• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL KEPENDUDUKAN KABUPATEN KUNINGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROFIL KEPENDUDUKAN KABUPATEN KUNINGAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PROFIL KEPENDUDUKAN KABUPATEN KUNINGAN

Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan Mata Kuliah Kependudukan

Dosen:

Dr. Ir. Lia Warlina, M. Si.

Disusun Oleh:

AKMAL NUR RAMADHAN 10618022

HENDRO WINOTO 10618021 MUHAMAD RAMADHAN HIDAYAT 10618024

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA 2018/2019

(2)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perkembangan suatu kota sangatlah bergantung terhadap peningkatan penduduk di suatu kota tetapi tidak hanya berbicara soal penduduk melainkan terhadap infrastruktur dan kesejahteraan kota tersebut. sehingga penting bagi suatu kota karena jika tidak ada perkembangan suatu kota akan menimbulkan beberapa faktor-faktor yang mengakibatkan dampak positif dan negatif terhadap kota tersebut dan tidak hanya itu saja melainkan berdampak terhadap ekonomi maupun sosial. Perlu diketahui juga bahwa perkembangan suatu kota juga diibaratkan suatu kebutuhan atau bahkan harus dalam artian berubah ke dalam hal maju. Kota bisa dikatakan berkembang apabila data dan kebutuhan lainnya ada dan terpenuhi.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya kajian terhadap profil suatu kota agar mengetahui perkembangan suatu kota apakah monoton,menurun, atau mengalami kenaikan dari segi ekonomi maupun sosial. Oleh karena itu penulis akan melakukan analisis terhadap profil kependudukan di Kabupaten Kuningan.

1.2. Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan pertumbuhan penduduk, kepadatan penduduk, rasio jenis kelamin, rasio beban tanggungan, sarana pendidikan, dan piramida penduduk di Kabupaten Kuningan pada tahun 2017.

(3)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk merupakan semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan dengan tujuan untuk menetap. Pertumbuhan penduduk adalah rasio banyaknya penduduk per kilometer.

Sumber : Badan Pusat Statistik 2017 2.2 Kepadatan Penduduk

Kepadatan Penduduk adalah perbandingan dari jumlah penduduk dibagi dengan luas wilayah.Dapat dirumuskan dengan :

Kepadatan Penduduk = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 (𝑗𝑖𝑤𝑎) 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑤𝑖𝑙𝑎𝑦𝑎ℎ (𝑘𝑚2)

Sumber : Sugiharyanto, 2007.Geografis dan Sosiologi 2.3 Rasio Jenis Kelamin (Sex ratio)

Rasio jenis kelamin merupakan perbandingan antara jumlah penduduk pria dan jumlah penduduk perempuan per 100 penduduk perempuan. Dapat

dirumuskan dengan :

Sex Ratio = 𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑚𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑓𝑒𝑚𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑥 𝐾 Sumber : Sirusa bps.go.id

(4)

2.4 Rasio Beban Tanggungan (RBT)

Angka Beban Tanggungan adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas (keduanya disebut dengan bukan angkatan kerja) dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun (angkatan kerja) . Dapat dirumuskan dengan :

Rasio Beban Tanggungan = (𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑚𝑢𝑟<15) +(𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑚𝑢𝑟>64) 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑚𝑢𝑟 15−64 𝑥 𝐾 Rasio Beban Tanggungan Umur Muda = ∈ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑚𝑢𝑟 0−4 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑚

∈𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑚𝑢𝑟 15−64 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛𝑥 𝐾 Rasio Beban Tanggungan Umur Tua = ∈ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑚𝑢𝑟 65 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑘𝑒𝑎𝑡𝑎𝑠

∈𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑚𝑢𝑟 15−64 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑥 𝐾 Sumber : sirusa.bps.go.id

2.5 Sarana Pendidikan

Sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efesien.

Sumber : tim perumus penyusun pedoman pembukuan media pendidikan departemen pendidikan dan kebudayaan.

2.6 Piramida Penduduk

Piramida penduduk adalah suatu populasi penduduk di suatu wilayah atau negara yang dapat membentuk diagram yang seperti piramida bentuknya menurut usia dan jenis kelaminnya.

