A. KEBERADAAN DAN PERANAN MEDIA MASSA DALAM
A. KEBERADAAN DAN PERANAN MEDIA MASSA DALAM KOMUNIKASI POLITIK KOMUNIKASI POLITIK Mc.
Mc. LuhaLuhann mengumenguraikan raikan bahwabahwa mediamedia secsecara ara umuumum m adaadalah lah perperpanpanjanjangan gan alat alat indinderaera manus
manusia. Dengan ia. Dengan media kita media kita mempememperoleh informasi tentang benda, orang, dan roleh informasi tentang benda, orang, dan tempat yang tempat yang tidak tidak kita pahami secara langsung termasuk berbagai pesan tentang lingkungan sosial dan politik. Semua kita pahami secara langsung termasuk berbagai pesan tentang lingkungan sosial dan politik. Semua pesan yang mengandung muatan politik dapat membentuk atau mempertahankan citra politik dan pesan yang mengandung muatan politik dapat membentuk atau mempertahankan citra politik dan pendapat umum.
pendapat umum. Mc. LuhanMc. Luhan juga menyebut bahwajuga menyebut bahwa mediamedia atauatau mediummedium adalah pesanadalah pesan (the medium(the medium is the message)
is the message). Artinya, . Artinya, media saja sudmedia saja sudah menjadah menjadi pesan. Menurui pesan. Menurutnya, yantnya, yang mempengg mempengaruhiaruhi khalayak adalah bukan apa yang disampaikan oleh media, tetapi jenis media komunikasi yang khalayak adalah bukan apa yang disampaikan oleh media, tetapi jenis media komunikasi yang dipergunakan, yaitu antarpersona, media cetak, atau media elektronik.
dipergunakan, yaitu antarpersona, media cetak, atau media elektronik. 1. Kehadiran Media
1. Kehadiran Media Pada
Pada prinsprinsipnyipnyaa mediamedia adadalalah ah sesegagala la sesesusuatatu u sesebabagagai i sasaluluran ran babagi gi seseseseororanang g yayangng menyatakan gagasan, isi jiwa, atau kesadarannya. Atau
menyatakan gagasan, isi jiwa, atau kesadarannya. Atau mediamedia adalah alat untuk mewujudkanadalah alat untuk mewujudkan gagasan manusia.
gagasan manusia.
Bagan 1.1
Bagan 1.1Peranan media massa.Peranan media massa. Komunikasi politik dengan menggunakan media massa, disebut
Komunikasi politik dengan menggunakan media massa, disebut komunikasi massakomunikasi massa, dengan, dengan ciri-ciri dasar yang bersifat umum, terbuka, dan aktual. Menurut
ciri-ciri dasar yang bersifat umum, terbuka, dan aktual. Menurut BittnerBittner (1980:10) komunikasi(1980:10) komunikasi ma
massssa a adadalalah ah pepesasan n yayang ng didikokomumuninikakasisikakan n memelallalui ui memedidia a mamassssa a kekepapada da sesejujumlmlah ah ororanang.g. Sedangkan
Sedangkan MaletzeMaletze (1963(1963) ) menulmenulis is bahwa komunikbahwa komunikasi asi massa diartikan sebagai massa diartikan sebagai setiap bentuk setiap bentuk komu
komunikasnikasi i yang menyatakayang menyatakan n pernypernyataan secara ataan secara terbuterbuka ka melalumelalui i media penyebaramedia penyebaran n tekniteknis s secarsecaraa langsung dan satu arah kepada publik yang tersebar. Ciri lain dari media massa adalah penggunaan langsung dan satu arah kepada publik yang tersebar. Ciri lain dari media massa adalah penggunaan dan isinya bersifat terbuka dan umum, selain itu pesan komunikasi massa bersifat aktual dari segi dan isinya bersifat terbuka dan umum, selain itu pesan komunikasi massa bersifat aktual dari segi waktu dan substansi. Itulah sebabnya komunikasi massa sangat erat kaitannya dengan politik dan waktu dan substansi. Itulah sebabnya komunikasi massa sangat erat kaitannya dengan politik dan komunikasi politik.
komunikasi politik. N
Noo.. AArriiffiin n ((22220033::9966)) CChhaarrllees s WWrriigghht t MMiilllls s ((11998888)) 1
1 FuFunnggssi i iinnffoorrmmaassii FFuunnggssi i ppeennggaawwaassaan n lliinnggkkuunnggaan n (( surveillance surveillance )) 2
2 Fungsi Fungsi menmendiddidik ik penpendapdapat at umuumum.m. FunFungsgsi i hubhubungungan an ((correlationcorrelation)) 3
3 FuFunnggssi i hhiibbuurraann FFuunnggssi i hhiibbuurraann 4
4 FuFunnggssi i mmeenngghhuubbuunnggkkaann FFuunnggssi i ttrraannssmmiissi i bbuuddaayyaa 5
5 Fungsi kontrol sosialFungsi kontrol sosial 6
6 Fungsi membentuk Fungsi membentuk
Tabel 1.1
Tabel 1.1 Fungsi media massa menurut para ahli.Fungsi media massa menurut para ahli. Penyalur
Penyalur tulisan tulisan (the(the printed writing) printed writing) Menyalurkan Menyalurkan gambar hidup gambar hidup Penyalur ucapan (the
Penyalur ucapan (the spoken words) spoken words)
Peranan Media Massa (Arifin 2003:4) Peranan Media Massa (Arifin 2003:4)
Media massa, mulai
Media massa, mulai dari pers, televisi, radio dari pers, televisi, radio dan lain-lain, serta dan lain-lain, serta prosproses komunikaes komunikasi si massamassa (peran yang dimainkan) semakin banyak dijadikan sebagai objek studi. Memahami komunikasi (peran yang dimainkan) semakin banyak dijadikan sebagai objek studi. Memahami komunikasi massa ini ada beberapa asumsi yang menjadi titik tolak bahwa media memiliki fungsi penting. massa ini ada beberapa asumsi yang menjadi titik tolak bahwa media memiliki fungsi penting. Asumsi tersebut ditopang oleh lima contoh seperti ditulis
Asumsi tersebut ditopang oleh lima contoh seperti ditulis McQuailMcQuail (1987;3).(1987;3).
MedMedia ia mermerupaupakan kan indindustustri ri yanyang g berberubaubah h dan dan berberkemkembanbang g yanyang g menmencipciptaktakan an laplapanganganan kerja, barang, dan jasa serta menghidupkan industri lain yang terkait.
kerja, barang, dan jasa serta menghidupkan industri lain yang terkait.
Media massa merupakan sumber kekuatan alat kontrol, manajemen, dan inovasi dalamMedia massa merupakan sumber kekuatan alat kontrol, manajemen, dan inovasi dalam masyarakat.
masyarakat.
MedMedia ia memerurupapakakan n lolokakasi si (at(atau au foforurum) m) yayang ng sesemamakikin n beberprperaeran n ununtutuk k memenanampmpilkilkanan peristiwa-peristiwa kehidupan masyarakat.
peristiwa-peristiwa kehidupan masyarakat.
