• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM KONSELING INDIVIDU TERHADAP PENGURANGAN TINDAKAN BULLYING PADA SISWA KELAS XI T.A 2013- 2014 DI MAN LIMA PULUH KABUPATEN BATU BARA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM KONSELING INDIVIDU TERHADAP PENGURANGAN TINDAKAN BULLYING PADA SISWA KELAS XI T.A 2013- 2014 DI MAN LIMA PULUH KABUPATEN BATU BARA."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM KONSELING INDIVIDU TERHADAP PENGURANGAN TINDAKAN

B U L L Y I N G PA D A S I S W A K E L A S X I T . A 2 0 1 3 - 2 0 1 4 DI MAN L IMA PUL UH KABUPATE N B ATU BARA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan

Oleh:

WAHYU SUTRISNO NIM.1103151070

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul Pengaruh Penggunaan Teknik Assertive Training Dalam Konseling Individu Terhadap Pengurangan Tindakan Bullying Pada Siswa Kelas XI T.A 2013- 2014 Di Man Lima Puluh Kab. Batu Bara”. Skripsi ini merupakan sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Medan.

Banyak kendala yang penulis hadapi dalam mengerjakan skripsi ini, namun alhamdulillah semuanya bisa diatasi berkat bantuan berbagai pihak yang tidak mungkin penulis lupakan. Pada kesempatan ini penulis sampaikan rasa hormat, ucapak terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si sebagai Rektor Universitas Negeri Medan.

2. Bapak Drs. Nasrun, MS selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNIMED, Bapak Prof. Dr. Yusnadi, MS selaku Pembantu dekan I, Bapak Drs. Aman Simaremare, MS selaku Pembantu dekan II dan Bapak Drs. Edidon Hutasuhut, M.Pd selaku Pembantu dekan II Fakultas Ilmu Pendidikan UNIMED.

3. Bapak Prof. Dr. Abdul Munir, M.Pd sebagai ketua Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan dan kepada Ibu Dra. Nurarjani, M.Pd sebagai Sekretaris Jurusan.

4. Ibu Dra. Zuraidah Lubis, M.Pd selaku dosen pembimbing skripsi sekaligus pembimbing akademik yang telah banyak memberikan bimbingan serta masukan yang membangun kepada penulis sehingga penulis mampu melewati dinamika perkulian dan meyelesaikan skripsi ini.

5. Bapak Dr. Rajab Lubis, M.Pd., Ibu Dra. Pastiria Sembiring M.Pd.Kons., dan Ibu Dra. Kemali Syarif M.Pd selaku dosen nara sumber dan penguji skripsi yang telah memberikan pengarahan, saran dan koreksi dalam penyusunan skripsi.

(7)

iii

pengajuan sidang, khususnya jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan yang telah memberikan bekal ilmu hingga penulisan dalam menyelesaikan skripsi ini.

7. Ibu Kepala sekolah MAN Lima Puluh, Ibu Dra. Refiyenti. M.Si yang telah mengijinkan penelitih untuk melakukan penelitian di sekolah yang beliau pimpin.

8. Buat kakak sekaligus pembimbing di saat melakukan penelitian, ibu Palahwati Fitri Siagian, S.Psi. terimakasih bimbingannya ibu.

9. Teristimewah ayahanda dan ibunda yang telah banyak kasih sayang, doa, dukungan, motivasi hingga kiranya penulis mampu menyelesaikan tugas akhir ini.

10.Buat saudara- saudaraku, Irwansyah, SE sekeluarga, Andriansyah, SH sekeluarga, Muhamad Akhayar, S.Pdi dan Rini Anjaswari, S.Pdi. yang sudi kiranya memberi motivasi dan pelajaran yang berharga.

11.Sahabat- sahabat seperjuangan ku di jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan stambuk 2010. Kelas A. B dan C terkhusus buat Isnani Ramadani, Tri astuti, Dodi Hutagalung, Rendi Sebayang, Fidelis, Pauji Pane, Siti Utami, Lailan Syafira, Anisa Margolang. Terimakasih atas kecerian selama ini. Maaf tidak bisa tulis nama kalian satu persatu.

