Perancangan Ulang Visual Identity Reza Wisata
Semarang Untuk Memperkuat Posisi Dipasaran
RE-DESIGN OF VISUAL IDENTITY FOR REZA WISATA SEMARANG TO
STRENGTHEN POSITION IN THE MARKET
Yanuwar Rismoyo, Siti Hadiati Nugraini, Adji Nugroho
Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Jl. Nakula 5 - 11, Semarang, 50131, 024-3517261
Email :
[email protected], [email protected], [email protected]
ABSTRAK
Visual identity seperti logo dan semua yang mengidentitaskan perusahaan secara
visual berfungsi sebagai identitas pembeda antara perusahaan satu dengan lainya.
Visual identity juga berfungsi sebagai penanam citra atau image yang menjadi
daya tarik perusahaan dalam mempengaruhi minat konsumen guna menggunakan
jasa atau produk sehingga memberi dampak positif bagi perusahaan dalam
menghadapi persaingan pasar. Reza Wisata adalah perusahaan penyedia jasa tour
and travel asal kota Semarang yang sudah berdiri sejak tahun 2010, namun visual
identity yang ada saat ini belum mewakili identitas perusahaan dan penerapanya
tidak konsisten sehingga menjadi kendala perusahaan untuk berkembang. Dari
permasalahan yang ada maka diperlukan perancangan ulang visual identity Reza
Wisata. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah kualitatif semiotika
dan kuantitatif dengan menggunakan kuisoner kepada 50 responden guna
memperoleh data seputar permasalahan. Data yang diperoleh digunakan untuk
membantu proses perancangan visual identity yang sesuai dengan identitas
perusahaan. Hasil dari perancangan visual identity adalah perancangan ulang
logo, stationery, seragam, topi, neon box, souvenir, sticker, notebook, pouch.
Dengan visual identity yang baru dan menerapkanya secara konsisten diharapakan
dapat memvisualisasikan citra perusahaan secara baik dalam satu kesatuan yang
utuh sehingga memperkuat posisi Reza Wisata dipasaran.
Kata Kunci: Reza Wisata, Tour and Travel, Visual Identity, Citra, Indonesia.
ABSTRACT
Visual identity like a logo and everything that identified a company with visual ways had a function as a differentiator between a company with the other. Moreover, visual identity also had a function as an image which can be something attractiveness in a company to affect the interest of the consumer to use the services or products of course, it will give a positive impact to the company in the face of market competition. Reza Wisata services companies, tour and travel from the city of Semarang, which had stood since 2010, but the existing visual identity represents the company's identity has not been and is not applied consistently. This occurs because the owner of the company is less aware of the importance of visual identity, it would be constraints enterprises to flourish. Of the existing problems will require redesigning the visual identity Reza Wisata. The method used in this design is qualitative and quantitative semiotics by using questionnaires to 50 respondents in order to obtain data for issues. The data obtained was used to aid the design process visual identity in accordance with the company's identity. The result of visual identity design is redesign logo, stationery, uniform, cap, neon, souvenirs, stickers, notebooks, pouch.
With the new visual identity and implement it consistently expected to visualise the image of the company both in one unified whole so as to strengthen the market position of Reza Wisata.
Keyword: Reza Wisata, Tour and Travel, Visual Identity, Image, Indonesia.
1.
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Di zaman yang serba modern dengan berbagai macam kesibukan serta pola hidup yang monoton seperti saat ini, menjadi salah satu faktor pemicu stress di masyarakat. Hal ini tentu saja berdampak negatif bagi psikis maupun kesehatan karena dapat mengakibatkan depresi yang akan memicu berbagai penyakit jasmani seperti sakit kepala, darah tinggi, bahkan stroke. Tingkat stress dapat dikurangi dengan melakukan berbagai kegiatan salah satunya adalah wisata. Pengertian wisata adalah kegiatan yang bersifat bersenang-senang ( leisure ) yang ditandai dengan kegiatan mengeluarkan uang atau melakukan kegiatan yang sifatnya konsumtif ( Heriawan : 2004 ). Wisata adalah suatu kegiatan perjalanan yang dilakukan manusia baik perorangan maupun kelompok untuk mengunjungi destinasi tertentu dengan tujuan rekreasi, memperlajari keunikan daerah wisata, pengembangan diri dan sebagainya dalam kurun waktu yang
singkat atau sementara waktu (UU RI no 10 th 2009).
http://anekatempatwisata.com/pengertian-wisata-secara-umum (tahun 2014).
