• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Keuangan CFIN 311215

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Laporan Keuangan CFIN 311215"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

(1)

PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk

LAPORAN KEUANGAN/

FINANCIAL STATEMENTS

UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015 DAN 2014/ FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2015 AND 2014

DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/ AND INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT

(2)

SURAT PERNYATAAN DIREKSI DIRECTORS’ STATEMENT LETTER

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 1 INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT

LAPORAN KEUANGAN - Pada tanggal

31 Desember 2015 dan 2014 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut

FINANCIAL STATEMENTS - As of December 31,

2015 and 2014 and for the years then ended

Laporan Posisi Keuangan 3 Statements of Financial Position

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

5 Statements of Profit or Loss and Other

Comprehensive Income

Laporan Perubahan Ekuitas 6 Statements of Changes in Equity

Laporan Arus Kas 7 Statements of Cash Flows

(3)
(4)
(5)
(6)

Notes 2015 2014 *) December 31, 2013 *)

Rp'000 Rp'000 Rp'000

ASET ASSETS

Kas dan setara kas 5 Cash and cash equivalents

Pihak berelasi 34 12.517.128 19.016.504 25.221.837 Related party

Pihak ketiga 17.878.651 16.751.242 70.420.491 Third parties

Jumlah 30.395.779 35.767.746 95.642.328 Total

Investasi jangka pendek - pihak berelasi 6,34 - 20.575.735 50.834.160 Short term investments - related party

Piutang sewa pembiayaan 7 Finance lease receivables

Pihak berelasi 34 Related party

Piutang sewa pembiayaan 582.876 1.040.850 - Finance lease receivables

Nilai sisa 160.000 160.000 - Residual value

Pendapatan sewa pembiayaan belum diakui (46.686) (159.514) - Unearned lease income

Simpanan jaminan (160.000) (160.000) - Security deposits

Pihak ketiga Third parties

Piutang sewa pembiayaan 1.698.536.537 1.511.380.343 1.278.584.819 Finance lease receivables

Nilai sisa 332.858.382 311.907.340 280.542.803 Residual value

Pendapatan sewa pembiayaan belum diakui (315.841.586) (294.614.287) (212.490.913) Unearned lease income Simpanan jaminan (332.858.382) (311.907.340) (280.542.803) Security deposits

Jumlah 1.383.231.141 1.217.647.392 1.066.093.906 Total

Cadangan kerugian penurunan nilai (27.940.792) (16.617.117) (11.435.901) Allowance for impairment losses Piutang sewa pembiayaan - bersih 1.355.290.349 1.201.030.275 1.054.658.005 Total finance lease receivables - net

Piutang pembiayaan konsumen 8 Consumer financing receivables

Pihak ketiga 3.692.138.519 3.415.615.052 2.638.852.842 Third parties

Cadangan kerugian penurunan nilai (66.314.054) (32.559.377) (26.192.620) Allowance for impairment losses Piutang pembiayaan konsumen - bersih 3.625.824.465 3.383.055.675 2.612.660.222 Consumer financing receivables - net

Tagihan anjak piutang 9 Factoring receivables

Pihak ketiga 1.446.443.375 1.852.564.903 2.157.443.760 Third parties

Cadangan kerugian penurunan nilai (18.355.009) (501.368) (494.970) Allowance for impairment losses Tagihan anjak piutang - bersih 1.428.088.366 1.852.063.535 2.156.948.790 Factoring receivables - net

Piutang lain-lain 10 Other receivables

Pihak berelasi 34 10.449.145 9.632.146 7.579.794 Related parties

Pihak ketiga 21.945.720 22.878.105 27.126.271 Third parties

Jumlah 32.394.865 32.510.251 34.706.065 Total

Biaya dibayar di muka 11,34 7.768.489 8.253.506 6.308.370 Prepaid expenses

Aset pajak tangguhan 32 4.736.600 5.963.086 3.937.564 Deferred tax assets

Properti investasi 12,34 10.437.000 2.295.412 2.363.137 Investment properties

Aset sewa operasi 13,34 20.659.403 15.820.972 13.248.910 Leased assets

Aset tetap 14 101.314.195 54.418.462 42.254.319 Premises and equipment

Aset lain-lain 15 29.762.416 29.636.415 665.381 Other assets

JUMLAH ASET 6.646.671.927 6.641.391.070 6.074.227.251 TOTAL ASSETS

*) Disajikan kembali (Catatan 41) *) As restated (Note 41)

(7)

Notes 2015 2014 *) December 31, 2013 *)

Rp'000 Rp'000 Rp'000

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY

LIABILITAS LIABILITIES

Utang bank 16 Bank loans

Pihak berelasi 34 529.165.169 382.523.985 635.939.778 Related party

Pihak ketiga 1.647.542.914 1.972.872.859 1.087.117.357 Third parties

Jumlah 2.176.708.083 2.355.396.844 1.723.057.135 Total

Utang premi asuransi Insurance premium payables

Pihak berelasi 34 12.105.613 35.790.651 11.844.668 Related parties

Pihak ketiga 164.884 380.769 515.380 Third parties

Jumlah 12.270.497 36.171.420 12.360.048 Total

Utang lain-lain kepada pihak ketiga 17 121.880.780 118.605.517 86.294.691 Other payables to third parties

Biaya masih harus dibayar 18 Accrued expenses

Pihak berelasi 34 1.858.726 1.456.707 2.764.684 Related parties

Pihak ketiga 19.522.298 19.009.161 23.014.879 Third parties

Jumlah 21.381.024 20.465.868 25.779.563 Total

Pendapatan ditangguhkan - bersih 19 Deferred income - net

Pihak berelasi 34 2.550.000 135.000 675.000 Related party

Pihak ketiga 160.206 443.993 1.099.127 Third parties

Jumlah 2.710.206 578.993 1.774.127 Total

Utang pajak 20,32 1.173.026 42.454.297 24.420.736 Taxes payable

Surat berharga utang yang diterbitkan 21 Debt securities issued

Pihak berelasi 34 - - 22.000.000 Related parties

Pihak ketiga 700.000.000 800.000.000 1.407.000.000 Third parties

Jumlah 700.000.000 800.000.000 1.429.000.000 Total

Beban emisi surat berharga yang belum

diamortisasi (2.912.284) (668.866) (5.753.000) Unamortized securities issuance cost Jumlah surat berharga utang yang

diterbitkan - bersih 697.087.716 799.331.134 1.423.247.000 Total debt securities issued - net

Liabilitas imbalan pasca kerja 22 14.532.487 12.707.517 11.737.963 Post-employee benefits obligation

JUMLAH LIABILITAS 3.047.743.819 3.385.711.590 3.308.671.263 TOTAL LIABILITIES

EKUITAS EQUITY

Modal saham - nilai nominal Rp 250 per saham Capital Stock - par value of Rp 250 per shares

Modal dasar - 10.412.000.000 saham Authorized capital - 10,412,000,000 shares

Modal ditempatkan dan disetor - Issued and paid-up capital -

3.984.520.457 saham pada tanggal 3,984,520,457 shares as of December 31,

31 Desember 2015 dan 2014 dan 3.774.797.417 2015 and 2014 and 3,774,797,417 shares as of

saham pada tanggal 31 Desember 2013 23 996.130.114 996.130.114 943.699.354 December 31, 2013

Tambahan modal disetor 23 351.948.790 351.948.790 310.004.182 Additional paid - in capital

