• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SURVEI HARGA PROPERTI RESIDENSIAL"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

Metodologi __________________________________________________________________________________________________________________________

Survei Harga Properti Residensial (SHPR) merupakan survei triwulanan yang dilakukan terhadap sampel pengembang proyek perumahan (developer) di 14 kota

yaitu Jabodebek dan Banten, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Manado, Makasar, Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Bandar Lampung, Palembang,

Padang, dan Medan. Pada pelaksanaan SHPR triwulan I-2014 terdapat tambahan 2 kota yaitu kota Batam dan Balikpapan. Jumlah responden mencakup 50

pengembang utama di wilayah Jabodebek-Banten, dan sekitar 441 pengembang di 15 Kantor Perwakilan Dalam Negeri Bank Indonesia (KPwDN). Pengumpulan

data dilakukan secara langsung (face to face) mencakup data harga jual rumah, jumlah unit rumah yang dibangun dan dijual pada triwulan bersangkutan serta

prakiraan harga jual rumah dalam triwulan berikutnya.

Triwulan IV - 2016

Harga Properti Residensial pada Triwulan IV-2016 Meningkat”

Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan IV-2016 tumbuh sebesar

0,37% (qtq), sedikit lebih tinggi dibandingkan 0,36% (qtq) pada triwulan

sebelumnya. Sementara secara tahunan, pertumbuhan harga pada

triwulan IV-2016 sebesar 2,38% (yoy), melambat dibandingkan periode

sebelumnya (2,75%, yoy). Kenaikan harga bahan bangunan dan upah

pekerja masih menjadi faktor utama penyebab kenaikan harga rumah.

Kenaikan harga rumah terjadi pada semua tipe rumah, terutama tipe

kecil (0,57%, qtq). Sementara itu, Surabaya tercatat mengalami kenaikan

harga rumah tertinggi (1,64%, qtq).

Penjualan properti residensial tumbuh sebesar 5,06% (qtq), lebih tinggi

dibandingkan 4,65% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Hal ini sejalan

dengan peningkatan realisasi pelimpahan kredit properti oleh perbankan.

Penyaluran KPR dan KPA pada triwulan IV-2016 mengalami peningkatan

dibandingkan Triwulan III-2016.

Sebagian besar konsumen (77,22%)

masih memilih KPR sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi

pembelian properti residensial, sementara pengembang masih

menggunakan dana internal perusahaan (50,80%) sebagai sumber utama

pembiayaan pembangunan properti residensial.

Perkembangan Harga Properti Residensial

Kenaikan harga properti residensial triwulan IV-2016 lebih tinggi

dibandingkan triwulan sebelumnya. Indeks Harga Properti Residensial pada

triwulan IV-2016 berada pada level 194,54 atau meningkat 0,37% (qtq), sedikit

lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya (0,36%, qtq). Sementara itu,

pertumbuhan harga properti secara tahunan mengalami perlambatan

dibandingkan triwulan sebelumnya, dari 2,75% (yoy) menjadi 2,38% (yoy).

Kenaikan harga bahan bangunan (35,20%) dan upah pekerja (22,56%) masih

menjadi faktor utama penyebab kenaikan harga properti residensial dalam

periode laporan. Menguatnya pertumbuhan kenaikan harga rumah tersebut

diindikasikan sebagai dampak kebijakan pelonggaran Rasio

Loan to Value

(LTV)

yang mulai berlaku pada akhir Agustus 2016.

SURVEI HARGA

PROPERTI RESIDENSIAL

Pertumbuhan harga properti

residensial secara triwulanan

meningkat, namun melambat

secara tahunan.

(2)

2

Secara triwulanan (qtq), kenaikan harga rumah terjadi pada semua

tipe rumah, terutama rumah tipe kecil. Hasil survei mengindikasikan bahwa

semua tipe rumah mengalami kenaikan harga, dengan kenaikan tertinggi terjadi

pada rumah tipe kecil (0,57%, qtq). Berdasarkan wilayah, Surabaya tercatat

mengalami peningkatan harga rumah tertinggi (1,64%, qtq), sementara harga

rumah di Medan cenderung tidak mengalami kenaikan selama dua triwulan

terakhir.

Grafik 1.

Perkembangan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR)

193.13

193.83

194.54

0.64 0.36 0.37

3.39 2.75

2.38

-3.0

0.0

3.0

6.0

9.0

12.0

15.0

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

I

II III IV I

II III IV I

II III IV I

II III IV I

II III IV

2012

2013

2014

2015

2016

IHPR-LHS

% Perubahan (qtq)

% Perubahan (yoy)

(

Indeks

)

(%)

Grafik 2.

Perkembangan Indeks Harga Properti Residensial

Rumah Tipe Kecil

217.18

218.55 219.80

0.77 0.63 0.57

4.16 3.76

3.28

-5.0

-2.0

1.0

4.0

7.0

10.0

13.0

16.0

19.0

22.0

25.0

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

220

I

II III IV I

II III IV I

II III IV I

II III IV I

II III IV

2012

2013

2014

2015

2016

IHPR - Tipe Kecil-LHS

% Perubahan (qtq)

% Perubahan (yoy)

(Indeks)

(%)

Secara triwulanan, kenaikan

harga rumah terjadi pada semua

tipe rumah, terutama rumah tipe

kecil.

(3)

Grafik 3.

Perkembangan Indeks Harga Properti Residensial

Rumah Tipe Menengah

191.45

192.24

192.68

0.79 0.41 0.23

3.87

3.20 2.65

-5.0

-2.0

1.0

4.0

7.0

10.0

13.0

16.0

19.0

22.0

25.0

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

I

II

III IV

I

II

III IV

I

II

III IV

I

II

III IV

I

II

III IV

2012

2013

2014

2015

2016

IHPR - Tipe Menengah-LHS

% Perubahan (qtq)

% Perubahan (yoy)

(Indeks)

(%)

Grafik 4.

Perkembangan Indeks Harga Properti Residensial

Rumah Tipe Besar

169.22 169.31 169.82

0.37 0.05 0.30

2.16 1.32

1.24

-3.0

0.0

3.0

6.0

9.0

12.0

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

I

II III IV I

II III IV I

II III IV I

II III IV I

II III IV

2012

2013

2014

2015

2016

IHPR - Tipe Besar-LHS

% Perubahan (qtq)

% Perubahan (yoy)

(Indeks)

(%)

Sementara itu, secara tahunan harga properti residensial masih

mengalami kenaikan yang melambat. Pertumbuhan harga properti residensial

secara tahunan tercatat sebesar 2,38% (yoy), melambat dibandingkan 2,75%

(yoy) pada triwulan III-2016. Berdasarkan tipe rumah, kenaikan harga rumah

tertinggi terjadi pada rumah tipe kecil (3,28%, yoy), sementara rumah tipe besar

mengalami kenaikan harga terendah (1,24%, yoy). Berdasarkan wilayah,

kenaikan harga rumah tertinggi terjadi di Manado (8,01%, yoy) seiring dengan

tingginya pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Sementara itu,

Denpasar mencatat kenaikan harga rumah terendah (0,78%, yoy).

Secara tahunan, harga properti

residensial masih mengalami

kenaikan yang melambat.

(4)

4

Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) dan indeks harga sub

kelompok biaya tempat tinggal IHK-BPS tumbuh positif pada triwulan

IV-2016. IHPR pada triwulan IV-2016 (Oktober s.d Desember 2016) tercatat tumbuh

sebesar 0,37% (qtq), menguat tipis dibandingkan 0,36% (qtq) pada triwulan

sebelumnya. Sementara itu, indeks harga sub kelompok biaya tempat tinggal

IHK-BPS tumbuh sebesar 0,70% (qtq), lebih rendah dibandingkan 0,74% (qtq)

pada periode sebelumnya terutama karena melambatnya kenaikan harga sewa

rumah.

Grafik 5.

Perkembangan Indeks Harga Properti Residensial

dan IHK Sub Kelompok Biaya Tempat Tinggal (q-t-q)

0.36 0.37 0.74 0.70 -1.0 0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0

I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV

2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Perubahan IHPR (q-t-q) Perubahan IHK Sub Kel. Biaya Tempat Tinggal (q-t-q) (%)

Perkembangan Penjualan Properti Residensial

Pertumbuhan penjualan properti residensial pada triwulan IV-2016

mengalami peningkatan. Hasil survei menunjukkan bahwa pertumbuhan

penjualan properti residensial mengalami peningkatan dibandingkan triwulan

sebelumnya, dari 4,65% (qtq) menjadi 5,06% (qtq). Peningkatan penjualan terjadi

pada semua tipe rumah, sejalan dengan meningkatnya realisasi pelimpahan kredit

properti dari perbankan selama triwulan IV-2016. Kenaikan penjualan rumah

tertinggi terjadi pada rumah tipe kecil.

IHPR dan kenaikan IHK sub

kelompok biaya tempat tinggal

tumbuh positif pada triwulan

IV-2016.

Penjualan rumah mengalami

peningkatan pada triwulan

IV- 2016 terutama pada rumah

tipe kecil.

(5)

Grafik 6.

Pertumbuhan Penjualan Rumah (%, qtq)

4.65 5.06

16.01

(30.00) (20.00) (10.00) 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00

I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV

2011 2012 2013 2014 2015 2016

Rata-rata pertumbuhan penjualan semua tipe Rata-rata pertumbuhan penjualan 3 th terakhir

%

Perkiraan Perkembangan Properti Residensial Triwulan I – 2017

Responden memperkirakan harga properti residensial pada triwulan

I-2017 akan mengalami kenaikan yang melambat. Responden memperkirakan

indeks harga properti residensial pada triwulan I-2017 mengalami kenaikan

sebesar 0,32% (qtq), melambat dibandingkan 0,37% (qtq) pada triwulan

IV-2016. Kenaikan harga rumah terjadi pada semua tipe rumah dengan kenaikan

harga tertinggi pada rumah tipe kecil (0,59%, qtq), sementara kenaikan harga

terendah terjadi pada rumah tipe besar (0,10%, qtq). Berdasarkan wilayah,

hampir semua kota mengalami kenaikan harga rumah kecuali Semarang yang

mengalami penurunan harga rumah sebesar -0,05% (qtq) sebagai strategi

pemasaran dalam meningkatkan penjualan rumah hunian.

Secara tahunan, harga properti residensial juga diperkirakan

mengalami kenaikan yang melambat. Pada triwulan I-2017 harga properti

residensial diperkirakan meningkat 1,70% (yoy), melambat dibandingkan 2,38%

(yoy) pada triwulan ini. Berdasarkan tipe bangunan, kenaikan harga rumah

tertinggi diperkirakan kembali terjadi pada rumah tipe kecil (2,58%, yoy).