Kegiatan wisata biasanya dilakukan sendirian ataupun bersama-sama dengan mengunjungi tempat yang memiliki pemandangan alam yang indah, tempat bersejarah dan tempat wisata buatan seperti kebun binatang ataupun taman bermain. Kita bisa merencanakan sendiri kegiatan wisata akan tetapi bagi mereka yang tidak memiliki waktu atau menginginkan berwisata dengan praktis dapat menggunakan jasa tour and travel yang sudah banyak tersedia.
Kota Semarang yang merupakan ibu kota Jawa Tengah dengan modernisasi yang semakin tumbuh menyebabkan permintaan akan jasa tour and travel semakin meningkat, hal ini direspon positif dengan semakin banyaknya perusahaan tour and travel yang berdiri. CV. Reza Wisata merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa tour and travel dari kota Semarang. Reza Wisata sendiri menawarkan jasa yang berfokus pada objek wisata domestik seperti di Jawa Tengah, D.I.Y Yogyakarta, Jawa Barat, D.K.I Jakarta, Jawa Timur, Bali dan NTB (Lombok).
Berdirinya suatu perusahaan tentu tidak lepas dari sebuah corporate identity (identitas perusahaan). Corporate identity adalah bentuk presentasi visual dari identitas suatu perusahaan yang menjadi pembeda antara perusahaan satu dengan lainya, selain itu corporate identity juga berfungsi sebagai penanaman citra atau image. Citra atau image yang baik dapat digunakan sebagai daya tarik suatu perusahaan untuk mempengaruhi minat konsumen untuk menggunakan jasa/produk, hal tersebut akan memberi dampak positif kepada perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar. Citra atau image perusahaan sendiri sebagian besar dihasilkan dari visual identity seperti logo dan semua hal yang mengidentitaskan suatu perusahaan secara visual. Menentukan desain sebagai identitas dan nyawa dari suatu perusahaan tidaklah mudah, karena harus didasari tujuan, bidang industri serta target market dari perusahaan itu. http://www.becakmabur.com/corporate-identity-menjadikan-branding-lebih-kuat/ (tahun 2012)
Dalam pembuatan visual identity pemilik Reza Wisata mengabaikan semua proses tersebut, logo yang ada adalah ide dari ibu Sahariah.As selaku pendiri Reza Wisata. Dalam proses pembuatan logo, Ibu Sahariah.As hanya memberi konsep insial RZ yang berada didalam lingkaran yang memiliki arti agar perusahaan ini yang diwakili oleh inisial RZ (Reza) mampu terus maju tanpa terputus seperti lingkaran, kemudian diikuti tulisan Reza Wisata. Selebihnya proses pembuatan logo dipasrahkan kepada orang percetakan tanpa mempertimbangkan unsur identitas yang dimiliki oleh perusahaan dan juga tanpa berpedoman pada graphic standar manual (GSM). Tanpa adanya pedoman graphic standar manual (GSM) perusahaan mengalami kesulitan untuk mengecek keaslian identitas, menerapkan logo, ukuran, kode warna serta lay out pada desain guna kepentingan stationery, media promosi dll.
Dengan semakin banyaknya perusahaan sejenis, maka perusahaan perlu memiliki suatu visual identity yang jelas dan konsisten. Visual identity seperti logo dan semua hal yang mengidentitaskan suatu perusahaan secara visual memiliki peran besar dalam memberi image/citra yang baik bagi perusahaan, tentu hal tersebut akan memberi dampak positif kepada perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar.