Penghasilan komprehensif lain 54.192.851 (2.482.194) (711.355) Other comprehensive income

Saldo laba Retained earnings

Ditentukan penggunaannya 24 1.100.000 950.000 800.000 Appropriated Tidak ditentukan penggunaannya 2.195.556.353 1.909.132.770 1.511.763.807 Unappropriated

JUMLAH EKUITAS 3.598.928.108 3.255.679.480 2.765.555.988 TOTAL EQUITY

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 6.646.671.927 6.641.391.070 6.074.227.251 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

*) Disajikan kembali (Catatan 41) *) As restated (Note 41)

(8)

Notes 2015 2014 *)

Rp'000 Rp'000

PENDAPATAN INCOME

Sewa pembiayaan 25,34 164.464.339 148.318.352 Finance lease

Pembiayaan konsumen 26 570.304.040 471.246.310 Consumer financing

Anjak piutang 230.732.846 301.712.341 Factoring

Sewa operasi - properti investasi 12,34 585.000 540.000 Operating lease - investment properties

Sewa operasi - kendaraan 13,34 10.771.217 11.937.782 Operating lease - vehicle

Bunga 27,34 4.289.246 11.601.952 Interest

Keuntungan kurs mata uang asing - bersih 6.600.305 1.150.817 Gain on foreign exchange rate - net

Keuntungan penjualan investasi jangka pendek 264.228 762.394 Gain on short term investment

Pendapatan lain-lain 28 123.240.045 99.680.307 Other income

JUMLAH PENDAPATAN 1.111.251.266 1.046.950.255 TOTAL INCOME

BEBAN EXPENSES

Bunga dan pembiayaan lainnya 29,34 368.208.398 325.175.631 Interest and other financing

Umum dan administrasi 30,34 59.699.509 54.074.386 General and administration

Tenaga kerja 31,34 97.601.172 78.965.967 Personnel

Imbalan pasca kerja 22 3.100.003 3.082.502 Employee benefit

Penyusutan properti investasi 12 25.813 67.725 Depreciation of investment properties

Penyusutan aset sewa operasi 13 4.673.749 5.447.471 Depreciation of leased assets

Kerugian penurunan nilai Impairment losses

Aset keuangan 7,8,9 178.277.462 49.708.015 Financial assets

Aset keuangan lainnya 10 1.076.202 620.401 Other financial assets

Kerugian belum direalisasi investasi

jangka pendek 6 - 1.589.900 Unrealized loss on short term investment

Beban lain-lain 8.860.680 1.613.136 Other expenses

JUMLAH BEBAN 721.522.988 520.345.134 TOTAL EXPENSES

LABA SEBELUM PAJAK 389.728.278 526.605.121 INCOME BEFORE TAX

MANFAAT (BEBAN) PAJAK 32 TAX BENEFIT (EXPENSES)

Pajak kini (102.968.062) (130.521.399) Current tax

Pajak tangguhan (411.563) 1.435.241 Deferred tax

JUMLAH BEBAN PAJAK - BERSIH (103.379.625) (129.086.158) TOTAL TAX EXPENSES - NET

LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 286.348.653 397.518.963 NET PROFIT FOR THE YEARS

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN: OTHER COMPREHENSIVE INCOME

Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi Items that will not be reclassified subsequently

ke laba rugi: to profit or loss:

Keuntungan revaluasi aset tetap Gain on revaluation of premises and equipment

dan aset sewa operasi 13,14 59.117.406 - and leased assets

Pengukuran kembali atas program imbalan pasti 22 (19.526) (2.361.119) Remeasurement of defined benefit obligation

Manfaat (beban) pajak terkait pos-pos Income tax benefit (expense) relating to items

yang tidak akan direklasifikasi (2.197.905) 590.281 that will not be reclassified subsequently

Jumlah penghasilan komprehensif lain Total other comprehensive income for the

tahun berjalan setelah pajak 56.899.975 (1.770.838) current year, net of tax

TOTAL COMPREHENSIVE INCOME JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 343.248.628 395.748.125 FOR THE YEAR

LABA PER SAHAM 33 EARNINGS PER SHARE

(dalam Rupiah penuh) (in fully Rupiah amount)

Dasar 71,87 103,92 Basic

Dilusian 71,87 103,92 Diluted

*) Disajikan kembali (Catatan 41) *) As restated (Note 41)

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian See accompanying notes to financial statements

(9)

Modal Tambahan aset sewa operasi/

saham/ modal disetor/ Revaluation of Keuntungan (kerugian) Ditentukan Tidak ditentukan

Catatan/ Paid-up Additional premises and equipment aktuarial/ penggunaannya/ penggunaannya/ Jumlah Ekuitas/ Notes capital stock paid-in capital and leased assets Actuarial gain (loss) Appropriated Unappropriated Total equity

Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000 Rp'000

Saldo per 1 Januari 2014 sebelum Balance as of January 1, 2014 prior to

perubahan kebijakan akuntansi 943.699.354 310.004.182 - - 800.000 1.510.326.986 2.764.830.522 change in accounting policy

Efek perubahan kebijakan akuntansi Effect of change in accounting for

atas imbalan pasca kerja - - - (711.355) - 1.436.821 725.466 defined benefit obligation

Saldo per 1 Januari 2014 *) 943.699.354 310.004.182 - (711.355) 800.000 1.511.763.807 2.765.555.988 Balance as of January 1, 2014 *)

Cadangan umum 24 - - - - 150.000 (150.000) - General reserve

Laba bersih tahun berjalan - - - 397.518.963 397.518.963 Profit for the year

Penghasilan komprehensif lain - Other comprehensive income -

setelah pajak - - - (1.770.839) - - (1.770.839) net of tax

Pelaksanaan waran 23 52.430.760 41.944.608 - - - - 94.375.368 Exercise of warrants

Saldo per 31 Desember 2014 *) 996.130.114 351.948.790 - (2.482.194) 950.000 1.909.132.770 3.255.679.480 Balance as of December 31, 2014 *)

Cadangan umum 24 - - - - 150.000 (150.000) - General reserve

Laba bersih tahun berjalan - - - 286.348.653 286.348.653 Profit for the year

Penghasilan komprehensif lain - Other comprehensive income -

setelah pajak - - 56.914.619 (14.644) - - 56.899.975 net of tax

Pemindahan surplus revaluasi Transfer of surplus revaluation to

aset tetap ke saldo laba akibat retained earning arising from

penjualan aset tetap yang telah sales of premises and equipment

direvaluasi - - (224.930) - - 224.930 - carried at revalued amount

Saldo per 31 Desember 2015 996.130.114 351.948.790 56.689.689 (2.496.838) 1.100.000 2.195.556.353 3.598.928.108 Balance as of December 31, 2015

*) Disajikan kembali (Catatan 41) *) As restated (Note 41)

(10)

Rp'000 Rp'000

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES

Penerimaan kas dari: Cash receipt from:

Sewa pembiayaan 651.477.621 680.692.125 Finance leases

Pembiayaan konsumen 2.716.708.987 2.266.134.652 Consumer financing

Anjak piutang 1.824.316.241 2.474.951.134 Factoring

Sewa operasi 15.584.952 12.830.050 Operating lease

Penerimaan dari pendapatan administrasi, Receipts from administration, penalty,

denda keterlambatan, pelunasan dipercepat early termination fees and

dan aktivitas operasi lainnya 113.297.261 161.435.329 other operating activities

Penerimaan bunga 4.289.246 11.510.201 Interest income received

Pembayaran kas sehubungan dengan kerjasama Cash payments in connection with loan channeling

penerusan pinjaman dan pembiayaan bersama (42.652.952) 82.945.952 and joint financing cooperation

