• Tidak ada hasil yang ditemukan

2016 3398 ques PBT Teh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "2016 3398 ques PBT Teh"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

SURVEI PERUSAHAAN PERKEBUNAN TEH TRIWULANAN

TAHUN 2016

Laporan Harap Dikirim Sebelum Tanggal 10 Pada: Bulan April (Triwulan I), Juli (Triwulan II), Oktober (Triwulan III), Januari (Triwulan IV)

RAHASIA

TRIWULAN I / II / III / IV

*)

I. PENGENALAN TEMPAT

1. Nama Perusahaan/Kantor Administratur 3. Nama Group Perusahaan

a. Alamat Lengkap Administratur Kebun : a. Alamat Lengkap Group Perusahaan :

Kode Pos : Telepon : - Kode Pos : Telepon : -

E-mail : Fax : - E-mail : Fax : -

b. Provinsi b. Provinsi

c. Kabupaten/Kota *) c. Kabupaten/Kota *)

d. Kecamatan 4. Status permodalan/Pemilikan PMDN - 1 PMA - 2

e. Desa/Kelurahan *) 5. Bentuk Badan Hukum

PTPN - 1 PT - 5 Koperasi/

2. Nama Kantor Pusat 9. Tahun Berdiri/Operasional Perusahaan

a. Alamat Lengkap Kantor Pusat : II. KETERANGAN PETUGAS

Kode Pos : Telepon : - Uraian Pencacah Pemeriksa

E-mail : Fax : - 1. Nama

b. Provinsi 2. Tanggal

c. Kabupaten/Kota *) 3. Tanda Tangan

*) Coret yang tidak sesuai

Perlu bantuan atau penjelasan :

Bila perlu bantuan atau penjelasan lebih lanjut tentang survei ini, silahkan hubungi

Subdit. Statistik Perkebunan

Jl. Dr Sutomo No. 6-8, Jakarta 10710. Telp : (021) 3810291 – 5, 3841195 ext. 5130-5133, Fax : (021) 3857048, Email : [email protected]

*) Coret yang tidak sesuai

PERHATIAN Tujuan Survei

Memperoleh data statistik perkebunan yang dapat dipercaya dan tepat waktu untuk perencanaan pembangunan sektor perkebunan.

Kewenangan pengumpulan data, kerahasiaan data yang diberikan dan kewajiban memberikan jawaban  Pelaksanaan survei ini berdasarkan Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik Pasal 11.

 Kerahasiaan data yang diberikan dijamin oleh Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik Pasal 21.

 Setiap responden wajib memberikan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan Pusat Statistik sesuai dengan Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik Pasal 27.

BADAN PUSAT STATISTIK

REPUBLIK INDONESIA

(2)

III. LUAS TANAMAN, PRODUKSI DAN DISTRIBUSI PRODUKSI

2. Kebun Plasma yang Belum Dikonversi/Kemitraan

a. ……… b. ……… c. ………

3. T o t a l

D. Rendemen dari daun teh basah menjadi daun teh kering (%)

2. Distribusi Produksi daun teh basah

Uraian Persentase (%) Persentase (%) Persentase (%)

(1) (2) (3) (4)

(Nama jelas, tanda tangan dan stempel perusahaan)

Referensi

Dokumen terkait

BADAN PUSAT STATISTIK KEMENTERIAN PERTANIAN. PROVINSI

- Pasal 27 : Setiap responden wajib memberikan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan Pusat Statistik.. Cakupan : Rumah Sakit, Hotel dan

Pelaksanaan survei ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 Setiap responden wajib memberikan keterangan yang diperlukan dalam tentang Statistik (Pasal 11)

Kerahasiaan data yang diberikan dijamin dalam Pasal 21 Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik.. ▼

meminta keterangan dan atau dokumen yang wajib diberikan oleh setiap Orang, unit organisasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Lembaga Negara lainnya, Bank Indonesia, Badan

Sumber: Badan Pusat Statistik Jawa Timur * data sampai dengan November 2016.. Sepanjang tahun 2006-2016, setiap bulan November terjadi inflasi kecuali pada November 2008 yang terjadi

16 Tahun 1997, yang menyatakan bahwa: "Setiap responden wajib memberikan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan Pusat Statistik"

Asas Praduga Rechmatig: Setiap tindakan badan pemerintahan dianggap benar dan sah hingga ada pembatalannya. Asas Penyelenggaraan Kekuasaan Kehakiman yang Merdeka dan Bebas: Pengadilan harus beroperasi secara merdeka dan bebas dari campur tangan kekuasaan. Asas Hakim Aktif: Hakim PTUN memiliki peran aktif dalam mencari kebenaran materiil selama persidangan. Asas Kesatuan Beracara: Terdapat satu panduan beracara untuk perkara sejenis, mencegah simpang siur penerapan hukum. Asas Sidang Terbuka untuk Umum: Setiap sidang harus terbuka untuk umum, kecuali undang-undang menentukan sebaliknya. Asas Peradilan Dilakukan dengan Sederhana, Cepat, dan Biaya Ringan: Proses peradilan harus efisien, cepat, dan biaya ringan agar dapat dijangkau oleh masyarakat. Asas Pembuktian Bebas: Hakim bebas menentukan bukti apa saja yang relevan dalam sengketa, tidak terikat pada bukti dari para pihak. Asas Audi et Alteram Partem: Hakim harus mendengar kedua belah pihak yang bersengketa untuk menjaga keseimbangan hak. Asas Objektivitas: Hakim wajib menjaga objektivitas, termasuk mengundurkan diri jika terdapat konflik kepentingan. Asas Peradilan Berjenjang: Sengketa dapat diajukan ke pengadilan yang lebih tinggi untuk pengoreksian putusan. Asas Erga Omnes: Putusan PTUN mengikat secara publik, tidak hanya pada pihak yang bersengketa. Asas Ultimatum Remedium: Pengadilan sebagai upaya terakhir dalam mencari keadilan setelah upaya