• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Relaxation Centre dengan Konsep Zen.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Relaxation Centre dengan Konsep Zen."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

i Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT

The more advanced technology, the bigger needs must be fulfilled by each individu

to survive in this modern era. These needs indirectly affect individu’s activites become more

and more in order to fulfill those. Furthermore, the development of technology also affects mobilization of each individu which can slow down or quicken that mobilization from one location to another. On land, the development of technology can slow down mobilization because it makes highway infrastructure exceeds its maximum capacity, which can cause a traffic jam, especially in big city, e.g., Bandung. Much acitivites factor with additional a traffic jam can indirectly increase stress level of each individu. Hence, most of individu needs a facility which can make individus to relieve their stress level to get new passion to through their busy day. This reason underlie relaxation concept named relaxation center, which concept offered is zen concept. Zen concpet, which has a meaning of equlibrium of human and nature, is intended to feel relax not only from the treatment but also from the zen interior atmosphere of the place. Relaxation centre applies one stop centre system, which all relaxation facility is prepared inside one building, such as : massage, spa, sauna, reflexology, tea house, yoga, and salon. Relaxation centre is expected can satisfy the need of society to relax and enjoy the cozy atmosphere with complete relaxation facility.

(2)

ii Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK

Semakin maju teknologi, semakin besar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh masing-masing individu untuk tetap bertahan di zaman yang serba modern ini. Hal ini secara tidak langsung akan memengaruhi aktivitas setiap individu menjadi semakin banyak karena kebutuhan yang banyak tersebut. Selain itu, perkembangan teknologi juga berdampak ke mobilisasi dari individu, dimana mobilisasi individu dari satu lokasi ke lokasi lain dapat menjadi lebih cepat bahkan menjadi lebih lambat. Untuk mobilisasi di darat bisa menjadi lebih lambat karena perkembangan teknologi membuat infrastruktur jalan tidak mampu menampung kapasitas kendaraan yang ada di jalan sehingga sering menimbulkan kemacetan yang parah, khususnya di kota besar seperti : Bandung. Faktor akitivitas yang banyak ditambah dengan kemacetan inilah yang secara tidak langsung meningkatkan kadar stress dari setiap individu. Oleh karena itu dibutuhkan suatu fasilitas dimana individu mampu menghilangkan stressnya sehingga memperoleh semangat baru. Hal inilah yang mendasari pemikiran konsep relaksasi yang bernama relaxation centre, dimana konsep yang ditawarkan adalah konsep zen. Konsep zen memiliki makna keseimbangan antara manusia & alam dan dimaksudkan agar setiap individu mampu merasakan suasana yang rileks tidak hanya dari treatment yang diberikan tetapi juga dari suasana interior zen. Sistem yang digunakan pada relaxation centre ini adalah one stop centre, dimana semua fasilitas relaksasi tersedia dalam satu gedung, seperti : massage, spa, sauna, reflexology, tea house, yoga, dan salon. Relaxation centre ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan setiap individu dan keluarganya yang ingin bersantai dan menikmati suasana yang nyaman dengan fasilitas relaksasi yang lengkap.

(3)

v Universitas Kristen Maranatha DAFTAR ISI

Cover

Lembar Pengesahan

Pernyataan hasil karya pribadi

Pernyataan publikasi laporan tugas akhir

Abstract i

Abstrak ii

Kata Pengantar iii

Daftar isi v

Daftar gambar ix

Daftar tabel xi

Daftar bagan xii

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar belakang 1

1.2 Ide Gagasan 2

1.3 Rumusan Masalah 3

1.4 Tujuan Perancangan 3

1.5 Manfaat Perancangan 3

1.6 Ruang Lingkup Perancangan 4

1.7 Sistematika Penulisan 4

Bab II Relaxation Centre

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Teori

(4)

vi Universitas Kristen Maranatha

B. Manfaat Relaksasi 6

C. Jenis-jenis Relaksasi 7

D.Hal yang harus diperhatikan dalam Relaksasi 8

2.1.2 Sejarah dan Ergonomi

A. Sejarah Zen 8

B.Sejarah Massage 10

C Sejarah reflexology 12

D. Sejarah Spa 14

E. Sejarah Sauna 17

F. Sejarah Meditasi 19

G. Sejarah Yoga 21

H. Sejarah Salon 28

I. Tea House 31

J. Reseptionist 32

K. Ruang Tunggu 33

L. Ruang Ganti 34

2.1.3 Psikologi warna dan bentuk

A. Warna 35

B. Psikologi bentuk 37

2.2 Faktor teknis

2.2.1 Kolam air panas 37

2.2.2 Water Heater 38

2.2.3 Ventilasi 38

2.2.4 Insulasi suara 40

(5)

