KARYA ILMIAH
PENGUJIAN KOEFISIEN FITTING
PADA KATUB BOLA
O
L
E
H
Ir. SURIADY SIHOMBING, MT
Dosen Tetap Fakultas Teknik
UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN
UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
MEDAN
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan judul
Pengujian Koefisien Fitting Pada Katub Bola hingga selesai.
Karya ilmiah ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk
kenaikan jenjang akademik pada program studi Jurusan Teknik Mesin Fakultas
Teknik Universitas HKBP nommensen Medan.
Penulis menyadari bahwa dalam isi laporan ini masih terdapat kekurangan,
baik dari segi isi maupun dari teknik penyajiannya. Untuk itu dengan hati terbuka
penulis sangat mengharapkan kritik maupun saran sebagai masukan dari semua
pihak demi peningkatan mutu isi dari kaya ilmiah ini.
Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak _
bapak sekalian yang telah ban yak memberi saran - saran sampai selesainya karya
ilmiah ini.
Medan 14 Pebruari 2010
Penulis
ABSTRAK
Bila dalam suatu aliran fluida terjadi hambatan seperti belokan pembesaran
penampang, pengecilan penampang, pengecilan katub, volumemeter, dan lain-lain, maka akan
terjadi gesekan antara fluida yang menyebabkan kerugian yang disebut dengan minor
losses.
Besar kecilnya harga minor losses ini dipengaruhi oleh dua faktor yaitu koefisien fitting
dan kecepatan aliran fluida.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengetahui besarnya koefisien fitting pada suatu
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
~.
Bilamana suatu fluida yang mengalir mengalami gesekan dalam laluannya
seperti adanya hambatan pada katub, pembengkokan, pembesaran dan
pengecilan, maka akan terjadi rugi-rugi akibat kehilangan energi dalam bentuk
head yang disebut dengan Head losses. Dalam suatu sistem ali ran, maka energi
aliran akan berkurang dari yang tersedia sebelumnya yang kaan menurunkan
efisiensi dan daya netto yang dapat diberikan. Head losses ini tidak diabaikan,
karena akan dapat mempengaruhi perencanaan pada suatu sis item ali ran,
sehingga apa yang diharapkan tidak tercapai. Dalam suatu perencanaan, head
losses ini harus dimaksimalkan agar tercapai hasil rancangan yang baik.
Selain dari kecepatan aliran, faktor lain yang mempengaruhi besamya head
losses ini adalah besamya koefisien fitting. Besamya koefisien fitting ini
tergantung pada jenis hambatan yang ada.
Walaupun secara umurn, koefisien fitting ada diberikan pada tabel dalam
text book, akan tetapi dapat berbeda harganya yang sangat tergantung
pada pabrik yang membuatnya. Pada penelitian ini penulis menguj i besamya
koefisien fitting pada katub bola.
1.2. Tujuan
1.3. Batasan Masalah
Katub bola memiliki
keanekaragaman dalam
bentuk
ukurannya.
Semua
itu tergantung dari pabriknya.
Pada kesempatan
ini ukuran katub yang dimiliki
SA B II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
2.1. Dasar Teori
Besamya energi persatuan berat dari aliran suatu fluida incompressible yang diukur
dengan tinggi kolom air yang disebut dengan Head. Satuan energi dalam bentuk head
biasanya diukur dalam satuan meter kolom air, bar (tekanan), Kgf/cm", Psi, dan
Cm.Hg.
Adapun kesetaraan tersebut adalah sebagai berikut :
1 Kgf
1,025 X 105 Pa
14,7 Psi.
76 em Hg
10,33 111air.
Bila aliran air dipandang ideal atau diasumsikan tidak terjadi kerugian head
sepanjang aliran, maka persamaan Bemoullie dapat ditulis secara umum dalam bentuk :
P V2
+ + Z Konstan
y 2g
Dimana:
P
Head tekanan (pressure head).
Head keeepatan (velocity head). 2g
Bila fluida mengalir dari satu bagian ke bagian yang lain yang dinotasikan dengan titik
(1) dan (2), maka persamaan Bernoullie dapat ditulis sebagai berikut :
y 2g y 2g
Dimana:
PI Tekanan fluida pad a titik 1.
