No. 01/03/Th. XIV, 01 Maret 2011
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
K
ONSUMEN
/I
NFLASI
F
EBRUARI2011
I
NFLASIS
EBESAR0,66
P
ERSENPerkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Februari 2011 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS pada bulan Februari 2011 terjadi inflasi sebesar 0,66 persen, dengan indeks dari 130,16 pada Januari 2011 menjadi 131,02 pada Februari 2011. Laju inflasi tahun kalender (Februari 2011) sebesar 1,80 persen, sementara laju inflasi “year on year” (Februari 2011 terhadap Februari 2010) sebesar 8,30 persen.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 2,86 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,46 persen, Kelompok Sandang sebesar 0,09 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,50 persen, dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,02 persen. Sementara Kelompok Bahan Makanan mengalami penurunan indeks sebesar -0,03 persen dan Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar -0,19 persen.
Pada bulan Februari 2011 di Kota Palu terjadi inflasi sebesar 0,66 persen, dengan indeks dari 130,16
pada Januari 2011 menjadi 131,02 pada Februari 2011. Dari 66 kota, tercatat 40 Kota mengalami inflasi dan 26 Kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang 1,75 persen dan terendah terjadi di Sukabumi 0,01 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Sumenep -0,80 persen dan terendah terjadi di Denpasar - 0,01 persen.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan
Tembakau sebesar 2,86 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,46 persen, Kelompok Sandang sebesar 0,09 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,50 persen, dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,02 persen. Sementara Kelompok Bahan Makanan mengalami penurunan indeks sebesar -0,03 persen dan Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar -0,19 persen.
Laju inflasi tahun kalender (Februari 2011) sebesar 1,80 persen, sementara laju inflasi “year on year”
Tabel 1
Inflasi Februari 2011, Tahun Kalender 2011, dan Year on Year Februari 2011 di Kota Palu menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100)
IHK IHK IHK IHK Inflasi Laju Inflasi Inflasi
Feb 2010 Des 2010 Jan 2011 Feb 2011 bulan Feb tahun Kalender Tahun ke tahun 2011 *) 2011 **) ***) [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] U m u m 120,98 128,70 130,16 131,02 0,66 1,80 8,30 1 Bahan Makanan 138,92 156,68 158,95 158,91 -0,03 1,42 14,39
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan
Tembakau 130,53 139,05 143,85 147,96 2,86 6,41 13,35
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan
Bahan bakar 118,11 123,28 123,55 124,12 0,46 0,68 5,09
4 Sandang 116,50 119,71 119,50 119,61 0,09 -0,08 2,67
5 Kesehatan 114,07 116,05 115,03 115,61 0,50 -0,38 1,35
6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olah raga 120,30 129,52 129,44 129,47 0,02 -0,04 7,62 7 Transpor, Komunikasi, dan Jasa
Keuangan 100,26 101,75 102,22 102,03 -0,19 0,28 1,77
Kelompok Pengeluaran
[1]
*) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2011 terhadap IHK bulan Januari 2011 **) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2011 terhadap IHK bulan Desember 2010 ***) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2011 terhadap IHK bulan Februari 2010
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Kelompok Makanan selama bulan Februari 2011 antara lain: cabe rawit, kelapa, mie kering instant, beras, bawang merah, ayam hidup, jagung manis, minyak goreng, kacang panjang, kentang, ikan asin belah, minyak kelapa, bayam, ikan kembung/gembung, semangka, wortel, ikan teri basah, ikan teri kering, angka muda, garam, ikan dalam kaleng, bawang goreng, susu untuk wanita hamil, kerupuk udang, udang kering (ebi), susu untuk tulang/manula, buncis, tepung terigu, margarine, telur ayam kampung, kangkung, rokok kretek filter, rokok putih, martabak, sop, binte, sate, wafer, dan soto. Sementara untuk Kelompok Non Makanan batu bata/batu tela, besi beton, sabun mandi, bensin, pasta gigi, kemeja pendek katun, papan, baju kaos/t-shirt, sepatu, celana panjang sersin, kemeja panjang katun, majalah remaja, pembalut wanita, cat tembok, ban luar motor, hand body lotion, gaun, kaos oblong, sepeda anak, semen, sabun detergen bubuk, dan tas tangan wanita.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga Kelompok Makanan adalah: susu kental manis, emping mentah, kacang tanah, daging sapi, udang basah, daun singkong, cumi-cumi, penyedap masakan/vetsin, tongkol, bawang putih, telur ayam ras, daging ayam kampung, labu siam/jipang, ikan katamba, pepaya, terong panjang, sawi hijau, kol putih/kubis, tauge/kecambah, cabe merah, ikan ekor kuning, pisang, ikan selar, ketimun, daging ayam ras, tomat sayur, ikan layang, ikan cakalang, ikan bandeng, ikan mujair, tomat buah, dan gula pasir. Sementara untuk Kelompok Non
Makanan adalah air conditioner (AC), gen set, sepatu, VCD / DVD player, sandal kulit, emas perhiasan,
baju kaos/t-shirt, dan angkutan udara.
