Gunawan Dianjaya Steel, Tbk
Laporan Kedua
Equity Valuation
10 Maret 2011
Target Harga
Terendah Tertinggi
220 245
Industri Baja
Kinerja Saham
2000 2200 2400 2600 2800 3000 3200 3400 3600 3800 4000 3/8/2010 4/21/2010 6/4/2010 7/16/2010 8/30/2010 10/18/2010 11/30/2010 1/14/2011 3/1/2011 IH S G 50 70 90 110 130 150 170 190 210 230 250 GD S T IHSG GDST Sumber : BloombergInformasi Saham
Rp Kode Saham GDSTHarga Saham 9 Maret 2011 136 Harga Tertinggi 52 minggu terakhir 225 Harga Terendah 52 minggu terakhir 84 Kapitalisasi Pasar Tertinggi 52 minggu
(miliar) 1.845
Kapitalisasi Pasar Terendah 52 minggu
(miliar) 689
Valuasi
Sebelumnya Saat IniTertinggi 198 245
Terendah 152 220
Pemegang Saham
(%)Kellywood Holdings Limited 51,37 Bavarian Venture Investment Limited 35,94 PT Jaya Pari Steel Tbk 8,29 PT Beton Jaya Manunggal 8,20 Publik (Masing-masing dibawah 5%) 2,20
Produsen Plat Baja Canai Panas yang Terkenal
PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk, (“GDST”) adalah produsen plat baja canai
panas nasional, yang mulai beroperasi tahun 1991 di Surabaya. Dari steel
slabs yang hampir seluruhnya diimpor dari Ukraina dan Rusia, GDST
merubahnya menjadi low carbon structural steel plates, high strength low
alloy structural steel plates, steel plates for boilers dan pressure vessels,
hull structural steel plates, dan high strength hull structural steel plates,
dimana 70% diantaranya diekspor. GDST memiliki fasilitas produksi yang
dilengkapi 4 mesin high rolling dengan kapasitas per tahun 400.000 ton
bahan baku slabs. Didukung oleh pihak afiliasinya, yaitu PT Jaya Pari Steel
Tbk (“JPRS”) dan PT Betonjaya Manunggal Tbk (“BTON”), GDST terkenal
sebagai pemimpin produsen plat baja canai panas di ASEAN.
Penyesuaian Target Harga
Kami tetap berpendapat bahwa saham GDST masih undervalue, karena :
• Peningkatan aktivitas bisnis global seperti terlihat dari pertumbuhan
GDP dunia sebesar 5,2% di 1H10, memberikan tanda-tanda positif bagi
eksportir Indonesia, seperti GDST, yang mengekspor hampir seluruh
produknya ke luar negeri.
• Laba kotor, laba usaha dan laba bersih GDST selama 9M2010 mencapai
19,4%, 13,9% dan 11,7%, melampaui rata-rata industrinya.
• GDST mengalokasikan Rp 150 miliar dari internal kas perusahaan untuk
mengganti mesin rolling steel nya. Dengan investasi ini, kapasitas
produksi pertahun diharapkan meningkat 30% dari 400 ribu Metrik Ton
per tahun menjadi 540 ribu Metrik Ton per tahun di tahun 2012.
• Harga steel slabs dan hot rolled steel plate dunia cenderung stabil
sejalan dengan peningkatan kapasitas produksi dunia. Oleh sebab itu,
diproyeksikan harga steel slabs dan hot rolled steel plat di akhir tahun
2010 adalah USD 575/Metrik Ton dan USD 655/Metrik Ton.
• Asumsi risk free rate, equity premium, dan beta menjadi 7.63%, 4,5%
dan 1.02x, dengan specific risk 2%.
Prospek Usaha
Sejalan dengan pemulihan ekonomi global yang berlangsung di seluruh
dunia, setiap industri cenderung mengalami peningkatan aktivitas,
termasuk diantaranya industri baja global, seperti terlihat dari peningkatan
kapasitas produksinya. Didukung juga oleh rencana GDST untuk
meningkatkan kapasitas produksi dan performa yang diatas rata-rata
industri selama 9M2010, membuat kami percaya bahwa pendapatan GDST
dapat tumbuh 16,07%YoY di 2010, dan tumbuh sebanyak 21,4% CAGR
selama tahun 2009 – 2014.
