REPUBLIK INDONESIA
PERAN KKP DALAM
RENCANA KERJA PEMERINTAH 2017
Plt. Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam
Disampaikan dalam Rapat Kerja Teknis Terpadu
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
Jakarta, 30 Mei 2016
REPUBLIK INDONESIA
2
OUTLINE
1. Pendahuluan
• Arahan Presiden Terkait Penyusunan RKP 2017
• Pendekatan Penyusunan Rancangan Awal RKP 2017
• Proses Penyusunan RKP 2017
2. Strategi dan Prioritas Nasional RKP 2017
3. Peran KKP dalam Prioritas Nasional
REPUBLIK INDONESIA
REPUBLIK INDONESIA
TEMA RKP 2017:
“Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi untuk
Meningkatkan Kesempatan Kerja serta Mengurangi
Kemiskinan dan Kesenjangan Antarwilayah”
Setiap Menteri dan Kepala Lembaga wajib mengendalikan
anggaran di setiap K/L yang dipimpinnya. Tidak boleh masalah
anggaran hanya diserahkan kepada Biro Perencanaan
Anggaran negara harus berorientasi manfaat untuk rakyat dan
berorientasi pada prioritas untuk mencapai tujuan pembangunan
nasional
Kebijakan anggaran belanja yang dilakukan tidak berdasarkan
money follow function, tetapi money follow program. Tidak perlu
semua tugas dan fungsi (tusi) harus dibiayai secara merata
Memangkas program yang nomenklatur yang tidak jelas dan
manfaatnya kurang langsung tertuju pada rakyat. Semua
nomenklatur proyek harus jelas, misalnya membeli jaring,
membeli benih, dan seterusnya
ARAHAN PRESIDEN TERKAIT PENYUSUNAN RKP 2017
4
Peraturan Presiden RI No.
45/2016 tentang Rencana
Kerja Pemerintah (RKP)
Tahun 2017
REPUBLIK INDONESIA
PENDEKATAN PENYUSUNAN RKP 2017
Pendekatan Money Follow “Program Prioritas” Pendekatan Holistik-Tematik, Terintegrasi & Spasial
VISI
DOMAIN POLITIK (GIVEN)
MISI NAWACITA 3 Dimensi Pembangunan + Kondisi Perlu 23 Prioritas Nasional 88 Program Prioritas 1171 Kegiatan Prioritas DOMAIN PERENCANAAN Pendekatan Holistik-Tematik,
Terintegrasi & Spasial
Program dan Kegiatan KL Dan Urusan Pemerintah SKPD Multilateral Meeting Multilateral Meeting Musrenbang Nasional Trilateral Meeting PENYEDERHANAAN NOMENKLATUR DOMAIN PELAKSANAAN
Money Follow Programme
PROSES PENYUSUNAN RKP 2017
Draft AWAL RKP +
Multilateral I dan II
MUSRENBANGNAS
PERTEMUAN
TRILATERAL
MULTILATERAL I:
a. Subtansi Prioritas Nasional, kegiatan prioritas dan K/L penanggungjawab b. Target nasional tahun 2017.
MULTILATERAL II:
a. Subtansi Prioritas Nasional, kegiatan prioritas dan K/L penanggungjawab (termasuk masukan KSP)
b. Target nasional tahun 2017
c. Penyusunan urutan/ranking kegiatan Prioritas Nasional.
a. Penyelarasan target nasional ke target pelaksanaan di Provinsi dan Kab/Kota.
b. Perincian lokasi dan
memastikan lokus kegiatan
prioritas di Provinsi dan Kab/Kota. c. Keterpaduan kegiatan prioritas
nasional di Provinsi dan Kab/Kota dengan kegiatan daerah
a. Kegiatan prioritas dan indikator yang mendukung PN
b. Kebutuhan anggaran untuk
melaksanakan Prioritas Nasional (setelah ditentukan money follow program).
c. Konfirmasi target sesuai pagu K/L yang ditetapkan setelah money follow
program.
