3. METODE PENELITIAN
3.1. Definisi Konsep dan Operasional 3.1.1. Definisi Konsep
Konsep : Pengelolaan Keuangan
Pengelolaan keuangan menurut Zimmerere dan Scarborough (2008, p.163) adalah proses meramalkan, mengumpulkan, mengeluarkan, menginvestasikan, dan merencakanan kas yang diperlukan oleh perusahaan agar dapat beroperasi dengan lancar.
Konsep : UKM
UKM adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil. Dengan kriteria hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus rupiah).
3.1.2. Definisi Operasional
Definisi operasional merupakan definisi yang memperinci aturan pemetaan dan alat dimana variabel akan diukur dalam kenyataan. Definisi ini menyatakan prosedur yang harus diikuti oleh peneliti dalam memberikan angka terhadap konsep yang akan diukur (Kuncoro, 2003 : p.150)
Definisi operasional diperlukan dalam menentukan pemakaian alat yang digunakan untuk mengambil data penelitian sehingga data yang diperoleh dapat sesuai dengan tujuan penelitian.
Pengelolaan keuangan bisnis makanan khas Jawa Timur di wilayah Surabaya Selatan diukur berdasarkan keberadaan serta praktek pencatatan dan transaksi keuangan pada sistem keuangan, buku catatan keuangan yang
3.1.2.1. Sistem Keuangan
Informasi mengenai keberadaan serta praktek pencatatan dan transaksi keuangan dalam sistem keuangan diukur melalui:
1) Pemilahan antara harta pribadi dengan harta usaha
2) Pemilahan pengelolaan keuangan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha.
3) Mencatat setiap transaksi yang terjadi dalam usaha.
4) Menyimpan bukti-bukti transaksi keuangan masuk dan keluar.
5) Memiliki dan menyimpan surat-surat perjanjian penyertaan modal.
3.1.2.2. Buku Catatan Keuangan
Laporan keuangan berisi informasi penting untuk masyarakat, pemerintah, pemasok & kreditur, pemilik perusahaan, manajemen perusahaan, investor, pelanggan dan karyawan. Informasi mengenai keberadaan serta praktek pencatatan dan transaksi keuangan dalam buku catatan keuangan yang digunakan diukur melalui:
1) Buku kas (pengeluaran tunai dan penerimaan tunai) 2) Buku pembelian kredit
3) Buku penjualan kredit
4) Buku persediaan barang dalam proses 5) Buku persediaan bahan baku utama 6) Buku persediaan bahan pembantu 7) Buku pembantu piutang usaha 8) Buku persediaan barang jadi 9) Buku pembantu hutang usaha 10) Buku kas di bank
11) Buku gaji atau upah
12) Laporan Laba Rugi Perusahaan 13) Neraca Keuangan Perusahaan 14) Laporan arus kas
3.1.2.3. Sumber Pembiayaan Keuangan
Biaya merupakan pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan untuk mendapatkan suatu barang atau jasa. Informasi mengenai keberadaan serta praktek pencatatan dan transaksi keuangan dalam sumber pembiayaan keuangan diukur melalui:
1) Pribadi 2) Keluarga
3) Teman atau sahabat (tanpa bunga) 4) Pemasok
5) Bank/koperasi
6) Investor individual (dengan bunga) 7) Lembaga keuangan non bank (leasing)
3.2. Jenis Penelitian
Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan kepada pembaca dan mengungkapkan suatu masalah, keadaan, peristiwa sebagaimana adanya atau mengungkapkan fakta secara lebih mendalam mengenai pengelolaan keuangan pada bisnis makanan khas Jawa Timur di wilayah Surabaya Selatan.
Menurut Muhammad (1998:3), penelitian kuantitatif adalah penelitian dengan menggunakan model matematik, statistik, atau komputer. Penelitian ini diarahkan untuk menggambarkan dan mengungkapkan suatu masalah, keadaan, peristiwa secara sistematik untuk mengungkapkan fakta secara lebih mendalam mengenai pengelolaan keuangan pada bisnis makanan khas Jawa Timur di wilayah Surabaya Selatan.
