• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANDINGAN UJI TUBERKULIN DENGAN KADAR INTERFERON GAMMA PADA KULTUR SEL LIMFOSIT ANAK TERSANGKA TB.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBANDINGAN UJI TUBERKULIN DENGAN KADAR INTERFERON GAMMA PADA KULTUR SEL LIMFOSIT ANAK TERSANGKA TB."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

TESIS

PERBANDINGAN UJI TUBERKULIN DENGAN KADAR INTERFERON GAMMA PADA KULTUR SEL LIMFOSIT ANAK TERSANGKA TB

OLEH: LITA FARLINA

NO. BP 7212024

PROGRAM PASCA SARJANA DAN MAGISTER ILMU BIOMEDIK PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS I

(2)

PROGRAM STUDI ILMU BIOMEDIK

Tesis 12 Desember 2013

Lita Farlina

PERBANDINGAN UJI TUBERKULIN DENGAN KADAR INTERFERON GAMMA PADA KULTUR SEL LIMFOSIT ANAK TERSANGKA TB

DI RS DR. M. DJAMIL PADANG

Lita Farlina, Finny Fitry Yani, Darfioes Basir, Hafni Bachtiar

ABSTRAK

Latar belakang

Tuberkulosis (TB) masih merupakan penyakit utama yang menyebabkan kesakitan dan kematian. Uji tuberkulin atau Tuberculin Skin Test (TST) merupakan metode yang masih dijadikan pedoman, namun uji ini mempunyai sensitivitas yang rendah dan banyak diperdebatkan para ahli sehingga perlu dilakukan pemeriksaan uji interferon- (IFN-)yang lebih spesifik untuk mendukung diagnostik infeksi TB anak.

Tujuan

Mengetahui perbedaan TST dengan uji IFN- pada kultur sel limfosit anak tersangka TB, sehingga dapat membantu mempercepat diagnosis infeksi TB anak.

Metode

Dilakukan secara cross sectional di poliklinik anak RS dr. M. Djamil Padang sejak bulan Februari 2012-November 2012. Populasi adalah anak berusia 3 bulan-14 tahun tersangka TB atau memiliki kontak erat dengan penderita TB paru BTA(+) yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pada pasien dilakukan pemeriksaan TST dan uji IFN- kemudian hasil penelitian dilakukan uji kesesuaian (kappa=K).

Hasil

Dari 34 anak tersangka TB didapatkan sebanyak 9(26.5%) anak TST positif dan 16(47,1%) anak hasil uji IFN- positif. Didapatkan uji kesesuaian 38.23%(=0.27).

Kesimpulan

Uji IFN- memiliki angka kesesuaian cukup dibandingkan TST, sehingga belum perlu digunakan sebagai uji diagnostik infeksi TB pada anak.

(3)

STUDY PROGRAM OF BIOMEDICINE

Thesis, December 12th2013

Lita Farlina

COMPARISON OF TUBERCULIN SKIN TEST AND INTERFERON GAMMA ONLYMPHOCYTE CELL CULTURE IN TB SUSPECTED

CHILDREN IN DR. M. DJAMIL HOSPITAL PADANG Lita Farlina, Finny Fitry Yani, Darfioes Basir, Hafni Bachtiar

ABSTRACT Background

Tuberculosis(TB) is still amajordiseasethatcauses substantial morbidityandmortality. Childrenof primarytuberculosisinfectionin generaloftengo unnoticed.TuberculinSkinTest(TST) using PurifiedProteinDerivative(PPD) is amethodthat is stillused as a guideline, butthistesthas low sensitivityandmuchdebated by expertsso thatinterferon- (IFN-) test which more specific is need tobe doneto supportdiagnosticTBinfection.

Objective

To distinguish the difference between TSTandIFN-test in cultured lymphocytes child TB suspects, so it can help speed up the diagnosis of TB infection in children.

Methods

The tests were conductedcross-sectionallyinpediatric ambulatory dr. M. Djamil hospitalPadangbetween February2012 toNovember 2012. The study populationwaschildren aged3months-14 years ofsuspectedTBorhaveclose contactwithadult withpulmonaryTBsmear(+). They were put through TST andIFN-tests, subsequently the suitability ofthe results were verified with the(kappa =) test.

