• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV KONSEP PERANCANGAN"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

KONSEP PERANCANGAN

4.1. Ide / Gagasan 4.1.1 Ide Desain

RSUD Cengkareng adalah rumah sakit pemerintah provinsi DKI Jakarta, yang berada di Jakarta Barat. RSUD Cengkareng merupakan rumah sakit yang sangat banyak dikunjungi orang, karena ini rumah sakit pemerintah yang melayani pasien tidak mampu. Karna banyaknya pasien dan pengunjung yang datang berobat ke RSUD Cengkareng maka sangat dibutuhkan media informasi. Karna media informasi sangat di butuhkan untuk mereka yang mencari ruangan yang akan mereka tuju. Tapi kenyatan yang ada di RSUD Cengkareng masih kurang informatif. Informasi yang terdapat di RSUD Cengkareng belum semuanya ada papan petunjuk dan arah, itu pun dengan penempatan yang sembarangan dan tidak terlihat dengan baik ditambah penggunaan material dan warna yang berbeda. Dengan kondisi seperti itulah maka dibutuhkan sebuah media informasi yang baik, yakni dengan membuat suatu perancangan grafis lingkungan yang tepat dan terpadu yang mampu mere-presentasikan RSUD Cengkareng secara keseluruhan dengan tempat penempatan yang tepat sehingga mampu memberikan informasi, memudahkan serta menciptakan kenyamanan bagi para pasien dan pengunjung rumah sakit. mengingat kondisi psikologis orang yang datang ke sebuah rumah sakit pasti berbeda dengan orang yang berkunjung ke sebuah pusat perbelanjaan.

4.1.2 Inovasi Desain

Perancangan yang akan di buat yaitu Grafis Lingkungan yang meliputi: a. Sign system, meliputi :

 Orientation and Information Sign

Welcome Sign dengan material plat Alumunium 1,2 ml dengan stiker ritrama dengan teknik digital print outdoor high ress karena dapat bertahan lama dan tidak mudah kotor. Dengan teknik pemasangan di

(2)

tanam pada pintu masuk rumah sakit. Map / Peta dengan material plat Alumunium 1,2 ml dengan sticker ritrama dengan teknik digital print outdor high ress, untuk penempatannya menggunakan beton. Dengan teknik pemasangan ditanam dan di tempatkan di pintu masuk utama.  Identification sign :

• Sign Board (Papan Nama) • Fasilitas

• Buliding Sign  Direction sign  Advice sign

Akan menciptakan signage yang dapat mencitrakan suatu wilayah, khususnya RSUD Cengkareng, yang perancang angkat dari sejarah dan fasilitas yang ada.Sehingga dengan gambaran visual dapat merepresentasikan RSUD Cengkareng.

4.3 Target Audience

Target Audience pada perancangan sign system ini adalah semua penunjang RSUD Cengkareng baik itu pasien, penunggu maupun pengunjung pasien. Target audience bersifat heterogen baik dari tingkat pendidikan, status sosial, usia, suku bangsa, dan lain – lain.

Target Audience perancangan ini dibagi dalam beberapa aspek, yaitu:

Demografis

Dilihat dari visi dan misi rumah sakit dimana mereka melayani tanpa membedakan status social, ras, golongan, dan agama, maka dalam hal ini aspek demografisnya sulit untuk ditinjau. Selain alasan fasilitas umum yang dipergunakan tanpa memandang batasan – batasan tertentu. Namun yang terpenting sign system ini harus bisa dibaca dan dipahami baik itu pria dan wanita dengan kisaran usi 15 – 60 tahun.

(3)

Behavioural

Ditujukan terutama kepada audience yang menyukai hidup praktis, dan malu atau malas untuk bertanya, namun tidak tertutup kemungkinan bagi mereka yang suka bertanya.

Geografis

Mereka yang tinggal dan terutama yang hendak berkunjung atau sedang berada di RSUD Cengakareng.

Psikografis

Sifat target audiencenya adalah mereka yang suka bingung dalam mencari ruangan dikarenakan tanda petunjuk yang ada kurang jelas, dan juga mereka kurang memperhatikan tanda – tanda yang sudah ada.

4.3 Pendekatan Estetis Desain

Bentuk pendekatan estetis desain diwujudkan dengan memadukan ciri khas/ornament Betawi dengan logo rumah sakit dan fasilitas di dalamnya.

Gambar 4.1. Contoh Ornament Betawi yang ada di RSUD Cengkareng Foto: Feybert, 2013

(4)

4.4 Muatan Lokal Dalam Perancangan Karya Desain

Desain yang dibuat nantinya akan dipadukan dengan bentuk visual dari fasilitas dan bentuk ornamen interior yang ada di rumah sakit. dalam pembentukan sign system-nya untuk elemen visual diambil dari ornamen Betawi. Sehingga memiliki ciri khas tersendiri dan sangat berbeda dari desain sign system yang sudah ada sebelumnya.