Berdasarkan permasalahan yang diperoleh, langkah awal yang harus dilakukan adalah merancang ulang visual identity yang ada sesuai identitas yang dimiliki oleh perusahaan dengan berpedoman pada sistem identitas/GSM. Dengan merancang ulang visual identity diharapkan dapat memvisualisasikan citra perusahaan secara baik dalam satu kesatuan yang utuh sehingga memperkuat posisi Reza Wisata dipasaran.
1.2. Rumusan Masalah
Bagaimana merancang ulang visual identity yang sesuai dengan identitas dari perusahaan dan diterapkan secara konsisten guna memvisualisasikan citra perusahaan dalam satu kesatuan yang utuh sehingga memperkuat posisi Reza Wisata dipasaran ?
1.3. Tujuan Perancangan
Merancang visual identity yang dapat mewakili identitas dan menerapkan secara konsisten sehingga memperkuat posisi Reza Wisata dipasaran.
1.4. Batasan Masalah
Penulis hanya sebatas melakukan perancangan sistem identitas visual berupa logo dari Reza Wisata Semarang serta pengaplikasianya pada beberapa media aplikasi seperti stationery serta media pendukung.
.
1.5. Manfaat Perancangan
Manfaat dari hasil perancangan ini diharapkan sebagai berikut : 1. Manfaat bagi Masyarakat
Masyarakat lebih mengenali identitas dari Reza Wisata sebagai perusahaan penyedia jasa tour and travel di kota Semarang.
2. Manfaat bagi Klien
Dengan citra baru yang lebih kuat dapat menjadi alat pemasaran yang lebih efektif bagi Reza Wisata sehingga dapat membuka peluang usaha yang lebih luas.
3. Manfaat bagi Ilmu Desain Komunikasi Visual
Menjadi pedoman dalam perancangan visual identity. 4. Manfaat bagi Penulis
Menambah pengalaman, portofolio serta sebagai media pembelajaran secara langsung ilmu perkuliahan mengenai perancangan visual identity .
2. METODE PENELITIAN
2.1 Metode Pengumpulan Data
Penulis menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif ini digunakan karena penelitian lebih mengutamakan dalam masalah proses, makna/persepsi . Dalam metode kualitatif, hal yang akan di teliti adalah bagaimana visual identity yang ada dengan mengumpulkan data atau dokumen dan sejenisnya. Metode kuantitatif digunakan untuk membantu memperoleh data secara matematis berdasarkan survey yang dilakukan seputar visual identity yang ada. Kedua metode tersebut sebagai acuan proses perancangan ulang visual identity Reza Wisata sehingga tercipta citra perusahaan yang kuat.
2.2 Metode Analisa Data
Metode analisis data yang digunakan adalah kualitatif semiotika komunikasi visual, metode analisis semiotika ini dipilih karena peneliti ingin memperoleh suatu pesan, tanda, makna sesuai dengan “arti” yang berdasarkan fakta-fakta seputar permasalahan visual identity dari Reza Wisata. Data yang diperoleh akan dikaji petandanya berdasarkan permasalahan yang ada untuk mendapatkan solusi berupa elemen-elemen komunikasi yang bersifat visual ataupun non visual untuk membantu proses perancangan ulang visual identity Reza Wisata.
2.2.1 Metode Analisis Semiotika
1. Berikut ini adalah tabel analisis semiotika
Tabel 1 Analisis Semiotika C.S Peirce
TABEL ANALISIS SEMIOTIKA C.S PEIRCE
Analisis Semiotika Sistem Triadik Tanda Charles Sanders Peirce Representament
( Hubungan Penalaranya Dengan Jenis Pertandanya )
Qualisign
1. Logo dari Reza Wisata.
2. Inisial perusahaan berupa RZ berada didalam outline lingkaran berupa outline/garis besar diikuti logotype perusahaan, memiliki 2 warna yaitu biru dan merah pada insial Z.
3. Lingkaran melambangkan suatu kesan yang bergerak dinamis, sesuatu yang berulang, tidak terputus, sesuatu yang abadi, memiliki kualitas, dapat diandalkan, sesuatu yang sempurna, serta kehidupan.
4. Font yang digunakan dalam logo adalah jenis script yang memberikan kesan ringan dan akrab.
5. Warna merah mewakili suatu energi, perang, bahaya, kekuatan, tekat yang kuat, hasrat, dan cinta. Warna merah juga bisa digunakan untuk menjadikan suatu objek terlihat sangat jelas, atau disebut dengan istilah “eyecatching”. 6. Warna biru melambangkan kedalaman dan stabilitas. Biru
merepresentasikan kepercayaan, kesetiaan, kebijaksanaan, diri, kecerdasan, kebenaran, ketenangan dan surga.
Sinsign
1. Gambar inisial perusahaan berupa RZ yang berada didalam outline lingkaran. Ini mewakili harapan dari perusahaan yang diwakili oleh inisial agar usahanya terus maju tanpa terputus.
2. Gambar inisial perusahaan yang bersambung juga memiliki arti yang sama yaitu agar perusahaan ini terus maju tanpa terputus.
3. Logotype perusahaan “Reza Wisata” menunjukan nama sekaligus informasi bahwa perusahaan bergerak dibidang
wisata.
4. Font yang digunakan dalam logo adalah jenis script yaitu Monotype Corsiva. Perusahaan menggunakan font jenis ini karena dianggap dapat mewakili kesan ringan, santai dan tidak kaku. Sehingga sesuai dengan bidang usaha perusahaan yaitu bidang wisata yang identik dengan bersantai.
5. Penggunaan warna biru yang dominan pada logo sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk menjaga kepercayaan yang diberikan konsumen.
6. Penggunaan warna merah mewakili semangat perusahaan perusahaan dalam mencapai tujuan.
Legisign
Logo Reza Wisata mencerminkan suatu identitas dari Reza Wisata, yaitu identitas sebagai perusahaan yang bergerak dibidang wisata.
Object
( Hubungan Kenyataan Dengan Jenis Dasarnya )
Icon
1. Outline lingkaran 2. Inisial RZ
3. Logotype Reza Wisata
Indeks
1. Warna biru yang dominan pada logo mengindekskan bahwa perusahaan ini menjunjung tinggi kepercayaan yang diberikan oleh konsumen. Karena dalam usaha di bidang jasa seperti ini, menjaga kepercayaan konsumen menjadi faktor yang mempengaruhi sikap konsumen terhadap jasa yang ditawarkan perusahaan.
2. Inisial perusahaan yang berada di dalam outline lingkaran mengindekskan harapan perusahaan untuk terus maju tanpa terputus.
3. Font yang digunakan berjenis script yaitu Monotype Corsiva. Font jenis ini dapat memberi kesan ringan dan santai serta memiliki tingkat keterbacaan yang baik sehingga cocok untuk digunakan sebagai logo.
Symbol
1. Outline lingkaran menjadi simbol sesuatu yang tidak terputus.
2. Huruf RZ menjadi inisial dari Reza yang merupakan nama perusahaan.
3. Kata Reza Wisata merupakan simbol dari bidang usaha perusahaan, yaitu bidang wisata.
Interpretant
( Hubungan Pikiran Dengan Jenis Petandanya )
Rheme
1. Outline lingkaran merupakan logogram dan merupakan intrepretasi kreatif dari harapan Reza Wisata untuk terus maju tanpa terputus.