12.Buat anak- anak Go- Kills, Parwis nasution, fadilah Rukmaya, Nina Andriani dan Muliasi erdiana, yang selalu memberi motivasi kepada penulis.

13.Buat yang teristimewa Ayunda Ridiatami, yang selama ini sudi kiranya memberi bantuan baik moril ataupun materil dan menginspirasi penulis untuk menyelesaikan tugas akhir ini.

14.Tak lupa ucapan terimakasih kepada adik- adik MAN Lima Puluh yang telah membantu penulis dalam penelitian.

(8)

iv

skripsi ini. Kiranya isi skrisi ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya dalam memperkaya khasana ilmu pendidikan bidang bimbingan dan konseling. Akhirnya penulis mengucapkan terimah kasih.

Medan, Agustus 2014 Penulis,

(9)

ABSTRAK

WAHYU SUTRISNO. NIM. 1103151070. Pengaruh Penggunaan Teknik Assertive Training Dalam Konseling Individu Terhadap Pengurangan Tindakan B u l l y i n g Pa d a S i s w a K e l a s X I T . A 2 0 1 3 - 2 0 1 4 Di MAN Li ma Puluh K ab upaten B atu Bara

Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah : Adakah Pengaruh Penggunaan Teknik Assertive Training Dalam Konseling Individu Terhadap Pengurangan Tindakan Bullying Pada Siswa Kelas XI T.A 2013- 2014 Di MAN Lima Puluh Kab. Batu Bara. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknik Assertive Training dalam konseling individu terhadap pengurangan tindakan Bullying pada siswa kelas XI T.A 2013- 2014 Di MAN Lima Puluh Kab. Batu Bara. Subjek dalam penelitian ini adalah 7 siswa kelas XI MAN Lima Puluh Kab. Batu Bara. Pemilihan subjek penelitian yaitu siswa yang memiliki kriteria korban Bullying yang didapat dari hasil pretest angket Tindakan Bullying.

Penelitian ini termasuk jenis penelitian Eksperimen yaitu, model rancangan penelitian yang memberikan perlakuan kepada sekelompok orang yang dijadikan subjek penelitian. Penelitian ini menggunaka dua variabel yaitu Teknik Assertive Training dalam Konseling Individu (X) sebagai variabel bebas, Bullying (Y) sebagai variabel terikat. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket Tindakan Bullying dengan menggunakan skala likert yang telah dimodifikasi. Dengan desain penelitian pre test – post test. Teknik analisis data menggunakan aplikasi microsoft exel untuk menguji validitas angket. Selanjutnya di lakukan pengujian rehabilitas untuk melihat apakah angket yang di gunakan reliabel. Sedangkan untuk melihat apakah ada pengaruh teknik Assertive Training dalam konseling individu terhadap pengurangan tindakan Bullying pada siswa menggunakan uji wilcoxon atau uji J.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan teknik Assertive Training dalam konseling individu terhadap pengurangan tindakan Bullying pada siswa kelas XI MAN Lima Puluh Kab. Batu Bara. Hal ini diketahui dari melihat data Pre-Test tindakan Bullying siswa rata-rata = 75,7 termasuk kategori sedang, dan rata-rata-rata-rata Post-Test = 42,4 termasuk kategori rendah. Teknik uji hipotesis menggunakan rumus uji wilcoxon yang memperoleh hasil Jhitung = 14 sedangkan harga Jtabel = 2, Sehingga dari hasil ini dapat dikemukakan hipotesis penelitian yang berbunyi : Ada Pengaruh Penggunaan Teknik Assertive Training Dalam Konseling Individu Mampu Mengurangi Tindakan Bullying Pada Siswa Kelas XI T.A 2013- 2014 Di MAN Lima Puluh Kab. Batu Bara dinyatakan diterima. pada taraf nyata  = 0,05. Hal ini terlihat dari Jhitung > Jtabel (14 > 2).