Sementara berdasarkan wilayah, kenaikan harga rumah tertinggi diperkirakan

terjadi di Manado (8,76%, yoy).

S

e

m

e

n

t

a

r

a

i

t

u

,

Grafik 7.

Perkiraan Harga Properti Residensial

-5 0 5 10 15 20 25 90 140 190 240 290 Ba nd un g Ba nd ar L amp un g Ba njar mas in De np as ar Pa le mb an g Se m ar an g Yo gy ak ar ta Pa dan g M ed an M ak as ar M an ad o Su rab ay a Po nt ian ak Bat am Ba lik pap an Jab od eb ek -B an te n

IHPR-Seluruh Tipe-LHS % Perubahan (qtq) % Perubahan (yoy)

(Indeks) (%)

Grafik 8.

Suku Bunga KPR Berdasarkan

Lokasi Proyek

0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 Maluku Utara Lampung GorontaloNTT MalukuJambi NTB Sul.TenggaraSul.Tengah Irian Jaya Barat Kaltim BengkuluJateng Bali Sul.Sel SumbarSumsel Papua DIY Riau Sul.UtaraKalteng SumutKalbar Sul. BarKepri DKI Jakarta Jabar Jatim BantenKalsel Kep. BabelNAD

Sumber: Laporan Bank Umum (LBU)

Responden memperkirakan

kenaikan harga properti

residensial akan melambat di

triwulan I-2017.

(6)

6

Sebagian besar responden berpendapat bahwa faktor utama yang dapat

menghambat pertumbuhan bisnis properti adalah suku bunga KPR (19,91%),

uang muka rumah (18,39%), perijinan (16,15%), pajak (13,76%), serta kenaikan

harga bahan bangunan (13,54%). Sementara itu, berdasarkan lokasi proyek, suku

bunga KPR tertinggi terjadi di Maluku Utara (13,98%) sedangkan suku bunga KPR

terendah berada di Nanggroe Aceh Darussalam (10,79%) (Grafik 8).

Pembiayaan Properti Residensial

Dana internal perusahaan masih menjadi andalan pengembang dalam

pembangunan properti residensial, sementara sebagian besar konsumen

memanfaatkan fasilitas KPR sebagai sumber pembiayaan dalam transaksi

pembelian properti. Dari sisi pembiayaan, sebagian besar pengembang (50,80%)

menyatakan bahwa dana internal perusahaan masih menjadi sumber utama

pembiayaan pembangunan properti, walaupun proporsinya turun dibandingkan

triwulan sebelumnya (56,24%). Berdasarkan komposisi, sumber pembiayaan

pembangunan properti dari dana internal perusahaan sebagian besar berasal dari

modal disetor (22,94%), laba ditahan (22,04%),

joint venture

(1,07%) dan

lainnya (4,76%).

Grafik 9.

Komposisi Sumber Pembiayaan Properti Residensial (Developer)

Pinjaman LKNB

1.64%

Lainnya

0.92%

Nasabah

9.18%

Pinjaman bank

37.47%

Laba di tahan

22.04%

Modal disetor

22.94%

Joint Venture/

Konsorsium

1.07%

Lainnya

4.76%

Dana Sendiri

50.80%

Sementara itu dari sisi konsumen, fasilitas KPR tetap menjadi pilihan

utama dalam melakukan transaksi pembelian properti. Hasil survei

mengindikasikan bahwa sebagian besar konsumen (77,22%) masih memilih

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi

pembelian properti residensial, meningkat dibandingkan triwulan lalu (74,77%).

Sementara itu, proporsi konsumen yang memilih skema pembayaran tunai

bertahap sebesar 15,91%, turun dibanding triwulan sebelumnya (17,62%) (Grafik

10). Hal ini diindikasikan sebagai dampak dari kebijakan pelonggaran LTV yang

efektif diberlakukan sejak akhir Agustus 2016. Sebagai informasi, tingkat bunga

KPR yang diberikan oleh perbankan berkisar antara 8% -12% (Grafik 11).

Dana internal perusahaan masih

menjadi andalan pengembang

dalam pembangunan properti

residensial, sementara fasilitas

KPR tetap menjadi pilihan utama

konsumen dalam pembelian

properti.

(7)

Pertumbuhan penyaluran KPR dan KPA pada triwulan IV-2016 (data

s.d. November 2016) mengalami peningkatan dibandingkan triwulan

III-2016, sejalan dengan kenaikan penjualan properti residensial. Total KPR dan

KPA pada triwulan IV-2016 tercatat sebesar Rp362,84 triliun atau tumbuh 1,90%

(qtq), meningkat dibandingkan 0,49% (qtq) di triwulan sebelumnya. Sejalan

dengan pertumbuhan KPR dan KPA, pertumbuhan total kredit perbankan juga

mengalami kenaikan sebesar 1,66% (qtq), lebih tinggi dibandingkan

pertumbuhan sebesar 1,04% (qtq) pada triwulan sebelumnya.

Sebagai informasi, pencairan FLPP sampai dengan triwulan IV-2016

tercatat sebesar Rp 5,63 triliun dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) FLPP

tahun 2016 sebesar Rp9,23 triliun.

Grafik 12.

KPR & KPA dan Total Kredit

100

200

300

400

200

700

1,200

1,700

2,200

2,700

3,200

3,700

4,200

4,700

1

2

3

4*

2010 2011 2012 2013 2014 2015

2016

TOTAL HREDIT (Triliun Rp) - LHS KPR & HPA (Triliun Rp) - RHS

Grafik 13.