2007 2008 2009 2010P 2011P 1.985 3.021 1.642 1.905 2.306
Pendapatan (Rp miliar) Laba Sebelum Pajak (Rp
miliar) 221 145 (209) 241 304
154 83 (150) 181 228
Laba Bersih (Rp miliar)
Kontak:
Equity & Index Valuation Division Phone: (6221) 72782380
“Pernyataan Disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan ini” www.pefindo.com 18,8 10,1 (18,3) 22,1 27,8 EPS (Rp) 20,4 (46,0) (280,6) 220,7 26,0 Pertumbuhan EPS (%)
n.a. n.a. n.a. 5,7* 3,6*
P/E (x)
n.a. n.a. 2,0 1,3* 1.0*
PBV (x)
Sumber:PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk., Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing * Berdasarkan harga saham GDST per 30 September 2010 – Rp 126 / lembar
“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian yang tidak
Pemulihan Ekonomi Global yang Semakin Kuat
Aktivitas perekonomian global selama 1H10 berlangsung semakin kencang
dengan tingkat pertumbuhan 5,2% YoY, didorong oleh adanya investasi di sektor
manufaktur dan perdagangan global di penghujung semester pertama 2010. Di
negara-negara maju, tingkat keyakinan konsumen yang rendah serta penurunan
pendapatan dan kesejahteraan masyarakat mengakibatkan penurunan konsumsi,
seperti terlihat dari pertumbuhan GDP yang hanya mencapai 3,5% di 1H10.
Sementara itu, di wilayah negara-negara berkembang tingkat konsumsi
masyarakat meningkat hingga mencapai hampir 8% dan banyak menciptakan
lapangan kerja baru. Di akhir tahun 2010, aktivitas ekonomi global diproyeksikan
mencapai 4,8% dengan pertumbuhan dari negara-negara berkembang
mendominasi dengan tingkat pertumbuhan mencapai 7,1%. Pertumbuhan positif
ini dapat dilihat sebagai peningkatan aktivitas di segala sektor di dunia, yang
merupakan pertanda positif bagi eksportir Indonesia, seperti GDST, yang menjual
hampir seluruh produknya ke luar negeri.
Gambar 1 : Pertumbuhan Ekonomi Di
Berbagai Belahan Dunia
(dalam %) -6 -4 -2 0 2 4 6 8 10 12 2008 2009 2010P %
Dunia U.S.A Zona Eropa China India ASEAN-5
Sumber :International Monetary Fund, Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing
Ekspansi Ekonomi Global Mengakibatkan Peningkatan Produksi Baja
Dunia
Ekspansi ekonomi global mengakibatkan produksi crude steel dunia di bulan
November 2010 mencapai 114 juta Metrik Ton (“MMT”), 5,1% YoY lebih tinggi
dari periode Bulan November 2009. Diakumulasikan dari Januari – November
2010, total produksi crude steel dunia mencapai 1.281 MMT, lebih tinggi 16,2%
dibandingkan periode yang sama tahun 2009. Korea Selatan mencatat
pertumbuhan produksi tertinggi di bulan November 2010 sebesar 16,4% YoY,
dibandingkan bulan yang sama di tahun 2009, sementara China memproduksi
sebanyak 50,2 MMT di bulan November 2010, hanya meningkat 4,8% YoY
dibandingkan bulan November 2009.
Gambar 2 : Produksi Crude Steel Dunia
Sumber: World Steel Association, ,Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing
Sementara, tingkat utilisasi kapasitas produksi crude steel dunia di bulan
November 2010 terlihat stabil di tingkat 75,2% hampir sama dengan Oktober
2010 yang mencapai 75,3%. Dibandingkan bulan November 2009, tingkat
utilisasi di bulan November 2010 sedikit turun sebanyak 0,8 persentase point.
“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen ini” www.pefindo.com
Melihat stabilnya tingkat utilisasi dan peningkatan produksi baja dunia, maka
dapat disimpulkan bahwa tingkat kapasitas produksi baja dunia mengalami
peningkatan di tahun 2010.