(10)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Lamp. 1.Tindakan Bullying ... 72

Lamp. 2.Tabel Validitas Angket Siswa Tindakan Bullying ... 78

Lamp. 3.Perhitungan Validitas Angket Siswa Tindakan Bullying ... 79

Lamp. 4. Perhitungan Realibitas Angket Siswa Tindakan Bullying ... 81

Lamp. 5. Angket Sudah Valid ... 84

Lamp. 6. Skor Pre - Test ... 88

Lamp. 7. Skor Pos - Test ... 89

Lamp.8. Tabel Tabulasi Data Penelitian ... 90

Lamp. 9.Tabel Perhitungan Kategori Tindakan Bullying sebelum diberi layanan Konseling Individu Pada Siswa Kelas XI Lima Puluh T.A 2013/2014 ... 91

Lamp. 10. Perhitungan Rata-Rata (M), Standar Deviasi (SD) Pre- Test ... 93

Lamp. 11.Tabel Perhitungan Kategori Tindakan Bullying setelah diberi layanan Konseling Individu Pada Siswa Kelas XI Lima Puluh T.A 2013/2014 ... 95

Lamp. 12. Perhitungan Rata-Rata (M), Standar Deviasi (SD) Pos- Test ... 97

Lamp. 13. Pengujian Hipotesis ... 99

Lamp. 14. Perhitungan Pola Tindakan Bullying Siswa ... 101

Lamp. 15. Jadwal Pelaksanaan Penelitian ... 102

Lamp. 16. RPL, Laporan Konseling Individu, dan Alat Penilaian Konselor ... 103

Lamp. 17. Rekaman Konseling individu (A.K.S) ... 201

Lamp. 18. Absensi Siswa ... 213

Lamp. 19. Dokumentasi ... 225

Lamp. 20. Tabel R ... 228

(11)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Menurut UU no. 20/03 tentang sistem pendidikan Nasioanl pasal 1 ayat (1) menerangkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, keperibadian, kecerdasan, ahklak mulia dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (Prayitno & Belferik Manulang, 2010: 51)

Pendidikan juga memegang peranan penting dalam merealisasikan agenda pendidikan yang diarahkan pada peningkatan intelektual dan emosional anak didik. (Ilahi, 2012: 37) Dalam pendidikan terkandung berbagai macam aspek, salah satu diantaranya adalah siswa memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus di hadapi dalam pengembangan dirinya.

(12)

2

Tugas guru bimbingan dan konseling/ konselor yaitu membantu peserta didik dalam: Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai bakat dan minat; Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosiall yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat; Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/ madrasah secara mandiri; Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.

Dalam membantu siswa mengatasi masalah, konselor melakukan konseling terhadap siswa yang bermasalah. Konseling merupakan proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh konselor kepada individu yang mengalami suatu masalah yang berakhir pada teratasinya masalah yang dihadapi siswa. Bantuan yang diberikan kepada individu yang sedang mengalami hambatan, memecahkan sesuatu melalui pemahaman terhadap fakta,harapan, kebutuhan dan perasaan-perasaan konseli.

(13)

3

diharapkan. Apabila para siswa tersebut belajar sesuai dengan kehendak sendiri dalam arti tanpa aturan yang jelas, maka upaya belajar siswa tersebut tidak dapat berjalan dengan efektif. Selain masalah belajar, konselor juga berperan penting menyelesaikan masalah sosial siswa, baik masalah cara siswa bersosialisasi di kelas maupun kenakalan remaja yang di lakukan siswa di sekolah.

Dewasa ini masalah kenakalan dikalangan pelajar sekolah khususnya SMA (Sekolah Menengah Atas) sedang hangat dibicarakan. Bentuk bentuk perilaku yang sering muncul di media masa adalah permasalahan agresifitas siswa yaitu, tawuran, membolos, perkelahian sesama murid bahkan bunuh diri. Selain belajar sebagai kegiatan utamanya, para siswa yang berada pada usia remaja ini juga memiliki tugas sebagai seorang remaja, yaitu mencapai hubungan baru yang lebih matang terhadap teman sebaya baik pria maupun wanita. Havighurst (dalam Hurlock, 2003:10). Disinilah perlakuan guru bimbingan dan konseling sangat diperlukan untuk mendampingi mereka.

