1 P U T U S A N
Perkara Nomor 06/KPPU-L/2010
Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia selanjutnya disebut Komisi yang memeriksa dugaan pelanggaran terhadap Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat selanjutnya disebut Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 dalam Tender Lanjutan Pembangunan Gedung Setwan Kabupaten Mukomuko Tahun Anggaran 2009, yang dilakukan oleh: --- 1. PT Putra Sami Jaya, dengan alamat kantor di Jl. Cendrawasih No. 03 Singkawang, Kalimantan Barat, selanjutnya disebut Terlapor I; --- 2. PT. Bunga Tanjung Raya, dengan alamat kantor di Jl. Dukuh V No. 4 Kramat Jati, Jakarta Timur, selanjutnya disebut Terlapor II; --- 3. Panitia Pengadaan Barang/Jasa Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mukomuko Pekerjaan Lanjutan Pembangunan Gedung Kantor Setwan Sumber Dana APBD Tahun Anggaran 2009, dengan alamat kantor di Jl. Bandar Baru Komplek Perkantoran Kabupaten Mukomuko, Propinsi Bengkulu, selanjutnya disebut Terlapor III; --- telah mengambil Putusan sebagai berikut: --- Majelis Komisi:--- Setelah membaca surat-surat dan dokumen-dokumen dalam perkara ini; --- Setelah membaca keterangan para Terlapor; --- Setelah membaca keterangan para Saksi; --- Setelah membaca Laporan Hasil Pemeriksaan Pendahuluan; --- Setelah membaca Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan; --- Setelah membaca Berita Acara Pemeriksaan (selanjutnya disebut BAP); --- Setelah membaca Pembelaan/Tanggapan para Terlapor; ---
TENTANG DUDUK PERKARA
9/09
3 12.1 Obyek Tender
Obyek perkara ini adalah Tender Lanjutan Pembangunan Gedung Setwan Kabupaten Mukomuko Tahun Anggaran 2009 dengan nilai tender Rp 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah) dengan sumber dana berasal dari APBD Kabupaten Mukomuko Tahun Anggaran 2009.
12.2 Kronologis Tender
12.2.1 Pelelangan ulang pekerjaan lanjutan pembangunan Gedung Kantor Setwan dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2009 melalui pengumuman nomor 01/P2BJ/PU-CK/V/MM/2009 pada Surat Kabar Rakyat Bengkulu;
12.2.2 Pendaftaran dilaksanakan pada tanggal 01 – 09 Juni 2009, dalam kurun waktu tersebut terdaftar 39 perusahaan sebagai peserta pelelangan, dan hanya 10 perusahaan yang mengambil dokumen lelang beserta undangan lelang;
12.2.3 Pada tanggal 12 Juni 2009, pemasukan dokumen penawaran peserta tender. Panitia melaksanakan pembukaan dokumen penawaran terhadap 7 (tujuh) dokumen penawaran yang diterima Panitia dari para peserta tender, berikut merupakan rekapitulasi hasil pembukaan surat penawaran:
No. Nama Perusahaan Harga Penawaran Keterangan
1. PT Asdam Jaya 9.436.525.000 Sah
2. PT Tirta Karya Sakti 9.687.000.000 Sah
3. PT Putra Sami Jaya 9.850.000.000 Sah
4. PT Pagar Alam Perkasa 9.887.130.000 Sah 5. PT Bunga Tanjung Raya 9.900.000.000 Sah 6. PT Putra Hari Mandiri 9.922.000.000 Sah 7. PT Bengkulu Bakti Persada 9.965.000.000 Sah
12.2.4 Pada tanggal 16 Juni 2009 Panitia melaksanakan evaluasi dokumen penawaran para peserta dengan hasil sebagai berikut:
12.2.4.1. Evaluasi Administrasi
