MANAJEMEN BUDIDAYA IKAN HIAS BADUT (Clownfish) DI CV. BALI AQUARIUM DENPASAR BALI
TUGAS AKHIR
Oleh : NUR ASIZA
1222144
JURUSAN AGRIBISNIS PERIKANAN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP
2016
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tugas akhir ini terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapatan yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Pangkep, Agustus 2016 Yang menyatakan Nur asiza
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT tuhan pencipta alam dan seluruh isinya atas segala rahmat, hidayah dan karunianya yang telah diberikan kepada kita semua dalam menjalani setiap aktifitas keseharian kita. Tak lupa juga kami haturkan salam dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai teladan bagi para ummatnya dan rahmat bagi seluruh alam semesta sehingga kita dapat
merasakan indahnya menjalani kehidupan dalam beragama.
Terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orang tua tercinta,
Alm.Sawedi dan Hajira serta kepada Sumarni, SE.M.Si selaku pembimbing I dan Megawati.,S.Si. M.Si selaku pembimbing II yang senantiasa memberikan
semangat, dukungan serta motivasi sehingga laporan penyusunan tugas akhir ini dapat selesai tepat pada waktunya. Selain itu terima kasih pula penulis haturkan kepada beberapa pihak yang turut berperan dalam penyusunan tugas akhir ini di antaranya:
1. Dr. Ir. Darmawan, MP selaku Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.
2. Dr. Nur Alam Kasim, S.Pi, M.Si selaku Ketua Jurusan Agribisnis Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.
3. Andi Baso Adil Natsir. S.Pi, M.Si Selaku penguji ke I dan Ilyas.S.Kom.,M.Si, selaku penguji ke II
4. I Gusti Komang Adi wibawa dan I Gusti Ngurah Alit, Selaku pembimbing lapangan di CV. Bali Aquarium – Denpasar Bali
5. Bapak/Ibu dosen beserta pegawai yang ada di Jurusan Agribisnis Perikanan pada khususnya dan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep pada umumnya 6. Para sahabat serta teman-teman dari Jurusan Agribisnis Perikanan, terkhusus
untuk Mahasiswa Agribisnis angkatan XXV dan XXVI, yang senantiasa memberikan dukungan, semangat dan memotivasi penulis sehingga Tugas Akhir ini dapat selesai tepat pada waktunya.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini sangat kami harapkan. Demikian yang dapat kami
sampaikan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pebaca secara umumnya dan terkhusus pula bagi penulis.
Pangkep, Agustus 2016
Penulis
DAFTARA ISI
Hal.
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iii
HALAMAN PERNYATAAN ... iv
KATA PENGANTAR ... v
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR ... x
DAFTAR LAMPIRAN ... xi
INTISARI ... xii
ABSTRACT ... xiii
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2.Perumusan Masalah ... 3
1.3.Tujuan Penelitian ... 3
1.4.Manfaat Penelitian ... 3
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Klasifikasi dan mortofologi ... 5
2.2.Manajemen ... 8
2.3.Budidaya ... 11
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1.Waktu dan Tempat ... 13
3.2.Jenis dan Sumber Data ... 13
3.3.Metode Pengumpulan Data ... 13
3.4.Metode Analisis Data ... 14
3.5.Definisi Opersional ... 14
IV. KEADAAN UMUM LOKASI 4.1.Sejarah Peusahaan ... 16
4.2.Lokasi Perusahaan ... 19
4.3.Fasilitas Perusahaan ... 19
4.4.Struktur Organisasi ... 20
4.5.Visi dan Misi Perusahaan ... 23
V. PEMBAHASAN 5.1. Manajemen Budidaya Ikan Hias ... 24
5.2. Perencanaan... 24
5.3. Pengorganisasian ... 28
5.4. Pengarahan ... 29
5.5. Pengawasan ... 30
VI. PENUTUP 6.1.Kesimpulan ... 31
6.2.Saran ... 32 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP
DAFTAR TABEL
Hal.
Tabel 1.Fasilitas Perusahaan ... 19
Tabel 2.Jadwal Pemberian Pakan ... 26
Tabel 3.Parameter Kualitas Air ... 27
Tabel 4.Jadwal Kegiatan Pemeliharaan Ikan Hias Badut (clownfish) ... 28
DAFTAR GAMBAR
Hal.
Gambar 1. Gambar Ikan Hias Badut (clownfish) ... 6 Gambar 2. Struktur Organisasi ... 20
DAFTAR LAMPIRAN
Hal.
