• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH DIGITAL MARKTING TOOLS TERHADAP SPORT CONSUMER DECISION DI WATERBOM BALI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH DIGITAL MARKTING TOOLS TERHADAP SPORT CONSUMER DECISION DI WATERBOM BALI."

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH DIGITAL MARKETING TOOLS TERHADAP SPORT

CONSUMER DECISION DI WATERBOM BALI

(Survei Terhadap Partisipan Mancanegara yang Memutuskan Berkunjung ke Waterbom Bali )

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menempuh Ujian Sidang Sarjana Pariwisata Pada Program Studi Manajemen Pemasaran Pariwisata

Oleh

Yunia Percia Rudiani 0906742

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PEMASARAN PARIWISATA

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

(Survei Terhadap Partisipan Mancanegara yang Memutuskan Berkunjung ke Waterbom Bali)

Oleh

Yunia Percia Rudiani

Skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

©Yunia Percia Rudiani Universitas Pendidikan Indonesia

Juni 2015

Hak Cipta dilindungi undang-undang

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian

(3)

PENGARUH DIGITAL MARKETING TOOLS TERHADAP SPORT CONSUMER DECISION DI WATERBOM BALI

(Survei Terhadap Partisipan Mancanegara yang Memutuskan Berkunjung ke Waterbom Bali)

Pembimbing I

Dr. Vanessa Gaffar, SE., Ak. MBA NIP.19740307 200212 2 001

Pembimbing II

Oce Ridwanudin, S.E., MM NIP. 19810407 201012 1 002

Mengetahui : Ketua Program Studi,

HP. Diyah Setiyorini, MM NIP. 19761031 200812 2 001

Tanggung Jawab Yuridis Ada Pada Penulis,

(4)

ABSTRAK

Yunia Percia Rudiani, 0906742 “Pengaruh Digital Markting Tools Terhadap Sport Consumer Decision Di Waterbom Bali” (Survei Terhadap Partisipan Mancanegara yang Memutuskan Berkunjung ke Waterbom Bali). Dibawah bimbingan Dr. Vanessa Gaffar S.E., Ak. MBA dan Oce Ridwanudin, S.E., MM..

Wisata olahraga akan terus menggeliat, berdasarkan prediksi World Tourism Organization (WTO) pada 2020, akan ada 1,6 miliar orang yang bepergian. Industri pariwisata mampu menyediakan 200 juta lapangan kerja dengan perputaran uang mencapai USD 2 triliun.Bali menjadi salah satu daerah wisata yang tengah gencar mengembangkan potensi wisata olahraga di wilayahnya. Waterbom Bali merupakan waterpark yang berada dibawah naungan PT. Bali Ocean Magic (BOM) yang didirikan dengan sasaran utamanya mengembangkan taman rekreasi wisata di Bali serta menjadi salah satu daya tarik wisata olahraga unggulan di Bali. Pada tahun 2012 Jumlah kunjungan partisipan mancanegara Waterbom Bali mengalami penurunan sebesar 7,66% dan sempat mengalami peningkatan pada tahun 2013 sebesar 6,87% namun dianggap masih belum mencapai target kunjungan, hal ini dikarenakan banyaknya pesaing wisata di Bali. Salah satu upaya yang dilakukan Waterbom Bali untuk dapat meningkatkan kunjungan partisipan mancanegara yaitu dengan menerapkan digital marketing. Variabel independent dari penelitian ini adalah digital marketing tools (X) yang terdiri dari sub variabel social media, search engine optimization (SEO), pay per click (PPC) dan content & video marketing. Variabel dependent yaitu sport consumer decision (Y) yang terdiri dari physical surrondings, social surroundings, time, reason for partisipation dan antecedent states. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dan verifikatif. Metode yang digunakan explanatory survey. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden, dengan teknik penarikan sampel yaitu systematic random sampling. Teknik analisis data yang digunakan regresi linier berganda menggunakan spss windows 20. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sub variabel yang memiliki pengaruh paling tinggi adalah pay per click (PPC) dan yang memiliki pengaruh paling rendah adalah content & video marketing. Adapun rekomendasi untuk pihak pengelola Waterbom Bali dalam meningkatkan sport consumer decision adalah mengoptimalkan fasilitas dan promosi digital sebagai daya tarik wisata olahraga waterslide terbaik dan terlengkap seAsia.

(5)

ABSTRACT

Yunia Percia Rudiani, 0906742 “Effect of Digital Marketing Tools To Sport Consumer Decision In Waterboom Bali(A survey on foreign partisipant who decide to visited Waterbom Bali ). Under the guidance of Dr. Vanessa Gaffar S.E., Ak. MBA dan Oce Ridwanudin, S.E., MM.

Sports tourism will continue to writhe, based on predictions of the World Tourism Organization (WTO) in 2020, there will be 1.6 billion people traveling. The tourism industry is able to provide 200 million jobs with a turnover of USD 2 trillion. Bali is one of the tourist areas are being intensively developing the potential of the sport tourism in the region. WaterbomBali is the waterpark under the auspices of PT. Bali Ocean Magic (BOM), which was established with the main goal to develop a recreational park in Bali as well as being one of the featured sports tourism attraction in Bali. In 2012 the number of visits of foreign participants Waterbom Bali has decreased by 7.66% and was increased in 2013 by 6.87%, but it is still not yet reached the target of visits, it is because the number of competitors in Bali. One of the efforts made to improve Waterbom Bali visits foreign participants by implementing digital marketing. The independent variable of this study is a digital marketing tools (X) consisting of sub-variables of social media, search engine optimization (SEO), pay per click (PPC) and content and video marketing. The dependent variable is the sports consumer decision (Y) consisting of physical surrondings, social surroundings, time, reason for partisipation and antecedent states. This type of research is descriptive and verification. The method used explanatory survey. The sample in this study was 100 respondents, the sampling technique that is systematic random sampling. Data analysis techniques used multiple linear regression analysis using SPSS Windows 20. These results indicate that the sub-variables have the highest impact is pay per click (PPC) and which has the lowest influence is content and video marketing. As for the recommendation to the manager of Waterbom Bali in improving sports facilities is to optimize the consumer decision and digital promotion as a tourist attraction waterslide best and most comprehensive sports in Asia.

(6)

DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR HAK CIPTA

KATA MUTIARA

LEMBAR PERNYATAAN... ... i

ABSTRAK ... ii

ABSTRACT... iii

KATA PENGANTAR ... iv

UCAPAN TERIMA KASIH ... v

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... ... 1

1.1 Latar Belakang Penelitian ... ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... ... 11

1.3 Tujuan Penelitian ... ... 11

1.4 Kegunaan Penelitian ... ... 11

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS ... ... 12

2.1 Kajian Pustaka ... ... 12

2.1.1 Konsep Pemasaran Pariwisata ... ... 12

2.1.2 Klasifikasi Jenis Wisata ... ... 14

(7)

2.1.4 Konsep Pemasaran Olahraga (Sport Marketing) ... 20

2.1.5 Sport Digital Marketing ... 21

2.1.5.1 Digital Marketing Tools ... 23

2.1.5.1.1 Social Media and Sports ... 23

2.1.5.1.2 Blogging ... 23

2.1.5.1.3 Search Engine Optimization and Sports ... 23

2.1.5.1.4 Brand Management within Search Engines ... 24

2.1.5.1.5 Pay per Klik ... 24

2.1.5.1.6 Content Marketing and Video Marketing ... 24

2.1.5.1.7 Apps ... 25

2.1.5.2 Keuntungan Digital Marketing ... 25

2.1.6 Sport Consumer Decision ... 27

2.1.6.1 Sport Consumer Behaviour ... 27

2.1.6.2 Jenis-jenis Sport Consumer ... 28

2.1.6.3 Karakteristik Sport Consumer ... 29

2.1.6.4 Sport Decision ... 30

2.1.6.5 Dimensi Sport Decision ... 31

2.1.6.6 Proses Sport Decision ... 33

2.1.7Pengaruh Digital Marketing Terhadap Sport Consumer Desicion ... 34

2.1.10 Orisinilitas Penelitian ... 35

2.2 Kerangka Pemikiran ... 36

2.3 Hipotesis ... 40

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN ... 43

(8)