Dari hasil pengamatan peneliti yang di lakukan pada saat menjalankan PPLT (Pelaksanaan Program Lapangan Terpadu) di MAN Lima Puluh Batu Bara ada beberapa siswa yang mengalami tindakan teror yang berupa kekerasan fisik atau mental dan mereka umumnya tidak mampu untuk melawan karena memiliki asertifitas yang rendah. Teror yang berupa kekerasan fisik atau mental yang terjadi pada kasus-kasus di Madrasah Aliyah Negeri Lima Puluh sebenarnya adalah contoh klasik dari apa yang biasanya disebut bullying.

Bullying adalah sebuah hasrat untuk meyakiti. Hasrat ini diperlihatkan

(14)

4

biasanya berulang dan dilakukan dengan perasaan senang. (Ken Rigby dalam Astuti, 2008:3). Korban bullying biasanya tidak mampu membela atau mempertahankan dirinya karena lemah secara fisik atau mental. Tanda anak menjadi korban bullying di antaranya adalah: Depresi, cemas, selalu khawatir pada masalah keselamatan diri, menjadi pemurung, agresi, timbul isu- isu akademi, tampak rendah diri dan jadi pemalu, menarik diri dari pergaulan, penyalagunaan substansi (obat atau alkohol). (Priyatna, 2010:9).

Guru bimbingan dan konseling juga seringkali menjadi tempat siswa-siswa melaporkan masalah yang mereka alami di sekolah, termasuk diantaranya kasus bullying yang menimpa mereka. Siswa cendrung bercerita kepada guru bimbingan

dan konseling untuk mendapat penyelesaian dari masalahnya tersebut. Guru bimbingan dan konseling dituntut agar dapat memberi perhatian dan penanganan yang mendalam bagi siswa-siswa yang terlibat dalam kasus bullying. Berdasarkan fungsi dan layanan bimbingan dan konseling, guru bimbingan dan konseling juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi bullying. Banyak strategi yang bisa di lakukan guru bimbingan dan konseling agar siswa korban bullying dapat keluar dari ketakutan dan kecemasannya. Salah satu strategi untuk menghentikan bullying adalah kita harus menanamkan pada anak agar selalu bersikap asetif dan tidak agresif saat berhadapan dengan anak bandel pelaku bullying. (Priyatna, 2010:47).

(15)

5

sendiri dan orang lain serta bersikap aktif untuk mencapai apa yang diinginkan. Perilaku asertif terkadang tidak timbul dengan sendirinya, dan terkadang memerlukan pelatian- pelatihan. Latihan asertif/ assertive training adalah salah satu teknik behavioral yang berfokus pada masalah- masalah tentang kesulitan pengungkapan perasaan. Menurut (Hartono & Soedarmadji, 2012:129) Teknik ini sangat efektif jika dipakai untuk mengatasi masalah- masalah yang berhubungan dengan rasa percaya diri, pengungkapan diri ataupun ketegasan diri.

Dalam usaha pengentasan masalah diatas, bimbingan dan konseling memiliki beberapa layanan yaitu orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, pembelajaran, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan konseling individu. Dari tujuh jenis layanan bimbingan konseling tersebut semuanya merupakan upaya untuk membantu individu dalam meghadapi dan melalui tahap perkembangannya, mengatasi masalah yang timbul dan mengatasi penyimpanyagan agar perkembangan individu berlangsung secara wajar. Jadi prinsipnya, melalui layanan bimbingan dan konseling, siswa dapat dibantu dalam mencapai tugas- tugas perkembangannya secara optimal.

Salah satu jenis layanan bimbingan dan konseling yang dianggap tepat dalam membantu siswa untuk menerapkan latihan asertif untuk mengurangi tindakan bullying adalah melalui layanan konseling individu. Konseling individu adalah bantuan yang dilakukan konselor hanya dengan individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan cara yang sesuai dengan keadaan yang dihadapi individu untuk mencapai kesejahteraan hidupnya.

(16)

6

tindakan bullying, karena melalui layanan konseling individu siswa diharapkan mampu lebih terbuka dan mampu cepat menerapkan sikap asertif-nya.