MedMedia ia sersering ing berberperperan an sebsebagaagai i wahwahana ana penpengemgembanbangan gan kebkebudaudayaayaan, n, bubukan kan sajsaja a daldalamam pengertian perkembangan bentuk seni dan simbol, tetapi juga dalam pengertian pengembangan pengertian perkembangan bentuk seni dan simbol, tetapi juga dalam pengertian pengembangan
tata cara, mode, gaya hidup, dan norma-norma. tata cara, mode, gaya hidup, dan norma-norma.
MedMedia ia teltelah ah memenjnjadadi i susumbmber er dodomiminanan n bubukakan n sasaja ja babagi gi inindidivividu du ununtutuk k memempmpereroleolehh gambaran dan citra realitas, tetapi juga bagi masyarakat dan kelompok secara kolektif.
gambaran dan citra realitas, tetapi juga bagi masyarakat dan kelompok secara kolektif. Peran media massa dapat dirumuskan secara ringkas antara lain:
Peran media massa dapat dirumuskan secara ringkas antara lain:
Media massa memberikan informasi dan membantu kita mengetahui secara jelas ikhwalMedia massa memberikan informasi dan membantu kita mengetahui secara jelas ikhwal tentang dunia sekelilingnya kemudian menyimpannya ke dalam ingatan kita.
tentang dunia sekelilingnya kemudian menyimpannya ke dalam ingatan kita.
Media massa membantu kita Media massa membantu kita menyusun agenda, menyusun jadwal kehidupan setiap hari.menyusun agenda, menyusun jadwal kehidupan setiap hari.
Media massa berfungsi membantu berhubungan dengan berbagai kelompok masyarakat lainMedia massa berfungsi membantu berhubungan dengan berbagai kelompok masyarakat lain di luar masyarakat kita.
di luar masyarakat kita.
Media massa membantu mensosialisasikan pribadi manusia. Media mengajarkan berbagaiMedia massa membantu mensosialisasikan pribadi manusia. Media mengajarkan berbagai sistem nilai baru yang harus dianut dan ditolak.
sistem nilai baru yang harus dianut dan ditolak.
Media digunakan untuk membujuk khalayak yang mencari kentungan dari pesan-pesanMedia digunakan untuk membujuk khalayak yang mencari kentungan dari pesan-pesan yang diterimanya.
yang diterimanya.
Media massa sebagai media hiburan, sebagian besar Media massa sebagai media hiburan, sebagian besar media melakukan fungsi sebagai mediamedia melakukan fungsi sebagai media yang memberikan hiburan.
yang memberikan hiburan.
B. RAGAM TEORI ATAU
B. RAGAM TEORI ATAU SISTEM NORMATIF MEDIA MASSASISTEM NORMATIF MEDIA MASSA 1. Teori/Sistem Media Massa
1. Teori/Sistem Media Massa OtoriterOtoriter
Teori atau sistem ini lazim diterapkan dalam masyarakat prademokrasi dan masyarakat Teori atau sistem ini lazim diterapkan dalam masyarakat prademokrasi dan masyarakat yang masih didominasi oleh kekuasaan otoriter atau penekanan. Secara umum beberapa prinsip yang masih didominasi oleh kekuasaan otoriter atau penekanan. Secara umum beberapa prinsip yang menjadi ciri dari teori/sistem pers ini adalah:
yang menjadi ciri dari teori/sistem pers ini adalah: a)
a) Media tiMedia tidak bodak boleh melleh melakukakukan hal yan hal yang daang dapat wewpat wewenang enang yang byang berlakuerlaku.. b)
c)
c) MedMedia ia harharus menghus menghindindari perbuari perbuatan yang menatan yang menententang nilaiang nilai-nil-nilai ai mormoral dan al dan polpolitiitik k dardarii kalangan dominan.
kalangan dominan. d)
d) SensoSensorship (penrship (penyensoyensoran) dapat diberan) dapat dibenarkan untnarkan untuk menegauk menegakkan prinskkan prinsip yang dianuip yang dianut.t. e)
e) KalKalangangan an warwartawtawan an dan profedan profesiosional media lainnnal media lainnya ya tidtidak ak memmemilikiliki i indindepeependendensi dalamnsi dalam organisasi medianya.
organisasi medianya.
2. Teori/Sistem Media Massa
2. Teori/Sistem Media Massa BebasBebas
Pola ini muncul sejak abad ke 17 sebagai reaksi atas kontrol penguasa terhadap pers, dan Pola ini muncul sejak abad ke 17 sebagai reaksi atas kontrol penguasa terhadap pers, dan kin
kini i ditditeraerapkapkan n secsecara ara melmeluas uas di di berberbagbagai ai negnegara ara di di dundunia ia khukhusussusnya nya yanyang g menmenganganut ut sissistemtem demokrasi liberal. Beberapa prinsip dari teori/sistem ini adalah:
demokrasi liberal. Beberapa prinsip dari teori/sistem ini adalah: a.
a. PubliPublikasi harus bebkasi harus bebas dari setiap upayas dari setiap upaya penyensoa penyensoran yang dilakran yang dilakukan pihaukan pihak ketiga.k ketiga. b.
b. KegiatKegiatan penerbitan penerbitan dan pendistrian dan pendistribusiabusiannya harus terbunnya harus terbuka bagi setiap orang atau kelompka bagi setiap orang atau kelompok ok tanpa memerlukan izin atau lisensi.
tanpa memerlukan izin atau lisensi. c.
c. Kecaman terhKecaman terhadap pemeriadap pemerintah, pejabntah, pejabat, atau partai politik (yanat, atau partai politik (yang berbeda) seyog berbeda) seyogyanygyanya tidak a tidak dapat dipidana.
dapat dipidana. d.
d. Tidak perTidak perlu ada kewajiblu ada kewajiban untuk meman untuk mempublpublikasikikasikan segala macam halan segala macam hal..
e.
e. PuPubblilikakassi i memengngenenai ai ”k”kesesalalahahanan” ” ddililininddunungi gi sasamma a hahalnlnyya a dedenngagan n ppubublilikakasisi
tentang”kebenaran” khususnya yang berkaitan dengan opini dan keyakinan. tentang”kebenaran” khususnya yang berkaitan dengan opini dan keyakinan. f.
f. TidTidak ak dipdiperluerlukan kan adaadanya nya pempembatbatasaasan-pn-pembembataatasan san hukhukum um terhterhadaadap p upaupaya ya penpengumgumpulpulanan informasi untuk keperluan publikasi.
informasi untuk keperluan publikasi. g.
g. TidTidak ak dipdiperluerlukan kan adaadanya nya pempembatbatasaasan-pn-pembembatasatasan an daldalam am penpengirgirimaiman n dan dan penpenerierimaamaann “pesan” di dalam negeri atau pun antarnegara.
“pesan” di dalam negeri atau pun antarnegara. h.
h. WartawaWartawan harus memiliki otonn harus memiliki otonomi profesiomi profesional yang kuat dalam organonal yang kuat dalam organisasi medianisasi medianya.ya.
3. Teori/Sistem Media Massa
3. Teori/Sistem Media Massa Tanggung Jawab SosialTanggung Jawab Sosial Prinsip-prinsip utama dari sistem ini adalah:
Prinsip-prinsip utama dari sistem ini adalah: a.
a. Media seyogMedia seyogyanya menyanya menerima dan memenerima dan memenuhi kewajibuhi kewajiban tertentu kepan tertentu kepada masyaraada masyarakatkat
b.
b. KeKewajwajibibanan-k-kewaewajijibaban n tetersrsebebut ut peperlu rlu didipepenunuhi hi dedengngan an memenenetaptapkakan n ststanandadar r ststanandadar r
pr
profeofesiosionalnalismisme e yanyang g menmenyanyangkugkut t keikeinfonformarmasiasian, n, kebkebenaenaranran, , akuakurasrasi, i, objobjektektifiifitas, tas, dandan keseimbangan.
keseimbangan. c.
c. Dalam menerDalam menerima dan melaksaima dan melaksanakan kewanakan kewajiban tersjiban tersebut, mediebut, media seyogyaa seyogyanya dapat mengnya dapat mengatur atur diri sendiri sesuai kerangka hukum dan
diri sendiri sesuai kerangka hukum dan kelembagaan yang berlaku.kelembagaan yang berlaku. d.
d. MedMedia ia seyseyogyogyanyanya a menmenghighindandarkarkan n dirdiri i dardari i setsetiap iap upaupaya ya yanyang g dapdapat at menmenjurjurus us ke ke tintindak dak kejahatan, kekerasan, merusak tatanan
kejahatan, kekerasan, merusak tatanan sosial, atau menyakiti kelompok-kelompok minoritas.sosial, atau menyakiti kelompok-kelompok minoritas. e.
e. MedMedia ia secsecara ara keskeselueluruhruhan an henhendakdakya ya berbersifsifat at plupluralralististis is dan dan mermerefleflekseksikaikan n kebkebineinekaakaann mas
masyaryarakaakat, t, memmemberberikaikan n keskesempempatan atan yanyang g samsama a ununtuk tuk menmengekgeksprspresiesikan kan berberbagbagai ai sudsudutut pandang serta memberikan jamina hak jawab.
f.
f. Masyarakat dan publik, memiliki hak untuk menuntut standar kinerja yang tinggi dariMasyarakat dan publik, memiliki hak untuk menuntut standar kinerja yang tinggi dari
media masa, karena intervensi dapat dibenarkan mengingat media massa merupakan
media masa, karena intervensi dapat dibenarkan mengingat media massa merupakan public public good.
good. g.
g. WaWartrtawawan an dadan n kakalalangngan an prprofofesesioionanal l memedidia a lalaininnynya a bebertrtananggggunung g jajawawab b teterhrhadadapap masyarakat, pihak majikan, serta pasar.
masyarakat, pihak majikan, serta pasar. 4.
4. TeorTeori/Sisi/Sistem Metem Media Madia Massa Sssa Sovieoviett
Sistem ini menganut beberapa prinsip sebagai berikut: Sistem ini menganut beberapa prinsip sebagai berikut: a.
a. Media haruMedia harus melayans melayani kepentii kepentingan diri, dan bngan diri, dan berada dalam koerada dalam kontrol kelntrol kelas pekerjaas pekerja.. b.
b. KalangKalangan swasan swasta tidak dibta tidak dibenarkenarkan memilian memiliki media.ki media. c.
c. Media haruMedia harus selalu melaks selalu melakukan fungukan fungsi positsi positif bagi masyaraif bagi masyarakat dengan cara melkat dengan cara melakukaakukan upayan upaya sosialisasi norma-norma, pendidikan, penerangan, motivasi, dan mobilisasi yang diinginkan. sosialisasi norma-norma, pendidikan, penerangan, motivasi, dan mobilisasi yang diinginkan. d.
d. Dalam menjalDalam menjalankan selurankan seluruh tugasnuh tugasnya kepada masyaya kepada masyarakat, medirakat, media harus tanggap terhaa harus tanggap terhadapdap kebutuhan dan keinginan khalayaknya.
kebutuhan dan keinginan khalayaknya. e.
e. MasyarMasyarakat berhak melaakat berhak melakukan senkukan sensor dan tindaksor dan tindakan hukum lainnan hukum lainnya dalam upaya mencegya dalam upaya mencegahah dan memberikan hukuman setelah terjadinya peristiwa publikasi yang bersifat antisosial.
dan memberikan hukuman setelah terjadinya peristiwa publikasi yang bersifat antisosial.
f.
f. Media harus Media harus membememberikan pemikiran dan rikan pemikiran dan pandpandangan yang angan yang lengklengkap ap dan obyektif mengenaidan obyektif mengenai
masyarakat dan dunia yang sesuai dengan ajaran Marxisme Leninisme. masyarakat dan dunia yang sesuai dengan ajaran Marxisme Leninisme. g.
g. WartWartawaawan n adaadalah lah kalkalangangan an proprofesfesionional al yanyang g berbertantangguggung ng jawjawab ab yanyang g memmemilikiliki i citcita-cia-citata yang selaras dengan kepentingan utama masyarakat.
yang selaras dengan kepentingan utama masyarakat. h.
h. Media haruMedia harus menduks mendukung gerakung gerakan gerakan proan gerakan progresif di dalgresif di dalam dan di luar negeriam dan di luar negeri.. 5.
5. TeorTeori/Sisi/Sistem Meditem Media Massa Pema Massa Pembangbangunanunan Prinsip-prinsip dari sistem ini adalah: Prinsip-prinsip dari sistem ini adalah: a.
a. Media seyogMedia seyogyanya meneyanya menerima dan melaksarima dan melaksanakan tugasnakan tugas-tugas po-tugas positif pembasitif pembangunngunan sesuaian sesuai dengan kebijakan nasional yang ditetapkan
dengan kebijakan nasional yang ditetapkan b.
b. Kebebasan media pKebebasan media perlu dibatasi sesuerlu dibatasi sesuai dengan ai dengan prioritas ekonomi prioritas ekonomi dan kebutuhdan kebutuhan masyarakatan masyarakat akan masyarakat.
akan masyarakat. c.
c. Isi mediIsi media perlu mempa perlu memprioritasrioritaskan kebukan kebudayaan ddayaan dan bahasan bahasa nasiona nasionalal d.
d. MeMedidia a peperlrlu u memempmpririororititasaskakan n isisi i beberirita ta dadan n ininfoformrmasasininya ya kekepapada da nenegagarara-n-negegararaa berkembang lainnya yang
berkembang lainnya yang memiliki kedekatan memiliki kedekatan secara geografis, budaya, atau posecara geografis, budaya, atau politik.litik. e.
e. WaWartrtawawan an dadan n pepekekerjrja a memedidia a lalaininnynya a memempmpununyayai i tatangnggugung ng jajawawab b dadan n kekebebebabasasann menjalankan tugasnya mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi.
menjalankan tugasnya mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi.
f.
f. DeDemi mi kekepepentntiningagan n pepembmbanangugunanan, n, nenegagara ra beberhrhak ak ikikut ut camcampupur, r, ataatau u memengngelueluarkarkanan
pemb
pembatasanatasan-pembat-pembatasan, asan, dan dan pengopengoperasiperasian an media, media, melakumelakukan kan penyepenyensoransoran, n, membememberikanrikan subsidi, dan pengadilan secara langsung dapat dibenarkan
subsidi, dan pengadilan secara langsung dapat dibenarkan 6.