Lampiran 2.1. Gambar Ikan Hias Badut (clownfish) ... 5 Lampiran 4.4. Skema Struktur Organisasi Perusahaan ... 21 Lampiran 1.Gambar Akuarium Pemeliharaan Ikan Hias Badut (clownfish) ... 37 Lampiran 2.Gambar Jenis Pakan Budidaya Ikan Hias Badut (clownfish) ... 39
INTISARI
NUR ASIZA , 1222144. Manajemen Budidaya ikan hias badut (clownfish) di CV. Bali Aquarium Denpasar – Bali.(di bawah bimbingan Sumarni dan Megawati ).
Penulisan tugas akhir ini di laksanakan selama kurang lebih 3 bulan, mulai dari tanggal Mei sampai Juli 2015 Di CV. Bali Aquarium, Denpasar Bali. Dengan tujuan untuk mengetahui Saluran pemasaran Ikan hias. Adapun kegunaannya yaitu untuk menambahkan pengetahuan, keterampilan serta memperluas wawasan ilmiah. Sehingga mampu menangani dan memecahkan persoalan yang ada serta karya tulis yang dapat dijadikan sebagai tambahan informasi dalam upaya
peningkatan sumber daya manusia yang profesional dan produktif khususnya pada saluran distribusi ikan hias.
Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi literatur. Adapun jenis data yang digunakan yaitu data primer data skunder, untuk analisa data yang digunakan yaitu analisa data deskriptif dan analisa kualitatif.
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen budidaya ikan hias (clownfish) di CV. Bali Aquarium.Sedangkan kegunaannya sebagai bahan
informasi bagi usaha yang bergerak di bidang budidaya serta bagi pengembangan ilmu dan teknologi guna memenuhi kebutuhan ikan hias badut (clownfish) di masa mendatang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen budidaya ikan hias badut (clownfish) meliputi kegiatan pembenihan meliputi persiapan wadah, pemilihan induk, pemasangan induk/perjodohan, pemberian pakan dan pemijahan, penangan larva dan pembesaran.
Kata kunci : Manajemen, Budidaya, Ikan Hias
ABSTRACT
NUR ASIZA , 1222144. Management of ornamental fish in CV. Bali Aquarium Denpasar - Bali.(under the guidance of Sumarni and Megawati)
This thesis carried out within three months, starting from may until july 2015 CV. Aquarium Bali Denpasar Bali. in order to determine the management of ornamental fish farming clown. As for the utility to add the knowledge, skills, and expanding scientific horizons. so as to handle and solve the existing problems as well as papers that can be used as additional information in an effort to increase human resources professional and productive, especially in the management of aquaculture
Data collection techniques used were observation, discussion and study of literature. As for the type of data used are primary data and secondary data, for data analysis used is descriptive data analysis and qualitative analysis.
This study aims to determine the management of ornamental fish culture in CV.Bali aquarium clown. while its usefulness as information for businesses engaged in aquaculture and for the development of science and technology to meet the needs of a clown fish in the future.
The results showed that the cultivation of ornamental fishclown
management activities include seeding, container preparation, holding elections, install the parent / mating, feeding and spawning, larval handling and
enlargement.
Keyword : Managemen, cultivation, decorativefish
BAB I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Negara ini juga memiliki posisi geografis yang unik sekaligus menjadikannya strategis.
Hal ini dapat dilihat dari letak Indonesia yang berada di antara dua samudera dan dua benua sekaligus memiliki perairan yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan internasional. Posisi ini menempatkan Indonesia berbatasan laut dan darat secara langsung dengan sepuluh negara di kawasan. Keadaan ini menjadikan Indonesia rentan terhadap sengketa perbatasan dan ancaman keamanan yang menyebabkan instabilitas dalam negeri dan di kawasan.
Perikanan merupakan suatu kegiatan manusia yang terorganisir yang berkaitan dengan pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya perairan.
Berdasarkan Undang-Undang tentang Perikanan No. 31 tahun 2004, yang dimaksud dengan perikanan adalah setiap kegiatan untuk mengelola dan memanfaatkan sumberdaya perairan yang dilakukan dalam suatu sistem usaha perikanan (agribisnis perikanan / aquabusiness) dimulai dari pra-produksi, produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Pada awalnya perikanan bertujuan untuk menyediakan sumber pangan bagi manusia, tetapi pada perkembangannya perikanan dapat pula ditujukan untuk menghasilkan produk non-pangan dan industri. Contoh: ikan hias, olahraga atau rekreasi memancing, produk olahan ikan seperti minyak ikan, produk perhiasan seperti mutiara. Pengertian industri ikan hias badut (clownfish) adalah ikan dimana
15
hasil budidayanya tidak dimaksutkan untuk komsumsi manusia namun dijadikan hiasan akuarium dalam suatu ruangan.