3.2 Metode Penelitian ... …. 44

3.2.1 Jenis Penelitian dan Metode yang Digunakan ... ... 44

3.2.1.1 Jenis Penelitian ... ... 44

3.2.1.2 Metode yang Digunakan ... ... 44

3.2.2 Operasionalisasi Variabel ... ... 45

3.2.3 Jenis dan Sumber Data ... ... 48

3.2.4 Populasi, Sampel, dan Teknik Sampel ... ... 49

3.2.4.1 Populasi ... ... 49

3.2.4.2 Sampel ... ... 50

3.2.4.3 Teknik Sampling ... ... 51

3.2.5 Teknik Pengumpulan data ... ... 52

3.2.6 Pengujian Validitas dan Reliabilitas ... ... 53

3.2.6.1 Pengujian Validitas ... ... 53

3.2.6.2 Pengujian Reliabilitas ... ... 57

3.2.7 Rancangan Analisis Data ... ... 59

3.2.7.1 Rancangan Analisis Data Deskriptif ... 59

3.2.7.2 Rancangan Analisis Data Verifikatif ... 61

3.2.7.3 Method of Successive Internal (MSI)... 62

3.2.7.4 Teknik Analisis Regresi Berganda ... 63

3.2.7.5 Pengujian Hipotesis ... 70

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 70

4.1 Hasil Penelitian ... 70

4.1.1 Profil Perusahaan ... 70

4.1.1.1 Identitas Perusahaan ... 70

(9)

4.1.2.3 Produk dan Fasilitas yang Ditawarkan ... 73 4.1.2 Profil Partisipan Mancanegara yang Berkunjung ke

Waterbom Bali... 73 4.1.2.1 Karakteristik Partisipan Mancanegara Berdasarkan

jenis Kelamin dan Usia ... 74 4.1.2.2 Karakteristik Partisipan Mancanegara Berdasarkan

pekerjaan dan Pendapatan ... 75 4.1.2.3 Karakteristik Partisipan Mancanegara Berdasarkan

asal Negara ... 76 4.1.3 Pengalaman Responden Yang Berkunjung ... 77

4.1.3.1 Pengalaman Responden Melakukan Kunjungan

sebelumnya ke Waterbom Bali ... 77 4.1.3.2 Pengalaman Responden Berdasarkan Frekuensi

jumlah Kunjungan Sebelumnya ... 78 4.1.3.3 Pegalaman Responden Berdasarkan Sumber

Informasi Kunjungan ... 79 4.1.3.7 Keinginan Responden Untuk Berkunjung Kembali

Dikaitkan Dengan Keinginan Untuk

Merekomendasikan Kepada Orang Lain ... 80 4.2 Gambaran Digital Marketing Tools di Waterbom Bali ... 81

4.2.1 Tanggapan Partisipan Mancanegara Mengenai Social Media di Waterbom Bali ... 82

4.2.2 Tanggapan Partisipan Mancanegara Mengenai Search Engine Optimization (SEO) Waterbom Bali ... 84

4.2.3 Tanggapan Partisipan Mancanegara Mengenai Pay Per

Click (PPC) Waterbom Bali ... 85

4.2.4 Tanggapan Partisipan Mancanegara Mengenai Content &

Video Marketing Waterbom Bali ... 86

4.2.5 Rekapitulasi Tanggapan Partisipan Terhadap Digital

(10)

4.3 Tanggapan Partisipan Mancanegara Terhadap Sport Consumer

Decision di Waterbom Bali ... 89

4.3.1 Tanggapan Partisipan Mancanegara Terhadap Social Surroundings di Waterbom Bali ... 92

4.3.2 Tanggapan Partisipan Mancanegara Terhadap Time di Waterbom Bali ... 92

4.3.3 Tanggapan Partisipan Mancanegara Terhadap Reasons for Participation di Waterbom Bali ... 93

4.3.4 Tanggapan Partisipan Mancanegara Terhadap Antecedent States di Waterbom Bali ... 94

4.3.5 Rekapitulasi Tanggapan Responden Terhadap Sport Consumer Decision di Waterbom Bali ... 94

4.4 Pengaruh Digital Marketing Tools Terhadap Sport Consumer Decision... ... 97

4.4.1 Hasil Uji Asumsi ... 97

4.4.1.1 Hasil Uji Asumsi Normalitas ... 97

4.4.1.2 Hasil Uji Asumsi Heteroskedastisitas ... 98

4.4.1.3 Hasil Uji Asumsi Multikolinieritas ... 99

4.4.2 Hasil Uji Korelasi dan Koefisien Determinasi ... 99

4.4.3 Pengujian Model Fit dan Uji Signifikansi (Uji F) ... 100

4.4.4 Pengujian Hipotesis dan Uji Signifikansi Secara Parsial (Uji t) ... 101

4.4.5 Model Persamaan Regresi Berganda Pengaruh Digital Marketing Tools Terhadap Sport Consumer Decision di Waterbom Bali... 103

4.5 Pembahasan Hasil Penelitian ... 105

4.5.1 Pembahasan Hasil Tanggapan Partisipan Mancanegara Terhadap Digital Marketing Tools ... 105

(11)

4.5.5 Pembahasan Hasil Tanggapan Pengaruh Digital Marketing

Tools Terhadap Sport Consumer Decision ... 106

4.6 Implikasi Hasil Temuan... 107

4.6.1 Temuan Penelitian Bersifat Teoritik ... 107

4.6.2 Temuan Penelitian Bersifat Empirik ... 108

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ... 110

5.1 Kesimpulan ... 110

5.2 Rekomendasi ... 112

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(12)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Pariwisata sebagai industri yang multidimensional, merupakan sektor yang memiliki pengaruh besar dalam pertumbuhan perekonomian karena mampu mengembangkan sektor-sektor industri lainnya yang terlibat seperti destinasi, akomodasi, transportasi dan sektor lain yang terlibat didalamnya. Pengembangan sektor pariwisata tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat, seperti menciptakan lapangan kerja baru, menekan angka kemiskinan, meningkatkan taraf hidup masyarakat serta menyumbang devisa bagi negara.

Menurut Spilane (1987), pariwisata adalah “Perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu”. Pariwisata terbagi dalam beberapa jenis diantaranya, pariwisata untuk menikmati perjalanan (pleasure tourism), pariwisata untuk berekreasi (recreation tourism), pariwisata untuk budaya (culture tourism), pariwisata untuk olah raga (sport tourism), pariwisata untuk urusan usaha dagang (business tourism), dan pariwisata untuk berkonvensi (conventional tourism).

Wisata olahraga adalah jenis perjalanan untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, baik sekadar rekreasi, berkompetisi, maupun bepergian ke situs-situs olahraga seperti stadion (Gibson, Attle, Yiannakis, 1997).

Wisata olahraga akan terus menggeliat, berdasarkan prediksi World Tourism Organization (WTO) pada 2020, akan ada 1,6 miliar orang yang

bepergian. Industri pariwisata mampu menyediakan 200 juta lapangan kerja dengan perputaran uang mencapai USD 2 triliun.

(13)

wisatawan olahraga. Sama halnya dengan Kanada yang pernah menyatakan, 37% perjalanan domestik di negara tersebut adalah wisatawan olahraga.

Wisata olahraga berdampak positif terhadap pariwisata Indonesia, karena mampu membuka peluang investasi melalui kerja sama antara pemerintah, perusahaan swasta serta masyarakat di daerah-daerah potensi wisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mengatakan bahwa pengembangan wisata olahraga di Indonesia memiliki potensi yang besar mengingat keunggulan kondisi topografi alam yang mendukung penyelenggaraan olahraga petualangan. Indonesia memiliki sungai dengan riak yang menantang, puncak gunung yang tertutup salju abadi, pantai dengan variasi ombak, serta topografi yang dapat dikemas menjadi destinasi wisata minat khusus olahraga dan arena penyelenggaraan olahraga petualangan seperti biking, trekking, hiking hingga hash. Pengembangan wisata olahraga merupakan salah satu pilihan yang tepat, karena dalam satu kali penyelenggaraan event, tidak hanya peserta yang akan datang, tetapi juga rombongan ofisial,

keluarga hingga supporter peserta. (http://pariwisata.denpasarkota.go.id/22 April 2014).

Mari Elka Pangestu (Menparekraf) menegaskan kembali bahwa strategi untuk mengembangkan pariwisata Indonesia saat ini adalah 16+7+16, yakni 16 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), 7 wisata minat khusus pada 16 pasar wisata utama. Ajang WAI-ASPAC 2014 yang akan kami adakan bernilai strategis karena Bali dan NTT adalah bagian dari 16 KSPN serta wisata olahraga adalah 1 dari 7 wisata minat khusus, sementara sebagian besar peserta berasal dari pasar wisata utama Indonesia.