Tabel 2
Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Palu Februari 2011 (persen)
Gambar 1
Perkembangan IHK Kota Palu (2007 =100) Maret 2010 - Februari 2011
Pada bulan Februari 2011 kelompok-kelompok pengeluaran memberikan andil inflas/deflasi sebagai berikut: Kelompok Bahan Makanan -0,01 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok Dan Tembakau sebesar 0,57 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 0,10 persen; Kelompok Sandang 0,01 persen; Kelompok Kesehatan 0,02 persen; Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0,001 persen dan Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan -0,03
90 100 110 120 130 140 150 160 170
Mar-10 Apr-10 Mei-10 Jun-10 Jul-10 Agust-10 Sep-10 Okt-10 Nop-10 Des-10 Jan-11 Feb-11
Umum Bhn Makanan Makanan Jadi Perumahan
Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor
Andil Inflasi/Deflasi (%)
[1] [2]
U M U M 0,66
1. Bahan Makanan -0,01
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0,57 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 0,10
4. Sandang 0,01
5. Kesehatan 0,02
6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,00 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan -0,03
0,66 -0,01 0,57
0,10
0,01 0,02 0,001 -0,03 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00Umum 1. Bhn.makanan 2. Makanan jadi 3. Perumahan 4. Sandang 5. Kesehatan 6. Pendidikan 7. Transpor Gambar 2
Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Di Kota Palu Februari 2011
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1. Bahan Makanan
Kelompok Bahan Makanan pada bulan Februari 2011 mengalami perubahan indeks sebesar -0,03 persen atau terjadi penurunan indeks dari 158,95 pada Januari 2011 menjadi 158,91 pada Februari 2011.
Dari 11 sub kelompok dalam Kelompok Bahan Makanan, 5 sub kelompok mengalami kenaikan indeks dan 6 sub kelompok mengalami penurunan indeks. Perubahan masing-masing sub kelompok adalah: Subkelompok Padi-padian, Umbi-umbian, dan Hasilnya 1,98 persen, Subkelompok Daging dan Hasil-hasilnya -0,49 persen, Subkelompok Ikan Segar -7,21 persen, Subkelompok Ikan Diawetkan 6,07 persen, Subkelompok Telur, Susu, dan Hasilnya -0,06 persen, Subkelompok Sayur-sayuran -2,45 persen, Subkelompok Kacang-kacangan -0,03 persen, Subkelompok Buah-buahan -16,70 persen, Subkelompok Bumbu-bumbuan 10,26 persen, Subkelompok Lemak dan Minyak 7,68 persen, dan Subkelompok Bahan Makanan Lainnya 2,26 persen.
Kelompok Bahan Makanan pada Februari 2011 memberikan sumbangan deflasi sebesar -0,01 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain: cabe rawit, kelapa, mie kering instant, beras, bawang merah, ayam hidup, jagung manis, minyak goreng, kacang panjang, kentang, ikan asin belah, minyak kelapa, bayam, ikan kembung/gembung, semangka, wortel, ikan teri basah, ikan teri kering, angka muda, garam, ikan dalam kaleng, bawang goreng, susu untuk
wanita hamil, kerupuk udang, udang kering (ebi), susu untuk tulang/manula, buncis, tepung terigu, margarine, telur ayam kampung, dan kangkung.
Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain: susu kental manis, emping mentah, kacang tanah, daging sapi, udang basah, daun singkong, cumi-cumi, penyedap masakan/vetsin, tongkol, bawang putih, telur ayam ras, daging ayam kampung, labu siam/jipang, ikan katamba, pepaya, terong panjang, sawi hijau, kol putih/kubis, tauge/kecambah, cabe merah, ikan ekor kuning, pisang, ikan selar, ketimun, daging ayam ras, tomat sayur, ikan layang, ikan cakalang, ikan bandeng, ikan mujair, dan tomat buah.
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau pada Februari 2011 mengalami perubahan indeks sebesar 2,86 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 143,85 pada Januari 2011 menjadi 147,96 pada Februari 2011.
Dari 3 sub kelompok dalam kelompok ini, 2 sub kelompok mengalami kenaikan indeks dan 1 sub kelompok mengalami penurunan indeks. Perubahan masing-masing sub kelompok adalah: Subkelompok Makanan Jadi 0,98 persen, Subkelompok Minuman Yang Tidak Beralkohol -0,19 persen, dan Subkelompok Tembakau Dan Minuman Beralkohol 10,98 persen.
Kelompok ini pada Februari 2011 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,57 persen. Komoditi yang menyumbangkan inflasi adalah komoditas
rokok kretek filter,
rokok putih, martabak, sop, binte, sate, wafer, dan soto
. Sementara penyumbang deflasi gula pasir.3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar
Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar pada Februari 2011 mengalami perubahan indeks sebesar 0,46 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 123,55 pada bulan Januari 2011 menjadi 124,12 pada Februari 2011.
Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini, 2 sub kelompok mengalami kenaikan indeks, 1 sub kelompok mengalami penurunan indeks, dan 1 sub kelompok tidak berubah. Perubahan masing-masing sub kelompok adalah: Subkelompok Biaya Tempat tinggal 0,81 persen, Subkelompok Bahan Bakar, Penerangan dan Air 0,00 persen, Subkelompok Perlengkapan Rumah Tangga -0,04 persen, dan Subkelompok Penyelenggaraan Rumahtangga 0,03 persen.
Pada Februari 2011 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,10 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah komoditi batu bata/batu tela, besi beton, papan, cat tembok, semen, dan sabun detergen bubuk. Sementara penyumbang deflasi adalah air conditioner (AC) dan gen set.
4. S a n d a n g
Kelompok Sandang pada Februari 2011 mengalami perubahan indeks sebesar 0,09 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 119,50 pada Januari 2011 menjadi 119,61 pada Februari 2011.
Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini, 2 sub kelompok mengalami kenaikan indeks dan 2 sub kelompok mengalami penurunan indeks. Perubahan masing-masing sub kelompok adalah: Subkelompok Sandang Laki-Laki 0,80 persen, Subkelompok Sandang Wanita -0,42 persen, Subkelompok Sandang Anak-Anak 0,52 persen, dan Subkelompok Barang Pribadi dan Sandang Lain -0,44 persen.
Kelompok ini pada Februari 2011 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi 0,01 persen. Inflasi disumbangkan oleh komoditi kemeja pendek katun, baju kaos/t-shirt, sepatu, celana panjang sersin, kemeja panjang katun, pembalut wanita, gaun, kaos oblong, dan tas tangan wanita. Sementara penyumbang inflasi sepatu, sandal kulit, emas perhiasan, dan baju kaos/t-shirt.
5. K e s e h a t a n
Kelompok Kesehatan pada Februari 2011 mengalami perubahan indeks sebesar 0,50 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 115,03 pada Januari 2011 menjadi 115,61 pada Februari 2011.
Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini, 1 sub kelompok mengalami kenaikan indeks dan 3 sub kelompok tidak mengalami perubahan indeks. Perubahan masing-masing sub kelompok adalah: Subkelompok Jasa Kesehatan 0,00 persen, Subkelompok Obat-Obatan 0,00 persen, Subkelompok Jasa Perawatan Jasmani 0,00 persen, dan Subkelompok Perawatan Jasmani Dan Kosmetika 1,09 persen.
Kelompok ini pada Februari 2011 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi 0,02 persen. Inflasi disumbangkan oleh komoditi sabun mandi, pasta gigi, dan hand body lotion. Sementara penyumbang deflasi tidak ada.
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga pada Februari 2011 mengalami perubahan indeks sebesar 0,02 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 129,44 pada Januari 2011 menjadi 129,47 pada Februari 2011.
Dari 5 sub kelompok dalam kelompok ini, 1 sub kelompok mengalami kenaikan indeks dan 4 sub kelompok tidak mengalami perubahan indeks. Perubahan masing-masing sub kelompok adalah: Subkelompok Jasa Pendidikan 0,00 persen, Subkelompok Kursus-Kursus/Pelatihan 0,00 persen, Subkelompok Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 0,00 persen, Subkelompok Rekreasi 0,09 persen, dan Subkelompok Olahraga 0,00 persen.
Kelompok ini pada Februari 2011 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi 0,001 persen. Komoditi yang menyumbangkan inflasi adalah komoditas
majalah remaja dan sepeda
anak
. Sementara penyumbang deflasiVCD / DVD player
.7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan
Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan pada Februari 2011 mengalami perubahan indeks sebesar -0,19 persen, atau terjadi penurunan indeks dari 102,22 pada Januari 2011 menjadi 102,03 pada Februari 2011.
Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini, 1 sub kelompok mengalami kenaikan indeks, 1 sub kelompok mengalami penurunan indeks, dan 2 sub kelompok tidak mengalami perubahan. Perubahan masing-masing sub kelompok adalah: Subkelompok Transpor -0,28 persen, Subkelompok Komunikasi dan Pengiriman 0,00 persen, Subkelompok Sarana Dan Penunjang Transpor 0,09 persen, dan Subkelompok Jasa Keuangan 0,00 persen.
Kelompok ini pada Februari 2011 secara keseluruhan memberikan sumbangan deflasi sebesar -0,03 persen yang disumbangkan oleh komoditi angkutan udara, sementara penyumbang inflasi bensin dan ban luar motor.
INFLASI TAHUNAN
Laju inflasi tahun kalender (Februari 2011) sebesar 1,80 persen, sementara laju inflasi “year on year” (Februari 2011 terhadap Februari 2010) sebesar 8,30 persen.
Tabel 3
Perbandingan Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year Tahun 2009 – 2011
Inflasi 2009 2010 2011
1. Februari 0,33 -0,10 0,66
2. Laju Inflasi Tahun Kalender 0,73 0,02 1,80
Gambar 3
Perbandingan Inflasi Bulanan 2009-2011
Gambar 4
Gambar 5
Perbandingan Laju Inflasi Tahunan (Year On Year) 2009-2011
PERBANDINGAN NASIONAL DAN ANTAR KOTA DI KAWASAN TIMUR
Pada bulan Februari 2011 secara nasional terjadi .... sebesar ... persen. Laju inflasi tahun kalender (Februari 2011) sebesar ....persen, sementara laju inflasi “year on year” (Februari 2011 terhadap Februari 2010) sebesar ... persen. Dari 66 kota, tercatat 40 Kota mengalami inflasi dan 26 Kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang 1,75 persen dan terendah terjadi di Sukabumi 0,01 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Sumenep -0,80 persen dan terendah terjadi di Denpasar - 0,01 persen.
Pada Kawasan Indonesia Timur, dari 14 Kota tercatat 8 Kota mengalami inflasi dan 6 Kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju 1,18 persen dan terendah terjadi di Ambon 0,04 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Jayapura -0,79 persen dan terendah terjadi di Gorontalo - 0,07 persen.
Tabel 4
Perbandingan Indeks dan Inflasi Februari 2011 Kota-Kota di Kawasan Timur Indonesia (2007=100)
IHK Inflasi (%) Laju Inflasi (%) Y on Y
[2] [3] [4] [5] 1 MAMUJU 130,06 1,15 1,94 5,85 2 PALU 131,02 0,66 1,80 8,30 3 KENDARI 130,53 0,46 2,29 6,48 4 PALOPO 133,26 0,40 0,82 4,30 5 TERNATE 126,83 0,36 0,04 3,85 6 MANADO 126,73 0,21 1,17 6,56 7 WATAMPONE 139,62 0,12 1,06 5,83 8 AMBON 127,21 0,04 -0,79 5,23 9 GORONTALO 127,15 -0,07 0,03 5,28 10 SORONG 143,07 -0,08 -1,15 5,80 11 MANOKWARI 138,05 -0,10 -0,04 5,12 12 MAKASSAR 126,87 -0,26 1,16 6,56 13 PAREPARE 128,89 -0,41 0,56 5,43 14 JAYAPURA 124,01 -0,79 0,99 4,73 NASIONAL K O T A [1] Februari