d. Kerangka kelembagaan dan regulasi
PERPRES
RKP
REPUBLIK INDONESIA
REPUBLIK INDONESIA
8
2. STRATEGI PEMBANGUNAN NASIONAL DAN TEMA RKP 2017
Norma Pokok Pembangunan Kabinet Kerja :
a. Pembangunan bersifat holistik komprehensif memperhatikan dimensi terkait
b. Pembangunan untuk manusia dan masyarakat harus memberdayakan masyarakat untuk menjadi mandiri dan tidak menyebabkan justru menjadi masyarakat yang lemah (entitled society)
c. Pembangunan tidak menciptakan ketimpangan yang semakin lebar
d. Pembangunan tidak boleh merusak, menurunkan daya dukung lingkungan dan ekosistem
e. Pembangunan harus mendorong tumbuh berkembangnya swasta dan tidak justru mematikan usaha yang sudah berjalan
3 DIMENSI PEMBANGUNAN
Revolusi Mental
Pelayanan Pendidikan
Pelayanan Kesehatan
Perumahan dan Permukiman
Kedaulatan Pangan Kedaulatan Energi
Percepatan Pertumbuhan Industri dan Kawasan Ekonomi (KEK)
DIMENSI PEMBANGUNAN MANUSIA DIMENSI PEMBANGUNAN SEKTOR UNGGULAN DIMENSI PEMERATAAN WILAYAH DAN KEWILAYAHAN
QUICK WINS DAN PROGRAM LANJUTAN LAINNYA
Kepastian dan Penegakan Hukum Keamanan dan Ketertiban Konsolidasi Demokrasi Reformasi Birokrasi Reformasi Regulasi
RKP 2015*) MELANJUTKAN REFORMASI BAGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN EKONOMI YANG BERKEADILAN RKP 2016 MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR UNTUK MEMPERKUAT FONDASI PEMBANGUNAN YANG BERKUALITAS
RKP 2017
MEMACU PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAN EKONOMI UNTUK
MENINGKATKAN KESEMPATAN KERJA SERTA MENGURANGI KEMISKINAN DAN
KESENJANGAN ANTARWILAYAH
RKP 2018
Ditentukan dalam proses penyusunan RKP 2018
RKP 2019
Ditentukan dalam proses penyusunan RKP 2019 Kemaritiman dan Kelautan Pembangunan Pariwisata Antar Kelompok
Pendapatan Desa dan Kawasan Perdesaan Daerah Tertinggal dan
Daerah Perbatasan Perkotaan Reforma Agraria Konektivitas Nasional Peningkatan
FAKTOR PENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI
REFORMASI FISKAL PENINGKATAN EXPORT NON MIGAS PENINGKATAN IKLIM INVESTASI DAN IKLIM USAHA
REPUBLIK
INDONESIA
PRIORITAS NASIONAL RKP 2017
Prioritas Nasional
1. Revolusi Mental 2. Kesehatan 3. Pendidikan
4. Perumahan dan Permukiman 5. Kedaulatan Pangan
6. Maritim dan Kelautan 7. Kedaulatan Energi
8. Pembangunan Pariwisata
9. Percepatan Pertumbuhan Industri dan Kawasan Ekonomi (KEK) 10. Antar Kelompok Pendapatan
11. Reforma Agraria 12. Daerah Perbatasan 13. Daerah Tertinggal
14. Desa dan Kawasan Pedesaan 15. Perkotaan
16. Konektivitas
17. Reformasi Regulasi, Kepastian Dan Penegakan Hukum 18. Stabilitas Keamanan Dan Ketertiban
19. Konsolidasi Demokrasi Dan Efektivitas Diplomasi 20. Reformasi Birokrasi
21. Perbaikan Iklim Investasi Dan Iklim Usaha 22. Peningkatan Ekspor Nonmigas
REPUBLIK INDONESIA
3. Peran KKP dalam Prioritas Nasional
REPUBLIK INDONESIA
KKP DALAM PRIORITAS NASIONAL
Kedaulatan Pangan
• produksi ikan dan konsumsi ikan masyarakat
Kedaulatan Energi
• konversi BBM ke BBG Kemaritiman dan Kelautan
Daerah Perbatasan
• penamaan pulau-pulau kecil
Daerah Tertinggal
• pengelolaan pulau-pulau kecil
Pelayanan Kesehatan
• konsumsi ikan masyarakat
Pelayanan Pendidikan
• pendidikan vokasi
Antarkelompok Pendapatan
• pelatihan masyarakat, pengelolaan kenelayanan
Desa dan Kawasan Pedesaan
• minapolitan budidaya,
pengembangan sentra/kampung nelayan