vii Universitas Kristen Maranatha Bab III Deskripsi Objek

3.1 Deskripsi proyek 43

3.2 Deskripsi Site 44

3.3 Analisa Fungsi 45

3.4 Analisa Existing

3.4.1 Analisa site 46

3.4.2 Analisa Building 50

3.5 Identifikasi User

3.5.1 Pengunjung 52

3.5.2 Struktur Organisasi 53

3.6 Programing

3.6.1 Flow activity 54

3.6.2 Kebutuhan Ruang 56

3.6.3 Zoning Blocking 61

3.7 Implementasi Konsep

3.7.1 Implementasi Bentuk 63

3.7.2 Konsep material 63

3.7.3 Konsep Warna 66

3.7.4 Konsep Penghawaan 66

3.7.5 Konsep Pencahayaan 67

3.8 Studi banding 67

Bab IV Perancangan Relaxation Centre

4.1 Konsep Desain Interior Relaxation Centre

4.1.1 Tujuan desain 72

(6)

viii Universitas Kristen Maranatha

4.2 Karakter dan suasana Ruang Relaxation Centre 73

4.3 Pembagian Ruang Relaxation Centre 73

Bab V Kesimpulan dan Saran

5.1 Kesimpulan 88

5.2 Saran 89

(7)

ix Universitas Kristen Maranatha DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Zen 10

Gambar 2.2 Massage 11

Gambar 2.3 Ergonomi Massage Bed 12

Gambar 2.4 Reflexology 12

Gambar 2.5 Ergonomi Kursi Reflexology 14

Gambar 2.6 Spa 14

Gambar 2.7 Shower 15

Gambar 2.8 Ergonomi Bathub 16

Gambar 2.9 Ergonomi kolam terapi air yang berkontur antropometrik 16

Gambar 2.10 Ergonomi kolam terapi air yang berkontur antropometrik2 17

Gambar 2.11 Sauna 17

Gambar 2.12 Ergonomi Sauna 18

Gambar 2.13 Meditasi 19

Gambar 2.14 Yoga 21

Gambar 2.15 Ergonomi Ruang Senam Lantai 26

Gambar 2.16 Ergonomi Ruang Senam Lantai2 27

Gambar 2.17 Ergonomi Ruang Senam 27

Gambar 2.18 Hairdresser 28

Gambar 2.19 Ergonomi Sirkulasi Salon 29

Gambar 2.20 Ergonomi Salon 29

Gambar 2.21 Ergonomi sirkulasi area cuci 30

Gambar 2.22 Ergonomi area cuci 30

Gambar 2.23 Ergonomi meja makan 31

Gambar 2.24 Ergonomi tempat makan 31

(8)

x Universitas Kristen Maranatha

Gambar 2.26 Ergonomi reseptionist 32

Gambar 2.27 Ergonomi sofa ( pria ) 33

Gambar 2.28 Ergonomi sofa ( wanita ) 33

Gambar 2.29 Ergonomi loker 34

Gambar 2.30 Ergonomi ruang ganti 34

Gambar 2.31 Skema pemipaan Kolam renag 37

Gambar 3.1 Bumi Bandhawa Boutique Hotel 43

Gambar 3.2 Lokasi Bumi Bandhawa Boutique Hotel 44

Gambar 3.3 Zoning Blocking lantai 1 relaxation Centre 61

Gambar 3.4 Zoning Blocking lantai 2 relaxation Centre 62

Gambar 3.5 Studi Image zen room 63

Gambar 3.6 Air 63

Gambar 3.7 Bambu 64

Gambar 3.8 Kayu 64

Gambar 3.9 Lilin dan perapian 64

Gambar 3.10 Penerapan batu pada lantai dan dinding 65

Gambar 3.11 Penerapan metal pada interior 65

Gambar 3.12 Color palette bumi 66

Gambar 3.13 Jenis-jenis Penghawaan buatan 66

Gambar 3.14 Studi Image pencahayaan 67

Gambar 3.15 Kolam hias Imelda Spa 67

Gambar 3.16 Waiting room Imelda Spa 68

Gambar 3.17 Bathub Imelda Spa 68

Gambar 3.18 Massage bed Imelda Spa 68

Gambar 3.19 Couple Meditation/ Soul Purification 69

(9)