Pembayaran kas untuk: Cash paid to:

Sewa pembiayaan dan pembiayaan konsumen (2.736.045.244) (3.007.375.333) Finance lease and consumer financing

Anjak piutang (1.252.158.041) (2.065.685.102) Factoring

Pembayaran aktivitas operasi lainnya (157.073.214) (180.283.466) Payments of other operating activities

Pembayaran bunga (349.997.331) (311.510.656) Payments of interest

Pembayaran beban umum dan administrasi (144.859.528) (124.950.060) Payments of general and administration expenses

Pembayaran pajak penghasilan (113.208.986) (142.643.583) Payments of income taxes

Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)

Aktivitas Operasi 529.679.012 (141.948.757) Net Cash Provided by (Used in) Operating Activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES

Hasil penjualan aset tetap 2.773.330 1.497.445 Proceed from sale of premises and equipment

Perolehan aset tetap (14.684.774) (30.829.683) Acquisition of premises and equipment

Pembayaran uang jaminan (126.000) (42.000) Payment of security deposit

Penerimaan kembali uang jaminan - 15.000 Return of security deposit

Hasil penjualan investasi jangka pendek 20.839.963 132.609.115 Proceed from sale of short term investment

Perolehan investasi jangka pendek - (103.178.196) Acquisition of short term investment

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi 8.802.519 71.681 Net Cash Provided by Investing Activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES

Pembayaran surat berharga utang (800.000.000) (629.000.000) Payments of debt securities

Penerimaan surat berharga utang 700.000.000 - Receipt of debt securities

Penerimaan utang bank 2.353.411.155 1.904.228.197 Receipt of bank loans

Pembayaran utang bank (2.797.744.085) (1.288.035.014) Payments of bank loans

Penambahan modal disetor dari pelaksanaan Additional paid up capital from exercise of

waran - 94.375.368 warrant

Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)

Aktivitas Pendanaan (544.332.930) 81.568.551 Net Cash Provided by (Used in) Financing Activities

NET DECREASE IN CASH AND CASH PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (5.851.399) (60.308.525) EQUIVALENTS

CASH AND CASH EQUIVALENTS BEGINNING KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 35.767.746 95.642.328 OF YEAR

Efek dari perubahan kurs 479.432 433.943 Effect of foreign exchange rate changes

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 30.395.779 35.767.746 CASH AND CASH EQUIVALENTS END OF YEAR

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian See accompanying notes to financial statements

(11)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information

PT Clipan Finance Indonesia Tbk

(“Perusahaan”) didirikan berdasarkan akta

No. 47 tanggal 15 Januari 1982, yang diubah dengan akta No. 363 tanggal 29 Juni 1982, keduanya dibuat oleh Ny. Kartini Muljadi, S.H., notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik

Indonesia dengan Surat Keputusan

No. C2-396.HT.01.01.Th.82 tanggal 2 Agustus 1982 dan telah didaftarkan pada Kantor Pengadilan Negeri Jakarta berturut-turut No. 2771 dan 2772 tanggal 10 Agustus 1982, serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 79 tanggal 1 Oktober 1982, Tambahan No. 1189.

PT Clipan Finance Indonesia Tbk ("Company") was established based on Deed No. 47, dated January 15, 1982, then amended by Deed No. 363, dated June 29, 1982, both were prepared by Ny. Kartini Muljadi, S.H., notary in Jakarta. The deed has been approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in Decision Letter No. C2-396.HT.01.01.Th.82 dated August 2, 1982, and was registered in State Court of Jakarta under No. 2771 and 2772 dated August 10, 1982, and was published in State Gazette of the Republic of Indonesia No. 79 dated October 1, 1982, Supplement No. 1189.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta No. 116 tanggal 26 Juni 2015 yang dibuat dihadapan Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., Mkn., notaris di Jakarta, dalam rangka

perubahan ketentuan anggaran dasar

Perusahaan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 29/POJK.05/2014

tentang “Penyelenggaraan Usaha Perusahaan

Pembiayaan”, Peraturan OJK No.

32/POJK.04/2014 tentang “Rencana dan

Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang

Saham Perusahaan Terbuka” dan Peraturan

OJK No. 33/POJK.04/2014 tentang “Direksi dan

Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan

Publik”. Perubahan anggaran dasar tersebut

telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0939550.AH.01.02 Tahun 2015 tanggal 24 Juli 2015.

The Company’s articles of association have

been amended several times, the latest by Deed No. 116 dated June 26, 2015 of Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., Mkn., notary in

Jakarta, in order to change Company’s articles

of association to conform with Financial

Services Authority Regulation

No. 29/POJK.05/2014 regarding

Implementation Business of Finance Company,

Financial Services Authority Regulation

No. 32/POJK.04/2014 regarding “Plan Hold

Annual Stockholders’ Meeting of Listed

Company” and Regulation No. 33/POJK.04/2014 regarding “Board of

Commissioners and Directors of listed or Public

Company”. This amendment has been approved by the Minister of Justice and Human Rights of Republic of Indonesia in Decision Letter No. AHU-0939550.AH.01.02 Year 2015 dated July 24, 2015.

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan utama Perusahaan meliputi usaha pembiayaan investasi, pembiayan modal kerja dan pembiayaan multiguna.

In accordance with article 3 of the Company's articles of association, the Company's main activities cover investment financing, working capital financing and multifunction financing.

Perusahaan memperoleh izin usaha lembaga pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik

Indonesia dengan Surat Keputusan

No.1402/KMK.013/1990 tanggal 3 November 1990. Perusahaan berkedudukan di Jakarta dengan 45 kantor cabang. Kantor pusat Perusahaan beralamat di Wisma Slipi lantai 6, Jl. Letjen S. Parman Kav 12 Jakarta 11480.

The Company obtained its license to operate as a financial institution from the Minister of Finance of the Republic of Indonesia in Decision Letter No. 1402/KMK.013/1990 dated November 3, 1990. The Company is located in Jakarta with 45 branch offices. Its head office is located in Wisma Slipi 6th floor,

(12)

Perusahaan tergabung dalam kelompok Panin Group dengan entitas induk akhir adalah PT Panin Investment. Rata-rata jumlah karyawan Perusahaan pada tahun 2015 dan

2014 masing-masing sebanyak 1.306

karyawan dan 1.115 karyawan.

The Company is part of Panin Group whose ultimate parent is PT Panin Investment. The Company has average number of 1,306 employees and 1,115 employees in 2015 and 2014, respectively.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2015 and 2014, the

Company’s Board of Commissioners and

Directors and Audit Committee consist of the following:

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Komisaris Utama Mu’min Ali Gunawan President Commissioner

Komisaris Roosniati Salihin Commissioners

Komisaris Independen Veronika Lindawati

Lukman Abdullah

Independent Commissioners

Dewan Direksi Board of Directors

Direktur Utama Gita Puspa Kirana Darmawan President Director

Direktur Independen Jahja Anwar Independent Director

Direktur Engelbert Rorong JR Directors

Komite Audit Audit Committee

Ketua Veronika Lindawati Chairman

Anggota Lukman Abdullah

Ditto Nurtanio Aris Efendi

Members

Sekretaris Perusahaan Jahja Anwar Corporate Secretary

Audit Intern Muhamad Resa Ali Internal Audit

Ruang lingkup Direktur Utama mencakup bidang pemasaran, pengembangan bisnis, teknologi informasi, hukum dan litigasi.