6. Teori/Sistem Teori/Sistem Media Media Massa Massa Demokratik Demokratik PartisipanPartisipan Prinsip-prinsip dari sistem ini adalah:
Prinsip-prinsip dari sistem ini adalah:
a.
a. Setiap individSetiap individu u warga negara warga negara dan kelompok minoritas berhak memperoleh akses dan kelompok minoritas berhak memperoleh akses terhadterhadapap
media (
media (right to communicateright to communicate) dan hak untuk dilayani sesuai kebutuhan yang mereka tentukan) dan hak untuk dilayani sesuai kebutuhan yang mereka tentukan sendiri.
sendiri. b.
b. OrgOrganianisassasi i dan isi media tidak perlu tunddan isi media tidak perlu tunduk pada pengeuk pada pengendandalian birolian birokrakrasi negarsi negara a ataatau u sensentratrall kekuasaan politik
kekuasaan politik c.
c. EksEksististensensi i medmedia ia terterutautama ma leblebih ih ditditunjunjukkukkan an untuntuk kepenuk kepentintingan khalagan khalayakyaknynya, a, bukbukan an untuntuk uk kepentingan pihak organisasi media, kalangan profesional, atauy pihak klien media.
d.
d. Organisasi-organisasi, kelompok-kelompok, dan komunitas lokal hendaknya memiliki mediaOrganisasi-organisasi, kelompok-kelompok, dan komunitas lokal hendaknya memiliki media
sendiri. sendiri. e.
e. BenBentuktuk-ben-bentuk medituk media a berberskaskala la keckecil, interail, interaktiktif, f, parpartistisipaipatif tif leblebih ih baibaik k ketketimbimbang media yangang media yang berskala besar, satu arah, dan profesional
berskala besar, satu arah, dan profesional f.
f. KebKebutuutuhan soshan sosial terteial tertentu yang terkntu yang terkait dengait dengan media tidaan media tidak cukup dikk cukup dikemuemukakkakan baik melalan baik melaluiui tun
tuntuttutan an konkonsumsumen en secsecara ara indindiviividuadual, l, ataataupuupun n melmelalualui i negnegara ara dan dan berberbagbagai ai sarsarana ana utautamama kelembagaaannya.
kelembagaaannya. g.
g. KomuKomunikasnikasi terlai terlalu penlu penting ting untuuntuk hank hanya diya diserahkserahkan kepan kepada kaada kalangalangan pron profesionfesional.al. C. DILEMA MEDIA MASSA DAN REFORMASI MEDIA MASSA
C. DILEMA MEDIA MASSA DAN REFORMASI MEDIA MASSA 1.
1. DilemDilema Media Masa Media Massa: Bensa: Benturaturan Kepentn Kepentinganingan
Permasalahan yang terjadi pada media massa, menurut pendekatan fungsional struktural, Permasalahan yang terjadi pada media massa, menurut pendekatan fungsional struktural, merupakan produk atau hasil dari permasalahan sistem sosial politik yang ada. Fungsi kontrol merupakan produk atau hasil dari permasalahan sistem sosial politik yang ada. Fungsi kontrol sosial dari media, khususnya untuk menyampaikan berbagai kritikan serta pandangan berbeda sosial dari media, khususnya untuk menyampaikan berbagai kritikan serta pandangan berbeda mengenai realitas pembangunan cenderung menurut atau bahkan tidak ada sama sekali.
mengenai realitas pembangunan cenderung menurut atau bahkan tidak ada sama sekali. Berikut ini adalah gambaran alur terjadinya dilema dan reformasi media massa: Berikut ini adalah gambaran alur terjadinya dilema dan reformasi media massa:
Bagan 1.2
Bagan 1.2 Alur reformasi dan dilema media massa.Alur reformasi dan dilema media massa. D.
D. PERAPERAN MEDIA MASN MEDIA MASSA MEMBESA MEMBENTUK CITRNTUK CITRA POLITIA POLITIKUS DAN MENDKUS DAN MENDUKUNGUKUNG KEGIATAN KOMUNIKASI POLITIK
KEGIATAN KOMUNIKASI POLITIK 1. Peran Media
1. Peran Media Massa Membentuk Citra PolitikusMassa Membentuk Citra Politikus
Dalam komunikasi politik mekanistis, politikus dan aktivis disebut sebagai komunikator Dalam komunikasi politik mekanistis, politikus dan aktivis disebut sebagai komunikator politik oleh
politik oleh Dan NimmoDan Nimmo (1999:30-37). Politikus adalah pekerja politik yang melakukan aktifitas(1999:30-37). Politikus adalah pekerja politik yang melakukan aktifitas politik, baik di dalam pemerintahan maupun di luar atau di dalam parlemen. Sedangkan aktivis politik, baik di dalam pemerintahan maupun di luar atau di dalam parlemen. Sedangkan aktivis adalah para penggiat atau pemimpin organisasi masyarakat yang memiliki perhatian dan kegiatan adalah para penggiat atau pemimpin organisasi masyarakat yang memiliki perhatian dan kegiatan yang berkitan dengan politik. Politikus dan aktivis harus melakukan komunikasi politik untuk yang berkitan dengan politik. Politikus dan aktivis harus melakukan komunikasi politik untuk memperoleh dukungan massa atau pendapat umum.
