frr
Editor :
Drs.
Teguh
Yuwono, M.Pol.Admin
IVIANAJENdEN
OTONOMI
DAERAH
Membangun Daerah Berdasar Paradigma Baru
Drs. Warsito, S.U. Dra. Fitriyah, M.A.
Dra. Kushandajani, M.A. Dra. Rina Martini, M.Si. Nur Hidayat Sardini, S,Sos.
Drs. Puruoko, M.S.
Drs. Muhammad Adnan, M.A. Drs. Edi Santosa, S.U.
Nunik Retno Herawati, S.Sos, M.Si.
*,{t
fit
.$:'iir.Ii
Yuwono, Teguh
Mana.lemen Otonomi Daerah : Membangun
Daerah
,Berdasar Paradigma
Baru,4egr{tVu*ono.
Semar:ang:
Pusat Kajian
Otonomi'
Daerah dan Kebijakdn Publik, 2001' 266+
x'halanian; 14'5 cmtsBN
979-96466-1-81.
Desentralisasi
dalam
Pemerintahan111
KATA PENGANTAR
Pusat Kajian Otonomi
Daerah
dan
Kebijakan Publik(Puskodak), Fakultas
llmu
Sosial
dan llmu
Politik
UniversitasDiponegoro
(FlSlP
UNDIP),
Semarang
menyambut dengangembira dan aritusias dengan terbitnya buku berjudul Manaiemen Otonomi Daerah: Membangun Daerah Berdasar Paradigma Baru.
Penerbitan buku ini sejalan dengan visi dan misi Puskodak FISIP
UNDIP
yang
salah satunya
adalah meningkatkan kemampuanbudaya akademik khususnya dalam penulisan karya-karya ilmiah.
Buku ini adalah
buku
kedua yang diterbitkan oleh Puskodak FISIPUNDIP.
Buku sebelumnyaadalah
Public Sector Management:lndonesian Experience,
yang ditulis
berbahasa lnggris oleh Sdr.Drs.
Teguh Yuwono,M.Pol.Admin.
Kedua buku tersebut terbitdalam tahun 2001 ini.
Pendekatan operasional
dan
manajerialyang
digunakandalam buku ini membuat para pembaca dan praktisi pemerintahan mendapatkan eksplanasi yang tidak semata-mata berdasar kajian
teoritis tetapi sudah cukup praktis sejalan dengan perkembangan
penyelenggaraan otonomi daerah sekarang ini. Hal
ini
diharapkandapat
memberikan alternatif pemikiran dan pemecahan masalahyang lebih konkrit selaras dengan bidang pekerjaan yang saat ini
dilakukan oleh daerah.
Paradigma baru
sektor
publik, termasuk penyelengaraanotonomi daerah
di
lndonesia
merupakan perkembangan-perkembangan baru dalam studi manajemen publik (pemerintahan) adalah konsepsi-konsepsi baru tentang membangun pemerintahanyang
responsive,efektif dan
efisien
sejalan dengan tuntutan masyarakat. Penerjemahan secara lugas paradigma baru disertaidengan
contoh-contohlugas dalam buku
ini
akan
semakin mempermudahpara
praktisi publik dalam
memahami ataupunmenerapkan
konsep-konsep
tersebut.
Paradigma
baru
inimerupakan hal
penting
yang tidak sekedar untuk diketahui olehpara
pembaca, khususnyapraktisi
pemerintahan daerah, tetapiuntuk dihayati dan
diimplementasikansesuai
dengan kondisikonsepsi-desentralisasi (baca: otonomi daerah) merupakan hal yang kaya
teori, tetapi
miskin praktik. Walaupun demikian, Babll
ini
tidakingin menyarankan bahwa kelemahan otonomi daerah lndonesia dibiarkan begitu saja, tetapi justru disinilah
arti
penting memenejotonomi daerah dengan paradigma baru itu.
Bagaimana menempatkan
otonomi
dan
pembangunandaerah dalam konteks nasional dibahas dalam Bab
lll.
Bagaimanasemestinya
'model
pembangunanyang
mesti
diterapkan
dilndonesia dan
juga
bagaimanakah semestinya fungsi dan peranideal
masing-masingtingkatan
pemerintahan(pusat,
propinsi, kota,/kabupaten) dikupas dalam bab ini.Bagaimana menciptakan
tata
pemerintahanyang
baik (good govZrnance), apakah konseptata
pemerintahan yang baikitu, serta kondisi-kondisi apa yang memungkinkan pencapaiannya dikupas secara menarik dalam Bab
lV.
Membandingkan denganrealitas di daerah yang ada saat ini, bab ini mencoba memberikan
alternatif
yang
realities berkaitan dengan
penyelenggaraanpemerintahan
daerah.
