"UUD (1).Penanaman Modal diseJenggarakan

!

(1) Penanaman Modal diselenggarakan 1945". berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

I

berdasarkan serta berasas:

pada asas:

28. a. kepastian hukum; Tetap

29. b. keterbukaan; Tetap

30.

c.

akuntabilitas; dan Tetap

31. d. perlakuan yang sama dan tidak membedakan Disisipkan kata "adil" d. perlakuan yang sama dan atau adil

J

asal necara.

dan tidak membedakan asal necara.

F:\DIM RUU PE.'\..." ....MAN~10DAL13novpoUI.doc

5

ARSIP

DAN

(6)

NO. NASKAH RUU USULPERUBAHAN SETELAH PERU BAHAN KETERANGAN Ditambahkan satu asas yaitu tata kelola yang e. tata kelola yang baik dan

baik dan kemudahan dalam pelayanan" kemudahan dalam pelayanan"

(2)

Ditambahkan satu ayat baru: (2). Penanaman Modal berfungsi

Penanaman Modal berfungsi mengembangkan dan meningkatkan mengembangkan dan meningkatkan perekonomian nasional ke arah perekonomian nasional ke arah tercapainya tercapainya tingkat kesejahteraan tingkat kesejahteraan yang merata, berdaya yang merata.. berdaya saing tinggi saing tinggi serta meningkatkan ketahanan serta meningkatkan ketahanan

nasional nasional

I

32. (3) Tujuan penyelenggaraan Penanaman Modal antara lain untuk:

I

I

33. a. meninqkatkan pertumbuhan ekonomi nasional; 34.

I

b. menciptakan lapangan pekerjaan;

l

,I

c. Ditambahkan poin baru: c. pembangunan ekonomi yang

I

I

pembanqunan ekonomi yanq berkelaniutan berkelaniutan r

35.

I

d. meningkatkan kemampuan daya saing duniausaha nasional;

I

Tetap

I

I,I,

36. d. meninqkatkan kesejahteraan rnasvarakat; dan Tetap

I

I

37. e. meninqkatkan kaoasitas teknoloci nasional; Tetao

I

I

38. BAB III

I

Tetap

I

!

KEBIJAKAN DASAR PENANAMAN MODAL ,!

39. Pasal 4 Tetap

(1) Pemerintah menetapkan kebijakan dasar Penanaman Modal untuk mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif bagi Penanaman Modal.

40. (2) Dalam menetapkan kebijakan dasar sebagaimana Tetap

I

dimaksud pada avat (1) Pemerintah:

41. a. membuka kesempatan yang sama bagi Disisipkan kata "adil" a. membuka kesempatan yang sarna penanam modal asing dan penanam modal membuka kesempatan yang sam a dan atau dan atau adil bagi penanam modal dalam negeri; dan adil bagi penanam modal asing dan penanam asing dan penanam modal dalam

modal dalam neqeri: dan neoeri: dan 42. b. menjamin kepastian hukum dan kepastian

berusaha bagi penanam modal sejak proses Tetap oenqurusan perizinan samoai denaan

F:\DIM RUU P£:-I...'1A~I.\:-.IMODAL!3novpo....,.dcc

6

ARSIP

DAN

(7)

NO. NASKAH RUU USUL PERU BAHAN SETELAH PERUBAHAN KETERANGAN

berakhirnya kegiatan Penanaman Modal

sesuai dengan peraturan

perundang-undancan.

43. (3) Pemerintah daerah menyelenggarakan urusan Ditambahkan kalimat "yang diatur lebih lanjut (3) Pemerintah daerah menye

Penanaman Modal yang menjadi dalam Peraturan Pemerintah" lenggarakan urusan Pen ana man

kewenangannya, kecuali urusan penyelenggaraan Modal Langsung yang menjadi

Penanaman Modal yang menjadi urusan kewenangannya, kecuali urusan

Pemerintah. penyelenggaraan Penanaman Modal

yang menjadi urusan Pemerintah

yang diatur lebih lanjut dalam

Peraturan Pemerintah.

44. BAB IV Tetap

I

BENTUK BADAN USAHA DAN KEDUDUKAN

45. Pasal 5 Tetap

(1) Penanaman Modal dalam negeri dapat dilakukan

dalam bentuk badan usaha yang berbentuk

badan hukum, tidak berbadan hukum atau usaha

perseorangan, sesuai dengan peraturan

perundanq-undanqan.

46. (2) Penanaman Modal asing wajib dalam bentuk Tetap

perseroan terbatas berdasarkan hukum

Indonesia dan berkedudukan di dalam wilayah negara Republik Indonesia, kecuali ditentukan lain oleh undang-undanq

47. (3) Penanam modal dalam negeri dan asing yang Tetap

melakukan Penanaman Modal dalam bentuk

perseoran terbatas dilakukan dengan cara:

48. a. mengambil bag ian saham pad a saat pend irian Tetap

oerseroan terbatas; atau

49. b. membeli saham.

I

1

Ditambahkan dua item: c. Pengalihan kepemilikan

c.Penqalihan kepernilikan

I

d.dan cara-cara lain yang diatur peraturan d. dan cara-cara lain yang diatur

oerundanqan vanq berlaku. peraturan perundanqan vane berlaku.

50. BAB V Tetap

PERLAKUAN TERHADAP PENANAMAN MODAL

51. Pasal6 Sisipkan kata "adil" Pasal6

(1) Pemerintah memberikan perlakuan yang sama (1) .Pemerintah memberikan perlakuan

keoada semua pen an am modal vane berasal dari Pemerintah memberikan oerlakuan yanq vane sama dan atau adil kepada

f:\D[~1RL:UrE:-;A.~""M:\.'J\IOOAL!3novpaksi.doc

7

ARSIP

DAN

(8)

NO.

NASKAH RUU

USULPERUBAHAN

SETELAH

PERU BAHAN

KETERANGAN

negara manapun yang melakukan kegiatan sama dan adil kepada semua penanam modal semua penanam modal yang berasal

Penanaman Modal di Indonesia sesuai dengan yang berasal dari negara mana pun yang dari negara manapun yang

peraturan perundang-undangan. melakukan kegiatan Penanaman Modal di melakukan kegiatan Penanaman

Indonesia sesuai dengan peraturan Modal di Indonesia sesuai dengan

perundang-undangan peraturan perundang-undangan

52. (2) Perlakuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Tetap

I

tidak berlaku bagi penanam modal dari suatu (Tapi harus sesuai Dengan Undang-Undang

negara yang memperoleh hak istimewa Republik IndonesiaNomor

24

Tahun 2000

berdasarkan perjanjian dengan Indonesia. Tentang Perjanjian Intemasional)

53.