Gambar 3 : Tingkat Utilisasi Kapasitas
Produksi Baja Dunia
Sumber: World Steel Association, Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing
Proyeksi Harga Slab dan Baja Canai Panas : Relatif Stabil
Harga baja slabs, sebagai bahan baku utama produk-produk GDST, menunjukkan
tren peningkatan selama 9M2010. Merujuk kepada harga East Asia Steel Slabs
selama periode tersebut, harga baja slabs naik 22,34%, atau naik dari
USD 470/Metrik Ton per tanggal 5 Januari 2010, menjadi USD 575/Metrik Ton
per tanggal 28 September 2010. Sementara, harga plat baja canai panas dari
Steelbenchmarker menunjukkan pergerakan yang sejalan dengan harga baja
slabs, atau tumbuh 13,48% dari USD 549/Metrik Ton per tanggal 5 Januari 2010
hingga mencapai USD 623/Metrik Ton per tanggal 28 September 2010.
Mempertimbangkan terjadinya peningkatan produksi baja dunia, kami percaya
bahwa harga baja slabs dan plat baja canai panas akan tetap stabil di kisaran
USD 575/Metrik Ton untuk baja slabs dan USD 655/Metrik Ton untuk plat baja
canai panas.
Gambar 4 : Harga Baja Slabs vs Plat Baja
Canai Panas
(USD/Metrik Ton) 0 100 200 300 400 500 600 700 800 1/5/2010 2/4/2010 3/6/2010 4/5/2010 5/5/2010 6/4/2010 7/4/2010 8/3/2010 9/2/2010 Harga Baja Slabs East Asia Plat Baja Canai Panas Steelbenchm arkerSumber: Bloomberg, Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing
Harga Jual Menentukan Perbedaan
Penjualan GDST per kuartal di tahun 2010 menunjukkan bahwa GDST
membukukan penjualan tertinggi di 2Q10, sementara periode 1Q10 merupakan
periode dengan penjualan terendah selama 9M2010. Membandingkan hal itu
dengan pergerakan harga plat baja canai panas dunia selama tahun 2010, dapat
diketahui bahwa harga penjualan plat baja canai panas sangat menentukan
pendapatan yang diperoleh GDST. Rata-rata harga jual plat baja canai panas
selama 1Q10, 2Q10 dan 3Q10 adalah USD 591,3/Metrik Ton, USD 650,5/Metrik
Ton dan USD 600/Metrik Ton, dimana dengan rata-rata harga tersebut,
pendapatan GDST di 1Q10, 2Q10 dan 3Q10 mencapai Rp 370,9 miliar, Rp 522,5
miliar, dan Rp 401,3 miliar.
“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian yang tidak
Gambar 5 : Pendapatan GDST per Kuartal di Tahun
2010
(Rp Miliar) 401.3 522.5 370.9 0.0 100.0 200.0 300.0 400.0 500.0 600.0 1Q10 2Q10 3Q10 1Q10 2Q10 3Q10Sumber :PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk, Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing
Superior di Industrinya
Selama 9M2010, GDST menunjukkan performa yang superior dibandingkan
kompetitor lain di industrinya. Marjin laba kotor, laba usaha dan laba bersih
GDST hingga 30 September 2010 mencapai 19,4%, 13,9% dan 11,7%,
sementara rata-rata marjin laba kotor, laba usaha dan laba bersih di industri
hanya mencapai 16,3%, 11,8% dan 9,5%. Rasio Return on Assets (“ROA”) dan
Return on Equity (“ROE”) juga terbukti lebih baik dibandingkan rata-rata ROA
dan ROE di industrinya.