Result

From 34 children with suspected TB, there are 9(26.5%) childrenwith TST positive and 16(47,1%) children with IFN-test positive. The concordance test was 38.23%(=0.27).

Conclusion

IFN- test was having enough compatibility rate than TST test, therefor itshouldnotbe usedas a diagnosticof TBinfectionchild.

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit tertua di dunia yang sampai saat

ini masih menjadi masalah kesehatan global. Laporan World Health Organization

(WHO) pada tahun 2011, mencatat peringkat Indonesia menurun ke posisi lima

dengan jumlah penderita TB sebesar 429.000 orang. Lima negara dengan jumlah

terbesar kasus insidens TB adalah India, Cina, Afrika Selatan, Nigeria dan

Indonesia.(WHO, 2011)

Tuberkulosis pada anak masih merupakan penyakit utama yang

menyebabkan kesakitan dan kematian. WHO memperkirakan 1 juta kasus baru

dan 140.000 anak meninggal setiap tahun karena TB. Pada 9 juta kasus baru TB di

seluruh dunia, sekitar 1 juta (11%) terjadi pada anak usia <15 tahun.(Rahajoe ,

Basir, Makmuri, Kartasasmita,2007)

Penderita TB anak infeksi primer pada umumnya sering luput dari

perhatian, sedangkan sampai saat ini diagnosis TB anak masih menjadi masalah

karena tanda dan gejala yang tidak spesifik, populasi basil TB pada anak yang

sakit TB rendah dan masih rendahnya nilai uji diagnostik yang ada. Seorang anak

dapat terkena infeksi TB tanpa menjadi sakit, uji tuberkulin positif tanpa ada

kelainan klinis, radiologis paru dan laboratorium. Diagnosis paling tepat penyakit

(5)

cairan serebrospinal, cairan pleura atau biopsi jaringan, tetapi hal ini pada anak

sulit didapat.(Rahajoe, Basir, Makmuri, Kartasasmita,2007)

Sampai saat ini telah dikembangkan berbagai metode diagnosis untuk TB

berdasarkan pendekatan klinis, radiologis, bakteriologis, imunologis dan

molekuler. Namun hampir tidak ada metode diagnosis yang benar-benar akurat,

cepat, mudah dan murah dengan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi.

Kelemahan dalam metode diagnosis menyebabkan keterlambatan diagnosis dan

diagnosis yang berlebihan merupakan hal yang sering terjadi. Keadaan ini

menyebabkan sulitnya menurunkan angka kesakitan dan kematian yang

disebabkan penyakit ini.(Ernst, Nunez, Banaiee,2007; Wang et al, 2007;Shen et

al,2009;ATS,2000).Uji Mantoux atau Tuberculin Skin Test (TST) dengan

menggunakan Purified Protein Derivatif (PPD) merupakan metode yang masih

dijadikan pedoman, namun uji ini mempunyai sensitivitas yang rendah dan

banyak diperdebatkan para ahli. Penggunaan secara tepat uji tuberkulin

memerlukan pengetahuan tentang antigen, dasar reaksi imunologik terhadap

antigen tersebut, teknik penyuntikan serta pembacaan uji.Antigen uji tuberkulin

tidak 100% sensitif dan spesifik mendeteksi infeksi Mycobacterium tuberculosis

(M.tb) karena selain infeksi oleh M.tb tersebut, juga dipengaruhi vaksinasi

Bacillus Calmette-Guerin (BCG) dan Mycobacterium Other Than Tuberculosis

(MOTT). Cara penyuntikan yang salah, adanya booster phenomenon, serta anergi

pada immunokompromais mempengaruhi sensitivitas dan spesifisitas uji

tuberkulin. (Desem, Jones,1998). Sensitivitas uji tuberkulin dilaporkan bervariasi

(6)

di Amerika. Sedangkan spesifisitasnya bervariasi dari 56% pada populasi dengan

vaksinasi BCG sampai 98% pada populasi tanpa vaksinasi BCG. (Menzies, Pai,

Comstock,2007).