Pasal7

I

(1) Pemerintah tidak akan melakukan tindakan Tetap.

nasionalisasi atau pengambilalihan hak

kepemilikan penanam modal kecuali dengan

undang-undang.

54.

(2)

Dalam hal pemerintah mengambil tindakan

I

Pengertian harga pasar

nasionalisasi atau pengambilalihan hak Tetap

I

sudah ada dalam penjelasan

I

kepemilikan sebagaimana dimaksud pada ayat Pasal ini.

(1), maka pemerintah akan memberikan ,

kompensasi jumlahnya ditetapkan

,

yang berdasarkan harga pasar. 55.

Pasal8

(1) Penanam modal dapat dengan bebas untuk Tetap

mengalihkan aset yang dimilikinya kepada pihak

yang diinginkan oleh penanam modal sesuai

dengan peraturan perundangan-undangan.

56.

(2)

Tidak termasuk aset sebagaimana di maksud Ditambahkan "dan sumber daya alam (2).Tidak termasuk aset sebagaimana di

pada ayat (1) adalah kawasan hutan dan lainanya yang diatur dengan undang-undang maksud pada ayat (1) adalah

kawasan konservasi tersendiri" kawasan hutan, kawasan konservasi

dan

sumber daya alam lainnya

yang

diatur

dengan

undang-undano

tersendirl

57. (3) Penanam modal diberikan hak untuk melakukan Tetap

transfer dan repatriasi dengan bebas dalam

valutaasinq, antara lain:

F:\ DIM RuU PENANAMAN~IOOAL23 novpoIJi .dec

8

ARSIP

DAN

(9)

NO. NASKAH RUU USULPERUBAHAN SETELAH PERUBAHAN KETERANGAN

58. a. modal; Tetap

59. b. keuntungan, bunga bank, deviden dan Ditambahkan kalimat: b. keuntungan, bunga bank, deviden dan

pendapatan lain-lain; Setelah dipotong pajak. pendapatan lain-lain setefah

dipotong pajak.;

60. c. dana yang diperlukan; Tetap

i. untuk pembelian bahan baku dan

penolong, barang setengah jadi atau

barang jadi; atau

ii. untuk penggantian barang modal dalam

rangka melindungi kelangsungan hidup Penanaman Modal.

61. d. tambahan dana yang diperlukan bagi Tetap

pembiayaan Penanaman Modal;

62. e. dana untuk pembayaran kembali pinjaman; Tetap

I

63. f. royalti atau biaya yang harus dibayar, Tetap

I

64. g. pendapatan dari perseorangan warga negara Tetap

asing yang bekerja dalam perusahaan

Penanaman Modal;

65. h. hasil penjualan atau likuidasi Penanaman Tetap

Modal;

66. i. kompensasi atas kerugian: Tetap

I

67. j. kompensasi atas pengambilalihan; Tetap

68. k. pembayaran yang dilakukan dalam rangka Tetap

bantuan tekrus, biaya yang harus dibayar

untuk jasa teknik dan manajemen, dan

pembayaran yang dilakukan di bawah

kontrak proyek dan pembayaran hak atas kekayaan intelektual;

69. I. Hasil oeniualan aset sebaqaimana dimaksud Tetao

F:\DIMRUUPENA.'o/AMAN \\ODAL2Jnovpolcsi.doc

9

ARSIP

DAN

(10)

NO. NASKAH RUU

pada ayat (1).

USUL PERU BAHAN SETELAH PERU BAHAN KETERANGAN

70.

71.

72.

(4) Hak untuk melakukan transfer dan repatriasi Sebaiknya kalimat dilakukan sesuai peratuan (4)

sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan perundang-undangan diganti dan dipertegas

sesuai peraturan perundang-undangan. dengan kalimat:

Diatur lebih lanjut dalam Peraturan

Pemerintah

(sesuai dengan UU No. 10 Tahun 2004

Tentang Pembentukan Peraturan

Perundang-Undangan peraturan peiaksana dari UU

adalah Peraturan Pemerintah atau Materi

muatan Peraturan Pemerintah berisi materi

untuk menjalankan Undang-Undang

sebacairnana mestinva)

(5) Ketentuan sebagaimana dimaksud pad a ayat (1) Tetap

tidak mengurangi :

a. Hak Pemerintah untuk memberlakukan Tetap

peraturan perundang-undangan yang

mewajibkan pelaporan atas pelaksanaan

transfer dana;

Hak untuk_melakukan transfer dan

repartriasi sebagaimana dimaksud

pada ayat (3) diatur lebih lanjut

dalam Peraturan Pemerintah

Usul : hak untuk melakukan

transfer dan repartriasi

sebagaimana dimaksud pada

ayat (3) diatur lebih lanjut

dalam Peraturan

Pemerintah 148.

73. b. Hak Pemerintah untuk mendapatkan pajak Tetap

dan atau royalti dan atau pendapatan

pemerintah lainnya dari Penanaman Modal

sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang-undangan;

74. c. Pelaksanaan hukum yang melindungi hak Tetap

kreditor.

75. Pasal9

Apabila terjadi sengketa di bidang Penanaman Modal Tetap

antara Pemerintah dengan penanam modal, maka para pihak dapat menyelesaikan sengketa tersebut melalui arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa atau pengadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

76.

F:\OIM Rt:t.: PESA.'1AMAN MODAL DnovpoloJ,.doc

BAB VI

10

ARSIP

DAN

(11)

NO.

77.

NASKAH RUU USUL PERU BAHAN

KETENAGAKERJAAN

Pasal 10 Disisipkan kata "harus"

(1) Perusahaan Penanaman Modal dalam

memenuhi kebutuhan tenaga kerjanya

mengutamakan tenaga kerja warga negara

Indonesia.

SETELAH PERU BAHAN

Pasal10

(1). Perusahaan Penanaman Modal

dalam memenuhi kebutuhan tenaga

kerjanya harus mengutamakan

tenaga kerja warga negara Indonesia.

KETERANGAN 78. 79 80. 81. 82.

(2) Perusahaan Penanaman Modal berhak

menggunakan tenaga ahli warga negara asing

untuk jabatan dan keahlian tertentu sesuai

dengan peraturan perundang-undangan.

