iv
ABSTRAK
Terdakwa Drs. BAHASYIM ASSIFIE, M.Si. bin KHALIL SARINOTO didakwa melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang oleh jaksa penuntut umum, dan jaksa penuntut umum menggunakan surat dakwaan yang berbentuk kombinasi : subsideritas – kumulatif.Pada proses persidangan di tingkat Mahkamah Agung, terdakwa dijatuhkan pidana 6 tahun dan denda Rp.500.000.000,00 atas tindak pidana korupsi dan pidana 6 tahun dan denda Rp.500.000.000,00 atas tindak pidana pencucian uang, Mahkamah Agung pada pertimbangannya menyatakan pasal yang terbukti di langgar oleh terdakwa diancam pidana tidak sejenis dan harus dipandang berdiri sendiri – sendiri karena itu sepatutnya diterapkan ketentuan pasal 66 KUHP, apakah pasal tipikor dan tppu yang diancam pidana pokok tidak sejenis yang dijadikan pertimbangan dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 1454K/PIDSUS/2011 dapat dikualifikasikan sebagai pidana pokok tidak sejenis berdasarkan Hukum positif yang berlaku di Indonesia? dan Apakah format amar putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1454K/PIDSUS/2011 yang menjatuhkan pidana pokok terhadap masing-masing delik tidak bertentangan dengan asas concursus dalam hukum positif di Indonesia?
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, untuk mengetahui penerapan asas dan kaidah hukum serta peraturan-peraturan hukum yang berlaku dalam perkara ini. Analisis dan pemecahan masalah hukum dalam perkara ini adalah dengan menggunakan metode Deskriptif Analitis, yaitu dengan melukiskan fakta-fakta berupa data.
v
ABSTRACT
Defendant Drs. Bahasyim ASSIFIE, MSi. KHALIL bin SARINOTO charged with corruption and money laundering by the public prosecutor and the public prosecutor's using indictment which have the form a combination of: cumulative subsidiary. In process of trial in the Supreme Court, the defendant sentenced to 6 years in prison and a fine of Rp. 500,000,000.00 on corruption and sentenced to 6 years in prison and a fine Rp.500.000.000,00 on money laundering, The Supreme Court in its consideration of article states that proved to be violated by the defendant punishable different and should be viewed differently because it duly applied the provisions of article 66 of the Criminal Code, whether Article corruption and money laundering are punishable principal is similar taken into consideration in the decision of the Supreme Court No. 1454K / Pidsus / 2011 can be qualified as criminal principal is based on the national positive law in force in Indonesia? and Is the format of the ruling of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 1454K / Pidsus / 2011 which criminalize the principal of each offense is not contrary to the principle concursus in the positive law in Indonesia?
In this study, researchers used a normative juridical approach, to determine the application of the principles and rules of law and regulations applicable law in this case. Analysis and solving legal issues in this case is to use descriptive analytical method, namely by describing the facts in the form of data.