Sebagai destinasi wisata, Bali menjadi salah satu diantara pintu masuk utama wisman yang berkunjung ke Indonesia. Potensi keindahan alam dan keragaman budaya yang dimiliki oleh pulau Bali sudah terkenal di tingkat Nasional maupun Internasional yang mampu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan untuk mengunjungi pulau yang lebih dikenal sebagai pulau dewata.

(14)

2008 sampai dengan 2013 menunjukkan bahwa 10 besar pasar utama pariwisata Bali agak sedikit bergeser dari negara-negara Eropa ke negara-negara Asia. Beberapa negara di dunia yang masuk dalam 10 besar pasar utama pariwisata Bali adalah Australia, Jepang, China, Malaysia, Taiwan, Singapura, Inggris, Perancis, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Berikut disajikan Tabel 1.1 peningkatan kunjungan wisman ke Bali dari Agustus 2013- Agustus 2014.

TABEL 1.1

KUNJUNGAN WISMAN DI BALI AGUSTUS 2013 – AGUSTUS 2014

No. Pintu

Sumber: BPS Provinsi Bali, 2014

(15)

Bali menjadi salah satu daerah wisata yang tengah gencar mengembangkan potensi wisata olahraga di wilayahnya. Hal tersebut sesuai arahan dari Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, yang juga menginginkan dikembangkannya sport tourism Bali agar wisatawan dapat berpartisipasi dalam menyemarakkan kegiatan olahraga, selain melihat keindahan budaya pulau dewata tersebut. Bali pada Oktober 2014 menggelar konferensi bersama 30 negara yang membahas tentang pengembangan pariwisata olahraga atau sport tourism di Bali oleh organisasi Asiania Sport For All Association (ASFAA). Ketua kongres ASFAA, Prof. Nurdin Purnomo mengatakan Bali sebagai destinasi wisata dunia harus mengembangkan pariwisata olahraga tersebut yang bertujuan untuk mengembangkan pariwisata olahraga di Pulau Dewata dan membudayakan olahraga itu sendiri. Dalam acara konferensi tersebut dihadiri sebanyak 30 negara di antaranya Jerman, Australia, Korea Selatan, India, Malaysia, Taiwan, Thiongkok, Hongkong, Japan, dan Iran.(http://bali.bisnis.com/ 10 Oktober 2014, 13:53 wib).

Menurut Delpy dalam jurnal An overview of sport tourism: Building towards a dimensional framework (1998), kategori atraksi wisata olahraga

mengacu pada penyedian atraksi wisata yang menyediakan hal-hal untuk dilihat dan dilakukan yang berkaitan dengan olahraga. Hal tersebut bisa berupa wisata alam (taman, pegunungan, satwa liar) atau buatan manusia (museum, stadion, toko). Karakteristik umum yang inti dari pariwisata olahraga meliputi kunjungan ke:

a) Keadaan fasilitas olahraga seni atau fasilitas olahraga yang unik yang umumnya tempat acara olahraga seperti stadion, arena dan kubah.

b) Museum olahraga dan ruang wall of fame didedikasikan untuk warisan olahraga dan untuk menghormati pahlawan olahraga dan pemimpin. c) Taman hiburan olahraga termasuk waterslide, lompat ski musim panas,

bungee jumping.

(16)

Berikut kawasan atraksi wisata olahraga di Bali yang disajikan dalam Tabel 1.2:

TABEL 1.2

KAWASAN ATRAKSI WISATA OLAHRAGA DI BALI

No. Jenis Atraksi

Wisata Olahraga Nama Kawasan

1. Diving dan snorkeling

 Kabupaten Karangasem: Pulau Menjangan dan Pemuteran (Bali Barat), Labuhan Amuk, Padang Bai, Candi Dasa dan Gili Tepekong dan Gili Mimpang, Jemeluk, Amed dan Tulamben.

 Kabupaten Klungkung: Nusa Penida, Lembongan dan Ceningan,

 Singaraja, Kabupaten Buleleng: Pantai Lovina.  Denpasar: Pantai Sanur

2.

 Gianyar: Sungai Ayung  Karangasem: Telaga Waja 4. Berlayar (Sailing)  Pelabuhan Benoa, Denpasar

 Labuhan Amuk (untuk kapal pesiar besar)

5. Surfing

Badung: Balangan, Bingin, Dreamland, Padang-Padang, Uluwatu dan Nyang Nyang.

Nusa Dua: Greenball.

Kuta: Blue Ocean, Padma, Halfwat, Kuta Reef, Airport Lefts dan Right Canggu dan Parerenan.

Denpasar: Sanur, Hyatt Reef, Tanjung, Sanur Reef, Padang Galak.

 Gianyar: Pantai Ketewel dan lebih.  Tabanan adalah Balian dan Soka.  Klungkung: Nusa Lembongan.

 Karangasem: Padangbai, Jembrana: Medewi.

6. Swimming/ Waterslide

Kuta: Waterbom Bali-Kuta dan Circus

Waterpark-Kuta.

Jimbaran: New Kuta Green Park Sumber: Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Bali, 2014

(17)

utamanya mengembangkan taman rekreasi wisata di Bali. Waterbom Bali adalah waterpark yang memiliki slide terbanyak di Indonesia yaitu 20 jenis slide kelas

dunia yang dibangun dengan standar keamanan internasional. Selama 20 tahun berdiri, Waterbom Bali telah banyak mendapatkan penghargaan bergengsi diantaranya penghargaan dari Industry Leadership Award sebagai The Best Waterpark 2011, Earth Check 2011, dan yang terbaru penghargaan dari Traveler’s Choice sebagai The Best Waterpark Se-Asia versi Traveler’s Choice.

Waterbom adalah jenis wisata olahraga waterslide dimana wisatawan langsung ikut serta dalam kegiatan wisata olahraga tersebut atau biasa disebut partisipan. Menurut Schwarz dan Hunter (2008: 90), terdapat dua kelompok konsumen olahraga yaitu spectator (penonton) dan participant (partisipan/peserta).

1. Spectator didefinisikan sebagai individu yang mengamati performance, seperti acara olahraga.

2. Participant atau peserta, adalah individu yang mengambil bagian dalam suatu kegiatan.

Menurut Bapak Nyoman Suteja selaku CFO (Chief Financial Officer) Waterbom Bali, Waterbom Bali mengalami penurunan dalam jumlah kunjungan dari tahun ke tahun disebabkan oleh semakin meningkatnya tingkat persaingan diantara industri waterpark yang ada di Indonesia, Asia, maupun dunia. Masih menurut pemaparan Bapak Nyoman Suteja, kehadiran pesaing-pesaing baru di wilayah Badung Bali sendiri seperti Circus Waterpark di daerah Tuban dan New Kuta Greenpark di daerah Jimbaran memiliki pengaruh yang cukup signifikan

terhadap penurunan tingkat kunjungan partisipan di Waterbom Bali. Selain di wilayah Bali, persaingan juga datang dari industri waterpark di Indonesia yang semakin beragam dan Asia, diantaranya rencana pengembangan waterpark di kawasan resort Sentosa Island, Singapore yang diperkirakan akan menjadi pesaing terberat Waterbom Bali dimasa yang akan datang.

(18)

TABEL 1.3

TINGKAT KUNJUNGAN PARTISIPAN DI WATERBOM BALI TAHUN 2010-2013

2010 2011 2012 2013

Partisipan Domestik 101.538 108.952 99.882 107.079

Pertumbuhan % 7,3 % -8,32 7,2%

Partisipan Mancanegara 293.769 295.270 272.642 291.386

Pertumbuhan % 0,51% -7,66 6,87%

Total 399.307 404.222 372.524 398.465

Pertumbuhan % 1,23% -7,84% 6,96%

Sumber: Sales Executive Waterbom Bali – 2014

Berdasarkan Tabel 1.3 menunjukan bahwa terjadi fluktuasi atau proses naik turun pada jumlah partisipan khususnya partisipan mancanegara yang berkunjung ke Waterbom Bali. Partisipan mancanegara menjadi pasar utama Waterbom Bali, dengan target pasar sebesar 80%. Diantaranya, partisipan mancanegara yang berasal dari Australia, Singapore, Malaysia, Jerman, Amerika, Rusia, Jepang, Korea, serta kawasan Asia dan Eropa lainnya. Pada tahun 2011, kunjungan partisipan mancanegara mencapai 295.270 orang dan mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2010 yang hanya sebesar 293.769 orang. Pada tahun 2012 kunjungan tersebut mengalami penurunan menjadi 272.642 orang dan pada tahun 2013 kembali mengalami kenaikan yaitu sebesar 291.386 orang, namun jika dibandingkan dengan tahun 2011, tingkat kunjungannya masih lebih tinggi tahun 2011 dan peningkatan tersebut masih dianggap belum mencapai target kunjungan yakni 320.000 partisipan mancanegara/tahun.