4.5. Proses Perancangan

4.5.1 Uraian / Penjelasan langkah desain a. Desain Brief

 Pembuatan ikon dan studi font untuk RSUD Cengkareng. Warna yang akan digunakan juga melalui proses studi warna yang merupakan brand color RSUD Cengkareng untuk menentukan keharmonisan dan kesesuaian dengan karakteristik rumah sakit dengan tetap menonjolkan font dan ikon yang sudah terpilih nantinya.

 Pembuatan peta rumah sakit berfungsi untuk memberikan informasi fasilitas yang berada di RSUD Cengkareng. Seperti IGD, Poliklinik serta Fasilitas-fasilitas penunjang lainnya. Peta rumah sakit dibuat

(5)

dengan dudukan menggunakan kayu kemudian bahan acrylic dipasangkan diatasnya,sticker vinyl dengan teknik digital print indoor high ress. penempatannya akan dipasang di setiap ruangan rawat inap dan depan lift.

 Pembuatan identification sign untuk menandakan tempat – tempat fasilitas yang ada. Berfungsi sebagai identitas dari tempat tersebut. Identification sign di buat dalam format di tempel atau menggantung, bentuk ukuran dibuat standar dan penempatan/pemasangannya disesuaikan dengan karakteristik bangunan. Hal ini bertujuan agar sign yang diaplikasikan tidak mengganggu dan tidak menyulitkan para pasien dan pengunjung. Desain yang dibuat berupa text dan pictogram. Warna yang digunakan masih merujuk pada brand color rumah sakit. Material yang digunakan adalah acrylic 5mm dan cutting sticker scothlite.

 Membuat Direction Sign seperti memberitahukan tempat-tempat tertentu. Direction berbentuk horizontal dengan mempertahankan komposisi yang seimbang. Tulisan nama tempat dibuat dengan rata kiri dan tanda petunjuk berada disamping kiri. Hal ini dibuat untuk memudahkan pendatang dalam mencerna atau memahami informasi yang disampaikan. Warna yang digunakan tetap merujuk pada warna brand color. Material yang digunakan adalah Acrylic 5mm dan cutting sticker

 Membuat informasi desain (advice sign) yaitu berupa informasi larangan dalam membuang sampah sembarangan, larangan Parkir, informasi hati hati. Ini berfungsi supaya orang-orang dapat mematuhi peraturan-peraturan yang dibuat di rumah sakit ini, sehingga RSUD Cengkareng dapat menjadi rumah sakit yang bersih,nyaman untuk para pasien dan pengunjung. Warna sign nantinya akan menggunakan warna konvensional yaitu himbauan berwarna biru, larangan berwarna merah dan peringatan berwarna kuning dengan tetap menampilkan ornament khas yang sudah di rancang untuk sign keseluruhan. Material

(6)

yang digunakan adalah sticker ritrama dengan teknik digital print indoor dan outdoor high ress.

b. Proses dan Sketsa Sign system

- Studi Warna

Gambar 4.2. Studi warna untuk keseluruhan sign RSUD Cengkareng Sumber: Dokumen Pribadi

Warna sangat berperan untuk memperkuat efektivitas komunikasi, juga warna berguna untuk membedakan identitas sesuai dengan fungsi simbol tersebut. Berikut ini adalah warna yang digunakan dalam perancangan ini (makna dalam fungsi sebagai simbol) :

Orange : Melambangkan loyalitas, semangat untuk menolong sesama dan dapat membangkitkan semangat positif

Hijau : Melambangkan kehidupan, ketenangan dan pertolongan pertama. Dalam perancangan ini dipilih karena sesuai dengan warna corporate RSUD Cengkareng.

Putih : Sebagai warna untuk penetralisir suasana, untuk semua simbol dalam sign system lainnya.

(7)

- Studi Pictogram

Pictogram laboratorium

Gambar 4.3. Eksplorasi pictogram laboratorium Sumber: Dokumen Pribadi

(8)

Pictogram Rawat Inap

Gambar 4.4. Eksplorasi pictogram rawat inap Sumber: Dokumen Pribadi

(9)

Pictogram Ruang Tunggu

Gambar 4.5. Eksplorasi pictogram laboratorium Sumber: Dokumen Pribadi

(10)

Pictogram Rehab Medik

Gambar 4.6. Eksplorasi pictogram rehab medik Sumber: Dokumen Pribadi

(11)

Pictogram Rekam Medis

Gambar 4.7. Eksplorasi pictogram Rekam Medis Sumber: Dokumen Pribadi

(12)

Pictogram Klinik Kebidanan

Gambar 4.8. Eksplorasi pictogram Klinik Kebidanan Sumber: Dokumen Pribadi

(13)

Gambar 4.9. Eksplorasi pictogram ruang gas Sumber: Dokumen Pribadi

(14)

Gambar 4.10. Eksplorasi pictogram apotik Sumber: Dokumen Pribadi

(15)