Sumber : www.seputarpengetahuan.co.id

(5)

BAB III

GAMBARAN UMUM KOTA KUNINGAN

3.1. Lokasi Wilayah Kajian

Kabupaten Kuningan secara astronomis terletak antara 06ᵒ47’ - 07ᵒ12’

Lintang Selatan dan 108ᵒ23’ - 108ᵒ47’ Bujur Timur, dan secara geografis Kabupaten Kuningan dibatasi dengan wilayah: - Sebelah Utara, berbatasan dengan Kabupaten Cirebon - Sebelah Timur, berbatasan dengan Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah - Sebelah Selatan, berbatasan dengan Kabupaten Ciamis - Sebelah Barat, berbatasan dengan Kabupaten Majalengka Luas wilayah Kabupaten Kuningan secara keseluruhan mencapai 1.195,71 km2 . Wilayah barat dan selatan merupakan dataran tinggi yang terletak di bawah Gunung Ciremai (3.078 mdpl), yang subur dengan endapan vulkanis serta kaya akan sumber daya air, baik berupa sungai, waduk maupun mata air, sedangkan wilayah timur dan utara merupakan dataran rendah. Kondisi ini menjadikan Kabupaten Kuningan cukup potensial untuk pengembangan sektor pertanian serta sektor pariwisata.

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan

(6)

3.2. Kondisi Fisik Wilayah

Provinsi Jawa Barat Secara administratif, Kabupaten Kuningan terdiri atas 32 kecamatan, 15 kelurahan dan 361 desa. Kecamatan Cibingbin dengan luas ± 7.079,29 Hektar merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Kuningan, sedangkan Kecamatan Sindangagung dengan luas ± 1.300,91 Hektar merupakan kecamatan tersempit. Desa Cipakem yang berada di Kecamatan Maleber dengan luas ± 1.927,05 hektar merupakan desa terluas di Kabupaten Kuningan, sedangkan Desa Citiusari Kecamatan Garawangi dengan luas ± 1.300,91 hektar merupakan desa tersempit. Batas wilayah Kabupaten Kuningan terdiri atas :

Sebelah Utara : Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat Sebelah Timur : Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah

Sebelah Selatan : Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah

Sebelah Barat : Kabupaten Majalengka Sumber : Bappeda Kabupaten Kuningan

Kecamatan / Subdistric

Jenis Kelamin / Sex Rasio Jenis Kelamin/

Sex Ratio Laki –

Laki/Male

Perempuan/Femal e

Jumlah/Tota l

(1) (2) (3) (4) (5)

01. Darma 23.232 23.334 46.566 99,56

02. Kadugede 12.465 12.422 24.887 100,35

03. Nusaherang 8.954 9.108 18.065 98,31

04. Ciniru 9.234 9.011 18.245 102,47

05. Hantara 6.703 6.532 13.235 102,62

06. Selajambe 6.540 6.912 13.452 94,62

07. Subang 8.108 8.455 16.563 95,90

08. Cilebak 5.521 5.662 11.183 97,51

09. Ciwaru 15.715 15.387 31.102 102,13

(7)

