Penggunaan Media Film Dalam Penguasaan Kosakata Bahasa Jerman
Muhammad Nizam1, Wahyu Kurniati Asri2, Laelah Azizah3
Universitas Negeri Makassar1,2,3
Email: [email protected]
Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk memeroleh data dan informasi mengenai penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa dengan menggunakan media film.
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang menggunakan tes penguasaan kosakata bahasa Jerman.
Data dinalisis dengan uji-t. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 11 Makassar yang terdiri atas 3 kelas.
Sampel yang digunakan adalah sampel acak (Random Sampling). Jumlah sampel adalah 2 kelas yaitu kelas XI IPS 1 yang terdiri dari 16 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 3 yang terdiri dari 16 siswa sebagai kelas kontrol. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t sebesar 2,93 > ttabel 2,04227. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media film efektif dalam penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa SMA Negeri 11 Makassar.
Kata kunci: Keefektifan, Media Film, Penguasaan Kosakata, Bahasa Jerman
PHONOLOGIE
Journal of Language and Literature
Submitted : May 10th, 2021 Accepted : June 8th, 2021
Abstract. This research was conducted to obtain data and information regarding students' mastery of German vocabulary using film media.
This research is an experimental study using a German vocabulary mastery test. Data were analyzed by t-test. The population of this study were students of SMA Negeri 11 Makassar which consisted of 3 classes. The sample used is a random sample (Random Sampling). The number of samples is 2 classes, namely class XI IPS 1 which consists of 16 students as the experimental class and class XI IPS 3 which consists of 16 students as the control class. The results of the analysis show that the t value is 2.93 > t table 2.04227. The results of this study indicate that film media is effective in mastering German vocabulary at SMA Negeri 11 Makassar.
PENDAHULUAN
Sebagai makhluk sosial dalam kesehariannya manusia perlu berinteraksi dengan sesama manusia baik itu interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan individu, maupun kelompok dengan kelompok. Menjalin interaksi yang baik dengan sesama manusia diperlukan penggunaan kalimat yang baik dan benar. Kalimat yang baik dan benar dapat ditunjang oleh aspek kebahasaan yang baik dan benar pula karena bahasa merupakan alat komunikasi yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, pikiran dan perasaan baik berupa lisan maupun tulisan.
Bahasa juga berperan penting dalam penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi atau yang lebih dikenal dengan IPTEK yang semakin hari semakin cepat penyebarannya. Hal ini dapat membantu orang-orang mengetahui informasi yang ada dengan cepat. Bahasa merupakan alat komunikasi untuk menyampaikan segala bentuk informasi, bahasa juga sebagai sarana manusia untuk berpikir yang merupakan sumber awal manusia memperoleh pemahaman dan ilmu pengetahuan, sebagai simbol sebuah pemahaman, bahasa telah memungkinkan manusia untuk memahami apa yang ada di sekitarnya dan mengantarkan manusia memiliki ilmu pengetahuan dan keahlian (Angreany, F., Saleh, N., & Mannahali, M., 2021)
Dewasa ini penyebaran informasi terutama dimedia sosial tidak hanya menggunakan bahasa nasional saja tetapi pada beberapa media sosial menggunakan bahasa asing sebagai pengantar maka kebutuhan manusia dalam berbahasa asing juga meningkat. Mempelajari bahasa asing bukan hanya soal kebutuhan memperoleh informasi semata tetapi juga merupakan hal yang penting dalam berbagai aspek kehidupan misalnya dalam dunia kerja, politik maupun ekonomi agar dapat meningkatkan efektifitas manusia dalam meningkatkan kecerdasan umum dan siap untuk menghadapi globalisasi. Kemampuan berbahasa asing menjadi bekal yang sangat penting untuk menghadapai era globalisasi yang menuntut manusia untuk menguasainya. Sebab saat ini berbagai macam informasi disajikan dalam berbagai macam bahasa, diantaranya bahasa Jerman (Syaputra, A.
F., Mantasiah, R., & Rijal, S., 2021,).
Berdasarkan data Penggunaan bahasa Jerman yang ditulis oleh Ammon dalam Saud (2019:796-797) menunjukkan bahwa bahasa Jerman memiliki pengaruh besar di dunia, ada sebanyak 120 juta penutur bahasa Jerman dan ada sekitar 40 juta orang mempelajari bahasa Jerman yang tersebar di seluruh dunia. Selain di negara Jerman, bahasa Jerman juga menjadi bahasa ibu bagi sebagian besar negara di Eropa seperti Austria, Swiss, Luxemburg, dan Lichtenstein. Hal tersebut menempatkan bahasa Jerman sebagai salah satu dari delapan bahasa yang paling sering digunakan di dunia dengan presentaasi 1,39% dari populasi dunia. Di Indonesia bahasa jerman merupakan salah satu bahasa asing yang diajarkan pada tingkat SMA/SMK dan MA, hal ini memang perlu dilakukan agar siswa mampu bersaing di dunia internasional.
