• Tidak ada hasil yang ditemukan

4 Materi Eko B Supriyanto Infobank

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "4 Materi Eko B Supriyanto Infobank"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

KREDIT PERBANKAN MASIH

SEPERTI LINGKARAN SETAN

(2)

Bagaimana memutus rantai pelemahan kredit & PDB

Bank Indonesia terus

memperkuat

koordinasi kebijakan

dengan Pemerintah

untuk mendukung

pertumbuhan ekonomi

yang berkelanjutan

melalui penguatan

stimulus pertumbuhan

dan percepatan

implementasi

reformasi struktural,

dengan tetap

memerhatikan

(3)

Infografis Kinerja Perbankan Juni 2016

Pertumbuhan Kredit (yoy) Porsi Kredit NPL Pertanian 20,09%;

6,38%

1,94%; -20 bps Pertambangan -14,47%;

2,88%

6,28%; 68 bps Industri Pengolahan 6,01%;

17,89%

3,85%; 16 bps Konstruksi 18,03%;

4,62%

4,55%; -29 bps Perdagangan Besar 7,90%;

19,67%

4,05%; -35 bps

Rumah Tangga 9,11%;

22,65%

1,75%; -12 bps

Kredit Sektoral

S.D. 3 A

GUSTUS

2015

Banking Condition Indicator

S.D. J

UNI

2016

S.D. 3 A

GUSTUS

2016

Perkembangan Likuiditas Perbankan

Rp3,983T -1,85% (mtm) -1,85% (ytd) 9,59% (yoy) Rp4.385T -0,64% (mtm) -0,64% (ytd) 6,79% (yoy) Rp4.168T 2,40% (mtm) 2,72% (ytd) 8,89% (yoy) Rp4.574T 1,47% (mtm) 3,66% (ytd) 5,90% (yoy) Pertumbuhan Kredit Pertumbuhan DPK 3,05%

NPL Gross

-6 bps

CAR

22,56% 15 bps

ROA

BOPO

82,23% -14 bps 5,59%

NIM

-1 bps 2,31% -3 bps Jun-16 Mei-16

22,41% 3,11%

82,36% 5,60% 2,34%

Rp4.070T 1,59% (mtm) 0,30% (ytd) 8,34% (yoy) Rp4.508T 0,67% (mtm) 2,16% (ytd) 6,53% (yoy)

Kondisi perbankan masih terjaga normal, dengan BCI membaik menjadi 1,02 dari 0,98 bulan sebelumnya seiring dengan

penurunan NPL, kenaikan indeks harga saham sektor keuangan, dan suku bunga PUAB yang relatif stabil .

Jun-16

Mei-16 Mei-16 Jun-16 Mei-16 Jun-16 Mei-16 Jun-16 Mei-16 Jun-16 Mei-16 Jun-16

Indikator PMK

Normal Des-15 Jun-16 19-Jul-16 03-Agu-16

Alat Likuid/

Non-Core

Deposit

(AL/NCD)*

> 50%

68,91% 76,43%

89,59%

95,87%

Posisi Devisa Neto (PDN)

< 20%

1,78%

1,74%

2,37%

2,03%

Loan-to-Deposit Ratio (LDR) < 94%

91,95% 91,19%

90,55%

89,96%

(4)
(5)

Transmisi jalur kredit masihlemah

Pertumbuhan kredit pada Agustus

16 kembali melambat menjadi 6,83% (yoy)

6.83%

8.71%

10.70%

16.16%

-11.76%

-6.94%

-15%

-10%

-5%

0%

5%

10%

15%

20%

25%

30%

35%

F e b -1 3 A p r -1 3 J u n -1 3 A u g -1 3 O c t -1 3 D e c -1 3 F e b -1 4 A p r -1 4 J u n -1 4 A u g -1 4 O c t -1 4 D e c -1 4 F e b -1 5 A p r -1 5 J u n -1 5 A u g -1 5 O c t -1 5 D e c -1 5 F e b -1 6 A p r -1 6 J u n -1 6 A u g -1 6

Kredit_Total

Kredit_Rp

Kredit_Valas (kurs berlaku)

Kredit_Valas (kurs konstan)

Pertumbuhan Kredit per Valuta (%,yoy)

Pertumbuhan Kredit per Jenis (%, yoy)

(6)

Kebijakan I s.d XIII.