(19)

itu, Waterbom Bali juga menetapkan strategi-strategi pemasaran secara efektif dan berkelanjutan untuk dapat memenuhi target kunjungan dan meningkatkan jumlah kunjungan partisipan ke Waterbom Bali.

Sebagai salah satu wisata olahraga, Waterbom Bali menggunakan strategi pemasaran olahraga atau sport marketing. Menurut Aaron C.T. Smith (2008: 3), sport marketing adalah aplikasi dari konsep pemasaran untuk produk olahraga dan

jasa, serta pemasaran produk non-olahraga melalui asosiasi untuk olahraga.

Berikut adalah kegiatan promosi dalam strategi pemasaran olahraga yang dilakukan Waterbom Bali yang disajikan dalam Tabel 1.4:

TABEL 1.4

KEGIATAN PROMOSI WATERBOM BALI

Promosi Keterangan

Advertising :

Sales kit (brosur, pamflet, booklet, stiker, banner, CD), iklan di koran dan majalah, iklan di media elektronik dan video commercial, web pages, dan emails.

Sales Promotion : Potongan harga berupa diskon flyer dan merchant patner Personal Selling : Sales presentation, sales meeting, dan samples.

Direct Marketing : Direct mail, telemarketing secara langsung maupun melalui telepon

Digital Marketing :

Waterbom Bali official webiste, twitter, facebook fan page, instagram, vimeo, email marketing.

Public Relation :

Waterbom Bali Bird Show with Bali Safari & Marine Park, Waterbom Balinese Dance Performance with Devdan, Waterbom Scavenger Hunt, Waterbom Coloring Competition, Waterbom Hallowen Scavenger Hunt, Gathering Night with All Parter, dsb. Sumber: Sales Executive Waterbom Bali – 2014

Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat, mengubah bentuk pemasaran ke arah yang lebih modern karena hilangnya batasan ruang dan waktu, salah satu diantaranya adalah teknologi internet. Mengutip dari Walle (1996) dalam jurnal DR. Renu Malra (2013) berjudul “Online tourism marketing”:

(20)

Teknologi digital ini membuat jasa wisata olahraga lebih mudah diakses oleh lebih banyak orang daripada sebelumnya seiring dengan kebutuhan manusia yang mengiginkan kemudahan, kecepatan, dan keakuratan dalam memperoleh informasi. Waterbom Bali menerapkan juga strategi promosi melalui media internet yaitu dengan melakukan strategi digital marketing.

Digital marketing merupakan salah satu promosi yang dilakukan oleh

Waterbom Bali untuk dapat meningkatkan kunjungan partisipannya. Berikut disajikan Tabel 1.5 yang menunjukan tingkat kunjungan partisipan berdasarkan pintu masuk :

TABEL 1.5

TINGKAT KUNJUNGAN PARTISIPAN DI WATERBOM BALI BERDASARKAN PINTU MASUK TAHUN 2010-2013

Kategori TOTAL

2010 2011 2012 2013

Walk-in 251.332 263.021 241.258 247.169 Student 7.698 8.744 7.042 6.548 Complimentary 3.458 4.431 4.183 3.952 Group Travel Agent 5.511 3.372 4.927 7.532 FIT Travel Agent 36.834 36.040 32.642 37.173 Hotel 16.824 17.361 14.850 18.304 Other Discount 58.388 45.315 44.141 47.204 Online Counter 13.782 18.581 18.729 19.748 Group Function 5.480 7.357 4.752 10.835 Total 399.307 404.222 372.524 398.465 Sumber: Sales Executive Waterbom Bali – 2014

Terlihat dalam Tabel 1.5 bahwa pada tahun 2010 tingkat kunjungan partisipan yang memilih untuk berkunjung melalui jalur pembelian tiket online sebesar 13.782 partisipan, semakin meningkat ditahun 2011 sebesar 18.581 partisipan, begitu pula pada tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 18.729 partisipan meskipun pada tahun tersebut tingkat kunjungan partisipan secara kesuluruhan mengalami penurunan. Pada tahun 2013 kembali menunnjukan peningkatan sebesar 19.748 partisipan.

(21)

TABEL 1.6

SUMBER INFORMASI PARTISIPAN MANCANEGARA WATERBOM BALI

Sumber Informasi

Newspaper 96 14%

Magazine 80 11%

Friends 212 30%

Internet 227 32%

Other 89 13%

TOTAL 704 100%

Sumber: Sales Executive Waterbom Bali – 2014

Digital marketing merupakan proses teknologi informasi eksternal dari

organisasi olahraga termasuk fungsi pemasaran dan penjualan.

Menurut pemaparan Perrin (2012) digital marketing telah merubah cara olahraga dikonsumsi, dikemas dan dijual kepada konsumen, diantaranya melalui social media, blogging, Search Engine Optimisation (SEO), Pay per Klik

Management (PPC), Branding, pemasaran konten dan video pemasaran serta

penciptaan App.

Dengan melaksanakan strategi digital marketing tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan dalam memaksimalkan jumlah keputusan partisipan mancanegara sebagai bagian dari konsumen olahraga untuk berkunjung ke Waterbom Bali.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu diadakan suatu penelitian tentang “PENGARUH DIGITAL MARKETING TOOLS

TERHADAP SPORT CUSTOMER DECISION DI WATERBOM BALI”

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasikan masalah penelitian sebagai berikut:

1. Waterbom Bali telah menyusun berbagai strategi promosi untuk dapat menarik partisipan diantaranya adalah kegiatan digital marketing .

(22)

1.3 Rumusan Masalah

1. Bagaimana gambaran digital marketing tools di Waterbom Bali. 2. Bagaimana gambaran sport consumer decision di Waterbom Bali.

3. Seberapa besar pengaruh digital marketing tools terhadap sport consumer decision di Waterbom Bali.

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil temuan mengenai:

1. Gambaran digital marketing tools di Waterbom Bali. 2. Gambaran sport consumer decision di Waterbom Bali.

3. Bagaimana pengaruh digital marketing terhadap sport consumer decision di Waterbom Bali.

1.5 Kegunaan Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Kegunaan Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan mampu memperluas ilmu kajian hospitality, khususnya pemasaran dalam hal pelaksanaan digital

marketing tools terhadap sport consumer decision, serta dapat membantu

mengembangkan kemampuan peneliti dalam ilmu pemasaran pariwisata umumnya dan ilmu pemasaran wisata olahraga khususnya.

2. Kegunaan Praktis

Secara praktis diharapkan penelitian ini mampu memberikan masukan bagi Dinas Pariwisata Prov. Bali umumnya dan pengelola Waterbom Bali khususnya mengenai pelaksanaan digital marketing tools terhadap sport consumer decision, sehingga dapat menjadi evaluasi bagi pembuatan

(23)

BAB III

OBJEK DAN METODELOGI PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis meneliti tentang bagaimana pengaruh digital marketing tools terhadap sport consumer decision di Waterbom Bali.

Penelitian ini menggunakan pendekatan ilmu manajemen pemasaran olahraga. Adapun objek penelitian terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas (independent variabel) dan variabel terikat (dependent variabel).

Menurut Sugiyono (2012:58) mengemukakan bahwa ”Variabel adalah

sebagai atribut seseorang, atau objek yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain”.

Sugiyono (2012:59) mengartikan bahwa ”Variabel independent atau variabel bebas sebagai variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependent (terikat).Variabel independent (bebas) penelitian ini adalah digital marketing tools (X) yang terdiri dari social media (X1), blogging (X2), search engine optimisation (X3), pay per klik (X4),

branding management (X5), content and video marketing (X6), dan App (X7).

Namun pada pakteknya peneliti hanya menggunakan dimensi social media (X1), search engine optimisation (X2), pay per klik (X3), dan content and video marketing (X4) yang disesuaikan dengan objek penelitian yaitu Waterbom Bali.

Sedangkan variabel terikat menurut Sugiyono (2012:59) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel dependent (terikat) yaitu sport consumer decision (Y) yang terdiri dari physical surrondings, social surroundings, time, reasons for participation dan antecedent states.