Kosakata (Wortschatz) merupakan modal utama bagi siswa yang belajar bahasa Jerman, karena dapat membantu siswa berkomunikasi dengan lancar.
Semakin banyak kosakata yang diketahui seseorang maka akan semakin mudah pula dalam berkomunikasi baik lisan maupun tertulis. Mengenal banyak kosakata tidak
hanya membantu siswa dalam kompetensi berbahasa seperti keterampilan berbicara atau menulis saja, tetapi juga akan membantu seseorang dalam kompetensi mendengarkan (Hören), berbicara (Sprechen), membaca (Lesen), dan menulis (Schreiben)
Berdasarkan hasil pengamatan pada saat program pengalaman lapangan terhadap siswa di SMA Negeri 11 Makassar, ditemukan fakta bahwa siswa masih belum memahami arti dari kosakata yang digunakan oleh guru meskipun kosakata yang digunakan guru merupakan kosakata paling dasar dan paling sering digunakan saat pelajaran bahasa Jerman berlangsung. Hal lainnya yang menjadi permasalahan besar adalah siswa sangat mudah lupa kosakata yang telah diajarkan, sehingga tidak ada proses penambahan jumlah kosakata yang dikuasai siswa karena guru harus mengulangi kosakata yang sama hampir setiap pertemuan untuk mengingatkan kembali kosakata atau materi yang telah dipelajari. Selain itu beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab kurangnya pemahaman kosakata bahasa Jerman siswa antara lain minat belajar siswa terhadap pelajaran bahasa Jerman yang rendah serta masih banyak siswa yang beranggapan bahwa pelajaran bahasa Jerman merupakan pelajaran yang sulit untuk dipelajari sehingga membuat siswa selalu menginginkan pelajaran cepat selesai. Hal tersebut juga diperkuat oleh hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Anding, M. F., Saud, S., & Rijal, S. (2021); Bunna, V., Fathimah, S., &
Azizah, L. (2020), Ihsan, I., & Al-Ilmul, S. F. (2021); Selviana, Y., Mannahali, M., &
Dalle, A. (2020) bahwa penguasaan kosakata siswa masih berada pada kategori rendah.
Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa adalah menggunakan film. Film merupakan media rekaman yang dapat memancarkan gambar bergerak serta memiliki suara. Media film adalah media yang paling populer dan banyak digemari oleh berbagai kalangan karena sifatnya yang menghibur dan diperkuat dengan alur cerita. Semakin menarik alur cerita sebuah film, maka semakin banyak pula kosakata yang digunakan pelakon untuk menyampaikan pesan. Sehingga sangat cocok digunakan dalam proses pembelajaran guna menambah penguasaan kosakata siswa.
Media
Secara harfiah kata media berasal dari bahasa latin “medium” yang berarti perantara atau pengantar. Menurut Satrianawati (2018:8) “Media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran dan perasaan bagi penggunanya”. Sedangkan Sadiman dalam Kustandi dan Darmawan (2020:4) mengemukakan bahwa “Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan”. Olson dalam Oka (2017:4) “Media atau medium adalah teknologi untuk menyajikan, merekam, membagi, dan mendistribusikan simbol dengan melalui rangsangan indra tertentu dan disertai penstrukturan informasi”.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media adalah saluran komunikasi pengantar pesan kepada penerima pesan yang dapat merangsang pikiran dan perasaan melalui rangsangan indra tertentu dan disertai penstrukturan informasi.
Film
Film merupakan media hiburan yang memiliki banyak penggemar dari segala kalangan sehingga banyak orang yang mulai berkreasi membuat film yang tidak hanya menghibur melainkan juga memiliki nilai pendidikan.
Menurut Javadalasta dalam Alfathoni dan Manesah (2020:2) “Film merupakan rangkaian dari gambar yang bergerak dan membentuk suatu cerita yang dikenal dengan sebutan movie atau video”. Mikota dalam Julaikah (2017:121) menyebutkan bahwa “Filme ist eine Geschichte und greifen dabei sowohl auf erzählerische Mittel als auch auf spezielle medienspezifische verfahren zurück”.
Kutipan tersebut memiliki arti film adalah sebuah kisah dan narasi dengan menggunakan metode serta media khusus. Sedangkan menurut Monaco (2009:18)
“Film is a medium and an art, but it is also, uniquely, a very complex technological undertaking”. Kutipan tersebut memiliki arti film adalah sebuah media dan sebuah seni yang juga memiliki keunikan, sebuah teknologi yang sangat kompleks.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa film adalah rangkaian gambar bergerak yang memiliki kisah dan narasi serta memiliki keunikan karena teknologinya yang sangat kompleks.