US$ 5 miliar dengan pertumbuhan 8% pertahun. Dari nilai tersebut sebanyaj 85% merupakan ikan hias air tawar dan sisanya 15% merupakan ikan hias laut. Potensi bisnis ikan hias di indonesia didukung oleh banyaknya spesies ikan hias di negara ini. Menurut direktur jendral perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto, dari 1.100 spesies ikan hias air tawar yang ada di dunia in, sekitar 40% atau 450 spesies diantaranya berada di indonesia.
“Sementara untuk ikan hias air laut, indonesia memiliki lebih dari 700 jenis spesie,” katanya, jumat (19/4). Indonesia sebenarnya berpotensi meraih US$
60 Juta-US$ 65 Juta pertahun dari ekspor ikan hias, serta bisa menjadi eksportir ikan hias terbesar di dunia. Syaratnya,bisnis ini di tangani dengan serius.Sebagai gambaran, dua tahun lalu, menurut Slamet, Indonesia menduduki rangking ke lima eksportir ikan hias terbesar dunia setelah Ceko, Thailand, Jepang, dan Singapura. Sayang, walau menduduki peringkat ke lima dunia, ekspor ikan hias Indonesia masih belum memuaskan. Pada 2011, nilai ekspor ikan hias hanya sebesar US$ 13,26 juta. Dengan nilai itu, Indonesia hanya menguasai 6,95% perdagangan ikan hias dunia.Data Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI) menyebutkan, nilai perdagangan ikan hias global mencapaiIndonesia masih belum bisa memanfaatkan celah ekspor ikan hias karena minimnya dukungan pemasaran. Distribusi dari sentra produksi ke pusat pengiriman juga menjadi kendala. Saat ini sentra ikan hias tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.
16
Dengan pasar ekspor utama Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Malaysia dan China, ikan hias Indonesia yang diminati antara lain ikan botia dari Sumatera, arowana dan ikan cupang dari Kalimantan, ikan banggai cardinal dari Sulawesi, dan arowana asal Irian.Menurut Hendra Iwan Putra, Direktur PT Harlequin Aquatics, krisis ekonomi Eropa dan Amerika Serikat (AS) cukup berdampak negatif bagi kinerja ekspor ikan hias. "Dukungan pemerintah terhadap eksportir juga masih sangat minim,".
1.2.Rumusan Masalah
Berdasarlan latar belakang yang di kemukakan di atas, maka masalah pokok dalam penelitian ini yaitu, Bagaimana manajemen budidaya ikan hias badut (Clownfish) pada CV. Bali Aquarium Denpasar Bali?
1.3.Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan tugas akhir ini yaitu, untuk mengetahui bagaiman manajemen budidaya ikan hias badut (clownfish) pada CV. Bali Aquarium Denpasar Bali.
1.4.Manfaat
Manfaat dari penulisan tugas akhir ini adalah ssebagai berikut : 1. Bagi penulis
Dari penulis tugas akhir ini dapat memperoleh banyak pengetahuan mengenai budidaya, khususnya budidaya ikan hias air asin di CV. Bali Aquarium Denpasar Bali.
17
2. Bagi perusahaan
Dari penulisan tugas akhir ini perusahaan dapat menjadikan pertimbangan dalam kegiatan pemeliharaan ikan hias air asin pada kegiatan selanjutnya.
3. Bagi pembaca
Bagi pembaca hasil tugas akhir ini di harapkan dapat menjadi bahan referensi atau bahan rujukan untuk mengadakan penelitian lebih lanjut.
BAB II. TINJAUN PUSTAKA
2.1. Klasifikasi dan Morfologi Ikan Hias Badut (Clownfish)
Klasifikasi ikan hias badut (clownfish) menurut aderisandri (2012) adalah sebagai berikut :
Nama ilmiah : Amphiprion percula
Nama lain : Ikan badut (clownfish), ikan anemo (anemone fish),ikan nemo Ukuran : 3-4 inci (10cm)
Harapan hidup : 3-6 tahun Class : Actinopterygii Order : Parciformes Family : Pomacentridae
Ikan badut adalah ikan hias air asin dari Subfamili Amphiprioninae.
Terdapat sekitar 28 spesies dikenali, salah satunya berada di genus premnas, sementara sisanya di genus Amphiprion. Ikan badut berwarna kuning, jingga, kemerahan atau kehitaman. Spesies terbesar dapat tumbuh mencapai panjang 18 cm, sementara terkecil hanya mencapai 10 cm. Harga ikan ini berkisar Rp.
13.000 perekor. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 1. Ikan badut (clownfish)
Ikan badut (clownfish) biasanya di temukan berhubungan dengan anemon di Oseania, Indo-pasifik, dan Great Barrier Reef. Hal ini dapat di temukan secara individual, atau lebih umum, berpasangan atau berkelompok kecil dalam anemon sama seperti Hateractis magnifica atau stichodacthyla mertensi. Ikan badut (clownfish) liar jarang akan melebihi 4 ½ inci dan jika di pelihara di akuarium atau di ternakkan ukurannya jarang melebihi 3 ½ inci.
Clownfish Anemon tidak saling membutuhkan untuk bertahan hidup atau hidup bahagia. Karena anemon membutuhkan pencahayaan intens dan lingkungan yang sangat stabil dalam akuarium, lebih baik untuk memilih anemon yang membutuhkan perawatan yang lebih kecil untuk clownfish itu.
1. Anatomi (Ciri Fisik)
Ikan badut (Clownfish) berukuran mungil. Panjangnya sekitar 5 sampai 11 cm saja. Umumnya ikan badut berwarnajingga terang dengan belang-belang putih, perpaduan warna ini sangat kontras. Ikan ini memiliki sirip dayung (sirip samping) berbentuk agak bulat dengan garis pinggir hitam.
2. Habitat
Ikan badut (Clownfish)hidup di dasar laut dimana terdapat anemon.
Anemon adalah tumbuhan laut yang memiliki tentakel beracun. Ikan badut banyak terdapat di perairan hangat di lautan tropis, laut merah, laut india dan Great Barrier Reef Australia
3. Makanan
Ikan badut (Clownfish) makan dari makanan sisa makanan anemon.
Ikan ini menunggu anemon melumpuhkan dan memakan ikan tangkapan.
Ikan badut akan memakan sisa-sisa makanan yang tidak termakan anemon. Ikan badut juga memakan tentakabel anemon yang sudah mati, alga dan plankton.
4. Perilaku Sosial
Dalam kelompok ikan badut, terdapat dominasi seekor betina.
Hanya ada satu pejantan ( ikan jantan yang berhak kawin) dan satu betina dalam kelompok ikan badut. Ikan badut lainnya adalah jantan hermaprodit, artinya ia bisa berubah menjadi betina. Jika ikan badut mati maka salah satu ikan badut akan menjadi betina. Ikan badut betina ini kemudian akan memilih salah satu dari ikan badut menjadi pejantan yang memiliki hak kawin.
5. Reproduksi (Perkembangbiakan)
Ikan badut (Clownfish) tidak mengenal musim kawin tertentu, hewan ini dapat kawin kapan saja sepanjang tahun. Saat akan kawin ikan badut jantan akan merayu ikan badut betina dengan mendekati, mengejar,
menggigit, dan melebarkan sirip-siripnya dekat betina. Ikan badut betina akan bertelur di batuan dan karang dekat anemon secara bertahap yang jumlahnya mencapai beberapa ratus butir telur. Ikan badut badut jantan akan menjaga telur-telurnya tersebut sampai menetes, 4 atau 5 hari kemudian.
Keindahan warna tubuh ikan badut (Clownfish) inilah yang membuat si nemo ini menjadi favorit para pecinta ikan hias air laut. Ikan nemo ini di ketahui mempunyai daerah penyebaran yang luas, terutama di seputaran laut Indo pasific. Pada perairan bebas, ikan ini dapat di jumpai di laguna-laguna berbatu di sekita terumbu karang atau daerah dengan kedalaman kurang dari 50 meter dengan perairan jernih. Ikan ini mengkomsumsi udang, algae dan zooplankton sekitar habitatnya.
Ikan badut (Clownfish) melakukan simbosis mutualisme dengan anemon laut. Anemon laut berguna sebagai pelindung bagi ikan ini dari peredator, sedangkan ikan badut membantu anemon dari sisa-sisa makannya. Dari interaksi inilah yang membuat ikan badut juga sering di juluki ikan anemon (anemonefish).