Bab
lV
ini
kemudiansecara
khususdielaborasi
pada Bab
V
yaitu
bab yang
memfokuskan diribagaimana
mendemokrasikan penyelenggaraan pemerintahandaerah. Kenyataan
di
daerahsaat
ini
bahwa pemerintah daerahbukanlah merupakan
the
singlefighter
dalam pembangunandaerah
menjadikan
bab
ini
penting
untuk
disimak
danditindaklanjuti.
Jika Bab
I
sampaiBab
V
lebih
bermain pada tataran konseptual,Bab
Vl
sampaiBab
X
menyajikan
pembahasanmanajerial yang lebih konkrit dan operasional. Bab
Vl
menyajikanmanajemen keuangan berdasarkan paradigma baru. Bagaimanakah semestinya sumber daya keuangan daerah dimenej dengan baik
dikupas secara tuntas dalam
bab
ini.
Bab
Vll
tentang pengembangan SumberDaya
Manusia(SDM)
selaras dengantuntutan profesionalisme saat ini menyajikan analisis dan disposisi
baru manajemen SDM daerah.
Bagaimana meningkatkan mutu pelayanan publik dikupas
secara khusus pada Bab
Vlll
dan BablX.
BabVlll
menampilkananalisis bagaimana semesti pelayanan publik dikembangkan. Hal ini
lo D nl fT lr tf
k
h d k]
llr d 6I
I Idesentralisasi (baca: otonomi daerah) merupakan hal yang kaya
teori,
tetapi
miskin praktik. Walaupun demikian, Babll
ini tidakingin menyarankan bahwa kelemahan otonomi daerah lndonesia
dibiarkan begitu saja, tetapi justru disinilah
arti
penting memenejotonomi daerah dengan paradigma baru itu.
,
Bagaimana menempatkanotonomi
dan
pembangunandaerah dalam konteks nasional dibahas dalam Bab
lll.
Bagaimanasemestinya
model
pembangunanyang
mesti
diterapkan
dilndonesia dan
juga
bagaimanakah semestinya fungsi dan peranideal
masing-masingtingkatan
pemerintahan(pusat,
propinsi,kota/kabupaten) dikupas dalam bab ini.
Bagaimana menciptakan
tata
pemerintahanyang
baik (good governance), apakah konseptata
pemerintahan yang baikitu, serta kondisi-kondisi apa yang memungkinkan pencapaiannya
dikupas secara menarik dalam Bab
lV.
Membandingkan denganrealitas di daerah yang ada saat ini, bab ini mencoba memberikan
alternatif
yang
realities berkaitan dengan
penyelenggaraanpemerintahan
daerah.
Bab
lV ini
kemudiansecara
khususdielaborasi
pada Bab
V
yaitu
bab yang
memfokuskan diribagaimana
mendemokrasikan penyelenggaraan pemerintahandaerah. Kenyataan
di
daerahsaat
ini
bahwa pemerintah daerahbukanlah merupakan
the
single
fighter
dalam pembangunandaerah
menjadikan
bab ini
penting
untuk
disimak
danditindaklanjuti.
Jika Bab
I
sampaiBab
V
lebih
bermain pada tataran konseptual,Bab
Vl
sampaiBab
X
menyajikan
pembahasanmanajerial yang lebih konkrit dan operasional. Bab
Vl
menyajikanmanajemen keuangan berdasarkan paradigma baru. Bagaimenakah
semestinya sumber daya keuangan daerah dimenej dengan baik
dikupas secara
tuntas dalam
bab
ini.
Bab
Vll
tentang pengembangan SumberDaya
Manusia(SDM)
selaras dengantuntutan profesionalisme saat ini menyajikan analisis dan disposisi
baru manajemen SDM daerah.
Bagaimana meningkatkan mutu pelayanan publik dikupas secara khusus pada Bab
Vlll
dan BablX.
BabVlll
menampilkanvll ian diperjelas secara rnanejerial dan operasional pada" Bab
.
Bab lX
menawarkan solusiyang
menarik danjuga
perlunyaiapkan
perubahan
kultural
organisasional
melaluitrospeksi, reorientasi, reposisi dan reorganisasi'
Menggunakan indikator pengukuran
yang
jelas mengenaitasi
kebijakan Bab Terakhir melakukan analisis tentanglah
dan hambatan
yang ditemui dalam
implementasijakan
otonomidaerah.