BAB VII BIDANG USAHA

Pasal 11

(1) Semua bidang usahaJjenis usaha terbuka bagi

kegiatan Penanaman Modal kecuali bidang

usaha/jenis usaha yang dinyatakan tertutup atau terbuka dengan persyaratan.

(2) Bidang-bidang usaha yang dinyatakan tertutup atau terbuka dengan persyaratan sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) secara jelas dan

terperinci ditetapkan dengan menggunakan

standar klasifikasi tentang bidang usaha yang

berlaku di Indonesia dan diatur lebih lanjut

dengan peraturan perundang-undangan.

Menyesuaikan dengan istilah yang terdapat

dalam UU No 13 tahun 2003 Tentang

ketenaqakerjaan jo Keppres No. 75 tahun

1995 tentang Penggunaan Tenaga Kerja

Warqa Neqara Asino Pendatanq Ditambahi pasal baru :

Perselisihan hubungan industrial yang timbul, penyelesaiannya dilaksanakan

melalui mekanisme trlnartlt.

Menjadi pasal 12

Sebaiknya redaksi ayat ini dirubah sebagai berikut:

Bidang-bidang usaha yang dinyatakan

tertutup atau terbuka dengan persyaratan

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) secara

jelas dan terperinci dengan

mempertimbangkan antara lain keamanan

dan atau kedaulatan negara, norma agama, norma sosial dan kepentingan hajat hidup

orang banyak ditetapkan dengan

menggunakan standar klasifikasi tentang

bidang usaha yang berlaku di Indonesia dan

diatur lebih laniut denqan peraturan

(2.) Perusahaan Penanaman Modal

berhak menggunakan tenaga kerja asing untuk jabatan dan keahlian

tertentu sesuai dengan peraturan

perundanq-undanqan Pasal11

Perselisihan hubungan industrial yang timbul, penyelesaiannya dilaksanakan melalui mekanisme tripartit.

Pasal12

(1).Semua bidang usahaJjenis usaha

terbuka bagi kegiatan Penanaman

Modal kecuali bidang usahaljenis

usaha yang dinyatakan tertutup atau terbuka dengan persyaratan.

(2) Bidang-bidang usaha yang dinyatakan

tertutup atau terbuka dengan

persyaratan sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) secara jelas dan

terperinci dengan

mempertimbangkan antara lain

keamanan dan atau kedaulatan

negara, norma agama, norma sosial dan kepentingan hajat hidup orang

banyak ditetapkan dengan

menggunakan standar klasifikasi

tentang bidang usaha yang berlaku di

Indonesia dan diatur lebih lanjut

dencan ceraturan

oerundano-Pasal ini hanya menyatakan

adanya bidang usaha

terbuka dan tertutup.

Pengaturan lebih lanjut ,

dijelaskan pada Pasal !

selanjutnya

Rincian ONI dapat dilihat

pada Keputusan Presiden

Republik Indonesia

Nomor 96 Tahun 2000 dan

KEputusan Presiden

Republik Indonesia

Nomor 118 Tahun 2000

Ket (detail sektorlbidang

usahanya ditambahkan di

penjelasan UU)

F:\DIM RL'U PE='lA:--1AMA:-I~tODAL23 nov pcks r ,doc

ARSIP

11

DAN

(12)

NO. NASKAH RUU USUL PERU BAHAN SETELAH PERU BAHAN KETERANGAN

perundang-undangan. undangan.

83. BAB VIII

FASILITAS PENANAMAN MODAL

84. Pasal 12

(1) Pemerintah dapat memberikan fasilitas fiskal

dan/atau kemudahan lainnyapelayanan terutama

kepada perusahaan yang melakukan Penanaman Modal yang bersifat langsung dan yang menjadi

prioritas tinggi dalam skala nasional sesuai

dengan peraturan perundang-undangan.

Menjadi pasal 13 & Keseluruhan bunyi redaksi

Pasal 13 diubah, dibagi menjadi 5 ayat (1)

sebagai kolom sebelah kanan.

Pasal13

Perusahaan penanaman modal yang

sudah berjalan dapat diberikan

fasilitas fiskal dan atau fasilitas

lainnya berupa:

a. pembebasan/keringanan bea

masuk barang

modallmesin-mesin/peralatan dan bahan baku untuk keperluan produksi;

Point a Pembebasan bea

masuk, dimungkinkan

berdasarkan UU

Kepabeanan.

Pain b, tidak bertabrakan

dengan UU PPN

Point c dan e merujuk pada RUU Pajak Penghasilan.

c. penyusutan/amortisasi yang

dipercepat

d. kompesasi kerugian lebih lama

tapi tidak lebih dari 10 tahun

e. pengurangan penghasilan neto

paling tinggi 30% dari jumlah

penanaman yang dilakukan.

g. jangka waktu hak guna usaha

sampai 99 (sembilan puluh

sembilan) tahun bagi Penanaman Modal.

Point 9 Berkaitan dengan hak pakai atas tanah, UU No. 5 Tahun 1960 tidak mengatur

jangka waktu, UU ini

memberikan kebebasan "selarna jangka waktu yang

tertentu atau selama

tanahnya dipergunakan

untuk keperluan yang

tertentu" (Pasal 41)

Point i Berkaitan dengan hak

ketenagakerjaan harap

perhatikan lebih lanjut UU

No. 13 tahun 2003 Tentang

Ketenagakerjaan dan

Keppres No 75 tahun 1995

Tentang Penggunaan

Tenaga Kerja Warga Negara

Asing Pendatang PPN atas barang modal b. pembebasan impor/perolehan tertentu;

f. pembebasan pajak penghasilan

atas keuntungan yang ditanam

kembali untuk jangka lebih lama tapi tidak lebih dari 10 tahun

h. fasilitas keimigrasian berupa VoA

(Visa on Arrival), KITAS (Kartu

F:\OIM RtJU I'ENANAMAN~IOD.-\L2J novpou,Joe

12

ARSIP

DAN

(13)

---~---...,

NO. NASKAH RUU USULPERUBAHAN SETELAH PERUBAHAN

izin Tinggal Sementara) & KITAP

(Kartu izin tinggal tetap)

khususnya kepada penanam

modal asing yang telah

menanamkan modalnya sejumlah

tertentu dan telah berada di

wilayah negara Republik

Indonesia;

(2). Perusahaan penanaman modal baru,

dapat diberikan tambahan fasilitas

fiskal berupa:

b. pembebasan pajak penghasilan

badan selama-Iamanyanya 8

tahun atau

c. pengurangan pajak penghasilan

badan sebesar 50% untuk jangka waktu 5 tahun berikutnya.

