• Tidak ada hasil yang ditemukan

Curah Hujan Rata-Rata

N/A
N/A
Nugraha Fillah

Academic year: 2022

Membagikan "Curah Hujan Rata-Rata"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1

No No STA Intensitas Hujan (mm)

1 P1 1000

2 P2 950

3 P3 1050

4 P4 1200

P = 1050.00

2

No No STA Intensitas Hujan

(mm) No.Area Luas Sub Area (km2)

1 P1 1000 A1 200

2 P2 950 A2 150

3 P3 1050 A3 215

4 P4 1200 A4 225

P = 1061.076

Hitung jumlah hujan bulanan rata-rata daerah aliran sungai pada tahun 2017

Polygon Thiessen

Isohyet

Jumlah hujan bulanan tahun 2017, pada stasiun P1 = 1000 mm, P2 = 950 mm, P3 = 1050 mm dan pada stasiun P4 = 1200 mm, Hitung jumlah hujan bulanan rata-rata daerah aliran sungai pada tahun 2017

Jumlah hujan bulanan tahun 2017, pada stasiun P1 = 1000 mm, luas Sub Area A1 = 200 km² P2 = 950 mm, luas Sub Area A2 = 150 km² P3 = 1050 mm luas Sub Area A3 = 215 km² P4 = 1200 mm, luas Sub Area A4 = 225 km²

(2)

No. Garis Kontur

Jumlah Hujan Berdasar

Garis Kontur

Area Luas Sub

Area (Xn1+Xn2/2).An

1 X1 900 A1 80 74000

2 X2 950 A2 250 243750

3 X3 1000 A3 180 184500

4 X4 1050 A4 90 96750

5 X5 1100 A5 70 78750

6 X6 1150 A6 60 70500

7 X7 1200 A7 40 49000

8 X8 1250 Jumlah 770 797250

P= 1035.39 mm

(3)

Polygon Thiessen

Isohyet

Jumlah hujan bulanan tahun 2017, pada stasiun P1 = 1000 mm, P2 = 950 mm, P3 = 1050 mm dan pada stasiun P4 = 1200 mm, Hitung jumlah hujan bulanan rata-rata daerah aliran sungai pada tahun 2017

(4)

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Meningkatnya suhu udara rata-rata mempengaruhi jumlah curah hujan di wilayah Bogor; Pengaruh meningkatnya suhu udara

Berdasarkan hasil korelasi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa perhitungan korelasi menggunakan metode Inversed Square Distance baik dengan data hujan harian satu tahun,

Hasil identifikasi data rata-rata curah hujan per-jam di DAS Sampean menunjukkan bahwa model semivariogram exponential yang paling sesuai untuk menggambarkan

Wilayah yang memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau kemudian dikelompokan dalam Zona Musim (ZOM), Karakteristik dari pola hujan ini

Dekstrin merupakan produk degradasi pati yang dapat dihasilkan dengan beberapa cara, yaitu memberikan perlakuan suspensi pati dalam air dengan asam atau enzim pada

Gambar 3-4: Perbandingan pola jumlah klaster (biru) dan pola SOI Indonesia (hijau) dengan koefisen korelasi sebesar -0,25 Hubungan antara jumlah klaster dengan SOI Pasifik yang

4.5 Analisa stabilitas bangunan bronjong Gaya – gaya yang bekerja pada bronjong meliputi gaya yang terjadi akibat berat sendiri bangunan, akibat tekanan tanah, serta akibat tekanan

Nilai Cs yang sudah didapat dipakai untuk mencari nilai T pada lampiran 3 Tabel Frekuensi KT untuk Distribusi Log Pearson Type III, maka didapat : T = 10 dan Cs 0,430 maka nilai KT =