Diawali dengan analisis masalah danrbatan,
bab
ini
menawarkan alternatifyang
menarik untuk oleh para pelaku sektor publik;Akhirnya sebagai sebuah
karya
manusia, tentunya adaangan
dan
kelemahanyang tidak
mungkin dielakan. Olehberbagai saran, masukan dan
kritik
konstruktif dalamperbaikan
buku
ini di
masa
mendatang sangatlahSaran, kritik dan masukan dapat dikirim langsung ke
Puskodak
FISIP UNDIP,
ataupun melalui
email:.com. Demikian dan terima kasih.
Kaki Gunung Ungaran,
2001
DAFTAR ISI
Kata Pengantar (Ketua Puskodak)
Catatan
EditorDaftar
lsi Bab I Oleh Bab ll Oleh Bablll
OlehParadigma Baru Manajemen Pemerintahan Daerah Teguh Yuwono
1.1
Pendahuluan...
..."...
21.2
Paradigma Lama SektorPublik
31.3
Paradigma Baru SektorPublik
41.4
Fungsi-Fungsi Manajemen Publik: Paradigma8aru.."...
61.5
Prospek Otonomi Daerah di lndonesia. .. "......
19Otonomi Daerah : Kaya Teori Lemah Praktik Muhammad Adnan
2.1
Pendahuluan...-...
... 232.2
lr4akna Desentralisasi...
...
272.3
Pendekatan Desentralisasi ... ... 292.4
Manfaat dan Keuntungan Desentralisasi ... 342.5
lmplikasiDesentralisasi...
...
372.6
Praktek Desentralisasi di Berbagai Negara... 42Pembangunan Daerah Dalam Konteks Pembangunan Nasional Purwoko
3.1
Model
PembangunanNasional
Berorientasi Pertumbuhan...
... 483.2
Model Pembangunan Kebutuhan Dasar ....,... 493.3
Model
PembangunanYang
Berpusat
PadaRakyat
...
SO3.4
PembangunanDaerah
... 593.5
Peran ldeal
PemerintahPusat,
Propinsi
&Kabupaten,/Kota...
...62t
Bab Vl
w?
tsab Vll
AHl
.lx
Good Governance dan Otonomi Daerah Kushandajani
4.1
Pendahuluan...
...,... 654.2
Konsep GoodGovernance
... 664.3
Hubungan
GoodGovernance
dan Desentralisasi...
... 704.4
PenyelenggaraanPemerintahan
Daerah
: Membangun GoodGovernance
...
734.5 Penutup
...
86Demokratisasi
Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah Fitriyah5.1
Pendahuluan...
... 895.2
DesentralisasiPolitik...
... 935.3
PelibatanMasyarakat...;...,...
...
985.4
Pendemokrasian Pemerintah Daerah ... ...1025.5
Peran Aktor-aktor Lokal...
...1055.6
'
Tripel Aliansi: Pemerintah-Bisnis-Nirlaba ... 109Manajemen Keuangan Daerah Warsito
6.1
Paradigma Baru dalam Manajemen Keuangan ...1146.2
lmplementasi Manajemen Keuangan Daerah ...1236.3
Pendanaan PemerintahanDaerah
...1246.4
Derajat-Derajat Kebijakan Keuangan... 1 386.5
Manajemen 8UMD."...:... .."..."...1 42 Kualifikasi SDM Organisasi Publik: Disposisi Di Era Otonomi Daerah Nur Hidayat Sardini 7.1 Pendahuluan...
..,... 1497
.2
Globalisasi & Profesionalisme Pegawai Publik....1527
.3
Performa Organisasi Publik: Kajian Teoritis... 1547
.4
Budaya, Nilai,Visi
... 1577
.6
Langkah Menuju Kompetitif.,...:...1 65
7.7
Penjenjangan Karier yang proporsional... 16g7.8
Model Menuju Etos Kewirausahaan "... 170Bab
Vlll:
Manajemen Pelayanan publik DaerahOleh
:
Nunik Retno Herawati8.1
Tantangan Organisasipublik
...1748.2
Birokrasi dan Pelayananpublik....
....17g8.3
Paradigma Baru Dalam Manajemen pelayananPubtik...
... 1 81Bab
lX:
Reformasi Birokrasi: peningkatan Mutu pelayanan publikOleh
:
Edi Santosa9.1 Pendahuluan...
...1g79.2
Restrospeksi...
...1919.3 Reorientasi
...1gg9.4 Reposisi
...20g9.5
Reorganisasi...
...21SBab
X
:
lmplementasiUU
No.22
dan25/1999:
Masalah &Hambatan
Oleh
:
Rina Martini10.1
Pendahuluan
...225 I 0.2 TelaahTeoritik...
...22710.3
Masalah
dan
Hambatan
lmplementasi UU22/1999
...
...2321 0.4 Alternatif Pemecahan Masa|ah... ...244
10.5
Kesimpulan...
...2S0Daftar
PustakaTentang Puskodak