Stabilitas Keamanan dan Ketertiban
• penanganan IUU Fishing (kapal pengawas)
Konsolidasi Demokrasi dan Efektivitas Diplomasi
• hari operasional kapal pengawas
Percepatan Pertumbuhan Industri dan Kawasan Ekonomi (KEK)
• masterplan
Pembangunan Pariwisata
• wisata bahari
Peningkatan Iklim Investasi dan Iklim Usaha
• unit usaha KP yang melakukan investasi
Peningkatan Ekspor Non Migas
• ekspor kelautan dan perikanan non pangan
1
2
3
4
7
5
6
9
10
8
14
13
12
11
15
REPUBLIK INDONESIA
12 Arah kebijakan
1. Konektivitas (tol) laut dan industri maritim, 2. Peningkatan industri perikanan dan hasil laut,
3. Penataan Ruang Laut, konservasi dan rehabilitasi pesisir dan laut, serta wisata bahari,
4. Peningkatan kesejahteraan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam,
5. Penanggulangan dan penyelesaian Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing dan
keamanan laut,
6. Penetapan batas laut, penamaan pulau, dan pengelolaan pulau-pulau kecil.
PEMBANGUNAN KEMARITIMAN DAN KELAUTAN
Sasaran dan Arah Kebijakan – RKP 2017
Sasaran 2014 (Baseline)
2015 2016 2017 2019
Memperkuat Jatidiri sebagai Negara Maritim - Penyelesaian pencatatan/deposit pulau-pulau kecil ke PBB 13.466 750 500 Deposit Pulau selesai Selesai th 2017 - Penyelesaian batas maritim
antarnegara 1 negara (PNG) 6 perundingan 12 perundingan 12 perundingan Perundinga n 10 zona maritim Pemberantasan IUU Fishing
- Meningkatnya ketaatan pelaku perikanan
52% 66% 73% 76% 87% Membangun Konektivitas Nasional
- Pengembangan pelabuhan untuk menunjang tol laut
24 24 24 24 24 - Pengembangan pelabuhan penyeberangan 210 15 23 15 270 (kumulatif) - Pembangunan (penyelenggaraan) kapal perintis 50 unit 30 30 0* 104 (kumulatif) Pengembangan Ekonomi Maritim dan Kelautan
- Produksi hasil kelautan - juta ton
- Ikan (Tangkap dan Budidaya) - Rumput Laut - Garam 28,3 10,6 10,1 2,5 33,1 13,6 10,6 3,3 35,4 14,8 11,1 3,6 39,4 16,0 13,4 3,8 40-50 18,8 19,5 4,5 - Pengembangan pelabuhan perikanan
21 unit 22 unit 22 unit 22 unit 24 unit - Luas kawasan konservasi laut 15,7 juta ha 17,3 juta ha 17,8 juta ha 18,6 juta ha 20 juta ha
REPUBLIK INDONESIA
PEMBANGUNAN KEMARITIMAN DAN KELAUTAN
2017
Pembangunan
Kemaritiman
dan Kelautan
Konektivitas (tol) laut dan
industri maritim
Industri perikanan dan
hasil laut
Tata Ruang Laut, konservasi dan
rehabilitasi pesisir dan laut,
serta wisata bahari Penanggulangan
dan penyelesaian IUU Fishing dan
keamanan laut LEVEL 1 Penetapan batas laut, penamaan pulau, dan pengelolaan pulau-pulau kecil Kesejahteraan nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak garam
PRIORITAS
NASIONAL
PROGRAM
PRIORITAS
• Koordinasi Perencanaan : Kemen PPN/Bappenas • Koordinasi Pelaksanaan : Kemenlu, Kemen KP, BIG, LAPAN, Kemendagri, Kemen PU PR, Kemen ESDM, Kemensos, BNPP, Kemen Desa PDTT, BNPB, Pemda Kemen KP, POLRI, Kejaksaan, MA, LAPAN, Kemenhub, Bakamla, Bapeten, Pemda Kemenhub, Kemenperin, Kemen BUMN, BMKG, BNPB, Kemenkeu, BPPT, BIG, Kemen PU PR, Pemda, Kemendag
Kemen KP, Kemen ESDM, Kemendag,
Kemenperin, BATAN, LIPI, BPOM, Pemda
Kemen KP, Kemen PU PR, BIG, BNPB, Kemendagri, LAPAN, BPPT, Kemenhub, Kemen LHK, LIPI, Kemenpar, Pemda Kemen KP, Kemen KUKM,
Kemensos, Kemenhub, BMKG, Kemenristekdikti,
REPUBLIK INDONESIA
14
Program Proritas Industri Perikanan dan Hasil Laut
No.