(3).Tambahan fasilitas fiskal

sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) huruf a diberikan kepada :

d. perusahaan penanaman modal

yang berlokasi di Kawasan Timur Indonesia, daerah tertinggal dan daerah perbatasan, atau

e. perusahaan penanaman modal

yang mengembangkan inovasi

teknologi dan energi alternatif, atau

f. perusahaan penanaman modal

yang mempunyai komitmen

terhadap pengembangan

masyarakat melalui program

Corporate social responsibility,

atau

KETERANGAN

F:\DlM RUUPE.'IANAMA~MODAL 23nov pokstdcc 13

/

ARSIP

DAN

(14)

NO.

NASKAH RUU

USULPERUBAHAN

SETELAH

PERUBAHAN

g. perusahaan penanaman modal

yang bergerak di bidang-bidang usaha yang merupakan prioritas tinggi dalam skala nasional; atau

h. perusahaan penanaman modal

yang menyerap tenaga kerja

Indonesia di atas 1000

(4).Tambahan fasilitas fiskal

sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b diberikan kepada:

i. perusahaan penanaman modal

yang dilakukan oleh penanam

modal asing dalam bentuk

patungan dengan penanam

modal dalam negeri.

j. perusahaan penanaman modal

yang menjalankan Corporate

Social Responsibility dalam hal

pengembangan masyarakat di

daerah sekitamya dengan baik.

k. perusahaan penanaman modal

yang mernperkerjakan secara

tetap paling sedikit 2000 tenaga kerja Indonesia

1. perusahaan penanaman modal

yang mengekspor minimal 50 % hasil produksinya;

m. perusahaan penanaman modal

yang membangun infrastruktur

yang digunakan untuk

kepentingan umum;

n. perusahaan penanaman modal

yang melakukan inovasi

teknotoci:

KETERANGAN

F:\D1M RUU l'ENANAMAN MODAL 2Jnovpoui.doc

14

ARSIP

DAN

(15)

NO. NASKAH RUU USULPERUBAHAN

Ditambah pasal baru menjadi pasal 14

(1). Modal yang ditanam dalam usaha-usaha

rehabilitasi, pembaharuan, perluasan dan

pembangunan baru dibidang-bidang

pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan,

peternakan, pertambangan, perindustrian,

pengangkutan, perumahan rakyat,

kepariwisataan, prasarana dan usaha-usaha

produktip lainya menurut ketentuan

Pemerintah. oleh Instansi Pajak tidak diusut

asal-usulnya dan tidak dikenakan pajak.

SETELAH PERU BAHAN

o. Perusahaan penanaman modal

yang menggunakan bahan baku lokal paling sedikit 60 %.

p. Perusahaan penanam modal

yang memberi kesempatan

kepada pekerja untuk memiliki saham melalui sistem Employee

share ownership program

(ESOP).

(5). Tata cara pemberian fasilitas fiskal

dan kemudahan lainnya

sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), (3) dan (4) ditetapkan lebih lanjut denqan Peraturan Pemerintah

Pasal 14

(1) Modal yang ditanam dalam

usaha-usaha rehabilitasi, pembaharuan,

perluasan dan pembangunan baru

dibidang-bidang pertanian,

perkebunan, kehutanan, perikanan,

peternakan, pertambangan,

perindustrian, pengangkutan,

perumahan rakyat, kepariwisataan,

prasarana dan usaha-usaha

produktip lainya menurut ketentuan Pemerintah. oleh Instansi Pajak tidak

diusut asal-usulnya dan tidak

dikenakan oalak.

KETERANGAN

Ket: sesuai dengan UU no 6

tahun 1968 tentang PMDN

Gab VI. Pembebasan dan

Keringanan

Perpajakan.PasaI9.

(2) Kelonggaran tersebut pada ayat 1 pasal ini (2)

berlaku untuk jangka waktu lima tahun dari berlakunya Undang-undang

Kelonggaran tersebut pada ayat 1 pasal ini berlaku untuk jangka waktu lima tahun dari berlakunya Undang-undanq

85. (2) Pemerintah dapat memberikan kemudahan dalam Hapus

pelayanan perizinan sesuai dengan peraturan

perundang-undangan kepada perusahaan

Penanaman Modal antara lain:

F:\01\1RCV PE:-JA.'IAMAN MODAL2Jnovpour .Joe

15

ARSIP

DAN

(16)

NO. NASKAH RUU USULPERUBAHAN SETELAH PERUBAHAN KETERANGAN

86. a. hak atas tanah; Haous

87. b. fasilitas keimigrasian khususnya kepada Hapus

penanam modal asing yang telah

menanamkan modalnya sejumlah tertentu

dan telah berada di wilayah negara Republik Indonesia;

I 88. c. fasilitas oerizinan imoor barano: dan/atau Haous

89. d. fasilitas perizinan penggunaan tenaga kerja Hapus

asinq.

90. BAB IX Tetap

I

i

PENGESAHAN DAN PERIJINAN PERUSAHAAN

91. Pasal13 Dihapus karena substansinya sudah ada di

(1) Penanam modal yang bermaksud melakukan pasal5

Penanaman Modal di Indonesia harus sesuai

dengan Pasal 5 Undang-Undang ini.

92. (2) Pengesahan pend irian badan usaha Penanam Dihapus karena substansinya sudah ada di

Modal Dalam Negeri yang berbentuk badan pasal5

hukum, tidak berbadan hukum atau usaha

perseorangan dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

93. (3) Pengesahan pendirian badan usaha Penanam Dihapus karena substansinya sudah ada di

I

Modal Asing yang berbentuk perseroan terbatas, pasal5

dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

94. (4) Perusahaan Penanaman Modal yang akan Menjadi pasal 15 ayat (1) Pasal15

melakukan kegiatan usaha wajib memperoleh izin (1). Perusahaan Penanaman Modal yang

dari instansi yang berwenang. akan melakukan kegiatan usaha

wajib memperoleh izin dari instansi yang berwenang.

95. (5) Izin sebagaimana di maksud pada ayat (4) dapat Menjadi ayat 2 & Sebaiknya ditambahkan kata (2). Izin sebagaimana di maksud pada

diperoleh melalui pelayanan terpadu. "sistern" ayat (1) diperoleh melalui sistem

pelayanan terpadu.

96 Ditambahkan ayat baru yang berbunyi

sebaqal berikut: (3). Izin sebaqaimana dimaksud dalam

F:\Dl~1RUU PENANAMAN MOD ....LDnovpo~i.doc

16

ARSIP

DAN

(17)

NO.