No. Nama Perusahaan Hasil Evaluasi Keterangan 1. PT Asdam Jaya - Jangka waktu pelaksanaan
pekerjaan 180 hari kalender (melebihi jangka waktu
Tidak Memenuhi
9/09 maksimum 163 hari kalender); - Isi Jaminan penawaran tidak
sesuai dengan Dokumen Lelang;
- Pada isian penilaian kualifikasi butir 2 berbunyi: perusahaan 2. PT Tirta Karya Sakti Terjadi kesalahan pada surat
penawaran yaitu penulisan angka
No. Nama Perusahaan Hasil Evaluasi Keterangan 1. PT Asdam Jaya Metode Pelaksanaan tidak
5
3. PT Putra Sami Jaya - Memenuhi
Syarat 4. PT Pagar Alam
Perkasa
- Memenuhi
Syarat 5. PT Bunga Tanjung
Raya
- Memenuhi
Syarat
6. PT Putra Hari Mandiri - Memenuhi
Syarat 7. PT Bengkulu Bakti
Persada
- Memenuhi
Syarat
12.2.4.3. Evaluasi Kewajaran Harga
No. Nama Perusahaan Harga Penawaran Keterangan
1. PT Asdam Jaya 9.436.525.000 Wajar
2. PT Tirta Karya Sakti 9.687.000.000 Wajar 3. PT Putra Sami Jaya 9.850.000.000 Wajar 4. PT Pagar Alam Perkasa 9.887.130.000 Wajar 5. PT Bunga Tanjung Raya 9.900.000.000 Wajar 6. PT Putra Hari Mandiri 9.922.000.000 Wajar 7. PT Bengkulu Bakti
Persada
9.965.000.000 Wajar
12.2.4.4. Penilaian Kualifikasi
No. Nama Perusahaan Keterangan
1. PT Asdam Jaya Memenuhi Kualifikasi
2. PT Tirta Karya Sakti Memenuhi Kualifikasi 3. PT Putra Sami Jaya Memenuhi Kualifikasi 4. PT Pagar Alam Perkasa Memenuhi Kualifikasi 5. PT Bunga Tanjung Raya Memenuhi Kualifikasi 6. PT Putra Hari Mandiri Memenuhi Kualifikasi 7. PT Bengkulu Bakti
Persada
Memenuhi Kualifikasi
9/09
yang pada pokoknya mengusulkan penetapan pemenang sebagai berikut:
No. Nama Perusahaan Harga Penawaran
Keterangan
1. PT Putra Sami Jaya 9.850.066.000 Calon Pemenang I 2. PT Pagar Alam Perkasa 9.887.130.000 Calon Pemenang II 3. PT Bunga Tanjung Raya 9.900.000.000 Calon Pemenang
III
12.2.6 Tanggal 19 Juni 2009 Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan menetapkan pemenang lelang melalui surat nomor 22/KPA-CK/PU-MM/2009 dengan ketetapan pemenang sebagaimana disusulkan oleh Panitia Lelang;
12.2.7 Tanggal 20 Juni 2009 Panitia mengumumkan pemenang pelelangan melalui surat nomor 08/P2BJ/PU-CK/VI/MM/2009 dengan data pemenang sebagaimana ditetapkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan.
12.3 Tentang evaluasi dokumen penawaran
12.3.1 Panitia Tender dalam melakukan evaluasi administrasi, teknis dan harga terhadap 7 (tujuh) peserta tender dilakukan dengan sistem gugur. Setiap peserta yang tidak lolos tahapan administrasi tidak dilanjutkan untuk evaluasi teknis dan harga.
12.3.2 Dokumen Formulir Isian Penilaian kualifikasi milik PT Putra Sami Jaya tidak terdapat materai dan cap perusahaan pada tanda tangan Direktur Utama.
12.3.3 Berdasarkan RKS dicantumkan salah satu hal yang dapat menggugurkan yaitu penawaran dan pernyataan-pernyataan tidak bermaterai dan tidak bertanggal.
12.3.4 Dengan tidak lengkapnya dokumen milik PT Putra Sami Jaya seharusnya PT Putra Sami Jaya tidak lolos evaluasi administrasi. PT Putra Sami Jaya oleh Panitia Tender tetap diloloskan dan kemudian menjadi pemenang tender.