memperoleh dukungan massa atau pendapat umum. Pendekatan Fungsional
Pendekatan Fungsional StrukturaStrukturall
penyebab penyebab
Ketidakberday
Ketidakberdayaan para aan para pengelola mediapengelola media massa menghadapi tekanan politik
massa menghadapi tekanan politik eksternal
eksternal
Politik media yang berlaku di
Politik media yang berlaku di masa ordemasa orde baru semakin memperkokoh integrasi baru semakin memperkokoh integrasi vertikal dalam sistem komunikasi politik vertikal dalam sistem komunikasi politik
Reformasi Media Massa
Reformasi Media Massa (Ardial )2005:162-164(Ardial )2005:162-164
Suatu sistem ideal yang diharapkan mampu memenuhi tuntutan aspirasi dan Suatu sistem ideal yang diharapkan mampu memenuhi tuntutan aspirasi dan kepe
kepentinntingan gan masymasyarakarakat at sesusesuai ai dengdengan an tunttuntutan utan reforeformasrmasi, i, sertserta a antisantisipatiipatif f tantangan dan perkembangan situasi era globalisasi komunikasi dan
Bagan 1.3
Bagan 1.3Pembentukan citra politikus dalam mendukung kegiatan komunikasi politik.Pembentukan citra politikus dalam mendukung kegiatan komunikasi politik. Med
Media ia masmassa sa di di negnegara ara demdemokrokrasi asi dan dan negnegara ara otootoritriter er memmemilikiliki i perperbedbedaanaan, , di di negnegaraara oto
otoriteriter r medmedia ia masmassa sa di di gungunakaakan n pempemerierintantah h sebsebagaagai i alaalat t polpolitiitik k untuntuk uk menmengengendaldalikaikan n opiopinini rakyatnya hal ini sebagaimana dapat di lihat pada negara unisoviet serta keberlangsungan media rakyatnya hal ini sebagaimana dapat di lihat pada negara unisoviet serta keberlangsungan media massa tergantung kebijakan yang ada pada pemerintah.
massa tergantung kebijakan yang ada pada pemerintah.
Sedangkan di negara demokrasi peran media massa lebih luas karena memiliki kepribadian Sedangkan di negara demokrasi peran media massa lebih luas karena memiliki kepribadian sen
sendirdiri i berberdasdasarkarkan an latlatar ar belbelakaakang ng redredaktaktur ur dan dan wartwartawaawan n yanyang g melmelakuakuan an pelpelipuiputan tan berberitaita,, sehingga hal ini bagaikan koin yang tidak dapat di pisahkan. Di satu pihak dapat mendukung sehingga hal ini bagaikan koin yang tidak dapat di pisahkan. Di satu pihak dapat mendukung pr
progrogram am pempemerierintahntah, , dildilain ain pihpihak ak dapdapat at menmenimbimbulkulkan an opiopini ni pubpublik lik yanyang g dapdapat at menmenghaghambambatt program pemerintah. Dalam hal ini pejabat atau pemerintah dapat memanfaatkan media massa program pemerintah. Dalam hal ini pejabat atau pemerintah dapat memanfaatkan media massa sebagai alat politik untuk menimbulkan opini baru di masyarakat sehingga kepentingan pemerintah sebagai alat politik untuk menimbulkan opini baru di masyarakat sehingga kepentingan pemerintah dapat berjalan dengan baik atau pejabat dapat memanfaatkan pemberitaan di media massa untuk dapat berjalan dengan baik atau pejabat dapat memanfaatkan pemberitaan di media massa untuk memperoleh dukungan publik. Pada penyusunan berita kadang media massa lebih mengedepankan memperoleh dukungan publik. Pada penyusunan berita kadang media massa lebih mengedepankan kepentingan profitnya yakni dengan memberitakan peristiwa di luar fakta yang terjadi sehingga kepentingan profitnya yakni dengan memberitakan peristiwa di luar fakta yang terjadi sehingga menimbulkan spekulasi baru di masyarakat. Sehingga perlu adanya koordinasi antara narasumber menimbulkan spekulasi baru di masyarakat. Sehingga perlu adanya koordinasi antara narasumber dengan pencari berita sehingga tidak menimbulkan persepsi baru yang akan merugikan berbagai dengan pencari berita sehingga tidak menimbulkan persepsi baru yang akan merugikan berbagai pihak.
pihak.
2. Peranan Media Masa
2. Peranan Media Masa Mendukung Kegiatan Komunikasi Politik Mendukung Kegiatan Komunikasi Politik
Bentuk komunikasi politik sangat terkait dengan perilaku politikus atau aktivis politik untuk Bentuk komunikasi politik sangat terkait dengan perilaku politikus atau aktivis politik untuk men
mencapcapai ai tujtujuan uan polpolitiitiknyknya. a. TekTekhnihnik k komkomuniunikaskasi i yanyang g digdigunaunakan kan untuntuk uk menmencapcapai ai dukdukungunganan legitimasi (otoritas sosial) meliputi tiga level, yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku khalayak. legitimasi (otoritas sosial) meliputi tiga level, yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku khalayak. Keg
Kegiaiatan tan kokomumuninikakasi si popolilitik tik memelilipuputi ti jujuga ga upupayaya a ununtutuk k memencncariari, , memempmpertertahahanankakan, n, dadann men
meningingkatkatkan kan dukdukungungan an polpolitiitik. k. MedMedia ia masmassa sa jugjuga a berberperperan an memmembenbentuk tuk citrcitra a polpolitiitikus kus dandan ke
kegigiatatan an kokomumuninikakasi si popolilititik. k. DeDengngan an dedemimikikian an didisisimpmpululkakan n babahwhwa a memedidia a mamassssa a sasangngatat mendukung kegiatan komunikasi politik. Hal ini berkaitan
mendukung kegiatan komunikasi politik. Hal ini berkaitan dengan fungsi komunikasi massa.dengan fungsi komunikasi massa. Wilbur Schramm
Wilbur Schramm menyatakan, komunikasi massa berfungsi sebagaimenyatakan, komunikasi massa berfungsi sebagai decoder, decoder, interpretinterpreter,er, dan encoder
dan encoder . Komunikasi massa mencode lingkungan sekitar untuk kita, mengawasi kemungkinan. Komunikasi massa mencode lingkungan sekitar untuk kita, mengawasi kemungkinan tim
timbulbulnya nya bahbahayaaya, , menmengawgawasi asi terjterjadiadinya nya perpersetsetujuujuan an dan dan efeefek k hibhiburauran. n. KoKomunmunikaikasi si masmassasa mengi
mengintrepetntrepetasikaasikan n hal-hhal-hal al yang dikode yang dikode sehinsehingga gga dapat mengambidapat mengambil l kebijkebijakan akan terhadterhadap ap effek,effek, menjaga berlangsungnya interaksi, serta membantu masyarakat menikmati kehidupan. Komunikasi menjaga berlangsungnya interaksi, serta membantu masyarakat menikmati kehidupan. Komunikasi massa juga mencode pesan-pesan yang memelihara hubungan kita dengan masyarakat lain serta massa juga mencode pesan-pesan yang memelihara hubungan kita dengan masyarakat lain serta menyampaikan kebudayaan baru kepada masyarakat.
menyampaikan kebudayaan baru kepada masyarakat.