Gambar 6 : Perbandingan Marjin, Rasio ROA dan
ROE
(dalam %) 19.4% 16.3% 11.8% 11.7% 9.5% 10.3% 24.3% 14.3% 13.9% 14.2% 0.0% 5.0% 10.0% 15.0% 20.0% 25.0% 30.0% GDST AverageMarjin Laba Kotor Marjin Laba Usaha Marjin Laba Bersih ROA ROE
“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen ini” www.pefindo.com
Prospek Usaha GDST
Seiring dengan terus berlangsungnya pemulihan ekonomi yang berlangsung di
berbagai belahan dunia, setiap industri juga menunjukkan peningkatan
aktivitasnya, termasuk industri baja dunia, seperti terlihat dari peningkatan
kapasitas produksi baja dunia. Didukung oleh rencana GDST untuk meningkatkan
kapasitas produksinya serta kinerja yang superior selama 9M2010, kami percaya
bahwa pertumbuhan pendapatan GDST dapat mencapai 16,07% YoY di tahun
2010, dan tumbuh 21,44% CAGR selama periode tahun 2009 - 2014.
Gambar 7 : Aset, Kewajiban dan Ekuitas
(dalam Miliar Rp) 2,092.8 970.7 1069.7 1,919.6 496.5 443.4 173.2 474.3 626.3 -500.0 1,000.0 1,500.0 2,000.0 2,500.0 2008 2009 Sep-10
Aset Kewajiban Ekuitas
“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian yang tidak
Valuasi
TARGET HARGA
• Metodologi yang Digunakan
Kami mengaplikasikan metode Discounted Cash Flow (DCF) sebagai metode
penilaian utama dengan pertimbangan bahwa pertumbuhan pendapatan
adalah merupakan faktor yang sangat mempengaruhi nilai (value driver)
GDST jika dibandingkan dengan metode pertumbuhan aset.
Selanjutnya, kami juga mengaplikasikan metode Guideline Company Method
(GCM) sebagai metode pembanding lainnya.
Penilaian ini didasarkan pada nilai 100% saham GDST per tanggal
30 September 2010.
• Estimasi Nilai
Estimasi Target harga referensi saham untuk 12 bulan berdasarkan posisi
penilaian pada tanggal 30 September 2010 adalah sebagai berikut :
Dengan menggunakan metode DCF dan asumsi tingkat diskonto
14,20% adalah sebesar Rp 255 - Rp 280 per saham.
Dengan menggunakan metode GCM method (PBV 1,46x and P/E
7,46x) adalah sebesar Rp 144 - Rp 165 per saham.
Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai tersebut
dilakukan rekonsiliasi dengan dilakukan pembobotan terhadap kedua metode
tersebut sebesar 70% untuk DCF dan 30%untuk metode GCM.
Berdasarkan hasil perhitungan diatas maka Estimasi Target harga referensi
saham untuk 12 bulan adalah Rp 220 - Rp 245 per lembar saham.
Tabel 2 : Metode DCF
Konservatif
Moderat Optimis
PV of Free Cash Flows – Rp bn 627,3 660,4 693,4 PV Terminal Value – Rp bn 1.468,1 1.545,4 1.622,6Net Debt – Rp bn - - -
Total Equity Value – Rp bn 2.095,4 2.205,7 2.316,0 Number of Share, bn shares 8.200 8.200 8.200
Fair Value per Share, Rp 255 270 280
Sumber: Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing
Tabel 3 : Asumsi
Risk free rate (%) 7,6
Risk premium (%) 4,5
Beta (x) 1,02
Cost of Equity (%) 14,20 Marginal tax rate (%) 25,0
WACC (%) 14,20
“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen ini” www.pefindo.com
Tabel 4 : Metode GCM
GDST BTON JPRS Rata-Rata
Harga, 30 Sept 2010 (Rp) 126 275 265
Market cap, 30 Sept 2010 (Rp, miliar) 959 50 199
Penjualan (9M2010) (Rp, miliar) 1.295 91 308
Laba Kotor (9M2010) (Rp, miliar) 251 12 52
Laba Usaha (9M2010) (Rp, miliar) 180 8 40
Laba Bersih (9M2010) (Rp, miliar) 152 5 34
Total Asset (30 Sept 2010) (Rp, miliar) 1.070 86 320
Total Kewajiban (30 Sept 2010) (Rp, miliar) 443 16 15
Total Ekuitas (30 Sept 2010) (Rp, miliar) 626 70 305
Pertumbuhan (9M10) YoY Penjualan (%) 9,3 (12,0) 42,5 Laba Kotor (%) 194,0 (33,7) 227,7 Laba Bersih (%) 177,1 (29,0) 544,3 Profitabilitas (9M2010) Marjin Kotor (%) 19,4 12,8 16,7
Marjin Laba Usaha (%) 13,9 8,6 12,9
Marjin Laba Bersih (%) 11,7 5,9 11,0
ROA (%) 14,2 6,2 10,5 ROE (%) 24,3 7,7 11,1 Leverage (30 Sept 2010) DER (x) 0,71 0,23 0,05 Valuation, Maret 2011 P/E, (x) n.a. 5,75 9,17 7,46 P/BV, (x) 2,25 0,84 1,3 1,46
“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian yang tidak
(Rp miliar) Laporan Laba (Rugi) 2007 2008 2009 2010P 2011P Penjualan 1.985 3.021 1.642 1.905 2.306 Harga Pokok Penjualan (1568) (2.461) (1.829) (1.576) (1.899) Laba Kotor 417 560 (188) 330 406 Beban Operasi (122) (143) (86) (98) (106) Laba Operasi 295 417 (273) 232 300 Pendapatan (beban) lain-lain (74) (272) 64 10 4 Laba Sebelum Pajak 221 145 (209) 241 304 Beban Pajak (67) (62) 15 (60 (76)
Hak Minoritas - - 9 - -
Laba Bersih 154 83 (150) 181 228
Sumber: PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk., Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing
Rasio 2007 2008 2009 2010P 2011P Pertumbuhan (%) Pendapatan 46,66 52,16 (45,65) 16,08 21,0 Laba Usaha 89,15 41,20 (165,54) 184,8 29,3 EBITDA 66,88 23,92 (174,94) 225,8 17,9 Laba Bersih 20,42 (46,02) (280,64) 220,7 26,0 Profitabilitas (%)
Marjin laba kotor 21,01 18,53 (11,44) 17,3 17,6 Marjin Laba Usaha 14,88 13,81 (16,66) 12,2 13,0 Marjin EBITDA 14,99 12,21 (16,84) 14,1 13,8 Marjin Laba Bersih 7,75 2,75 (9,14) 9,5 9,9 ROA 18,18 3,97 (15,46) 13,3 13,5 ROE n.a. 47,96 (31,64) 22,4 22,0 Solvabilitas (X) Debt to Equity (86,71) 11,08 1,05 0,68 0,64 Debt to Asset 1,01 0,92 0,51 0,41 0,39 Likuiditas (X) Rasio Lancar 0,66 0,90 1,11 1,71 1,81 Quick Ratio 0,20 0,17 0,50 0,72 0,82
Sumber: PT Gunawan Dianjaya Steel, Tbk., Estimasi Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing
(Rp miliar)
Neraca 2007 2008 2009 2010P 2011P
Aktiva Aktiva Lancar
Kas dan setara kas 6,8 204,8 40,2 263,3 377,2 Piutang 139,9 127,8 202,3 128,2 155,1
Persediaan 280,2 1,347,4 234,3 453,3 546,4 Aktiva Lain-lain 68,9 34,8 64,2 84,9 102,7
Total Aktiva Lancar 495,8 1.714,8 541,0 929,7 1.181,4 Aktiva Tetap 315,3 284,9 255,8 241,8 289,9 Aktiva Lain-lain 35,6 93,1 173,9 185,6 224,6 Total Aktiva 846,7 2.092,8 970,7 1.357,1 1.695,8 Kewajiban Hutang Usaha 197,9 1.290,5 417,5 453,3 546,4 Kewajiban jk. Pendek lainnya 71,0 64,4 71,0 89,0 105,7 Kewajiban jangka panjang
lainnya 107,3 6,1 7,9 7,4 8,2
Total Kewajiban 856,5 1.919,6 496,5 549,7 660,3 Total Ekuitas (9,9) 173,2 474,3 807,4 1.035,5
“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen ini” www.pefindo.com
DISCLAIMER
Laporan ini dibuat berdasarkan sumber-sumber yang kami anggap terpercaya dan dapat diandalkan. Namun kami tidak menjamin kelengkapan, keakuratan atau kecukupannya. Dengan demikian kami tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang diambil berdasarkan laporan ini. Adapun asumsi, opini, dan perkiraan merupakan hasil dari pertimbangan internal kami per tanggal penilaian (cut off date), dan kami dapat mengubah pertimbangan diatas sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Kami tidak bertanggung jawab atas kekeliruan atau kelalaian yang terjadi akibat penggunaan laporan ini. Kinerja dimasa lalu tidak selalu dapat dijadikan acuan hasil masa depan. Laporan ini bukan merupakan rekomendasi penawaran, pembelian atau menahan suatu saham tertentu. Laporan ini mungkin tidak sesuai untuk beberapa investor. Seluruh opini dalam laporan ini telah disampaikan dengan itikad baik, namun sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, dan disajikan dengan benar per tanggal diterbitkan laporan ini. Harga, nilai, atau pendapatan dari setiap saham Perseroan yang disajikan dalam laporan ini kemungkinan dapat lebih rendah dari harapan pemodal, dan pemodal juga mungkin mendapatkan pengembalian yang lebih rendah dari nilai investasi yang ditanamkan. Investasi didefinisikan sebagai pendapatan yang kemungkinan besar diterima dimasa depan, namun nilai dari pendapatan yang akan diterima tersebut kemungkinan besar juga akan berfluktuasi. Untuk saham Perseroan yang penyajian laporan keuangannya didenominasi dalam mata uang selain Rupiah, perubahan nilai tukar mata uang tersebut kemungkinan dapat menurunkan nilai, harga, atau pendapatan investasi pemodal. Informasi dalam laporan ini bukan merupakan pertimbangan pajak dalam mengambil suatu keputusan investasi.
Target harga saham dalam Laporan ini merupakan nilai fundamental, bukan merupakan Nilai Pasar Wajar, dan bukan merupakan harga acuan transaksi yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Laporan target harga saham yang diterbitkan oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing bukan merupakan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan suatu saham tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai nasehat investasi oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing yang behubungan dengan cakupan Jasa Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing kepada, atau kaitannya kepada, beberapa pihak, termasuk emiten, penasehat keuangan, pialang saham, investment banks, institusi keuangan dan perantara keuangan, dalam kaitannya menerima imbalan atau keuntungan lainnya dari pihak tersebut,
Laporan ini tidak ditujukan untuk pemodal tertentu dan tidak dapat dijadikan bagian dari tujuan investasi terhadap suatu saham dan juga bukan merupakan rekomendasi investasi terhadap suatu saham tertentu atau suatu strategi investasi. Sebelum melakukan tindakan dari hasil laporan ini, pemodal disarankan untuk mempertimbangkan terlebih dahulu kesesuaian situasi dan kondisi dan, jika dibutuhkan, mintalah bantuan penasehat keuangan.
PEFINDO memisahkan kegiatan Valuasi Saham dengan kegiatan Pemeringkatan untuk menjaga independensi dan objektivitas dari proses dan produk kegiatan analitis. PEFINDO telah menetapkan kebijakan dan prosedur untuk menjaga kerahasiaan informasi non-publik tertentu yang diterima sehubungan dengan proses analitis. Keseluruhan proses, metodologi dan databse yang digunakan dalam penyusunan Laporan Target Harga Referensi Saham ini secara keseluruhan adalah berbeda dengan proses, metodologi dan database yang digunakan PEFINDO dalam melakukan pemeringkatan.
Laporan ini dibuat dan disiapkan Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing dengan tujuan untuk meningkatkan transparansi harga saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Laporan ini juga bebas dari pengaruh tekanan atau paksaan dari Bursa maupun Perseroan yang dinilai. Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing akan menerima imbalan sebesar Rp.20.000.000,- masing-masing dari Bursa Efek Indonesia dan Perseroan yang dinilai untuk 2 (dua) kali
pelaporan per tahun. Untuk keterangan lebih lanjut, dapat mengunjungi website kami di http://www.pefindo.com
Laporan ini dibuat dan disiapkan oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham dan Indexing. Di Indonesia Laporan ini