Dari uraian di atas peneliti merasa perlu melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Penggunaan Teknik Assertive Training Dalam Konseling

Individu Terhadap Pengurangan Tindakan Bullying Pada Siswa Kelas XI T.A 2013- 2014 Di MAN Lima Puluh Kab. Batu Bara”.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan pemaparan latar belakang masalah diatas, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Adanya beberapa siswa yang mengalami tindakan bullying di MAN Lima Puluh kelas XI T.A 2013- 2014

2. Ketidakmampuan siswa untuk bersikap asertif pada pelaku bullying di MAN Lima Puluh kelas XI T.A 2013- 2014

1.3. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah diperlukan supaya penelitian ini tidak terlalu luas dan agar terarah. Berdasarkan pada latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang telah dikemukan diatas, adaupun masalah dalam penelitian ini dibatasi pada: “Pengaruh Penggunaan Teknik Assertive Training Dalam Konseling Individu

(17)

7

1.4. Rumusan Masalah

Berangkat dari batasan masalah maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “Adakah Pengaruh Penggunaan Teknik Assertive Training Dalam Konseling Individu Terhadap Pengurangan Tindakan Bullying Pada Siswa Kelas XI T.A 2013- 2014 Di MAN Lima Puluh Kab. Batu Bara?”.

1.5. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah: “Untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknik Assertive Training dalam konseling individu terhadap pengurangan tindakan Bullying pada siswa kelas XI T.A 2013- 2014 Di MAN Lima Puluh Kab. Batu Bara”.

1.6. Manfaat Penelitian

Penelitian ini di harapkan memberi manfaat dan pengaruh positif kepada siswa, guru Bimbingan dan Konseling, guru bidang studi, kepala sekolah dan peneliti lain.

Lebih jelasnya sebagia berikut; 1. Bagi siswa

Sebagai informasi bagi siswa untuk menerapkan sikap asertif terhadap pelaku bullying dan pengaruh- pengaruh negatif lainnya.

2. Bagi guru bidang studi dan guru Bimbingan dan Konseling

Sebagai masukan tentang cara meningkatkan perilaku asertif di kalangan seluruh siswa.

(18)

8

Sebagai dasar pentingnya ditingkatkan sikap asertif untuk pengurangan tindakan bullying dan dapat dijadikan dasar peningkatan kemampuan staff sekolah dalam mengatasi dan mencegah tindakan bullying di sekolah 4. Peneliti Lain

(19)

54 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh layanan konseling individu terknik assertive training dalam pengurangan tindakan Bullying Tahun Ajaran 2013/2014, hal ini diketahui dari hasil perhitungan

diperoleh harga Jhitung > Jtabel yaitu = 14 > 2. Maka hipotesis yang menyatakan, terdapat pengaruh yang signifikan dalam layanan konseling individu teknik assertive training untuk pengurangan tindakan Bullying siswa XI MAN Lima

Puluh tahun ajaran 2013-2014, dapat diterima.

5.2. Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka sebagai tindak lanjut penelitian ini disarankan hal–hal sebagai berikut :

1. Diharapkan kepala sekolah lebih mendukung dan memfasilitasi kegiatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah agar tujuan yang diharapkan lebih maksimal

2. Guru BK agar mempertimbangkan dan lebih mengembangkan program layanan Teknik Assertive Training Dalam Konseling Individu untuk mengurangi perilaku bullying pada siswa.

(20)

54

DAFTAR PUSTAKA

Adeline, Renova F. 2013. Pengaruh penggunaan teknik assertive training dalam mereduksi konformitas di SMP Swasta Sion Medan. Skripsi. FIP. Medan: Unimed.

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta Astuti, Ponny R. 2008. Meredam Bullying. Jakarta: Grasindo

Fitri, Ika D. 2013. Pengaruh pemberian layanan BKP dengan teknik layanan sosio drama untuk mempengaruhi prilaku bullying pada siswa kelas X SMK SPP Asahan 2012-2013. Skripsi. FIP. Medan: Unimed.

Hartono & Soedarmadji. 2012. Psikologi konseling edisi revisi. Jakarta: Kencana. Hadfiel, S & Hansson, G. Bersikap Tegas dalam Segala situasi. Jakarta: Gramedia Hurlock, Elisabet B. 2003. Psikologi Perkembangan Edisi Kelima. Jakarta:

Erlangga.