6 6
Media Massa
Media Massa Negara OtoriterNegara Otoriter Dikendalikan negaraDikendalikan negarasebagai alat politik sebagai alat politik
N
Neeggaarra a DDeemmookkrraassii MMeemmiilliikki i kkeepprriibbaaddiiaan n mmaassiinngg--mmaassiinngg atau tidak kaku serta fleksibel
atau tidak kaku serta fleksibel
Penyampaian berita Penyampaian berita
Realitas media
Realitas media Fakta di lapanganFakta di lapangan Dapat dimanfaatkan pejabat sebagaiDapat dimanfaatkan pejabat sebagai penggalang dukungan kemudian penggalang dukungan kemudian dilemparkan sebagai isu publik dilemparkan sebagai isu publik
a. Menghibur
Bagan 1.4
Bagan 1.4 Fungsi pokok media massa.Fungsi pokok media massa. a. Retorika Politik
a. Retorika Politik
Retorika berasal dari bahasa Yunani
Retorika berasal dari bahasa Yunani rhetoricarhetorica yang berarti seni bicara. Retorika adalahyang berarti seni bicara. Retorika adalah komunikasi yang bersifat dua arah atau dialogis, yaitu antara satu dengan yang lain. Atau satu komunikasi yang bersifat dua arah atau dialogis, yaitu antara satu dengan yang lain. Atau satu orang berbicara kepada satu orang atau beberapa orang, untuk saling mempengaruhi dengan secara orang berbicara kepada satu orang atau beberapa orang, untuk saling mempengaruhi dengan secara persuasive dan timbal balik (dua arah).
persuasive dan timbal balik (dua arah). Dale Carnage
Dale Carnage mengatakan “we are judged each day by our speech” yang artinya mengatakan “we are judged each day by our speech” yang artinya setiap harisetiap hari kita dihakimi oleh perkataan kita sendiri. Cara bicara mengungkapkan apakah anda orang terpelajar kita dihakimi oleh perkataan kita sendiri. Cara bicara mengungkapkan apakah anda orang terpelajar atau kurang ajar.
atau kurang ajar. b. Agitasi Politik b. Agitasi Politik
Agitasi berasal dari bahasa Latin yaitu agitare (bergerak, menggerakkan). Menurut
Agitasi berasal dari bahasa Latin yaitu agitare (bergerak, menggerakkan). Menurut HerbertHerbert Blumer
Blumer (1969) (1969) agitasagitasi i adalah beroperasadalah beroperasi i untuuntuk k membamembangkingkitkan tkan rakyarakyat t pada gerakan pada gerakan tertentertentutu teru
terutama tama gergerakaakan n polpolitiitik. k. DenDengan gan katkata a lailain, n, agiagitastasi i adaadalah lah upaupaya ya untuntuk uk menmenggeggerakrakkan kan masmassasa dengan lisan atau tulisan, dengan cara merangsang dan membangkitkan emosi khalayak. Orang dengan lisan atau tulisan, dengan cara merangsang dan membangkitkan emosi khalayak. Orang yang melakukan agitasi itu dinamakan agitator.
yang melakukan agitasi itu dinamakan agitator. Napheus SmithNapheus Smith menyebut agitator sebagai orangmenyebut agitator sebagai orang yang berusaha menimbulkan ketidakpuasan, kegelisahan, atau pemberontakan orang lain. Dengan yang berusaha menimbulkan ketidakpuasan, kegelisahan, atau pemberontakan orang lain. Dengan demik
demikian, ian, agitasagitasi i bersibersifat fat negatnegatif if karena sifatnya karena sifatnya yang menghasutyang menghasut, , mengamengancam, menggelisncam, menggelisahkanahkan,, membangkitkan rasa tidak puas khalayak, dan
membangkitkan rasa tidak puas khalayak, dan mendorong adanya pemberontakan.mendorong adanya pemberontakan. c. Propaganda Politik
c. Propaganda Politik Pro
Propagpagandanda a berberasaasal l dardari i katkata a latlatin in propropagpagare are (me(menyenyemai mai tuntunas as tantanamaaman). n). ProPropagpagandandisis adalah orang yang melaksanakan kegiatan propaganda, yang mampu menjangkau khalayak kolektif adalah orang yang melaksanakan kegiatan propaganda, yang mampu menjangkau khalayak kolektif yan
yang g leblebih ih besbesar. ar. ProPropagpagandandis is mermerupaupakan kan polpolitiitikus kus ataatau u kadkader er parpartai tai popolitilitik k yanyang g memmemiliilikiki kemampuan dalam melakukan sugesti kepada khalayak dan menciptakan suasana yang mudah kemampuan dalam melakukan sugesti kepada khalayak dan menciptakan suasana yang mudah terkena sugesti (suggistible). Propaganda menurut para ahli:
terkena sugesti (suggistible). Propaganda menurut para ahli:
1.
1. LeninLenin, propaganda yaitu mengemukakan banyak gagasan atau pikiran secara mendalam, propaganda yaitu mengemukakan banyak gagasan atau pikiran secara mendalam
kepada sedikit orang. Propaganda di lakukan dalam bentuk pendidikan dikelas atau kepada sedikit orang. Propaganda di lakukan dalam bentuk pendidikan dikelas atau ceramah-ceramah yang jumlah khalayaknya sangat terbatas dan terpilih.
ceramah yang jumlah khalayaknya sangat terbatas dan terpilih.
2.
2. Leonard W. DobbLeonard W. Dobb (1966), dipahami sebagai individu atau kelompok yang berkepentingan(1966), dipahami sebagai individu atau kelompok yang berkepentingan
mengontrol sikap kelompok individu lain dengan menggunakan sugesti. mengontrol sikap kelompok individu lain dengan menggunakan sugesti.
Fungsi Pokok Fungsi Pokok Media
Media Massa Massa (De(De Vito)
Vito)
b.
b. MeMe akakininkakann c.
c. MeMenn infinformormasiasikankan
d. Menganugerahkan status d. Menganugerahkan status
e. Membius e. Membius
ff. . MMeenncciippttaakkaann rasa kebersatuan rasa kebersatuan Privatisasi Privatisasi Menawarkan Menawarkan etika atau nilai etika atau nilai
Hubungan parasosial Hubungan parasosial
3.
3. HarbHarbert ert BlumeBlumerr (1969(1969) ) proppropagandaganda a diangdianggap gap sebagsebagai ai kampkampanye anye politpolitik ik yang denganyang dengan
sengaja mengajak dan membimbing untuk mempengaruhi/membujuk orang guna menerima sengaja mengajak dan membimbing untuk mempengaruhi/membujuk orang guna menerima pandangan, sentimen, atau nilai tertentu.
pandangan, sentimen, atau nilai tertentu.
4.
4. Jacques EllulJacques Ellul (1965) membagi propaganda ke dalam dua tipe, yaitu:(1965) membagi propaganda ke dalam dua tipe, yaitu: a.
a. Propaganda politik adalah kegiatan yang di lakukan oleh pemerintah, partai politik Propaganda politik adalah kegiatan yang di lakukan oleh pemerintah, partai politik
(strategis atau taktis) dengan pesan-pesan yang khas yang lebih berjangka pendek. (strategis atau taktis) dengan pesan-pesan yang khas yang lebih berjangka pendek.
b.
b. Propaganda sosiologis biasanya kurang kentara dan lebih berjangka panjang, denganPropaganda sosiologis biasanya kurang kentara dan lebih berjangka panjang, dengan
pesa
pesan-pesn-pesan an cara cara hiduhidup, p, yang yang selanselanjutnyjutnya a akan akan mempemempengarungaruhi hi lembalembaga-lembga-lembaga aga sosisosial,al, ekonomi, dan politik.
ekonomi, dan politik.
5.
5. DoobDoob (1966) membedakan:(1966) membedakan: a.
a. PropaPropaganda ganda TerseTersembunmbunyi yi terjadterjadi i jika jika propapropagandigandis s menyemenyelubulubungi ngi (memb(membungkungkus)us)
tujuan-tujuannya
tujuan-tujuannya ketika ketika berbicara.berbicara.
b.
b. ProPropagpagandanda a TerTerangang-ter-terangangan an menmenyinyingkagkap p tujtujuan uan polpolitiitiknyknya a tattatkalkala a berberusausahaha
memperoleh dukungan suara. memperoleh dukungan suara.
c.
c. ProPropagpagandanda a DisDisengengaja aja adaadalah lah propropagpagandanda a yanyang g memmemang ang dipdipersersiapiapkan kan dendengangan
cermat untuk memperoleh dukungan politik. cermat untuk memperoleh dukungan politik.
d.
d. Propaganda Tidak Disengaja adalah propaganda yang terjadi secara spontan, dalamPropaganda Tidak Disengaja adalah propaganda yang terjadi secara spontan, dalam
suasana atau kondisi yang tidak direncanakan
suasana atau kondisi yang tidak direncanakan sebelumnya.sebelumnya.
6.
6. EllulEllul (1965) juga membedakan antara propaganda vertikal dan propaganda horizontal.(1965) juga membedakan antara propaganda vertikal dan propaganda horizontal.
d.
d. Public Relations Public Relations Politik Politik
Secara umum
Secara umum publi public c relatirelationsons dipahami sebagai usaha atau kegiatan atau badan ataudipahami sebagai usaha atau kegiatan atau badan atau organisasi untuk menciptakan dan menjaga hubungan yang harmonis dan menguntungkan organisasi untuk menciptakan dan menjaga hubungan yang harmonis dan menguntungkan den
dengan gan gogolonlongagan-gn-goloolongngan an tertertententu tu ataatau u mamasyasyarakrakat, at, guguna na menmendapdapat at dudukukungngan an dandan penghargaan.
penghargaan. HartonoHartono (19(196666:45:45) ) memengngururaiaikakan n babahwhwaa pub public lic relarelatiotionsns adaadalah lah funfungsgsii man
manajeajemen men dendengan gan tugtugas as melamelakukkukan an penpenelitielitian an terhterhadap adap pendpendapatapat, , keinkeinginginanan dan dan siksikapap publik
publik, , melakukamelakukan n usaha-ususaha-usaha aha penerangan dan penerangan dan hubunghubungan-hubunan-hubungan gan untuk mencapauntuk mencapai i salinsalingg pengertian, kepercayaan, dukungan, dan integrasi dengan publik.
pengertian, kepercayaan, dukungan, dan integrasi dengan publik. Public
Public relatirelationsons politik dilakukan baik di dalam partai politik (politik dilakukan baik di dalam partai politik ( internal publicinternal public) maupun di) maupun di luar partai politik (
luar partai politik (external publicexternal public) seperti masyarakat luas. Kegiatan yang bersifat internal adalah:) seperti masyarakat luas. Kegiatan yang bersifat internal adalah: (1) mengadakan analisis terhadap kebijakan partai politik yang sudah maupun sedang berjalan, dan (1) mengadakan analisis terhadap kebijakan partai politik yang sudah maupun sedang berjalan, dan (2)
(2) mengmengadakan perbaikan adakan perbaikan sebagsebagai ai kelanjkelanjutan utan analisanalisis is yang dilakukan terhadap yang dilakukan terhadap kebijkebijaksanaksanaanaan partai politik, baik yang sedang bejalan maupun tcrhadap perencanaan kebijakan baru.
partai politik, baik yang sedang bejalan maupun tcrhadap perencanaan kebijakan baru. e. Kampanye Politik
e. Kampanye Politik
Kampanye politik adalah bentuk komunikasi politik yang dilakukan oleh seseorang atau Kampanye politik adalah bentuk komunikasi politik yang dilakukan oleh seseorang atau sek
sekeloelompompok k oraorang ng atau atau orgorganianisassasi i polpolitiitik k daldalam am wakwaktu tu terttertententu u untuntuk uk memmemperperoleoleh h dukdukungunganan politik dari rakyat.
politik dari rakyat. Kam
Kampanpanye ye polpolitiitik k mermerupaupakan kan kegkegiataiatan n yanyang g berbersifsifat at forformal mal daldalam am perperebuebutan tan jabjabataatan- n- jab
jabatan atan polpolitiitik k terttertententu. u. DalDalam am kamkampanpanye ye polpolitiitik, k, biabiasansanya ya semsemua ua benbentuk tuk komkomuniunikaskasi i polpolitiitik k dikem
dikembangkbangkan an sepertseperti i agitasagitasi i politpolitik, ik, propapropagandganda a politpolitik,ik, public relations public relations politik, dan retorikapolitik, dan retorika politik. Namun, dapat diingat pula bahwa di Negara demokrasi termasuk Indonesia penggunaan politik. Namun, dapat diingat pula bahwa di Negara demokrasi termasuk Indonesia penggunaan agitasi politik dan propaganda politik yang mengabaikan nilai-nilai kebenaran, etika, dan moral agitasi politik dan propaganda politik yang mengabaikan nilai-nilai kebenaran, etika, dan moral harus ditinggalkan.
harus ditinggalkan. f. Lobi Politik f. Lobi Politik Menurut
Menurut Dan NimmoDan Nimmo (1999)(1999),, karakteristik percakapan politik yang terjadi dalam lobikarakteristik percakapan politik yang terjadi dalam lobi
politik
masalah.
masalah. Dalam pertukaran pandangDalam pertukaran pandangan itu diperlukan kemampan itu diperlukan kemampuan negosiasi karena pesan yuan negosiasi karena pesan yangang dipersoalkan itu memiliki dimensi isi
dipersoalkan itu memiliki dimensi isi maupun dimensi hubungan yang memerlukan kesepakatan.maupun dimensi hubungan yang memerlukan kesepakatan. Dal
Dalam am loblobi i popolitlitik ik itu itu penpengargaruh uh pripribadbadi i sansangat gat penpentinting. g. DalDalam am hal hal ini ini komkompetpetensensi,i, penguasaan masalah, jabatan, dan kepribadian (kharisma) politikus sangat berpengaruh. Lobi penguasaan masalah, jabatan, dan kepribadian (kharisma) politikus sangat berpengaruh. Lobi pol
politik merupakitik merupakan gelanggaan gelanggang terpentinng terpenting g pembpembicaraaicaraan n para politikpara politikus atau us atau kadekader r papa rrtata i i polipolitik tik tenta
tentang ng kekukekuasaanasaan, , pengpengaruh, otoritasaruh, otoritas, , konfkonflik, dan lik, dan konkonsenssensus. Tidak us. Tidak salah jika salah jika para para pakapakar r seperti
seperti LaswellLaswell dandan KaplanKaplan menyebut bahwa pembicaraan dibelakang layar para politik itumenyebut bahwa pembicaraan dibelakang layar para politik itu lebih memberi gambaran tentang kondisi politik yang sesungguhnya, ketimbang yang dikatakan lebih memberi gambaran tentang kondisi politik yang sesungguhnya, ketimbang yang dikatakan melalui media.
melalui media.
g. Pola Tindakan Politik g. Pola Tindakan Politik
Sesungguhnya lobi politik, retorika politik, dan kampanye politik merupakan Sesungguhnya lobi politik, retorika politik, dan kampanye politik merupakan peristiwa- peristiwa politik yang dapat diamati dari waktu ke waktu, yang dalam waktu lama membentuk peristiwa politik yang dapat diamati dari waktu ke waktu, yang dalam waktu lama membentuk pola. Dengan demikian, lobi politik, retorika politik, dan kampanye politik, dapat disebut sebagai pola. Dengan demikian, lobi politik, retorika politik, dan kampanye politik, dapat disebut sebagai
tindakan politik. tindakan politik.
Tindakan politik dalam peristiwa komunikasi politik bertujuan membentuk citra
Tindakan politik dalam peristiwa komunikasi politik bertujuan membentuk citra (image)(image) politik bagi khalayak (masyarakat), yaitu gambaran tentang realitas politik yang memiliki makna. politik bagi khalayak (masyarakat), yaitu gambaran tentang realitas politik yang memiliki makna.
Secara umum citra
Secara umum citra adalah peta seseorang tentang realitas. Citra merupakan gambaran tentangadalah peta seseorang tentang realitas. Citra merupakan gambaran tentang realitas, kendatipun tidak harus
realitas, kendatipun tidak harus selalu sesuaiselalu sesuai dengan realitas dengan realitas yang sesungguhyang sesungguhnya, citra adalah dunianya, citra adalah dunia menurut persepsi kita.
menurut persepsi kita. WWalaltteer r LiLi pppp mama nn (1965) menyebutnya(1965) menyebutnya picture in picture in pada dasarnya citra pada dasarnya citra pol
politik itik terbenterbentuk tuk berdasberdasarkan arkan infoinformasrmasii (verbal dan nonverbal)(verbal dan nonverbal) yangyang kita kita teriterimama baik langsung baik langsung maupun melalui media politik termasuk media massa yang bekerja untuk menyampaikan pesan maupun melalui media politik termasuk media massa yang bekerja untuk menyampaikan pesan politik.
politik. 3.
3. Peran WartaPeran Wartawan/Media Mawan/Media Massa Dalam Komunikasssa Dalam Komunikasi Politik i Politik
Wartawan merupakan gambaran dari peran penting media dalam suatu pemilihan umum Wartawan merupakan gambaran dari peran penting media dalam suatu pemilihan umum (election) seperti dikemukakan oleh
(election) seperti dikemukakan oleh Oskamp & SchultzOskamp & Schultz (1998), yakni memusatkan perhatian pada(1998), yakni memusatkan perhatian pada kampanye, menyediakan informasi akan kandidat dan isu seputar pemilu. Pertanyaan besar yang kampanye, menyediakan informasi akan kandidat dan isu seputar pemilu. Pertanyaan besar yang sering dilemparkan ialah, bagaimana media mempengaruhi wawasan politik, sikap dan perilaku sering dilemparkan ialah, bagaimana media mempengaruhi wawasan politik, sikap dan perilaku masyarakat, berikut empat pengaruh media dalam politik bagi masyarakat yaitu:
masyarakat, berikut empat pengaruh media dalam politik bagi masyarakat yaitu:
a.
a. Penambahan InformasiPenambahan Informasi
War
Wartawtawan an memmemiliiliki ki perperan an yakyakni ni memmemberberi i infinformormasi asi polpolitiitik k kepkepada ada masmasyrayrakat kat menmengengenaiai pilihan mereka akan perilaku politiknya, Hampir sebagian besar orang dewasa menyatakan pilihan mereka akan perilaku politiknya, Hampir sebagian besar orang dewasa menyatakan ba
bahwa hwa mermereka eka menmendapdapatkatkan an hamhampir pir selseluruuruh h infinformormasi asi tententantang g berberbagbagai ai perperististiwa iwa dunduniaia maupun nasional dari media massa.
maupun nasional dari media massa.
b.
b. Kontrol MasyarakatKontrol Masyarakat
Wartawan memberi informasi kepada masyrakat mengenai kondisi politik sehingga masyrakat Wartawan memberi informasi kepada masyrakat mengenai kondisi politik sehingga masyrakat mampu mengontrol situasi politik yang ada
mampu mengontrol situasi politik yang ada
c.
c. Perilaku MemilihPerilaku Memilih
War
Wartawtawan an leblebih ih cencenderderung ung menmenguaguatkatkan n tujtujuanuan-tu-tujuajuan n yanyang g ada ada daldalam am pempemungungutautan n suasuarara daripada merubahnya. Seperti telah disinggung diawal bahwa peran utama media dalam suatu daripada merubahnya. Seperti telah disinggung diawal bahwa peran utama media dalam suatu pe
pemilmilihan ihan umuumum m ialialah ah menmenfokfokuskuskan an perperhathatian ian masmasyaryarakaakat t padpada a kamkampanpanye ye yanyang g sedsedangang berlangsung serta berbagai informasi seputar kandidat dan isu politik lainnya. tetap mampu berlangsung serta berbagai informasi seputar kandidat dan isu politik lainnya. tetap mampu
mempengaruhi banyaknya suara yang terjaring dalam suatu pemilu. mempengaruhi banyaknya suara yang terjaring dalam suatu pemilu.
d.
d. Efek Dalam Sistem Politik Efek Dalam Sistem Politik
War
Wartawtawan an tidtidak ak hanhanya ya memmempenpengargaruhi uhi polpolitiitik k dendengan gan fokfokus us taytayangangan, an, krikristastalislisasi asi ataatauu menggoyang opini publik, namun secara luas berdampak pada para politisi yang memiliki menggoyang opini publik, namun secara luas berdampak pada para politisi yang memiliki otoritas dalam memutuskan kebijakan publik. Dengan publisitas, pemasangan iklan dan ulasan otoritas dalam memutuskan kebijakan publik. Dengan publisitas, pemasangan iklan dan ulasan
b
bererititananyaya, , wawartrtawawan an jujuga ga mememimililiki ki kekemamampmpuauan n yayang ng kukuat at ununtutuk k sesecacara ra lalangngsusungng mempengaruhi meningkatnya jumlah dana dalam suatu
mempengaruhi meningkatnya jumlah dana dalam suatu kampanye politik.kampanye politik.