Ruang lingkup Direktur Independen

mencakup bidang operasional dan

administrasi, penagihan, analisa kredit dan standar prosedur operasional. Sedangkan ruang lingkup Direktur mencakup bidang

keuangan dan akuntansi, budgeting, sumber

daya manusia dan general affair.

The scope of President Director’s authority

includes marketing, business development, information technology, legal and litigation.

The scope Independent Director’s authority

includes operation and administration, collection, loan analysis and standard operational procedure. While, the scope of

Director’s authority includes finance and

accounting, budgeting, human resources and gerenal affair.

Pembentukan Komite Audit Perusahaan telah sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.I.5, tentang pembentukan dan pedoman pelaksanaan kerja komite audit yang terdapat dalam lampiran keputusan ketua Bapepam-LK No. Kep-643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012.

The establishment of the Company's Audit Committee is in accordance with the

Bapepam Regulations No. IX.1.5,

concerning formation and guidance of procedures of the Audit Committee in the attachment of Bapepam-LK Chairman

Decree No. Kep-643/BL/2012 dated

December 7, 2012.

Gaji dan kesejahteraan Dewan Komisaris

Perusahaan masing-masing sebesar

Rp 276.439 ribu dan Rp 249.504 ribu untuk

tahun 2015 dan 2014. Gaji dan

kesejahteraan Dewan Direksi Perusahaan masing-masing sebesar Rp 6.859.235 ribu dan Rp 8.375.849 ribu untuk tahun 2015 dan 2014.

Salaries and other allowances of the

Company’s Board of Commisioners

amounted to Rp 276,439 thousand and Rp 249,504 thousand for the years 2015 and 2014, respectively. Salaries and other

allowances of the Company’s Board of

(13)

b. Penawaran Umum Perusahaan b. The Company's Public Offering

Penawaran Umum Saham

Pada tanggal 26 Juni 1989, Perusahaan memperoleh izin dari Menteri Keuangan

Republik Indonesia dengan surat

No. SI-037/SHM/MK.10/1989 untuk

melakukan penawaran umum atas 1.500 ribu saham Perusahaan kepada masyarakat.

Public Offering of Shares

On June 26, 1989, the Company obtained the license from Minister of Finance of the Republic of Indonesia through letter

No. SI-037/SHM/MK.10/1989 for the

Company’s public offering of 1,500 thousand shares.

Penawaran Umum Perdana dan

Terbatas yang telah dilakukan oleh

Perusahaan adalah sebagai berikut:

The Initial Public Offering and Limited Public Offerings conducted by the Company are as follows:

Nilai Harga

Jumlah nominal penawaran Nomor dan tanggal surat

Saham/ per saham/ per saham/ efektif dari Bapepam/

Keterangan/ Number Par value Offering price Number and date of Bapepam's

Description of Shares per share per share notice of effectivity

Rp Rp

Penawaran Umum Perdana/ S1-037/SHM/MK.10/1989 26 Juni 1989/

Initial Public Offering 1.500.000 1.000 8.850 S1-037/SHM/MK.10/1989 June 26, 1989

Penawaran Umum Terbatas I/ S-2427/PM/1997 17 Oktober 1997/

Limited Public Offering I 29.600.034 1.000 1.000 S-2427/PM/1997 October 17, 1997

Penawaran Umum Terbatas II/ S-2009/PM/1999 20 Oktober 1999/

Limited Public Offering II 217.211.696 500 500 S-2009/PM/1999 October 20, 1999

Penawaran Umum Terbatas III/ S-1136/PM/2000 23 Mei 2000/

Limited Public Offering III 336.119.485 500 500 S-1136/PM/2000 May 23, 2000

Penawaran Umum Terbatas IV/ S-3216/BL/2007 29 Juni 2007/

Limited Public Offering IV 1.561.085.388 250 350 S-3216/BL/2007 June 29, 2007

Penawaran Umum Terbatas V/ S-10363/BL/2011 23 September 2011

Limited Public Offering V 1.171.488.567 250 400 S-10363/BL/2011 September 23, 2011

Pada tanggal 5 Agustus 1993 dan 24 Juli 1995, Perusahaan melakukan pembagian saham bonus masing-masing sebanyak 2.466.564 saham dan 4.933.453 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham yang berasal dari agio hasil penawaran umum perdana. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.

On August 5, 1993 and July 24, 1995, the Company distributed bonus shares totaling 2,466,564 shares and 4,933,453 shares, respectively, with par value of Rp 1,000 per share, which are originated from additional paid-in capital generated from the initial public offering. All of those shares have been listed on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges.

Pada tanggal 9 Desember 1998, Perusahaan

melakukan pembagian saham bonus

sebanyak 8.705.734 saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham yang berasal dari agio hasil penawaran umum saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta pada tanggal 10 Desember 1998.

On December 9, 1998, the Company distributed bonus shares totaling 8,705,734 shares, respectively, with par value of Rp 500 per share, which are originated from additional paid-in capital generated from the initial public offering. All of those shares have been listed on the Jakarta Stock Exchanges since December 10, 1998.

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, seluruh saham Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia masing-masing sebanyak 3.984.520.457 lembar.

On December 31, 2015 and 2014, all of the

Company’s share are listed on the Indonesia

(14)

Penawaran Umum Obligasi Public Offering of Bonds

Pada tanggal 31 Oktober 2011, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua

Bapepam-LK dengan surat

No. S-11740/BL/2011 untuk melakukan

penawaran obligasi Clipan Finance

Indonesia III Tahun 2011 kepada masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 miliar. Pada tanggal 9 November 2011, seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Seluruh obligasi

tersebut telah dilunasi pada tanggal

8 November 2014.

On October 31, 2011, the Company obtains the notice of effectivity from the Chairman of

Bapepam-LK in the letter No.

S-11740/BL/2011 for the Company’s public

offering of Clipan Finance Indonesia III Year 2011 Bonds with a nominal value of Rp 1,000 billion. On November 9, 2011, all of the bonds have been listed on the Indonesia Stock Exchange. All of the bonds have been settled on November 8, 2014.

2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI

KEUANGAN BARU DAN REVISI

2. ADOPTION OF NEW AND REVISED FINANCIAL

ACCOUNTING STANDARDS

a. Standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan

Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan semua standar baru dan revisi serta interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2015.

a. Standards effective in the current period

In the current year, the Company adopted the following new and revised standards and interpretations issued by the Financial Accounting Standard Board of the Indonesian Institute of Accountants that are relevant to its operations and effective for accounting period beginning on January 1, 2015.

 PSAK 1 (revisi 2013), Penyajian Laporan

Keuangan 

PSAK 1 (revised 2013), Presentation of Financial Statements

Amandemen terhadap PSAK 1

memperkenalkan terminologi baru untuk

laporan laba rugi komprehensif.

