• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Manisan Salak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Manisan Salak"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1

1.1 LataLatar Belakr Belakangang

Buah merupakan jenis makanan yang sangat mudah kita dapat. Manfaat buah sangat penting Buah merupakan jenis makanan yang sangat mudah kita dapat. Manfaat buah sangat penting  bagi

 bagi tubuh tubuh kita. kita. Karena Karena buah buah memiliki memiliki kandungan kandungan vitamin, vitamin, mineral, mineral, dan dan gizi gizi yang yang tinggi tinggi yangyang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.

sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Bua

Buah h sasangangat t babaik ik untuntuk uk didikokonsnsumumsi si sesetitiap ap hahari ri dan dan sesebagbagai ai mamakankanan an pepenutnutup up dadalamlam hidangan yang kita sajikan. Dengan mengonsumsi buah setiap hari, kita dapat memperoleh hidangan yang kita sajikan. Dengan mengonsumsi buah setiap hari, kita dapat memperoleh manfaat buah buahan

manfaat buah buahan secara maksimal. secara maksimal. Manfaat buahManfaat buah yang bisa kita dapatkan jauh lebih banyak  yang bisa kita dapatkan jauh lebih banyak  daripada harga buah itu sendiri. Selain itu, buah lebih aman karena umumnya tidak menimbulkan daripada harga buah itu sendiri. Selain itu, buah lebih aman karena umumnya tidak menimbulkan efek samping bagi kesehatan kita.

efek samping bagi kesehatan kita. Buah seringkal

Buah seringkali i memimemiliki nilai ekonomi sebagai liki nilai ekonomi sebagai bahan pangan bahan pangan maupun bahan maupun bahan baku industribaku industri ka

karerena na di di dadalamlamnynya a didisisimpmpan an beberbrbagagai ai mamacam cam prproduodukk metabolismemetabolisme tumtumbuhabuhan, n, mulmulai ai daridari karbohidrat

karbohidrat,, protein protein,, lemak lemak ,, vitaminvitamin,, mineralmineral,, alkaloidalkaloid, hingga, hingga terpenaterpena dan dan terpenoidterpenoid..

Manisan biasanya dibuat dari buah. roduk ini merupakan bahan setengah kering dengan Manisan biasanya dibuat dari buah. roduk ini merupakan bahan setengah kering dengan kadar air sekitar !"# dan kadar gula di atas $%#. Kondisi ini memungkinkan manisan dapat kadar air sekitar !"# dan kadar gula di atas $%#. Kondisi ini memungkinkan manisan dapat disimpan lama karena kebanyakan mikroba tidak dapat tumbuh pada bahan.

disimpan lama karena kebanyakan mikroba tidak dapat tumbuh pada bahan.

&da dua jenis manisan yaitu manisan basah dan manisan kering. Manisan basah tidak  &da dua jenis manisan yaitu manisan basah dan manisan kering. Manisan basah tidak  dap

dapat at disdisimpimpan an lamlama a dan dan penypenyimpimpanaananya nya diadianjurnjurkan kan diddidalam alam lemlemari ari pendpendingingin in 'ku'kulkalkas(.s(. Sedangkan manisan kering dapat disimpan lama, dan dapat disimpan pada suhu ruang.

Sedangkan manisan kering dapat disimpan lama, dan dapat disimpan pada suhu ruang. 1.2

1.2 TuTujuanjuan

)ntuk mengetahui cara pembuatan manisan semi basah dari buah salak  )ntuk mengetahui cara pembuatan manisan semi basah dari buah salak 

)ntuk mengetahui konsentrasi konsentrasi gula yang tepat dalam pembuatan manisan )ntuk mengetahui konsentrasi konsentrasi gula yang tepat dalam pembuatan manisan  buah salak 

 buah salak 

BAB II BAB II

(2)

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Buah salak 

Buah yang akan menjadi dijadikan manisan adalam buah salak 'Salacca *dulis(. Salak  'Salacca edullis, +*-( merupakan tanaman asli ndonesia, termasuk ordo Spadiciflorde, family almae 'inag/pinangan( 'Santoso, 011%(. 2anaman salak termasuk tanaman yang tidak   berbatang sejati, berumah dua, berakar serabut, berbatang keras tetapi tidak mudah rebah.

2anaman ini tumbuh baik pada ketinggian antara %/3%% meter diatas permukaan laut pada tanah yang subur dan gembur '4sche, dkk., 01$0( &dapun manfaat buah adalah sebagai berikut membantu program diet, Kandungan zat gizi dan fitonutrien yang ada di dalam buah salak  'Salacca edulis( memang berpotensi membantu program diet. Di dalam buah salak terdapat vitamin 5 sebanyak ! mg, tanin dan serat.Salak juga berkhasiat untuk kesehatan kulit dan kuku. Dalam mengkonsumsi buah salak, sebaiknya tidak membuang kulit ari buah salak 'kulit tipis yang menempel pada buah salak( karena kulit ari tersebut ternyata berkhasiat dalam memperlancar B&B '6achruddin, !%%7(.

2.2 Mansan

Menurut &sta8an dan ahyuni '0110( manisan merupakan jenis makanan ringan yang dia8etkan dengan menggunakan gula. Manisan adalah produk yang dibuat dari buah segar  dengan penambahan gula dan dikeringkan dengan atau tanpa perlakuan pendahuluan. roduk  manisan merupakan usaha untuk menurunkan kandungan air, dengan demikian diharapkan dapat memperpanjang daya tahan simpan dengan menekan pertumbuhan mikroorganisme pencemar  atau perusak.

Manisan digolongkan menjadi dua yaitu manisan basah dan manisan kering. Manisan kering adalah manisan yang setelah direndam air gula pekat yang dikeringkan diba8ah sinar  matahari atau menggunakan oven pengering. sedangkan manisan basah diperoleh dari  perendaman daging buah dalam larutan gula atau sirup. Manisan basah mempunyai kandungan air yang lebih banyak dan penampakan yang lebih menarik karena serupa dengan buah aslinya. Manisan basah biasanya dibuat dari buah yang keras seperti kolang/kaling, mangga, kedondong, salak, dan pepaya. 9ang membedakan kedua macam manisan tersebut adalah cara pembuatan, daya a8et, dan penampakkannya, Daya a8et buah kering lebih lama dibandingkan dengan manisan buah basah. :al ini disebabkan selain kadar manisan buah kering lebih rendah juga

(3)

kandungan gulannya lebih tinggi. Dari segi penampakkan manisan buah basah lebih menarik  dibandingkan dengan manisan buah '6achruddin, !%%7(.

Menurut 'Soetanto, 01;1( manisan yang dijual di pasaran berdasarkan bentuknya dapat dibagi mejadi 7 golongan yaitu <

a. Manisan basah dengan larutan gula encer yaitu buah direndam dalam larutan gula encer  selama beberapa 8aktu, sebelum dimakan. 5ontoh beberapa jenis manisan basah dengan larutan gula encer yaitu jambu, mangga, salak, kedondong, lobi/lobi dan gandaria.

 b. Manisan tanpa larutan gula encer yaitu larutan gula kental menempel pada buah, jenis buah yang sering dibuat manisan jenis ini antara lain lobi/lobi, dan cermai.

c. Manisan kering dengan gula utuh yaitu sebagian gula tidak larut dan menempel pada buah,  jenis buah yang sering dibuat misalnya pala, sirsak, pepaya.

ada proses pembuatan manisan menggunakan perendaman larutan gula dengan konsentrasi tertentu. &pabila penambahan gula pada bahan pangan dengan konsentrasi paling sedikit =%# maka sebagian air yang ada menjadi tidak tersedia untuk pertumbuhan mikroorganisme dan aktifitas air dari bahan pangan akan berkurang. Kemudian akan menyebabkan ater &ctivity '&8( menjadi rendah sehingga air di dalam bahan pangan akan terikat dan tidak dapat digunakan oleh mikroba untuk pertumbuhannya. 'Buckle et all, 01;3(.

Kandungan gula yang tinggi 'minimum !"#( pada manisan buah menyebabkan sebagian air yang ada pada produk menjadi tidak tersedia, sehingga pertumbuhan mikroorga/nisme dan aktivitas air menjadi berkurang

2.! Bahan Pe"#uat Mansan 0. >ula

>ula adalah istilah umum untuk karbohidrat yang digunakan sebagai pemanis tetapi dalam industri pangan digunakan untuk menyatakan sukrosa, gula yang diperoleh dari bit atau tebu. >ula dalam beberapa produk makanan berfungsi sebagai penga8et, seperti selai,  jeli, sari buah pekat, buah/buahan bergula, chutney dan madu 'alnitkar, 01;"(.

(4)

enambahan gula dapat menurunkan a8, tetapi bukan merupakan satu/satunya faktor  yang mengendalikan pertumbuhan mikroba, karena bahan/bahan dasar yang mengandung komponen yang berbeda juga berpengaruh terhadap kerusakan yang disebabkan oleh mikroba. 4leh karena itu teknik penga8etan dengan penambahan gula pada umumnya dikombinasikan dengan teknik penga8etan lainnya seperti pemanasan. 'Buckle et all, 01;3(.

!. &sam Sitrat

Selama pengolahan bahan pangan, tidak dapat dihindari terjadinya penurunan zat gizi dan mutu bahan pangan, baik kualitas maupun kuantitas. :al ini disebabkan karena adanya  pengaruh enzimatis, fisik dan mikrobiologis 'Desrosier, 01;3(.

&sam sitrat ditambahkan pada bahan makanan dengan tujuan sebagai antioksidan, menginaktifkan enzim pengoksidasi, mengatur p: dan mencegah reaksi pencokelatan. ':aryany, 0111(.

7. ?arutan Kapur 

erendaman larutan kapur 5a'4:(! bertujuan untuk mempertahankan tekstur buah terhadap suhu pemanasan, bahkan dapat memperbaiki tekstur buah yang lunak. Selama  perendaman terjadi reaksi kalsium dan pektin yang terdapat pada dinding sel jaringan bahan.

?amanya perendaman dapat berlangsung selama beberapa jam sampai 0! jam. ')tami, !%%"(.

(5)

BAB III MET$D$L$%I !.1 &aktu 'an te"(at

ratikum pembuatan manisan buah salak ini dilakasanakan pada tanggal 0; 4ktober !%0$  pada pukul %1.0%/0%."% B bertempat di ?aboratorium pengolahan 6akultas 2eknologi

ertanian )niversitas @ambi. !.2 Alat 'an #ahan

Bahan yang digunakan pada pratikum ini antara lain < buah salak, gula, air, air kapur 0# dan air perasan jeruk nipis 0 ml.

&lat yang digunakan pada pratikum ini antara lain< pengaduk, baskom, pisau stainless,  pengaduk kayu, dandang, oven dan kompor.

!.! Pr)se'ur kerja

Sebelum direndam manisan dipilih yang berkualitas baik, kemudian dicuci dan Kemudian buah diblanching untuk menginaktivasi enzim. Setelah itu direndam dengan air kapur  0# ±1  jam. ada beberapa buah, dilakukan pengupasan dan pemotongan terlebih dahulu. ada buah yang memiliki daging tebal juga dapat dilakukan pelubangan untuk membantu meresapkan larutan gula.

Di buat larutan gula dengan konsentrasi yang berbeda yaitu $% #, 3%# dan ;% # dari air  yang digunakan dan di tuangkan ke dalam toples berisi buah salak yang air gulanya masih dalam kondisi panas. Kemudian ditutup rapat/rapat toples manisan dan pastikan tidak ada celah udara masuk dan disimpan serta dilakukan pengujian organoleptik.

(6)

BAB I*

HASIL DAN PEMBAHASAN +.1 Hasl

Ta#el Hasl uj )rgan)le(t, "ansan salak 

Konsentras i >ula '#( arameter  +asa arna Setelah direndam kapur  Setelah direndam gula Setelah dioven Setelah direndam kapur  Setelah direndam gula Setelah dioven $%# Manis

agak asam Manis Manis

utih

kekuningan Kuning

Sangat Kuning

3%# Manis

agak asam Manis Manis

utih kekuningan utih kekuninga n Sangat Kuning ;%# Manis

agak asam Manis Manis

utih kekuningan Kuning Sangat Kuning Konsentras i >ula '#( arameter  &roma 2ekstur   Setelah direndam kapur  Setelah direndam gula Setelah dioven Setelah direndam kapur  Setelah direndam gula Setelah dioven $%# Khas salak Khas salak   Khas

salak 

&gak 

lembut ?embut ?embut 3%# Khas salak Khas salak   Khas

salak 

&gak 

lembut ?embut ?embut ;%# Khas salak Khas salak   Khas

salak 

&gak 

lembut ?embut ?embut

(7)

Berdasarkan parameter yang diuji maka dapat diketahui hasil perbandingan manisan dengan penamhan air gula yang bervariasi yaitu $%#, 3%# dan ;%# diperoleh hasil sebagai  berikut<

a. 2ekstur

Manisan yang pada perendaman air kapur akan menghasilkan tekstur buah agak lembut setelah ditambahkan dengan variasi konsentrasi gula dihasilkan buah yang teksturnya lebih lembut dari pada sebelumnya dan setelah melalui proses pengovenan dihasilkan buah yang memiliki tekstur yang lembut. erbedaan konsentrasi gula tidak mempengaruhi tekstur manisan  buah tetapi proses pengolahan dan lama penyimpananlah sangat mempengaruhi tekstur manisan  buah.

 b. arna buah

Buah salak setelah melalui proses perendaman air kapur 8arnanya sedikit berubah menjadi  pucat yakni putih kekuningan. Manisan yang direndam dengan konsentrasi gula $% #, ;%# akan menghasilkan 8arna kuning dan untuk penambahan konsentrasi gula 3% # tidak ada perubahan. Kemudian setelah proses pengeringan dengan oven buah yang dihasilkan yaitu buahnya  ber8arna sangat kuning hal ini disebabkan adanya proses karamelisasi gula bercampur dengan  pigmen dari buah sehingga menghasilkan manisan buah yang ber8arna kuning.

enambahan air kapur sirih membuat tekstur sedikit lebih lunak, 8arna kuning dan rasa yang manis, tidak ada pengruh kepekatan gula pada penambahan air kapur sirih serta lama  perendaman yang membuat 8arna dan tekstur berubah.

c. +asa

Manisan yang direndam dengan konsentrasi gula $%#, 3%# dan ;%# mengalami  perubahan rasa yang relative sama setelah diuji panelis yakni yang a8alnya agak masam setelah dilakukan proses perendaman gula dan di oven mengalami perubahan rasa yaitu manis. ?ama  penyimpanan dan kepekatan konsentrasi gula sangat mempengaruhi hasil rasa manisan buah.

d. &roma

&roma adalah parameter sensori yang akan mempengaruhi penerimaan bahan makanan. :anya dari aromanya saja orang dapat langsung memutuskan apakah menyukai makanan

(8)

tersebut atau tidak. adahal disini orang tersebut belum mencicipi bagaimana rasa makanan tersebut.

ada parameter aroma ini, aroma manisan buah salak dengan penambahan gula berbagai konsentrasi tidak mengalami perubahan yakni tetap khas salak. Seharusnya penambahan gula gula dalam konsentasi tinggi akan mengakibatkan perubahan aroma akibat proses fermentasi yaitu agak asam apalagi penyimpanan yang digunakan kedap udara.

(9)

BAB *

KESIMPULAN DAN SA-AN .1 Kes"(ulan

A. Kes"(ulan

• roses pembuatan manisan dilakukan dengan cara pengupasan, pemotongan, perendaman

larutan kapur, blanching, perendaman larutan gula dan pengeringan oven.

• erendaman berpengaruh terhadap tekstur manisan, yakni perendaman larutan kapur 

dapat mempertahankan dan memperbaiki tekstur manisan agar tidak lunak. erendaman guladan asam sitrat juga berfungsi meningkatkan cita rasa pada produk manisan. Selain itu, asam sitrat dapat menghambat reaksi pencoklatan.

Berdasarkan data uji organolepik dapat disimpulkan bah8a variasi konsentrasi gula tidak  terlalu berpengaruh pada parameter tekstur, aroma tetapi berpengaru terhadap rasa dan 8arna manisan buah yang dihasilkan.

.2 Saran

Saat praktikum sebaiknya melakukan pembuatan manisan sesuai dengan prosedur kerja, sehingga hasil manisan sesuai dengan yang diharapkan.

(10)

DA/TA- PUSTAKA LAMPI-AN

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 2 menunjukkan bahwa keragaman jenis kapang dalam manisan buah salak sleman dan gading dengan kadar gula 300 g/l lebih kecil dari pada dalam kadar gula 200 g/l dan 250

Perendaman gula bertingkat pada manisan diharapkan dapat menjaga keseimbangan proses masuk dan keluar air dari larutan gula ke dalam buah atau sebaliknya dari

58 Pengaruh interaksi konsentrasi gula dan lama penyimpanan terhadap nilai skor tekstur manisan basah batang daun pepaya 58 Nilai Hedonik Rasa

Pembuatan Manisan Tamarilo (Kajian konsentrasi Perendaman Air Kapur Ca(OH) 2 dan Lama Pengeringan Terhadap Sifat Fisik, Kimia, dan Organoleptik).. Jurusan THP, Fakultas

Dari hasil praktikum berdasarkan uji organoleptik untuk parameter rasa, skor rata-rata untuk manisan wortel yang diberi perlakuan perendaman larutan kapur 2% adalah

Manisan dengan perlakuan perendaman larutan kapur memiliki rasa yang sesuai dengan manisan lidah buaya pada umumnya dikarenakan saat proses perendaman gel lidah

Pada lama perendaman 48 jam dari konsentrasi 40%, 50%, dan 60% nilai yang diperoleh semakin meningkat, jadi perendaman selama 48 jam dan konsentrasi larutan

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifi- kasi jenis-jenis kapang yang terdapat dalam manisan buah salak, serta mengetahui pengaruh kadar gula, waktu penyimpanan dan penambahan