PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT
SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT
LAP OR A N A KUN TAB I LI TAS KI NER J A I NS TA NS I P EM ER I NT AH
B I R O UM U M
KATA PENGANTAR
LAKIP Biro Umum Tahun 2015 ini disusun sebagai salah satu wujud
pertanggungjawaban atas keberhasilan/kegagalan pencapaian Sasaran Strategis yang dibebankan kepada Biro Umum. LAKIP ini disusun sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistim Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan mempedomani Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014
tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
LAKIP sebagai salah satu alat penilai keberhasilan/kegagalan kinerja merupakan
wujud transparansi penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Selain itu, LAKIP juga bermanfaat bagi evaluasi internal sebagai umpan balik (feedback) dalam rangka memperbaiki kinerja organisasi yang lebih komprehensif.
Sesuai dengan tugas pokoknya, Biro Umum berperan sebagai unit pendukung
(supporting unit) peningkatan kinerja dan kelancaran kegiatan pemerintah daerah secara berdaya guna dan berhasil guna. Peran tersebut diantaranya diselenggarakan melalui pelayanan dibidang kerumahtanggaan, seperti pelayanan pemakaian/peminjaman fasilitas kedinasan, penyediaan kendaraan dinas, ruang
pertemuan dan persandian. Dibidang ketatausahaan disediakan pelayanan kesekretariatan seperti pelayanan surat masuk dan sekretaris pimpinan. Dibidang keuangan Biro Umum melayani keuangan Sekretariat Daerah seperti layanan penerbitan SPM. Dan ada pelayanan dibidang keprotokolan seperti pelayanan
acara dan penyambutan tamu pemerintah daerah/VIP.
Demikian LAKIP Biro Umum Tahun 2015 ini disusun agar setiap pemangku kepent-ingan mendapatkan informasi yang jelas dan transparan mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi Biro Umum dalam mewujudkan visi dan misi yang telah
ditetap-kan.
Padang, Januari 2016
Kepala Biro Umum,
KATA PENGANTAR
iDAFTAR ISI
iiDAFTAR TABEL
iiiDAFTAR GAMBAR
iRINGKASAN EKSEKUTIF
- iBAB I
PENDAHULUAN
-Ga bara U u Orga isasi Tugas, Fu gsi da Uraia Tugas Struktur Orga isasi
Perso il, Sara a da Prasara a, da Keua ga Isu-isu Strategis
Siste aika Lapora
BAB II
PERENCANAAN KINERJA
-Re isi Perja jia Ki erja Tahu Perja jia Ki erja Tahu
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
-Metodologi Pe gukura Capaia Target Ki erja Hasil Pe gukura Ki erja
Capaia Ki erja Biro U u Realisasi A ggara
BAB IV
PENUTUP
Tabel . . Ju lah SDM PNS Berdasarka Pe didika
Tabel . . Ju lah SDM Berdasarka Je is Kepega aia
Tabel . . Ju lah SDM PNS Berdasarka Golo ga
Tabel . . Ju lah Sara a da Prasara a Pada Biro U u
Tabel . . Tujua , Sasara da I dikator Ki erja Setelah Re isi
Tabel . . Tujua , Sasara da I dikator Ki erja Sebelu Re isi
Tabel . . Perja jia Ki erja Biro U u TA.
Tabel . . Kriteria Pe ilaia Capaia Ki erja
Tabel . . Hasil Pe gukura Ki erja Perja jia Ki erja Biro U u Tahu
Tabel . . Capaia I dikator Ki erja Sasara Strategis Tabel . . Realisasi da Capaia Ki erja I dikator Ki erja .
Tabel . . Capaia I dikator Ki erja Sasara Strategis Tabel . . Realisasi da Capaia Ki erja I dikator Ki erja . Tabel . . Capaia I dikator Ki erja Sasara Strategis
Tabel . . Realisasi da Capaia Ki erja I dikator Ki erja . Tabel . . Capaia I dikator Ki erja Sasara Strategis Tabel . . Realisasi da Capaia Ki erja I dikator Ki erja . Tabel . . Target Bela ja Biro U u TA.
iv
DAFTAR GRAFIK
Graik Struktur Orga isasi da Tata Kerja Biro U u Setda Pro . Su bar
Graik Mo itori g Sara a da Prasara a Tahu
Graik Ti gkat Kepuasa Pe ggu a Laya a Biro U u Tahu
Graik Ju lah SPM da La a Terbit Tahu
RINGKASAN EKSEKUTIF
Dalam kurun waktu 2010-2015, Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera
Barat berupaya mewujudkan visi yang telah direncanakan yaitu Menjadi Biro yang Handal di Bidang Pelayanan Pimpinan dan Kesekretariatan Tahun . Untuk
mewujudkan visi tersebut, Biro Umum mengemban misi pertama meningkatkan
kualitas sarana dan prasarana yang memenuhi standar, dan misi kedua meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berorientasi pelayanan prima. Dengan kedua misi tersebut, Biro Umum fokus kepada peningkatan kualitas
pelayanan dan kualitas sarana dan prasarana melalui upaya penyediaan fasilitas
dengan standar yang terus ditingkatkan berserta pengelolaan administrasi yang
semakin profesional.
Sesuai dengan tugas pokoknya, Biro Umum berperan sebagai unit pendukung
(supporting unit) peningkatan kinerja dan kelancaran kegiatan pemerintah daerah
secara berdaya guna dan berhasil guna. Peran tersebut diantaranya diselenggarakan
melalui pelayanan dibidang kerumahtanggaan, seperti pelayanan pemakaian/
peminjaman fasilitas kedinasan, seperti penyediaan kendaraan dinas, faslitasi
kun-jungan tamu, pemakaian ruang pertemuan dan system persandian. Di bidang
keta-tausahaan disediakan pelayanan kesekretariatan seperti pelayanan surat masuk dan
sekretariat pelayanan pimpinan. Di bidang keuangan Biro Umum melayani
keu-angan Sekretariat Daerah seperti layanan penerbitan SPM. Di bidang keprotokolan
merupakan pelayanan keprotokolan seperti pelayanan acara/upacara dan tamu
pemerintah daerah.
Pada tahun 2015, sebagaimana yang akan dijelaskan pada Bab II Perencanaan
Kiner-ja, ditetapkan 4 (empat) sasaran strategis dan 4 (empat) indikator kinerja untuk
mengukur dan menilai keberhasilan/kegagalan pencapaian kinerja Biro Umum.
Penetapan sasaran strategis dan indikator kinerja ini mengalami revisi berupa
penambahan sasaran strategis dan perubahan indikator untuk sasaran 1. Revisi PK
ini dilakukan karena pengukuran kinerja beberapa tugas pokok Biro Umum yang
tercermin dari Tugas Pokok Bagian-Bagian belum semua terjabarkan pada Sasaran
Strategis sebelumnya. Selain itu, melalui evaluasi atau review PK oleh Biro Organisasi
ditemukan indikator yang tidak bisa diukur secara valid dan pencapaian target akan
terus-menerus karena rendahnya hasil penilaian kinerja tahun sebelumnya. Selain itu
juga karena didorong oleh workshop penyempurnaan Sistim Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (SAKIP) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2014
yang lalu, dimana pada waktu itu dilakukan perubahan yang signifikan terhadap
Renstra Biro Umum Tahun 2010-2015 yang menyebabkan perubahan Tujuan
Strate-gis berikut sasaran dan indikatornya.
Adapun pencapaian sasaran strategis Biro Umum Tahun 2015 ini adalah sebagai
berikut:
1. Sasaran strategis 1: Meningkatnya Kualitas Sarana dan Prasarana.
- Indikator Kinerja: Persentase Sarana dan Prasarana Yang Berkualitas Baik.
Tar-get 80%, realisasi sebanyak 72,14%, sehingga diperoleh nilai capaian 90,18%.
Persentase capaian , % menunjukan kriteria kinerja Tinggi .
2. Sasaran strategis 2: Meningkatnya Kualitas Pelayanan Yang Berorientasi Pela-yanan Prima.
- Indikator Kinerja: Indeks Kepuasan Pengguna Layanan. Target 3,75 (skala 5), realisasi 3,83 (sangat puas), sehingga diperoleh nilai capaian 102%. Persentase
capaian % menunjukan kriteria kinerja Sangat Tinggi .
3. Sasaran strategis 3: Meningkatnya Kualitas Pengelolaan Administrasi Keuangan Setda.
- Indikator Kinerja: Waktu Rata-Rata Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM). Target 2 hari, realisasi 2 hari, sehingga diperoleh nilai capaian 100%.
Persentase capaian % menunjukan kriteria kinerja Sangat Tinggi .
4. Sasaran strategis 4: Meningkatnya Kualitas Pengelolaan Persandian.
- Indikator Kinerja: Jumlah Konten Informasi yang Diamankan Dengan Persandi-an. Target 110 buah, realisasi 100 buah, sehingga diperoleh nilai capaian
, %. Persentase capaian , % menunjukan kriteria kinerja Tinggi .
Dengan demikian, pencapaian rata-rata 4 (empat) indicator kinerja untuk mengukur
BAB I
PENDAHULUAN
Gambaran Umum Organisasi
Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Tugas
Struktur Organisasi
Personil, Sarana dan Prasarana, dan Keuangan
Isu
-
isu Strategis
2
BAB I - PENDAHULUANLAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
I. PENDAHULUAN
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Biro Umum Sekretariat Daerah
Provinsi Sumatera Barat Tahun 2015 disusun berdasarkan Peraturan Presiden
Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi
No-mor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja,
Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah.
LAKIP Biro Umum Tahun 2015 ini disusun dengan maksud memberikan
infor-masi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan
seharusnya dicapai oleh Biro Umum, sehingga dapat diketahui keberhasilan
atau kegagalan dalam pencapaian Biro Umum selama satu periode. Selain itu,
juga sebagai upaya perbaikan yang berkesinambungan bagi Biro Umum untuk
meningkatkan kinerjanya kedepan.
I.1 GAMBARAN UMUM ORGANISASI
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 11 Tahun 2011
tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 2
Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat
Dae-rah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat DaeDae-rah Provinsi Sumatera Barat,
Biro Umum berada di bawah koordinasi Asisten Administrasi Umum di
Ling-kungan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat.
Tugas pokok Biro Umum berdasarkan Peraturan Gubernur Sumatera Barat
No-mor 37 Tahun 2012 tentang Rincian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja
Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat adalah menyelenggarakan
perumu-san bahan kebijakan perencanaan, program, koordinasi, fasilitasi, pelaporan
serta evaluasi tata usaha, sandi dan telekomunikasi, tata usaha pimpinan,
keu-angan sekretariat daerah, rumah tangga, keprotokolan dan hubungan lintas
Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Biro Umum
melaksanakan fungsi:
a. Penyelenggaraan perumusan kebijakan umum tata usaha, sandi dan
tele-komunikasi, tata usaha pimpinan, keuangan sekretariat daerah, rumah
tangga, keprotokolan dan hubungan lintas sektoral;
b. Menyelenggarakan koordinasi dan fasilitasi tata usaha, sandi dan
tele-komunikasi, tata usaha pimpinan, keuangan sekretariat daerah, rumah
tangga, keprotokolan dan hubungan lintas sektoral;
c. Menyelenggarakan pelaporan dan evaluasi tata usaha, sandi dan
telekomu-nikasi, tata usaha pimpinan, keuangan sekretariat daerah, rumah tangga,
keprotokolan dan hubungan lintas sektoral.
I.2 TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS
BAGIAN RUMAH TANGGA
Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian
bahan kebijakan umum dan koordinasi, fasilitasi, pelaporan serta evaluasi
pelayanan rumah tangga pimpinan, urusan dalam, sandi dan telekomunikasi.
Dalam menyelenggarakan tugas pokoknya, Bagian Rumah Tangga mempunyai
fungsi:
1. Penyelenggaraan pengkajian bahan kebijakan umum pelayanan rumah
tangga pimpinan, urusan dalam, sandi dan telekomunikasi;
2. Penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi pelayanan rumah tangga
pimpinan, urusan dalam, sandi dan telekomunikasi;
3. Penyelenggaraan pelaporan dan evaluasi pelayanan rumah tangga
4
BAB I - PENDAHULUANLAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015 Rincian Tugas Bagian Rumah Tangga:
1. Menyelenggarakan pengkajian program kerja Bagian Rumah Tangga;
2. Menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan umum rumah tangga pimpinan,
urusan dalam, sandi dan telekomunikasi;
3. Menyelenggarakan pengkajian bahan fasilitasi rumah tangga pimpinan, urusan
dalam, sandi dan telekomunikasi;
4. Menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan
kebijakan;
5. Menyelenggarakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Bagian Rumah Tangga;
6. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait;
7. Menyelenggarakan tugas kedinasan lain sesuai dengan tugas pokok dan
fungsinya.
BAGIAN TATA USAHA
Bagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian bahan
kebijakan umum, koordinasi, fasilitasi, perencanaan program, pelaporan serta
evalua-si tata usaha biro, tata usaha pimpinan, arevalua-sip dan ekspedievalua-si.
Dalam menyelenggarakan tugas pokoknya, Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi:
1. Penyelenggaraan pengkajian bahan kebijakan umum Tata Usaha;
2. Penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi Tata Usaha;
3. Penyelenggaraan pelaporan dan evaluasi Tata Usaha.
Rincian Tugas Bagian Tata Usaha:
1. Menyelenggarakan pengkajian program kerja Bagian Tata Usaha;
2. Menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan umum tata usaha biro, tata usaha
pimpinan, arsip dan ekspedisi;
4. Menyelenggarakan pengkajian bahan koordinasi dan fasilitasi tata usaha
pim-pinan;
5. Menyelenggarakan pengkajian bahan koordinasi dan fasilitasi arsip dan
ek-spedisi;
6. Menyelenggarakan ketatausahaan Biro;
7. Menyelenggarakan penyusunan perencanaan program kegiatan biro;
8. Menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan
kebijakan;
9. Menyelenggarakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Bagian Tata Usaha dan
Biro;
10. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait;
11. Menyelenggarakan tugas kedinasan lain sesuai dengan tugas pokok dan
fungsinya.
BAGIAN KEUANGAN
Bagian Keuangan Setda mempunyai tugas pokok menyelenggarakan koordinasi
dan fasilitasi pelaporan serta evaluasi penatausahaan keuangan di lingkungan
sekretariat.
Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Bagi-an KeuBagi-angBagi-an Setda mempunyai fungsi:
1. Penyelenggaraan pengelolaan penatausahaan keuangan Setda;
2. Penyelenggaraan koordinasi penatausahaan keuangan Setda;
3. Pelaksanaan pelaporan dan evaluasi penatausahaan keuangan Setda.
Rincian Tugas Bagian Keuangan Setda:
1. Menyelenggarakan pengkajian program kerja Bagian Keuangan Setda;
2. Menyelenggarakan pengelolaan penatausahaan keuangan Setda;
6
BAB I - PENDAHULUANLAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015 4. Menyelenggarakan akuntansi keuangan Setda;
5. Menyelenggarakan penyiapan laporan keuangan Biro dan Setda;
6. Menyelenggarakan pelayanan penatausahaan keuangan Setda;
7. Menyelenggarakan koordinasi penatausahaan keuangan Setda;
8. Menyelenggarakan fasilitasi dan pelaksanaan penatausahaan keuangan Setda;
9. Menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan
kebijakan;
10. Menyelenggarakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Bagian Keuangan Setda;
11. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait;
12. Menyelenggarakan tugas kedinasan lain sesuai dengan tugas pokok dan
fungsinya.
BAGIAN PROTOKOL DAN HUBUNGAN LINTAS SEKTORAL
Bagian Protokol dan Hubungan Lintas Sektoral mempunyai tugas pokok
menye-lenggarakan pengkajian bahan kebijakan umum keprotokolan, koordinasi, fasilitasi,
pelaporan serta evaluasi.
Dalam menyelenggarakan tugas pokoknya, Bagian Protokol dan Hubungan Lintas
Sektoral mempunyai fungsi:
1. Penyelenggaraan pengkajian bahan kebijakan umum keprotokolan dan
hub-ungan lintas sektoral;
2. Penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi keprotokolan dan hubungan lintas
sektoral;
3. Penyelenggaraan pelaporan dan evaluasi keprotokolan dan hubungan lintas
Rincian Tugas Bagian Protokol dan Hubungan Lintas Sektoral:
1. Menyelenggarakan pengkajian program kerja Bagian Protokol dan
Hubungan Lintas Sektoral;
2. Menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan umum keprotokolan
dan hubungan lintas sektoral;
3. Menyelenggarakan pengkajian bahan koordinasi, fasilitasi acara,
pela-yanan tamu dan pelapela-yanan acara pimpinan;
4. Menyelenggarakan pengkajian bahan koordinasi dan fasilitasi hubungan lintas
sektoral;
5. Menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan
kebijakan;
6. Menyelenggarakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Bagian Protokol dan
Hubungan Lintas Sektoral;
7. Menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait;
8. Menyelenggarakan tugas kedinasan lain sesuai dengan tugas pokok dan
fungsinya.