Berdasarkan amandemen terhadap

PSAK 1, laporan laba rugi komprehensif

telah diubah namanya menjadi “laporan

laba rugi dan penghasilan komprehensif

lain”. Amandemen terhadap PSAK 1

mempertahankan opsi untuk menyajikan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain baik sebagai suatu laporan tunggal atau disajikan dalam dua laporan terpisah tetapi berturut-turut. Namun,

amandemen terhadap PSAK 1,

mengharuskan tambahan pengungkapan dalam bagian penghasilan komprehensif lain dimana pos-pos dari penghasilan

komprehensif lain dikelompokkan

menjadi dua kategori: (1) tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi; dan (2) akan direklasifikasi lebih lanjut ke

laba rugi ketika kondisi tertentu

terpenuhi.

The amendments to PSAK 1 introduce new terminology for the statement of comprehensive income. Under the amendments to PSAK 1, the statement of comprehensive income is renamed as a

“statement of profit or loss and other comprehensive income”. The

amendments to PSAK 1, require additional disclosures to be made in the other comprehensive income section such that items of other comprehensive income are grouped into two categories: (1) items that will not be reclassified subsequently to profit or loss; and (2)

items that may be reclassified

subsequently to profit or loss when specific conditions are met.

Amandemen ini telah diterapkan secara retrospektif, dan oleh karena itu

penyajian pos penghasilan

komprehensif lain telah dimodifikasi

untuk mencerminkan perubahan

tersebut. Selain perubahan yang telah

dinyatakan di atas, penerapan

amandemen terhadap PSAK 1 tidak mengakibatkan dampak atas laba rugi, penghasilan komprehensif lainnya dan jumlah laba komprehensif.

The amendments have been applied

retrospectively, and hence the

presentation of items of other

comprehensive income has been

modified to reflect the changes. Other than the above mentioned presentation

changes, the application of the

amendment to PSAK 1 does not result in any impact on profit or loss, other

comprehensive income and total

(15)

Amandemen PSAK 1 juga relevan terhadap Perusahaan mengenai jika laporan posisi keuangan pada posisi awal periode terdekat sebelumnya (laporan posisi keuangan ketiga) dan

catatan terkait harus disajikan.

Amandemen menjelaskan bahwa

laporan posisi keuangan ketiga

diharuskan jika a) suatu entitas

menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif, atau penyajian kembali retrospektif atau reklasifikasi dari pos-pos dalam laporan keuangannya, dan b)

penerapan penyajian kembali

retrospektif atau reklasifikasi

mempunyai pengaruh material atas

informasi dalam laporan posisi

keuangan ketiga. Amandemen

menjelaskan bahwa catatan terkait tidak perlu disajikan dalam laporan posisi keuangan ketiga.

Also relevant to the Company is the amendment to PSAK 1 regarding when a statement of financial position as of the beginning of the preceding period (third statement of financial position) and the related notes are required to be presented. The amendments specify that a third statement of financial position is required when a) an entity applies an accounting policy retrospectively, or makes a retrospective restatement or reclassification of items in its financial statements, and b) the retrospective

application, restatement or

reclassification has a material effect on the information in the third statement of financial position. The amendments specify that related notes are not

required to accompany the third

statement of financial position.

 PSAK 24 (revisi 2013), Imbalan Kerja  PSAK 24 (revised 2013), Employee

Benefits

Amandemen terhadap PSAK 24

mengubah akuntansi program imbalan pasti dan pesangon. Perubahan paling

signifikan terkait akuntansi atas

perubahan dalam kewajiban manfaat pasti dan aset program. Amandemen mensyaratkan pengakuan perubahan dalam kewajiban manfaat pasti dan nilai wajar aset program ketika amandemen terjadi, dan karenanya menghapus pendekatan koridor yang diizinkan berdasarkan PSAK 24 versi sebelumnya dan mempercepat pengakuan biaya jasa lalu. Amandemen tersebut mensyaratkan

seluruh keuntungan dan kerugian

aktuaria diakui segera melalui

penghasilan komprehensif lain sehingga aset atau liabilitas pensiun bersih yang diakui dalam laporan posisi keuangan mencerminkan jumlah keseluruhan dari defisit atau surplus program. Lebih lanjut, biaya bunga dan ekspektasi imbal hasil atas aset program yang digunakan dalam versi sebelumnya dari PSAK 24

digantikan dengan nilai ’bunga bersih’

berdasarkan PSAK 24 (revisi 2013), yang dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto dengan liabilitas atau aset bersih dari manfaat pasti neto. Perubahan ini berdampak pada jumlah yang diakui dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun-tahun sebelumnya.

The amendments to PSAK 24 change the accounting for defined benefit plans and termination benefits. The most

significant change relates to the

accounting for changes in defined benefit obligations and plan assets. The amendments require the recognition of changes in defined benefit obligations and in fair value of plan assets when they occur, and hence eliminate the 'corridor approach' permitted under the previous version of PSAK 24 and accelerate the recognition of past service costs. The amendments require all actuarial gains and losses to be recognized immediately through other comprehensive income in order for the net pension asset or liability recognized in the statement of financial position to reflect the full value of the plan deficit or surplus. Furthermore, the interest cost and expected return on plan assets used in the previous version of

PSAK 24 are replaced with a ‘net interest'

amount under PSAK 24 (revised 2013), which is calculated by applying the discount rate to the net defined benefit liability or asset. These changes have had an impact on the amounts recognized in statement of financial position and statement of profit or loss and other comprehensive income in prior years.

Selanjutnya PSAK 24 memperkenalkan perubahan tertentu dalam penyajian

biaya manfaat pensiun termasuk

pengungkapan yang lebih luas.

In addition, PSAK 24 introduces certain changes in the presentation of the defined benefit cost including more extensive disclosure.

Ketentuan transisi yang spesifik berlaku untuk penerapan pertama kali PSAK 24. Perusahaan telah menerapkan ketentuan transisi yang relevan dan menyajikan

kembali jumlah-jumlah komparatif

secara retrospektif (Catatan 41).

Specific transitional provisions are

(16)

 PSAK 46 (revisi 2014), Pajak

Penghasilan 

PSAK 46 (revised 2014), Income Taxes

Amandemen terhadap PSAK 46:

(1) menghilangkan pengaturan tentang pajak final yang sebelumnya termasuk dalam ruang lingkup standar; dan (2) menetapkan praduga bahwa jumlah tercatat properti investasi yang diukur menggunakan model nilai wajar dalam PSAK 13, Properti Investasi akan

dipulihkan sepenuhnya melalui

penjualan.

The amendments to PSAK 46:

(1) remove references to final tax which was previously scoped in the standard;

and (2) establish a rebuttable

presumption that the carrying amount of an investment property measured using the fair value model in PSAK 13, Investment Property will be recovered entirely through sale.

Berdasarkan amandemen tersebut,

kecuali praduga yang dapat dibantah, pengukuran liabilitas pajak tangguhan atau aset pajak tangguhan yang

disyaratkan untuk mencerminkan

konsekuensi pajak dari pemulihan jumlah

tercatat properti investasi melalui

penjualan. Praduga penjualan ini dapat dibantah jika properti investasi dapat disusutkan dan investasi properti dimiliki dalam model bisnis yang bertujuan untuk

mengkonsumsi secara substantial

seluruh manfaat ekonomis atas investasi properti dari waktu ke waktu, bukan melalui penjualan.

Under the amendments, unless the

presumption is rebutted, the

measurement of the deferred tax liability or deferred tax asset is required to reflect the tax consequences of recovering the carrying amount of the investment

property through sale. The “sale”

presumption is rebutted if the investment

property is depreciable and the

investment property is held within a business model whose objective is to

consume substantially all of the

economic benefits embodied in the investment property over time, rather than through sale.