Kosakata
Kosakata merupakan modal utama bagi siswa dalam mempelajari bahasa asing. Semakin banyak kosakata yang diketahui maka semakin besar pula peluang siswa agar dapat menggunakan bahasa asing yang dipelajarinya dengan baik.
Apabila siswa lemah dalam penguasaan kosakata maka akan menjadi hambatan dalam memahami makna suatu konteks kalimat dalam suatu bahasa.
Menurut Cameron dalam Nenggani (2020:20) “Vocabulary as one of knowledge area in language plays a great role for learners in acquiring a language”.
Maksud kutipan tersebut adalah kosakata adalah salah satu bidang pengetahuan dalam bahasa yang memiliki peran penting untuk pelajar dalam memeroleh bahasa.
Pengertian kosakata juga dikemukakan oleh Heyd dalam Aprianingsih (2013:26) “Der Wortschatz umfaβt die Gesamtheit der Wörter einer Sprache”. Kutipan tersebut memiliki arti kosakata adalah kumpulan kata-kata dari sebuah bahasa. Pendapat senada juga dikemukakan oleh Nurgiantoro (2018:141) “Kosakata adalah kekayaan kata yang dimiliki seorang pembica, penulis, atau suatu bahasa; komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa”.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kosakata adalah kumpulan kata dari suatu bahasa yang digunakan oleh pelajar untuk memeroleh bahasa dan memuat semua informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa.
METODE
Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu; media film sebagai variabel bebas (X) dan penguasaan kosakata bahasa Jerman sebagai variabel terikat (Y).
Penelitian ini merupakan penelitian Nonequivalent Control Group Design dimana kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dipilih melalui penarikan sampel.
Kedua kelompok tersebut kemudian diberi tes awal atau pretest. Kelompok
eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan media film sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Selanjutnya kelompok eksperimen dan kontrol diberi tes akhir atau posttest agar hasil pretest dan posttest dapat dibandingkan.
Pemerolehan data penelitian ini melalui penguasaan kosakata tes awal yaitu sebelum siswa diberi perlakuan menggunakan media film dan tes akhir berupa tes berupa tes penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa setelah diberi pembelajaran menggunakan media film. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analissi statistik inferensial dan uji hipotesis menggunakan uji-t. Sebelum dilakukan rangkaian pengujian tersebut harus dilakukan uji normalitas dengan menggunakan table Z-score, chi kuadrat, dan uji homogenitas dengan menggunakan uji F (Fischer) terlebih dahulu. Namun, sebelum uji normalitas dan homogenitas dilakukan, terlebih dahulu nilai perlu diketahui rata-rata (mean), simpangan baku, dan varians.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada penelitian ini proses pembelajaran dilakukan sebanyak empat kali pertemuan setelah diberi pretest di kelas eksperimen dan kontrol. Siswa kelas eksperimen diajar menggunakan media film sedangkan kelas kontrol diajar dengan menggunakan metode konvensional.
Hasil pretest pengusan kosakata bahasa Jerman siswa kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen menunjukkan nilai rata-rata (mean) 56,43 dengan nilai tertinggi 84 dan nilai terendah 40. Kemudian, hasil pretest siswa kelas XI IPS 3 selaku kelas kontrol menunjukkan nilai rata-rata 40,37 dengan nilai tertinggi 82 dan nilai terendah 14.
Berdasarkan uraian data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan setelah kedua kelas diberi pretest. Hasil posttest siswa kelas XI IPS 1 selaku kelas eksperimen memeroleh nilai rata-rata (mean) sebesar 32,87 dengan nilai tertinggi 76 dan nilai terendah 6. Kemudian hasil posttest kelas XI IPS 3 sebagai kelas kontrol memeroleh nilai rata-rata (mean) 18,25 dengan nilai tertinggi 38 dan nilai terendah 8. Hasil posttest pada kedua kelas menunjukkan perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen yang diajar menggunakan media film dengan kelas kontrol yang diajar menggunakan metode konvensional. Uji normalitas pada data pretest pada kedua kelas menunjukkan bahwa chi-kuadrat hitung lebih kecil dari chi- kuadrat tabel. Hasil uji normalitas kelas eksperimen adalah 𝜒2 9.09 <𝜒2
Uji hipotesis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh thitung sebesar 2,93 dan ttabel ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 25.00 sedangkan kelas kontrol menunjukkan 𝜒2 6.50 <𝜒2 =sebesar 2,04227, artinya thitung 2,93 > ttabel 2,04227. Hal ini menunjukkan ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 25.00 yang menunjukkan data berdistribusi normal. Langkah selanjutnya adalah melakukan uji homogenitas dengan menggunakan data dari pretest untuk mengetahui apakah data bersifat homogen atau tidak. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil Fhitung 0,50 < Ftabel 4,17 menunjukkan bahwa Fhitung lebih kecil dari Ftabel (Fhitung < Ftabel) sehingga dapat disimpulkan bahwa pretest kelas eksperimen dan kontrol homogen. Setelah dilakukan uji normlitas dan homogenitas, tahap terakhir penelitian ini adalah dengan melakukan bahwa H0 yang berbunyi: penggunaan media film tidak efektif dalam penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa kelas XI SMA Negeri Makassar ditolak. Kemudian, H1 yang berbunyi: penggunaan media film
efektif dalam penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa kelas XI SMA Negeri 11 Makassar diterima.
Hasil uji hipotesis tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dalam penerapan media film dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar kelas eksperimen yang diajar menggunakan media film memiliki nilai rata- rata yang lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media film efektif dalam penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa SMA Negeri 11 Makassar.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa:
Penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 11 Makassar sebagai kelas eksperimen dengan menerapkan media film tidak mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 56,43 ke 32,88. Sedangkan penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 11 Makassar sebagai kelas kontrol dengan menerapkan media konvensional juga mengalami penurunan dengan memeroleh nilai rata-rata dari 40,37 menjadi 18,25.
Meskipun terjadi penurunan nilai nilai rata-rata, hasil belajar siswa yang menggunakan media film terbukti lebih baik dibandingkan dengan siswa yang menggunakan metode konvensional. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan media film memberikan pengaruh terhadap penguasaan kosakata siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media film efektif dalam penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa SMA Negeri 11 Makassar. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil uji hipotesis yang menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 2,93 dan ttabel sebesar 2,04227 yang artinya thitung 2,93 > ttabel 2,04227 pada taraf signifikansi 0,05.
DAFTAR PUSTAKA
Alfathoni, M.A.M & Manesah, D. (2020). Pengantar Teori Film. Yogyakarta:
Deepublish.
Anding, M. F., Saud, S., & Rijal, S. (2021). Peningkatan Kosakata Bahasa Jerman Melalui Penggunaan Media Cerita Pendek. Interference: Journal of Language, Literature, and Linguistics, 2(1), 57-63.
Angreany, F., Saleh, N., & Mannahali, M. (2021, March). YouTube-Based Audio Visual Media in German Listening Learning. In International Conference on Science and Advanced Technology (ICSAT).
Aprianingsih, V. (2013). Keefektifan Penggunaan Media Pembelajaran Kartu Domino Dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Jerman Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 5 Yogyakarta. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.
Bunna, V., Fathimah, S., & Azizah, L. (2020, January). Media Pembelajaran Permainan Bingo dalam Penguasaan Kosakata Bahasa Jerman Siswa. In Seminar Nasional LP2M UNM.
Ihsan, I., & Al-Ilmul, S. F. (2021). Problematika Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman Yang Belum Pernah Mendapatkan Pelajaran bahasa Jerman di Jenjang
Pendidikan Sebelumnya. Interference: Journal of Language, Literature, and Linguistics, 2(2), 137-146.
Julaikah, D. I. (2017). Menghadirkan Film Dalam Pembelajaran Bahasa Jerman Sebagai Bahasa Asing (Deutsch Als Fremdsprache).
Paramasastra, 4(1).
Kustandi & Darmawan. D. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran: Konsep &
Aplikasi Pengembangan Media Pembelajaran Bagi Sekolah dan Masyarakat Edisi Pertama. Jakarta: Kencana.
Monaco, J. (2009). How to Read a Film: Movies, Media, and Beyond. Oxford University Press.
Nenggani, YS. (2020). Keefektifan Media Permainan Teka-teki Silang dalam Penguasaan Kosakata Bahasa Jerman Siswa Kelas XI SMA Negeri 8 Makassar. Skripsi. Universitas Negeri Makassar.
Nurgiantoro. (2018). Penilaian Otentik dalam Pembelajaran Bahasa. UGM PRESS.
Oka. G.P.A. (2017). Media dan Multimedia Pembelajaran. Yogyakarta: Deepubish.
Satrianawati. (2018). Media dan Sumber Belajar. Yogyakarta: Deepublish.
Saud, S., Burhanuddin, B., & Saud, C. F. (2019). Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kancing Gemerincing dalam Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNM. In Seminar Nasional LP2M UNM.
Selviana, Y., Mannahali, M., & Dalle, A. (2020). HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN KOSAKATA DENGAN KEMAMPUAN MENYIMAK BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI BAHASA. Interference: Journal of Language, Literature, and Linguistics, 1(2), 148-152.
Syaputra, A. F., Mantasiah, R., & Rijal, S. (2021, March). Web-Based Mentimeter Learning Media in Learning German Writing Skills. In International Conference on Science and Advanced Technology (ICSAT).