2.2.Manajemen
Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan, yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Oleh karena itu manajemen di gunakan semua organisasi dalam rangka mencapai tujuannya, baik organisasi profit (perusahaan/organisasi bisnis) maupun organisasi non profit ( pemerintahan, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan). Di semua
sektor : perbankan, manufaktor, pertambangan, perdagangan, kesehatan, pariwisata, dll; yang ukurannya kecil, menengah maupun besar. Oleh karena sifatnya yang sangat universal, maka banyak orang merasa perlu mempelajari manajemen. Dan menejemen adalah ilmu serta seni dalam menjalankan aktivitas suatu organisasi. Aktivitas tersebut bisa berupa pengorganisasian yang meliputi: Perencanaan – penyususanan – pengusahaan – dan pengawasan dengan mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki oleh organisasi supaya tujuannya terealisasi.
1. Proses Fungsi Manajemen
Umumnya ada beberapa proses fungsi yang biasa di implimintasikan dalam kegiatan manajemen.
a) Perencanaan
Perencanaan adalah sebuah proses mendefinisikan tujuan dari organisasi, menyusun strategi untuk mencapai tujuan yang di tetapkan tersebut dan merancang aktivitas kerja organisasi tersebut. Perencanaan bisa diartikan upaya dalam mengantisipasi adanya kecenderungan dan penentuan sebuah strategi yang tepat agar bisa merealisasikan tujuan organisasi.
b) Pengorganisasian
Pengorganisasia adalah proses meliputi bagaimana strategi yang sudah di rumuskan pada saat tahap perencanaan di gambarkan pada sebuah struktur organisasi yang tangguh, sesuai, dan lingkungan yang kondusif. Pengorganisasian bisa memberikan kepastian bahwa pihak-
pihak yang berada dalam organisasi bisa bekerja bersama-sama dengan efektif dan efesien.
c) Pengarahan
Pengarahan adalah tahap dimana program di implementasikan supaya bisa di lakukan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam sebuah organisasi. Pengarahan adalah upaya dalam memotivasi pihak-pihak tersebut agar bisa melaksanakan tanggung jawabnya dengan kesadaran penuh dan tingkat produktifitas yang sangat tinggi.
d) Pengendalian
Pengendalian adalah upaya untuk memastikan semua kegiatan dijalankan yang bisa berjalan dengan semestinya, sesuai dengan tahap dan target yang telah di tetapkan walaupun ada beberapa perubahan-perubahan minor yang bisa terjadi didalam lingkungan yang di hadapi.
1. Jenis-jenis Manajemen
Umumnya dalam sebuah perusahaan jenis-jenis manajemen di bagi menjadi empat, antara lain :
1. Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
Manajemen sumber daya manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi manusia yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat di pelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.
2. Manajemen Oprasional/Produksi
Manajemen produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang di tetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefesien mungkin,dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang di hasilkan dalam proses produksi.
3. Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang di butuhkan oleh konsumen, dan bagaimana cara pemenuhannya dapat di wujudkan.
4. Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang di lakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu di ukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan di antaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis di peroleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah di peroleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang di jalankan.
2.3.Budidaya
Budidaya adalah kegiatan untuk memperoduksi biota (organisme) akuatik di lingkungan terkontrol dalam rangka mendapatkan keuntungan (profit). Akuakultur bersal dari bahasa inggrisnya aquaculture (aqua =
perairan;culture = budidaya) dan di terjemahkan kedalam bahasa indonesia menjadi budidaya perairan atau budidaya perikanan. Oleh karena itu, akuakultur dapat di definisikan menjadi campur tangan (upaya-upaya) manusia untuk meningkatkan produktifitas perairan melalui kegiatan budidaya.
Kegiatan budidaya bermaksut adalah kegiatan pemeliharaan untuk memperbanyak (reproduksi), menumbuhkan (growth), serta meningkatkan mutu biota akuatik sehingga di peroleh keuntungan (effendi 2004).
BAB III. METEODOLOGI KEGIATAN
3.1.Waktu Dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan tiga bulan yaitu mulai pada tanggal mei – Juli 2015 di CV. Bali Aquarium Denpasar Bali, terletak di Jl. Muding Indah Gg IV/12 Kerobokan, Kuta-Badung Bali.
3.2.Jenis Data dan Sumber Data
Jenis data yang di gunakan dalam penyusunan tugas akhir ini adalah :
1. Data primer yaitu data yang langsung di peroleh dari objek langsung di lapangan yang di peroleh dari kegiatan wawancara langsung dengan karyawan mengenai keadaan dan kondisi dalam suatu perusahaan.
2. Data skunder yaitu data yang di peroleh peniliti secara tidak langsung atau melalui media perantara.
3.3.Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang di gunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah ;
1. Observasi langsung merupakan kegiatan yang di lakukan dengan melakukan pengamatan secara langsung bagaimana manajemen pemeliharaan ikan hias badut (clownfish) di CV. Bali aquarium Denpasar bali.
2. Tanya jawab merupakan kegiatan yang di lakukan dengan melakukan Tanya jawab dengan pihak perusahaan atau pihak-pihak lain yang
berhubungan dengan manajemen pemeliharaan ikan hias badut (clownfish) di CV. Bali aquarium Denpasar Bali.
3. Studi pustaka adalah pengambilan data atau bahan yang bersumber dari literatur-literatur yang menunjang isi dari laporan tugas akhir ini.
3.4.Metode Analisis Data
Data yang di peroleh dari CV. Bali aquarium Denpasar bali di analisa dengan menggunakan analisa deskriptif untuk mengetahui fungsi-fungsi manajemen yang di terapkan dalam budidaya ikan hias badut (clownfish) di CV. Bali Aquarium Denpasar bali.
3.5.Defenisi Oprasional a. Manajemen
Manajemen adalah suatu cara mempengaruhi orang lain untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau seni mengelola atau mengatur pekerjaan, sebab kemimpinan yang sebenarnya adalah seseorang yang mempunyai suatu kemampuan untuk menjadi di hargai, menjadikan seseorang melakukan segala keinginan atau permintaan kita.
b. Budidaya
Budidaya adalah kegiatan menjaga komoditi dan mengembangkan pemeliharaannya.
c. Ikan Hias
Ikan hias adalah jenis ikan yang mempunyai corak dan warna dengan daya tarik yang indah.Ikan hias bukanlah ikan untuk di konsumsi, melainkan ikan yang di tempatkan pada aquarium, di rawat dan di pelihara.
d. Ikan Hias Badut (Clownfish)
Ikan hias badut (clownfish) adalah ikan yang memiliki cirri dan khas warna kuning jingga, ikan badut (clownfish) merupakan ikan hias yang memiliki kelebihan tersendiri dari ikan-ikan hias yang lain, selain ikan hias badut (clownfish) dapat di tempatkan pada akuarium dengan jumlah banyak dan dapat di tempatkan pada ikan jenis lain, mampu beradaptasi dengan baik
BAB IV. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN
4.1. Sejarah CV. Bali Aquarium
CV. Bali Aquarium merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis ekspor biota laut dan didirikan pertama kali pada tahun 1994.Perusahaan ini didirikan oleh Ir.Inengah Manu mudhita MM yang telah lama memiliki pengalaman di bidang perikanan dan memiliki dasar pendidikan di bidang perikanan. Pada awalnya perusahaan ini bergerak dalam bidang ekspor ikan hias air tawar, namun karena kurangnya pasokan dari petani sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen maka perusahaan ini mengembangkan sektor usahanya dengan mengekspor komoditi tanaman air pada tahun 1995.
Pada tahun 2000 CV. Bali Aquarium mulai mengembangkan terumbu karang (coral). Akan tetapi dalam pengembangannya digunakan teknologi baru yang memerlukan waktu lama untuk proses penyempurnaannya. Dengan serangkaian uji coba budidaya dan dukungan praktisi serta tenaga ahli sejak September 2001.
Perusahaan ini memperoleh ijin usaha Penangkaran/Transplantasi Karang yang tidak di lindungi Undang-undang. Ijin ini diperoleh dari Direktur Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor:57/Kpts/DJ- IV/2002 tanggal 30 Desember 2002. Dengan di kembangkan teknik propagasi tersebut, perusahaan ini berharap dapat memberikan manfaat pelestarian dan nilai tambah terhadap komoditi ekspor terumbu karang.
CV. Bali Aquarium memulai usaha budidaya terumbu karang dengan mengembangkan 22 jenis terumbu karang sesuai dengan perijinan yang di peroleh yaitu 12 species dari genus Acropora ,4 species dari genus Montipora ,3 species dari genus Pocillopora, dan masing-masing 1 species dari genus Hydnophora, Seriatopora dan Stylophora. Selain itu terdapat jenis lainnya terutama untuk terumbu karang massif dan submasif, seperti dari genus Gonipora, Tubastrea, dan Caulastrea.