xi Universitas Kristen Maranatha

Gambar 3.21 Outdoor spa Treatment 70

Gambar 4.1Simbol Zen 73

Gambar 4.2 Denah General Lantai 1 74

Gambar 4.3 Denah General Lantai 2 75

Gambar 4.4 Potongan General 75

Gambar 4.5 Denah gedung utama lt.1 76

Gambar 4.6 Area entrance 77

Gambar 4.7 Area Tea house 78

Gambar 4.8 Denah gedung utama lt.2 79

Gambar 4.9 VIP room 1 80

Gambar 4.10 VIP room 2 80

Gambar 4.11 Denah salon lt.1 81

Gambar 4.12 Potongan salon 81

Gambar 4.13 Salon lt.1 82

Gambar 4.14 Denah salon lt.2 83

Gambar 4.15 Salon lt.2 84

Gambar 4.16 Denah private massage 84

Gambar 4.17 Private massage 85

Gambar 4.18 Denah Couple Massage 86

Gambar 4.19 Couple massage 1 87

(10)

xii Universitas Kristen Maranatha DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Analisa site Bumi Bandhawa Boutique Hotel 46

Tabel 3.2 Analisa Building Bumi Bandhawa Boutique Hotel 50

Tabel 3.3 Kebutuhan Ruang 56

DAFTAR BAGAN

Bagan 3.1 Struktur Organisasi Relaxation Centre 53

(11)

1 Universitas Kristen Maranatha BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Semakin berkembangnya jaman, teknologi, ekonomi dan social budaya

semakin berkembang sehingga setiap individu secara tidak langsung dituntut untuk

dapat mengikuti perkembangan jaman tersebut. Sehingga aktivitas masyarakat

terus meningkat seiring berjalannya waktu. Sejalan dengan mobilitas dan

peningkatan aktivitas ini membuat kadar stress dan kejenuhan masyarakat

meningkat. Dan ditengah kesibukannya, masyarakat hanya memiliki sedikit waktu

untuk beristirahat, sedangkan keinginan tiap individu beraneka ragam untuk

merelaksasikan dirinya. Maka dari itu banyak tempat relaksasi bermunculan,

khususnya di Bandung. Namun kebanyakan tempat relaksasi tersebut dari segi

lokasi, suasana ataupun kelengkapan perawatan belum mendukung relaksasi itu

sendiri. Sehingga dibutuhkan suatu tempat yang mudah dijangkau dan mencakup

sebagian kebutuhan masyarakat untuk melepaskan penat dan kejenuhan mereka.

Salah satu sarana yang bisa menjadi solusi untuk permasalahan ini adalah

(12)

2 Universitas Kristen Maranatha One stop centre sendiri merupakan suatu bangunan yang mencakup beraneka ragam fungsi di dalamnya. One stop centre seperti ini belum pernah ada

di Bandung. Dengan adanya One stop centre ini memiliki kelebihan-kelebihan

dibandingkan dengan relaxation centre yang lain, seperti dapat menghemat waktu,

menghemat biaya transportasi, dan lebih praktis. Fasilitas yang disediakan dalam

One stop centre adalah massage, spa, sauna, yoga, meditasi, reflexology, salon dan

tea house. Fasilitas yang disediakan merupakan fasilitas yang paling banyak diminati masyarakat khususnya di daerah Bandung menurut survey yang telah

dilakukan.

Relaxation centre dengan sistem One stop centre memang sudah ada di Bandung namun dari segi gubahan ruang ataupun lokasi belum menunjang proses

relaksasi itu sendiri dan lebih menekankan pada treatment-tretent yang telah mereka

sediakan. Relaxation Centre ini di desain untuk kalangan menengah keatas karena

fasilitas dan suasana yang ditawarkan menggunakan fasilitas yang baik demi

menjamin tingkat kepuasan pelanggan dan dapat memenuhi tujuan merelaksasikan

pelanggan. Tempat ini juga dapat dinikmati oleh semua gender dengan mayoritas

remaja hingga dewasa.

1.2 Ide Gagasan

Pemikiran pada rancangan Relaxation centre tersebut adalah sebuah tempat

yang memiliki beberapa fasilitas dalam satu bangunan atau dapat disebut juga

dengan sistem One stop centre. Fasilitas yang terdapat pada Relaxation centre ini

meliputi :

Massage, Spa dan Sauna ( Private room, Couple room dan VIP room )

Yoga ( Private class, Couple class, Sharing/Basic class dan Prenatal Class)

Meditasi (Meditation path)

Reflexology ( Sharing room dan Couple room)

Salon ( Hair treatment, Menicure & Pedicure dan Facial)

(13)

3 Universitas Kristen Maranatha Untuk menciptakan suasana yang mendukung dalam Relaxation Centre

tersebut dibutuhkan pemilihan lokasi yang tepat dan pengolahan desain ruang yang

tepat pula. Dari pencapaian tersebut dapat menciptakan suasana nyaman dalam

relaxation centre dan dapat mendukung proses relaksasi tidak hanya dengan

layanan dari trestment yang diberikan.