97

NASKAH RUU USULPERUBAHAN

3. lzin sebagaimana dimaksud dalam Pasal (2) dalarn waktu selambat-Iambatnya 30 hari

keqa sejak permohonan yang telah lengkap

dan benar diterima. (dan menjadi avat 3)

SETELAH PERUBAHAN

Pasal (2) diperoleh dalam

selambat-Iambatnya 30 hari

sejak permohonan yang

lengkap dan benar diterima.

waktu kerja telah KETERANGAN 98. 99 100. Pasal 14

(1) Pelayanan terpadu bertujuan untuk membantu

memperoleh fasilitas fiskal dan kemudahan

pelayanan serta informasi mengenai Penanaman Modal.

(2) Pelayanan terpadudilakukan oleh

lembagaJinstansi yang berwenang di bidang

Penanaman Modal dan mendapat

pendelegasian/pelimpahan kewenangan dari

lembagaJinstansi yang memiliki kewenangan

perijinan di tingkat pusat atau lembagaJinstansi

yang berwenang mengeluarkan perizinan di

kabupaten/kota atau provinsi.

4. Apabila dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal izin dikeluarkan tidak ada realisasi proyek dalam bentuk kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini, maka izin tersebut akan batal dengan sendirinya. (Dan menjadi ayat 4)

Menjadi pasal 16

Redaksi diganti menjadi sebagai berikut:

(2) Pelayanan terpadu dilakukan oleh

lembagaJinstansi yang berwenang di bidang Penanaman Modal di pusat, provinsi, atau

kabupaten/kota dan mendapat

pendelegasian/pelimpahan kewenangan dari lembagaJinstansi yang memiliki kewenangan

perijinan di tingkat pusat atau

lembagaJinstansi yang berwenang

mengeluarkan perizinan di kabupaten/kota

atau provinsi.

Ditambahkan satu ayat baru sebagai berikut:

(3). Pelayanan terpadu dilakukan oleh

lembagaJinstansi yang berwenang di bidang

Penanaman Modal di pusat untuk

penanaman modal asing dan atau

penanaman modal dalam negeri denqan nilai

(4). Apabila dalam jangka waktu 3 (tiga)

tahun terhitung sejak tanggal izin

dikeluarkan tidak ada realisasi proyek

dalam bentuk kegiatan ayat

sebagaimana dimaksud dalam Pasal

ini, maka izin ersebut akan batal

dengan sendirinya. Pasal16

.(1). Pelayanan terpadu bertujuan untuk membantu memperoleh fasilitas fiskal

dan kemudahan pelayanan serta

informasi mengenai Penanaman

Modal.

(2). Pelayanan terpadu dilakukan oleh lembagaJinstansi yang berwenang di bidang Penanaman Modal di pusat, provinsi, atau kabupaten/kota dan mendapat pendelegasian/pelimpahan

kewenangan dari lembagaJinstansi

yang memiliki kewenangan perijinan di tingkat pusat atau lembagalinstansi

yang berwenang mengeluarkan

perizinan di kabupaten/kota atau

provinsi.

(3). Pelayanan terpadu dilakukan oleh lembaga/instansi yang berwenang di

bidang Penanaman Modal di pusat

untuk penanaman modal asing dan atau penanaman modal dalam negeri dengan nilai investasi di atas Rp. 100

Milyar dan atau Lokasi penanaman

F:\ DIM RUU PENA.'1AMAN MODAL!3novpolest .doc

17

ARSIP

DAN

(18)

NO. 101 102 103 NASKAH RUU

(3)

(4)

(5) Tatacara Pelayanan Terpadu diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

USULPERUBAHAN

investasi di atas Rp. 100 Milyar dan atau

Lokasi penanaman modal terletak di 2 (dua)

propinsi atau lebih. (Meniadi avat 3)

(4).Pelayanan terpadu dilakukan oleh

lembagaJinstansi yang berwenang di bidang

Penanaman Modal di daerah provinsi untuk

penanaman modal dalam negeri dengan nilai investasi antara Rp. 50 M-100 Mdan atau Lokasi penanaman modal dalam negeri yang

terletak di2(dua) kabupaten/kota atau lebih.

(menjadi ayat 4)

(5).Pelayanan terpadu dilakukan oleh

lembagaJinstansi yang berwenang di bidang Penanaman Modal di daerah kabupaten/kota

untuk penanaman modal dalam negeri

dengan nilai investasi di bawah Rp. 50 M dan

atau Lokasi penanaman modal dalam negeri

yang terletak di kabupaten/kota setempat (Meniadi avat 5)

Berdasarkan UU No. 10 Tahun 2004 Tentang

Pembentukan Peraturan

Perundang-Undangan peraturan pelaksana dari UU

adalah Peraturan Pemerintah atau Materi

muatan Peraturan Pemerintah berisi materi

untuk menjalankan Undang-Undang

sebagaimana mestinya. (Dan meniadi pain 6)

SETELAH PERUBAHAN

modal terletak di 2 (dua) propinsi atau lebih.

(4). Pelayanan terpadu dilakukan oleh lembagaJinstansi yang berwenang di

bidang Penanaman Modal dsdaerah

provinsi untuk penanaman modal

dalam negeri dengan nilai investasi antara Rp. 50 Milyar -100ilyar M dan

atau Lokasi penanaman modal

dalam negeri yang terletak di2 (dua)

kabupaten/kota atau lebih.

(5). Pelayanan terpadu dilakukan oleh

lembagaJinstansi yang berwenang di bidang Penanaman Modal di daerah

kabupaten/kota untuk penanaman

modal dalam negeri dengan nilai

investasi di bawah Rp. 50 M dan atau

Lokasi penanaman modal dalam

negeri yang terletak di

kabupaten/kota setempat

(6).Tatacara Pelayanan Terpadu diatur

lebih lanjut dengan Peraturan

Pemerintah.

KETERANGAN

104 BAS X

KOORDINASI DAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN Tetap PENANAMAN MODAL

105

Pasal 15

(1) Pemerintah mengkoordinasikan kebijakan

Penanaman Modal baik koordinasi antar instansi oemerintah, antar instansi oemerintah dencan

F:\DlM RUU PE:-;..."AMAN MODAL 23nov poui.dec

Menjadi pasal

17

Pasal17

(1). Pemerintah mengkoordinasikan

kebijakan Penanaman Modal baik

koordinasi antar instansi pemerintah,

antar instansi pemerintah dengan

Bank Indonesia, rnauoun koordinasi

18

ARSIP

DAN

(19)

~--

-~---:,---NO. NASKAH RUU USULPERUBAHAN SETELAHPERUBAHAN KETERANGAN

Bank Indonesia, maupun koordinasi antar antar instansi pemerintah dengan instansi pemerintah dengan pemerintah daerah pemerintah daerah serta koordinasi serta koordinasi antar pemerintah daerah. antar pemerintah daerah.

