• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN METODE GENERATIVE LEARNING DI SD NEGERI 10 TALANG SOLOK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN METODE GENERATIVE LEARNING DI SD NEGERI 10 TALANG SOLOK"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN

METODE GENERATIVE LEARNING DI SD NEGERI 10 TALANG SOLOK

Putri Rahayu 1, Gusmaweti 2, Erwinsyah Satria 1 1

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2

Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Bung Hatta E-mail:

Abstract

This research of background by lack of activity and lower him result of learning class student of IV in SDN 10 Gunung Talang Solok. Target of this research is to mendiskripsikan of is make-up of result and activity learn student in study of IPA by using Method of Generative Learning in class of IV SDN 10 Gunung Talang Solok. this Type Research is research of class action. Research Subjek is class student of IV amounting to 18 people. Research instrument the used is teacher activity sheet, student activity sheet, and sheet of tes result of learning. Result of obtained by research is student activity mean in replying question at cycle of I is 69,5% mounting to cycle of II become 86,1%. student activity mean in raising question is 63,9% mounting to cycle of II become 80,55%. Activity student mean in doing/conducting attempt at cycle of I is 69,5% mounting to cycle of II become 88,9%. Activity student mean in solving problem at cycle of I is 63,9% mounting to cycle of II become 83,3%. Complete mean of result learn student at cycle of I is 44,4% mounting to cycle of II become 77,8%. This research can be concluded that Method of Generative Learning can improve result and activity learn class student of IV in study of IPA in SDN 10 Gunung Talang Solok. Suggested that by teacher earn Method of Generative Learning to increase result and activity learn IPA. Keyword: Activity, Result Of Learning IPA, Method of Generative Learning.

PENDAHULUAN

Proses pendidikan tersebut sangat diperlukan bagi siswa, termasuk bagi siswa yang berkesulitan dalam belajar. Pendidikan itu dapat hendaknya mempunyai fungsi dan tujuan yang dapat mengembangkan kompetensi yang dimiliki oleh siswa dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sekolah Dasar (SD) merupakan tempat awal seorang anak menjalankan proses pendidikan formal. Pendidikan di

SD berbeda dengan jenjang pendidikan lainnya, baik dari segi karakteristik siswa, proses belajar maupun metode yang digunakan guru dalam pembelajaran. Disinilah proses membelajarkan siswa dari tidak tahu menjadi tahu, dari ilmu yang sebelumnya masih abstrak menjadi konkrit.

Perkembangan kurikulum IPA telah merespon secara proaktif sebagai akibat perkembangan informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi. Perubahan

(2)

yang sangat cepat seperti ini merupakan sesuatu hal yang tak dapat dipungkiri lagi.

Di SD pembelajaran IPA terdiri dari empat aspek yakni: makhluk hidup dan proses kehidupannya, benda/materi, sifat dan kegunaannya, energi dan perubahannya, serta bumi dan alam semesta. Keempat aspek ini merupakan fokus tujuan pembelajaran IPA di SD. Depdiknas (2006:484) menyatakan, “Pembelajaran IPA salah satunya bertujuan untuk menumbuhkan kemampuan berfikir, bekerja dan bersikap ilmiah, serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup.”

Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan pada hari Rabu Tanggal 31 Agustus 2016 dan Jumat Tanggal 2 September 2016, dapat dilihat bahwa pelaksanaan pembelajaran IPA yang dilakukan oleh guru masih bersifat konvensional. Pembelajaran konvensional merupakan sistem pembelajaran lama. Pada awal pembelajaran, guru menjelaskan materi dengan berceramah.

Penyampaian materi dengan berceramah bersifat satu arah, karena materi diperoleh hanya dari guru saja (Teacher Centered). Materi pembelajaran yang diterima siswa tidak dihubungkan dengan pemahaman yang telah dimiliki siswa sebelumnya. Guru kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, peneliti melihat

guru hanya memberikan soal-soal rutin untuk menguji pemahaman siswa. Soal-soal tersebut tidak mampu membuat siswa memecahkan masalah dalam pembelajaran IPA secara ilmiah. Padahal tujuan pembelajaran IPA untuk menumbuhkan kemampuan berfikir, bekerja dan bersikap ilmiah siswa.

Dilihat dari segi penggunaan media pembelajaran, guru kelas IV di SDN 10 Talang Solok hanya menggunakan media gambar. Media ini dipajang di depan kelas, akan tetapi media gambar ini tidak terlihat jelas oleh siswa yang duduk di belakang. Penggunaan media seperti ini kurang efektif bagi siswa, karena siswa hanya bisa melihat tanpa mencobakannya.

Penggunaan metode yang kurang bervariatif dan media yang tidak menarik menyebabkan rendanya aktivitas siswa dalam belajar. Peneliti melihat siswa kurang tertarik untuk bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan guru. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh informasi bahwa sebagian siswa sering terlihat bosan dalam proses pembelajaran IPA. Hal ini mengakibatkan keaktifan siswa sangat kurang. Beberapa aktivitas yang harus ada dalam proses pembelajaran tidak terlihat yaitu (1) Siswa tidak bisa membangun pemahamannya sendiri serta tidak bisa menghubungkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya dengan materi yang sedang dipelajari, (2)

(3)

Selain itu, guru kelas IV juga menjelaskan bahwa kurangnya kemampuan siswa dalam melakukan percobaan dan memecahkan masalah yang terdapat pada soal yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa.

Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran kurang bervariasi dan tidak menarik sehingga siswa cepat bosan dalam mengikuti pelajaran. Siswa merasa bosan dan sulit untuk berkonsentrasi mengikuti pelajaran sehingga siswa sulit menyerap materi yang diberikan oleh guru dengan baik, hal ini akan berdampak buruk terhadap nilai siswa yang rendah. Kurangnya aktivitas siswa dalam pembelajaran juga berdampak pada hasil belajar siswa.

Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA adalah metode Generative Learning. Metode pembelajaran generatif adalah metode pembelajaran aktif, dimana peserta belajar aktif berpartisipasi dalam proses belajar dan dalam mengkontruksi makna dari informasi yang ada disekitarnya berdasarkan pengetahuan awal dan pengalaman yang dimiliki peserta didik. Wena (2010:183) menjelaskan bahwa, “Dengan menghubungkan pengetahuan awal yang telah dimiliki sebelumnya dengan konsep yang dipelajari, akhirnya

siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan yang baru”.

Metode pembelajaran generatif merupakan sistem pembelajaran yang berbasis konstruktivisme. Menurut Trianto (2012:74), “Aliran konstruktivisme menghendaki pengetahuan dibentuk sendiri oleh individu dan pengalaman merupakan kunci utama dalam belajar bermakna dan belajar bermakna tidak akan terwujud hanya dengan mendengarkan ceramah atau membaca buku tentang pengalaman orang lain, tetapi melalui pengalaman dan interaksi individu dengan lingkungannya”. Metode pembelajaran generatif memiliki landasan teoritik yang berakar pada teori-teori belajar konstruktivisme.

Bertolak dari permasalahan tersebut, maka peneliti melaksanakan penelitian dengan judul “Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV pada Pembelajaran IPA dengan Metode Generative Learning di SDN 10 Talang Solok.”

Tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IV dalam menjawab pertanyaan pada pembelajaran IPA dengan Metode Generative Learning di SDN 10 Talang Solok.

2. Untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IV dalam

(4)

mengajukan pertanyaan pada pembelajaran IPA dengan Metode Generative Learning di SDN 10 Talang Solok.

3. Untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IV dalam melakukan percobaan pada pembelajaran IPA dengan Metode Generative Learning di SDN 10 Talang Solok.

4. Untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IV dalam

memecahkan masalah pada

pembelajaran IPA dengan Metode Generative Learning di SDN 10 Talang Solok.

5. Untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas IV ranah kognitif pada pembelajaran IPA dengan Metode Generative Learning di SDN 10 Talang Solok.

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 10 Talang Kabupaten Solok. Sekolah ini terletak 100 meter dari rumah peneliti. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada bulan November semester 1 tahun ajaran 2016/2017 di SD Negeri 10 Talang Solok. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 10 Talang Solok yang

terdaftar pada semester 1 tahun ajaran 2016/2017.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dalam beberapa siklus. Masing-masing siklus terdiri dari beberapa kali pertemuan. Penelitian ini dilakukan dengan mengacu pada disain PTK dari Arikunto (2009:16) yang terdiri atas empat komponen yaitu: perencanaan, pelaksanaan/ tindakan, observasi/ pengamatan, dan refleksi.

Indikator keberhasilan Penelitian Tindakan Kelas ini diukur dengan melihat persentase aktivitas dan hasil belajar siswa. Peningkatan ini berpatokan pada KKM pada mata pelajaran IPA yang diterapkan di sekolah yaitu 75.

Data dalam penelitian ini berupa data kualitatif. Data kualitatif ini diperoleh dari proses pembelajaran. Sumber data adalah siswa kelas IV SDN 10 Talang Solok yang menjadi responden penelitian. Data tersebut adalah tentang hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran yang berupa informasi.

Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi

Arikunto (2009:30) menyatakan, “Observasi adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis”.

(5)

2. Wawancara

Sanjaya (2009:96) menyatakan, “Wawancara adalah teknik mengumpulkan data dengan menggunakan bahasa lisan baik secara tatap muka ataupun melalui saluran media tertentu”.

3. Tes

Sanjaya (2009:98), menjelaskan tes adalah “Pengumpulan data untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif, atau tingkat penguasaan materi pembelajaran”. Tes dalam penelitian akan diisi oleh siswa pada akhir siklus.

4. Dokumentasi

Dokumentasi dilakukan untuk membuktikan data mengenai peningkatan hasil belajar siswa itu diperoleh yang dapat berupa photo.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa instrumen untuk mengumpulkan data, yaitu:

1. Lembar observasi aktivitas guru yang diamati adalah cara guru memfasilitasi siswa mulai dari awal proses pengelolaan pelaksanaan pembelajaran sampai akhir.

2. Lembar observasi aktivitas siswa dilakukan untuk mengamati aktivitas siswa pada proses pembelajaran IPA. 3. Lembaran tes digunakan untuk

memperkuat data observasi yang terjadi dalam kelas terutama pada penguasaan materi pelajaran siswa.

Wardhani, dkk (2007:2.31) menyatakan, “Analisis data dapat dilakukan secara bertahap, pertama dengan menyeleksi dan mengelompokkan, kedua dengan memaparkan atau dengan mendeskripsikan data, dan terakhir menyimpulkan atau memberi makna”.

Analisis data dilakukan terhadap data yang telah direduksi, baik data perencanaan, pelaksanaan, maupun data evaluasi. Analisis data dilakukan dengan cara terpisah-pisah. Hal ini dimaksudkan agar dapat ditemukan berbagai informasi yang spesifik dan terfokus pada berbagai informasi yang mendukung pembelajaran dan yang menghambat pembelajaran. Dengan demikian pengembangan dan perbaikan atas berbagai kekurangan dapat dilakukan tepat pada aspek yang bersangkutan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Siklus I

1) Hasil Observasi Kegiatan Guru Berdasarkan lembar observasi kegiatan guru dalam pembelajaran pada siklus I, maka skor dan persentase kegiatan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I dapat dilihat pada Tabel:

(6)

Tabel 1: Hasil Pengamatan Kegiatan Guru dalam Pembelajaran IPA melalui Metode

Generative Learning pada Siklus I Pertemuan Hasil Pengamatan Keterangan

Jumlah Skor Persentase (%)

I 16 66,67 Cukup

II 18 75 Baik

Rata-rata 70,83 Baik

Dapat dilihat bahwa, persentase guru dalam mengelola pembelajaran memiliki rata-rata 70,83% dalam kategori Baik. Hal ini disebabkan guru belum melaksanakan semua kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya. Selain itu, guru juga belum terbiasa menggunakan Metode Generative Learning dalam proses pembelajaran IPA. 2) Hasil Observasi Aktivitas Siswa

Berdasarkan lembar observasi aktivitas yang dilakukan siswa dalam pembelajaran pada siklus I, maka skor yang diperoleh siswa pada proses pembelajaran IPA pada siklus I dapat dilihat pada Tabel:

Tabel 2: Hasil Observasi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran IPA melalui Metode

Generative Learning pada Siklus I Indikator Pertemuan Rata-rata I 2 Jumlah % Jumlah % 1 11 61,1 14 77,8 69,5 2 10 55,6 13 72,2 63,9 3 11 61,1 14 77,8 69,5 4 11 61,1 14 66,7 63,9 Jumlah 43 238,8 55 294,4 266,6 Rata-rata 10,8 59,7 13,8 73,6 66,7

Aspek yang diamati, keterangan:

(a) Siswa menjawab pertanyaan dengan anggota kelompok (Kegiatan-kegiatan Lisan)

(b) Siswa mengajukan pertanyaan dengan anggota kelompok (Kegiatan-kegiatan Lisan)

(c) Siswa melakukan percobaan dengan anggota kelompok (Kegiatan-kegiatan metrik)

(d) Siswa memecahkan masalah dengan anggota kelompok (Kegiatan-kegiatan mental)

Dapat dilihat bahwa, rata-rata aktivitas siswa pada indikator 1 siklus I adalah 69,5. Rata-rata aktivitas siswa pada indikator 2 siklus I adalah 63,9. Rata-rata aktivitas siswa pada indikator 3 siklus I adalah 69,5. Rata-rata aktivitas siswa pada indikator 4 siklus I adalah 63,9. Pada pertemuan 1 total aktvitas yang dilakukan siswa adalah 59,7%. Pada pertemuan 2 total aktivitas yang dilakukan siswa adalah 73,6%. Rata-rata aktivitas siswa yang mencakup 4 indikator pada siklus I adalah 66,7% masih rendah. Hal ini disebabkan siswa belum terbiasa mengikuti proses pembelajaran dengan Metode Generative Learning dalam belajar IPA.

3) Hasil Belajar Kognitif Siswa

Data hasil belajar kognitif siswa berguna untuk mengetahui tingkat ketuntasan belajar siswa yang diperoleh dari hasil tes yang diadakan pada akhir

(7)

siklus. Data hasil belajar siswa pada akhir siklus I dapat dilihat pada Tabel:

Tabel 3: Data Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 10 Talang Solok dalam Pembelajaran IPA dengan Metode Generative Learning pada Siklus I

No Uraian Jumlah

1 Siswa yang mengikuti tes 18

2 Siswa yang tuntas 8

3 Siswa yang belum tuntas 10 4 Rata-rata nilai siswa 63,33 5 Persentase ketuntasan belajar

siswa 44,4%

Dilihat bahwa 18 orang siswa yang mengikuti tes dengan nilai rata-rata 63,33 yang terdiri dari 8 (44,4%) orang siswa yang tuntas dan 10 (55,6%) orang siswa yang belum tuntas.

2. Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Siklus II

1) Hasil Observasi Kegiatan Guru Berdasarkan lembar observasi kegiatan guru dalam pembelajaran pada siklus II, maka skor dan persentase kegiatan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus II dapat dilihat pada Tabel:

Tabel 4: Hasil Pengamatan Kegiatan Guru dalam Pembelajaran IPA melalui Metode

Generative Learning pada Siklus II Pertemuan Hasil Pengamatan Keterangan

Jumlah Skor Persentase (%)

I 21 87,5 Sangat Baik

II 22 91,7 Sangat Baik Rata-rata 89,6 Sangat Baik

Dapat dilihat bahwa, persentase guru dalam mengelola pembelajaran memiliki rata-rata 89,6% dalam kategori

Sangat Baik. Hal ini disebabkan guru hampir melaksanakan semua kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya. Selain itu, guru juga sudah terbiasa menggunakan Metode Generative Learning dalam proses pembelajaran IPA.

2) Hasil Observasi Aktivitas Siswa Berdasarkan lembar observasi aktivitas yang dilakukan siswa dalam pembelajaran pada siklus II, maka skor yang diperoleh siswa pada proses pembelajaran IPA pada siklus II dapat dilihat pada Tabel:

Tabel 5: Hasil Observasi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran IPA melalui Metode

Generative Learning pada Siklus II Indikator Pertemuan Rata-rata I 2 Jumlah % Jumlah % 1 15 83,3 16 88,9 86,1 2 14 77,8 15 83,3 80,55 3 16 88,9 16 88,9 88,9 4 15 83,3 15 83,3 83,3 Jumlah 60 333,2 62 344,4 338,8 Rata-rata 15 83,3 15,5 86,1 84,7 Aspek yang diamati, keterangan:

(a) Siswa menjawab pertanyaan dengan anggota kelompok (Kegiatan-kegiatan Lisan)

(b) Siswa mengajukan pertanyaan dengan anggota kelompok (Kegiatan-kegiatan Lisan)

(c) Siswa melakukan percobaan dengan anggota kelompok (Kegiatan-kegiatan metrik)

(8)

(d) Siswa memecahkan masalah dengan anggota kelompok (Kegiatan-kegiatan mental)

Rata-rata aktivitas siswa pada indikator 1 siklus II adalah 86,1. Rata-rata aktivitas siswa pada indikator 2 siklus II adalah 80,55. Rata-rata aktivitas siswa pada indikator 3 siklus II adalah 88,9. Rata-rata aktivitas siswa pada indikator 4 siklus II adalah 83,3. Untuk pertemuan 1 total aktvitas yang dilakukan siswa adalah 83,3%. Pada pertemuan 2 total aktivitas yang dilakukan siswa adalah 86,1%. Rata-rata aktivitas siswa yang mencakup 4 indikator pada siklus II adalah 84,7% sudah tinggi. Hal ini disebabkan siswa sudah terbiasa mengikuti proses pembelajaran dengan Metode Generative Learning dalam belajar IPA.

3) Hasil Belajar Kognitif Siswa

Data hasil belajar kognitif siswa berguna untuk mengetahui tingkat ketuntasan belajar siswa yang diperoleh dari hasil tes yang diadakan pada akhir siklus. Data hasil belajar siswa pada akhir siklus I dapat dilihat pada Tabel.

Tabel 6: Data Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 10 Talang Solok dalam Pembelajaran IPA dengan Metode Generative Learning pada Siklus II

No Uraian Jumlah

1 Siswa yang mengikuti tes 18

2 Siswa yang tuntas 14

3 Siswa yang belum tuntas 4 4 Rata-rata nilai siswa 78,3 5 Persentase ketuntasan belajar

siswa 77,8%

Terlihat bahwa dari 18 orang siswa yang mengikuti tes memperoleh nilai rata-rata 78,3. Siswa yang tuntas berjumlah 14 (77,8%) orang dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 4 (22,2%) orang.

Pembahasan

1. Hasil Observasi Kegiatan Guru Pembelajaran dengan mengguna-kan Metode Generative Learning merupakan hal yang baru bagi siswa, sehingga dalam pelaksanaannya siswa mengalami banyak perubahan dalam belajarnya. Sebelumnya guru hanya menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran sehinga siswa cepat bosan dan cenderung meribut saat guru menjelaskan materi pembelajaran. Hasil observasi kegiatan guru dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 7. Data Hasil Observasi Kegiatan Pelaksanaan Guru dalam Pembelajaran IPA melalui Metode Generative Learning

pada Siklus I dan II

Siklus Persentase Peningkatan

I 70,83%

18,8%

II 89,6%

Rata-rata 80,2% -

Dapat dirincikan pada siklus I persentase kegiatan yang dilakukan guru dalam pembelajaran adalah 70,83% meningkat pada siklus II menjadi 89,6%. Rata-rata peningkatan kegiatan guru adalah sebesar 18,8%. Rata-rata kegiatan guru pada kedua siklus adalah 80,2%. Hal

(9)

ini dikerenakan pada pelaksanaan pembelajaran guru praktisi sudah bisa secara optimal memberikan semangat dan memotivasi siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran seperti bertanya, memperhatikan guru, melakukan percobaan, serta memecahkan masalah sehingga pembelajaran tidak hanya didominasi oleh guru.

2. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Peningkatan aktivitas siswa dalam belajar dengan menggunakan Metode Generative Learning dalam proses pembelajaran IPA secara lebih rinci dapat dilihat pada Tabel.

Tabel 8: Data Lembar Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran IPA melalui Metode

Generative Learning pada Siklus I dan Siklus II Indikator Rata-rata Siklus Rata-rata Peningkatan Siklus I ke Siklus II I II 1 69,5% 86,1% 16,60% 2 63,9% 80,55% 16,65% 3 69,5% 88,9% 19,40% 4 63,9% 83,3% 19,40%

Rata-rata aktivitas siswa pada indikator 1 siklus I adalah 69,5%. Rata-rata aktivitas siswa pada indikator 2 siklus I adalah 63,9%. Rata-rata aktivitas siswa pada indikator 3 siklus I adalah 69,5%. Rata-rata aktivitas siswa pada indikator 4 siklus I adalah 63,9%. Rata-rata aktivitas siswa pada indikator 1 siklus II adalah 86,1%. Rata-rata aktivitas siswa pada indikator 2 siklus II adalah 80,55%.

Rata-rata aktivitas siswa pada indikator 3 siklus II adalah 88,9%. Rata-rata aktivitas siswa pada indikator 4 siklus II adalah 83,3%. Hal ini terjadi karena guru sudah bisa mengendalikan kelas dengan baik saat proses belajar mengajar.

3. Hasil Belajar Kognitif Siswa

Peningkatan aktivitas siswa dalam belajar juga berdampak pada hasil belajar siswa. Hal ini bisa dilihat dari seseorang dapat dikatakan berhasil dalam belajar, karena melakukan aktivitas selama pembelajaran. Secara lebih rinci dapat dilihat pada Tabel.

Tabel 9: Hasil Belajar Tes Akhir Siklus Siswa dalam Pembelajaran IPA melalui Metode Generative Learning pada Siklus I

dan Siklus II Siklus Hasil Belajar Persentase Ketuntasan (%) Rata-rata I 44,4 63,33 II 77,8 78,3

Rata-rata Peningkatan Siklus I ke

Siklus II 10

Dilihat dari aspek hasil belajar siswa, bahwa 18 orang siswa yang mengikuti tes dengan nilai rata-rata 63,33 yang terdiri dari 8 (44,4%) orang siswa yang tuntas dan 10 (55,6%) orang siswa yang belum tuntas. Dilihat dari hasil hasil belajar kognitif siswa pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa sudah mencapai 78,3 dan ketuntasan siswa sudah mencapai 77,8%.

(10)

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Metode Generative Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan Metode Generative Learning dikelas IV SDN 10 Talang Solok, dengan rincian sebagai berikut:

1. Terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IV dalam menjawab pertanyaan pada pembelajaran IPA dengan Metode Generative Learning di SDN 10 Talang Solok. Pada siklus I rata-rata aktivitas siswa dalam menjawab pertanyaan adalah 69,5% meningkat ke siklus II menjadi 86,1%. 2. Terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IV dalam mengajukan pertanyaan pada pembelajaran IPA dengan Metode Generative Learning di SDN 10 Talang Solok. Pada siklus I rata-rata aktivitas siswa dalam mengajukan pertanyaan adalah 63,9% meningkat ke siklus II menjadi 80,55%.

3. Terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IV dalam melakukan percobaan pada pembelajaran IPA dengan Metode Generative Learning di SDN 10 Talang Solok. Pada siklus I rata-rata aktivitas siswa dalam

melakukan percobaan adalah 69,5% meningkat ke siklus II menjadi 88,9%. 4. Terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IV dalam memecahkan masalah pada pembelajaran IPA dengan Metode Generative Learning di SDN 10 Talang Solok. Pada siklus I rata-rata aktivitas siswa dalam memecahkan masalah adalah 63,9% meningkat ke siklus II menjadi 83,3%. 5. Terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas IV ranah kognitif (pemahaman/C2) pada pembelajaran IPA dengan Metode Generative Learning di SDN 10 Talang Solok. Pada siklus I rata-rata ketuntasan hasil belajar siswa adalah 44,4% meningkat ke siklus II menjadi 77,8%.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Aderusliana. 2007. Analisis Hasil Belajar Kuantitatif. Jurnal. Tersedia di

http:// (Online),

(http://aderusliana.wordpress.com/2 007/02/24/analisis-hasil-belajar-kuantitatif/, diakses pada tanggal 20 September 2016)

Arikunto, Suharsimi dan Suhardjono. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Baharudin dan Wahyuni, S. N. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-Ruz Media.

Depdiknas, 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan

(11)

Djali. 2012. Psikologi Pembelajaran IPA

SD Kelas Lanjut Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Djamarah Bahri Syaiful. 2010. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta. Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar

Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Hamdani. 2011. Strategi Belajar

Mengajar. Bandung: Pustaka Setia. Hendri, Wince. 2011. Pembelajaran IPA

Kelas Lanjut. Padang: Universitas Bung Hatta

Istarani. 2012. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan : Media Persada Majid, Abdul. 2013. Strategi

Pembelajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya

Megawati. 2004. Pembelajaran melalui Pemecahan Realistik Untuk Memahami Konsep SPL Dua Variabel pada Siswa Kelas II SLTP Suppa. Tesis. Malang: Universitas Negeri Malang

Pebriyenni. 2009. Pembelajaran IPS II (Kelas Tinggi). Padang: Kerjasama Dikti Depdiknas dan Jurusan PGSD FKIP Universitas Bung Hatta. Pemerintah RI. 2003. Undang-Undang

Sistem Pendidikan Nasional No.22 tahun 2003. Jakarta: Depdiknas. Ridwan, Muhammad dan Istarani. 2014. 50

Tipe Pembelajaran Kooperatif. Medan: Media Persada

Rinaldi, Abdi. 2012. Penerapan Model Generative Learning Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa. Skripsi. Padang: Universitas Bung Hatta

Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sudjana, Nana. 2011. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya . 2013. Dasar-Dasar Proses

Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Sutarman, Imam dan Swasono, P. 2010. ”Implementasi Pembelajaran Generatif Berbasis Konstruktivisme sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas III pada Bidang Fisika di SLTP 17 Malang”. Jurnal. Malang: Lemlit-UM.

Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Rineka Cipta

Wardhani, Igak.dkk. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka

Wena, Made. 2010. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.

Gambar

Tabel 2: Hasil Observasi Aktivitas Siswa  dalam Pembelajaran IPA melalui Metode
Tabel 4: Hasil Pengamatan Kegiatan Guru  dalam Pembelajaran IPA melalui Metode
Tabel 7.  Data Hasil Observasi Kegiatan  Pelaksanaan Guru dalam Pembelajaran  IPA melalui Metode Generative Learning
Tabel 8: Data Lembar Aktivitas Siswa  dalam Pembelajaran IPA melalui Metode

Referensi

Dokumen terkait

Pada tahap ini observer mengamati dan mencatat kegiatan pembelajaran pada siklus I dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya oleh peneliti.

Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yang pertama adalah lembar observasi (yang terdiri dari lembar observasi kinerja guru dan lembar

Selain hasil belajar siswa dilakukan pula pengamatan terhadap aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran ditunjukkan bahwa aktivitas guru siklus I dengan hasil observasi

Data aktivitas guru dilihat dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru yang dibuat dalam bentuk lembar observasi guru. Data diperoleh melalui pengamatan yang

berbasis permainan tradisional (1) Meningkatkan keterampilan guru mengelola pembelajaran pada siklus I ke siklus II memperoleh persentase rata-rata 80% menjadi

Aktivitas guru dalam proses pembelajaran dapat dihitung berdasarkan lembar observasi aktivitas guru (lampiran 5a, 5b, 5c, 5d) pertemuan pertama, pada saat

Lembar observasi mengajar guru di siklus II semua kekurangan yang ada pada pembelajaran siklus I sudah diperbaiki, guru telah membimbing siswa untuk mrmbuat rangkuman

Tabel 4 Kegiatan Guru dalam Mengajar Siklus I Ketrampilan Mengajar Skor Total Nilai Kategori Siklus I 54 79 Baik Pada tabel 3 kegiatan guru dalam mengajar siklus I, guru telah