2. Logotype yang digunakan pada insial RZ dan kata Reza Wisata mengidentifikasikan suatu nama atau merk.
Berdasarkan analisa semiotika C.S Peirce,diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Tanda yang yang terdapat pada logo Reza Wisata mewakili harapan untuk terus maju tanpa terputus serta komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan konsumen dengan pelayanan terbaik. Logo yang ada juga dapat menunjukan identitas perusahaan sebagai perusahaan yang bergerak dibidang wisata. Akan tetapi makna yang diperoleh berdasarkan tanda yang ada hanya sebatas itu, karena perusahaan kurang mampu memanfaatkan identitas yang lebih mendetail yang dimiliki seperti visi & misi perusahaan, sejarah perusahaan atau identitas khas perusahaan kedalam logo yang ada. Selain itu tidak adanya tagline akan mengurangi usaha perusahaan untuk mengkomunikasikan identitasnya kepada konsumen. Dengan menambahkan identitas khas kedalam logo serta tagline yang menarik akan menjadi faktor pembeda Reza Wisata dengan perusahaan sejenis yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk membangun citra dibenak masyarakat.
2.2.2
Hasil Tabulasi Akhir
Hasil kuisoner digunakan sebagai masukan tetapi tidak sepenuh menjadi acuan dalam perancangan visual identity dari Reza Wisata. Kuisoner disebar kepada 50 responden, dengan gender laki-laki dan perempuan dari usia 18 - 47 tahun di wilayah sekitar Reza Wisata (Tulus,Ketileng,Tembalang,Klipang) dan wilayah Semarang secara acak. Berdasarkan hasil dari rekapitulasi diperoleh ide-ide serta masukan sebagai berikut.
Sebanyak 72% responden tidak mengetahui apa itu Reza Wisata, 46% responden berpendapat bahwa logo yang ada saat ini adalah logo perusahaan yang bergerak dibidang cathering hal ini menunjukan bahwa visual identity berupa logo yang ada tidak mampu merepresentasikan identitas perusahaan. Mayoritas responden memilih logo campuran sebagi logo yang cocok untuk Reza Wisata dengan objek alam dengan penggayaan simplifikasi sebagai logogram dan untuk logotype menggunakan jenis font script pada penulisan nama lengkap perusahaan, warna solid dipilih sebagai warna dari logo Reza Wisata.
2.2.3 Strategi Perancangan.
Merancang visual identity berupa logo campuran ( logogram dan logotype ) sebagai representasi dari Reza Wisata yang memiliki visi misi sebagai perusahaan penyedia jasa tour & travel yang mengutamakan kepuasan klien dengan usaha sehat dan terpercaya serta berkomitmen memperkenalkan kekayaan alam Indonesia melalui kegiatan wisata guna menumbuhkan rasa cinta tanah air pada masyarakat. Dalam hal ini ide dasar yang diperoleh adalah bagaimana menggambarkan Indonesia melalui objek alam serta simbol yang dapat mewakili objek-objek wisata yang ada sebagai wujud dari visi-misi Reza Wisata. Selain itu perancangan tagline yang mewakili fokus perusahaan pada objek wisata domestik. Pengaplikasian logo meliputi papan nama perusahaan/neon box, stationery serta souvenir dari Reza Wisata.
Decision
Logo Reza Wisata mencerminkan bidang usaha yang ditekuni perusahaan serta harapan yang ingin diraih perusahaan kedepanya.
Argument
Berdasarkan logo, Reza Wisata adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang wisata yang memiliki semangat untuk terus maju tanpa terputus dengan cara menjunjung tinggi komitmen untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.
3. Visualisasi
3.1 Logogram
Ide dasar dari logogram adalah bagaiman menggambarkan Indonesia melalui objek alam dan simbol yang mewakili berbagai destinasi wisata nusantara sebagai wujud dari visi misi Reza Wisata. Maka dipilihlah 2 Objek pada logogram yang dirancang yaitu burung Garuda dan drop pin map.
Gambar 3.1 Penjaringan Ide Visual Logogram
Masing-masing objek tersebut jika dianalisa tandanya sebagai berikut :
A. Burung Garuda 1. Ikon
Penggambaran ikon Burung Garuda ini secara diagramatik ( dalam bentuk penyederhanaan ) dimana bentuk kepala berjambul yang merupakan perwakilan ciri khas fisik dijadikan sebagai ikon dari burung Garuda.