I.3 STRUKTUR ORGANISASI
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 11 Tahun 2011
tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 2
Ta-hun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tatakerja Sekretariat Daerah dan
Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah maka susunan struktur organisasi
Biro Umum yang dipimpin oleh Kepala Biro Umum terdiri dari 4 Bagian yang
mas-ing masmas-ingnya dipimpin oleh Kepala Bagian dan 12 Sub Bagian yang dipimpin
8
ASBEN HENDRI, SE, MM IV/bNIP.
BAGIAN RUMAH TANGGA HERI NOFIARDI, SE, MM IV/a
NIP.
SRI LENA HARTATI, S.Sos III/d NIP.
SUBAG VERIFIKASI ERAWENI, SE III/d NIP.
SUBAG AKUNTANSI INDAH SRIWAHYUNI, SE, MM IV/a
NIP. BAGIAN PROTOKOL
KUSWANDI K, S.Sos,MM IV/b NIP.
SUBAG PELAYANAN PIMP.
UPHIX MARIA HELENA FATMA, A. d III/
NIP.
STRUKTUR ORGANISASI & TATA KERJA BIRO UMUM SETDA PROV. SUMBAR
I.4 PERSONIL, SARANA DAN PRASARANA, KEUANGAN
Dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, pelaksanaan
kegiatan Biro Umum didukung oleh sumber daya manusia sebanyak 200 orang
seperti yang terlihat pada tabel di bawah. Sebagai supporting unit tentu
diper-lukan SDM yang berkompetensi tinggi dalam menjalankan tugas-tugas Biro
Umum. Biro Umum saat ini memiliki persentase pegawai dengan jenjang
pendidi-kan Sarjana/D-IV ke atas sebesar 31,1 persen (54 orang) dari total pegawai Biro
Umum. Komposisi pegawai Biro Umum dapat disajikan pada tabel-tabel berikut:
TABEL . .
JUMLAH SDM PNS BERDASARKAN PENDIDIKAN
No Pe didika Ju lah
S -
S ora g
S ora g
D ora g
SMA ora g
SMP ora g
SD ora g
Su er: Datar No i aif Pega ai Biro U u Tahu
TABEL . .
JUMLAH SDM BERDASARKAN JENIS KEPEGAWAIAN
No Je is Ju lah
PNS ora g
CPNS ora g
PTT ora g
Te aga Ko trak ora g
10
BAB I - PENDAHULUANLAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
SARANA DAN PRASARANA
Secara umum kondisi sarana dan prasarana yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan tugas pada Biro Umum Setda Provinsi Sumatera Barat adalah sebagai berikut:
TABEL . .
JUMLAH SARANA DAN PRASARANA PADA BIRO UMUM
No Na a Bida g Bara g Ju lah Ko disi
Alat-alat Besar Cukup
Alat-alat A gkuta Cukup
Alat Perta ia Cukup
Alat Ka tor da Ru ah Ta
g-ga . Cukup
Alat Studio da Alat Ko
u-ikasi Cukup
Alat-alat Kedoktera Cukup
Alat Laboratoriu Cukup
Ba gu a Gedu g Cukup
Mo u e Cukup
Buku Perpustakaa Cukup
Bara g Ber orak Kebudayaa Kura g
Su er: Buku I e taris Biro U u Tahu
TABEL . .
JUMLAH SDM PNS BERDASARKAN GOLONGAN
No Golo ga Ju lah
IV ora g
III ora g
II ora g
I ora g
I.5 ISU-ISU STRATEGIS
Aspek Pelayanan PublikKondisi yang ada saat ini menunjukan masih rendahnya kualitas pelayanan
publik dilihat dari SOP yang belum maksimal diterapkan, aparatur pelayanan
juga belum memberikan pelayanan yang profesional, ramah dan transparan,
serta fasilitas pelayanan yang juga masih belum memenuhi kriteria atau
standar pelayanan prima. Faktor lain yang mempengaruhi rendahnya kualitas
pelayanan adalah masih lemahnya kontrol terhadap implementasi standar
pelayanan, sehingga belum terlihat konsistensi dalam memberikan pelayanan
yang ramah cepat dan akuntabel.
Aspek Sumber Daya ManusiaDari segi kualitas SDM yang tersedia tidak sebanding dengan beban tugas
Biro Umum yang cukup besar dan luasnya ruang lingkup pekerjaan. Dari segi
jumlah SDM yang dimiliki cukup banyak namun pada beberapa kompetensi
yang sangat dibutuhkan justru terjadi kekurangan. Luasnya lingkup pekerjaan
Biro Umum menuntut tersedianya tenaga-tenaga yang memiliki kemampuan
atau skill khusus seperti tenaga keprotokolan, pembawa acara, penyanyi,
pemusik, sopir, teknisi dan lain-lain. Rendahnya kualitas SDM sangat
di-pengaruhi oleh budaya kerja yang lamban, tidak ramah dan tidak transparan
akibat dari tidak konsisten menerapkan reward and punishment. Selain itu
juga dipengaruhi oleh terbatasnya kewenangan Biro Umum dalam
pengel-olaan PNS.
KEUANGAN
Anggaran untuk menunjang program dan kegiatan Biro Umum Sekretariat Daerah
Provinsi Sumatera Barat untuk Tahun 2015 bersumber dari APBD Provinsi
Su-matera Barat TA. 2015 ini berjumlah Rp 84.740.357.034,- pada anggaran murni,
dan Rp 76.729.018.336,- setelah mengalami pengurangan pada anggaran
peru-bahan. Dengan Total Belanja Langsung sebesar Rp. 30.861.242.149,- dan Belanja
12
BAB I - PENDAHULUANLAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
Aspek Sarana dan PrasaranaKetersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki Biro Umum terbatas dari segi
jumlah dan kualitas. Seperti ketersediaan kendaraan dinas/operasional, jabatan
dan kendaraan lapangan yang sangat terbatas. Fasilitas ruang rapat dan
conven-tion hall yang juga terbatas dan masih belum memenuhi standar pelayanan yang prima. Permasalahan juga muncul dari segi pemeliharaan sarana dan prasarana
tersebut karena terbatasnya dana pendukung. Selain itu organisasi belum dapat
menerapkan manajemen mutu dan manajemen logistik yang baik serta
keterbatasan kewenangan dalam pembangunan fisik.
TANTANGAN DAN PELUANG
Tantangan dan peluang merupakan faktor eksternal yang akan mempengaruhi
organ-isasi dalam mewujudkan tujuan yang hendak dicapainya. Biro umum sebagai unit
pen-dukung pelayanan pimpinan dan kesekretariatan kedepannya akan menghadapi
tan-tangan yang cukup berat dalam memberikan dukungan terhadap kesuksesan
tugas-tugas kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Selain itu, tantangan juga akan datang dari aspek pelayanan publik yang semakin
menuntut standar pelayanan prima. Sehingga faktor kualitas SDM dan Sarana dan
Prasarana menjadi dua aspek yang harus diperhatikan.
Peluang yang ada kedepannya cukup memberikan kesempatan bagi organisasi untuk
terus berkembang. Pemanfaatan teknologi maju dalam pelayanan publik adalah salah
satu peluang yang mesti direspon oleh Biro Umum, karena perubahan zaman yang
begitu masif ini menuntut organisasi untuk bergerak cepat, mudah dan transparan.
Selain itu, peluang juga terlihat pada aspek pengembangan manajemen SDM. Arah
pembangunan Sumatera Barat pada periode RPJMD berikutnya menuntut
pening-katan daya saing daerah, maka organisasi telah mesti mempersiapkan diri dengan
I.6 SISTEMATIKA LAPORAN KINERJA
Laporan ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
BAB II Perencanaan Kinerja
- Revisi Perjanjian Kinerja Tahun 2015
- Perjanjian Kinerja Tahun 2015
BAB III Akuntabilitas Kinerja
- Metodologi Pengukuran Capaian Target Kinerja
- Hasil Pengukuran Kinerja
- Capaian Kinerja SKPD
- Realisasi Anggaran
BAB IV Penutup
14
BAB I - PENDAHULUANBAB II
PERENCANAAN KINERJA
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
II.1 REVISI PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015
Berdasarkan Dokumen Renstra Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat
Tahun 2010-2015, Biro Umum memiliki visi :
MENJADI BIRO YANG HANDAL DI BIDANG PELAYANAN
PIMPINAN DAN KESEKRETARIATAN TAHUN
Untuk mewujudkan visi di atas, Biro Umum mengupayakan 2 (dua) misi yaitu:
1. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang memenuhi standarisasi.
2. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang berorientasi pelayanan
prima.
Misi Pertama diarahkan kepada pemenuhan dan ketersediaan sarana dan prasarana yang sesuai standar baik dari segi jumlah maupun kualitas. Sarana dan prasarana
adalah modal dasar bagi Biro Umum dalam melayani kebutuhan pimpinan dan
kesekretariatan.
Misi Kedua diarahkan kepada pemenuhan dan ketersediaan Sumber Daya Manusia sebagai motor penggerak pelaksanaan kegiatan. SDM juga merupakan aset yang
perlu diinvestasikan secara berkelanjutan karena menjadi faktor penting
keberhasi-lan dari suatu program dan penentu dari pencapaian-pencapaian organisasi secara
keseluruhan.
Menindaklanjuti hasil evaluasi terhadap dokumen Perjanjian Kinerja 2015 pada
semester I yang masih banyak kekurangan/kelemahan dari aspek perencanaan
kinerja, dimana ditemui beberapa indikator yang tidak dapat diukur secara baik dan
belum memenuhi gambaran pencapaian sasaran strategisnya. Oleh sebab itu, pada
Perjanjian Kinerja Tahun 2015 ini dilakukan beberapa revisi atau penyesuaian
terhadap perencanaan kinerja yang akan dijadikan tolak ukur penilaian kinerja Biro
Umum.
Revisi terhadap Perjanjian Kinerja Tahun 2015 ini mencakup penyesuaian
terhadap Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja yang digunakan sebagai alat
mengukur tercapainya tujuan strategis yang diharapkan. Dengan dirumuskan
kembali sasaran strategis berikut indikatornya tersebut, diharapkan penilaian
kinerja Tahun 2015 ini, dapat lebih mewakili pencapaian tujuan dan lebih baik
lagi dari segi perencanaan kinerja dan pengukurannya.
TUJUAN, SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA
Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi dan
tujuan sebagai hasil akhir yang dicapai, maka visi dan misi perlu dirumuskan ke
dalam bentuk yang lebih terarah dan operasional berupa perumusan tujuan
strategis (strategic goals) organisasi. Jika penjabaran (cascading) mulai dari
pe-rumusan tujuan, sasaran hingga indikator kinerja tidak baik, maka akan
mempengaruhi pengukuran dan penilaian kinerja organisasi secara keseluruhan.
Oleh sebab itu, perlu dilakukan revisi terhadap Perjanjian Kinerja Tahun 2015 ini.
Hasil setelah direvisi dapat dilihat pada Tabel 2.1.1 berikut ini:
TABEL . .
TUJUAN, SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA SETELAH REVISI
TUJUAN BARU SASARAN BARU INDIKATOR KINERJA BARU TARGET KINERJA
Mewujudka Pe gelolaa Sara a da Prasara a ya g Berorie tasi Pelaya a Pri a
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
Revisi terhadap pernyataan Tujuan 1 dari Terpenuhinya sarana dan prasarana
yang sesuai standarisasi menjadi Mewujudkan Pengelolaan Sarana dan Prasarana yang Berkualitas . Sehingga Sasaran 1.1juga diubah menjadi Meningkatnya
Kuali-tas Sarana dan Prasarana . Guna melihat sejauhmana pencapaian sasaran ini maka
ditentukan Indikator Kinerja 1.1.1 yang baru yaitu: Persentase Sarana dan Prasara-na yang Berkualitas Baik, dengan target tahun 2015 sebesar 80 %.
Revisi terhadap pernyataan Tujuan 2 dari Terwujudnya Kualitas Pelayanan
Pimpi-nan dan Kesekretariatan yang Berorientasi PelayaPimpi-nan Prima menjadi Mewujudkan Pelayanan Pimpinan dan Kesekretariatan yang Berorientasi Pelayanan Prima .
Se-hingga dirumuskan juga 3 (tiga) sasaran baru yaitu Sasaran 2.1 diubah menjadi
Meningkatnya Kualitas Pelayanan yang Berorientasi Pelayanan Prima Sasaran 2.2
menjadi Meningkatnya Kualitas Pengelolaan Administrasi Keuangan Setda dan
Sasaran 2.3 Meningkatnya Kualitas Pengelolaan Persandian . Masing-masing Sasaran didukung 1 (satu) indikator kinerja seperti yang dapat dilihat pada Tabel
2.1.1.
Revisi ini penting dilakukan karena pada perencanaan kinerja (PK 2015) sebelumnya
banyak ditemukan kekurangan oleh Tim Reviu dan disarankan untuk direvisi agar
perencanaan kinerja semakin baik.
18
BAB II - PERENCANAAN KINERJATUJUAN LAMA SASARAN LAMA INDIKATOR KINERJA LAMA KINERJA TARGET
Terpe uhi ya sara a da prasara a ya g sesuai sta darisasi
Me i gkat ya kapasitas da kualitas sara a da prasara a
Perse tase sara a da
II.2. PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015
Perjanjian Kinerja diatur menurut Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang
Petun-juk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Perjanjian Kinerja adalah lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari
pim-pinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpim-pinan instansi yang lebih rendah
untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja.
Dengan demikian, dapat terwujud komitmen penerima amanah dan
kesepaka-tan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu
ber-dasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia.
Perjanjian Kinerja dapat digunakan untuk memantau dan mengendalikan
pen-capaian kinerja organisasi, melaporkan pen-capaian realisasi kinerja dan menilai
keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.
Dalam merencanakan perjanjian kinerja, agar terukur dan dapat pula mencapai
tujuan organisasi, maka indikator yang dijadikan instrumen mengukur kinerja
dijabarkan dari Sasaran Strategis telah sesuai (sinkron) dengan tujuan dan
sasa-ran pada Rencana Strategis Biro Umum Tahun 2010-2015 seperti yang terlihat
pada Tabel 2.2.1.
Indikator Sasaran tersebut selanjutnya merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU)
Biro Umum yang akan dinilai/diukur berkenaan dengan target yang telah
ditetapkan dalam Renstra. Sebagai ukuran keberhasilan organisasi, maka
indi-kator kinerja Biro Umum untuk periode tahun anggaran 2015 yang ditetapkan
ke dalam dokumen Penetapan Kinerja, telah mengacu kepada indikator sasaran
strategis Biro Umum yang terdapat pada dokumen Rencana Strategis Biro
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
20
BAB II - PERENCANAAN KINERJATABEL . .
PERJANJIAN KINERJA BIRO UMUM TA.
Dari 2 (dua) tujuan strategis yang ditetapkan, dijabarkan (cascading) kepada 4
(empat) Sasaran Strategis yang selanjutnya dijabarkan lagi masing-masing 1 (satu)
indicator, menjadi 4 (empat) Indikator Kinerja.
Penjabaran Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja yang baru ini mempertimbangkan
Tugas Pokok dan Fungsi Bagian-bagian yang ada pada Biro Umum. Urusan-urusan
yang dilaksanakan pada Biro Umum dapat terwakili oleh Indikator Kinerjanya dalam
mencapai sasaran yang diharapkan.
Secara matrikulasi Perjanjian Kinerja Biro Umum Tahun 2015, dapat dilihat pada Tabel
2.2.1 berikut ini:
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA KINERJA TARGET PROGRAM KEGIATAN ANGGARAN Rp NO.
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Metodologi Pengukuran Capaian Target Kinerja
Hasil Pengukuran Kinerja
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
24
BAB III - AKUNTABILITAS KINERJAIII.1 METODOLOGI PENGUKURAN CAPAIAN TARGET
KINERJA
Pengukuran capaian target kinerja atau kelompok indikator kinerja sasaran strategis
yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Biro Umum Tahun 2015 dilakukan
guna melihat sejauhmana pencapaian sasaran strategis. Metodologi pengukuran
kinerja yang digunakan adalah metode pengukuran sederhana dengan
membanding-kan target kinerja dengan realisasi kinerja kelompok indikator kinerja sasaran
strate-gis.
Agar pengukuran kinerja secara sederhana ini dapat terjamin validitasnya maka perlu
diuraikan metodologi pengukuran yang digunakan. Sebelumnya, agar kinerja
organ-isasi dapat dikatakan berhasil atau gagal, maka perlu ditetapkan klasifikasi penilaian
dengan mengelompokan besaran persentase capaiannya dengan predikat gagal
sampai dengan sangat baik, seperti yang dapat dilihat pada Tabel 3.1.1 berikut ini:
Penjelasan lebih lanjut mengenai pengukuran dan hasil dari pengukuran tiap-tiap
indikator kinerja sasaran strategis Biro Umum Tahun 2015, dapat disajikan pada Tabel
3.2.1 berikut ini disertai dengan tambahan keterangan atau penjelasannya. NO. INTERVAL NILAI PREDIKAT WARNAKODE
% - % Sa gat Ti ggi
% - % Ti ggi
% - % Seda g
% - % Re dah
≤ % Sa gat Re dah
Me ga u pada Per e dagri No. 7 Tahu
TABEL . .
III.2 HASIL PENGUKURAN KINERJA
Berikut disajikan hasil pengukuran terhadap 4 (empat) indikator kinerja dari 4
(empat) sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja
Biro Umum Tahun 2015.
Dari Tabel 3.2.1 di atas, dapat dilihat capaian kinerja rata-rata 4 (empat) indikator
kinerja untuk mengukur keberhasilan 4 (empat) sasaran strategis Biro Umum Tahun
2015 sebesar 95,77%. Dengan demikian hasil capaian kinerja sebesar 95,77% adalah
termasuk klasifikasi berhasil dengan predikat Sangat Tinggi. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
KINERJA REALISASI
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
26
BAB III - AKUNTABILITAS KINERJAIII.3 CAPAIAN KINERJA BIRO UMUM TAHUN 2015
Berdasarkan hasil pengukuran indikator kinerja Biro Umum Tahun 2015
sebagaima-na yang telah diuraikan sebelumnya, berikut ini akan disajikan evaluasi dan asebagaima-nalisis
realisasi dan capaian indikator kinerja per sasaran strategis.
SASARAN STRATEGIS 1 : “Meningkatnya Kualitas Sarana dan Prasarana”
Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran
strategis Meningkatnya Kualitas Sarana dan Prasarana terdiri dari satu
indi-kator kinerja utama, dengan capaian kinerja seperti yang dapat dilihat pada Tabel
3.3.1 berikut ini:
NO. INDIKATOR KINERJA TARGET KINERJA REALISASI CAPAIAN% KRITERIA KODE
. Perse tase Sara a da Prasara a ya g Berkualitas Baik
% , % , Ti ggi
RATA—RATA CAPAIAN ,
TABEL . .
CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS
Dari Tabel 3.3.1 di atas dapat dilihat capaian kinerja rata-rata 1 (satu) indikator kinerja
sasaran strategis Meningkatnya Kualitas Sarana dan Prasarana adalah sebesar , %. Pencapaian ini masuk dalam kriteria Tinggi .
Indikator . Persentase Sarana dan Prasarana yang Berkualitas Baik
Target indikator kinerja adalah 80%, terealisasi 72,14%, sehingga diperoleh
persen-tase capaian sebesar 90,18%.
Indikator ini bertujuan untuk mengukur persentase sarana dan prasarana kerja yang
dimiliki Biro Umum yang memiliki kualitas baik. Berkualitas baik diartikan bahwa
ba-rang tersebut dalam kondisi baik, sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja
dan kelancaran penyelenggaraan tugas pemerintahan daerah secara berdaya guna
dan berhasil guna. Semakin besar persentase maka semakin baik capaian kinerja Biro
Pengumpulan data dilakukan melalui Monitoring Sarana dan Prasarana Biro
Umum dengan memperhatikan jumlah dan kondisi barang. Proses monitoring
dilakukan oleh Tim Akuntabilitas Kinerja Biro Umum satu kali tiap semester di
tahun berkenaan. Sebelum monitoring dilakukan, telah dipersiapkan
instru-ment yang akan digunakan dengan mengkompilasi data barang inventaris dari
Buku Inventaris Biro Umum Tahun 2015. Dengan demikian proses
pengum-pulan data yang dilakukan ke lapangan lebih teratur dan terstruktur. Jenis
ba-rang inventaris yang dimonitor terdiri dari kelompok baba-rang Perlengkapan
Kantor, Rumah Dinas, Kendaraan Dinas dan Gedung/Bangunan.
Formulasi yang digunakan untuk mengukur indikator kinerja Persentase Sara-na dan PrasaraSara-na yang Berkualitas Baik adalah:
Untuk mengukur peningkatan kualitas sarana dan prasarana, dapat dilakukan
dengan melihat persentase perbandingan jumlah sarpras yang berkualitas baik
dengan jumlah total sarpras yang ada, yang selanjutnya dibandingkan dengan
angka persentase tahun sebelumnya. Dari hasil penilaian kualitas barang
me-lalui monitoring sarana dan prasarana didapat jumlah sarpras dengan kondisi
baik sebanyak 202 buah dari total keseluruhan sebanyak 280 buah, yang dalam
kondisi tidak baik berjumlah 78 buah. Hasil formulasi menunjukan realisasi
sebesar 72,14%, dengan target yang ditetapkan 80%, maka persentase capaian
kinerjanya 90,18%. Hasil monitoring sarana dan prasarana Biro Umum Tahun
2015 dapat disajikan melalui grafik 2 berikut ini : Realisasi R = ∑ Sarpras yg baik X
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
28
BAB III - AKUNTABILITAS KINERJADari tabel 3.3.2 di atas, dapat dilihat adanya trend kenaikan realisasi, namun turun
dari segi persentase capaiannya untuk indikator kinerja . Persentase Sarana dan Prasarana yang Berkualitas Baik dari tahun s.d . Data untuk tahun s.d
2013 tidak ada karena indikator ini merupakan indikator baru setelah adanya revisi
terhadap Renstra Biro Umum. Review terhadap Renstra Biro Umum Tahun 2010-2015
dilakukan pada Tahun 2014, berkenaan dengan adanya Penyempurnaan Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,
dimana pada saat itu, seluruh SKPD diminta langsung oleh Gubernur Sumatera Barat
untuk membenahi perencanaan kinerja sebelumnya yang dinilai masih lemah.
Tahun 2015 merupakan tahun akhir periode Renstra, sehingga target jangka
menen-gah indikator ini sama dengan target tahun 2015, dimana ditetapkan target sebesar
80%, yang dapat terealisasi sebesar 72,14%, sehingga persentase capaiannya
men-capai 90,18%.
Capaian kinerja sebesar , % termasuk berhasil dengan kategori Tinggi .
Keber-hasilan ini dapat dicapai melalui berbagai upaya meningkatkan kualitas sarana dan
prasarana Biro Umum. Guna mendapatkan sarpras yang berkualitas diupayakan
me-lalui kegiatan Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor, Pengadaan Kendaraan
Dinas/Operasional, Pengadaan Peralatan Rumah Jabatan/Dinas/Mess, Pengadaan
Perlengkapan Rumah Jabatan/Dinas/Mess, Pengadaan Komputer dan Jaringan
Kom-puterisasi dan Pengadaan Peralatan Studio, Komunikasi dan Informasi. Selain itu juga
didukung oleh kegiatan-kegiatan pemeliharaan terhadap sarpras tersebut agar tetap
dalam kondisi yang layak guna.
Realisasi dan capaian kinerja indikator kinerja . Persentase Sarana dan Prasarana yang Berkualitas Baik dari tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.3.2 berikut ini:
TABEL . .
REALISASI DAN CAPAIAN KINERJA INDIKATOR KINERJA .
NO INDIKATOR KINERJA REALISASI % CAPAIAN
. Perse tase Sara a da Prasara a ya g Berkualitas Baik
Dalam menunjang pencapaian indikator ini telah dialokasikan dana pada DPA Biro
Umum bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat TA. 2015 sebesar Rp.
8.056.264.950,- terealisasi sebesar Rp. 7.530.452.700,- (93,5%) dan realisasi fisik
100%. Dalam proses pengadaan sarpras tersebut dilakukan efisiensi penggunaan
anggaran dengan cara mendapatkan spesifikasi barang terbaik dengan harga yang
cukup hemat, hal ini dapat dilihat dari terealisasinya secara fisik 100% penyediaan
kebutuhan barang dan jasa.
SASARAN STRATEGIS 2 : “Meningkatnya Kualitas Pelayanan yang Berorientasi
Pelayanan Prima”
Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran
strategis Meningkatnya Kualitas Pelayanan yang Berorientasi Pelayanan Prima
terdiri dari 1 (satu) indikator kinerja utama, dengan capaian kinerja seperti yang
dapat dilihat pada Tabel 3.3.3 berikut ini:
TABEL . .
CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS
NO. INDIKATOR KINERJA KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN% KRITERIA KODE
. I deks Kepuasa
Dari Tabel 3.3.3 di atas dapat dilihat capaian kinerja rata-rata 1 (satu) indikator
kiner-ja sasaran strategis Meningkatnya Kualitas Pelayanan yang Berorientasi Pelayanan Prima mencapai % dari target yang ditetapkan. Pencapaian ini masuk dalam kriteria Sangat Tinggi .
Indikator . Indeks Kepuasan Pengguna Layanan
Target indikator kinerja adalah 3,75 (skala 5), realisasi mencapai 3,83 sehingga
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
30
BAB III - AKUNTABILITAS KINERJAIndikator ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna layanan Biro
Umum pada suatu periode waktu. Dengan melihat tingkat kepuasan pengguna
layanan, dapat diketahui pencapaian sasaran meningkatnya kualitas pelayanan yang berorientasi pelayanan prima . Pengguna layanan Biro Umum adalah stake-holders atau customers, yang terdiri dari Pimpinan (KDh/WKDh, Sekda, Para Asis-ten, dan Para Staf Ahli Gubernur), ASN di Lingkungan Pemerintah Provinsi
Su-matera Barat dan Tamu Pemda (Pejabat Negara, Pejabat Pemerintahan, SKPD/
Instansi Vertikal dan Tokoh Masyarakat Tertentu) serta masyarakat umum lainnya.
Pengguna layanan yang mendapat pelayanan dari Biro Umum tersebut diambil
secara acak sebagai responden.
Pengukuran indeks kepuasan pengguna layanan Biro Umum ini menggunakan
pen-dekatan kuantitatif dengan metode survei. Pelaksanaan kegiatannya terdiri dari
be-berapa tahapan, yaitu:
1. Tahap perencanaan (desain survei)
Survei bertujuan untuk mendapatkan jawaban (variabel deskriptif) dari
pertan-yaan: seberapa tinggi tingkat kepuasan pengguna layanan terhadap pelayanan Biro Umum Setda Prov. Sumatera Barat? .
Populasi adalah pengguna layanan Biro Umum dengan pengambilan sampel
menggunakan teknik sampling kuota. Ditetapkan kuota sampel berjumlah 140
orang. Sampel diambil secara acak pada 7 (tujuh) lokasi pelayanan unggulan Biro
Umum. Penyusunan instrumen berupa kuesioner dilakukan dengan
mem-pedomani ruang lingkup survei seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri PAN
dan RB Nomor 16 Tahun 2014 tentang Pedomen Survei Kepuasan Masyarakat
Terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Ada 9 ruang lingkup survei yang
dijadikan pertanyaan survei yaitu:
a) Persyaratan
b) Prosedur
c) Waktu Pelayanan
d) Biaya/Tarif
e) Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan
f) Kompetensi Pelaksana
g) Perilaku Pelaksana
h) Maklumat Pelayanan
2. Tahap Persiapan
Hal-hal yang perlu disiapkan diantaranya adalah:
a) Organisasi survei. Tim survei adalah tim survei internal Biro Umum
b) Jadwal survei: survei dilaksanakan pada bulan Desember 2014
c) Materi survei: alat pengumpul data telah dipersiapkan berupa kuesioner
3. Pelaksanaan Lapangan
Pelaksanaan survei dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada
pengguna layanan (sampel) di 7 (tujuh) tempat layanan unggulan Biro Umum
seperti yang diterangkan sebelumnya.
4. Pengolahan Data
Setelah proses pengumpulan data melalui angket/kuesioner, maka data
kuanti-taif perlu diolah dengan statistik deskriptif. Data dikelompokan dan
ditabu-lasikan agar dapat disajikan melalui tabel, grafik atau diagram.
5. Penyajian dan Analisis
Analisis dilakukan dengan statistik deskriptif, yaitu dengan cara menyajikan
data dalam bentuk tabulasi dan grafik. Selanjutnya dilakukan perhitungan
un-tuk menjawab rumusan masalah. Unun-tuk mendapat jawaban dari masalah
deskriptif tersebut, terlebih dulu ditentukan skor ideal/kriterum. Kemudian data
yang didapatkan dibandingkan dengan kriterium tersebut. Maka didapat
angka/skor pendapat responden yang kemudian dijadikan/dirubah menjadi
angka sesuai skala yang digunakan.
Dari hasil pelaksanaan survei kepuasan pengguna layanan tersebut, diperoleh
indeks kepuasan pengguna layanan Biro Umum adalah 3,83 (skala 5) kategori
penilaian sangat puas . Target tahun ini adalah , dengan realisasi
mencapai 3,83 sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 102% termasuk
kategori kinerja sangat tinggi .
Distribusi tingkat kepuasan pengguna jasa atas layanan yang diberikan oleh
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
32
BAB III - AKUNTABILITAS KINERJABerdasarkan grafik 3 tersebut dapat dilihat bahwa mayoritas pengguna layanan Biro
Umum merasa puas terhadap layanan yang diberikan oleh Biro Umum. Tingkat
kepuasan pengguna layanan yang tinggi dapat menunjukan keberhasilan
pen-capaian Sasaran Strategis , yaitu Meningkatnya Kualitas Pelayanan yang Berorien-tasi Pelayanan Prima .
Realisasi dan capaian kinerja indikator kinerja . Indeks Kepuasan Pengguna Layanan dari tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 3.3.4 berikut ini:
NO INDIKATOR KINERJA REALISASI % CAPAIAN
. I deks Kepuasa Pe ggu a Laya a
N/A N/A N/A , , N/A N/A N/A
Dari tabel 3.3.4 di atas, dapat dilihat adanya trend kenaikan persentase capaian
indikator kinerja . Indeks Kepuasan Pengguna Layanan dari tahun s.d
2015. Data untuk tahun 2011 s.d 2013 tidak ada karena indikator ini merupakan
indikator baru setelah adanya revisi terhadap Renstra Biro Umum. Review
terhadap Renstra Biro Umum Tahun 2010-2015 dilakukan pada Tahun 2014,
TABEL . .
REALISASI DAN CAPAIAN KINERJA INDIKATOR KINERJA .
GRAFIK
berkenaan dengan adanya Penyempurnaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (SAKIP) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dimana pada saat itu,
se-luruh SKPD diminta langsung oleh Gubernur Sumatera Barat untuk membenahi
perencanaan kinerja sebelumnya yang dinilai masih lemah.
Tahun 2015 merupakan tahun akhir periode Renstra, sehingga target jangka
menen-gah indikator ini sama dengan target tahun 2015, dimana ditetapkan target indeks
sebesar 3,75 (skala 5), yang dapat terealisasi sebesar 3,83, sehingga persentase
ca-paiannya mencapai 102%.
Capaian kinerja sebesar % termasuk berhasil dengan kategori Sangat Tinggi .
Keberhasilan ini dapat dicapai melalui berbagai upaya meningkatkan kualitas
pela-yanan pada Biro Umum. Upaya meningkatkan kualitas pelapela-yanan Biro Umum
dil-akukan dengan menerapkan budaya pelayanan TERTIB yang berarti Transparan,
Efisien dan Efektif, Responsif, Tepat Waktu, Ikhlas dan Bebas KKN, pada 7 (tujuh)
lo-kasi layanan unggulan Biro Umum, seperti
1. Pelayanan VIP Room di Bandara Internasional Minangkabau
2. Pelayanan Keprotokolan dan Master of Ceremony (MC)
3. Pelayanan Ruang Pertemuan di Gubernuran
4. Pelayanan Penginapan dan Ruang Seminar di Istana Bung Hatta
5. Pelayanan Pemakaian Kendaraan dan Fasilitas Kedinasan
6. Pelayanan Penerimaan dan Pendistribusian Surat
7. Pelayanan Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM)
Guna mendukung penyelenggaraan Pelayanan Publik yang berkualitas pada Biro
Umum serta menunjang pencapaian indikator ini telah dialokasikan dana pada DPA
Biro Umum bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat TA. 2015 sebesar Rp.
6.846.574.155,- terealisasi sebesar Rp. 6.635.655.815,- (96,92%) dan realisasi fisik
100%. Anggaran tersebut terbagi pada 2 (dua) program dan 2 (dua) kegiatan yaitu
Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan dengan kegiatan Penyediaan Jasa
Pela-yanan Tamu Pemda, dan Program Pengembangan Manajemen PelaPela-yanan Publik
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
34
BAB III - AKUNTABILITAS KINERJADari Tabel 3.3.5 di atas dapat dilihat capaian kinerja rata-rata 1 (satu) indikator kinerja
sasaran strategis Meningkatnya Kualitas Pengelolaan Administrasi Keuangan Set-da mencapai % dari target yang ditetapkan. Pencapaian ini masuk dalam kriteria
Sangat Tinggi .
Indikator . Waktu Rata-rata Penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM)
Target indikator kinerja adalah rata-rata 2 hari, realisasi mencapai 2 hari sehingga
diperoleh persentase capaian sebesar 100%.
Indikator ini bertujuan untuk mengukur waktu rata-rata lama penerbitan Surat
Perintah Membayar (SPM) di lingkup Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat.
La-ma waktu penerbitan SPM diukur dari tanggal diteriLa-manya kwitansi beserta
kelengka-pan SPJ oleh Bagian Keuangan, hingga tanggal diterbitkannya Surat Perintah
Mem-bayar (SPM). Bagian Keuangan Biro Umum melayani penerbitan SPM bagi 9
(Sembilan) Biro di lingkup Setda yang sangat mempengaruhi kinerja
penyeleng-garaan pemerintahan daerah dari segi kecepatan dan besaran realisasi anggaran.
TABEL . .
CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS
NO. INDIKATOR KINERJA KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN% KRITERIA KODE
. Waktu Rata-rata
SASARAN STRATEGIS 3 : “Meningkatnya Kualitas Pengelolaan Administrasi
Keuangan Setda”
Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan pencapaian
sasa-ran strategis Meningkatnya Kualitas Pengelolaan Administrasi Keuangan Setda terdiri dari 1 (satu) indikator kinerja utama, dengan capaian kinerja seperti yang
Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengecekan dokumen pada Bagian
Keuangan. Proses pengecekan dilakukan oleh Tim Akuntabilitas Kinerja Biro Umum
satu kali tiap semester ditahun berkenaan. Dari hasil penilaian ditemukan data
berupa jumlah SPM yang diterbitkan sebanyak 228 buah dan total lama waktu
selama 456 Hari. Hasil formulasi menunjukan waktu rata-rata (r) adalah 2 hari,
dengan target yang ditetapkan 2 hari, maka persentase capaian kinerjanya 100%. Waktu rata-rata r = ∑ Total waktu pe erbita
∑ Ju lah Pe erbita
Semakin cepat waktu penerbitan SPM berarti semakin baik kinerja pengelolaan
keu-angan Setda. Penghitungan waktu berdasarkan satuan hari dengan menjumlahkan
lama waktu total penerbitan semua SPM dibagi dengan jumlah SPM yang
diterbit-kan selama setahun, maka didapat hasil waktu rata-rata penerbitan SPM .
Formulasi yang digunakan adalah :
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des
Jumlah SPM dan Lama Terbit Tahun 2015
Jumlah Total Waktu
Realisasi dan capaian kinerja indikator kinerja . Waktu Rata-Rata Penerbitan
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
36
BAB III - AKUNTABILITAS KINERJADari tabel 3.3.6 di atas, dapat dilihat bahwa waktu rata-rata cenderung stabil dari
tahun 2012 s.d 2015. Data untuk tahun 2011 dan 2014 tidak ada karena indikator
ini pada Perjanjian Kinerja tahun tersebut tidak digunakan. Pada Tahun 2011,
indikator yang digunakan adalah Jumlah Penerbitan Seluruh SPM Sekretariat
sedangkan pada Tahun 2014 indikator ini tidak digunakan. Namun pada Tahun
2015 ini, dengan mempertimbangkan perencanaan kinerja pada Bagian Keuangan
yang cukup besar memberikan porsi kinerja dilihat dari Tugas Pokok dan Fungsi
yang diembannya, maka melalui Revisi PK Tahun 2015 kami gunakan kembali
sebagai tolak ukur keberhasilan kinerja Bagian Keuangan.
Tahun 2015 merupakan tahun akhir periode Renstra, sehingga target jangka
menengah indikator ini sama dengan target tahun 2015, dimana ditetapkan target
waktu rata-rata selama 2 (dua) hari, dengan realisasi waktu rata-rata selama 2 hari,
sehingga persentase capaiannya mencapai 100%.
Capaian kinerja sebesar % termasuk berhasil dengan kategori Sangat Tinggi .
Keberhasilan ini dapat dicapai melalui berbagai upaya meningkatkan pengelolaan
keuangan dengan selalu mengikuti perkembangan perubahan peraturan.
Pencip-taan pelayanan yang cepat dalam menerbitkan SPM ini diupayakan dengan
men-erapkan budaya kerja aparatur yang professional dan diawasi dengan SOP yang
handal. Guna mewujudkan pengelolaan keuangan yang berkualitas tersebut,
diupayakan melalui 1 (satu) Program Peningkatan Pengembangan Sistem
Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan 3 (tiga) kegiatan, diantaranya
Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD,
Penyusu-nan Perencanaan dan Penganggaran SKPD dan Penatausahaan Keuangan SKPD.
TABEL . .
REALISASI DAN CAPAIAN KINERJA INDIKATOR KINERJA .
NO INDIKATOR KINERJA REALISASI % CAPAIAN
. Waktu Rata
-rata Pe erbita Surat Peri tah Me bayar SPM
Dari Tabel 3.3.7 di atas dapat dilihat capaian kinerja rata-rata 1 (satu) indikator kinerja
sasaran strategis Meningkatnya Kualitas Pengelolaan Persandian mencapai
, % dari target yang ditetapkan. Pencapaian ini masuk dalam kriteria Tinggi .
Indikator . Jumlah Konten Informasi yang Diamankan Dengan Persandian
Target indikator kinerja sebanyak 110 buah konten informasi, realisasi mencapai 100
buah sehingga diperoleh persentase capaian sebesar 90,90%.
Indikator ini bertujuan untuk mengukur banyaknya frekuensi konten informasi yang
dapat teramankan dengan sistem persandian. Pengamanan konten informasi
meru-pakan tugas atau pelayanan utama yang dapat diberikan oleh system persandian.
Tidak semua konten informasi memiliki klasifikasi rahasia atau sangat rahasia yang
perlu diamankan, namun setiap informasi yang masuk dan keluar dengan klasifikasi
rahasia yang menurut aturannya dapat/harus dirahasiakan, menjadi tanggung jawab
Persandian untuk mengamankannya.
TABEL . .
CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS
NO. INDIKATOR KINERJA KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN% KRITERIA KODE
. Ju lah Ko te I for asi ya g Dia a ka De ga Persa dia
buah buah , Ti ggi
RATA—RATA CAPAIAN ,
Dalam menunjang pencapaian indikator ini telah dialokasikan dana pada DPA Biro
Umum bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat TA. 2015 sebesar Rp.
372.235.513,- terealisasi sebesar Rp. 360.442.590,- (96,83%) dengan realisasi fisik
100%.
SASARAN STRATEGIS 4 : “Meningkatnya Kualitas Pengelolaan Persandian”
Indikator kinerja yang ditetapkan untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran
strategis Meningkatnya Kualitas Pengelolaan Persandian terdiri dari satu indi-kator kinerja utama, dengan capaian kinerja seperti yang dapat dilihat pada Tabel
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
38
BAB III - AKUNTABILITAS KINERJAPenyelenggaraan Persandian berada dalam tugas pokok Bagian Rumah Tangga yang
merupakan urusan wajib pemerintah daerah. Namun penyelenggaraan persandian ini
tidak memiliki Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang diatur oleh Pemerintah Pusat,
sehingga kami mengambil indikator kinerja sebagai tolak ukur keberhasilan dari
pelaksanaan tugas utama tersebut di atas, yaitu Jumlah Koten Informasi yang Dia-mankan Dengan Persandian .
Semakin banyak konten informasi yang dapat diamankan dengan persandian berarti
semakin baik kinerja pengelolaan persandian. Jumlah konten informasi dihitung dari
frekuensi banyaknya informasi yang masuk atau keluar melalui system persandian
selama 1 (satu) tahun. Konten informasi yang diamankan seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya mendapat jaminan keamanan dalam arti kerahasiaannya melalui system
persandian ini. Karena hanya dengan pengelolaan system persandian yang handal
maka konten-konten rahasia dapat diamankan dengan baik. Pengelolaan Persandian
meliputi peningkatan kualitas sarana dan prasarana persandian, penyediaan SDM
persandian yang berkualitas dan pengendalian yang baik melalui SOP yang
berkuali-tas.
Semakin banyak konten informasi yang dapat diamankan dengan persandian berarti
semakin baik kinerja pengelolaan persandian. Jumlah konten informasi dihitung dari
frekuensi banyaknya informasi yang masuk atau keluar melalui system persandian
selama 1 (satu) tahun. Konten informasi yang diamankan seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya mendapat jaminan keamanan dalam arti kerahasiaannya melalui system
persandian ini. Karena hanya dengan pengelolaan system persandian yang handal
maka konten-konten rahasia dapat diamankan dengan baik. Pengelolaan Persandian
meliputi peningkatan kualitas sarana dan prasarana persandian, penyediaan SDM
persandian yang berkualitas dan pengendalian yang baik melalui SOP yang
berkuali-tas.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara rekapitulasi dokumen pada Bagian Rumah
Tangga. Rekapitulasi dilakukan satu kali tiap semester ditahun berkenaan. Dari hasil
penilaian oleh Tim ditemukan data jumlah frekuensi banyaknya konten informasi
yang diamankan dengan persandian sebanyak 100 buah selama tahun 2015. Hasil
pengukuran kinerja menunjukan realisasi sebanyak 100 buah, dengan target yang
Kita tidak dapat melihat trend kanaikan atau penurunan capaian kinerja indikator
ini dari tahun 2011 s.d 2015 karena indikator ini baru digunakan pada tahun 2015.
Data untuk tahun 2011 s.d 2014 tidak dapat ditampilkan karena indikator ini pada
Perjanjian Kinerja tahun tersebut tidak digunakan. Namun pada Tahun 2015 ini,
dengan mempertimbangkan perencanaan kinerja pada Bagian Rumah Tangga yang
mengemban tugas urusan wajib pemerintah daerah yaitu Persandian, dimana
urusan ini hanya berada pada Biro Umum, maka melalui revisi Perjanjian Kinerja
Tahun 2015, indikator ini digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan kinerja Biro
Umum. Tidak digunakannya indikator kinerja ini pada tahun 2011 s.d 2014 karena
disebabkan kelemahan dalam perencanaan pengukuran kinerja, sehingga untuk
tahun 2015 ini dan kedepannya kekurangan tersebut diatasi dengan menyiapkan
suatu indikator yang dapat menjadi tolak ukur pencapaian kinerja Biro Umum
khususnya Sasaran Strategis Meningkatnya Kualitas Pengelolaan Persandian .
TABEL . .
REALISASI DAN CAPAIAN KINERJA INDIKATOR KINERJA .
NO INDIKATOR KINERJA REALISASI % CAPAIAN
. Ju lah Ko te
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
40
BAB III - AKUNTABILITAS KINERJATABEL . .
TARGET BELANJA BIRO UMUM TA.
NO. JENIS BELANJA TARGET BELANJA Rp PERSENTASE
Bela ja Tidak La gsu g . . . , , %
Bela ja La gsu g . . . , , %
Ju lah . . . , %
Capaian kinerja sebesar , % termasuk berhasil dengan kategori Tinggi . Keberhasilan
ini dapat dicapai melalui berbagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan persandian
dengan selalu mengikuti perubahan peraturan dan perkembangan teknologi informasi.
Guna mewujudkan pengelolaan persandian yang berkualitas tersebut, diupayakan melalui
pembinaan dan peningkatan kualitas aparatur/SDM yang didukung oleh Program
Pem-binaan dan Pengembangan Aparatur dengan kegiatan Forum Komunikasi Persandian.
Dalam menunjang pencapaian indikator ini telah dialokasikan dana pada DPA Biro Umum
bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat TA. 2015 sebesar Rp. 62.769.300,-
tereal-isasi sebesar Rp. 54.747.800,- (87,22%) dengan realtereal-isasi fisik 100%.
III.4 REALISASI ANGGARAN
Anggaran yang digunakan dalam pencapaian tujuan dan sasaran strategis Biro Umum
serta kegiatan-kegiatan urusan maupun kegiatan rutin lainnya bersumber dari APBD
Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2015. Anggaran tersebut mencakup Belanja
Langsung dengan total pagu sebesar Rp 30.861.242.649,00 dan realisasi sebesar Rp
28.350.701.448,00 dengan persentase mencapai 91,87%. Anggaran tersebut berkurang
sebanyak Rp 4.012.088.863,00 atau 11,5% dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk
Bel-anja Tidak Langsung dengan total pagu sebesar Rp 45.867.776.187,00 terealisasi
sebe-sar Rp 45.092.815.852,00 persentase mencapai 98,31%. Sehingga total anggaran Biro
Umum TA. 2015 berjumlah Rp76.729.018.836,00 dengan realisasi sebanyak Rp
TABEL . .
REALISASI ANGGARAN PER SASARAN STRATEGIS
NO. SASARAN STRATEGIS PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN Rp REALISASI Rp %
Me i gkat ya
dan tujuan strategis Biro Umum seperti yang tertera pada dokumen Perjanjian Kinerja
Biro Umum 2015.
Jumlah Anggaran Program dan Kegiatan beserta Realisasi Keuangannya dapat dilihat
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
42
BAB III - AKUNTABILITAS KINERJANO. SASARAN STRATEGIS PROGRAM KEGIATAN ANGGARAN Rp REALISASI Rp %
BAB IV
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
44
BAB IV - PENUTUPLAKIP Biro Umum Tahun Anggaran 2015 merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kinerja Biro Umum dalam pencapaian visi, misi, dan sasaran strategis, serta disusun untuk memenuhi amanat Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendaya-gunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Pelaksanaan tugas dan fungsi Biro Umum diselenggarakan dalam rangka pencapaian 4 (empat) sasaran strategis dan 4 (empat) indikator kinerja, yang dengan penuh tan-tangan tetap dapat terlaksana dengan cukup baik. Berkat Ridho ALLAH SWT, pen-capaian keempat indikator kinerja Biro Umum dapat mencapai target yang telah
ditetapkan.
Walaupun demikian, setiap pencapaian perlu dilakukan evaluasi, agar mendapat feedback guna perubahan ke arah yang lebih baik. Selain itu, juga untuk mengetahui lebih dini terhadap hal-hal yang dianggap dapat mengakibatkan tidak tercapainya target, agar dibuatkan inisiatif strategis yang akan mengarahkan tercapainya target.
Dengan disusunnya LAKIP Biro Umum Tahun 2015 ini, diharapkan dapat memberikan informasi kepada Pimpinan maupun kepada seluruh pihak (stakeholders) yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Biro Umum. Selain itu, diharapkan juga adanya feedback atau umpan balik agar hasil (outcomes) yang diharapkan dari setiap pro-gram dapat memberikan dampak yang baik bagi stakeholders dan customers Biro Umum.
Selain itu, LAKIP ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi peningkatan dan pengembangan kinerja organisasi dalam mewujudkan tujuan strategis organisasi se-hingga apa yang telah dicita-citakan melalui visi Biro Umum Menjadi Biro yang
Han-dal di Bidang Pelayanan Pimpinan dan Kesekretariatan Tahun dapat
di-wujudkan.
Padang, Januari 2016
Kepala Biro Umum,
LAKIP BIRO UMUM SETDA PROVINSI SUMATERA BARAT 2015
LAMPIRAN
I
PERJANJIAN KINERJA TAHUN
SKPD : BIRO UMUM
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
ϭ Ϯ ϯ ϰ
Me i gkat ya kualitas sara a da prasara a Perse tase sara a da prasara a ya g
berkualitas baik %
Me i gkat ya kualitas pelaya a ya g Berorie tasi
Pelaya a Pri a I deks Kepuasa Pe ggu a Laya a , Skala
Me i gkat ya kualitas pe gelolaa ad i istrasi
keua ga Setda Waktu ratae bayar SPM-rata pe erbita surat peri tah hari Me i gkat ya kualitas pe gelolaa persa dia Ju lah ko te i for asi ya g dia a ka
de ga persa dia buah
NO PROGRAM ANGGARAN Rp KET
TAHUN ANGGARAN :
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI %
Me i gkat ya kualitas sara a da
prasara a Perse tase sara a da prasara a ya g berkualitas
baik % , % ,
Me i gkat ya kualitas pelaya a
ya g berorie tasi pelaya a pri a I deks Kepuasa Pe ggu a Laya a , Skala , skala
Me i gkat ya kualitas pe gelolaa
ad i istrasi keua ga Setda Waktu Rata
-rata Pe erbita
Surat Peri tah Me bayar