7 12.4 Tentang Kesamaan dokumen
12.4.1 Bahwa terdapat kesamaan dokumen diantara PT Putra Sami Jaya dengan PT Bunga Tanjung Raya pada:
12.4.1.1. Adanya kesamaan No. Telepon yang dicantumkan pada Surat Pernyataan Minat untuk mengikuti Pengadaan yaitu 021-8413138;
12.4.1.2. Adanya kesalahan pengetikan pada dokumen Surat Pernyatan Kebenaran Data/Dokumen, Formulir Isian Penilaian Kualifikasi dan Surat Keterangan Dukungan Keuangan dari Bank.
12.4.1.3. Adanya kemiripan format Rencana Anggaran Biaya (RAB).
12.4.2 Adanya kesamaan penulisan Rencana Anggaran Biaya (RAB) PT Putra Sami Jaya terhadap bentuk huruf dan format dengan dokumen RKS milik Panitia Tender. Kesamaan penulisan ini tidak terjadi pada peserta tender lainnya.
12.4.3 Adanya kesamaan dan persesuaian dokumen antara PT Putra Sami Jaya dan PT Bunga Tanjung Raya dikarenakan dokumen penawaran PT Putra Sami Jaya dan PT Bunga Tanjung Raya disusun oleh orang yang sama yaitu Saudara Fauzi.
12.4.4 PT Putra Sami Jaya menyatakan bila dalam menyusun dokumen penawaran meminta Saudara Fauzi karena adanya keterbatasan fasilitas teknologi guna menangani hal-hal yang berkaitan dengan administrasi. (vide bukti B26);--- 12.5 Tentang Peminjaman Perusahaan
12.5.1 PT Putra Sami Jaya dalam mengikuti tender perkara ini diwakili oleh Saudara Dede Suharlan. Dede Suherlan meminjam PT Putra Sami Jaya untuk mengikuti tender ini karena tidak memiliki perusahaan yang
memiliki kualifikasi yang dibutuhkan dalam tender ini. (vide bukti B26); ---
9/09
menjadi Direktur PT Putra Sami Jaya. Untuk melaksanakan proyek tersebut Direktur Utama telah memberikan kuasa direktur khusus untuk pengerjaan Lanjutan Pembangunan Gedung Sekretariat Dewan Kabupaten Muko-Muko. (vide bukti B26);--- 12.5.4 Dengan telah dipersiapakannya surat kuasa dan perubahan pengurus
perusahaan PT Putra Sami Jaya sebelum jadwal pembukaan dokumen penawaran, menunjukkan PT Putra Sami Jaya sudah mengetahui akan menjadi pemenang dalam tender ini.
12.6 Analisis Fakta
12.6.1 Persekongkolan Horizontal
12.6.1.1. Adanya kesamaan kesalahan pengetikan, kesamaan nomor telepon dan kemiripan format Rencana Anggaran Biaya antara PT Putra Sami Jaya dengan PT Bunga Tanjung Raya menunjukan dokumen penawaran tersebut disusun oleh orang yang sama.
12.6.1.2. Adanya peminjaman perusahaan dan kesamaan dokumen antara PT Putra Sami Jaya dan PT Bunga Tanjung Raya menunjukkan indikasi adanya kerjasama dalam mengikuti tender perkara ini dalam rangka memenangkan PT Putra Sami Jaya.
12.6.2 Persekongkolan Vertikal
12.6.2.1. Dalam melakukan evaluasi administrasi, teknis dan harga, Panitia tender tidak melakukan evaluasi dokumen penawaran PT Putra Sami Jaya sebagaimana dipersyaratkan dalam Rencana Kerja dan Syarat (RKS). 12.6.2.2. Bahwa Panitia Tender tetap meloloskan PT Putra Sami
Jaya dalam tahapan evaluasi administrasi meskipun dokumen Daftar isian Kualifikasi PT Putra Sami Jaya tidak bermaterai dan bertanggal.
12.6.2.3. Bahwa adanya kesamaan penulisan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) PT Putra Sami Jaya dengan dokumen milik Panitia Tender meskipun tidak terjadi pada peserta tender lain, menunjukkan adanya kedekatan antara PT Putra Sami Jaya dengan Panitia Tender.
9 Tender menfasilitasi PT Putra Sami Jaya menjadi pemenang tender.
12.7 Kesimpulan
Berdasarkan analisis terhadap fakta-fakta dan alat bukti serta dokumen-dokumen yang diperoleh selama pemeriksaan, Tim Pemeriksa berkesimpulan terdapat bukti yang cukup terjadinya pelanggaran Pasal 22 Undang-undang No. 5 Tahun 1999 pada Tender Lanjutan Pembangunan Gedung Setwan Kabupaten Mukomuko Tahun Anggaran 2009.
9/09
17.2 Bahwa tidak benar adanya persekongkolan antara PT Putra Sami Jaya dengan Pihak Panitia Tender Lanjutan Pembangunan Gedung Setwan Kabupaten Mukomuko Tahun Anggaran 2009, tidak gugurnya PT Putra Sami Jaya pada tahap tender itu semata-mata bukan karena persekongkolan, tetapi karena ketidaktelitian pihak Panitia dalam memeriksa dokumen tender tersebut.
18.Menimbang pada tanggal 27 Agustus 2010, Terlapor II menyampaikan secara tertulis Pembelaannya terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan Lanjutan, yang pada pokoknya menyatakan sebagai berikut (vide bukti A 66); --- 18.1 PT Bunga Tanjung Raya Tidak pernah bersinggungan atau mengatur kerjasama
dengan PT Putra Sami Jaya dalam penyusunan dokumen.
18.2 PT Bunga Tanjung Raya membayar jasa pengetikan dan penyusunan dokumen kepada pihak ketiga (Saudara Fauzi).
18.3 Dalam tender ulang waktu yg diberikan sangat singkat sehingga bila terjadi kesamaan dokumen dikarenakan isi dari dokumen merupakan baku / aturan dari panitia lelang. PT Bunga Tanjung Raya hanya merubah isi format profile perusahaan dan harga penawaran.
18.4 PT Bunga Tanjung Raya pada Tender Lanjutan Pembangunan Gedung Setwan Kabupaten Mukomuko Tahun Anggaran 2009 tidak pernah mengatur kerjasama baik kepada peserta tender maupun kepada panitia untuk memenangkan pihak tertentu adapun PT Putra Sami Jaya sebagai pemenang murni keputusan panitia lelang.
19.Menimbang bahwa selanjutnya Majelis Komisi menilai telah mempunyai bukti dan penilaian yang cukup untuk mengambil keputusan; ---
TENTANG HUKUM
11 1.1.2. Bahwa Terlapor II adalah badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta Nomor 14 tanggal 2 Februari 1982 yang dibuat oleh Notaris Ny. Siti Marjami Soepangat, S.H. di Jakarta dan perubahan terakhir dengan Akta No. 54 tanggal 5 Juni 2009 yang dibuat oleh Notaris Deni Yohanes, S.H. di Bengkulu, dengan kegiatan usaha antara lain di bidang jasa pelaksana konstruksi. Dalam prakteknya, Terlapor II mengikuti Tender Lanjutan Pembangunan Gedung Setwan Kabupaten Mukomuko Tahun Anggaran 2009; --- 1.1.3. Bahwa Terlapor III adalah Panitia Pengadaan Barang/jasa Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mukomuko Tahun Anggaran 2009 yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mukomuko No. 12 Tahun 2009 tanggal 14 maret 2009 dengan susunan keanggotaan sebagai berikut : ---
No Nama Jabatan
1 Henderi Kusuma, S.T. Ketua
2 Apriadi, Amd. Sekretaris
3 Yosetia Persada, ST Anggota
4 Idhamsyah Anggota
5 Muslim, S.T. Anggota
6 Lisman Hamid Anggota
7 Harianto, S.T. Anggota
1.1.4. Bahwa Majelis Komisi menilai Terlapor III bukan merupakan pelaku usaha sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 1 angka 5 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999; --- 1.1.5. Bahwa Majelis Komisi menyimpulkan Terlapor I dan Terlapor II merupakan pelaku usaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 angka 5 Undang-undang No. 5 Tahun 1999; --- 1.2. Tentang Obyek Tender; --- 1.2.1. Bahwa berdasarkan LHPL, obyek tender dalam perkara ini adalah Tender Lanjutan Pembangunan Gedung Setwan Kabupaten Mukomuko Tahun Anggaran 2009; ---
1.2.2. Bahwa nilai pagu anggaran dalam tender tersebut adalah sebesar Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) dengan sumber dana dari
APBD Kabupaten Mukomuko ; --- 1.2.3. Bahwa Terlapor III mengusulkan untuk dilakukan tender ulang
9/09
1.2.4. Bahwa Majelis Komisi menilai tindakan Terlapor III yang mengusulkan dilakukan tender ulang merupakan upaya untuk mencari pemenang tender yang memenuhi kualifikasi; --- 1.2.5. Bahwa Majelis Komisi menyimpulkan tindakan Terlapor III yang mengusulkan dilakukan tender ulang telah tepat dan mengikuti prosedur pelaksanaan tender; --- 1.3. Tentang Evaluasi Dokumen Penawaran; ---
1.3.1. Bahwa berdasarkan LHPL dinyatakan, Terlapor III tidak menggugurkan Terlapor I meskipun ada ketidaksesuaian dokumen sebagaimana dipersyaratkan dalam Rencana Kerja dan Syarat (RKS). Akibat dari tindakan Terlapor III tersebut mengakibatkan Terlapor I lulus dalam evaluasi administrasi, teknis dan harga sehingga menjadi pemenang tender perkara a quo. Dengan demikian Terlapor III telah menfasilitasi Terlapor I menjadi pemenang tender; --- 1.3.2. Bahwa Terlapor III menyatakan evaluasi terhadap dokumen penawaram peserta tender yang tidak dilakukan sesuai dengan Rencana Kerja dan Syarat (RKS) karena kurangnya pengetahuan dalam proses tender; --- 1.3.3. Bahwa dalam pembelaannya, Terlapor I menyatakan tidak gugurnya PT Putra Sami Jaya pada tahap tender itu semata-mata bukan karena persekongkolan, tetapi karena ketidaktelitian pihak Panitia dalam memeriksa dokumen tender tersebut; --- 1.3.4. Bahwa Majelis Komisi menilai tindakan Terlapor III dalam melakukan evaluasi dokumen penawaran tidak mengikuti ketentuan dan prosedur yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat (RKS) berikut Addendum perubahannya telah menguntungkan Terlapor III; --- 1.3.5. Bahwa Majelis Komisi menilai seharusnya Terlapor III menggugurkan Terlapor I karena ketidaklengkapan dokumen penawaran yang dipersyaratkan sesuai RKS; --- 1.3.6. Bahwa Majelis Komisi menyimpulkan Terlapor III telah lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai Panitia Tender sehingga menguntungkan Terlapor I menjadi pemenang tender.
13 1.4.3. Bahwa Terlapor I dalam pembelaannya menyatakan Terlapor I maupun Terlapor II memakai jasa pembuatan dan pengetikan pada pihak dan atau orang yang sama, kesamaan/persesuaian Dokumen Penawaran tersebut di atas adalah disebabkan karena faktor kekeliruan dari pada orang yang menerima order jasa pembuatan dan atau pengetikan dokumen penawaran (human error); --- 1.4.4. Bahwa Terlapor I dalam pembelaannya melampirkan Surat Pernyataan yang menyatakan Saudara Fauzi Maulana adalah pihak penyusun Dokumen Penawaran Terlapor I dan Terlapor II; --- 1.4.5. Bahwa Terlapor II dalam pembelaannya menyatakan, dalam membuat dan menyusun dokumen penawaran membayar jasa pengetikan dan penyusunan dokumen kepada pihak ketiga (Saudara Fauzi); --- 1.4.6. Bahwa Majelis Komisi menilai kesamaan dokumen penawaran antara Terlapor I dan Terlapor II seharusnya tidak perlu terjadi bila penyusunan dokumen dilakukan oleh masing-masing peserta. Dengan dikerjakan oleh orang sama maka mengakibatkan adanya informasi dari satu peserta tender dapat diketahui oleh peserta lainnya; --- 1.4.7. Bahwa Majelis Komisi menilai Surat Pernyataan Saudara Fauzi Maulana yang disampaikan oleh Terlapor I harus dikesampingkan karena yang bersangkutan tidak pernah hadir memenuhi panggilan Tim Pemeriksa untuk memberikan keterangan; --- 1.4.8. Bahwa Majelis Komisi menyimpulkan Terlapor I dan Terlapor II secara
9/09
1.5.5. Bahwa Majelis Komisi menilai Terlapor I sebelum proses pembukaan dokumen penawaran telah mengubah komposisi pengurus perusahaan, menunjukkan Terlapor I telah mempersiapkan secara matang segala dokumen yang diperlukan sebagai pemenang tender perkara a quo; --- 1.5.6. Bahwa Majelis Komisi menyimpulkan Terlapor I yang melakukan perubahan pengurus perusahaan Terlapor I sebelum pengumuman pemenang menunjukkan Terlapor I telah mengetahui akan menjadi pemenang tender perkara a quo; --- 2. Menimbang bahwa Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 menyatakan
“Pelaku usaha dilarang bersekongkol dengan pihak lain untuk mengatur dan atau menentukan pemenang tender sehingga dapat mengakibatkan terjadinya persaingan
usaha tidak sehat”; ---
3. Menimbang bahwa untuk membuktikan terjadi atau tidak terjadinya pelanggaran Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999, maka Majelis Komisi mempertimbangkan unsur-unsur dalam Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 sebagai berikut: --- 3.1. Pelaku Usaha;
3.1.1. Bahwa yang dimaksud pelaku usaha berdasarkan Pasal 1 angka 5 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 adalah orang perorangan atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum yang
didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah
hukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-sama
melalui perjanjian, menyelenggarakan berbagai kegiatan usaha dalam
bidang ekonomi; ---
3.1.2. Bahwa pelaku usaha yang dimaksud dalam perkara ini adalah Terlapor I dan Terlapor II sebagaimana dinyatakan dalam butir 1.1.5
Bagian Tentang Hukum; --- 3.1.3. Bahwa dengan demikian, unsur pelaku usaha terpenuhi; --- 3.2. Bersekongkol Dengan Pihak Lain Untuk Mengatur Dan Atau Menentukan Pemenang Tender; --- 3.2.1. Bahwa yang dimaksud dengan bersekongkol berdasarkan Pedoman Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 adalah kerja sama yang dilakukan oleh pelaku usaha dengan pihak lain atas inisiatif siapapun dan
15 yang terkait dengan tender tersebut (dalam hal ini adalah Terlapor III selaku Panitia Tender); --- 3.2.3. Bahwa berdasarkan Pedoman Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999, persekongkolan dapat terjadi dalam 3 (tiga) bentuk, yaitu: --- 3.2.3.1. persekongkolan horizontal adalah persekongkolan yang terjadi
antara pelaku usaha atau penyedia barang dan jasa dengan sesama pelaku usaha atau penyedia barang dan jasa pesaingnya; 3.2.3.2. persekongkolan vertikal adalah persekongkolan yang terjadi antara salah satu atau beberapa pelaku usaha atau penyedia barang dan jasa dengan panitia tender atau panitia lelang atau pengguna barang dan jasa atau pemilik atau pemberi pekerjaan; 3.2.3.3. gabungan dari persekongkolan horizontal dan vertikal adalah persekongkolan antara panitia tender atau panitia lelang atau pengguna barang dan jasa atau pemilik atau pemberi pekerjaan dengan sesama pelaku usaha atau penyedia barang dan jasa; --- 3.2.4. Bahwa berdasarkan bentuk-bentuk persekongkolan tersebut, maka Majelis Komisi menilai adanya persekongkolan horisontal yang dilakukan antara Terlapor I dan Terlapor II dengan cara menyerahkan penyusunan dokumen penawaran kepada orang yang sama sebagaimana telah diuraikan pada butir 1.4 Bagian Tentang Hukum; --- 3.2.5. Bahwa Majelis Komisi menilai penyusunan dokumen penawaran
9/09
adalah persaingan antara pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan produksi dan/atau pemasaran barang dan atau jasa yang dilakukan dengan cara tidak jujur atau melawan hukum atau menghambat persaingan usaha; 3.3.2. Bahwa tindakan persekongkolan yang dilakukan oleh Terlapor I, Terlapor II dan Terlapor III pada Tender perkara a quo sebagaimana diuraikan pada butir 3.2 Bagian Tentang Hukum merupakan tindakan tidak jujur dan melawan hukum yang mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat; -- 3.3.3. Bahwa dengan demikian, unsur persaingan usaha tidak sehat terpenuhi; -- 4. Menimbang bahwa dengan tindakan Terlapor I dan Terlapor II yang melakukan kerjasama dalam mengikuti tender perkara aquo, merupakan perbuatan melawan hukum dan mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat. Majelis Komisi mempertimbangkan untuk memberikan unsur penjera kepada Terlapor I dan Terlapor II; --- 5. Menimbang bahwa sebagaimana tugas Komisi yang dimaksud dalam Pasal 35 huruf e Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999, Majelis Komisi merekomendasikan kepada Komisi untuk memberikan saran dan pertimbangan kepada Pemerintah dan pihak terkait, sebagai berikut: --- 5.1. Meminta kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mukomuko untuk memberikan sanksi kepada Panitia Tender karena tidak menjalankan proses tender dengan benar; --- 5.2. Memberikan saran kepada Bupati Mukomuko untuk menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mukomuko berikut instransi di bawahnya agar melaksanakan aturan tender sesuai ketentuan yang berlaku dengan memperhatikan prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat; --- 6. Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, maka mengingat Pasal 43 ayat (3) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999, Majelis Komisi: ---
MEMUTUSKAN
17 3. Menghukum Terlapor II membayar denda sebesar Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) yang harus disetorkan ke Kas Negara sebagai setoran pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha, Satuan Kerja Komisi Pengawas Persaingan Usaha melalui bank Pemerintah dengan kode penerimaan 423755 (Pendapatan Denda Pelanggaran di Bidang Persaingan Usaha); ---
Demikian putusan ini ditetapkan melalui musyawarah dalam Sidang Majelis Komisi pada hari Jumat, tanggal 3 September 2010 dan dibacakan di muka persidangan yang dinyatakan terbuka untuk umum pada hari yang sama oleh Majelis Komisi yang terdiri dari Dr. Yoyo Arifardhani, S.H., M.M. LL.M. sebagai Ketua Majelis, Ir. H. Tadjuddin Noer Said dan Dr. A.M. Tri Anggraini, S.H., M.H., masing-masing sebagai Anggota Majelis, dengan dibantu oleh Akbar Hariyadi, S.H. dan Redho’an Oscar P. S.E. sebagai Panitera. ---
Ketua Majelis,ttd. tt Ttd.
Dr. Yoyo Arifardhani, S.H., M.M. LL.M.. Anggota Majelis,
t.t tt Ttd..d.
Dr. A.M. Tri Anggraini, S.H., M.H.
Anggota Majelis, t.t tt Ttd..d.
Ir. H. Tadjuddin Noer Said Panitera,
Ttd. tt Ttd.
Akbar Hariyadi, S.H. Redho’an Oscar P., S.E. Disalin sesuai dengan aslinya
SEKRETARIAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA Plt. Sekretaris Jenderal