• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum

Bursa efek indonesia adalah lembaga pemerintah yang berperan sebagai penyelanggara bursa. Artinya, Bursa Efek Indonesia bertugas untuk memfasilitasi perdangan efek di indonesia dan sebagai salah satu regulator atau penyelenggara perdangangan saham, obligasi dan derivatif (idx.co.id). Bursa Efek Indonesia merupakan bursa resmi di indonesia, Sehingga bagi para perusahaan yang ingin go public di indonesial harus melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Objek penelitian ini dilakukan pada perusahaan go publiv sub sebktor pertambangan (Sari, 2018).

Sektor pertambangan di Indonesia merupakan salah satu sektor yang berpengaruh bagi pembangunan ekonomi suatu negara, karena perannya sebagai penyedia sumber daya energi seperti batubara, minyak dan gas bumi, logam dan mineral, dan batu-batuan yang sangat diperlukan bagi masyarakat luas dan bagi pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan berkelanjutan. Dari masa ke masa perusahaan pertambangan semakin bertambah karena perusahaan tambang memiliki potensi yang kaya dan perusahaan semakin terbuka untuk melakukan eksplorasi sumber daya tambang tersebut. Perusahaan pertambangan memiliki kegiatan usaha seperti eksporasi sumber daya, produksi, dan pengelohan sebagai kesatuan usaha atau bentuk usaha terpisah. Menurut Herliansyah (2012), sifat dan karakteristik industri pertambangan memiliki perbedaan dengan industri

(2)

lainnya. Salah satunya industri pertambangan memerlukan biaya investasi yang sangat besar, berjangka panjang, sarat risiko, dan adanya ketidakpastian yang tinggi.

Daftar nama perusahaan sampel tahun 2015-2019

No Kode Perusahaan Nama Perusahaan

1 ADRO PT Adora Energy, Tbk

2 ARII PT. Atlas Resources, Tbk

3 BUMI PT. Bumi Resources, Tbk

4 BYAN PT. Bayan Resources, Tbk

5 DOID PT. Delta Dunia Makmur, Tbk

6 GEMS PT. Golden Energy Mines, Tbk

7 HRUM PT. Harum Energy, Tbk

8 ITMG PT. indo Tambangraya Megah,

Tbk

9 KKGI PT. Resources Alam Indonesia,

Tbk

10 MBAP PT. Mitrabara Adiperdana, Tbk

11 MYOH PT. Samindo Reseources, Tbk

12 PKPK PT. Perdana Karya Perkasa, Tbk

13 PTBA PT. Tambang Batubara Bukti

Asam, Tbk

14 PTRO PT. Petrosea, Tbk

15 SMMT PT. Golden Eagle Energy, Tbk

16 TOBA PT. Toba Bara Sejahtera, Tbk

17 ELSA PT. Elnusa, Tbk

(3)

18 ESSA PT. Surya Esa Perkasa, Tbk

19 MEDC PT. Medco Energi Internasional,

Tbk

20 RUIS PT. Radiant Utama Interinco,

Tbk

21 ANTM PT. Aneka Tambang, Tbk

22 CITA PT. Citra Mineral Investindo,

Tbk

23 DKFT PT. Central Omega Resources,

Tbk

24 INCO PT. Vale Indonesia, Tbk

25 MDKA PT. Meredeka Copper Gold, Tbk

26 PSAB PT. J Resources Asia Pasifik,

Tbk

27 SMRU PT. SMR Utama, Tbk

28 TINS PT. Timah, Tbk

29 CTTH PT. Citatah, Tbk

30 MITI PT. Mitra Investindo, Tbk

Objek dalam penelitian ini ada perusahaan manufaktur sub sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2015-2019. Berdasarkan data yang di dapat dari situs Bursa Efek Indonesia terdapat 49 perusahaan manufaktur sub sektor pertambangan. Berdasarkan laporan keuangan yang diakses penulis, hanya terdapat 30 perusahaan manufaktur sub sektor pertambangan yang mencantumkan kreteria yang penulis butuhkan.

4.2 Analisis Statistik Deskriptif

(4)

Pada tabel 4.1 disajikan deskripsi variabel-variabel penelitian yaitu nilai perusahaan sebagai variabel dependen dan komisaris independen,kepemilikan manajerial,kepemilikan institusional dan leverage sebagai variabel independen. Jumlah perusahaan manufaktur sub sektor pertambangan sebanyak 30 perusahaan dengan tahun pengamatan dari tahun 2015 sampai 2019. sehingga total data pengamatan adalah sebanyak 150 data perusahaan.

Tabel 4.1 Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

KOMI 150 ,67 1,32 ,7973 ,07912

KM 150 ,00 ,75 ,4186 ,18902

KI 150 ,57 1,25 ,7102 ,07981

DER 150 ,14 1,77 ,9999 ,39007

Size 150 4,49 6,74 5,4291 ,21613

PBV 150 ,18 1,12 ,5565 ,18378

Valid N (listwise) 150 Sumber data diolah 2021

Berdasarkan hasil perhitungan statistik deskriptif variabel nilai perusahaan,komisaris independen,kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan leverage. Pada tabel 4.1 diatas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Variabel nilai perusahaan merupakan variabel dependen yang diperoleh dari 30 perusahaan manufaktur sub sektor pertambangan tahun 2015-2019 berdasarkan

(5)

tabel diatas dari 150 perusahaan manufaktur sub sektor pertambangan diperoleh harga saham dengan nilai terendah (minumum) 0,18. nilai tertinggi (maksimum) sebesar 1,12.secara keseluruhan nilai rata-rata (mean) 0,5565 dengan standar deviasi sebesar 0,18378

2. Variabel Good Corporate Governance merupakan variabel independen yang terdiri dari:

1) Komisaris Independen

Komisaris independen yang diperoleh dari 30 perusahaan manufaktur sub sektor pertambangan tahun 2015-2019 berdasarkan tabel diatas dari 150 perusahaan manufaktur sub sektor pertambangan diperoleh komisaris independen dengan nilai terendah (minimum) sebesar 0,67. nilai tertinggi (maksimum) sebesar 1,32. secara keseluruhan nilai rata-rata (mean) 0,7973 dengan standar seviasi sebesar 0,07912

2) Kepemilikan manajerial

Kepemilikan manajerial yang diperoleh dari 30 perusahaan manufaktur sub sektor pertambangan tahun 2015-2019 berdasarkan tabel diatas dari 150 perusahaan manufaktur sub sektor pertambangan diperoleh kepemilikan manajerial dengan nilai terendeh (minumum) sebesar 0,00. nilai tertinggi (maksimum) sebesar 0,75. secara keseluruhan nilai rata-rata (mean) 0,4186 dengan standar deviasi sebesar 0,18902.

3) Kepemilikan institusional

Kepemilikan instistuonal yang diperoleh dari 30 perusahaan manufaktur sub sektor pertambangan tahun 2015-2019 berdasarkan tabel diatas dari 150

(6)

perusahaan manufaktur sub sektor pertambangan diperoleh kepemilikan manajerial dengan nilai terendeh (minumum) sebesar 0,57. nilai tertinggi (maksimum) sebesar 1,25. secara keseluruhan nilai rata-rata (mean) 0,7102 dengan standar deviasi sebesar 0,07981.

3. Variabel Leverage merupakan variabel independen yang terdiri dari : 1) Debt To Equity Ratio (DER)

Debt To Equity Ratio (DER) yang diperoleh dari 30 perusahaan manufaktur

sub sektor pertambangan tahun 2015-2019 berdasarkan tabel diatas dari 150 perusahaan manufaktur sub sektor pertambangan diperoleh kepemilikan manajerial dengan nilai terendeh (minumum) sebesar 0,14. nilai tertinggi (maksimum) sebesar 1,77. secara keseluruhan nilai rata-rata (mean) 0,9999 dengan standar deviasi sebesar 0,39007.

4. Variabel Ukuran Perusahaan merupakan variabel kontrol yang terdiri dari :

1) Size yang diperoleh dari 30 perusahaan manufaktur sub sektor pertambangan tahun 2015-2019 berdasarkan tabel diatas dari 150 perusahaan manufaktur sub sektor pertambangan diperoleh kepemilikan manajerial dengan nilai terendeh (minumum) sebesar 4,49. nilai tertinggi (maksimum) sebesar 6,74. secara keseluruhan nilai rata-rata (mean) 5,4291 dengan standar deviasi sebesar 0,21613.

4.2.2 Uji Asumsi Klasik

4.2.2.1 Uji Normalitas

Uji normalitas menjadi prasyarat pokok dalam analisis parametik karena data yang digunakan terus berdistribusi normal. Pengujian normalitas dapat

(7)

dilakukan dengan menggunakan SPSS dalam mengolah data, salah satunya dengan uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikan lebih dari 0,05.

Untuk mendukung pernyataan data terdistribusi normal, maka pengujian di lengkapi dengan pengujian uji statistik dengan menggunakan uji kolmogrov smoirnov yang terjadi dibawah ini.

Tabel 4.2 Hasil Uji Kolmogorov Smirnov (K-S)

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 145

Normal Parametersa,b Mean ,0000000

Std. Deviation ,17365419 Most Extreme Differences Absolute ,047

Positive ,047

Negative -,036

Test Statistic ,047

Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Sumber : Data diolah, 2021

Berdasarkan tabel 4.2 uji normalitas dengan menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, terlihat bahwa nilai sig (2-tailed) sebesar 0,200 >

(8)

0,05, sehingga dapat di simpulkan bahwa keseluruhan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

4.2.2.2 Uji Multikolonieritas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi dianata variabel independen. jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak orthogonal. Variabel orthogonal adalah variabel independen yang nilai korelasinya antar sesama variabel independen sama dengan nol. Pada penelitian ini, untuk mendektesi ada atau tidaknya multikolonieritas maka dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF).

apabila nilai tolernace ≥ dari 0,10 dan VIF ≤ dari 10 maka penelitian ini bebas dari uji multikolonieritas. Hasil pengujian regresi ini dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.3 Uji Multikolonieritas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients Collinearity Statistics B Std. Error Tolerance VIF 1 (Constant) ,774 ,423

KOMI -,202 ,188 ,977 1,023

KM ,172 ,080 ,951 1,052

(9)

Sumber data diolah, 2021

Berdasarkan pada tabel 4.3 diatas maka dapat disumpulkan bahwa bahwa persamaan regresi lolos uji dan tidak mengalami multikolinieritas karena nilai seluruh tolerance variabel lebih dari 0,1 dan nilai VIF < 10.

4.2.2.3 Uji Heteroskedasitas

Uji Heteroskedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedasitisitas dan jika berbeda disebut heteroskedasitas. Model yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedasitas (Ghozali, 2013). berikut ini adalah hasil uji glejser.

KI -,523 ,190 ,945 1,059

DER ,052 ,038 ,980 1,020

Size ,035 ,071 ,914 1,094

a. Dependent Variable: PBV

(10)

Tabel 4.4 Uji Glejser

Berdasarkan pada tabel 4.4 diketahui besaran signifikansi yang dihasilkan

> 0,05 pada seluruh variabel yang diuji. Dengan hasil tersebut maka tidak ada indikasi heterokedastisitas sehingga lolos pengujian.

4.2.2.4 Uji Autokorelasi

Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah model regresi liniear ada korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan penganggu pada periode t-1 (sebelumnya). jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada masalahn autokorelasi. autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya (Ghozali, 2013).

berikut ini adalah hasil uji Runs Text :

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) ,349 ,246 1,417 ,159

Kid -,163 ,110 -,125 -1,486 ,140

KM ,056 ,047 ,103 1,208 ,229

Kin -,105 ,111 -,081 -,951 ,343

DER ,026 ,022 ,098 1,166 ,246

Size -,010 ,041 -,021 -,242 ,809

a. Dependent Variable: Abs_Res

(11)

Tabel 4.5 Uji Runs Text

Runs Test

Unstandardized Residual

Test Valuea -,00264

Cases < Test Value 72

Cases >= Test Value 73

Total Cases 145

Number of Runs 45

Z -4,750

Asymp. Sig. (2-tailed) ,113 a. Median

Sumber data diolah 2021

Berdasarkan hasil dalam gambar tabel 4.5 maka dapat diperhatikan bahwa nilai Asymp. Signifikansi sebesar 0,113 yang berarti nilai diatas 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini bersifat acak dan bebas dari autokorelasi.

4.3 Analisis Regresi Linier

Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda yang digunakan untuk menganalisis hopotesis penelitian. Analisis regresi linier berganda bertujuan untuk megetahui pengaruh komisaris independen, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional,debt to equity ratio dan size terhadap nilai perusahaan. adapun hasil analisis regresu linier berganda adalah sebagai berikut :

(12)

Tab el 4.5 Hasil Uji Regre

s

Linier Berganda

Sumber data diolah 2021

Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda pada tabel 4.5 diatas dapat dibuat persamaan sebagai berikut :

PBV = 0,774 - 0,202 KOMI + 0,172 KM - 0,523KI + 0,052DER + 0,035 Size + error

dimana:

PBV : Nilai Perusahaan

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

B Std. Error Beta

1 (Constant) ,774 ,423

KOMI -,202 ,188 -,087

KM ,172 ,080 ,177

KI -,523 ,190 -,227

DER ,052 ,038 ,110

Size ,035 ,071 ,041

a. Dependent Variable: PBV

(13)

KOMI : Kepemilikan Independen KM : Kepemilikan Manajerial

KI : Kepemilikan Institusional DER : Debt Earning Ratio

Size : Ukuran Perusahaan

Dari persamaan regresi linier berganda tersebut dapat dianalisis sebagai berkut:

a. Konstanta

Nilai konstanta menunjukkan besarnya nilai variabel dependen jika variabel independen 0 (nol). Maka nilai konstanta menunjukkan besarnya nilai perusahaan adalah 0,774 jika nilai Good Corporate Governance dan Leverage adalah 0 (nol) atau sebaliknya, dengan asumsi bahwa nilai variabel model regresi adalah tetap atau tidak berubah.

b. Koefisien Komisaris Independen

Koefisien regresi untuk komisaris independen sebesar -0,202. hal ini menunjukkan bahwa nilai perusahaan (PBV) akan mengalami penurunan sebesar -0,202 untuk setiap pengukuran komisaris independen dan sebaliknya. hal tersebut dengan asumsi variabel lain adalah konstan.

c. Koefisien Kepemilikan Manajerial

Koefisien regresi untuk kepemilikan manajerial sebesar 0,172. hal ini menunjukkan bahwa nilai perusahaan (PBV) akan mengalami kenaikan sebesar

(14)

0,172 untuk setiap pengukuran kepemilikan manajerial dan sebaliknya. hal tersebut dengan asumsi variabel lain adalah konstan.

d. Koefisien Kepemilikan Institusional

Koefisien regresi untuk kepemilikan institusional sebesar -0,523. hal ini menunjukkan bahwa nilai perusahaan (PBV) akan mengalami penurunan sebesar -0,523 untuk setiap pengukuran kepemilikan institusional dan sebaliknya. hal tersebut dengan asumsi variabel lain adalah konstan.

e. Koefisien Debt To Equity Ratio (DER)

Koefisien regresi untuk Debt To Equity Ratio (DER) sebesar 0,052. hal ini menunjukkan bahwa nilai perusahaan (PBV) akan mengalami kenaikan sebesar 0,052 untuk setiap pengukuran Debt To Equity Ratio (DER) dan sebaliknya. hal tersebut dengan asumsi variabel lain adalah konstan.

f. Koefisien Size

Koefisien regresi untuk size sebesar 0,035. hal ini menunjukkan bahwa nilai perusahaan (PBV) akan mengalami kenaikan sebesar 0,035 untuk setiap pengukuran size dan sebaliknya. hal tersebut dengan asumsi variabel lain adalah konstan.

4.4 Uji Hipotesis

Pada penelitian ini adanya pengujian hipotesis di maksudkan untuk mengetahui adanya pengaruh variabel independen yaitu : Komisaris independen, kepemilikan manajerial, kepemilikan institsuional, debt to equity ratio dan size terhadap nilai perusahaan.

(15)

4.4.1 Uji Parsial (Uji T)

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen (Ghozali, 2011). Uji ini dilakukan untuk melihat pengaruh Komisaris independen, kepemilikan manajerial, kepemilikan institsuional, debt to equity ratio dan size terhadap nilai perusahaan. tabel dibawah ini merupakan hasil dari pengujian uji t yang dilakukan dengan menggunakan perhitungan spss :

Tabel 4.6 Uji Parsial (Uji T)

Variabel Thitung Ttabel Sig Standar Keterangan

Komisaris Independen

-1,070 1,655 0,286 0,05 Tidak berpengaruh

signfikan Kepemilikan

Manajerial

2,157 1,655 0,033 0,05 Berpengaruh positif

signifikan Kepemilikan

Institusional

-2,755 1,655 0,007 0,05 Berpengaruh positif

signifikan

Leverage 1,356 1,655 0,177 0,05 Tidak berpengaruh

signfikan

Size 2,494 1,655 0,022 0,05 Berpengaruh positif

signifikan

(16)