•Percepatan penyediaan rumah masyarakat berpenghasilan

(7)

Pembiayaan ekonomi

oleh sektor swasta

sebagian besar (72%)

bersumber dari

perbankan, sedangkan

dari pasar modal masih

terbatas

Pasar keuangan : belum terdiversifikasi

19

Kebutuhan

Pembiayaan

Ekonomi

Kredit Bank

(71,98%)

Pembiayaan

Non-Bank

(28,02%)

DPK

Retail Funding

72% pendek

Securities

Instrument

1%

Capital

Inflows

Pertumbuhan

Ekonomi

Potensial

Equity

(11,3%)

Corporate

Bond

(11,04%)

Perusahaan

Pembiayaan

(5,64%)

Government

Sektor Swasta

(8)

BANK

TW II-16 Jul-16 Agust-16

 

mtm

 

(bps)

 

ytd

 

(bps)

BUKU 1

7,90

7,91

7,69

(22)

(97)

BUKU 2

7,63

7,55

7,24

(32)

(127)

BUKU 3

7,35

7,21

7,17

(4)

(122)

BUKU 4

6,51

6,39

6,31

(8)

(67)

Transmisi Suku Bunga terus berlangsung

Perkembangan Suku Bunga Deposito dan Kredit (%)

BANK

TW II-16 Jul-16 Agust-16

 

mtm

 

(bps)

 

ytd

 

(bps)

BUKU 1

14,54

14,53

14,41

(12)

(8)

BUKU 2

12,77

12,78

12,77

(1)

(47)

BUKU 3

13,10

13,06

12,97

(9)

(69)

(9)

Govt Bonds Yield & Deposit Rate (%)

14.00

12.00

10.00

8.00

1.73%

6.00

4.00

2.00

0.00

Govt Bond Yield: 1 Year

TD12M

O

ct

-0

8

M

a

y

-0

9

D

e

c-0

9

Ju

l-1

0

F

e

b

-1

1

S

e

p

-1

1

A

p

r-1

2

N

o

v

-1

2

Ju

n

-1

3

Ja

n

-1

4

A

u

g

-1

4

M

a

r-1

5

O

ct

-1

5

High Inflation

Demand terhadap

Deposit

Government Bonds

Yield

Cost of fund

4.8% - 5.4%

Time Deposit

7.9% - 9%

Government

Bond:

7.5% - 9%

Inflation:

4% - 6%

Saving Deposit

Dec 2015: Yield

= 8.17% TD12M

= 8.47%

Lending Rate: 12% - 14%

competing with:

Indonesia Interest Rates

(10)

Transmisi jalur kredit masihlemah

Pertumbuhan kredit pada Agustus

16 kembali melambat menjadi 6,83% (yoy)

6.83%

8.71%

10.70%

16.16%

-11.76%

-6.94%

-15%

-10%

-5%

0%

5%

10%

15%

20%

25%

30%

35%

F e b -1 3 A p r -1 3 J u n -1 3 A u g -1 3 O c t -1 3 D e c -1 3 F e b -1 4 A p r -1 4 J u n -1 4 A u g -1 4 O c t -1 4 D e c -1 4 F e b -1 5 A p r -1 5 J u n -1 5 A u g -1 5 O c t -1 5 D e c -1 5 F e b -1 6 A p r -1 6 J u n -1 6 A u g -1 6

Kredit_Total

Kredit_Rp

Kredit_Valas (kurs berlaku)

Kredit_Valas (kurs konstan)

Pertumbuhan Kredit per Valuta (%,yoy)

Pertumbuhan Kredit per Jenis (%, yoy)

(11)

Mungkinkah DPK rate turun ke 3% -

5%...