Ilahi, M. Takdir. 2012. Revitalisasi Pendidikan Berbasis Moral. Jogjakarta; Ar- Ruzz media

Lubis, Lahmudin. 2006. Konsep- Konsep Dasar Bimbingan Konseling. Bandung: Citapustaka Media

Prayetno & E Emti. 2004. Dasar-dasar Bimbingan Konseling . Jakarta: Rineka Cipta.

Prayetno . 2004. Layanan Konseling Perorangan. Padang: UNPAD

Prayetno & Belferik M. 2010. Pendidikan Karekter dalam Pembangunan Bangsa. Medan; Penerbit Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Priyatna, Andri. 2010. Let’s End Bullying . Jakarta: Alex Media Komputindo. Sihombing, Poltak. 2013. Pengaruh layanan infoormasi terhadap sikap anti

bullying pada siswa kelas X di SMA N 14 Medan T.A. 2012. Skripsi. FIP. Medan: Unimed.

Sudjana. 2005.Metoda Statistika. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Cetakan ke-13.

Sudrajat, ahkmad. 2008. Tahapan Konselin Individual. (online) dalam

(21)

55

Violina, Erwita I. 2013. Pengaruh penggunaan assertive training didalam mereduksi perilaku konsumtif pada siswa SMPN 2 Deli Tua 2013-2014. Skripsi. FIP. Medan: Unimed.

Willis, Sofyan S. 2011. Konseling Individu Teori dan Praktek. Bandung: Alfabeta.

Wiyani, Novan A. 2012. Save Our Children from School Bullying. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

(22)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS

DATA PRIBADI

Nama : WAHYU SUTRISNO

Tempat/Tanggal Lahir : Kp. Benteng / 2 Juni 1992

Jenis Kelamin : Laki- laki

Agama : Islam

Status : Belum Menikah

Nama Ayah : AMIN

Pekerjaan : Wiraswasta

Nama Ibu : NURMI

Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil

Alamat Orang Tua : Dsn. 6 Desa Benteng Jaya, Kec. Sei Balai.

Kab. Batu Bara

RIWAYAT PENDIDIKAN

Sekolah Dasar : SD Negeri No 016521 Benteng Jaya

Tahun Ajaran 1998 s/d 2004

Sekolah Menengah Pertama : MTS Swasta Mulia Sei Balai Tahun

Ajaran 2004 s/d 2007

Sekolah Menengah Atas : MAS Mulia Sei Balai Tahun Ajaran 2007

s/d 2010

PENGALAMAN KULIAH

1. Melaksanakan PPLT di MAN Lima Puluh

2. Melakukan Penelitian di MAN Lima Puluh

3. Relawan Counseling Center untuk Sinabung

Hormat Saya,

Referensi

Dokumen terkait

Situs web PT ASKOTAMA INTI NUSANTARA memberikan informasi baik informasi perusahaan maupun informasi produk yang ditawarkannya, sehingga masyarakat dapat mengenal dan mengakui

Hasil yang diharapkan adalah curah hujan luaran RegCM3 tidak berbeda secara nyata dengan data observasi sehingga data curah hujan luaran RegCM3 tersebut dapat

No Kode Atribut Pertanyaan Kategori IPA Kategori Kano Perbaikan 1 RS1 Kecepatan petugas dalam menangani keluhan pelanggan Prioritas Utama M Ditingkatkan 2 T10

Keberhasilan orang Banjar di Indragiri Hilir, tidak hanya ditopang oleh etos kerja baik, tetapi juga karena keberhasilan mereka dalam membangun jaringan sosial

The writer would like to limit her discussion to Isabel's character development (nrental and physical).The writcr also limits the discussion to what other characters

matching yang lebih baik antara turbocharge dengan diesel engine. Mengetahui pedoman bagaimana sistem pengendalian blade stator turbin dan.. aplikasin)a pada turbocharge

Tampaknya pemikiran yang segera mudah diambil terhadap topik bahasan berjudul Demokrasi: antara Harapan dan Kenyataan, dengan memperhatikan praktek pesta demokrasi yang pada

Dari tabel 4.33 dan grafik 4.9 dapat diketahui hasil perhitungam annual energy yang dihasilkan oleh gelombang laut di Pantai Payangan tahun 2016, dengan