Pada tahun 2002 perusahaan ini sudah terjun ke dalam ekspor komoditi terumbu karang budidaya, namun hanya sebatas penyuplai untuk perusahaan lain yang sudah memiliki ijin ekspor. Setelah melalui beberapa kemajuan CV.
Bali Aquarium memperoleh ijin usaha sebagai pengedar terumbu karang yang tidak di lindungi undang-undang hasil penangkaran/transplantasi berdasarkan Surat Keputusan Dirjen PHKA Nomor: 115/Kpts/DJ-IV/2003 tanggal 18 September 2003.
Seiring perjalanan usahanya di bidang budidaya terumbu karang, CV.Bali Aquarium telah melakukan sejumlah kewajiban sebagai ketentuan yang sudah diatur dalam perjanjian usaha penangkaran/transplantasi, seperti:
a. Mentaati persyaratan dan tata cara penangkaran/transplantasi terumbu karang sesuai dengan ketentuan pengaturan perundang-undangan yang berlaku dibidang konservasi sumber daya alam hayati seperti cara memperoleh bibit penangkaran.
b. Melibatkan tenaga ahli dan mengikutsertakan peran masyarakat setempat.
c. Membuat Rencana Kerja Tahunan.
d. Melaporkan perkembangan usaha penangkaran dan mendukung pemeriksaan dan evaluasi kinerja perusahaan. Upaya ini di lakukan dengan melibatkan KSDA setiap penanaman dan selanjutnya di buatkan berita Acara Penanaman, serta secara periode dilakukan pemeriksaan stok (Berita Acara Pemeriksaan Stok).
e. Sejak awal tahun 2004, CV. Bali Aquarium telah memberikan penandaan dan atau sertifikasi atas hasil transplantasi berupa label pada media karang yang diketahui oleh BKSDA setempat.
CV. Bali Aquarium melakukan budidaya dan penangkaran terumbu karang melalui transplantasi dan untuk mendukung kegiatan ekspornya perusahaan ini menjalin hubungan kerjasama dengan instansi-instansi terkait seperti Dinas Perikanan Provinsi Bali, Karantina Tumbuhan dan, perusahaan kargo yang berperan dalam pengiriman barang. Pada tahun 2004 hingga sekarang CV. Bali Aquarium sudah mengekspor terumbu karang hasil budidaya mandiri serta ikan hias dan sudah di ekspor ke Amerika Serikat, Perancis, dan Jepang. Sampai pada Maret 2004, CV. Bali Aquarium telah berhasil mengembangkan terumbu karang budidaya secara sinambung untuk beberapa jenis, seperti Acropora parilis, A. formosa, A. albrolhosensis, A. valida, A .pulchra, A. loripes, A. caroliana, A. tenuis, A. horrid, dan A.
mellepora. Jenis lainnya seperti Pocilloporaspp, Montipora spp, Stylophora pistilata, Seriatoporahystrix, dan Hydnophorarigida juga sudah berhasil.
4.2.Lokasi Perusahaan
Lokasi kantor CV. Bali aquarium terletak di Jl. Muding indah Gg IV/12 Kerobokan, Kuta-Badung Denpasar Bali, Selain kantor terdapat juga lokasi penanaman karena kimoditi yang di ekspor memiliki habitat khusus. Lokasi penanaman terumbu karang terletak di beberapa tempat yaitu:
1. Pantai serangan, Pulau Serangan Kecamatan Denpasar Selatan.
2. Pantai Sawangan, Nusa Dua, Kabupaten Badung.
3. Pantai Kutuh,Desa Kutuh, Bukit Unggasan.
4. Pantai Candidasa, Desa Candidasa, Kabupaten Karangasem.
4.3.Fasilitas Perusahaan
CV.Bali Aquarium Denpasar Bali dalam melakukan proses produksi di dukung oleh fasilitas yang memadai untuk memenuhi permintaan pasar, baik pasar local maupun pasar ekspor. Fasilitas CV. Bali aquarium dapat di lihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1.Fasilitas CV. Bali Aquarium Denpasar Bali
No Fasilitas Volume Kondisi
1. Ruang penerimaan bahan baku 1 Berfungsi
2. Ruang aklimatisasi dan pembuatan kultur artemia 1 Berfungsi
3. Ruang packing 2 Berfungsi
4. Dapur penyimpanan makanan, peralatan dan obat. 1 Berfungsi
5. Tempat istirahat karyawan 1 Berfungsi
6. Ruang makan 1 Berfungsi
7. Parkiran 1 Berfungsi
8. Kantor 1 Berfungsi
9. Mess 1 Berfungsi
Sumber :CV.Bali Aquarium 2015
4.4. Struktur Organisasi
Struktur organisasi CV. Bali aquarium adalah struktur organisasi garis.
Dengan demikian wewenang dan perintah berasal dari satu atasan dan kemudian di teruskan kepada beberapa staf bawahan. Dan perintah langsung pertanggung jawaban pekerjaan dilakukan oleh bawahan kepada atasannya.
Adapun struktur organisasi yang di gunakan pada CV.Bali Aquarium adalah :
Gambar 2.Struktur Organisasi CV. Bali Aquarium.
1. Direktur
Direktur perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan kegiatan perusahaan yaitu :
a. Mengelola menegemen perusahaan b. Mengontrol kegiatan perusahaan
c. Bertanggung jawab terhadap kesejahtraan karyawan d. Mengevaluasi semua proses kegiatan perusahaan
Direktur
Penjualan
Produksi
Pemelihara
an/packing Pengadaan
Pemasaran
Administra si
Keuangan Humas
e. Bertanggung jawab terhadap kekompakan semua tim di CV. Bali Aquarium.
2. Penjualan
Bagian penjualan bertanggung jawab terhadap semua kegiatan penjualan dari produksi hingga pemasaran yaitu :
a. Mengecek pesanan yang di terima dari pembeli
b. Melakukan negosiasi harga atau kontak dengan pembeli c. Mengecek barang yang akan di kirim
d. Mengecek kelengkapan dokumen sebelum pengiriman e. Menampung keluhan pembeli
f. Bertanggung jawab terhadap semuakegiatan penjualan 3. Produksi
Bagian produksi mempunyai tanggung jawab terhadap ketersediaan stok ikan yang siap ekspor.
4. Pemasaran
Bagaian pemasaran bertanggung jawab terhadap segala bentuk kegiatan pemasaran ikan Hias.
5. Pemeliharaan/Packing
Bagian pemeliharaan/packing bertanggung jawab terhadap oprasional tempat penampungan ikan Hias yaitu :
a. Mengecek dan mengontrol fungsional peralatan dan barang di tempat penampungan
b. Bertanggung jawab terhadap keberlangsungan hidup ikan hias di tempat penampungan
c. Menjaga kebersihan tempat penampungan ikan d. Bertanggung jawab terhadap segala proses packing e. Berkoordinasi dengan bagian ikan dan tata usaha 6. Pengadaan
Bagaian pengadaan bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan pengadaan barang di lapangan yaitu :
a. Menyiapkan barang sesuai pesanan b. Menegisiasi harga dengan nelayan
c. Bertanggung jawab terhadap semua kegiataan pengadaan di lapangan 7. Administrasi
Bagian administrasi bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang berhubungan dengan administrasi kantor yaitu :
a. Bertanggung jawab terhadap semua perpanjangan ijin-ijin yang ada b. Bertanggung jawab terhadap terhadap semua pengarsipan surat-surat
perusahaan
c. Bertanggung jawab terhadap terhadap semua catatan keuangan perusahaan
d. Berkoordinasi dengan semua team CV. Bali Aquarium 8. Keuangan
Bagian keuangan bertanggung jawab terhadap semua urusan keuangan perusahaan yaitu :
a. Membuat laporan keuangan tiap bulan b. Mencatat pengeluaran perusahaan c. Mengecek pembayaran dari pembeli 9. Humas
Bagian humas bertanggung jawab terhadap segala kegiatan ketata-usaha dan hubungan perusahaan dengan pihak-pihak luar (baik pemerintah, masyarakat, swasta dll).
4.5. Visi Misi Perusahaan a. Visi
Visi CV. Bali Aquarium adalah untuk pemberdayaan masyarakat pesisir dan meningkatkan konservasi terumbu karang serta meningkatkan devisa Negara.
b. Misi
Misi CV. Bali Aquarium adalah mendayagunakan sumber daya terumbu karang secara ramah lingkungan dan berkelanjutan dan mengembangkan usaha yang diimbangi dengan perluasan lapangan kerja untuk meningkatkan perekonomian daerah.