• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unduh BRS Ini

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Unduh BRS Ini"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada bulan Desember 2013 di Kota Padang terjadi inflasi sebesar 0,70 persen.

 Inflasi kota Padang terjadi karena adanya peningkatan indeks pada semua kelompok pengeluaran antara lain; kelompok bahan makanan sebesar 1,27 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,04 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,08 persen; kelompok sandang 0,26 persen; kelompok kesehatan 0,30 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,53 persen.

 Laju inflasi tahun kalender kota Padang (sampai dengan Desember 2013) sebesar 10,87 persen, dan angka yang sama untuk laju inflasi year on year (Desember 2013 terhadap Desember 2012).

 Dari 66 kota IHK, 61 kota mengalami inflasi dan 5 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 2,9 persen dan terendah di Kota Pelembang dan Tangerang sebesar 0,04 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Padang Sidempuan sebesar 0,44 persen dan terendah terjadi di Kota Kendari sebesar 0,05 persen. Kota Padang menduduki posisi ke 4 di pulau Sumatera dan ke 23 dari semua kota yang mengalami inflasi.

No. 01/01/13/Th. XVII, 2 Januari 2014

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

K

OTA

P

ADANG

DESEMBER 2013 INFLASI KOTA PADANG SEBESAR 0,70 PERSEN

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Desember 2013 secara umum menunjukan adanya peningkatan. Di Kota Padang pada bulan Desember 2013 terjadi inflasi sebesar 0,70 persen, terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 154,31 pada bulan Nopember 2013 menjadi 155,39 pada bulan Desember 2013. Laju inflasi tahun kalender Kota Padang sampai Desember 2013 tercatat sebesar 10,87 persen, dan angka yang sama untuk laju inflasi year on year (Desember 2013 terhadap Desember 2012).

(2)

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Desember 2013 antara lain: beras, angkutan udara, bawang merah, mobil, daging ayam ras, ikan tongkol, ikan sepat (kering), bayam, telur ayam ras, jengkol, dan beberapa komoditi lainnya, sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabe merah, gula pasir, ikan teri, cabe hijau, kentang, ketimun, ayam hidup, sawi putih, bawang putih, dan beberapa komoditi lainnya.

Tabel 1

Inflasi Kota Padang Desember 2013, Tahun Kalender 2013, dan

Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100)

KelompokPengeluaran

IHK Des 2012

IHK Des 2013

Inflasi Des 2013 *)

Laju Inflasi Tahun Kalender

2013 **)

Inflasi Tahun keTahun

***)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Umum 140.15 155.39 0.70 10.87 10.87

1. Bahan Makanan 160.91 186.99 1.27 16.21 16.21

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 157.23 170.63 0.04 8.52 8.52 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan bakar 123.85 129.63 0.08 4.67 4.67

4. Sandang 141.59 145.86 0.26 3.02 3.02

5. Kesehatan 126.08 132.58 0.30 5.16 5.16

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah raga 136.82 139.33 0.01 1.83 1.83 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 117.77 140.15 1.53 19.00 19.00

*) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2013 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2013 terhadap IHK bulan Desember 2012 ***) Persentase perubahan IHK bulan Desember 2013 terhadap IHK bulan Desember 2012

Pada bulan Desember 2013 semua kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi antara lain; kelompok bahan makanan sebesar 0,39 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen, kelompok sandang sebesar 0,02 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga memberikan sumbangan inflasi dengan angka mendekati 0,00 persen, dan kelompok transport dan komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,26 persen.

Tabel 2

Andil/Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Padang Desember 2013 (persen)

Kelompok Pengeluaran Andil

Inflasi (%)

(1) (2)

Umum 0.70

1. Bahan Makanan 0.39

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok danTembakau 0.01 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan bakar 0.01

4. Sandang 0.02

5. Kesehatan 0.01

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah raga 0.00

(3)

Gambar 1

Perkembangan Inflasi/Deflasi Kota Padang

Menurut Kelompok Pengeluaran Desember 2012-Desember 2013

0.02

PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN BAKAR

0.08

TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA KEUANGAN 0.41

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN TEMBAKAU

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Desember 2013 mengalami inflasi sebesar 1,27 persen atau mengalami peningkatan indeks dari 184,65 pada bulan Nopember 2013 menjadi 186,99 pada bulan Desember 2013. Dari 11 subkelompok yang ada dalam kelompok ini, 10 sub kelompok mengalami inflasi, 1 subkelompok mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada subkelompok Padi-padian, Umbi-umbian dan hasilnya sebesar 5,65 persen, inflasi terendah terjadi pada subkelompok kacang-kacangan sebesar 0,08 persen, sedangkan deflasi terjadi pada subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 4,13 persen.

Pada bulan Desember 2013 kelompok bahan makanan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,39 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah beras 0,41 persen, bawang merah 0,09 persen, daging ayam ras 0,04 persen, ikan tongkol, sepat (kering), bayam sebesar 0,03 persen, serta beberapa komoditi lainnya. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah cabe merah 0,28 persen, ikan teri sebesar 0,02 persen, cabe hijau sebesar 0,02 persen, kentang dan ketimun sebesar 0,01 persen, serta beberapa komoditi lainnya.

2.

Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan Desember 2013 mengalami inflasi sebesar 0,04 persen, atau mengalami kenaikan indeks dari 170,57 bulan Nopember 2013 menjadi 170,63 pada bulan Desember 2013. Dari 3 subkelompok yang ada pada kelompok ini 2 subkelompok mengalami inflasi yaitu subkelompok makanan jadi sebesar 0,03 persen dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 0,54 persen, sedangkan subkelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami deflasi sebesar 1,11 persen.

Pada bulan Desember 2013 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen, dengan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain rokok kretek filter sebesar 0,02 persen, rokok kretek dan rokok putih sebesar 0,01 persen, wafer, martabak, selai/jam, teh, kembang gula serta beberapa komoditi lainnya memberikan sumbangan dengan angka di bawah 0,01 persen.

3.

Perumahan

,

Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada bulan Desember 2013 mengalami inflasi sebesar 0,08 persen, atau mengalami peningkatan indeks dari 129,52 pada bulan Nopember 2013 menjadi 129,63 pada bulan Desember 2013. Dari 4 (empat) subkelompok yang ada pada kelompok ini 3 sub kelompok mengalami inflasi antara lain subkelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 0,10 persen, subkelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,75 persen, dan subkelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,03 persen sedangkan subkelompok biaya tempat tinggal tidak mengalami perubahan.

(5)

4.

S a n d a n g

Kelompok sandang pada bulan Desember 2013 mengalami inflasi sebesar 0,26 persen, atau terjadi peningkatan indeks dari 145,48 pada bulan Nopember 2013 menjadi 145,86 pada bulan Desember 2013. Dari 4 (empat) subkelompok yang ada dalam kelompok ini 3 subkelompok mengalami inflasi antara lain sandang wanita sebesar 0,05 persen, dan sandang anak-anak sebesar 0,16 persen, subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 0,67 persen, sementara sub kelompok sandang laki-laki tidak mengalami perubahan.

Pada bulan Desember 2013 kelompok sandang memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen dengan komoditi penyumbang terbesar adalah emas perhiasan sebesar 0,01 persen, sedangkan sepatu wanita, sepatu anak, dan celana dalam anak menyumbang inflasi dengan angka mendekati 0,00 persen.

5.

K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada bulan Desember 2013 mengalami inflasi sebesar 0,30 persen, atau terjadi peningkatan indeks dari 132,18 pada bulan Nopember 2013 menjadi 132,58 pada bulan Desember 2013. Dari 4 (empat) subkelompok yang ada dalam kelompok ini 3 (tiga) subkelompok mengalami inflasi yaitu obat-obatan sebesar 0,02 persen, jasa perawatan jasmani sebesar 4,04 persen, perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,02 persen, sedangkan subkelompok jasa kesehatan tidak mengalami perubahan.

Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen pada bulan Desember 2013 dengan komoditas memberikan sumbangan inflasi adalah tarif gunting rambut anak sebesar 0,01 persen, sedangkan komoditi seperti tarif gunting rambut wanita, lipstik, obat gosok dan deodorant memberikan sumbangan inflasi dengan nilai di bawah 0,01 persen.

6.

Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi serta olah raga pada bulan Desember 2013 mengalami inflasi sebesar 0,01 persen atau mengalami peningkatan indek dari 139,31 pada bulan Nopember 2013 menjadi 139,33 pada bulan Desember 2013. Dari lima subkelompok yang ada 2 (satu) subkelompok mengalami inflasi yaitu subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,11 persen, subkelompok rekreasi sebesar 0,01 persen, sedangkan subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan.

Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi mendekati angka 0,00 persen pada bulan Desember 2013, dengan komoditi penyumbang adalah personal komputer dan CD-tape-rec-radio dengan angka mendekati 0,00 persen.

7.

Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok Tranpor, Komunikasi & Jasa Keuangan pada bulan Desember 2013 mengalami inflasi sebesar 1,53 persen atau mengalami perubahan indek harga dari 138,04 pada bulan Nopember 2013 menjadi 140,15 pada bulan Desember 2013. Dari 4 (empat) subkelompok yang ada subkelompok transpor mengalami inflasi sebesar 1,91 persen, sedangkan sementara 3 subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan.

(6)

INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun kalender kota Padang sampai bulan Desember 2013 sebesar 10,87 persen, dan angka yang sama untuk laju inflasi year on year yaitu perubahan indeks harga bulan Desember 2013 terhadap bulan Desember 2012. Perkembangan laju inflasi dan inflasi year on year sejak tahun 2011 dapat dilihat pada tabel 3 berikut.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Year on Year, 2011– 2013

Inflasi 2011 2012 2013

1. Desember 0,48 0,94 0,70

2. Desember (Tahun Kalender) 5,37 4,16 10,87

3. Desember (tahun n) terhadap

Desember (tahun n-1) (year on year) 5,37 4,16 10,87

Gambar 2

Perbandingan Inflasi Tahun Kalender (Januari-Desember 2013) Kota Padang (2007=100)

Gambar 3

Perbandingan Inflasi Tahun ke Tahun (Desember-Desember) Kota Padang (2007=100)

-2 0 2 4 6 8 10 12

2011

2012

2013

0 2 4 6 8 10 12

2011

2012

(7)

PERBANDINGAN ANTAR KOTA

Pada bulan Desember 2013, dari 66 kota IHK terdapat 61 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 2,69 persen sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Palembang dan Kota Tangerang sebesar 0,04 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Padang Sidempuan sebesar 0,44 persen dan terendah di Kota Kendari sebesar 0,05 persen.

Kota Padang menduduki urutan ke 4 di Sumatera dan 23 dari seluruh kota yang mengalami inflasi.

1. Perbandingan IHK/Inflasi antar Kota di Pulau Sumatera

Dari 16 kota IHK di pulau Sumatera pada bulan Desember 2013, 13 kota IHK mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Pangkal Pinang sebesar 1,25 persen dan terendah di kota Palembang 0,04 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Padang Sidempuan sebesar 0,44 persen dan terendah di Kota Medan sebesar 0,07 persen.

Tabel 4

Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota-kota Di Pulau Sumatera Desember 2013 (2007=100)

KOTA Desember 2013

IHK Inflasi/Deflasi (%)

(1) (2) (3)

1 BANDA ACEH 135.32 0.71

2 LHOKSEUMAWE 144.56 -0.12

3 SIBOLGA 154.82 0.75

4 PEMATANG SIANTAR 155.85 0.61

5 MEDAN 148.79 -0.07

6 PADANG SIDEMPUAN 147.74 -0.44

7 PADANG 155.39 0.70

8 PEKANBARU 145.49 0.38

9 DUMAI 150.17 0.19

10 JAMBI 151.28 0.40

11 PALEMBANG 142.84 0.04

12 BENGKULU 156.50 0.35

13 BANDAR LAMPUNG 158.44 0.27

14 PANGKAL PINANG 161.83 1.25

15 BATAM 137.80 0.66

16 TANJUNG PINANG 148.56 0.62

2. Perbandingan IHK/Inflasi di Luar Sumatera

Bila dilihat dari 23 kota IHK di pulau Jawa pada bulan Desember 2013, semua kota IHK mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jember sebesar 0,92 persen dan terendah di Kota Tangerang sebesar 0,04 persen.

(8)

Tabel 5

Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi di Luar Pulau Sumatera Nopember 2013 (2007=100)

KOTA Desember 2013

IHK Inflasi/Deflasi (%)

(1) (2) (3)

1 JAKARTA 144.27 0.78

2 BOGOR 146.71 0.32

3 SUKABUMI 146.07 0.46

4 BANDUNG 138.82 0.33

5 CIREBON 149.78 0.17

6 BEKASI 145.20 0.30

7 DEPOK 148.18 0.60

8 TASIKMALAYA 146.33 0.11

9 PURWOKERTO 145.46 0.29

10 SURAKARTA 134.81 0.35

11 SEMARANG 145.29 0.21

12 TEGAL 142.05 0.28

13 YOGYAKARTA 145.65 0.17

14 JEMBER 145.66 0.92

15 SUMENEP 142.26 0.31

16 KEDIRI 145.44 0.36

17 MALANG 146.64 0.53

18 PROBOLINGGO 151.77 0.90

19 MADIUN 148.57 0.66

20 SURABAYA 145.19 0.60

21 SERANG 152.11 0.28

22 TANGERANG 149.92 0.04

23 CILEGON 144.59 0.34

24 DENPASAR 146.64 0.49

25 MATARAM 160.63 0.77

26 BIMA 161.42 -0.06

27 MAUMERE 164.85 0.15

28 KUPANG 158.28 1.59

29 PONTIANAK 160.18 1.23

30 SINGKAWANG 149.05 0.59

31 SAMPIT 147.44 1.03

32 PALANGKA RAYA 154.28 1.47

33 BANJARMASIN 153.49 1.23

34 BALIKPAPAN 156.54 1.31

35 SAMARINDA 159.89 0.24

36 TARAKAN 176.52 0.63

37 MANADO 144.59 2.69

38 PALU 153.12 1.14

39 WATAMPONE 159.04 0.11

40 MAKASSAR 143.33 0.84

41 PAREPARE 143.26 0.77

42 PALOPO 149.68 0.52

43 KENDARI 149.50 -0.05

44 GORONTALO 147.46 1.54

45 MAMUJU 146.41 0.26

46 AMBON 153.14 1.51

47 TERNATE 150.25 0.84

48 MANOKWARI 157.05 0.30

49 SORONG 165.68 1.06

(9)

Tabel 6

IHK dan Perubahan IHK MenurutKelompok/Sub Kelompok Desember 2013 (2007=100)

Kelompok/Sub kelompok Desember 2013

IHK Inflasi/Deflasi (%)

(1) (2) (3)

U M U M / T O T A L 155.39 0.70

I BAHAN MAKANAN 186.99 1.27

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 183.55 5.65

Daging dan Hasil-hasilnya 163.47 1.21

Ikan Segar 175.94 0.45

Ikan Diawetkan 213.61 3.38

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 188.71 1.83

Sayur-sayuran 184.80 1.21

Kacang - kacangan 165.05 0.08

Buah - buahan 188.67 0.18

Bumbu - bumbuan 235.91 -4.13

Lemak dan Minyak 183.41 0.19

Bahan Makanan Lainnya 141.45 0.10

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 170.63 0.04

MakananJadi 157.67 0.03

Minuman yang Tidak Beralkohol 158.50 -1.11

Tembakau dan Minuman Beralkohol 208.23 0.54

III PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN BAKAR 129.63 0.08

BiayaTempatTinggal 136.55 0.00

BahanBakar, Penerangan dan Air 120.42 0.10

Perlengkapan Rumahtangga 136.15 0.75

Penyelenggaraan Rumahtangga 114.43 0.03

IV SANDANG 145.86 0.26

Sandang Laki-laki 127.35 0.00

Sandang Wanita 119.10 0.05

Sandang Anak-anak 117.77 0.16

Barang Pribadi dan Sandang Lain 243.11 0.67

V KESEHATAN 132.58 0.30

Jasa Kesehatan 123.43 0.00

Obat-obatan 151.44 0.02

Jasa Perawatan Jasmani 126.39 4.04

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 133.41 0.02

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 139.33 0.01

Pendidikan 153.78 0.00

Kursus-kursus / Pelatihan 137.87 0.00

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 111.50 0.11

Rekreasi 115.15 0.01

Olahraga 108.66 0.00

VII TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 140.15 1.53

Transpor 162.30 1.91

Komunikasi Dan Pengiriman 76.09 0.00

Sarana dan PenunjangTranspor 133.02 0.00

Jasa Keuangan 110.87 0.00

(10)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dari penelitian yang dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan

Saya memandang bahwa naskah skripsi tersebut sudah dapat diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Walisongo untuk diujikan dalam

Penyusunan laporan ini selain untuk menginformasikan mengenai proses dan hasil pencapaian tujuan serta sasaran, jua menjelaskan tingkat keberhasilan atau kegagalan

Metode muhawarah adalah metode yang melakukan kegiatan bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Arab yang diwajibkan pesantren kepada para santri selama mereka tinggal di

Adakah pengaruh tatanan interior studio gambar manual lantai 3 lab FPTK UPI terhadap motivasi belajar mahasiswa jurusan pendidikan teknik arsitektur FPTK UPI angkatan 2004 dan

MH., Mantan Sekretaris Inspektorat Jenderal Departemen Hukum dan HAM, yang saat ini telah bertugas sebagai Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Banten, yang telah

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, susu kacang tanah, susu kacang hijau dan susu kacang kedelai dapat digunakan sebagai bahan baku dalam fermentasi kefir; kadar asam

Ya Allah Bapa di dalam Yesus Kristus, Tuhan kami, yang telah lahir di Betlehem.. Kami puji namaMu yang kudus, karena Engkau telah melawat