2. Indeks
Sosok burung Garuda juga sangat erat kaitanya dengan nasionalisme hal ini sangat sesuai dengan semangat perusahaan untuk menumbuhkan rasa cinta air pada masyarakat melalui keindahan objek wisata domestik.
3. Simbol
Burung Garuda merupakan burung mitologi hindhu kuno yang menjadi lambang negara Indonesia yang sudah diakui diseluruh Indonesia maupun dunia. Sehingga burung Garuda ini sangat sesuai untuk menjadi simbol yang merepresentasikan Indonesia.
B. Drop pin map 1. Ikon
Penggambaran ikon drop pin map ini secara diagramatik ( dalam bentuk penyederhanaan ) dimana bentuk drop pin map dijadikan sebagai ikon dari drop pin map itu sendiri.
2. Indeks
Penggunaan drop pin map ini untuk memperkuat identitas perusahaan yang bergerak dibidang biro wisata
3. Simbol
Drop pin map mewakili berbagai destinasi objek wisata di Indonesia yang ditawarkan oleh Reza Wisata.
Kemudian kedua objek digabungkan menggunakan Gestalt figure and ground. Penyatuan kedua objek ini untuk memudahkan audience dalam memproses informasi
dan memberi persepsi untuk membentuk gambaran yang utuh dari logogram Reza Wisata, yaitu sebagai perusahaan penyedia jasa tour & travel berkomitmen memperkenalkan kekayaan alam Indonesia melalui kegiatan wisata guna menumbuhkan rasa cinta tanah air pada masyarakat.
3.2 Logotype
Model huruf script digunakan pada logotype nama perusahaan. Model huruf script yang dipilih adalah Vampire Kiss Demo karena mampu merepresentasikan karakter perusahaan yang bergerak dibidang biro wisata, dimana perusahaan berusaha memberi pelayanan penuh keakraban sehingga tercipta suasana santai dan penuh keceriaan bagi konsumen.
Gambar 3.2 Logotype Nama Perusahaan
Sedangkan model huruf san serif digunakan pada nama lengkap perusahaan serta tagline. Model huruf ini dipilih karena memiliki tingkat keterbacaan yang baik. Jenis font Dosis dipilih karena memiliki lengkungan pada ujungnya/rounded, hal ini memberi kesan ringan, akrab dan santai. Pada nama lengkap perusahaan dan tagline akan digunakan jenis font yang sama akan, hal ini dilakukan agar nilai estetik tetap terjaga dengan tidak menggunakan jenis font yang terlalu banyak.
Gambar 3.3 Logotype Nama Lengkap Perusahaan
Tagline yang akan digunakan Reza Wisata adalah “ Berwisata Keliling Indonesia ? Bisa !”, penggunaan tagline ini dinilai dapat mewakili komitmen perusahaan sebagai perusahan biro wisata yang berfokus pada objek wisata domestik. Pesan yang terkandung dalam tagline juga memiiki arti bahwa perusahaan selalu siap memberikan pelayanan bagi semua orang yang tertarik untuk menikmati berbagai objek wisata di Indonesia, hal ini dikarenakan perusahaan selalu bersaing dalam segi harga tanpa mengabaikan kepuasan konsumen. Penggunaan bahasa Indonesia pada tagline dinilai cocok untuk menyeimbangkan dengan visi dan misi perusahaan selain itu lebih mudah diingat sehingga efektif untuk mengkomunikasikan ciri khas perusahaan.
Gambar 3.4 Tagline
3.3 Warna
Warna yang digunakan adalah biru, warna biru yang tetap dominan ini bertujuan agar identitas perusahaan yang selama ini ada tidak hilang begitu saja. Selain itu warna biru merepresentasikan komitmen perusahaan dalam mengutamakan kepuasan konsumen dengan selalu menjaga kepercayaan konsumen dan memberi pelayanan ramah penuh keakraban dalam kegiatan berwisata. Warna biru dapat merangsang pemikiran jernih serta menenangkan pikiran yang tentunya sangat sesuai dengan kegiatan wisata yang dapat melepaskan beban dan menjernihkan pikiran.
Gambar 3.5 Warna
3.4 Hasil Perancangan
Gambar 3.6 Logo Reza Wisata
Gambar 3.7 Alternatif Layout Logo Reza Wisata 3.5 Ikon dan Pattern
3.5.1 Studi Visual
Berikut adalah data visual yang menjadi inspirasi pembuatan ikon dan pattern dari Reza Wisata :
1. Candi Borobudur
Candi Borobudur merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 800 Masehi dan merupakan candi Budha tebesar di dunia. Pada tahun 2011 UNESCO resmi menetapkan candi Borobudur sebagai situs warisan sejarah dunia, oleh karena itu candi Borobudur menjadi inspirasi pembuatan ikon yang melambangkan wisata sejarah di Indonesia.
2. Canting
Canting merupakan alat yang digunakan untuk melukis pola pada kain batik. Batik sendiri merupakan warisan budaya dunia milik Indonesia yang diakui oleh UNESCO. Oleh karena itu canting dapat digunakan sebagai ide pembuatan ikon yang melambangkan batik sebagai kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia.
3. Bunga Rafflesia Arnoldi
Bunga Rafflesia Arnoldi atau desebut juga Padma Raksasa ditetapkan sebagai flora puspa langka bangsa Indonesia pada melalui Keputusan Presiden no 4 tahun 1993. Bunga Rafflesia Arnoldi hanya ditemukan dihabitat aslinya yaitu Sumatera, oleh karena itu bunga ini menjadi ide pembuatan ikon yang melambangkan kekayaan flora yang dimiliki oleh Indonesia.
4. Komodo
Komodo (Varanus komodeonensis) melalui Keputusan Presiden tahun 1993 ditetapkan sebagai fauna nasional Indonesia. Komodo merupakan hewan sejenis reptil purba yang masih hidup sampai saat ini, dihabitat aslinya komodo hanya ditemukan di Indonesia tepatnya di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Karena langka dan hanya ditemukan di Taman Nasional Komodo hewan ini menjadi daya tarik wisata dari Indonesia maupun mancanegara, oleh karena itu Komodo menjadi ide pembuatan ikon yang melambangkan kekayaan fauna di Indonesia.
5. Geografi
Geografi Indonesia yang merupakan negara kepulauan menjadikan Indonesia memiliki pantai-pantai serta laut yang indah, Indonesia juga memiliki 400 gunung berapi dimana 130 diantaranya masih aktif. Geografi Indonesia yang beragam tersebut juga menjadi salah satu objek wisata yang diminati. Oleh karena itu objek pegunungan, pantai serta laut yang berada di Indonesia menjadi ide pembuatan ikon yang melambangkan kekayaan alam di Indonesia.
6. Kuliner
Indonesia merupakan negara yang terdiri atas berbagai macam kebudayaan, dimana masing-masing kebudayaan memiliki kuliner khas dapat dijadikan daya tarik wisata. Untuk melambangkan berbagai macam kuliner ini dipilihlah ikon sendok dan garpu yang sudah menjadi simbol internasional dari makanan.
3.5.2 Warna
Warna yang digunakan adalahn yang biru merupakan warna identitas dari perusahaan Reza Wisata
Gambar 3.8 Warna Ikon dan Pattern Reza Wisata 3.5.3 Visualisai Ikon dan Pattern
Dari ikon-ikon yang telah dibuat selanjutnya akan ditata sedemikian rupa hingga menjadi pattern untuk Reza Wisata yang dapat menjadi identitas visual pembeda antara Reza Wisata dengan perusahaan-perusahaan sejenis.
3.6 Aplikasi Logo, Ikon dan Pattern Dalam Identitas Visual
Gambar 3.10 Kartu Nama
Gambar 3.11 Amplop dan Kop Surat
Gambar 3.12 Nota
Gambar 3.14 ID Card
Gambar 3.15 Neon Box
Gambar 3.16 Topi dan Seragam
Gambar 3.18 Notebook
Gambar 3.19 Souvenir
Gambar 3.20 Pouch
4. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 KESIMPULAN
Perancangan ulang visual identity perusahaan biro wisata Reza Wisata di kota Semarang sendiri memerlukan beberapa proses yang didasari data dan fakta seputar permasalahan. Hal tersebut dilakukan agar pesan serta identitas dari Reza Wisata tersampaikan dengan baik melalui perancangan ulang visual identity ini. Perancangan ulang visual identity Reza Wisata ini memberikan pengalaman secara langsung bagi perancang tentang pentingnya suatu proses yang harus dilalui untuk memperoleh visual identity yang baik.
Dengan merancang ulang visual identity Reza Wisata serta mengaplikasikannya secara konsisten untuk semua identitas visual yang ada, diharapkan memberi kesan positif sehingga menciptakan citra yang baik guna memperkuat posisi perusahaan di pasaran. Dengan semakin banyaknya kompetitor, visual identity yang baik dan konsisten adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh Reza Wisata karena hal tersebut akan mempermudah masyarakat untuk membedakan dan mengingat Reza Wisata dengan perusahan sejenis.
4.2 SARAN
Untuk lebih memperkenalkan identitas serta jasa yang ditawarkan oleh Reza Wisata, untuk kedepanya sebaiknya Reza Wisata dapat melakukan kegiatan promosi sesuai kebutuhan dan secara teratur. Dengan visual identity yang sudah ada diharapkan mempermudah perusahaan dalam melakukan kegiatan promosi.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku, Jurnal dan Laporan Penelitian
[1] Amanda Ayu Pratiwi. 2015. Perancangan Identitas Visual Merk Sepatu Kulit Bravo Di Semarang Untuk Memperkuat Posisi Di Pasaran. Semarang: Universitas Dian Nuswantoro.
[2] Carter, David. E. 2008. Big Book Design Idea. New York: Harper Collins.
[3] Carter, David. E. 2010. American Graphic Design and Advertising. New York: Harper Collins.
[4] Danesi, Marcel. 2010. Pesan, Tanda, dan Makna. Yogyakarta: Jalasutra.
[5] Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2003. Dasar-Dasar Pemasaran, Jilid 1, edisi ke-9, Jakarta: PT Indeks Gramedia.
[6] Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2012. Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid 2, edisi ke-8, Jakarta:Penerbit Erlangga.
[7] Riyarni Nur Fajarwati Soetrisno Putri. 2016. Memperkuat Posisi Butik Felucy Di Pasaran Dengan Perancangan Ulang. Semarang: Universitas Dian Nuswantoro. [8] Rustan, Suryanto, S.Sn. 2009. Mendesain Logo. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
[9] Supriyono, Rakhmat. 2010. Desain Komunikasi Visual: teori dan Aplikasi, edisi ke-1 Yogyakarta: Penerbit ANDI.
[10] Tinarbuko, Sumbo. 2009. Semiotika Komunikasi Visual. Yogyakarta: Jalasutra.
Sumber Internet [1] http://www.becakmabur.com/branding-mengapa-merek-sangat-penting (diakses 14 Januari 2016) [2] http://anekatempatwisata.com/pengertian-wisata-secara-umum (diakses 14 Januari 2016) [3] http://www.desainstudio.com/2010/12/teori-gestalt-dalam-desain-grafis.html?m=1 (di akses 2 Februari 2016)
[4]http://www.academia.edu/15634800/Jurnal_Skripsi_Semiotika_Charles_Sanders_Pierce (diakses 18 Mei 2016)
[5]http://itkp.ac.id/file/1Analisis%20Semiotika%20Logo%20Ades%202011%20da%20201 (diakses 18 Mei 2016)