Penelitian ini dilaksanakan di suatu kawasan wisata olahraga, yaitu di Waterbom Bali. Responden yang dituju dalam penelitian ini adalah partisipan mancanegara yang datang berkunjung ke Waterbom Bali.

(24)

(2012:6) mengemukakan bahwa “Cross sectional method adalah metode penelitian yang mempelajari objek dalam kurun waktu tertentu/tidak

berkesinambungan dalam jangka waktu panjang”. Berdasarkan objek penelitian

tersebut, penelitian ini akan menganalisis mengenai pengaruh digital marketing tools terhadap sport consumer decision.

3.2 Metode Penelitian

3.2.1 Jenis Penelitian dan Metode yang Digunakan

3.2.1.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dan verifikatif. Menurut Sugiyono (2012:53) penelitian deskriptif adalah “Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel mandiri baik satu variabel atau lebih variabel yang berdiri sendiri tanpa membuat perbandingan atau mencari hubungan variabel satu sama lain”.

Menurut Asep Hermawan (2009:84) yang menyatakan bahwa

“Penelitian deskriptif dilakukan untuk menjelaskan karakteristik berbagai variabel

penelitian dalam situasi tertentu”. Penelitian deskriptif bertujuan untuk

memperoleh gambaran mengenai digital marketing tools dan gambaran mengenai sport consumer decision yang berada di Waterbom Bali.

Menurut Sugiyono (2012:54), “Penelitian verifikatif adalah penelitian

yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda”. Penelitian verifikatif bertujuan untuk memperoleh kebenaran dari suatu hipotesis yang dilaksanakan melalui pengumpulan data dilapangan. Dalam penelitian ini akan di uji mengenai digital marketing tools terhadap sport consumer decision di Waterbom Bali.

3.2.1.2 Metode yang Digunakan

Berdasarkan jenis penelitiannya, yaitu deskriptif dan verifikatif yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode metode explanatory survey.

Menurut Sugiyono (2012:11) menyatakan bahwa:

(25)

dengan mengedarkan kuesioner, test, wawancara terstruktur dan sebagainya (perlakuan tidak seperti dalam eksperimen).

3.2.2 Operasionalisasi Variabel

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini dioperasionalisasikan dalam dua variabel utama. Variabel independen (bebas) yang teliti adalah digital marketing tools (X) yang terdiri dari social media (X1), search engine optimisation (X2), pay per klik (X3), dan content and video marketing (X4)

Sedangkan variabel dependent (terikat) yaitu sport consumer decision (Y) yang terdiri physical surrondings, social surroundings, time reasons for participation dan antecedent states.

Menurut Silalahi (2009:201) mengungkapkan bahwa “Operasionalisasi variabel merupakan kegiatan mengurai variabel menjadi sejumlah variabel operasional atau variabel empiris (indikator, item) yang menunjuk langsung pada hal-hal yang dapat diamati atau diukur”. Secara lebih rinci operasionalisasi variabel dalam penelitian ini disajikan dalam Tabel 3.1 sebagai berikut.

TABEL 3.1

OPERASIONALISASI VARIABEL PENELITIAN

Variabel/Sub

Variabel Konsep Variabel Indikator Ukuran Skala No Item

-1 -2 -3 -4 -5 -6

Digital marketing

tools (X) Digital marketing tools merupakan istilah yang mencakup teknik pemasaran modern yang digunakan secara online (Perrin, 2012).

Social Media

(26)

Variabel/Sub

Variabel Konsep Variabel Indikator Ukuran Skala No Item

(27)

Variabel/Sub

Variabel Konsep Variabel Indikator Ukuran Skala No Item

-1 -2 -3 -4 -5 -6

“Sport consumtion decision is precipitates to sport consumtion which influenced by internal factors and external factors” Blakey (2009:50)

(28)

Variabel/Sub

Variabel Konsep Variabel Indikator Ukuran Skala No Item

-1 -2 -3 -4 -5 -6

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2014

3.2.3 Jenis dan Sumber Data

Sumber data dibagi menjadi dua jenis yaitu data primer dan data

sekunder. Menurut Asep Hermawan (2009:168) mengatakan bahwa “data primer

merupakan data yang dikumpulkan secara langsung untuk menjawab masalah atau tujuan penelitian yang dilakukan dalam penelitian eksploratif, deskriptif maupun kasual dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa survey ataupun

observasi”.

Menurut Asep Hermawan (2009:173), “Secara umum terdapat tiga cara

untuk mendapatkan data primer dalam penelitian bisnis (1) survey (2) observasi (3) eksperimen”. Yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah seluruh data yang diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada pengunjung yang menjadi populasi di Waterbom Bali.

(29)

ini. Berdasarkan jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, maka peneliti menuliskannya dalam Tabel 3.2 berikut.

TABEL 3.2

JENIS DAN SUMBER DATA

Sumber: Hasil Pengolahan Data Peneliti, 2014

3.2.4 Populasi, Sampel dan Teknik Penarikan Sampel

3.2.4.1 Populasi

Menentukan suatu populasi merupakan langkah yang sangat penting. Populasi tidak hanya orang tetapi juga benda-benda alam lainnya serta keseluruhan jumlah objek dan karakteristik objek itu.

Menurut Sugiyono (2012:115) mengemukakan bahwa “Populasi merupakan suatu wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.

Sedangkan menurut Asep Hermawan (2009:145) mengungkapkan bahwa

“Populasi berkaitan dengan seluruh kelompok orang, peristiwa, atau benda yang menjadi pusat perhatian peneliti untuk diteliti”.

Berdasarkan pengertian populasi tersebut maka yang menjadi populasi pada penelitian ini adalah partisipan mancanegara yang berkunjung ke Waterbom Bali tahun 2013 sebanyak 291.386 pengunjung.

No Data Sumber Jenis 2. Kawasan Atraksi Wisata Olahraga

Di Bali

Dinas Pariwisata

Pemerintah Provinsi Bali, 2014

Sekunder

3. Tingkat Kunjungan Partisipan Di Waterbom Bali (2010-2013)

Sales Executive Waterbom Bali, 2014

Sekunder 4. Program Pemasaran Di Waterbom

Bali

Sales Executive Waterbom Bali, 2014

Sekunder 5. Tanggapan responden terhadap

Digital marketing tools

Partisipan Mancanegara Primer 6. Tanggapan responden terhadap

Sport Consumer Decision

(30)

3.2.4.2 Sampel

Sampel merupakan suatu bagian dari populasi yang mencakup sejumlah anggota yang dipilih dari populasi. Dengan demikian pengambilan sebagian subjek dari populasi dinamakan sampel. Sebagaimana pengertian sampel menurut para ahli yaitu:

1. Sugiyono (2012:116) Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Peneliti diperkenankan untuk mengambil sebagian objek populasi yang telah ditentukan untuk mewakili bagian yang lain yang diteliti.

2. Arikunto (2009:109) sampel adalah sebagian dari populasi yang mampu mewakili keseluruhan dari populasi. Tujuannya dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu.

Berdasarkan kutipan diatas mengatakan bahwa sampel merupakan sebagian dari individu yang memiliki karakteristik tertentu untuk mewakili seluruh populasi yang diamati. Berdasarkan sampel diatas, maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi penelitian

Dalam menentukan ukuran sampel (n) dan populasi (N), maka penelitian ini menggunakan rumus sampel Slovin (Husein Umar, 2013:65) yaitu sebagai berikut:

n

=

Sumber : Husein Umar, 2013:65 Keterangan :

n = Ukuran sampel N = Ukuran populasi

e = Presentase kelonggaran penelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolelir (e=0.1)

(31)

Berdasarkan hasil dari perhitungan di atas, diperoleh hasil sampel sebesar 99,99 tetapi untuk jaminan keakuratan, sebaiknya sampel ditambah sedikit lebih banyak dari jumlah matematikanya. Berdasarkan ukuran sampel (n) minimal, maka dalam penelitian ini ditetapkan ukuran sampel (n) sebanyak 100 responden agar lebih representatif.

3.2.4.3 Teknik Sampling

Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel mana yang akan digunakan dalam penelitian. Menurut Sugiyono (2012:116) teknik sampling ada dua jenis yaitu probability sampling dan non probability sampling.

Probability sampling adalah teknik yang memberikan kesempatan yang

sama kepada seluruh anggota populasi untuk terpilih sebagai sampel. Sedangkan non probability sampling yaitu tidak memberikan peluang atau kesempatan yang

sama kepada semua anggota populasi untuk terpilih sebagai sampel. Menurut Silalahi (2006:236) mengemukakan bahwa:

Pemilihan sampel atau penarikan sampel (sampling) diartikan sebagai proses memilih sejumlah unit atau elemen subjek dari dan yang mewakili populasi untuk dipelajari yang dengannya dapat dibuat generalisasi atau inferensi tentang karakteristik dari satu populasi yang diwakili.

Teknik penelitian ini menggunakan teknik systematic random sampling, dikarenakan populasinya sejenis (homogen) dan dapat dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. Metode tersebut dipilih agar peneliti dapat dengan mudah menentukan objek untuk dijadikan sampel dengan tetap menerapkan aturan yang mana pada setiap elemen dalam populasi memiliki peluang yang sama.

Systematic random sampling merupakan teknik probability sampling

(32)

tanpa pengetahuan bingkai sampling. Berikut langkah-langkah yang dilakukan dalam melakaukan systematic random sampling:

1. Menentukan responden yang akan dijadikan penelitian yaitu partisipan mancanegara di Waterbom Bali.

2. Menentukan sebuah check point pada objek yang akan diteliti, dalam hal ini adalah check pointnya yaitu Waterbom Bali dan partisipan mancanegara Waterbom Bali..

3. Menentukan waktu yang akan digunakan untuk menentukan sampling.

4. Lakukan orientasi lapangan, terutama pada check point. Orientasi ini akan dijadikan dasar untuk menentukan interval pemilihan pertama atau dasar kedatangan partisipan, penyebaran angket dilakukan secara randomisasi (secara acak).

5. Menentukan ukuran sampel atau n yaitu sebanyak 100 responden.

3.2.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Menurut

Sugiyono (2012:193) menyatakan bahwa “Teknik pengumpulan data adalah suatu

usaha untuk memperoleh data dengan menggunakan metode yang telah

ditentukan”. Data yang diperoleh dalam penelitian ini didapatkan dengan

menggunakan teknik sebagai berikut: 1. Wawancara

Wawancara adalah pertemuan dua orang yang bertujuan untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab. Wawancara digunakan untuk memperoleh data dengan berkomunikasi secara langsung kepada pengurus Waterbom Bali melalui pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya mengenai digital marketing tools dan sport consumer decision.

2. Kuesioner atau angket

(33)

Kuesioner/angket berisi pertanyaan mengenai karakteristik responden, pengalaman responden dan penilaian khususnya mengenai digital marketing tools Waterbom Bali.

3. Observasi

Dilakukan dengan meninjau serta melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti yaitu Waterbom Bali, khususnya yang berhubungan dengan masalah yang tengah diteliti dan tanggapan instansi mengenai digital marketing tools yang dilaksanakan oleh Waterbom Bali. 4. Studi kepustakaan

Yaitu pengumpulan data dengan cara mempelajari buku, majalah ilmiah, brosur, website resmi, guna memperoleh informasi yang berhubungan dengan teori dan konsep yang berkaitan dengan masalah penelitian yaitu digital marketing tools dan sport consumer decision..

TABEL 3.3

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

No Teknik

Pengumpulan Data

Sumber Data

1. Wawancara Diperoleh dari pengelola Waterbom Bali dan Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Bali

2. Kuisoner atau Angket Dari partisipan mancanegara yang berkunjung ke Waterbom Bali

3. Riset Lapangan Pengamatan langsung di Waterbom Bali 4. Studi Literatur Teori-teori mengenai digital marketing

tools Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2014

3.2.6 Pengujian Validitas dan Reliabilitas

3.2.6.1 Pengujian Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya kuesioner yang disebar. Menurut Sugiyono (2012:172) mengatakan bahwa “Suatu instrumen

yang valid menggunakan alat ukur yang memiliki kevalidan yang benar”. Dalam

(34)

Sugiyono (2012:176) mengemukakan bahwa, “Validasi merupakan derajat ketetapatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian

dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti”.

Pengujian Validitas dapat menggunakan korelasi sederhana atau sering kali

disebut sebagai korelasi Pearson dimana teknik korelasi ini masuk kategori statistic

parametric sehingga ada syarat-syarat yang harus terpenuhi diantaranya:

a. Dan berskala interval atau rasio

b. Sebaran data mengikuti distribusi kurva normal

c. Teknik sampling sebaiknya probability sampling

Berdasarkan ukuran statistik, bila ternyata skor semua item disusun

berdasarkan dimensi konsep korelasi dengan skor totalnya, maka dapat dikatakan

bahwa alat ukur tersebut mempunyai validitas.

Adapun rumus yang digunakan dalm penelitian ini adalah rumus korelasi Product Moment yang dikemukakan oleh Pearson, sebagai berikut.

Sumber : Sugiyono (2012:249)

∑XY = Jumlah perkalian faktor korelasi variable X dan Y

(35)

Dalam penelitian ini, yang akan diuji adalah validitas dari variabel digital marketing tools sebagai instrument variabel X dan sport consumer decision

sebagai instrumen variabel Y.

Perhitungan validitas item instrument dilakukan dengan bantuan program SPSS 20.0 for windows. Pengujian validitas pada penelitian ini diimplementasikan

pada program SPSS, berikut langkah–langkahnya: 1. Masukan data pada program SPSS

2. Klik Analyze pilih Correlate Pilih Bivariate

3. Pada kotak Bivariate Correlates : 4. a. Masukan data ke kotak variabel

b. Pilih Correlation Coeficients : Pearson c. Abaikan yang lain dan pilih OK

Untuk mengadakan interpretasi mengenai besarnya koefisien korelasi dapat diliat pada Tabel 3.4 berikut.

TABEL 3.4

INTERPRETASI BESARNYA KOEFISIEN KORELASI

Besarnya Nilai Interpretasi 0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,000 Sangat Kuat Sumber : Sugiyono (2012:250)

Keputusan pengujian validitas item instrumen, adalah sebagai berikut: Item pertanyaan yang diteliti dikatakan valid jika rhitung > rtabel

Item pertanyaan yang diteliti dikatakan tidak valid jika rhitung< rtabel

Perhitungan validitas item instrumen dilakukan dengan bantuan program

SPSS 20 for windows. Berdasarkan hasil perhitungan SPSS 20 for windows,

(36)

TABEL 3.5

HASIL UJI VALIDITAS DIGITAL MARKETING TOOLS DAN SPORT CONSUMER DECISION INSTRUMEN PENELITIAN

No.

Item Pernyataan rhitung rtabel Keterangan

DIGITAL MARKETING TOOLS (X) Social Media (X1)

1

Tingkat kemudahan aksesibilitas informasi yang diperoleh dari sosial media

Waterbom Bali

0,424 0,374 Valid 2 Tingkat penerimaan konten yang terdapat

dalam sosial media Waterbom Bali 0,377 0,374 Valid 3 Tingkat keinginan untuk mengkases

kembali media sosial Waterbom Bali 0,543 0,374 Valid 4 Tingkat keinginan untuk menjadi member

Fanpage Facebook Waterbom Bali 0,521 0,374 Valid 5 Tingkat keinginan untuk menjadi followers

Twitter Waterbom Bali 0,680 0,374 Valid

6 Tingkat keinginan untuk menjadi followers

Instagram Waterbom Bali 0,572 0,374 Valid

7

Tingkat keinginan untuk

merekomendasikan Waterbom Bali di media sosial

0,647 0,374 Valid 8 Tingkat keinginan untuk mengulas

Waterbom Bali di media sosial 0,767 0,374 Valid 9 Tingkat keinginan untuk berinteraksi

dengan partisipan pengguna media sosial 0,750 0,374 Valid 10

Tingkat keinginan untuk saling mengirim komentar dengan partisipan pengguna media sosial

0,615 0,374 Valid

11

Tingkat keinginan untuk bertukar informasi dengan partisipan pengguna media sosial

0,715 0,374 Valid

Search Engine Optimization (SEO) (X2)

12 Tingkat kecepatan aksesibilitas informasi

yang diperoleh dari situs pencarian 0,929 0,374 Valid 13 Tingkat kemudahan dalam mengakses

informasi dari situs pencarian 0,935 0,374 Valid 14

Tingkat ketersediaan informasi yang

diperoleh partisipan dari situs pencarian 0,912 0,374 Valid

Pay per Klik (PPC) (X3)

15 Tingkat kemudahan dalam melakukan

(37)

No.

Item Pernyataan rhitung rtabel Keterangan

16 Tingkat keamanan dalam melakukan

reservasi melalui internet 0,970 0,374 Valid

Content and Video Marketing (X4)

17 Tingkat penerimaan konten yang ada

dalam video konten Waterbom Bali 0,711 0,374 Valid 18

Tingkat keinginan untuk

merekomendasikan video konten Waterbom Bali di internet

0,861 0,374 Valid 19 Tingkat keinginan untuk mengulas video

konten Waterbom Bali di internet 0,729 0,374 Valid

Sport Customer Desicion (Y)

20 Tingkat kemenarikan fasilitas Waterbom

Bali 0,643 0,374 Valid

21 Tingkat kenyamanan fasilitas Waterbom

Bali 0,696 0,374 Valid

22 Tingkat kebersihan Waterbom Bali 0,384 0,374 Valid 23 Tingkat untuk berinteraksi dengan

partisipan lain yang berkunjung 0,452 0,374 Valid 24 Tingkat melakukan kunjungan saat

weekday 0,632 0,374 Valid

25 Tingkat melakukan kunjungan saat

weekend dan hari libur nasional 0,608 0,374 Valid 26 Melakukan kunjungan untuk berolahraga 0,384 0,374 Valid 27 Melakukan kunjungan untuk rekreasi 0,787 0,374 Valid 28 Motivasi melakukan kunjungan ke

Waterbom Bali 0,742 0,374 Valid

29 Niat melakukan kunjungan ke Waterbom

Bali 0,729 0,374 Valid

Sumber: Pengolahan Data, 2015

3.2.6.2 Pengujian Reliabilitas

(38)

Rumus yang dipergunakan adalah alpha atau Cronbach’s alpha (α) dikarenakan instrumen pertanyaan kuesioner yang dipakai merupakan rentangan antara beberapa nilai dalam hal ini menggunakan skala likert 1 sampai dengan 5.

Rumus alpha atau Cronbach’s alpha (α) sebagai berikut :

r11 = Reliabilitas instrumen k = Banyak butir pertanyaan

 = Jumlah varians butir tiap pertanyaan

Jumlah varian butir tiap pertanyaan dapat dicari dengan cara mencari nilai varians tiap butir yang kemudian dijumlahkan (

2) sebagai berikut :

 

Keputusan uji reliabilitas ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Jika koefisien internal seluruh item rhitung ≥ rtabel dengan tingkat signifikansi 5% maka item pertanyaan dikatakan reliabel.

(39)

Perhitungan reliabilitas pertanyan dilakukan dengan bantuan SPSS Statistics 20 dapat diketahui jika koefisien internal seluruh itemCαhitung≥minimal

dengan tingkat signifikansi 10% maka item pertanyaan dikatakan reliabel karena hitung≥ 0,700.

Koefisien Alpha cronbanch merupakan statistik paling umum yang digunakan untuk reliabilitas semua instrumen. Berikut ini adalah hasil pengujian reliabilitas instrumen penelitian. Pengujian reliabilitas pun dapat menggunakan program SPSS. Berikut langkah – langkahnya:

Masukan data pada program SPSS

1. Klik Analyzepilih Scalepilih Reliability Analysis

2. Pada kotak Reliability Analysis:

a. Masukan semua item data, kecuali Total pada kotak Variabels b. Pilih model reliability yang disesuaikan dengan rumus yang

digunakan (pada kasus ini menggunakan Alpha)

c. Klik Statistic: pilih item, Scale if them delated dan corelations, OK Berikut ini adalah hasil pengujian reliabilitas instrumen penelitian dapat dilihat pada Tabel 3.6 :

TABEL 3.6

HASIL UJI RELIABILITAS INSTRUMEN PENELITIAN

No. Variabel rhitung (Alpha Cronbach) rtabel Keterangan

1. Digital Marketing Tools 0,836 0,70 Reliable

2. Sport Consumer Decision 0,792 0,70 Reliable

Sumber: Pengolahan Data, 2015

Berdasarkan Tabel 3.6 dapat diketahui bahwa hasil tingkat reliabilitas Digital Marketing Tools sebesar 0,845 dan tingkat reliabilitas Sport Consumer

Decision sebesar 0,815. Dengan demikian penelitian ini dapat dikataka reliabel,

karena lebih dari 0,70

3.2.7 Rancangan Analisis Data

3.2.7.1 Rancangan Analisis Data Deskriptif

(40)

digunakan untuk melihat faktor penyebab sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Analisis deskriftif bertujuan untuk mengubah kumpulan data mentah menjadi informasi yang mudah dipahami.

Alat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisoner angket. Angket disusun oleh penulis berdasarkan variabel yang terdapat pada data penelitian, yaitu untuk mengungkapkan pengaruh digital marketing tools terhadap sport consumer decision di Waterbom Bali. Analisis deskriptif variabel dalam

penelitian adalah sebagai berikut:

1. Analisis data deskriptif mengenai gambaran digital marketing tools di Waterbom Bali yang memiliki sub variabel social media, search engine optimisation, pay per klik, dan content and video marketing.

2. Analisis data deskriptif mengenai gambaran sport consumer decision di Waterbom Bali yang memiliki sub variabel physical surrondings, social surroundings, time dan antecedent states.

Analisis deskriptif yaitu menganalisis data dengan cara menggambarkan data yang terkumpul dari jawaban respnden atas item-item dalam kuesioner. Skala pengukuran dalam penelitian ini adalah skala likert. Menurut Sugiyono (2012:132) skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.

(41)

TABEL 3.7

ALTERNATIF JAWABAN MENURUT SKALA LIKERT

Alternatif Jawaban Skala

Sangat setuju/selalu/sangat positif 5

Setuju/sering/positif 4

Ragu-ragu/kadang-kadang/netral 3

Tidak setuju/hampir tidak pernah/negatif 2

Sangat tidak setuju/tidak pernah 1

Sumber : Sugiyono (2012:133)

3.2.7.2 Rancangan Analisis Data Verifikatif

Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis regresi linier regresi berganda. Analisis regresi linier berganda adalah suatu alat analisis peramalan nilai pengaruh dua atau lebih variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan kausal antara dua variabel bebas atau lebih. (Sugiyono, 2010:269).

3.2.7.3 Method of Successive Internal (MSI)

Penelitian ini menggunakan data ordinal seperti dijelaskan dalam operasionalisasi variabel sebelumnya. Oleh karena itu semua data ordinal yang terkumpul terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval dengan cara MSI (Method Successive Interval). Setelah seluruh data berskala interval, selanjutnya akan ditentukan pasangan data variabel independen dengan variabel dependen serta ditentukan persamaan yang berlaku untuk pasangan-pasangan tersebut.

(42)

Penelitian ini menggunakan data ordinal. Oleh karena itu, semua data ordinal yang terkumpul terlebih dahulu di transformasi menjadi skala interval dengan menggunakan method of successive interval.

Langkah – langkah untuk melakukan transformasi data tersebut adalah sebagai berikut:

a. Menghitung frekuensi (f) pada setiap jawaban, berdasarkan hasil jawaban responden pada setiap pertanyaan.

b. Berdasarkan frekuensi yang diperoleh untuk setiap pertanyaan, dilakukan perhitungan proporsi (p) setiap jawaban dengan cara membagi frekuensi dengan jumlah responden.

c. Berdasarkan porporsi tersebut, selanjutnya kumulatif untuk setiap pilihan jawaban.

d. Menentukan nilai bebas Z untuk setiap pertanyaan dan setiap pilihan jawaban

e. Menentukan nilai interval rata – rata untuk setiap jawaban, melalui persamaan berikut:

(Dencity at Lower Limit) – (Dencity at Upper Limit) Scale Value = ---

(Area Below Upper Limit) – (Are Below Lower Limit)

Data yang telah terbentuk skala interval kemudian ditentukan pasangan data variabel independen dan variabel dependen serta ditentukan persamaan yang berlaku untuk pasangan variabel tersebut.

3.2.7.4 Teknik Analisis Regresi Berganda

(43)

1. Masukan data dalam SPSS pada data view, dan pada variabel view dalam kolom label berilah nama masing-masing variabel.

2. Klik analyze, regression, linier. Lalu pindahkan variabel Y sebagai bergantung ke kolom dependent serta variabel X1, X2, X,3 dan X4 sebagai variabel bebas ke kolom independent. Klik method pilih enter. Abaikan yang lain kemudian klik OK.

Sebelum mengolah data dengan menggunakan SPSS 20 for windows. Penelitian ini harus menentukan terlebih dahulu teknik analisis yang digunakan. Teknik analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Menurut Hermawan (2005:220) regresi linier berganda merupakan suatu model statistik yang sesuai jika masalah penelitian mencakup satu variabel terkait (dependent) yang berskala pengukuran matrik (internal atau rasio), yang diduga dapat diprediksikan oleh variabel-variabel independent yang berskala metrik (interval atau rasio).

Analisis regresi digunakan bila penelitian bermaksud ingin mengetahui kondisi diwaktu yang akan datang dengan suatu dasar keadaan sekarang atau ingin melihat kondisi waktu lalu dengan dasar keadaan diamana sifat ini merupakan hal yang pasti tetapi merupakan suatu keadaan yang mendekati kebenaran. Dampak dari penggunaan analisis regresi dapat digunakan untuk memutuskan apakah naik dan menurunnya variabel dependent dapat dilakukan melalui meningkat dan menurunnya keadaan variabel independent atau meningkatkan keadaan variabel dependen dapat dilakukan dengan meningkatkan variabel independen sebaliknya.

Berdasarkan tujuan penelitian ini, maka variabel yang dianalisis adalah variabel independent yaitu digital marketing tools yang terdiri dari social media (X1), search engine optimization (X2), pay per klik (X3), dan content and video marketing (X4) dan variabel dependen (Y) yaitu sport consumer decision. Untuk

bisa membuat ramalan melalui regresi, maka data setiap variabel harus tersedia. Menurut Sugiyono (2012:298) persamaan regresi beganda dua variabel bebas dirumuskan sebagai berikut:

(44)

Keterangan: a = konstanta

b = koefisien regresi

X= variabel dependent (variabel terikat)/ digital marketing tools Y= variabel independent (variabel bebas)/ sport consumer decision

Untuk mengetahui koefisien a dan b menurut Husein Umar (2013: 126) dapat menggunakan beberapa cara seperti mencari kuadat terkecil ataupun matrix, tetapi akan lebih efektif apabila menggunakan sofware pengolahan statistika seperti SPSS. Menurut Sugiyono (2012:279) untuk mencari nilai a dan b dapat menggunakan persamaan sebagai berikut:

1. Uji Asumsi Regresi

a. Uji Asumsi Normalitas

Syarat pertama untuk melakukan analisis regresi adalah normalitas. Uji normalitas bertujuan untuk dapat mengetahui variabel dependen, independen atau keduanya berdistribusi normal, mendekati normal atau tidak. Menurut Husein Umar (2013:181), uji normalitas berguna untuk mengetahui apakah variabel dependen, independen atau keduanya berdistribusi normal, mendekati normal atau tidak. Pada penelitian ini, untuk mendeteksi apakah data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak dapat diketahui dengan menggambarkan penyebaran data melalui sebuah grafik. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonalnya, model regresi memenuhi uji normalitas.

Adapun langkah kerja uji normalitas menggunakan SPSS menurut Husein Umar (2013: 181) adalah sebagai berikut:

∑Y = a + b1∑X1 + b2∑X2

∑X1Y = a ∑X1 + b1∑X1 + b2∑X1X2

(45)

1. Buka file

2. Klik menu Analyze, kemudian Regression dan pilih Linier. 3. Isi kolom dependent dan independent

4. Klik tombol plots

5. Aktifkan kotak pilihan normal probability plot. 6. Biarkan yang lain, lalu klik continue.

7. Klik OK.

b. Uji Asumsi Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas adalah varian yang tidak konstan pada regresi sehingga akurasi hasil prediksi menjadi meragukan. Menurut Husein

Umar (2013:82), “Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksaman varians dari

residual suatu pengamatan ke pengamatan lain”. Jika varians dari

residual suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap, disebut homoskedastisitas, sedangkan untuk varians yang berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah heteroskedastisitas. Langkah-langkah kerja uji heteroskedastitas menggunakan SPSS menurut Husein Umar (2013: 180) adalah sebagai berikut:

1. Buka file

2. Klik menu Analyze, kemudia regression dan pilih linier. 3. Isi kolom dependent dan independet.

4. Klik tombol plots

5. Masukan variabel SRESID pada pilihan untuk sumbu Y 6. Masukan variabel ZPRED pada pilihan untuk sumbu X 7. Biarkan yang lain, lalu klik tombol continue.

8. Klik OK.

c. Uji Asumsi Multikolinieritas

Menurut Husein Umar (2013:177), “Uji multikolinieritas berguna untuk

mengetahui apakah pada model regresi yang diajukan telah ditemukan

(46)

multikolinieritas dalam penelitian digunakan nilai VIF (Variance Inflation Factor) menurut Husein Umar dilakukan sebagai berikut:

1. Buka file.

2. Klik menu Analyze, kemudia Regression dan pilih Linier. 3. Isi kolom Dependent dan Independent.

4. Klik tombol Statistik, lalu nonaktifkan pilihan Estimates dan Model Fit.

5. Aktifkan pilihan Covariance matrix dan Collinierity diagnostics. 6. Klik tombol Continue lalu klik Ok.

Untuk mengukur multikolinieritas dapat diketahui dari besaran VIF. Rumus untuk menghitung VIF untuk koefisien dari variabel independen menggunakan rumus:

d. Analisis Korelasi

Analisis korelasi berguna untuk menentukan suatu besaran yang menyatakan bagaimana kuat hubungan suatu variabel dengan variabel lain. (Husein Umar 2013: 129). Untuk mengetahui kesetaraan hubungan dan seberapa besar kontribusi variabel x dibutuhkan analisis koefisien korelasi dan determinasi. Rumus yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus korelasi Product Moment yang dikemukakan oleh Pearson, sebagai berikut.

Sumber : Sugiyono (2012:248) Keterangan :

rxy = koefisien korelasi product moment

(47)

∑ = Kuadrat faktor variabel X

∑X2 = Kuadrat faktor variabel X

∑Y2 = Kuadrat faktor variabel Y

∑XY = Jumlah perkalian faktor korelasi variable X dan Y

Adapun tabel yang digunakan sebagai pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi adalah sebagai berikut:

TABEL 3.88

INTERPRETASI KOEFISIEN KORELASI

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat rendah

0,20 – 0,399 Rendah

0,40 – 0,599 Sedang

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,000 Sangat kuat

Sumber: Sugiyono (2012:250)

Untuk menguji signifikansi korelasi product moment diatas ditunjukan dengan rumus sebagai berikut:

Sumber: Sugiyono (2012:250)

Setelah menghitung signifikansi korelasi menggunakan uji t, langkah selanjutnya yaitu menghitung korelasi ganda menggunakan rumus berikut ini:

Sumber: Sugiyono (2012:256) Keterangan:

Ryx1x2 = Korelasi antara variabel X1 dengan X2 secara bersama-sama dengan variabel Y

ryx1 = Korelasi product moment antara X1 dengan Y ryx2 = Korelasi product moment antara X2 dengan Y

√ √

Gambar

TABEL 1.1 KUNJUNGAN WISMAN DI BALI AGUSTUS 2013
TABEL 1.2 KAWASAN ATRAKSI WISATA OLAHRAGA DI BALI
TABEL 1.3 TINGKAT KUNJUNGAN PARTISIPAN DI WATERBOM BALI
TABEL 1.4 KEGIATAN PROMOSI  WATERBOM BALI
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji Mann Whitney pada kelompok yang mendapat paparan asap rokok kretek biasa sesudah induksi formaldehyde (K2) dan kelompok yang mendapat paparan asap

Dosen Fakultas Agama Islam khususnya Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan banyak ilmu kepada penulis selama

Schiffman dan Kanuk, Peter dan Olson (2010) menyatakan bahwa selain ibu dan ayah, keputusan pembelian pada anak-anak dan orang dewasa keduanya sangat

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja pengrajin sulam usus dalam meningkatkan ekonomi keluarga menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki etos

Skripsi dengan judul STRATEGI PROMOSI PARIWISATA GUNA MENINGKATKAN JUMLAH PENGUNJUNG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi di Pantai Batu Lapis Kalianda Lampung Selatan)

MEKANISME KERJA MAHASISWA MAMPU MENGUASAI DEFINISI, GOLONGAN, JENIS DAN MEKANISME KERJA OBAT KARDIOVASKULER KELOMPOK Paper (Sistematika penulisan, Isi, Kerapian,

Result of this research are, first: implementation of evaluation techniques of character education conducted by teachers on subject of Islamic religious education at state

melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang tata kota dan tata bangunan, antara lain menyusun, mengembangkan dan mengendalikan rencana tata ruang kota,