Sumber data diolah, 2021

Dari tabel 4.6 diatas, pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat dijelaskan sebagai berikut :

a. untuk komisaris independen diketahui Thitung 1,070 < 1.655 dan nilai signifikan 0,286 > 0,05, maka H0 berhasil diterima Ha ditolak berarti bahwa komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

penelitian tersebut berjalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wardoyo dan Veronica (2013) komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Adapun bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewi dan Nugrahanti (2014), Muryati dan Suardhika (2014), Harianti dan Rihantiningtyas (2015), Alfinur (2016), Perdana dan Raharja (2014) menyatakan bahwa komisaris independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

b. untuk kepemilikan manajerial diketahui Thitung 2,157 > 1.655 dan nilai signifikan 0,033 < 0,05, maka H0 berhasil ditolak dan Ha diterima berarti bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Hasil penelitian tersebut berjalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Muryati dan Suardhika (2014), Perdana dan Raharja (2014), Firdausya, et al.,(2013) yang menyatakan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh

postif dan signfikan. adapaun bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Suastini et al.,(2016), Alfinur (2016) menyatakan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

(17)

c. untuk kepemilikan institusional diketahui Thitung 2,755 > 1.655 dan nilai signifikan 0,007 < 0,05, maka H0 berhasil ditolak dan Ha diterima berarti bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian tersebut berjalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kusumaningtyas (2015), Muryati dan Suardhika (2014) yang menyatakan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh postif dan signfikan. adapaun bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Hariati dan Rihatiningtyas (2015), Firdausya dan Swandari (2013) menyatakan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

d. untuk Debt To Equity Ratio (DER) diketahui Thitung 1,356 < 1.655 dan nilai signifikan 0,286 > 0,05, maka H0 berhasil diterima Ha ditolak berarti bahwa Debt To Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai

perusahaan. penelitian tersebut berjalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mahendra, Sri Artini, Suarjaya (2012), Novari dan Lestari (2016) Debt To Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai

perusahaan. Adapun bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Alfredo et al,.(2010), Dwi Sukrini (2012), Arie Afzal dan Abdul Rohman (2012), Umi Mardiyati (2012)menyatakan bahwa Debt To Equity Ratio (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

e. untuk size diketahui Thitung 2,494 > 1.655 dan nilai signifikan 0,022 < 0,05 maka H0 berhasil ditolak dan Ha diterima berarti bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

(18)

4.4.2 Uji Hipotesis Secara Simultan (UJI F)

Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimkasudkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2011). Hasil uji kesesuaian model (uji f) dengan menggunakan spss adalah sebagai berikut :

Tabel 4.7 Uji Kesesuian Model (Uji F)

ANOVAa

Model F Sig

1 Regression 3,335 0,007b

Residual Total Sumber data diolah, 2021

Berdasarkan hasil tabel 4.7 diatas dapat dilihat bahwa hasil pengujian statistic F diperoleh nilai F hitung sebesar 3,335 dengan signifikan 0,007 artinya, Uji F lebih kecil dari 0,05. maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen yaitu komisaris independen, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, Debt To Equity Ratio (DER) dan Size secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen

4.3.3 Koefisien Determinasi (R2)

Analisis koefisien determinasi dalam regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui presentase sumbangan pengaruh variabel independen yang terdiri dari komisaris independen, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, Debt To Equity Ratio (DER) dengan ukuran perusahaan dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol secara simultan terhadap nilai perusahaan.

(19)

Tabel 4.8 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,427a ,411 ,408 ,17675

a. Predictors: (Constant), Size, DER, KId, KM, Kin b. Dependent Variable: PBV

Sumber data diolah, 2021

Berdasarkan tabel 4.8 diatas nilai Adjusted R Square sebesar 0,408. Artinya variabel independen memiliki pengaruh sebesar 40,8% terhadap variabel dependen, sementara 59,2% lainnya dapat dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

4.5 Interpretasi Hasil

4.4.1 Pengaruh Komisaris Independen Terhadap Nilai Perusahaan

Dari hasil pengujian komisaris independen terhadap nilai perusahaan diketahui bahwa komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

berdasrkan uji t komisaris independen memiliki Thitung -1,070 > -1.65543 dan nilai signifikan 0,286 > 0,05. Dengan adanya komisaris independen terbukti tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan berarti tinggi rendahnya komisaris independen suatu perusahaan tidak akan memepengaruhi tinggi rendahnya nilai tersebut. hal ini menunjukkan bahwa apabila komisaris independen kurang menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak membuahkan hasil yang dapat berpengaruh untuk nilai tersebut, sehingga dapat menyebabkan adanya pihak yang dirugikan.

(20)

4.2.2 Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap nilai perusahaan

Dari hasil pengujian kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan diketahui bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. berdasarkan uji t kepemilikan manajerial memiliki Thitung 2,157 > 1.65543 dan nilai signifikan 0,033 < 0,05. Dengan adanya kepemilikan manajerial terbukti berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan maka diharapkan manajer akan bertindak sesuai dengan keinginan para principal karena manajer akan termotivasi untuk meningkatkan kinerja dalam rangka menciptkan nilai perusahaan yang tinggi.

4.2.3 Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap nilai perusahaan

Dari hasil pengujian kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan diketahui bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. berdasarkan uji t kepemilikan institusional memiliki Thitung -2,755 < - 1.65543 dan nilai signifikan0,007 < 0,05,. Dengan adanya kepemilikan institusional terbukti berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. maka semakin besar nilai kepemilikan institusional maka semakin kuat kontrol terhadap perusahaan sehingga pemilik perusahaan bisa mengendalikan perilaku manajemen agar bertindak sesuai dengan tujuan perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan.

(21)

4.2.4 Pengaruh Leverage terhadap nilai perusahaan

Dari hasil pengujian leverage yang diproksikan dengan Debt To Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan diketahui bahwa Debt To Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. berdasrkan

uji t Debt To Equity Ratio (DER) memiliki Thitung 1,356 < 1.65543 dan nilai signifikan 0,286 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa apabila tinggi rendahnya leverage suatu pada perusahaan pertamabangan tidak mempengaruhi tinggi rendahnya nilai suatu perusahaan tersebut karena investor akan lebih tertarik dengan perusahaan yang memiliki laba yang tinggi.

4.2.5 Pengaruh Variabel Kontrol Ukuran Perusahaan terhadap nilai perusahaan

Dari hasil pengujian bahwa variabel kontrol ukuran perusahaan yang di proksikan dengan size berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan diketahui bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

berdasarkan uji t ukuran perusahaan memiliki Thitung Thitung -2,494 > 1.65543 dan nilai signifikan 0,022 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa apabila besar kecilnya ukuran suatu perusahaan tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan dimana para investor tidak mempertimbangkan ukuran perusahaan pada saat mereka membeli saham karena investor lebih condong melihat kinerja dari suatu perusahaan.

(22)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji Mann Whitney pada kelompok yang mendapat paparan asap rokok kretek biasa sesudah induksi formaldehyde (K2) dan kelompok yang mendapat paparan asap

Di era modern ini, fashion menjadi gaya hidup (life style) yang sangat di minati. Perkembangan dunia fashion menjadi hal yang penting di berbagai kalangan baik kalangan muda

Rendahnya self efficacy yang dimiliki juga dapat membuat individu tidak memiliki keyakinan bahwa mereka dapat menyelesaikan tugas yang diberikan sehingga membuat individu

Schiffman dan Kanuk, Peter dan Olson (2010) menyatakan bahwa selain ibu dan ayah, keputusan pembelian pada anak-anak dan orang dewasa keduanya sangat

Plastik yang dimaksud diberi nama plastik tipe A. Sayur diletakkan dalam plastik tipe A ini secara baik kemudian plastik di &#34; sealed &#34; pada ujungnya sedemikian rupa hingga

Dengan target lebih dari tujuh juta penumpang ini, kami akan meningkatkan frekuensi menjadi lebih dari 200 kali penerbangan dalam sehari, penambahan rute adalah salah

Penelitian yang dilakukan Novi Rosiana Fatimah (2015), hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa model layanan bimbingan kelompok berbasis Islami dapat meningkatkan

melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah dalam bidang tata kota dan tata bangunan, antara lain menyusun, mengembangkan dan mengendalikan rencana tata ruang kota,