10. Karangkanca 10.885 10.341 21.226 105,26

11. Cibingbin 18.888 18.765 37.653 100,66

12. Cibeureum 9.570 9.666 19.236 99,01

13. Luragung 19.178 19.333 38.511 99,20

14. Cimahi 18.398 18.313 36.711 100,46

15. Cidahu 20.727 20.332 41.059 101,94

16. Kalimanggis 11.976 12.010 23.986 99,72

17. Ciawigebang 42.292 41.010 83.302 103,13

18. Cipicung 13.608 13.221 26.829 102,93

19. Lebakwangi 20.314 20.206 40.520 100,53

20. Maleber 21.224 20.839 42.063 101,85

21. Garawangi 20.675 19.833 40.508 104,25

22. Sindangagung 17.836 17.297 35.133 103,12

23. Kuningan 47.896 46.350 94.246 103,34

24. Cigugur 22.419 21.303 43.722 105,24

25. Kramatmulya 23.821 23.615 47.436 100,87

26. Jalaksana 22.515 22.065 44.580 102,04

27. Japara 9.306 9.622 18.928 96,72

28. Cilimus 22.802 23.208 46.010 98,25

29. Cigandamekar 14.204 14.195 28.399 100,06

30. Mandirancan 10.228 10.807 21.035 94,64

31. Pancalang 11.006 11.142 22.148 38,78

32. Pasawahan 10.866 10.799 21.665 100,62

Kuningan 537.106 531.095 1.068.201 101,13

2016 533.873 528.013 1.0610886 101,11

2015 530.575 524.842 1.055.417 101,09

2014 569.513 543.490 1.113.003 104,79

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan Tahun 2017

(8)

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Kuningan pada tahun 2013-2017 Tabel 1.1 Pertumbuhan penduduk Kabupaten Kuningan tahun 2013-2017

Tahun Jumlah/Total

2013 1.110.624

2014 1.113.003

2015 1.055.417

2016 1.061.886

2017 1.068.201

Sumber : Badan Pusat Statistik tahun 2013-2017

Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kuningan pada tahun 2013-2014 mengalami kenaikan tetapi pada tahun 2015 mengalami penurunan dan mengalami kenaikan kembali pada tahun 2016-2017.

4.2 Kepadatan Penduduk Kabupaten Kuningan

Kepadatan Penduduk = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 (𝑗𝑖𝑤𝑎) 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑤𝑖𝑙𝑎𝑦𝑎ℎ (𝑘𝑚2)

• Tahun 2013 :1.11𝑜.624

1 195,7 = 923 jiwa/𝑘𝑚2

• Tahun 2014 : 1,113.003

1 195,7 = 931 jiwa/𝑘𝑚2

• Tahun 2015 : 1,055.417

1 195,7 = 883 jiwa/𝑘𝑚2

• Tahun 2016 : 1.061.886

1 195,7 = 888 jiwa/𝑘𝑚2

• Tahun 2017 :1.068.201

1 195,7 = 893jiwa/𝑘𝑚2

(9)

Tabel 1.2 Kepadatan Penduduk Kabupaten Kuningan tahun 2013-2017

Tahun Jumlah Penduduk Kepadatan Penduduk (jiwa/𝒌𝒎𝟐)

2013 1.110.624 923

2014 1.113.003 931

2015 1.055.417 883

2016 1.061.886 888

2017 1.068.201 893

Kepadatan penduduk di Kabupaten Kuningan pada tahun 2013-2014 mengalami kenaikan tetapi pada tahun 2015 mengalami penurunan dan mengalami kenaikan kembali pada tahun 2016-2017.

Gambar 1.2 Grafik Kepadatan Penduduk Kabupaten Kuningan tahun 2013- 2017

Dari hasil perhitungan dan grafik tersebut, dapat dilihat bahwa angka kepadatan penduduk Kabupaten Kuningan pada tahun 2013-2014 mengalami kenaikan sedangkan pada tahun 2015 mengalami penurunan dan kembali mengalami kenaikan pada tahun 2016-2017.

850 860 870 880 890 900 910 920 930 940

2013 2014 2015 2016 2017

Axis Title

Axis Title

Kepadatan Penduduk

Kepadatan Penduduk

(10)

4.3 Rasio jenis kelamin (Sex Ratio)

Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio) di Kabupaten Kuningan tahun 2013-2017 adalah sebagai berikut :

SR = 𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑚𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑁𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑓𝑒𝑚𝑎𝑙𝑒𝑠 𝑥 𝐾

• Tahun 2013 = 568.360

542.244 𝑥 100 =105,00

• Tahun 2014 = 569.513

543.490 𝑥 100 =104,79

• Tahun 2015 = 530.575

524.842 𝑥 100 = 101,09

• Tahun 2016 = 533.873

528.013 𝑥 100 = 101,11

• Tahun 2017 = 537.106

531.095 𝑥 100 = 101,13

Jadi, rasio jenis kelamin (sex ratio) di Kabupaten Kuningan pada tahun 2013-2014 mengalami penurunan sedangkan pada tahun 2015-2017 mengalami kenaikan.