12-Month-Deposit Interest Rates of 118 Indonesian Banks (%)

10

9

8

7

6

5

4

3

2

1

0

Hanya

2 bank

di Indonesia yang memiliki deposit rate (12 months deposit)

kurang dari 5%. Dan ada 117 bank yang deposit ratenya di atas 5 persen

dengan sebagian besar atau rata-rata

7-8 persen

.

Sumber: Perbanas dan InfoBank Institute

116

bank

(12)

Perbandingan Suku Bunga di Indonesia, Malaysia, dan

Thailand

Ja n -0 9 S e p -0 9 Ma y -1 0 Ja n -1 1 S e p -1 1 Ma y -1 2 Ja n -1 3 S e p -1 3 Ma y -1 4 Ja n -1 5 S e p -1 5 Ja n -0 9 A u g -0 9 M ar -1 0 O ct -1 0 Ma y -1 1 D e c-1 1 Ju l-1 2 F e b -1 3 S e p -1 3 A p r-1 4 N o v -1 4 Ju n -1 5 Ja n -0 9 A u g -0 9 M ar -1 0 O ct -1 0 Ma y -1 1 D e c-1 1 Ju l-1 2 F e b -1 3 S e p -1 3 A p r-1 4 N o v -1 4 Ju n -1 5 Ja n -1 6

December 2015

Inflation Rate (%)

Deposit Rate (%)

Lending Rate (%)

Govt Securities Yield (%)

Indonesia 4% - 6%

7.99

12.46

8.93

Malaysia 2% - 3%

3.31

4.57

4.19

Thailand -1% - -0.5%

1.35

6.50

2.51

Indonesia Malaysia Thailand

15.00 15.00 15.00

10.00 10.00 10.00

5.00 5.00 5.00

0.00 0.00 0.00

(13)

Struktur DPK,

Bank BUKU 1,2 Dananya Mahal

(14)
(15)
(16)

Uraian

APBN P 2015

APBN P 2016

RAPBN 2017

Kesepakatan

Pertumbuhan ekonomi yoy (%)

5,70

5,20

5,30

5,10

Inflasi yoy (%)

5,00

4,00

4,00

4,00

Suku bunga SPN 3 bulan (%)

6,20

5,50

5,30

5,30

Nilai tukar (Rp/US$)

12.500

13.500

13.300

13.300

Harga minyak (US$/barel)

60

40

45

45

Lifting minyak (ribu barel per hari)

825

820

780

815

Lifting gas (ribu barel setara minyak per hari)

1.221

1.150

1.150

1.150

Uraian

APBN P 2015

APBN P 2016

RAPBN 2017

Pembahasan*

Pendapatan Negara

1.761,64

1.786,20

1.737,63

1.750,30

a. Perpajakan

1.489,26

1.539,20

1.495,89

1.498,90

b. PNBP

269,08

245,10

240,36

250,00

Belanja Negara

1.984,15

2.082,90

2.070,47

2.080,50

Belanja Pusat

1.319,55

1.306,70

1.310,40

1.289,72

i. Belanja K/L

795,48

767,80

758,40

737,62

ii. Belanja non K/L

524,07

538,90

552,10

552,10

Transfer ke daerah dan dana desa

664,60

776,30

760,00

760,00

i. Transfer ke daerah

643,83

729,30

700,00

700,00

ii. Dana Desa

20,77

47,00

60,00

60,00

Keseimbangan Primer

-66,78

-105,50

-111,40

-111,40

Pembiayaan Anggaran

222,51

296,70

332,80

330,20

Utang

279,40

371,60

389,00

389,00

Defisit

-222,51

-296,70

-332,80

-330,20

Keterangan:

*): hasil pembahasan sementara antara pemerintah dan Banggar DPR.