Share FLPP terhadap KPR

15,620 19,349 17,982 21,140 18,449 22,082 19,797 27,734 285 2,579 2,703 487 373 317 3,016 1,921 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 TW I TW II TW III TW IV TW I TW II TW III TW IV 2015 2016 (Miliar Rp) KPR Total FLPP

Sumber: Laporan Bulanan Bank Umum (LBU)

dan Kementerian Pekerjaan Umum dan

Perumahan Rakyat (PUPERA)

Grafik 10.

Sumber Pembiayaan Konsumen

KPR,

77.22%

Tunai

bertahap,

15.91%

Tunai,

6.88%

Grafik 11.

Suku Bunga tertimbang KPR

(Berdasarkan Kelompok Bank)

0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 Ba nk P er se ro Ban k S w as ta N as io nal Ba nk A sing da n Ca m pur an BP D

(8)

8

Indeks Harga Properti Residensial TW IV-2016

(Tahun dasar 2002 = 100)

No. KOTA TIPE

Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I* 1 BANDUNG KECIL 212.26 214.48 218.11 219.20 227.84 229.66 232.39 235.81 241.02 MENENGAH 263.22 264.91 266.26 267.38 274.33 277.73 280.70 281.82 282.61 BESAR 207.56 209.78 210.11 211.46 217.27 225.14 225.70 226.94 221.86 TOTAL 227.24 229.33 231.14 232.34 239.54 244.07 246.12 248.11 248.34 2 BANDAR LAMPUNG KECIL 199.11 199.11 199.11 212.16 212.16 214.98 214.98 214.98 218.91 MENENGAH 179.53 179.78 179.78 180.83 180.83 180.83 181.32 181.44 191.69 BESAR 181.96 181.96 181.96 181.96 185.47 185.47 185.47 185.47 195.34 TOTAL 187.54 187.63 187.63 192.10 193.33 194.18 194.35 194.39 202.67 3 BANJARMASIN KECIL 255.29 255.72 255.72 256.28 261.97 264.72 270.44 271.85 273.04 MENENGAH 197.17 197.17 198.88 204.25 211.71 213.42 217.93 219.58 219.58 BESAR 154.79 154.79 162.38 162.38 162.38 162.83 163.86 165.74 165.74 TOTAL 198.93 199.05 202.87 204.86 208.85 210.33 213.76 215.49 215.82 4 DENPASAR KECIL 189.70 190.52 192.36 192.36 193.46 193.75 193.52 194.18 195.79 MENENGAH 198.24 198.95 200.09 201.87 202.60 202.78 202.57 203.65 206.76 BESAR 154.85 156.14 156.62 156.82 157.07 157.42 157.17 157.69 158.84 TOTAL 181.10 182.07 183.20 183.83 184.49 184.76 184.52 185.26 187.17 5 PALEMBANG KECIL 261.30 262.45 264.23 267.88 276.90 278.07 278.07 278.07 280.10 MENENGAH 229.18 230.16 241.03 240.11 249.28 249.73 249.08 249.08 250.28 BESAR 198.34 199.67 215.08 217.36 218.56 218.56 215.47 215.82 216.06 TOTAL 229.09 230.26 240.32 241.98 248.22 248.72 247.32 247.45 248.53 6 SEMARANG KECIL 205.02 226.69 235.37 236.34 236.79 237.28 237.19 237.57 237.35 MENENGAH 183.44 184.82 186.94 187.50 188.61 189.63 189.88 190.20 190.08 BESAR 154.77 155.46 156.66 156.99 158.92 159.01 159.06 159.41 159.43 TOTAL 180.19 187.25 190.85 191.44 192.72 193.24 193.32 193.67 193.57 7 YOGYAKARTA KECIL 228.51 231.04 233.05 235.01 235.04 234.75 235.41 235.81 236.52 MENENGAH 176.30 176.88 177.48 178.62 179.49 179.87 180.01 180.97 181.80 BESAR 180.56 181.23 181.84 182.53 183.14 183.94 184.93 185.91 187.10 TOTAL 194.16 195.32 196.32 197.54 198.09 198.45 199.04 199.86 200.80 8 PADANG KECIL 231.57 231.34 231.92 234.42 235.73 236.87 237.15 237.89 238.67 MENENGAH 170.91 171.75 173.04 173.75 174.53 175.12 175.66 176.00 177.44 BESAR 148.33 148.53 153.41 153.87 153.87 153.87 153.87 154.10 156.31 TOTAL 181.73 182.04 184.65 185.75 186.39 186.89 187.15 187.56 189.18 9 MEDAN KECIL 242.51 245.64 245.64 256.03 260.84 265.14 265.14 265.14 266.92 MENENGAH 215.73 216.78 218.17 226.00 237.30 241.83 241.83 241.83 242.73 BESAR 184.08 186.38 188.27 191.67 191.67 191.81 191.81 191.81 192.31 TOTAL 213.86 216.02 217.21 224.18 229.32 232.09 232.09 232.09 233.09 10 MAKASSAR KECIL 350.32 385.35 401.96 412.21 424.82 423.04 424.26 423.67 431.46 MENENGAH 304.92 305.31 313.04 313.73 318.06 317.74 318.06 320.03 320.93 BESAR 208.58 214.42 214.42 214.49 215.05 215.05 215.05 215.05 215.84 TOTAL 282.54 294.71 301.43 304.24 309.01 308.49 308.89 309.38 311.95 11 MANADO KECIL 297.55 303.68 305.53 305.53 306.39 311.07 311.07 311.07 318.10 MENENGAH 314.52 324.05 324.05 328.65 328.65 377.95 377.95 380.06 380.48 BESAR 204.90 207.60 207.60 211.26 211.28 224.02 224.02 225.16 225.16 TOTAL 272.10 277.92 278.48 281.43 281.71 302.89 302.89 303.98 306.39 12 SURABAYA KECIL 271.34 275.95 282.32 284.75 289.54 292.87 303.00 311.09 317.78 MENENGAH 280.48 284.07 288.82 291.94 299.03 306.48 311.47 312.72 312.03 BESAR 268.24 270.15 272.85 274.32 276.13 276.52 278.68 283.86 285.20 TOTAL 274.45 277.83 282.44 284.78 289.31 292.95 298.70 303.60 306.02 13 PONTIANAK KECIL 152.08 152.16 152.08 153.09 152.83 152.83 151.54 151.89 152.44 MENENGAH 217.49 217.64 218.81 218.77 219.16 219.36 220.43 220.06 221.60 BESAR 135.25 135.25 135.25 135.25 139.24 139.24 139.24 139.24 139.33 TOTAL 165.62 165.68 165.95 166.30 167.94 167.99 167.79 167.83 168.45 14 BATAM KECIL 114.87 120.45 127.77 128.51 133.33 134.41 135.21 135.21 135.84 MENENGAH 114.09 117.10 126.55 128.66 135.02 136.13 136.86 136.86 137.44 BESAR 112.46 123.09 127.65 127.81 130.36 130.62 129.94 131.28 131.28 TOTAL 113.90 120.33 127.49 128.50 133.08 133.89 134.16 134.61 135.02 15 BALIKPAPAN KECIL 113.77 113.77 114.21 115.26 116.31 117.22 117.25 117.24 117.34 MENENGAH 115.87 116.42 118.01 119.28 119.47 119.36 119.59 119.72 119.77 BESAR 114.59 115.07 117.86 118.59 118.82 118.94 119.10 119.28 119.36 TOTAL 114.78 115.13 116.73 117.74 118.24 118.54 118.69 118.78 118.85 16 JABODEBEK-BANTEN KECIL 245.66 252.05 252.88 254.30 255.93 257.90 258.88 259.96 259.96 MENENGAH 195.87 197.71 198.72 199.63 199.89 200.35 200.85 201.25 201.25 BESAR 169.47 169.65 169.94 170.23 170.31 170.31 170.37 170.42 170.42 TOTAL 201.57 204.00 204.70 205.52 206.07 206.75 207.21 207.66 207.66 KECIL 203.22 208.51 210.63 212.82 215.53 217.18 218.55 219.80 221.10 MENENGAH 182.76 184.31 186.28 187.70 189.95 191.45 192.24 192.68 193.18 dan Banten) BESAR 164.50 165.65 167.11 167.74 168.60 169.22 169.31 169.82 169.99 TOTAL 184.25 186.80 188.65 190.02 191.90 193.13 193.83 194.54 195.17 KECIL 144.67 146.54 147.80 148.91 150.32 150.89 151.54 152.09 152.98 MENENGAH 170.29 170.94 172.34 173.24 175.20 176.39 176.90 177.13 177.59 dan Banten) BESAR 140.25 141.14 142.27 142.70 143.38 143.92 143.96 144.38 144.52 TOTAL 150.81 151.98 153.22 154.03 155.34 156.09 156.48 156.89 157.39