Tabel 1.3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin tahun 2017

Kelompok Umur Jenis Kelamin / Sex Age Group Laki – Laki

Male

Perempuan Female

Jumlah Total

(1) (2) (3) (3)

0-4 46 020 42 990 89 010

5-6 45 621 42 390 88 011

10-14 46 891 43 654 90 545

15-19 43 667 39 429 83 096

20-24 36 067 34 627 70 694

25-29 36 968 36 807 73 775

30-34 37 442 37 459 74 881

35-39 38 360 39 279 77 639

(11)

40-44 40 442 40 201 80 643

45-49 37 050 37 318 74 368

50-54 33 584 33 512 67 096

55-59 28 197 29 657 57 854

60-64 24 034 23 663 47 697

65-70 17 066 18 007 35 073

70-74 12 143 14 105 26 248

75+ 13 574 17 997 31 571

Sumber : Badan Pusat Statistik 2017

Dari tabel berikut bisa dilihat bahwa jumlah penduduk laki laki lebih banyak dari jumlah penduduk perempuan walau tidak semuanya yaitu penduduk umur dari 30- 34, 35-39, 45-49, 55-59, 65-70, 70-74, dan 75+.

4.4 Rasio Beban Tanggungan (RBT)

Rasio Beban Tanggungan (RBT) di Kota Kuningan tahun 2017 adalah sebagai berikut, RBT = 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑚𝑢𝑟<15+𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑚𝑢𝑟>64

𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑚𝑢𝑟 15−64 𝑥 𝐾

= 267.566+92.892

886.299 𝑥 100 = 26.75% ≈ 27%

Sehingga, rasio beban tanggungan di Kabupaten Kuningan pada tahun 2017 sebesar 27% yang berarti bahwa setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sebanyak 27 orang usia tidak produktif. Selanjutnya, rasio beban tanggungan umur muda dan umur tua Kabupaten Kuningan tahun 2017.

• Rasio Beban Tanggungan Umur Muda

∈ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑚𝑢𝑟 0 − 4 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑚

∈ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑚𝑢𝑟 15 − 64 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛𝑥 𝐾 = 89.010

886.299 𝑥 100 = 10.04 = 10,0

• Rasio Beban Tanggungan Umur Tua

∈ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑚𝑢𝑟 65 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑘𝑒𝑎𝑡𝑎𝑠

∈ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑚𝑢𝑟 15 − 64 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑥 𝐾 = 92.892

886.299 𝑥 100 = 10.48 ≈ 10,5

(12)

Jadi, rasio beban tanggungan umur muda di Kabupaten Kuningn tahun 2017 sebesar 10,0% dan rasio beban tanggungan umur tua sebesar 10,5%.

4.5 Sarana Pendidikan

1.4 Tabel jumlah sekolah di Kabupaten Kuningan pada tahun 2017

TK 238

RA 144

SD 651

MI 90

SMP 102

MTS 63

SMA 28

MA 27

SMK 45

JUMLAH 1.388

Sumber : Badan Pusat Statistik tahun 2017

1.3 Grafik jumlah sekolah di Kabupaten Kuningan pada tahun 2017

Berdasarkan grafik diatas bisa dilihat bahwa jumlah SD merupakan jumlah pendidikan paling banyak dan jumlah paling sedikit yaitu MA di Kabupaten Kuningan pada tahun 2017.

0 100 200 300 400 500 600 700

TK RA SD MI SMP MTS SMA MA SMK

(13)

4.6 Piramida penduduk

Piramida diatas merupakan piramida muda (expansive) karena terdapat angka kelahiran tinggi dan angka kematian rendah yang menyebabkan penduduk yang umur muda lebih banyak daripada kematian.

-60000 -40000 -20000 0 20000 40000 60000 0-4

5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-70 70-74 75+

Laki-Laki Perempuan

(14)

BAB V KESIMPULAN

Berdasarkan uraian pembahasan tentang profil kependudukan di kabupaten Kuningan untuk mengetahui perkembangan penduduk di suatu wilayah tersebut dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan penduduk dan kepadatan penduduk mengalami kenaikan pada tahun 2013-2014 dan mengalami penurunan pada tahun 2015 serta mengalami kenaikan kembali pada tahun 2016-2017. Rasio jenis kelamain di kabupaten pada tahun 2013-2014 mengalami penurunan sedangkan pada tahun 2015-2017 mengalami kenaikan. Untuk rasio beban tanggungan di Kabupaten Kuningan pada tahun 2017 sebesar 27% yang berarti bahwa setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sebanyak 27 orang usia tidak produktif.

Selanjutnya, rasio beban tanggungan umur muda dan umur tua Kabupaten Kuningan tahun 2017 dan rasio beban tanggungan umur muda di Kabupaten Kuningn tahun 2017 sebesar 10,0% dan rasio beban tanggungan umur tua sebesar 10,5%. Serta untuk fasilitas pendidikan bisa dilihat bahwa jumlah SD merupakan jumlah pendidikan paling banyak dan jumlah paling sedikit yaitu MA di Kabupaten Kuningan pada tahun 2017. Lalu untuk piramida penduduk merupakan piramida muda (expansive) karena terdapat angka kelahiran tinggi dan angka kematian rendah yang menyebabkan penduduk yang umur muda lebih banyak daripada kematian.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Kuningan. 2015.

Kondisi fisik Kabupaten Kuningan. di http://bappeda.kuningankab.go.id (02/5/19)

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan. 2017. Data penduduk Kabupaten Kuninngan. di

https://kuningankab.bps.go.id/publication/2017/08/11/f2ddf3ee18516c139fae43d0 /kabupaten-kuningan-dalam-angka-2017.html (02/5/19)

Badan Pusat Statistik.2019. Rasio jenis kelamin di https://sirusa.bps.go.id/sirusa/

(02/5/19)

Word Press. 2019. Piramida penduduk. Di https://www.seputarpengetahuan.co.id/

(02/5/19)

Belajar Psikologi. 2012. Sarana pendidikan. di

https://belajarpsikologi.com/pengertian-sarana-pendidikan/ (02/5/19)

Sirusa Badan Pusat Statistik. 2019. Rasio jenis kelamin di https://sirusa.bps.go.id/sirusa/index.php/istilah/index (02/5/19)

Sirusa Badan Pusat Statistik. 2019. Rasio beban tanggungan di https://sirusa.bps.go.id/index.php?r=indikator/view&id=95 (02/5/19)

Gambar

Gambar 1.2 Grafik  Kepadatan Penduduk  Kabupaten Kuningan tahun 2013- 2013-2017
Tabel 1.3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis  Kelamin tahun 2017

Referensi

Dokumen terkait

Indikasi yang memerlukan bantuan medis dan tindakan khusus, jika diperlukan Tidak diketahui efek signifikan atau bahaya kritis.. Dapat menyebabkan depresi sistem saraf

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan waktu pengeluaran ASI pada ibu bersalin di Puskesmas Lubuk Buaya Padang

Selain itu beliau adalah pendakwah yang aktif dalam dunia politik pada masa mudanya, dan penentangan keras Shaykh Muim terhadap gerakan PKI ini, telah menjadikan

Untuk bidang bisnis (promosi), katalog berarti daftar barang-barang yang akan dijual lengkap dengan harga dan gambar produk, biasanya dibuat dalam bentuk buku atau kadang-kadang

2.1.2 Memahami tugas pokok dan fungsi bagian Tenaga Kesehatan, bagian Standarisasi Mutu Kesehatan dan bagian Farmasi Makanan dan Minuman pada lingkup Kota Administrasi

Pada data penatalaksanaan tidak ditemukan kesenjangan antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus karena tinjauan pustaka asuhan yang diberikan pada ibu dengan kehamilan

Sambungan ini memiliki total panjang (ptotal) 4,5 cm dimana untuk panjang (p) ulir luarnya adalah 1,2 cm dan panjang ujungnya 3,3 cm. d) Stop kran ¾ inci yang terbuat

Secara legal formal Indonesia terikat dengan ketentuan-ketentuan dalam UNCLOS 1982, termasuk kewajibannya untuk menjamin keamanan wilayah laut, khususnya di Sea