Sumber: Kemenkeu.

Perkembangan Asumsi Dasar Makro

(17)

2012

2013

2014

2015

Jun-16

49.818

59.176

68.309

74.737

79.675

Jun-15

Jun-16

73.694

79.675

Jun-15

Jun-16

94.195

105.860

2012

2013

2014

2015

Jun-16

67.397

77.376

89.856

101.708

105.860

Kinerja Industri BPR

(Aset dan KYD)

13,19%

9,41%

12,38%

6,61%

15,43%

16,13%

14,81%

4,08%

Pertumbuhan Aset (Rp Milyar)

Pertumbuhan KYD (Rp Milyar)

(18)

Sumber : Statistik BPR Konvensional (www.bi.go.id)

Page 7

Kinerja Industri BPR

Rasio Keuangan

Indikator

2012

2013

2014

2015

Juni 2016

LDR (%)

78,63

84,26

79,4

76,7

79,83

ROA (%)

3,46

3,38

2,99

2,69

2,61

ROE (%)

32,63

31,71

27,95

24,58

23,25

CAR (%)

27,55

28,48

28,02

28,99

29,69

BOPO (%)

77,77

77,65

80,3

81,77

82,42

(19)

KINERJA PENJAMINAN KUR PER SEKTOR PERIODE 1 JANUARI

30 SEPTEMBER 2016

(20)

REALISASI KUR NASIONAL s.d. 30 SEPTEMBER 2016

(21)

PERAN STRATEGIS BPR, PERLU DIDORONG

BPR berperan strategis dalam memperbaiki fungsi

intermediasi perbankan nasional

BPR memberikan akses keuangan lebih luas kepada UMKM

baik secara formal/informal dan masyarakat setempat

Mendukung pemberdayaan kekuatan ekonomi lokal

Perkembangan BPR cukup baik

jumlah kantor, total asset,

penghimpunan dana maupun penyaluran kredit

Keadaan BPR yang beragam : modal inti, total aset, modal

disetor perlu supervisi yang memadai

Untuk memperkuat daya saing, BPR dituntut untuk dapat

(22)

CUSTOMER

CHANGE

MARKET

CHANGE

TECHNOLOGY

CHANGE

COMPETITION

LANDSCAPE

CHANGE

DUNIA SUDAH BERUBAH,TEKNOLOGI BERUBAH,

(23)

Referensi

Dokumen terkait

Model perekonomian diman pelaku kegiatan ekonomi terdiri dari empat sektor yaitu:.. Rumah tangga

Pembiayaan kesehatan pada masa ini tidak lagi sepenuhnya bersumber dari anggaran pemerintah tetapi juga mulai dilakukan oleh sektor swasta yang ditandai dengan meningkatnya

Selain pendanaan yang diperoleh dari sektor perbankan, pasar modal pada Bursa Efek Indonesia dapat menjadi alternatif pendanaan bagi semua sektor perusahaan di Indonesia

Pinjaman daerah yang bersumber dari masyarakat dan diterbitkan melalui pasar modal domestik dengan menggunakan mata uang rupiahB. Pinjaman daerah yang bersumber dari masyarakat

Bisnis.com merupakan portal yang kuat dalam menyajikan berita dan informasi seputar ekonomi, pasar modal, keuangan dan perbankan, industri dan sektor riil, serta mampu

Perbedaan sektor publik dengan sektor swasta dapat dilihat dari sumber pendanaan organisasi atau dalam istilah manajemen keuangan disebut struktur modal atau

menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada kurun waktu tersebut terutama terjadi atau bersumber dari sektor-sektor yang cenderung padat modal..  Kurangnya

Sedangkan untuk pembiayaan kesehatan bersumber masyarakat dapat dilihat dari kontribusi sektor kesehatan terhadap PAD yang sebenarnya berasal dari dana masyarakat melalui