• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANAK TUNAGRAHITA MAMPU DIDIK USIA 16-19 TAHUN DI SLB NEGERI 1 BANTUL.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANAK TUNAGRAHITA MAMPU DIDIK USIA 16-19 TAHUN DI SLB NEGERI 1 BANTUL."

Copied!
89
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Heige Ma’shum Hidaya
  • Pengajar:
    • Ibu Bernadeta Suhartini, M.Kes.
  • Sekolah: Universitas Negeri Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Ilmu Keolahragaan
  • Topik: Tingkat Kebugaran Jasmani Anak Tunagrahita Mampu Didik Usia 16-19 Tahun di SLB Negeri 1 Bantul
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2015
  • Kota: Yogyakarta

I. Relevansi dengan Tujuan Pendidikan Jasmani

Bagian ini membahas bagaimana penelitian tentang tingkat kebugaran jasmani anak tunagrahita mampu didik usia 16-19 tahun di SLB Negeri 1 Bantul berkontribusi pada tujuan pendidikan jasmani. Tujuan utama pendidikan jasmani adalah meningkatkan kebugaran jasmani siswa, baik secara fisik maupun mental. Penelitian ini secara langsung mengukur tingkat kebugaran jasmani anak tunagrahita, sehingga memberikan data empiris tentang efektivitas program pendidikan jasmani yang telah diterapkan di sekolah tersebut. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai tolok ukur untuk mengevaluasi program dan merancang intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kebugaran jasmani kelompok anak ini. Ini selaras dengan prinsip evaluasi pembelajaran yang bertujuan untuk memastikan pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif.

1.1. Pengukuran Kebugaran Jasmani sebagai Indikator Pencapaian Tujuan

Penelitian ini menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) sebagai instrumen pengukuran, yang relevan dengan tujuan pendidikan jasmani di Indonesia. Penggunaan TKJI, meskipun dengan norma khusus untuk anak tunagrahita, menunjukkan komitmen untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran pendidikan jasmani secara terukur dan objektif. Data yang dihasilkan dapat digunakan untuk menilai keberhasilan program pendidikan jasmani dalam meningkatkan komponen-komponen kebugaran jasmani anak tunagrahita. Ini sejalan dengan prinsip akuntabilitas dalam pendidikan, dimana hasil pembelajaran harus dapat dipertanggungjawabkan.

1.2. Penyesuaian Norma TKJI untuk Anak Tunagrahita

Penelitian ini menekankan pentingnya penyesuaian norma TKJI untuk anak tunagrahita. Penggunaan norma standar untuk anak normal akan memberikan gambaran yang tidak akurat mengenai tingkat kebugaran jasmani anak tunagrahita. Dengan menggunakan norma khusus, penelitian ini memberikan gambaran yang lebih akurat dan adil tentang capaian anak tunagrahita. Ini menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang perbedaan individual dan kebutuhan khusus dalam proses pembelajaran dan penilaian. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pengembangan instrumen dan metode penilaian yang sensitif terhadap perbedaan kemampuan dan karakteristik siswa.

II. Implikasi terhadap Hasil Belajar dan Pengembangan Kurikulum

Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi hasil belajar dan pengembangan kurikulum pendidikan jasmani di SLB. Data mengenai tingkat kebugaran jasmani anak tunagrahita dapat digunakan untuk merancang program pendidikan jasmani yang lebih tepat sasaran dan efektif. Program tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anak tunagrahita, sehingga dapat meningkatkan kebugaran jasmani mereka secara optimal. Penelitian juga memberikan informasi berharga untuk pengembangan kurikulum pendidikan jasmani adaptif di SLB. Kurikulum tersebut perlu dirancang agar dapat mengakomodasi kebutuhan khusus anak tunagrahita dan mendorong pencapaian tujuan pembelajaran secara maksimal.

2.1. Rekomendasi Perbaikan Program Pendidikan Jasmani

Berdasarkan hasil penelitian, dapat diberikan rekomendasi untuk memperbaiki program pendidikan jasmani di SLB Negeri 1 Bantul. Misalnya, jika hasil penelitian menunjukkan tingkat kebugaran jasmani yang rendah, maka perlu dilakukan modifikasi program, seperti menambah intensitas latihan, menyesuaikan jenis latihan dengan kemampuan anak, dan memberikan pelatihan tambahan bagi guru pendidikan jasmani. Hal ini selaras dengan prinsip pembelajaran yang berpusat pada siswa, dimana program pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing siswa.

2.2. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani Adaptif

Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kurikulum pendidikan jasmani adaptif. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai dasar untuk merevisi kurikulum yang sudah ada atau merancang kurikulum baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan anak tunagrahita. Kurikulum tersebut perlu memuat materi pembelajaran yang relevan, metode pembelajaran yang efektif, dan sistem penilaian yang adil dan objektif. Pengembangan kurikulum ini harus memperhatikan prinsip inklusi, dimana semua siswa, termasuk anak tunagrahita, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.

Referensi Dokumen

  • Penggunaan Game Petualangan Balala Di Bumi Dalam Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Pada Anak Tuna Grahita Ringan Kelas IV Di SLB N Cangakan Filial Karangpandan Tahun Ajaran 2010/2011 ( Aklis Wulandari )
  • Norma Tes Kebugaran Jasmani Bagi Anak Tunagrahita Mampu Didik Usia 16-19 tahun di Daerah Istimewa Yogyakarta ( Danang Kriswanto )
  • Panduan Latihan Kebugaran (yang efektif dan aman) ( Djoko Pekik Irianto )
  • Penyusunan Norma Penilaian Kebugaran Jasmani untuk Anak Tunagrahita Ringan Usia 13-15 Tahun di Yogyakarta ( Novi Setyawan Putra )
  • Pendidikan Kesegaran Jasmani ( Suharjana )

Gambar

Gambar 1.Grafik Klasifikasi Anak Tunagrahita Berdasarkan Chronological
Tabel 1. Norma Tes Kebugaran Jasmani Bagi Anak Tunagrahita Mampu didik usia 16-19 Tahun di Daerah Istimewa Yogyakarta
Gambar 2. Posisi star lari 60 meter .
Gambar 3. Palang Tunggal
+7

Referensi

Dokumen terkait