Kegiatan Prioritas
1
Peningkatan Produksi Ikan, Garam
dan Rumput Laut
2
Pengadaan Sarpras Pendukung
Produksi KP
3
Pendidikan, Pelatihan, dan
Penyuluhan
4
Pengolahan Perikanan dan Sistem
Logistik Ikan
5
Penelitian, Pengembangan
Teknologi, dan Inovasi Iptek
6
Pengendalian Mutu dan
Keamanan Hasil Perikanan, serta
Karantina Ikan
REPUBLIK INDONESIA
Program Prioritas Tata Ruang, Konservasi dan Rehabilitasi Pesisir
dan Laut, serta Wisata Bahari
No.
Kegiatan Prioritas
1
Penataan Ruang Laut Pesisir, Darat
Terpadu dan Zonasi Pesisir
2
Konservasi Pesisir dan Laut
3
Rehabilitasi Kawasan Pesisir dan Laut
4
Pengendalian Pencemaran Pesisir
dan Laut
REPUBLIK INDONESIA
16
Program Proritas Kesejahteraan Nelayan, Pembudidaya
Ikan dan Petambak Garam
No.
Kegiatan Prioritas
1
Pembangunan dan Pengembangan
Infrastruktur Sentra Nalayan dan
Pelaku KP Lainnya
2
Peningkatan Keterampilan dan
Perlindungan Nelayan
3
Peningkatan Akses terhadap
Bantuan/Stimulan, Akses Modal dan
Bantuan
4
Sistem Informasi Kelautan dan
REPUBLIK INDONESIA
Program Proritas Penanggulangan IUU Fishing dan
Keamanan Laut
No.
Kegiatan Prioritas
1
Peningkatan Pengawasan Kelautan
dan Perikanan serta Keamanan Laut
2
Penguatan Lembaga, Aparatur
Pengawas dan Penegak Hukum, serta
Masyarakat
3
Penataan Wilayah Pengelolaan
Perikanan (Wpp), Perijinan Kapal
Perikanan, Peningkatan Ketaatan serta
Penanganan Pelanggaran
REPUBLIK INDONESIA
18
Program Proritas Penetapan Batas Laut, Penamaan
Pulau dan Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil
No.
Kegiatan Prioritas
1
Pemetaan dan Perundingan Batas Laut
2
Penamaan dan Pendaftaran Pulau
REPUBLIK INDONESIA
Contoh Beberapa Highlight Hasil Pembahasan Musrenbangnas 2016
KEMARITIMAN DAN KELAUTAN
Indikator Target Nasional RKP 2017
Jumlah kapal perikanan yang terbangun (unit) 2.500 unit kapal
Jumlah Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) 20 lokasi
Terbangunnya Fasilitas Pelabuhan Laut 24 pelabuhan
Jumlah kawasan pesisir yang direstorasi (kawasan) 10 kawasan pesisir
Jumlah keluarga miskin di wilayah pesisir yang 26.100 KK
Provinsi Kalimantan Utara • Pengembangan Sentra Kelautan dan
Perikanan Terpadu (SKPT) di Kab.Nunukan
• Pembangunan Prasarana Pengaman Pantai di Tanjung Aru, Pulau Sebatik, Kab. Nunukan; dan Pantai Amal Baru, Kota Tarakan
• Pengadaan kapal perikanan dan alat penangkapan ikan ukuran 3-30 GT
Provinsi Papua Barat • Pembangunan Fasilitas
Pelabuhan Laut Arar, Kab. Sorong, Kaimana, dan Laut Kokas, serta subsidi perintis 4 trayek di Manokwari dan 6 trayek di Sorong
• Pemberian bantuan usaha ekonomi produktif di Raja Ampat
• Pengadaan kapal perikanan dan alat penangkapan ikan ukuran 3-30 GT
Provinsi Sulawesi Utara • Pengembangan Sentra
Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Kec. Tahuna, Kab. Kepulauan Sangihe
• Pembangunan Prasarana Pengaman Pantai (Pantai Miangas, Pantai Marore, dan Pantai Inobonto)
• Pengadaan kapal perikanan dan alat penangkapan ikan ukuran 3-30 GT
Provinsi Aceh
• Pengadaan kapal perikanan dan alat penangkapan ikan ukuran 3-30 GT
Provinsi Jawa Timur
• Pembangunan ice flake machine skala besar di Trenggalek • Pengadaan kapal
perikanan dan alat penangkapan ikan ukuran 3-30 GT
Provinsi Maluku
• Pengembangan Kawasan Konservasi Aru Tenggara
• Lanjutan pembangunan pelabuhan Saumlaki, Kroing, Amahai, dan Marlasi, serta subsidi perintis 18 trayek
• Rehabilitasi hutan mangrove di 11 lokasi, rehabiitasi pesisir di Pulau Buru,
Provinsi Maluku Utara
• Pembangunan Kelembagaan Riset Kelautan di Morotai
• Pembangunan Prasarana Pengaman Pantai di Morotai Selatan Tahap I, Totodoku dan Momojiu, Pantai Moti Kota Ternate, dan Pantai Takofi
• Pengadaan kapal perikanan dan alat penangkapan ikan ukuran 3-30 GT
Provinsi Kepulauan Riau
• Lanjutan Pekerjaan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Subi dan Midai
• Pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Natuna • Pembangunan Prasarana
Pengaman Pantai di Pantai Nongsa, Pelampong, dan Karang Banteng • Pengadaan kapal
perikanan dan alat penangkapan ikan ukuran
REPUBLIK INDONESIA
PENUTUP
20
- Perlunya menjaga konsistensi perencanaan antara RKP, Renja, dan RKAKL;
- Perlunya menjaga target capaian sasaran secara optimal, melalui peran
yang sinergis dan integratif antar unit di lingkup KKP dalam mendukung
prioritas kemaritiman dan kelautan;
- Sinergi pemanfaatan alokasi anggaran secara efektif dan efisien, mengingat
keterbatasan sumber pembiayaan, dan diarahkan pada kegiatan yang
mempunyai multiflier effect yang tinggi;
- Perlu secara akurat mengkaji kesiapan pelaksanaan program dan kegiatan
prioritas seperti pengadaan kapal perikanan, kapal pengawas, kapal
REPUBLIK INDONESIA
REPUBLIK INDONESIA
KERANGKA EKONOMI MAKRO 2015-2019
*) Dengan perkembangan keadaan saat ini, target RPJMN 2015-2019 perlu dipertimbangkan kembali **) Target APBN 2016
***) Indeks baru dengan parameter: gotong royong, toleransi, dan rasa aman. Konsep masih dalam proses penyempurnaan dan pematangan, termasuk pembahasan variabel, sehingga target masih belum dapat ditetapkan secara kuantitatif.
Sumber: RPJMN 2015-2019
Realisasi 2014 dan perkiraan realisasi 2015
INDIKATOR MAKRO 2014 (BASELINE) 2015 2016 2017 2018* 2019* Pertumbuhan Ekonomi (%) (Target Awal RPJMN 2015-2019) 5,0 (5,1) 4,8 (5,8) 5,3** (6,6) 5,5-5,9 (7,1) 5,8-6,6 (7,5) 6,4-7,4 (8,0) Pengangguran (%) (Target Awal RPJMN 2015-2019) 5,94 (5,6-5,9) 6,18 (5,5-5,8) 5,2-5,5 5,3-5,6 (5,0-5,3) 5,0-5,3 (4,6-5,1) 4,0-5,0 (4,0-5,0) Angka Kemiskinan (%) (Target Awal RPJMN 2015-2019) 10,96 (9,0-10,0) 11,13 (9,5-10,5) 9,0-10,0 (9,0-10,0) 9,5-10,5 (8,5-9,5) 8,0-9,5 (7,5-8,5) 7,0-8,0 (7,0-8,0) Gini ratio (indeks)
(Target Awal RPJMN 2015-2019) 0,41 n.a 0,41 (0,40) 0,39 (0,39) 0,38 (0,38) 0,37 (0,37) 0,36 (0,36)
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 73,8 74,8 75,3 75,7 n.a 76,3
Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMAS)*** 0,59 n.a n.a n.a n.a Meningkat
REPUBLIK INDONESIA
PERTUMBUHAN EKONOMI 2014-2017
Target Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran (Persen) Target Pertumbuhan Ekonomi Sisi Produksi (Persen)
* Realisasi (BPS,2016); **Bappenas, data diolah * Realisasi (BPS,2016); **Bappenas, data diolah
• Pertumbuhan ekonomi 2017 diperkirakan mencapai 5,5 - 5,9 persen • Sisi permintaan:
o Pemulihan ekonomi global (AS dan Uni Eropa) mendorong pertumbuhan ekspor hingga 4,5 – 5,0 persen, terutama produk non-migas
o Perbaikan iklim investasi dan pasar domestik mendorong pertumbuhan investasi 6,0 - 6,6 persen
o Inflasi yang stabil di kisaran 4,0 persen akan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga mendorong konsumsi masyarakat tumbuh 5,4 - 5,5 persen
o Konsumsi pemerintah tumbuh 6,7 persen, didorong oleh penyerapan anggaran yang merata dan berkualitas dengan program pembangunan yang semakin efisien
• Sisi penawaran: industri pengolahan diperkirakan tumbuh 6,2 - 6,5 persen
• Kebutuhan investasi 2017 diperkirakan sebesar Rp 4.498-4.617 triliun, disumbang
Kerangka Regulasi:
1. Periode 2006-2015, jumlah regulasi di Indonesia ± 42.000, terutama: Peraturan Menteri 12.792; Perda Kabupaten/ Kota 25.575; Perda Provinsi 3.177 ; Peraturan Pemerintah 861; Peraturan Presiden 1.041 2. Pemangkasan 50 persen dari 42.000 regulasi yang dilaksanakan
bertahap setiap tahun, melalui simplifikasi regulasi (pemangkasan, penyederhanaan, deregulasi)
3. Paket-paket Kebijakan Ekonomi
INDIKATOR
2014*
2015*
2016**
2017**
Konsumsi Rumah Tangga
5,1
5,0
5,1
5,4 - 5,5
Investasi
4,1
5,1
5,2
6,0 - 6,6
Konsumsi Pemerintah
2,0
5,4
5,4
5,6 - 6,7
Ekspor Barang dan Jasa
1,0
-2,0
1,0
4,5 - 5,0
Impor Barang dan Jasa
2,2
-5,8
1,6
4,3 - 4,8
INDIKATOR
2014*
2015*
2016** 2017**
Pertanian, Kehutanan,
dan Perikanan
4,2
4,0
4,2
4,2 - 4,3
Industri Pengolahan
4,6
4,3
5,4
6,2 - 6,5
Konstruksi
7,0
6,7
8,0
7,7 - 8,4
Jasa-jasa
6,6
7,9
8,5
8,5 – 8,8
Lainnya
4,6
2,5
4,3
4,9 – 5,3
PDB
5,0
4,8
5,3
5,5 – 5,9
Kerangka Pendanaan:REPUBLIK INDONESIA
24
REPUBLIK INDONESIA
Program Prioritas Tata Ruang, Konservasi dan Rehabilitasi Pesisir
dan Laut, serta Wisata Bahari
REPUBLIK INDONESIA
26
Program Proritas Kesejahteraan Nelayan,
Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam
Program Proritas Penanggulangan IUU Fishing dan
Keamanan Laut
REPUBLIK INDONESIA