2015

GABUNGAN 16 KOTA (Termasuk Jabodebek

GABUNGAN 15 KOTA (Tidak termasuk Jabodebek

IHPR

2017 2016

(9)

(Tahun dasar 2002 = 100)

No. KOTA TIPE

Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I* Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I* 1 BANDUNG KECIL 0.55 1.05 1.69 0.50 3.94 0.80 1.19 1.47 2.21 7.22 5.93 5.13 3.84 7.34 7.07 6.55 7.58 5.79 MENENGAH 0.79 0.64 0.51 0.42 2.60 1.24 1.07 0.40 0.28 15.20 14.29 4.53 2.38 4.22 4.84 5.42 5.40 3.02 BESAR 1.36 1.07 0.16 0.64 2.75 3.62 0.25 0.55 -2.24 9.37 9.70 6.20 3.27 4.68 7.32 7.42 7.32 2.11 TOTAL 0.90 0.92 0.79 0.52 3.10 1.89 0.84 0.81 0.09 10.60 9.97 5.29 3.17 5.42 6.43 6.48 6.79 3.67 2 BANDAR LAMPUNG KECIL 0.36 0.00 0.00 6.55 0.00 1.33 0.00 0.00 1.83 1.42 1.06 1.06 6.93 6.55 7.97 7.97 1.33 3.18 MENENGAH 0.43 0.14 0.00 0.58 0.00 0.00 0.27 0.07 5.65 0.58 0.72 0.72 1.15 0.72 0.58 0.85 0.34 6.01 BESAR 0.00 0.00 0.00 0.00 1.93 0.00 0.00 0.00 5.32 0.00 0.00 0.00 0.00 1.93 1.93 1.93 1.93 5.32 TOTAL 0.26 0.05 0.00 2.38 0.64 0.44 0.09 0.02 4.26 0.67 0.60 0.60 2.70 3.09 3.49 3.58 1.19 4.83 3 BANJARMASIN KECIL 5.62 0.17 0.00 0.22 2.22 1.05 2.16 0.52 0.44 6.38 6.33 5.80 6.03 2.62 3.52 5.76 6.07 4.23 MENENGAH 3.71 0.00 0.87 2.70 3.65 0.81 2.11 0.76 0.00 7.53 5.40 5.04 7.44 7.37 8.24 9.58 7.51 3.72 BESAR 4.45 0.00 4.90 0.00 0.00 0.28 0.63 1.15 0.00 11.14 7.93 9.57 9.57 4.90 5.19 0.91 2.07 2.07 TOTAL 4.59 0.06 1.92 0.98 1.95 0.71 1.63 0.81 0.15 8.35 6.56 6.81 7.71 4.99 5.67 5.37 5.19 3.34 4 DENPASAR KECIL 0.28 0.43 0.97 0.00 0.57 0.15 -0.12 0.34 0.83 1.63 2.53 2.62 1.69 1.98 1.70 0.60 0.94 1.20 MENENGAH 0.37 0.36 0.57 0.89 0.36 0.09 -0.10 0.53 1.53 3.04 4.51 3.64 2.21 2.20 1.92 1.24 0.88 2.06 BESAR 0.15 0.83 0.31 0.13 0.16 0.22 -0.16 0.33 0.73 4.69 5.56 1.89 1.43 1.44 0.82 0.35 0.55 1.12 TOTAL 0.27 0.54 0.62 0.34 0.36 0.15 -0.13 0.40 1.03 3.13 4.21 2.72 1.78 1.87 1.48 0.72 0.78 1.45 5 PALEMBANG KECIL 3.93 0.44 0.68 1.38 3.37 0.42 0.00 0.00 0.73 11.38 7.49 5.98 6.55 5.97 5.95 5.24 3.80 1.15 MENENGAH 3.17 0.43 4.72 -0.38 3.82 0.18 -0.26 0.00 0.48 5.42 5.47 10.29 8.09 8.77 8.50 3.34 3.74 0.40 BESAR 3.05 0.67 7.72 1.06 0.55 0.00 -1.41 0.16 0.11 4.23 4.30 12.23 12.93 10.19 9.46 0.18 -0.71 -1.14 TOTAL 3.38 0.51 4.37 0.69 2.58 0.20 -0.56 0.05 0.44 6.99 5.74 9.50 9.20 8.35 8.02 2.91 2.26 0.13 6 SEMARANG KECIL 10.37 10.57 3.83 0.41 0.19 0.21 -0.04 0.16 -0.09 15.84 25.88 28.13 27.23 15.49 4.67 0.77 0.52 0.24 MENENGAH 1.63 0.75 1.15 0.30 0.59 0.54 0.13 0.17 -0.06 4.93 4.33 4.55 3.88 2.82 2.60 1.57 1.44 0.78 BESAR 1.18 0.45 0.77 0.21 1.23 0.06 0.03 0.22 0.01 4.23 3.65 3.72 2.63 2.68 2.29 1.53 1.54 0.32 TOTAL 4.40 3.92 1.92 0.31 0.67 0.27 0.04 0.18 -0.05 8.30 11.04 11.80 10.92 6.96 3.20 1.30 1.16 0.44 7 YOGYAKARTA KECIL 0.94 1.11 0.87 0.84 0.01 -0.12 0.28 0.17 0.30 2.12 3.08 3.50 3.81 2.86 1.61 1.01 0.34 0.63 MENENGAH 0.55 0.33 0.34 0.64 0.49 0.21 0.08 0.53 0.46 1.58 1.70 1.73 1.87 1.81 1.69 1.43 1.32 1.29 BESAR 0.43 0.37 0.34 0.38 0.33 0.44 0.54 0.53 0.64 2.48 1.98 1.53 1.53 1.43 1.50 1.70 1.85 2.17 TOTAL 0.64 0.60 0.51 0.62 0.28 0.18 0.30 0.41 0.47 2.06 2.25 2.24 2.39 2.02 1.60 1.39 1.18 1.37 8 PADANG KECIL 1.09 -0.10 0.25 1.08 0.56 0.48 0.12 0.31 0.33 1.81 1.57 1.50 2.33 1.80 2.39 2.26 1.48 1.25 MENENGAH 0.69 0.49 0.75 0.41 0.45 0.34 0.31 0.19 0.82 3.37 2.29 2.28 2.36 2.12 1.96 1.52 1.30 1.67 BESAR 1.07 0.13 3.29 0.30 0.00 0.00 0.00 0.15 1.43 2.39 1.65 4.72 4.84 3.73 3.60 0.30 0.15 1.58 TOTAL 0.95 0.17 1.43 0.60 0.34 0.27 0.14 0.22 0.86 2.52 1.83 2.83 3.18 2.56 2.66 1.36 0.97 1.50 9 MEDAN KECIL -0.18 1.29 0.00 4.23 1.88 1.65 0.00 0.00 0.67 3.01 3.92 2.12 5.38 7.56 7.94 7.94 3.56 2.33 MENENGAH 0.92 0.49 0.64 3.59 5.00 1.91 0.00 0.00 0.37 2.66 2.91 2.23 5.73 10.00 11.56 10.85 7.01 2.29 BESAR 1.67 1.25 1.01 1.81 0.00 0.07 0.00 0.00 0.26 5.91 7.10 3.98 5.86 4.12 2.91 1.88 0.07 0.33 TOTAL 0.80 1.01 0.55 3.21 2.29 1.21 0.00 0.00 0.43 3.86 4.64 2.78 5.66 7.23 7.44 6.85 3.53 1.65 10 MAKASSAR KECIL 3.70 10.00 4.31 2.55 3.06 -0.42 0.29 -0.14 1.84 16.12 19.41 21.50 22.02 21.27 9.78 5.55 2.78 1.56 MENENGAH 8.01 0.13 2.53 0.22 1.38 -0.10 0.10 0.62 0.28 22.00 13.31 14.42 11.13 4.31 4.07 1.60 2.01 0.90 BESAR 3.43 2.80 0.00 0.03 0.26 0.00 0.00 0.00 0.37 13.52 11.43 7.58 6.36 3.10 0.29 0.29 0.26 0.37 TOTAL 5.05 4.31 2.28 0.93 1.57 -0.17 0.13 0.16 0.83 17.21 14.80 14.50 13.12 9.37 4.67 2.47 1.69 0.95 11 MANADO KECIL 4.47 2.06 0.61 0.00 0.28 1.53 0.00 0.00 2.26 33.45 23.57 9.76 7.27 2.97 2.44 1.81 1.81 3.82 MENENGAH 0.18 3.03 0.00 1.42 0.00 15.00 0.00 0.56 0.11 16.48 11.89 4.79 4.68 4.49 16.63 16.63 15.64 15.77 BESAR 0.61 1.32 0.00 1.76 0.01 6.03 0.00 0.51 0.00 16.16 5.91 3.26 3.73 3.11 7.91 7.91 6.58 6.57 TOTAL 1.75 2.14 0.20 1.06 0.10 7.52 0.00 0.36 0.79 21.90 13.67 5.92 5.24 3.53 8.99 8.77 8.01 8.76 12 SURABAYA KECIL 0.99 1.70 2.31 0.86 1.68 1.15 3.46 2.67 2.15 8.51 7.35 8.38 5.98 6.71 6.13 7.32 9.25 9.75 MENENGAH 0.80 1.28 1.67 1.08 2.43 2.49 1.63 0.40 -0.22 8.47 8.03 6.37 4.92 6.61 7.89 7.84 7.12 4.35 BESAR 1.54 0.71 1.00 0.54 0.66 0.14 0.78 1.86 0.47 9.38 9.44 8.83 3.84 2.94 2.36 2.14 3.48 3.28 TOTAL 1.11 1.23 1.66 0.83 1.59 1.26 1.96 1.64 0.80 8.80 8.29 7.86 4.92 5.41 5.45 5.76 6.61 5.78 13 PONTIANAK KECIL 1.75 0.05 -0.05 0.66 -0.17 0.00 -0.84 0.23 0.36 1.85 2.76 2.71 2.42 0.49 0.44 -0.36 -0.78 -0.25 MENENGAH 1.10 0.07 0.54 -0.02 0.18 0.09 0.49 -0.17 0.70 4.07 4.59 3.53 1.70 0.77 0.79 0.74 0.59 1.11 BESAR 2.04 0.00 0.00 0.00 2.95 0.00 0.00 0.00 0.06 2.04 2.04 2.04 2.04 2.95 2.95 2.95 2.95 0.06 TOTAL 1.63 0.04 0.16 0.21 0.99 0.03 -0.12 0.02 0.37 2.64 3.12 2.75 2.05 1.40 1.39 1.11 0.92 0.30 14 BATAM KECIL 9.15 4.86 6.08 0.58 3.75 0.81 0.59 0.00 0.47 11.98 16.29 22.18 22.12 16.08 11.59 5.82 5.21 1.88 MENENGAH 0.49 2.64 8.07 1.67 4.94 0.82 0.54 0.00 0.42 6.34 7.52 12.60 13.33 18.35 16.25 8.15 6.37 1.79 BESAR 3.52 9.45 3.70 0.13 1.99 0.20 -0.52 1.03 0.00 6.66 14.68 17.92 17.65 15.91 6.11 1.79 2.71 0.71 TOTAL 4.39 5.65 5.95 0.79 3.56 0.61 0.20 0.34 0.30 8.37 12.88 17.63 17.77 16.84 11.26 5.22 4.76 1.46 15 BALIKPAPAN KECIL 2.85 0.00 0.39 0.92 0.91 0.78 0.03 -0.01 0.08 10.78 5.72 5.47 4.20 2.24 3.03 2.66 1.72 0.88 MENENGAH 2.06 0.48 1.36 1.08 0.16 -0.09 0.19 0.11 0.04 13.89 11.85 11.95 5.07 3.11 2.53 1.34 0.37 0.25 BESAR 1.61 0.42 2.42 0.62 0.20 0.10 0.13 0.15 0.07 13.00 7.45 8.28 5.15 3.69 3.36 1.05 0.58 0.45 TOTAL 2.17 0.30 1.39 0.87 0.42 0.26 0.12 0.08 0.06 12.59 8.34 8.57 4.80 3.01 2.97 1.68 0.88 0.52 16 JABODEBEK-BANTEN KECIL 1.20 2.60 0.33 0.56 0.64 0.77 0.38 0.42 0.00 5.76 6.42 5.62 4.76 4.18 2.32 2.37 2.23 1.58 MENENGAH 0.82 0.94 0.51 0.46 0.13 0.23 0.25 0.20 0.00 4.89 3.85 3.59 2.76 2.05 1.34 1.07 0.81 0.68 BESAR 0.46 0.11 0.17 0.17 0.05 0.00 0.03 0.03 0.00 3.28 2.38 2.29 0.91 0.50 0.39 0.25 0.11 0.06 TOTAL 0.83 1.21 0.34 0.40 0.27 0.33 0.22 0.22 0.00 4.65 4.21 3.83 2.81 2.24 1.35 1.23 1.04 0.77 KECIL 1.98 2.60 1.02 1.04 1.27 0.77 0.63 0.57 0.59 7.12 7.66 7.21 6.80 6.05 4.16 3.76 3.28 2.58 MENENGAH 1.22 0.85 1.07 0.76 1.20 0.79 0.41 0.23 0.26 6.47 5.49 4.72 3.96 3.94 3.87 3.20 2.65 1.70 dan Banten) BESAR 1.11 0.70 0.88 0.38 0.51 0.37 0.05 0.30 0.10 5.23 4.71 4.44 3.10 2.49 2.16 1.32 1.24 0.82 TOTAL 1.44 1.38 0.99 0.73 0.99 0.64 0.36 0.37 0.32 6.27 5.95 5.46 4.62 4.15 3.39 2.75 2.38 1.70 KECIL 1.37 1.29 0.86 0.75 0.95 0.38 0.43 0.36 0.59 4.15 4.35 4.32 4.34 3.91 2.97 2.53 2.14 1.77 MENENGAH 0.81 0.38 0.82 0.52 1.13 0.68 0.29 0.13 0.26 3.95 3.51 2.90 2.55 2.88 3.19 2.64 2.25 1.37 dan Banten) BESAR 0.88 0.64 0.80 0.30 0.48 0.37 0.03 0.29 0.10 3.54 3.47 3.26 2.64 2.24 1.96 1.18 1.17 0.79 TOTAL 1.02 0.77 0.82 0.53 0.85 0.48 0.25 0.26 0.32 3.87 3.77 3.48 3.18 3.00 2.71 2.13 1.85 1.32 GABUNGAN 16 KOTA

(Termasuk Jabodebek

GABUNGAN 15 KOTA (Tidak termasuk Jabodebek

% PERTUMBUHAN TRIWULANAN (q-t-q)

2017 2017

2015 2016 2015 2016

(10)

10

Realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)

Tahun 2016

Status : Desember 2016

PROVINSI

UNIT

NILAI REALISASI FLPP (RP)

Jawa Barat

17,173

1,650,691,979,088

Banten

5,472

511,586,652,600

Riau

3,150

271,990,938,900

Kalimantan Selatan

3,199

313,262,658,000

Jawa Timur

2,699

235,882,372,500

Sumatera Utara

2,573

222,457,293,900

Sumatera Selatan

2,440

215,091,831,000

Kalimantan Barat

2,388

230,492,520,000

Sulawesi Selatan

2,375

229,202,497,500

Jawa Tengah

2,294

200,115,514,350

Kalimantan Tengah

1,736

171,530,212,500

Papua Barat

1,572

245,291,459,239

Jambi

1,554

136,455,426,300

Papua

1,085

164,580,054,000

Sulawesi Utara

1,033

96,298,820,700

Bengkulu

1,029

95,909,062,800

Lampung

953

85,346,220,000

Bangka Belitung

921

90,792,231,000

Kep. Riau

845

75,871,560,000

Sumatera Barat

720

64,552,011,000

Sulawesi Tenggara

593

57,088,985,100

Sulawesi Tengah

475

42,899,655,330

Kalimantan Timur

452

46,963,080,000

NAD

437

40,999,800,000

Nusa Tenggara Barat

378

40,207,318,800

Nusa Tenggara Timur

281

30,664,921,500

Gorontalo

231

19,347,600,000

Sulawesi Barat

158

12,806,595,000

Bali

87

9,072,675,000

Yogyakarta

84

7,560,063,000

Maluku Utara

46

4,944,535,200

DKI Jakarta

36

7,582,455,000

TOTAL

58,469

5,627,538,999,307

Sumber: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA)

Referensi

Dokumen terkait

Kajian ini juga mendapati bahawa tidak terdapat perbezaan yang signifikan antara persepsi pelajar lelaki dengan pelajar perempuan terhadap semua faktor tersebut dalam mempengaruhi

Sedangkan sumber sekunder adalah data yang diperoleh melalui observasi ke lapangan seperti surat keterangan dari Wali Nagari Lansano taratak bahwa adanya aktivitas

Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti ingin mengkaji lebih jauh tentang sejarah awal kedatangan Komunitas Suku Jawa di Koto Tinggi, serta dampak keberadaan komunitas suku Jawa

(5) Webmail Interpol Indonesia digunakan untuk pengiriman dan penerimaan informasi terkait dengan penggunaan jaringan I-24/7 dan jaringan e-ADS serta

Proses untuk melihat hasil output dari program dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan device emulator, yang disediakan pada Cuda Toolkit SDK 3.0, serta

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan ekstrak daun sawo (Manikara zapota) menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 2%

Hasilnya Bahwa saat bekerja karyawan SPBU bagian operator yang bekerja secara shift karyawan akan mengalami perbedaan situasi dan kondisi yang berbeda disetiap shiftnya,

Kini Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta telah berusia 33 tahun, banyak kemajuan yang dicapai mulai dari kemajuan fisik/ gedung, kemajuan