Penelitian secara deskriptif adalah penelitian yang meliputi pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan mengenai status terakhir dari subyek penelitian.
Menurut Kuncoro (2003:8), tipe yang paling uum dari penelitian deskriptif ini meliputi penilaian sikap atau pendapat individu, organisasi, keadaan, ataupun prosedur. Peneliian ini diarahkan untuk menggambarkan dan mengungkapkan
fakta secara lebih mendalam mengenai pengelolaan keuangan pada bisnis makanan khas Jawa Timur di wilayah Surabaya Selatan.
Penilitian ini menggunakan metode Crosstab, Frekuansi, korelasi dan one way, tujuan penggunaam metode crosstab yaitu mengetahui jumlah distribusi frekuensi dari tiap variabel-variabelnya, metode Frekuensi untuk mengetahui presentasi tiap variabelnya, metode Korelasi untuk mengetahui signifikansi variabel-variabelnya apakah sudah signifikan ato belum, signifikan jika nilai dibawah 0.05 sedangkan tidak signifikan jika diatas 0.05. Metode One way untuk membandingkan lebih baik atau lebih buruk orang-orang menjalankan pengelolaan keuangannya dilihat dari nilai rata-rata dan signifikansi.
3.3. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada 24 UKM yang memiliki bisnis makanan khas Jawa Timur di wilayah Surabaya Selatan. Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan profil bisnis, profil pengusaha, pengelolaan keuangan, dan aspek-aspek yang digunakan untuk mengelola keuangan pada bisnis makanan khas Jawa Timur di wilayah Surabaya Selatan.
3.4. Teknik Sampling
Populasi yang diteliti bersifat unidentified (tidak teridentifikasi), sehingga peluang dari anggota populasi tidak diketahui dan disebut pula dengan non probability sampling. Jenis non probability sampling yang digunakan adalah jenis judgement sampling. Judgement sampling adalah sampling dimana pengambilan elemen-elemen yang dimasukkan ke dalam sampel dilakukan dengan cara sengaja dengan catatan bahwa diketahui sebelumnya dengan cara menyeleksi anggota populasi yang dianggap telah memenuhi atau mendekati tujuan penelitian tersebut. Dasar pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah UKM bisnis makanan khas Jawa Timur di wilayah Surabaya Selatan yang memiliki omzet sebesar Rp 300 juta atau lebih per tahun, sehingga teridentifikasi 24 bisnis makanan khas Jawa Timur di wilayah Surabaya Selatan sebagai sampel penelitian.
3.5. Jenis dan Sumber Data 3.5.1. Pengumpulan Data
3.5.1.1. Data Kualitatif
Pengumpulan data kualitatif diperoleh berdasarkan wawancara dengan nara sumber, yaitu pemilik bisnis makanan khas Jawa Timur di wilayah Surabaya Selatan yang menjadi sampel penelitian. Wawancara dilakukan untuk mengetahui profil bisnis dan profil pengusaha bisnis makanan khas Jawa Timur di wilayah Surabaya Selatan. Maksud mengadakan wawancara, seperti yang ditegaskan Lincold dan Guba (2003) antara lain: mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian, dan lain-lain.
3.5.1.2. Data Kuantitatif
Data kuantitatif dalam penelitian ini diperoleh dengan membagikan kuesioner kepada sampel penelitian. Langkah awal dalam menyusun desain instrumen adalah membuat kusioner, yaitu daftar pertanyaan-pertanyaan yang disusun secara tertulis. Kuesioner ini bertujuan untuk memperoleh data berupa jawaban para responden (Kuncoro, 2003). Kuesioner ini digunakan untuk memperoleh data mengenai pengelolaan keuangan keuangan pada bisnis makanan khas Jawa Timur di wilayah Surabaya Selatan.
3.5.2. Sumber Data
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder, dimana pengertiannya menurut Kuncoro (2003:127) adalah sebagai berikut.
3.5.2.1. Data Primer
Peneliti menggunakan sumber data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung di lapangan, yaitu berupa wawancara dan observasi. Data primer merupakan data yang belum tersusun secara verbal. Data ini dikumpulkan sesuai dengan sumber, metode, dan instrumen yang ada.
3.5.2.2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang digunakan untuk mendukung penelitian yang dilakukan. Data ini berupa studi kepustakaan yang berupa teori- teori, buku literatur, ataupun catatan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
3.6. Proses Pengelolaan Data 3.6.1 Pengumpulan Data
Data pendukung dalam penelitian ini diperoleh dari studi kepustakaan dan studi dokumentasi.
3.6.1.1. Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan dilakukan dengan mengutip berbagai kajian pustaka dan literatur yang digunakan dalam penelitian. Studi ini dilakukan di perpustakaan dan diperoleh dari buku-buku yang mendukung penelitian ini.
3.6.1.2. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan metode untuk memperoleh data dengan mencatat atau mempelajari catatan atau dokumen perusahaan yang ada hubungannya dengan obyek penelitian.
3.6.2 Teknik Analisis
3.6.2.1. Analisis Statistik
Metode pengolahan data yang digunakan menggunakan analisis statistik, yaitu analisis deskriptif frekuensi. Data-data yang terkumpul dibagi dalam beberapa kelompok yang dinyatakan atau diukur dalam mean dan deviasi standar, untuk mengetahui kelompok mana yang dominan (ditunjukkan dari persentase tertinggi) dan sebaliknya, yang diperjelas dengan tabel frekuensi (Cooper & Schindler, 2006,p.195).
3.6.2.2. Deskriptif
Deskripsi hasil penelitian akan ditampilkan dalam bentuk diagram batang. Diagram batang digunakan untuk memperjelas data yang tercantum dalam tabel. Bentuk diagram batang berbentuk segitiga, lingkaran, maupun persegi yang didalamnya terbagi dalam beberapa kelompok dengan nilai tertentu (Cooper &
Schindler, 2006:195). Kelompok dominan ditunjukkan dari rata-rata tertinggi atau bagian batang yang lebih panjang, dan sebaliknya.
3.6.2.3 Korelasi
Korelasi berguna untuk menentukan suatu besaran yang menyatakan bagaimana kuat hubungan suatu variabel dengan variabel lain (Umar : 2005).
Analisis korelasi mencari hubungan antara variabel tanpa memerhatikan ada atau tidaknya hubungan kausal di antara variabel-variabel tersebut. Dalam korelasi terdapat probabilitas yang digunakan untuk mengetahui apa nilai r hitung tersebut signifikan atau tidak. Korelasi dianggap signifikan jika r hitung lebih besar dari taraf kesalahan (sig 2-tailed < 0,05), berarti menggambarkan hubungan yang signifika atau α = 5%
3.6.2.4 Tabulasi Silang/Crosstab
Crosstab adalah sekedar menampilkan kaitan antara dua atau lebih variabel, sampai dengan menghitung apakah ada hubungan antara baris dan kolom. Ciri penggunaan crosstab adalah data input yang berskala nominal atau ordinal. Sebenarnya data metrik (interval dan rasio) secara prinsip bisa juga dilakukan dengan menggunakan crosstab (Santoso, 2002).
Menurut Santoso (2003) crosstab adalah sekedar menampilkan kaitan antara dua atau lebih variabel, sampai dengan menghitung apakah ada hubungan antara baris dan kolom.
3.6.2.5 Skoring
Cara mencari Skor yaitu dengan menggunakan Microsoft Excel,
(26variabelx5) dan dikalikan 100 untuk mencapai nilai maksimal 100. Contoh mencari nilai skor Sistem Keuangan Bakso Pak Gun sebagai berikut :
Skor = 25/130x100= 19.23076923 Keterangan :
Nilai 25 didapat dari seluruh jumlah nilai interval dari semua variabel Nilai 130 didapat dari 26 variabel x 5 (jumlah terbesar dari interval) = 130 Nilai 100 digunakan untuk mendapat nilai maksimal 100