106 (2) Koordinasi kebijakan Penanaman Modal Redaksi dirubah menjadi : (2). Koordinasi kebijakan Penanaman sebagaimana dimaksud pad a ayat (1) dilakukan 2. Koordinasi kebijakan Penanaman Modal Modal Langsung sebagaimana oleh Menteri yang mengkoordinasikan bidang Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat dimaksud pada ayat (1) dilakukan perekonomian. (1) dilakukan oleh Menteri Koordinator oleh Menteri Koordinator

Perekonomian .• Perekonomian.

I

I

107 Oitambah satu ayat baru :

(3). Pelaksana kebijakan &implementasi Pelaksana kebijakan & implementasi penanaman modal sebagaimana penanaman modal sebagaimana dimaksud dimaksud pada ayat 1 dilaksanakan pada ayat 1 dilaksanakan oleh Kementerian oleh Kementerian bidang Penanaman bidang Penanaman modal. modal.

108. Pasal16 Pasal18

(1) Lembaga pemerintah non departemen di bidang Menjadi pasal 18 (1) Lembaga pemerintah di bidang Penanaman Modal yang dibentuk berdasarkan Penanaman Modal yang dibentuk peraturan perundang-undangan yang bertaku berdasarkan peraturan

perundang-melaksanakan ketentuan undang-undang ini undangan yang berlaku

sesuai dengan tugas dan fungsinya. melaksanakan ketentuan

undang-undang ini sesuai dengan tugas dan funqsinya.

109. (2) Tugas dan fungsi lembaga sebagaimana Tetap I

dimaksud pada ayat (1) adalah:

I

110. a. mengkaji dan mengusulkan kebijakan Tetap

Penanaman Modal: I

111. b. menyusun norma, standard dan prosedur Tetap

I

keciatan Penanaman Modal;

112.

c.

memberdayakan investasi di daerah, melalui Kata ''''Investasi'' dig anti "penanaman c. memberdayakan penanaman modal di L.-/ badan usaha swasta, BUMN maupun SUMO modal"&disisipkan kata "koperasi" daerah, melalui badan usaha swasta,

untuk mengembangkan peluang potensi koperasi, BUMN maupun BUMO

Penanaman Modal; untuk mengembangkan peluang

potensi Penanaman Modal

113. d. rnenvusun peta investasi Indonesia;

I

Kata ""Investasi" diganti "penanaman d. menyusun peta penanaman modal

F:\DIM RlJU PE:'<ANAMAN MODAL 23novpolui.doc

19

ARSIP

DAN

(20)

NO. NASKAH RUU USUL PERU BAHAN SETELAH PERUBAHAN KETERANGAN

modal" Indonesia;

114. e. mempromosikan Penanaman Modal , Tetap

mencakup tetapi tidak terbatas pada potensi

peluang Penanaman Modal di Indonesia

dengan pemerintah daerah, instansiJlembaga

baik swasta maupun pemerintah serta

BUMD dan BUMN di dalam negeri maupun ke luar neceri:

115. f. mengembangkan sektor usaha Penanaman Kata ""Investasi" dig anti "penanaman f. mengembangkan sektor usaha ,

Modal melalui pembinaan investasi antara modal" Penanaman Modal melalui

lain di bidang kemitraan, peningkatan daya pembinaan penanaman modal antara

saing, menciptakan persaingan usaha yang lain di bidang kemitraan,

sehat, dan memberikan informasi yang peningkatan daya saing, menciptakan

seluas-Iuasnya dalam lingkup persaingan usaha yang sehat, dan

penyelenggaraan Penanaman Modal; memberikan informasi yang

seluas-luasnya dalam Iingkup

penyelenggaraan Penanaman Modal

,

116. g. membantu penyelesaian atas hambatan- Tetap

I

hambatan yang dihadapi dunia usaha dalam

menialankan keqiatan Penanaman Modal:

I

117. I

h. memfasilitasi dan mengkoordinasikan Tetap I

penanam modal dalam negeri yang

menjalankan kegiatan Penanaman Modal nya di luar wilavah Indonesia.

118. i. memberikan fasilitasi pelaksanaan Tetap

I

Penanaman Modal;

119 Ditambah poin baru : j. melaksanakan tugas pelayanan

terpadu di tingkat pusat sebagaimana

melaksanakan tugas pelayanan terpadu di dimaksud dalam pasal 14 ayat 1.

tingkat pusat sebagaimana dimaksud dalam oasal14 avat 1.

120. Pasal17 Menjadi pasal 19 Pasal19

(1) Badan Usaha dan Usaha Perorangan Redaksional disederhanakan menjadi : (1) penanam modal sebagaimana

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 wajib (1) penanam modal sebagaimana dimaksud dimaksud dalam pasal

5

wajib

menyampaikan laporan tentang kegiatan dalam pasal 5 wajib menyampaikan laporan menyampaikan laporan tentang

Penanaman Modal nya kepada instansi/lembaga tentang kegiatan Penanaman Modal nya kegiatan Penanaman Modal nya

I

yang bertanggung jawab atas kegiatan kepada Kementerian bidang Penanaman kepada Kementerian bidang

I

Penanaman Modal. Modal Penanaman Modal

I

121. (2) Ketentuan lebih lanjut rnencenai laooran Redaksional disesuaikan dencan oerubahan (2) Ketentuan lebih laniut menqenai

20

ARSIP

DAN

(21)

NO. NASKAH RUU USULPERUBAHAN SETELAH PERU BAHAN KETERANGAN

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan pasal 19 ayat 1, menjadi : laporan sebagaimana dimaksud pada

laporan perubahan data informasi Penanaman Ketentuan lebih lanjut mengenai laporan ayat (1) dan laporan perubahan data

Modal diatur oleh Menteri sebagaimana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan informasi Penanaman Modal diatur

dimaksud dalam Pasal 15. laporan perubahan data informasi Penanaman oleh Kementerian bidang Penanaman

Modal diatur oleh Kementerian bidang Modal.

Penanaman Modal.

122. Pasal18 Menjadi pasal 20 & kata "administratif" Pasal20

(1) Badan usaha .atau usaha perorangan dihapus serta penyederhanaan redaksi

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 yang tidak (1) Badan usaha atau usaha perorangan

memenuhi kewajiban sebagaimana ditentukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal

dalam Pasal 17 ayat (1). dapat dikenakan sanksi 5 yang tidak memenuhi kewajiban

administratif berupa: sebagaimana ditentukan dalam Pasal

17 ayat (1), dapat dikenakan sanksi berupa:

(1) penanam modal sebagaimana

dimaksud dalam pasal 5 yang tidak

memenuhi kewajiban sebagaimana

ditentukan dalam Pasal 19 ayat (1), dapat dikenakan sanksi administratif berupa:

123.

I

a. Peringatan tertulis; Tetap

I

I

I

I

124. b. Pembatasan kegiatan usaha; Tetap

I

-125.

c.

Pembekuan kegiatan usaha danJatau fasilitas Ditambahi jangka waktu pembekuan

c.

Pembekuan kegiatan usaha dan/atau

Penanaman Modal; atau fasilitas Penanaman Modal untuk

jangka waktu yang tidak lebih dart 12 (dua bel as) bulan; atau

126. d. Pencabutan kegiatan usaha danJatau fasilitas perubahan redaksi d. Pencabutan izin untuk melakukan

Penanaman Modal. Penanaman Modal.

127. (2) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada Tetap

ayat (1) dilakukan oleh instansi/lembaga yang berwenang sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

128 BAB XI

KAWASAN INDUSTRI & KAWASAN EKONOMIKHUSUS

F:\ DIM RUU PENA.'1AMAN MODAL2.Jnovpo"i.doc

21

ARSIP

DAN

(22)

NO.

129

NASKAH RUU USUL PERUBAHAN SETELAH PERUBAHAN

Pasal21

(1) Pemerintah dapat menentukan

wilayah tertentu sebagai kawasan

ekonomi khusus.

(2) Operasionalisasi kawasan ekonomi

khusus dapat dilakukan oleh

pemerintah baik sendiri maupun

bersama pemerintah daerah yang

menguasai wilayah tersebut dan atau

bersama pengusaha dalam negeri

atau asing dan atau dengan negara

asing dengan syarat-syarat yang

akan ditentukan secara khusus.

(3) Dalam kawasan ekonomi khusus

dapat diberlakukan

ketentuan-ketentuan khusus yang meruapakan pengecualian dari berbagai undang-undang dan peraturan perundang-undangan lainnya, antara lain termasuk tetapi

tidak terbatas kepada

ketentuan-ketentuan yang menyangkut masalah

perburuhan, pertanahan,

keimigrasian, transportasi, kelistrikan, pelabuhan, komunikasi dan perijinan

(4) Penetapan bagian dari wi/ayah

Republik Indonesia sebagai kawasan

ekonomi khusus dilakukan dengan

Undang-Undang.

(5) Pemerintah daerah yang semula

berwenang atas wilayah yang

ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus tidak lagi berwenang untuk

mengatur dan mengawasi wilayah

yang telah ditetapkan menjadi

kawasan ekonomi khusus itu.

KETERANGAN

F:\ DIM RUU PENA.\IAMAN~tOD""L23novpols, .doc

22

ARSIP

DAN

(23)

NO. 129. 130. 131. NASKAH RUU BAB XII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19

Perjanjian internasional baik bilateral, regional,

maupun multilateral dalam bidang Penanaman Modal

yang telah disetujui oleh Pemerintah Indonesia

sebelum undang-undang ini berlaku, tetap berlaku

sampai dengan berakhirnya perjanjian-perjanjian

tersebut.

Pasal 20

Rancangan perjanjian internasional baik bilateral,

regional, maupun multilateral dalam bidang

Penanaman Modal yang belurn disetujui oleh

Pemerintah Indonesia pada saat undanq-undanq ini

USUL PERUBAHAN

I

tetap

Menjadi Pasal 22 & Ditambah satu ayat baru: "Selarnbat-Iambatnya dalam waktu 6 (enam) bulan setelah berlakunya undang-undang ini,

seluruh bentuk pelaksanaan dari

undang-undang ini sudah harus diterbitkan."

Menjadi pasal 23

SETELAH PERUBAHAN

(6) Pemerintah dapat memberikan

bagian dari penerimaannya yang

diperoleh dari penanam modal yang melakukan kegiatannya di kawasan

ekonomi khusus tersebut kepada

pemerintah daerah yang semula

menguasai wilayah yang telah

menjadi kawasan ekonomi khusus

tersebut menyimpang dari peraturan

perundang-undangan mengenai

pembagian penerimaan pemerintah

pusat dan daerah.

(7) Pembagian penerimaan antara

pemerintah pusat dan pemerintah

daeah berkenaan dengan ayat 5

(lima) diatur dengan Peraturan

Pemerintah.

Pasal22

(1) Perjanjian internasional baik bilateral, regional, maupun multilateral dalam bidang Penanaman Modal yang telah disetujui oleh Pemerintah Indonesia sebelum undang-undang in; berlaku,

tetap berJaku sampai dengan

berakhirnya pe~anjian-pe~anjian

tersebut.

(2) Selambat-Iambatnya dalam waktu 6 (enam) bulan setelah berlakunya undang-undang ini, seluruh bentuk peraturan pelaksanaan dari undanq-undanq ini sudah harus diterbitkan.

pasal23

Rancangan perjanjian internasional baik

bilateral, regional, maupun multilateral

dalam bidang Penanaman Modal yang

belum disetujui oleh Pemerintah

KETERANGAN

Eksistensi pasal ini harap

memperhatikan

Undang-Undang Republik Indonesia

Nomor 24 Tahun 2000

Tentanq

F:\ DIM Rl:U PENA.'IAMA.'lMODAL 2Jnovpolsi.doc

23

ARSIP

DAN

(24)

NO.

132.

133.

NASKAH RUU

berlaku wajib disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang ini.

Pasal 21

(1) Pada saat undang-undang ini berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing

sebagaimana telah diubah dengan

Undang-Undang No. 11 Tahun 1970 dan Undang-Undang-Undang-Undang No. 6 Tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 12 Tahun 1970, dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diatur dengan peraturan pelaksanaan yang baru berdasarkan Undang-Undang ini.

(2) Persetujuan Penanaman Modal dan izin-izin

pelaksanaan yang telah diberikan oleh

Pemerintah berdasarkan Undang-Undang No. 1

Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing

sebagaimana telah diubah dengan

Undang-Undang No. 11 Tahun 1970 dan Undang-Undang-Undang-Undang No.6 Tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 12 Tahun 1970, dinyatakan tetap berlaku sampai masa berlakunya izin-izin tersebut berakhir.

USULPERUBAHAN

Menjadi pasal 24&

Disisipkan kalimat:

"sarnpai selambat-Iambatnya 6 (enam) bulan setelah berlakunya undang-undang ini"

Tetap

SETELAH PERUBAHAN

Indonesia pada saat undang-undang ini

bertaku wajib disesuaikan dengan

ketentuan Undang-Undang ini. Pasal24

Pada saat undang-undang ini berlaku,

selambat-Iambatnya 6 (enam) bulan

setelah berlakunya undang-undang ini,

semua peraturan perundang-undangan

yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang No. 1 Tahun 1967

tentang Penanaman Modal Asing

sebagaimana telah diubah dengan

Undang-Undang No. 11 Tahun 1970 dan

Undang-Undang No. 6 Tahun 1968

tentang Penanaman Modal Dalam Negeri

sebagaimana telah diubah dengan

Undang-Undang No. 12 Tahun 1970 dan peraturan perundangan lainnya yang

terkait dengan kegiatan penanaman

modal dan bertentangan dengan

undang-undang ini dinyatakan tidak

berlaku.

KETERANGAN Perjanjian Internasional

134. (3) Permohonan Penanaman Modal dan Tetap

permohonan lainnya yang berkaitan dengan

Penanaman Modal yang telah disampaikan

kepada instansi yang berwenang, dan pada

tanggal disahkannya Undang-Undang ini belum

rnemoeroleh oersetuiuan Pemerintah, waiib

F:\ DIM RUU PENANAMA.'1~IODAL2Jnovpolsi.dcc

24

ARSIP

DAN

(25)

NO. NASKAH RUU

disesuaikan dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini.

USULPERUBAHAN SETELAHPERUBAHAN KETERANGAN

135. (4) Bagi perusahaan Penanaman Modal yang telah Tetap

diberikan Izin Usaha oleh pemerintah

berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 1970, dan Undang-Undang NO.6 Tahun

1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri

sebagaimana telah diubah dengan

Undang-Undang No. 12 Tahun 1970, dan apabila izin usaha tetapnya telah berakhir dapat diperpanjang berdasarkan Undang-Undang ini.

136. 137. 138.

BAB XII tetap

KETENTUANPENUTUP

Pasal 22 Menjadi pasaJ 25

Denqan berlakunya Undanq-Undanq ini:

a. Undang-undang No. 1 Tahun 1967 tentang Tetap

Penanaman Modal (Lembaran Negara Tahun

1967 No.1, Tambahan Lembaran Negara Nomor

2818) sebagaimana telah diu bah dengan

Undang-Undang No. 11 Tahun 1970 (Lembaran

Negara Tahun 1970 No. 46, Tambahan

Lembaran Negara No.2943), dicabut dan

dinyatakan tidak berlaku.

Pasal25

Dencan berlakunva Undanq-Undanq ini:

139. b. Undang-Undang No. 6 Tahun 1968 tentang

Penanaman Modal Dalam Negeri (Lembaran

Negara Tahun 1968 Nomor 33, Tambahan

Lembaran Negara Nomor 2853) sebagaimana

telah diubah dengan Undang-Undang No. 12 Tahun 1970 (Lembaran Negara Tahun 1970 No.

47, Tambahan Lembaran Negara No.2944),

dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

ditambahkan satu ayat lagi C yang berbunyi:

Semua ketentuan peraturan

perundang-undangan yang berkaitan secara langsung

dengan Penanaman Modal Langsung wajib

mendasarkan dan menyesuaikan

pengaturannya pada Undang-Undang ini

termasuk tapi tidak terbatas pada produk

hukum yang dikeluarkan oleh Pemerintah

Daerah

C. Semua ketentuan peraturan

perundang-undangan yang

berkaitan secara langsung dengan

Penanaman Modal Langsung

wajib mendasarkan dan

menyesuaikan pengaturannya

pada Undang-Undang ini termasuk

tapi tidak terbatas pada produk

hukum yang dikeluarkan oleh

Pemerintah Daerah.

F:\DIM RUU rEN ...'J.-\~IAN ~JODAL2JnovpaM'.doc

25

ARSIP

DAN

(26)

NO. NASKAH RUU USULPERUBAHAN SETELAH PERUBAHAN KETERANGAN

140. Pasal 23 Menjadi pasal 26 Pasal26

Undang-Undang ini mulai bertaku pada tanggal Undang-Undang ini mulai berlaku pada

diundangkan. tanggal diundangkan.

141. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan Tetap

pengundangan Undang-undang ini dengan

penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

142. Disahkan di Jakarta Tetap

Pada Tanggal

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

143. Diundangkan di Jakarta Tetap

pada tanggal

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBlIK INDONESIA, j

I

I

I

HAMID AWALUDIN ! !

144. LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Tetap

i

TAHUN 2006 NOMOR. ...

i

F:\DIM RUU rENANAMA:-I MODAL 23novpol.si.doc

26

ARSIP

DAN

Referensi

Dokumen terkait

Di samping menegenai insentif bagi para penanam modal asing, Undang- Undang No. 1 Tahun 1967 Tentang Penanaman Modal Asing menyebutkan bahwa kegiatan penanaman modal

1 Tahun 1967 ditegaskan bahwa Pengertian penanaman modal asing di dalam Undang-undang ini hanyalah meliputi penanaman modal asing secara langsung yang

(3) Izin Perluasan bagi Perusahaan Kawasan Industri yang penanaman modalnya dilakukan dalam rangka Undang-undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing

(3) Izin Perluasan bagi Perusahaan Kawasan Industri yang penanaman modalnya dilakukan dalam rangka Undang-undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing

Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana perlakuan terhadap penanam modal (investor) berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 Tentang Penanaman Modal

1) Pasal 27 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, menggunakan kata-kata wajib memberikan kesempatan partisipasi bagi modal nasional

Schering-Plough Indonesia Tbk (&#34;Perusahaan&#34;) didirikan berdasarkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1 tahun 1967 yang telah diubah dengan Undang-Undang No. Akta

1 Tahun 1967 Tentang Penanaman Modal Asing Pasal 1 Pengertian penanaman modal asing di dalam Undang- undang ini hanyalah meliputi penanaman modal asing secara langsung yang dilakukan