P2 Tekanan fluida pada titik 2.
VI Kecepatan fluida pada titik 1.
V2 Kecepatan fluida pada titik 2.
~ ZI Ketinggian fluida pada titik 1.
Z2 Ketinggian fluida pada titik 2.
Dalam kenyataanya selama fluida mengalir akan terhajadi gesekan dalam laluan
fluida. Gesekan ini terjadi akibat permukaan laluan fluida tidak rata. Gesekan ini
akhirnya akan menyebabkan terjadinya kerugian energi dalam bentuk head yang disebut
dengan Head Losses. Dengan adanya pengaruh head losses ini, persamaan Bernoullie
tidak dapat dipertahankan lagi, dan diperkenalkan konsep persamaan energi yang secara
umum diperkenalkan sebgai berikut :
+
Z+
hf konstanDimana hf adalah head losses yang terjadi sepanjang aliran fluida. bila aliran mengalir
dari titik (1) ke titik (2), maka persamaan energi di atas dapat kita tulis dengan :
P)-.
Y2
2+ -
+
22+
Hfl-22g
y
y
Dimana Hfl-2 adalah head losses yang terjadi.
2.2. Klasifikasi
Head
Losses
Secara umum head losses yang terjadi sepanjang aliran fluida ada dua macam yaitu :
1. Mayor losses.
2. Minor losses.
2.2.1. Mayor Losses
Mayor losses adalah kerugian energi dalarn bentuk head akibat adanya gesekan
partikel fluida dengan dinding saluran.
Secara umum ditulis dalam bentuk persamaan Darcy Weisbach
L
y2
hf f .
-D 2g
Dimana:
hf Mayor losses (m).
f Faktor gesekan.
L Panjang saluran (m).
D Diameter saluran (m).
Besamya faktor gesekan ini tergantung kekasaran dinding saluran dan bilangan
Reynold. Bilangan Reynold ini juga merupakan sebagai batas untuk menentukan aliran
dalam saluran apakah laminer atau turbulen. Besamya bilangan Reynold dapat dicari
dengan rum us :
V.D
Re
v
Dimana:
Re Bilangan Reynold.
V Kecepatan aliran (m/s).
D Diameter saluran (m).
v Viskositas cairan (m2/s).
Pada Re
<
2300, aliran laminer.Pada Re > 4000, aliran turbulen.
Pada Re = 2300 - 4000 terdapat daerah
transisi,
dimana ali ran dapat berupa lamineratau turbulen.
Dalam hal aliran laminer, koefisien kerugian gesek untuk pipa
(f)
adalah:64
f
Re
Untuk menghitung kerugian gesek dalam pipa pada aliran turbulen terdapat berbagai
jenis empiris. Di bawah ini akan diberikan cara perhitungan rumus Darcy. Koefisien
gesek f dihitung menurut rurnus :
0,0005
f 0,020
+
Dimana 0 adalah diameter dalam pipa (m). Rumus ini berlaku untuk p-pa baru dari
besi cor. Jika pipa telah dipakai selama bertahun-tahun harga f akan menjadi 1,5
sampai 2,0 harga barunya.
Untuk aliran transisi dan turbulen, dapat juga ditentukan faktor geseknya melalui
diagram Moody dan sangat dipengaruhi oleh faktor kekasaran dinding dan bilangan
Reynold.
005
0,04
0,03
0,02
0,015
e~;4dikeling
Baton
P;,pall \..lp..l
BOlltu;r>, V e",;dip:~·iln!
BJ;:Si~'...!lnJ ber as o at
Bt;. ,~ ....OUI!
Temo aG~::,.v\~<l11
0'1Iangnn reynoR I')'cs \!=VI)--i':-' satuan-satuan konslsten,
2.2.2. Minor Losses
Apabila dalam aliran fluida terjadi hambatan, pengecilan, pembesaran, belokan, akan
menyebabkan terjadinya kerugian energi dalam bentuk head yang disebut dengan Head
Losses. Karena pola aliran dalam suatu saluran dan katub cukup rumit, bila diturunkan
secara matematik sangat rumit dan kompleks hal ini akibat terlalu banyaknya variabel
yang harus diperhitungkan dan penyelesaian persamaan, head losses ini biasanya
diperoleh secara eksperimen yang dapat disimpulkan bahwa besarnya head losses yang
terjadi akibat adanya hambatan, belahan, perbesaran dan pengecilan berbanding lurus
dengan kuadrat kecepatan aliran fluida.
Sebagai konstanta pembanding , diperkenalkan koefisien fitting dan untuk satu
jenis fitting seperti katub , belokan , siku standar , dan lain sebagainya , harga koeffisien
fitting dapat saja berbeda dan sangat tergantung pada rancang bangun dari pabrik
tertentu, sehingga
nilai-nilai
yang diberikan pada tabel berikut harus dianggap sebagaiperkiraan rancang bangun purata.
Fitting diperkirakan dapat terjadi pada kondisi seperti dijelaskan berikut
ini :
1. Lubang masuk atau keluar.
2. Pemuaian atau penyusutan tiba-tiba.-_
3.
Kelokan, siku, sambungan dan suaian yang lain.4. Katup terbuka atau setengah terbuka.
5. Pemuaian atau penyusutan berlangsung.
secara umum minor losses ditulis dengan :
hf K.
Dimana:
hf Minor losses (rn).
K Konstanta pembanding yang disebut dengan koefisien fitting.
V Kecepatan aliran fluida (rn/s).
g = Pcrcepatan gravitasi (rn/s ).2
llargu
minor lossstiduk dikaitkan
dcngan
bcsarnya
Reynold
dan uishal: kckusuran
pipa. Namun hanya dikorelasikan pad a besarnya koefisien fitting dari hambatan aliran
fluida.
Walaupun kadang-kadang harga minor losses ini kecil, akan tetapi dalam beberapa
hal bisa saja minor losses ini lebih besar dari mayor losses seperti pada katup terbuka
sebagian dan
lain-lain. l)iasanyaharga kocfisicn
fittin];
inidari satu jcnis katup kc jcnis
yang lainnya berbeda, tergantung dari spesifikasi
pernbuat
katup tersebut. Dalampenelitian ini pcnulis bcrkcinginan untuk mclakukan eksperirncn
koefisicn
fitting untukkatup bola 1 inchi merk Kiz{
Pada
tabel di bawahini diberikan
harga koefisien
fitting untuk bcrbagai jenis fitting
(katup, elbow, sambungan T).
rJhrl (,.~
IINnl~ K,.\TUI' TEKIIUKA, SIKll,I>Af'\'
,.
t.:OU'-I.'ilI'N IIA~IH"TAN ,
-I ',~IJ ~;AMltlJN(;AN T
Ikn!;!anlcl.:ru[, Iknr,anker;Jh
Car.s len;:<1h --_, .._..._-_...
__
,---Ilnminul. in I '0
---~~ _.
--_._----_._---K.tur [tcrhu k a rcnuh):
[lob
"
1\.2 0.9 5.1 I) 85 6,0 s.s \5
,1 GerhJr,,.: o.io 0.2-1 0,10 0,1 I O,W 0,35 0,16 0,07 0,0.1
Enpl'l S~Jr:dl 5.1 2.' ~.1 ~,() 1.0 2,0 2.0 ~,O 2P
Sudu! 9,\1 '.7 2,0 r.o -1,5 2,' ~,(l ~O 2.0
Sikll:
4 5" biusa O}9 0,.11 0)0 0,':9
451I1jil'anj;u11: 0.11 O,lO 0,19 O,ltt 0,1,1 90 bia~3 2,0 U O,9S 0.'" 0,50 0,)9 (!,30 0.26 0,21 90" ~uji !,anjang 1.0 0.72 0,-11 (l,n O.~O 0.)0 0,19 0.15 0,10 iMO bias a 1.0 1.5 0,95 0.(>4 O,·l! (t.J5 0,30 O.2~ 0,.20
180" fuji panj:"UI! 0,-1{) 0,30 o,n 0,15
0,10 Slmhung3n T:
Alif~1l 1IIJ'tl~ O,'XJ U.90 0.90 n,9IJ 0,2<1 0.1\1 OJ" 0,10 0,07 IIlirJI\ ,-;,I>;lIh' 2,~ I.' I.' 1.1 1,0 O,K(I (I,M O~II 0,,'1
._----BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
e 3.1. Bahan dan Peralatan
6
1.
Reservoir.2. Elbow 90°.
...,
Manometer.
.).
4. Katup Bola.
5. Pompa.
6. Volumemeter.
7. Pipa 1 inchi.
.
8.
Stop Watch.Ii
9.
Thermometer....:;
10. Penghubung kopling Manometer.
3.2. Prosedur Percobaan
1. Periksa apakah peralatan sudah terpasang dengan baik.
2. Periksa smbungan listrik apakah sudah terpasang dengan baik.
3. Pompa dihidupkan.
4. Setelah 3 menit dicatat waktu untuk volume 10
liter
pada permukaan penuh.5. Dicatat tekanan pad a manometer.
8. Katub gerbang ditutup 6 x putar dan dicatat tekanan pada manometer 1 dan 2.
BAB IV
DATA PERCOBAAN
Pompa I (Katub Gerbang) ~ Terbuka Penuh
No. Volume (L) t (detik)
I
P, Kgf / em'
I
P, Kgf / em'
Keterangan1. 20 56 , 15 0,282
I
0,270 Terbuka PenuhI
2. 20I
56 , 12 0,281 0,273 Terbuka Penuh...,
20 56 , 0
1
0,280
j
0,271 Terbuka Penuh..).
4. 20 56 , 07 0,283
!
0,270 Terbuka PenuhI
I
5. 20 56 , 04 0,281 0,271 Terbuka Penuh
1
6. 20 56 , 02
I
0,280I
0,273 Terbuka PenuhI
I
7. 20I
56 , 01I
0,283 0,271 Terbuka Penuh8. 20
I
56 , 10 0,284I
0,270 Terbuka Penuh
9. 20 56 , 07 0,281 0,272
T erbuka
Penu];10. 20 56 , 08 0,280 0,272 Terbuka Penuh
11. 20 56 , 16 0,282 0,271
Terbuka Penuh
12. 20 56 , 19 0,283 0,270 Terbuka Penuh
V
=
20 I!P.
=
0,28-{ ;::: 56,8
I
P! Kgf / cm2 P2 Kgf / cm2
No. Volume (L) t (detik) Keterangan
~
1. 20 28 , 09 0,54
,
0,498 Terbuka Penuh2. I
,
20 28 , 1 0,51 0,499 Terbuka PenuhI
,
3. 20,
28 , 7 0, 53 0,497 Terbuka PenuhI
,
I
4. 20 28 , 3 0,52
I
0,498 Terbuka PenuhI
5. 20 28 , 5 0,58 0,499 Terbuka Penuh6. 20 28 ,02 0,51
I
0,497 Terbuka Penuh7. 20 28 , 13 0,57 0,498 Terbuka Penuh
8. 20 28 , 16 0,52 0,497 Terbuka Penuh
-·-f
I
9. 20 28 , 20 0,55 0,498 Terbuka Penuh
10. 20 28 , 35 0,54 0,497 Terbuka Penuh
11. 20 28 , 18 0,56 0,499 Terbuka Penuh
12. 20 56 , 19 0,59
I
0,498 Terbuka PenuhV = 20
e
~ =
0,54Pompa III (Katub Gerbang)
-+
Terbuka
PenuhNo_ Volume (L) t (detik) P1 Kgf / ern' P;>Kgf / cm '
I
KeteranganI
L
20
12 , 94
1,7
1,56
Terbuka PenuhI
2_
20
12 , 26
1,73
1,54
Terbuka Penuh..,
20
12 , 47
1,79
1,50
Terbuka PenuhJ_
4_
20
12 , 83
1,72
1,5 ]
Terbuka Penuh5_
20
12 , 82
1,71
1,52
Terbuka PenuhI
6_
20
12 , 95
1,73
1,51
Terbuka Penuh7_
20
12 , 27
1,72
1,58
Terbuka Penuh8_
I
20
12 , 46
1,69
1,52
I
Terbuka PenuhI
I
I
9_
T-l~5-1
!
,---·---l
20
1,73
1,50
Terbuka PenuhI
10_
20
12 , 84
1,72I
1,51
TerbukaPenult
I
I
11.
20
12 , 97
1,79
1,55
Terbuka Penuh12_
20
12 , 37
1,74
1,56
Terbuka PenuhV
=
20
f!.P;
=
1,73
i
=12,62
P2
=
1,53
Tinggi air dalam tangki air
=
80 em
TABEL V,
t,
r.r,
5.1. TABEL V,t,
~, ~
PADA POMPA I, II,!!I
POMPA I
-
-
--NO. V t PI P2 KETERANGAN
(L) (det) (kgf/cm") (kgf/cm")
1. 20 56,8 0,28 0,27 Terbuka penuh
2. 20 56,43 0,31
I
0,30 2 x putarI
..,20 ')7 "" 1
n
11n
17 4 ~ m rtar.J.
I
-
.,--I
-,--I
-,--I
-- r
----I
'1(1 QO !I(II
(I Q Q(II
(I Q h. h. v .,tnT"U./,IV v,uuv
o.sze
V A PU'-UlPOMPA II
-
-
-
-NO. V t PI P2 KETERANGAN
(L) (det) (kgf/cm") (kgf/cm")
1. 20 28,12 0,54 0,498 Terbuka penuh
2. 20 29,5 0,504 0,461 2 x putar
3. 20
I
31,7 0,643 0,605 4 x putar4. 20 60,13
POMPA III
-
--
I
-I
KETERANGANI
NO. V
I
t PII
P
2(L) (det)
I
(kgf/cm") (kgf/cm ') <,I
I. 20 12,62 1,73
I
I
1,53 Terbuka penuh2. 20 13,36 1,77 1,56 2 x putar
....
20
I
15,13 2,45 2,3 4 x putar.).
I
4.
I
20 52,4 2,61 2,60 6 x putar5.2. TABEL HARGA
Q,hi, K, PADA POMPA
I, II,
IIIPOMPA I
>
"
NO.
Q
hI
I
K KETERANGAN(m3/det)
I
(m)I
1. 3,56818 X 10-4 0,10038 4,819 Terbuka penuh
2. 3,5 x 10-4 0,100389 4,9947 2 x putar
3. -- 3,48 X 10-4 0,1 5,0352 4 x putar
4. 2,24 x 10-4 0,042 5,342
6
x putarI
I
I
I
POMPA II
NO.
Q
hI K KETERANGAN(m3/det) (m)
1. 7,112
x
10-4 0;4216 5,0842 Terbuka penuh2. 6,78 X 10-4 0,40 5,3 2 x putar
3. 6,3
x
10-4 0,35 5,376 4 x putar4. 3,3 x 10-4
OJ
5,599 6 x putarK, = 5,3398
POMPA III
"
NO.
Q
hI K KETERANGAN(m3/det) (m)
1. 1,5847 x 10-3 2,2108 5,12 Terbuka penuh
I
-
-2. 1,5X 10-3 2,4 5,7 2 x putar
3. 1 322
,
X 10-3 1,5 5,227 4 x putar4. 3,82 X 10-3 0,12 5,015 6 x putar
Pompa I (Katub Gerbang) ~ 2
x
PutarI
I
I
No. Volume (L) t (detik) PI Kgf / cm2
I
P2Kgf / cm2 Keterangani
1.
I
20 56 , 28 0,30I
0,29 2x
PutarI
2. 20 56 , 26 0,31 0,30 2
x
Putar3. 20 56 , 30 0,32
I
0,31 2x
PutarI
I
4. 20 56 , 37 0,30
I
0,29 2x
Putar5. 20 56 , 60 0,32
I
0,312 x
Putari
6. 20
I
56 , 36 0,33I
0,32 2x
Putar7. 20 56 , 33 0,32 0,31 2
x
Putar8. 20 56 , 29 0,30
I
0,29 2x
PutarI
I
I
r·
20 56 , 92 0,32I
0,31 2x
Putar10. 20 56 , 60 0,30 0,29 2 x Putar
11. 20 56 , 26 0,30
I
0,29 2x
Putar12. 20 56 , 59 0,32
J
0,31 2x
PutarV
= 20 f~ =
0,31I
I
JP1Kgf/Cm2 P2 Kgf
I
em'I
I
No. Volume (L) t (detik) Keterangan1. 20 29 , 08 0,502 0,461 2 x Putar
2. 20 29 , l 0,504 0,460 2 x Putar
3. 20 29 , 4
I
0,502 0,46] 2 x Putar4. 20 29 , 3 0,506 0,460 2 x Putar
5. 20
I
29 , 7 0,504 0,462 2 x Putar
6. 20
I
29 , 9I
0,502I
0,461 2 x Putari
7. 20
i
29 , 2 0,506I
0,463 2 x Putar8. 20 29 , 8 0,504 0,460 2 x Putar
9. 20
1
29 , 09 0,501
!
0,461 2 x PutarI
10.
I
20 29 , 3I
0,503 0,462 2 x PutarII.
20 29 , 5 0,502 0,461 2 x Putar12. 20 29 , 4 0,506 0,462 2 x Putar
V = 20 I!
P;
=
0,504i
=
29,5P2
=
0,461 Tinggi air dalamtangki
air=
80 emPompa III (Katub Gerbang) ~ 2
x
Putar.
.,
No. Volume (L) t (detik) PIKgf / cm2 P2 Kgf / cm2 Keterangan
1. 20
I
13 , 35 1,75 1,58 2 x Putar2. 20 13 , 50 1,77 1,52 2 x Putar
.,
20 13 , 20
I
1,72 ] ,56 2 x Putar~.
I
4. 20 13 , 36 1,79 1,53 2 x Putar
I
5. 20 13 , 31 1,78 1,54 2 x Putar
6. 20 13 , 30 1,77 1,58 2 x Putar
7. 20 13 , 35 1,79 1,56 2 x Putar
8.
I
20I
13 , 20 1,72I
1,59 2 x PutarI
f9.
20 13 , 50 1,77 1,57 2 x Putar10. 20 13 , 36 1,79 1,53 2 x Putar
11. 20
13 ,
35 1,78 1,59 2 x Putar12. 20
13 ,
50 1,77 1,58 2 x Putar-V = 20 ('
~ =
1,77t
= 13,365.3. TAB
E L (Koefisien
Rata - Rata)
Pompa 1, II, III (Terbuka Penuh )I
-No.
KI
K2
K3
K1.. 4,819 5,0842 5,12 5,0077
Pompa I, II, III (2 x Putar )
I
i
i
-I
No.
I
KJ
K2
K3
K
1. 4,9947 5,3 5,7 5,33
Pompa I, II, III (4 x Putar)
I
I
I
-No. KI K2
I
K3
K1. 5,0352 5,376 5,227
I
5,34j
Pompa I, II, III (6 x Putar)
-No.
KI
K2
K3
K
1. 5,342 5,599 5,015
I
5,32
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Pada penelitian ini diperoleh koefisien fitting pada katub bola ukuran 1 inchi adalah :
K untuk pompa I, II,III (terbuka penuh)
=
5,0077
K untuk pompa I, II, III (2 x putar)
= 5,33
K untuk pompa I, II, fII (4 x putar)
= 5,34
K untuk pompa I, II, III, (6 x putar)
= 5,32
K semuanya = K 1
+
K 2+
K 3+
K 4==
5,0077
+
5,33
+
5,34
+
5,32
4
=
5,25
5.1. Saran
Disarankan agar penelitian
ini
diulangi dengan menggunakan alat ukur tekanan danDAFTAR PUST AKA
1. Victor L. Streeter, E. Benjamin, "Mekanika Fluida", Edisi VIII, Penerbit Erlangga,
..
,-Jilid I - II, Jakarta, 1998.
2. R. H. Sabersky, A. J. Acosta, E. G. Hauptman,
"Fluid Flow", Edisi II, Penerbit
Macmilan Publishing Co, Inc New York.
3. Ronal
V.Gyles and Herman Widodo, Soemitro, "Mekanika Fluida dan Hidrolika,
Penerbit Erlangga, Jakarta.
4. Mody P.N. Seth, S.M. "Hydraulics and Fluid Mecanic", 3 th Edition Standart, Book