Penerapan PSAK 46 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

The application of PSAK 46 has had no material impact on the disclosures or on the amounts recognized in the financial statements.

 PSAK 48 (revisi 2014), Penurunan nilai

Aset 

PSAK 48 (revised 2014), Impairment of Assets

PSAK 48 telah diubah untuk

memasukkan persyaratan dari PSAK 68, Pengukuran Nilai Wajar.

PSAK 48 has been amended to incorporate the requirements of PSAK 68, Fair Value Measurement.

Penerapan PSAK 48 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

The application of PSAK 48 has had no material impact on the disclosures or on the amounts recognized in the financial statements.

 PSAK 50 (revisi 2014), Instrumen

Keuangan: Penyajian 

PSAK 50 (revised 2014), Financial Instruments: Presentation

Amandemen terhadap PSAK 50

mengklarifikasi penerapan tentang

persyaratan saling hapus. Secara

khusus, amandemen tersebut

mengklarifikasi arti dari ”saat ini memiliki

hak yang dapat dipaksakan secara

hukum untuk melakukan saling hapus” dan ”realisasi dan penyelesaian secara simultan”. Amandemen tersebut juga

mengklarifikasi bahwa pajak penghasilan yang terkait dengan distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas dan biaya transaksi dicatat sesuai dengan PSAK 46 (revisi 2014).

The amendments to PSAK 50 clarify existing application issues relating to the offsetting requirements. Specifically, the amendments clarify the meaning of

“currently has a legal enforceable right of

set-off” and “simultaneous realization

and settlement”. The amendments also

(17)

Amandemen ini mengharuskan

penerapan secara retrospektif.

Perusahaan tidak mempunyai perjanjian saling hapus, penerapan amandemen tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

The amendments require retrospective application. As the Company does not have any offsetting arrangements in place, the application of the amendments has had no material impact on the

disclosures or on the amounts

recognized in the financial statements.

 PSAK 55 (revisi 2014), Instrumen

Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran 

PSAK 55 (revised 2014), Financial

Instruments: Recognition and

Measurement

Amandemen terhadap PSAK 55

memberikan panduan persyaratan untuk menghentikan akuntansi lindung nilai ketika derivatif ditetapkan sebagai

instrumen lindung nilai dinovasi

berdasarkan keadaan tertentu.

Amandemen tersebut juga

mengklarifikasi bahwa setiap perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan sebagai suatu instrumen lindung nilai akibat dari novasi termasuk dalam

penilaian dan pengukuran dari

efektivitas lindung nilai. Selanjutnya, amandemen tersebut mengklarifikasi akuntansi dari derivatif melekat dalam hal reklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori nilai wajar melalui laba rugi.

The amendments to PSAK 55 provide relief from the requirement to discontinue hedge accounting when a derivative designated as a hedging instrument is novated under certain circumstances. The amendments also clarify that any change to the fair value of the derivative designated as a hedging instrument arising from the novation should be included in the assessment and measurement of hedge effectiveness. Further, the amendments clarify the accounting for embedded derivatives in the case of a reclassification of a

financial asset out of the “fair value through profit or loss” category.

Standar ini juga diubah untuk

memasukkan persyaratan dari PSAK 68, Pengukuran Nilai Wajar.

This standard is also amended to incorporate the requirements of PSAK 68, Fair Value Measurement.

Penerapan PSAK 55 tidak mempunyai pengaruh material atas pengungkapan atau jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

The application of PSAK 55 has had no material impact on the disclosures or on the amounts recognized in the financial

pengungkapan transaksi termasuk

pengalihan aset keuangan. Amandemen ini dimaksudkan untuk memberikan transparansi yang lebih besar terkait eksposur risiko jika aset keuangan

dialihkan tetapi entitas yang

mengalihkan tetap memilih keterlibatan

berkelanjutan atas aset tersebut.

Amandemen tersebut juga

mensyaratkan pengungkapan jika aset

keuangan dialihkan tidak merata

sepanjang periode. Selanjutnya, entitas

disyaratkan untuk mengungkapkan

tentang hak saling hapus dan

pengaturan terkait (sebagai contoh persyaratan penyerahan jaminan) untuk

instrumen keuangan berdasarkan

perjanjian penyelesaian secara neto yang dapat dipaksakan dan perjanjian serupa.

The amendments to PSAK 60 increase

the disclosure requirements for

transactions involving transfers for financial assets. These amendments are intended to provide greater transparency around risk exposures when a financial asset is transferred but the transferor retains some level of continuing exposure in the asset. The amendments also require disclosures where transfers of financial assets are not evenly

distributed throughout the period.

Further, entities are required to disclose information about rights of offset and related arrangements (such as collateral posting requirements) for financial

instruments under an enforceable

(18)

Amandemen ini telah diterapkan secara retrospektif. Perusahaan tidak memiliki pengaturan saling hapus, karenanya

penerapan amendemen tidak

berdampak material terhadap

pengungkapan atau jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

The amendments have been applied retrospectively. As the Company does not have any offsetting arrangements in place, the application of the amendments has had no material impact on the disclosures or the amounts recognized in financial statements.

 PSAK 68, Pengukuran Nilai Wajar  PSAK 68, Fair Value Measurements

PSAK 68 menetapkan acuan tunggal atas pengukuran nilai wajar dan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar yang berlaku baik pada pos-pos

instrumen keuangan dan pos-pos

instrumen non-keuangan ketika PSAK lain mensyaratkan atau mengizinkan

pengukuran nilai wajar dan

pengungkapan atas pengukuran nilai wajar. Standar tersebut tidak mengubah persyaratan mengenai pos-pos yang harus diukur atau diungkapkan pada nilai wajar.

PSAK 68 establishes a single source of guidance for fair value measurements and

disclosures about fair value

measurements which applies to both financial instrument items and non-financial instrument items for which other PSAK require or permit fair value measurements and disclosures about fair value measurements. The standard does not change the requirements regarding which items should be measured or disclosed at fair value.

PSAK 68 mengharuskan penerapan secara prospektif sejak 1 Januari 2015.

PSAK 68 requires prospective application from January 1, 2015.

Selain itu, ketentuan transisi khusus diberikan kepada entitas sehingga

entitas tidak perlu menerapkan

persyaratan pengungkapan yang

ditetapkan dalam standar ini dalam informasi komparatif yang disediakan untuk periode sebelum penerapan awal dari standar. Sesuai dengan ketentuan transisi ini, Perusahaan tidak membuat pengungkapan baru yang disyaratkan oleh PSAK 68 untuk periode komparatif tahun 2014 (lihat Catatan 37 untuk pengungkapan tahun 2015). Selain pengungkapan tambahan, penerapan PSAK 68 tidak berdampak material atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.

In addition, specific transitional provisions were given to entities such that they need not apply the disclosure requirements set out in this standard in comparative information provided for periods before the initial application of this standard. In

accordance with these transitional

provisions, the Company has not made any new disclosures required by PSAK 68 for the 2014 comparative period (see Note 37 for the 2015 disclosures). Other than the additional disclosures, the application of PSAK 68 has not had any material impact on the amounts recognized in the financial statements.

b. Standar dan interpretasi telah diterbitkan tapi belum diterapkan

b. Standards and interpretations issued not yet adopted

Standar dan penyesuaian standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:

Standard and improvements to standards effective for periods beginning on or after January 1, 2016, with early application permitted as are follows:

 PSAK 5: Segmen Operasi,   PSAK 5: Operating Segments,

 PSAK 7: Pengungkapan Pihak-pihak

Berelasi,  

PSAK 7: Related Party Disclosures,

 PSAK 13: Properti Investasi,   PSAK 13: Investments Property,

 PSAK 16: Aset Tetap,   PSAK 16: Property, Plant and Equipment,

(19)

 PSAK 22: Kombinasi Bisnis,   PSAK 22: Business Combination,

 PSAK 25: Kebijakan Akuntansi,

Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan,

  PSAK 25: Accounting Policies, Changes

in Accounting Estimates and Errors,

 PSAK 53: Pembayaran Berbasis Saham

dan  

PSAK 53: Share-based Payments, and

 PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar   PSAK 68: Fair Value Measurement.

Amandemen standar dan interpretasi berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016, dengan penerapan secara retrospektif yaitu:

Amendments to standards and interpretation which are effective for periods beginning on or after January 1, 2016, with retrospective application are as follows:

 PSAK 4: Laporan Keuangan

Tersendiri tentang Metode Ekuitas

dalam Laporan Keuangan Tersendiri,

 PSAK 4: Separate Financial Statements

about Equity Method in Separate Financial Statements,

 PSAK 15: Investasi Pada Entitas

Asosiasi dan Ventura Bersama tentang

Entitas Investasi: Penerapan

Pengecualian Konsolidasi,

 PSAK 15: Investment in Associates and

Joint Venture about Investment Entities: Applying the Consolidation Exception,

 PSAK 24: Imbalan Kerja tentang

Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja, 

PSAK 24: Defined Benefit Plans: Employee Contributions,

 PSAK 65: Laporan Keuangan

Konsolidasian tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi,

 PSAK 65: Consolidation Fina

ncial Statements about Investment Entities: Applying the Consolidation Exception,

 PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan

Dalam Entitas Lain tentang Entitas

Investasi: Penerapan Pengecualian

Konsolidasi dan

 PSAK 67: Disclosures of Interest in Other

Entities about Investment Entities: Applying the Consolidation Exception, and

 ISAK 30: Pungutan.  ISAK 30: Levies.

Amandemen standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016, yang diterapkan secara prospektif yaitu:

The amendments to standards effective for periods beginning on or after January 1, 2016, with amendments to be applied prospectively are as follows:

 PSAK 16: Aset Tetap tentang Klarifikasi

Metode yang Diterima untuk

Penyusutan dan Amortisasi,

 PSAK 16: Property, Plant and Equipment

about Clarification of Acceptable Methods of Depreciation and Amortization,

 PSAK 19: Aset Takberwujud

tentang Klarifikasi Metode yang

Diterima untuk Penyusutan dan

Amortisasi dan

 PSAK 19: Intangible Asset about

Clarification of Acceptable Methods of Depreciation and Amortization, and

 PSAK 66: Pengaturan Bersama

tentang Akuntansi Akuisisi Kepentingan dalam Operasi Bersama.

 PSAK 66: Joint Arrangements about

Accounting for Acquisitions of Interests in Joint Operation.

Amandemen standar dan interpretasi berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2017, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:

Amendments to standard and interpretation

effective for periods beginning on or

after January 1, 2017, with early

application permitted are :

 PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan

tentang Prakarsa Pengungkapan  

PSAK 1: Presentation of Financial

Statements about Disclosure Initiative

 ISAK 31: Interpretasi atas Ruang

Lingkup PSAK 13: Properti Investasi.  

ISAK 31: Scope Interpretation of PSAK 13: Investment property

Sampai dengan tanggal penerbitan laporan

keuangan, manajemen sedang

mengevaluasi dampak dari standar tersebut terhadap laporan keuangan.

(20)

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI 3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

a. Pernyataan Kepatuhan a. Statement of Compliance

Laporan keuangan disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

The financial statements have been prepared in accordance with Indonesian

Financial Accounting Standards. These

financial statements are not intended to present the financial position, result of operations and cash flows in accordance with accounting principles and reporting practices generally accepted in other countries and jurisdictions.

b. Dasar Penyusunan b. Basis of Preparation

Dasar penyusunan laporan keuangan

adalah biaya historis , kecuali properti dan instrumen keuangan tertentu yang diukur pada jumlah revaluasian atau nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan, yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi di bawah ini. Mata uang penyajian yang

digunakan untuk penyusunan laporan

keuangan adalah mata uang Rupiah (Rp).

The financial statements have been prepared on the historical cost basis except

for certain properties and financial

instruments that are measured at revalued amounts or fair values at the end of each reporting period, as explained in the

accounting policies below. The

presentation currency used in the

preparation of the financial statements is the Indonesian Rupiah.

Biaya historis umumnya didasarkan pada nilai wajar dari imbalan yang diberikan dalam pertukaran barang dan jasa.

Historical cost is generally based on the fair value of the consideration given in exchange for goods and services.

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam suatu transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran, terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi menggunakan teknik penilaian lain. Dalam mengestimasi nilai wajar aset atau liabilitas, Perusahaan memperhitungkan karakteristik aset atau liabilitas, jika pelaku pasar

memperhitungkan karakteristik tersebut

ketika menentukan harga aset atau liabilitas pada tanggal pengukuran. Nilai wajar untuk tujuan pengukuran dan/atau pengungkapan

dalam laporan keuangan ditentukan

berdasarkan basis tersebut, kecuali untuk transaksi pembayaran berbasis saham dalam ruang lingkup PSAK 53, transaksi sewa dalam ruang lingkup PSAK 30, dan

pengukuran yang memiliki beberapa

kemiripan dengan nilai wajar tetapi bukan merupakan nilai wajar, seperti nilai realisasi neto dalam PSAK 14 dan nilai pakai dalam PSAK 48.

Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date, regardless of whether that price is directly observable or estimated using another valuation technique. In estimating the fair value of an asset or a liability, the

Company takes into account the

characteristics the asset or a liability if market participants would take those characteristics into account when pricing the asset or liability at the measurement date. Fair value for measurement and/or disclosure purposes in these financial statements is determined on such a basis,

except for share-based payment

transactions that are within the scope of PSAK 53, leasing transactions that are within the scope of PSAK 30, and measurements that have some similarities to fair value but are not fair value, such as net realizable value in PSAK 14 or value in use in PSAK 48.

Laporan arus kas disusun dengan

menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

(21)

c. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

c. Foreign Currency Transactions and

Balance

Dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan, transaksi dalam mata uang asing selain mata uang fungsional entitas (mata uang asing) diakui pada kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada setiap akhir perode pelaporan, pos moneter dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Pos-pos non moneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos nonmoneter diukur dalam biaya historis dalam valuta asing yang tidak dijabarkan kembali.