1.3 Rumusan Masalah

1. Bagaimana menciptakan suasana area meditasi yang nyaman sehingga

depat meningkatkan relaksasi?

2. Bagaimana peletakan ruang dan alur yang efektif bagi pengunjung dan

pegawai dalam Relaxation centre tersebut?

3. Bagaimana cara menyeimbangkan alam dengan manusia untuk

menunjang relaksasi?

1.4 Tujuan Perancangan

1. Merancang suasana ruang yang disesuaikan dengan proses relaksasi

setiap ruangnya.

2. Pemisahan antara area service dan salon sengan ruang treatment agar

bising yang ditimbulkan tidak mengganggu proses relaksasi.

3. Keseimbangan dari alam dan manusia dapat diwujudkan dengan konsep

zen.

1.5 Manfaat Perancangan

Perancangan Relaxation Centre di kota Bandung ini diharapkan dapat

memberi manfaat bagi setiap pengunjung yang datang dengan memberikan

fasilitas-fasilitas yang baik, pelayanan yang ramah dan memuaskan serta suasana

(14)

4 Universitas Kristen Maranatha 1.6 Ruang Lingkup Perancangan

1. Yoga

2. Reflexology

3. Massage

4. Spa & Sauna

5. Salon

6. Tea house

1.7 Sistematika Penulisan

BAB 1 PENDAHULUAN

Berisi latar balakang masalah, ide gagasan, rumusan masalah, tujuan masalah,

manfaat perancangan , dan ruang lingkup perancangan Relaxation Centre serta

sistematika penulisan.

BAB 2 RELAXATION CENTRE

Membahas mengenai relaxation centre yang meliputi pengertian dan manfaat dari

relaksasi. Penjelasan Treatment dan sistem operasional yang ada pada Relaxation

Centre serta aktivitas yang dilakukan dalam Relaxation centre.

BAB 3 DESKRIPSI OBJECT

Berisi analisi-analisis dari proyek perancangan Relaxation cantre. Analisis-analisis

tersebut meliputi analisis site, analisis bangunan, frekuensi lalu lintas, pembahasan

aktivitas, kebutuhan ruang, zoning blocking damn penerapan konsep dalam

Relaxation Centre.

BAB 4 PERANCANGAN RELAXATION CENTRE

Berisi pembahasan hal yang trtera pada sub-bab Rumusan masalah dan Tujuan

Perancangan.

BAB 5 KESIMPULAN

(15)

88

Universitas Kristen Maranatha BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berlatar dari peningkatan teknologi, ekonomi dan social budaya yang

menyebabkan kadar stress meningkat. Sehingga dibutuhkan tempat relaksasi yang

memiliki kelebian dibandingkan dengan fasilitas relaksasi yang telah tersedia lainnya

yaitu dengan merancang sistem one stop centre. Fasilitas yang terdapat dalam

Relaxation centre tersebut adalah massage, spa, sauna, yoga, meditasi, reflexology, salon dan tea house. Untuk menciptakan suasana yang mendukung dalam Relaxation Centre tersebut dibutuhkan pemilihan lokasi yang tepat dan pengolahan desain ruang yang tepat pula.

Dalam perancangan Relaxation centre menggunakan konsep Zen yang

bermakna keseimbangan antara manusia dengan alam. Agar pengunjung lebih merasa

rileks tanpa adanya banyak teknologi maju seperti televisi atau gadget dan lebih

memfokuskan diri pada lingkungan dan tubuh. Untuk lebih mendukung kesan rileks

(16)

89

Universitas Kristen Maranatha pada setiap ruang agar lebih terkesan mengalir dan tidak kaku. Begitu juga pada area

meditasi karena meditasi bukan berarti harus diam pada stu ruangan yang hening,

meditasi dapat berupa meditasi suara, visual dan gerak. Sehingga dalam area Tea House

di desain dalam suasana yang nyaman dan tenang untuk bersantai. Dalam perancangan

alur sirkulasi juga harus diperhatikan baik dari segi pegawai dan pengunjung. Seperti

pada penempatan area transisi atau jalur khusus untuk mencapai rungan tertentu agar

tidak mengganggu sirkulasi yang satu dengan yang lainnya.

5.2 Saran

Dalam perancangan Relaxation centre ini didapat beberapa saran yang dapat

disampaikan dalam merancang sebuah fasilitas relaksasi. Dalam perancangan interior

sebuah fasilitas relaksasi, keadaan eksisting harus dianalisa dengan baik dan mendalam

sehingga dapat mendukung proses relaksasi tersebut dan dapat membuat user merasa

nyaman. Peletakan saklar lampu dan jalur sirkulasi pegawai harus lebih diperatikan

agar tidak mengganggu area treatment atau area public lainnya.

Penggunaan material perlu diperhatikan agar tidak licin karena banyak

menggunakan minyak dan air dalam treatment relaksasi. Aktivitas dan ergonomic juga

perlu diperhatikan untuk mendukung aktivitas dan kenyamanan. Sehingga melalui

(17)

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR PUSTAKA

Fraser, Tom dan Adam Banks. Designer's Color Manual. San Francisco : Chronicle

Books Panero, Julius dan Martin Zelnik.1979.Human dimension and Interior Space.

United States : Whitney Library of Design

“Acoustic Absorbers and Diffusers”, Cox, Trevor J.; D’Antonio, Peter

“Interior Graphic and Design Standards”, Reznikoff, S. C

Bess, Nancy moore.2011. Bamboo in Japan. Japan : Kodansha

Murata, Noboru dan Alexander Black. 2000. The Japanese House. United States : Tuttle

David dan Michiko young. 2005. The Art of The Japanese Garden.Japan : Tuttle

http://www.reflectionmassage.com/tag/arti-relaksasi/

http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2013/10/26/manfaat-relaksasi-602432.html

http://kajianpsikologi.blogspot.com/2011/11/relaksasi.html

erbinabaroes.wordpress.com/2013/06/24/arti-warna-dalam-ilmu-psikologi-lalu-apa-warna-kepribadianmu/

www.design-skills.org/the_psychology_of_forms.html

http://perpustakaanindonesia.com/2014/08/18/sejarah-singkat-zen-buddhisme/

http://myofitmassage.com.au/relaxation/

http://katakelana.wordpress.com/2012/10/26/massage-dalam-lintasan-sejarah/

http://fallshairandbeauty.co.uk/?service=reflexology

http://www.jamboghkita.com/2011/11/sejarah-pijat-refleksi.html

http://novitabeauty.wordpress.com/2012/12/28/sejarah-reflexiologi/

http://www.santorini-princess.com/spa/

(18)

Universitas Kristen Maranatha http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2012/10/121018_ancient_sauna_unearth ed

http://saunamaroc.ma/

http://dailypositiveenergy.com/meditation/6-basic-steps-you-need-to-know-to-start-meditation-successfully/

http://www.news-medical.net/health/Meditation-History-(Indonesian).aspx

http://massageyogawellness.com/wp-content/uploads/2013/10/yoga-mats-adventure-blog-11.jpg

http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20141014133552-255-6288/dari-sini-sejarah-yoga-berasal/

http://www.hairfashion.me/article/12870/18/06/2013/salon--sejarah-tempat-perawatan-kecantikan

www.texas.inetgiant.com

www.poolcenter.com

www.ehow.com/facts_5686075_types-bathroomvent- fans.html

lafdtraining.org/ists/books/bk29ch3vent.pdf

www.bumibandhawa.com

Referensi

Dokumen terkait

Perancangan dengan konsep Neo-Klasik yang dapat menciptakan suasana elegan adalah yang didesain dengan bentuk yang simetris, pemilihan warna monokrom, yaitu kuning

Pada perancangan interior nantinya menggunakan sebuah konsep desain yang belum pernah ada sebelumnya yaitu dengan menciptakan dua suasana yang berbeda yang

Menciptakan konsep desain interior daycare yang dapat memberikan suasana baru yang menyenangkan bagi proses bermain dan belajar anak1. Menghasilkan desain interior daycare

Dengan kondisi seperti itulah maka dibutuhkan sebuah media informasi yang baik, yakni dengan membuat suatu perancangan grafis lingkungan yang tepat dan terpadu yang

Pada perancangan interior nantinya menggunakan sebuah konsep desain yang belum pernah ada sebelumnya yaitu dengan menciptakan dua suasana yang berbeda yang

Desain interior kamar tamu dengan gaya Pop Art ini melibatkan perancangan ruang dengan warna-warna cerah, pola berani, dan citra ikonik untuk menciptakan suasana yang menarik secara

Untuk dapat memenuhi kebutuhkan masyarakat sehingga memicu kepekaan kegiatan literasi dibutuhkan kriteria desain yang mendukung konsep desain dengan menerapkan metode desain pada

Warna yang digunakan pada perancangan interior Milk Centre di Boyolali yaitu warna pada gaya desain interior kontemporer yang didominasi dengan warna netral seperti abu-abu, cokelat,