Gambar 4.11. Eksplorasi pictogram ruang laundry Sumber: Dokumen Pribadi

(16)

Gambar 4.12. Eksplorasi pictogram ruang rapat Sumber: Dokumen Pribadi

(17)

Gambar 4.13. Eksplorasi pictogram klinik akupunktur Sumber: Dokumen Pribadi

(18)

Gambar 4.14. Eksplorasi pictogram kitchen Sumber: Dokumen Pribadi

(19)

Gambar 4.15. Eksplorasi pictogram klinik jantung Sumber: Dokumen Pribadi

(20)

Gambar 4.16. Eksplorasi pictogram klinik anak Sumber: Dokumen Pribadi

(21)

Proses Sketsa

Gambar 4.17. Sketsa Pictogram Sumber: Dokumen Pribadi

(22)

Pictogram dalam Bentuk Digital

Gambar 4.18. Contoh Picrogram 1 Sumber: Dokumen Pribadi

(23)

Gambar 4.19. Contoh Picrogram 2 Sumber: Dokumen Pribadi

(24)

- Studi Tipografi

Gambar 4.20. Studi Font untuk sign system Sumber: Dokumen Pribadi

Menentukan jenis font yang akan digunakan baik serif maupun san serif yang nantinya akan digunakan untuk sign system. Dalam pemilihan jenis font, perancang memilih beberapa jenis font, kemudian di aplikasikan ke dalam sebuah desain sign system lalu memilih menjadi satu.

(25)

Gambar 4.21. Font untuk sign system Sumber: Dokumen Pribadi

Huruf yang digunakan pada keseluruan sign system RSUD Cengkareng menggunakan jenis huruf Info Text Medium, karena huruf ini dapat mewakili karakteristik RSUD Cengkareng dan juga mudah dibaca oleh para pasien dan pengunjung yang datang. Ukuran Huruf yang dipakai adalah 175 point untuk identification sign, 170 point untuk hanging directory sign, 90 point untuk wall mount directory sign

Gambar 4.22. sketsa directory sign Sumber: Dokumen Pribadi

(26)

c. Proses Produksi

· Material Karya

Gambar 4.23. Acrylic sheet Sumber: http://www.google.co.id

Gambar 4.24. Sticker Scotlight Sumber: http://www.google.co.id

Material yang digunakan adalah acrylic dengan ketebalan 5mm, untuk simbol dan huruf menggunkan bahan sticker scotlight yang di cutting dengan mesin. untuk identification sign teknik pemasangannya mengunakan baut 10 mm sehingga acrylic tidak langsung di tempelkan ke tembok, sehingga ada jarah antara acrylic dan tembok. Directory sign yang digantung pemasangannya di menggunakan kawat baja/kawat sling sehingga tidak terlalu kelihatan media yang mengikat sign tersebut.

(27)

Gambar 4.25. Proses Produksi sign system (foto : Feybert, 2013)

Gambar

Gambar 4.1. Contoh Ornament Betawi yang ada di RSUD Cengkareng  Foto: Feybert, 2013
Gambar 4.2. Studi warna untuk keseluruhan sign RSUD Cengkareng  Sumber: Dokumen Pribadi
Gambar 4.3. Eksplorasi pictogram laboratorium  Sumber: Dokumen Pribadi
Gambar 4.4. Eksplorasi pictogram rawat inap  Sumber: Dokumen Pribadi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi tersebut adalah kondisi saat ini yang telah mengalami perubahan dari hutan rawa gambut menjadi beberapa bentuk tataguna lahan sebagai akibat dari kehilangan

Perhatikan  suatu  pertaksamaan  .  Pertaksamaan  tersebut  dapat  dibagi  menjadi  dua,  yaitu   dan   yang  keduanya  menyatakan  suatu  selang  buka  yang 

Muhammadiyah tanggal 1-7 Agustus 2015. Struktur Sintaksis Media Online Detik.com tentang Pemberitaan Muktamar NU dan Muhammadiyah. Struktur sintaksis pada pemberitaan

Hasil penelitian menunjukan, bahwa penambahan surimi lele sebanyak 30% menghasilkan permen jelly rumput laut yang paling disukai panelis dengan kadar protein 10%, kadar serat

Sebelum senyawa genistein ditambatkan pada REα, dilakukan validasi internal untuk mengetahui apakah protokol yang digunakan dapat menghasilkan kembali pose dari ligan

sekitar sanggup ber%erai apabila masing'masing tidak dapat bertolak ansur. dapat bertolak ansur. $asyarakat yang cinta akan alam sekitar  $asyarakat yang cinta akan alam

terhadap produk atau jasa juga adalah hal terpenting yang harus dilakukan7. oleh usahawan agar kekurangan pada produk atau jasa yang

ii. dan telah ditetapkan, dengan alokasi digunakan untuk memaksimumkan laba perusahaan dengan kendala teknologi produksi. Poin i sampai poin iv merupakan asumsi