Uji diagnosis TB saat ini yang tidak dipengaruhi vaksinasi BCG dan

MOTT adalah uji interferon-(IFN-).Pemeriksaanini awalnya diteliti di

peternakan sapi, berdasarkan inkubasi darah dengan PPD dan selanjutnya

dilakukan pemeriksaan imunologi IFN-yang dihasilkan sel T sebagai reaksi

terhadap PPD. Produksi IFN-menunjukkan aktivasi sistem imun seluler, serupa

dengan konsep uji tuberkulin. Pemeriksaan IFN- akan menghindari kunjungan

kedua untuk menilai hasil uji tuberkulin dan reaksi kulit, tidak ada boosting effect

dan sedikit bias atau error pada pembacaan. Kelebihan lain adalah

kemampuannya untuk membedakan antara reaktivitas terhadap M.tb dengan

MOTT. Tes ini juga dilaporkan lebih spesifik (mencapai 100%) dibandingkan tes

kulit tuberkulin pada populasi yang mendapat vaksinasi BCG. (Mazurek, Vilarino,

2002).

Sampai saat ini di Padang belum ada data mengenai uji diagnostik infeksi

TB anak melalui pemeriksaan sel T limfosit dengan mengukur kadar IFN-.

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan uji tuberkulin dengan kadar

IFN-pada kultur sel limfosit pada anak tersangka TB. Kemampuan untuk mendeteksi

(7)

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan masalah

penelitian sebagai berikut:

Apakah ada perbedaan hasil pemeriksaan uji tuberkulin dengan kadar IFN-kultur

sel limfosit pada anak tersangka TB?

1.3Tujuan Penelitian

1.3.1. Tujuan Umum

Mengetahui perbedaan uji tuberkulin dengan kadar IFN-pada kultur sel

limfosit anak tersangka TB.

1.3.2. Tujuan Khusus

1. Mengetahui gambaran uji tuberkulin pada anak tersangka TB usia 3

bulan-14 tahun.

2. Mengetahuikadar IFN-yang dihasilkan oleh sel T pada anak tersangka

TB usia 3 bulan-14 tahun.

3. Mengetahui hasil uji tuberkulin berdasarkan skar BCG

4. Mengetahui kadar IFN-berdasarkan skar BCG

5. Mengetahui perbandingan antara hasil uji tuberkulin dengan IFN-

pada anak dengan dan tanpa vaksinasi BCG

1.4. Manfaat Penelitian

1.4.1.Bidang Akademik

Penelitian ini bermanfaat untuk memperoleh cara yang praktis dan tepat

dalam mendiagnosis TB anak dan memberikan informasi mengenai kadar

(8)

menjadi bahan acuan bagi klinisi dalam mendiagnosis TB anak secara

cepat dan akurat.

1.4.2. Bidang Pelayanan Masyarakat

Hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman baru dalam menanggulangi

TB di masyarakat dan membantu pemerintah dalam mengendalikan TB

anak.

1.4.3. Bidang Penelitian

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai landasan bagi penelitian lebih

Referensi

Dokumen terkait

Dari paparan di atas, beberapa kesimpulan dapat ditarik tentang kontroversi jidat hitam di Madura terkait penafsiran frasa athar al-sujūd dalam QS. 61 Abū ‘Abd

Pada pasal 4 dinyatakan bahwa (1) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan, serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia,

Kedua vena serebral internal yang bergabung di bawah splenium untuk membentuk besar vena serebral (Galen), yang menerima vena basal (dari Rosenthal) dan

Penerapan model pembelajaran picture and picture dimak-sudkan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar bahasa Inggris siswa SMP Negeri 2 Bantarbolang Kabupaten

Hipotesis nol 2 : Untuk mengetahui sama ada terdapat perbezaan yang signifikan antara masalah keluarga, masalah rakan sebaya dan masalah disiplin di kalangan pelajar

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, &#34;Siapa yang memberi berbuka orang puasa, baginya pahala seperti pahala orang berpuasa tadi tanpa dikurangi dari

Puji Syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan banyak limpahan berkat dan rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi

[r]