In preparing the financial statements of the Company, transactions in currencies other

than the entity’s functional currency (foreign

currencies) are recognized at the rates of exchange prevailing at the dates of the transactions. At the end of each reporting period, monetary items denominated in foreign currencies are retranslated at the rates prevailing at that date. Non-monetary items carried at fair value that are denominated in foreign currencies are retranslated at the rates prevailing at the date when the fair value was determined. Non-monetary items that are measured in terms of historical cost in a foreign currency are not retranslated.

d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi d. Transactions with Related Parties

Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan:

A related party is a person or entity that is related to the Company:

a) Orang atau anggota keluarga dekatnya

yang mempunyai relasi dengan

Perusahaan jika orang tersebut:

a) A person or a close member of that person's family is related to the Company if that person:

1) memiliki pengendalian atau

pengendalian bersama atas

Perusahaan;

1) has control or joint control over the Company;

2) memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan ; atau

2) has significant influence over the Company; or

3) personil manajemen kunci

Perusahaan atau entitas induk Perusahaan.

3) is a member of the key

management personnel of the Company or of a parent of the Company.

b) Suatu entitas berelasi dengan

Perusahaan jika memenuhi salah satu hal berikut:

b) An entity is related to the Company if any of the following conditions applies:

1) entitas dan Perusahaan adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya

saling berelasi dengan entitas

lainnya).

1) the entity and the Company are members of the same group (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others).

2) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah

4) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.

4) one entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity.

5) entitas tersebut adalah suatu

program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan Perusahaan.

(22)

6) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).

6) the entity is controlled or jointly controlled by a person identified in a).

7) orang yang diidentifikasi dalam huruf a) 1) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

7) a person identified in a) 1) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity).

e. Aset Keuangan e. Financial Assets

Seluruh aset keuangan diakui dan

dihentikan pengakuannya pada tanggal

diperdagangkan dimana pembelian dan

penjualan aset keuangan berdasarkan

kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset

keuangan dalam kurun waktu yang

ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar.

All financial assets are recognized and derecognized on trade date where the purchase or sale of a financial asset is under a contract whose terms require delivery of the

financial asset within the timeframe

established by the market concerned, and are initially measured at fair value plus transaction costs, except for those financial assets classified as at fair value through profit or loss, which are initially measured at fair value.

Aset keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai berikut:

The Company’s financial assets are classified as follows:

 Nilai wajar melalui laba rugi

 Pinjaman yang diberikan dan piutang

 Fair Value Through Profit Or Loss

(FVTPL)

 Loans and Receivable

Nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) Financial assets at fair value through profit

or loss

Aset keuangan diklasifikasi dalam FVTPL, jika aset keuangan dimiliki untuk kelompok diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal ditetapkan untuk diukur pada FVTPL.

Financial assets are classified as at FVTPL where the financial asset is either held for trading or it is designated as at FVTPL.

Aset keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan apabila:

 diperoleh atau dimiliki terutama untuk

tujuan dijual kembali dalam waktu dekat;

A financial asset is classified as held for trading if:

 it has been acquired principally for the purpose of selling it in the near future; or

 pada pengakuan awal merupakan

bagian dari portfolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini; atau

 on initial recognition it is a part of an

identified portfolio of financial

instruments that the entity manages together and has a recent actual pattern of short-term profit-taking; or

 merupakan derivatif yang tidak

ditetapkan dan tidak efektif sebagai instrumen lindung nilai.

 it is a derivative that is neither designated nor effective as a hedging instrument.

 penetapan tersebut mengeliminasi atau

mengurangi secara signifikan

inkonsistensi pengukuran dan

pengakuan yang dapat timbul; atau

(23)

 kelompok aset keuangan, liabilitas keuangan atau keduanya, dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan manajemen risiko

atau strategi investasi yang

didokumentasikan, dan informasi

tentang Perusahaan disediakan secara

internal kepada manajemen kunci

entitas, misalnya direksi dan Chief

Executive Officer.

 a group of financial assets, financial

liabilities or both is managed and its performance is evaluated on a fair value basis, in accordance with a documented risk management or investment strategy, and information about the Company is provided

internally on that basis to the entity’s

key management personnel, for

example the board of directors and Chief Executive Officer.

Aset keuangan FVTPL disajikan sebesar nilai wajar, keuntungan atau kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian bersih yang diakui dalam laporan laba rugi mencakup dividen atau bunga yang diperoleh dari aset keuangan. Nilai wajar ditentukan dengan cara seperti dijelaskan pada Catatan 3h.

Financial assets at FVTPL are stated at fair value, with any resultant gain or loss recognized in statements of income. The net gain or loss recognized in statements of income incorporates any dividend or interest earned on the financial asset. Fair value is determined in the manner described in Note 3h.

Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables

Kas dan setara kas, piutang sewa

pembiayaan, piutang pembiayaan

konsumen, tagihan anjak piutang dan piutang lain-lain dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di

pasar aktif diklasifikasi sebagai “pinjaman yang diberikan dan piutang”. Semua items, diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, kecuali piutang sewa pembiayaan, diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat

diatribusikan secara langsung dengan

perolehan aset keuangan dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Bunga diakui dengan suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunganya tidak material.

Cash and cash equivalents, finance lease

receivables, consumer financing

receivables, factoring receivables and other receivable that have fixed or determinable payments that are not quoted in an active

market are classified as “loans and receivables”. All items, classified as loans and receivables, except for finance lease receivables, are initially measured at fair value plus transaction cost that are directly attributable to acquisition of financial asset and subsequently measured at amortised cost using the effective interest method less impairment losses. Interest income is recognized by applying the effective interest rate method, except for short-term receivables when the recognition of interest would be immaterial.

Pengukuran awal dan selanjutnya dari piutang sewa pembiayaan dijelaskan pada Catatan 3l.

Initial and subsequent measurement of finance lease receivables is discussed in Note 3l.

Metode suku bunga efektif Effective interest method

Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya

perolehan diamortisasi dari instrumen

keuangan dan metode untuk

mengalokasikan pendapatan bunga atau biaya selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (termasuk seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal.

Gambar

Tabel berikut ini memberikan analisis dari nilai wajar aset dan liabilitas yang dikelompokkan ke Tingkat 1 sampai 3 didasarkan pada sejauh mana nilai wajar diamati
Tabel berikut menggambarkan rincian aset dan liabilitas keuangan Perusahaan yang dikelompokkan menurut mana yang lebih awal antara tanggal repricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual untuk melihat dampak perubahan tingkat suku bunga pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014:
Tabel berikut 2014.menunjukkan, dampak dari kemungkinan perubahan kurs mata uang Dollar Amerika Serikat terhadap Rupiah terhadap pendapatan sebelum pajak untuk tahun 2015 dan
Tabel di bawah menunjukkan kualitas kredit dari aset keuangan (tanpa cadangan kerugian penurunan nilai) pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014:
+2

Referensi

Dokumen terkait

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 1 Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.. Keuntungan revaluasi

Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya dan akumulasi revaluasi investasi AFS di ekuitas kecuali untuk

Pajak penghasilan terkait pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN TAHUN BERJALAN - NET PAJAK PENGHASILAN TERKAIT. Keuntungan revaluasi

Nilai tercatat aset tersebut berkurang melalui penggunaan akun penyisihan dan jumlah kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif

yang sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan akumulasi ekuitas dicatat seolah-olah Grup telah melepas secara langsung aset yang relevan yaitu direklasifikasi ke

Ketika aset dari entitas anak dinyatakan sebesar nilai revaluasi atau nilai wajar dan akumulasi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan

Ketika aset dari entitas anak dinyatakan sebesar nilai revaluasi atau nilai wajar dan akumulasi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan

Ketika aset dari entitas anak dinyatakan sebesar nilai revaluasi atau nilai wajar dan akumulasi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan