BAB III METODE PENELITIAN. Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

10 

Teks penuh

(1)

31 BAB III

METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Desa Golokan Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Desa Golokan Kecamatan Sidayu ini salah satu produksi tambak bandeng yang tinggi di Kabupaten Gresik.

B. Jenis dan Sumber Data

Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Data Primer

Data primer dalam penelitian ini diperoleh secara langsung dari objek penelitian yang diamati. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode kuesioner yang diedarkan kepada petani tambak di Desa Golokan Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara. Data sekunder dalam penelitian ini yaitu mengenai jumlah luas lahan area pemeliharaan ikan di kabupaten Gresik dan kondisi Geografis desa Golokan.

(2)

C. Populasi dan Sampel

Populasi adalah kumpulan individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang ditetapkan. Menurut Kuncoro (2004) populasi diartikan sebagai sekelompok elemen yang lengkap, objek, atau kejadian dimana tertarik untuk mempelajarinya atau menjadi objek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah petani tambak bandeng yang terletak di Desa Golokan Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik yang berdasarkan data dari kelompok petani tambak di Desa Golokan terdapat 200 petani tambak.

Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah para petani dengan tambak milik sendiri meskipun luas lahan yang digunakan untuk budidaya antar petani berbeda, metode ini digunakan untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Menurut Iqbal Hasan (2002) penentuan jumlah sampel minimal menggunakan rumus Slovin :

n = N

1 + N(e)2

Keterangan :

n = jumlah sampel yang diambil

N = jumlah populasi

e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan yaitu 10% atau 15%.

(3)

Pada penelitian ini nilai kritis 15% dipilih karena, merupakan batas nilai maksimal kelonggaran yang masih ditoleransi. Dari data tersebut maka jumlah sampel yang dapat diketahui melalui perhitungan adalah sebagai berikut :

Jadi sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 30 petani tambak bandeng di Desa Golokan.

D. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini dimaksudkan untuk bahan atau data yang relevan, akurat yang hendak kita teliti. Oleh karena itu perlu digunakan metode pengumpulan data yang baik dan cocok. Dalam penelitian ini digunakan metode pengumpulan data berupa :

1. Metode Kuesioner

Motode Kuesioner yaitu menyebarkan daftar pertanyaan kepada petani tambak atau pemilik tambak dengan judul yang diteliti, proses pembuatan kuesioner penelitian ini dengan mengumpulkan definisi konseptual dan operasional dari masing-masing variabel, kemudian dikonsulkan dengan pembimbing jenis pertanyaan dalam kuesioner penelitian ini adalah pertanyaan berstruktur. Pertanyaan berstruktur adalah pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa sehingga responden dibatasi dalam memberi jawaban.

(4)

E. Definisi Operasional Variabel

Masing-masing variabel dan pengukurannya perlu dijelaskan agar diperoleh kesamaan pemahaman terhadap konsep-konsep dalam penelitian ini, yaitu :

1. Produksi adalah jumlah output yang dihasilkan petani tambak bandeng diukur dalam satuan Kilogram (Kg) dalam satu kali periode panen 3-4 bulan.

2. Luas lahan adalah jumlah keseluruhan luas lahan yang digunakan untuk budidaya tambak bandeng dari masing-masing petani tambak diukur dalam satuan Hektar (Ha) dalam satu kali periode panen.

3. Modal adalah sejumlah uang yang dimiliki oleh petani selama produksi yang diukur dalam satuan Rupiah (Rp) dalam satu kali panen periode.

4. Tenaga kerja adalah upah atau kompensasi yang diberikan kepada tenaga kerja yang diukur berdasarkan satuan Rupiah (Rp) dalam satu kali periode panen.

F. Analisa Data

Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda (Multiple Regression Linier). Model matematis fungsi produksi yang digunakan untuk menganalisis petani tambak bandeng dalam penelitian ini adalah :

lnY = ӏn β0 + β1 ӏnX1 + β2 ӏnX2 + β3 ӏnX3 + μ Dimana :

Y : Jumlah Produksi Tambak Bandeng (kg) X1 : Luas Lahan (ha)

(5)

X2 : Modal (Rp)

X3 : Tenaga kerja (HOK) β0 : Konstanta/Intersep β 1- β3 : Koefisien Regresi G. Uji Asumsi Klasik

1. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi adalah sebuah uji yang berjuan untuk mengetahui apakah ada tidaknya korelasi antar variabel. Autokorelasi didefinisikan sebagai kolerasi atau hubungan antara anggita serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu (time series) atau ruang (cross section) (Gurjati, 1995).

Pada penelitian ini, untyuk mendeteksi adanya autokorelasi, dengan menggunakan uji Durbin Watson (DW test). Penentuan ada tidaknya autokorelasi adalah (Mudrajat Kuncoro, 2004) :

a. Bila nilai DW lebih besar dari pada batas atas (upper bound, U), maka koefisien autokorelasi sama dengan nol. Artinya, tidak ada autokorelasi positif.

b. Bila nilai DW lebih rendah dari pada batas bawah (lower bound, L), koefisien autokorelasi lebih besar dari nol. Artinya, ada autokorelasi positif.

c. Bila nilai DW terletak diantara batas atas dan batas bawah, maka tidak dapat disimpulkan.

(6)

2. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Menurut Gujarati (2013), jika koefisien korelasi antarvariabel bebas lebih dari 0,8 maka dapat disimpulkan bahwa model mengalami masalah multikolinearitas. Sebaliknya, koefisien korelasi kurang dari 0,8 maka model bebas dari multikolinearita.

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual dan satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas. Jika varian dari residual berbeda disebut heteroskedastisitas.

Penelitian ini menggunakan uji Park untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas. Uji Park pada prinsipnya meregres residual yang dikuadratkan dengan variabel bebas pada model. . Jika nilai probability lebih kecil 0.05 maka terjadi heteroskedastisitas dan sebaliknya jika nilai probability lebih besar dari 0.05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

(7)

H. Uji Statistik 1. Uji Statistik t

Uji statistik t pada dasarnya digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas signifikan secara individual dalam menerangkan variabel terkaitnya (Mudjarat Kuncoro, 2004).

Langkah pengujiannya sebagai berikut :

a. Ho : bi = 0; Hipotesis nol (Ho) yang akan diuji adalah suatu parameter (bi) sama dengan nol, artinya suatu variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.

b. Ha : bi ≠ 0; Hipotesis alternative (Ha) yang akan diuji adalah suatu parameter tidak sama dengan nol, artinya variabel independennya merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.

c. Menentukan variabel pengujian yang membandingkan nilai t-hitung dengan t-tabel, dengan rumus :

t – hitung

=

Dimana :

bi : koefisiean dari variabel ke I

Sbi : simpangan baku dari variabel bebas ke I

d. Kesimpulan :

- Bila t-hitung > t-tabel, maka Ho ditolak, artinya hubungan antara variabel bebas dengan tidak bebas signifikan.

(8)

- Apabila t-hitung < t-tabel, maka Ho diterima artinya hubungan antara variabel bebas dengan variabel tidak bebas tidak signifikan.

2. Uji Statistik F

Nilai F menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Mudrajat Kuncoro, 2004).

Langkah pengujiannya sebagai berikut :

a. Ho : b1 = b2 = … = bk = 0; Hipotesis nol (Ho) yang akan diuji adalah semua parameter dalam model sama dengan nol, artinya semua variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.

b. Ho : b1 ≠ b2 ≠ … ≠ bk ≠ 0; Hipotesis alternative (Ha) menunjukkan tidak semua parameter secara simultan sama dengan nol, artinya semua variabel independen secara simultan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.

c. Menguji hipotesis dengan statistik F, dimana nilai F-hitung dapat diformulasikan sebagai berikut :

Dimana :

SSR = Sum of square due to regression = ∑ ( Yi – Y)2

(9)

N = jumlah observasi

K = jumlah parameter (termasuk intercept) dalam model

MSR = Mean to square due to regression

MSE = Mean to square due to error

d. Kesimpulan :

- Bila F-hitung > F-tabel, maka Ho ditolak, artinya bahwa secara bersama-sama semua variabel independen mampu mempengaruhi variabel dependen.

- Bila F-hitung < F-tabel, maka Ho diterima, artinya bahwa secara bersama-sama semua variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen.

3. Koefisien Determinasi (R2)

Pengujian koefisien determinasi (R2) tujuannya untuk mengetahui seberapa jauh hubungan variabel-variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y), dengan rumus sebagai berikut :

R2 = (

)

Dimana nilai R2 adalah 0 < R2 <1, yang artinya :

- Bila R2 = 1, berarti besarnya pengaruh dari variabel bebas terhadap naik turunnya variabel terikat sebesar 100%, sehingga tidak ada faktor lain yang mempengaruhinya.

(10)

- Bila R2 = 0, berarti variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :