• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH AKUN INSTAGRAM USTADZ ABDUL SOMAD OFFICIAL TERHADAP MINAT DAKWAH MASYARAKAT SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH AKUN INSTAGRAM USTADZ ABDUL SOMAD OFFICIAL TERHADAP MINAT DAKWAH MASYARAKAT SKRIPSI"

Copied!
143
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH AKUN INSTAGRAM USTADZ ABDUL SOMAD OFFICIAL TERHADAP MINAT DAKWAH MASYARAKAT

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sosial ( S.Sos ) Pada Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam

Oleh:

FAISAL MUHAMMAD 4317031

PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) BUKITTINGGI

2021 M/ 1443 H

(2)

SURAT PERNYATAAN ORSINALITAS Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Faisal Muhammad

Nim : 4317031

Tempat/Tgl Lahir : Pariaman/ 20 Mei 1998

Fakultas : Ushuluddin Adab dan Dakwah Prodi : Komunikasi dan Penyiaran Islam

Judul Skripsi : Pengaruh Akun Instagram Ustadz Abdul Somad Official Terhadap Minat Dakwah Masyarakat

Menyatakan dengan ini sesungguhnya bahwa karya ilmiah skripsi dengan judul diatas adalah benar hasil karya penulis. Pendapat atau semua orang lain dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah dan disebutkan dalam daftar kepustakaan. Apabila kemudian hari terbukti bahwa hasil karya sendiri, maka penulis bersedia di proses sesuai hukum yang berlaku dan gelar keserjanaan dicabut sampai batas waktu yang di tetapkan.

Demikian pernyataan ini penulis buat dengan sesungguhnya dipergunakan sebagaimana semestinya.

Bukitinggi, 03 November 2021

Faisal Muhammad 4317031

(3)

MASYARAKAT”, yang disusun oleh FAISAL MUHAMMAD, NIM 4317031 mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah telah memenuhi persyaratan ilmiah dan disetujui untuk diajukan ke Sidang Munaqasah.

Bukitinggi, 03 November 2021 Pembimbing

Desi Syafriani, M.A NIDN. 2006127801

(4)

ABDUL SHOMAD OFFICIAL TERHADAP MINAT DAKWAH MASYARAKAT” yang disusun oleh FAISAL MUHAMMAD dengan NIM.4317031 pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.

Penelitian ini membahas tentang pengaruh akun instagram Ustadz Abdul Somad Official terhadap minat dakwah masyarakat, dengan pokok masalah yaitu apa pengaruh akun instagram Ustadz Abdul Somad Official terhadap minat dakwah masyarakat. Dengan tujuan untuk mengetahui minat dakwah masyarakat setelah mengikuti akun instagram ustad abdul somad offical.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Penelitian ini menjadikan pengikut / followers akun instagram Ustadz Abdul Somad Official yang menyukai postingan akun instagram ustad abdul somad official sebagai sampelnya. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling acak atau random sampling, sampel yang digunakan sebanyak 50 responden. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode kuesioner ( angket ) yang dikemas dalam bentuk Google Form. Uji validitas diperoleh dari hasil analisis pengukuran instrumen menggunakan skala Likert. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach.

Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 21 for windows dengan analisi data korelasi product moment pearson dengan taraf signifikansi sebesar 50%.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang mempengaruhi antara akun instagram ustad abdul somad official terhadap minat dakwah masyarakat dengan nilai koefisien korelasi r hitung lebih besar dari r tabel yaitu 0,678 > 0,279 yang berarti tingkat hubungannya tergolong kuat.Terdapat pengaruh yang positif dalam bidang minat berdakwah bagi masyarakat yang telah menjadi pengikut/followers, membaca dan menyukai postingan akun instgram ustad abdul somad official. Peneliti berharap suatu saat nanti masyarakat dapat menggunakan media sosial terutama instagram dengan baik.

Kata kunci : Instagram, Minat Dakwah, Masyarakat.

(5)

rahmat dan hidayah-Nya. Serta shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW sehingga penulis diberikan kemampuan untuk menyelesaikan skripsi ini dengan judul “PENGARUH AKUN INSTAGRAM USTAD ABDUL SOMAD OFFICIAL TERHADAP MINAT DAKWAH MASYARAKAT”.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan guna mencapai gelar Sarjana pada Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Dalam upaya penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, semangat, bimbingan dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak hidayah-Nya sehingga penelitian ini berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik.

Selanjutnya penulis sampaikan ucapan terimakasih kepada Ayahanda Amrizal dan Ibunda Fatma Deli tercinta yang telah memberikan kasih sayang yang tulus serta pengorbanan yang tak terhingga bagi penulis selama menempuh pendidikan hingga menyelesaikan perkuliahan ini. dan telah banyak berkorban material maupun non material serta doa yang begitu tulus untuk Ananda. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah diberikan kepada Ananda dan semoga selalu diberikan kesehatan.

(6)

2. Bapak Dr. Nunu Burhanuddin, Lc, M.Ag selaku Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Bukittinggi, Bapak Dr. Junaidi, M.Pd selaku Wakil Dekan I, Bapak Dr. Darul Ilmi, M.Pd selaku Wakil Dekan II, Bapak Khairuddin M.Pd selaku Wakil Dekan III di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Bukittinggi.

3. Bapak Yusuf Affandi Lc, M.Sos selaku Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang telah memberikan motivasi dan semangat untuk menyelesaikan skripsi ini.

4. Ibu Desi Syafriani, M.A selaku pembimbing sekaligus Dosen Pembimbing Akademik yang telah meluangkan waktu dan fikiran, memberikan ilmunya, motivasi, memberi bimbingan dan pengarahan dalam penyelesaian skripsi ini.

Terimakasih kesediaan Ibu yang selalu sabar dalam menghadapi kecerobohan dan kurang teliti dalam membuat skripsi ini.

5. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan motivasi kepada penulis.

6. Kakak kandung penulis Yoji Rahmi Pratiwi dan Pipit yang selalu mendoakan dan memberikan penulis motivasi dalam menyelesaikan perkuliahan ini.

7. Abang kandung Andi Muhammad yang selalu memberi semangat dalam menyelesaikan skripsi ini.

(7)

terimakasih telah menjadi penyemangat dan penghibur diwaktu membuat skripsi ini.

10. Seluruh Sahabat KPI A, yang telah bersama dari awal semester hingga akhir semester.

11. Serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang juga telah memberikan dorongan serta bantuan selama Skripsi ini

(8)

HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING PENGESAHAN TIM PENGUJI

ABSTRAK

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ...1

B. Fokus Masalah ...8

C. Rumusan Masalah ...8

D. Tujuan Penelitian ...8

E. Manfaat Penelitian ...9

F. Penjelasan Judul ...10

G. Sistematika penulisan ...12

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 14

A. Dakwah ...14

B. Media Sosial...24

C. Tinjauan Umum Tentang Instagram ...35

D. Instagram Sebagai Media Dakwah ...42

E. Minat Dakwah Masyarakat ...43

F. Model Komunikasi ...43

G.Penelitian Relevan ...53

BAB III METODE PENELITIAN ... 56

A. Jenis Penelitian ...56

B. Waktu dan tempat Penelitian ...57

C. Populasi dan Sampel ...57

D. Instrumen Penelitian ...57

E. Teknik Sampling ...61

(9)

BAB IV HASIL PENELITIAN ... 69

A. Hasil Penelitian ...69

1. Profil Ustad Abdul Somad Official ...69

2. Gambaran Umum Subyek Penelitian ...71

B. Penyajian Data ...71

1. Frekuensi Jawaban Responden ...72

2. Uji Validitas ...112

2. Uji Reabilitas ...115

C. Analisis Data ...116

D. Pengujian Hipotesis ...118

E. Pembahasan Hasil Penelitian ...119

BAB V KESIMPULAN ... 120

A. Kesimpulan ...120

B. Saran ...121 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

(10)

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Variabel X Tabel 4.2 Hasil Uji Validitas Variabel Y Tabel 4.3 Hasil Uji Reabilitas Variabel X Tabel 4.4 Hasil Uji Reabilitas Variabel Y

Tabel 4.5 Tingkat Korelasi dan Kekuatan hubungan Tabel 4.6 Correlation

(11)

Gambar 4.2 Diagram Frekuensi Saya Menggunakan Instagram

Gambar 4.3 Diagram Frekuensi Saya Menggunakan Instagram Lebih Dari 3 Kali Sehari

Gambar 4.4 Diagram Frekuensi Saya Mengunjungi Akun Dakwah Yang Ada Di Instagram Lebih Dari 30 Menit Salam Sehari

Gambar 4.5 Frekuensi Saya Mengikuti Atau Memfollow Akun Instagram Ustad Abdul Somad Official

Gambar 4.6 Frekuensi Saya Mengunjungi Akun Ustad Abdul Somad Official Setiap Hari

Gambar 4.7 Frekuensi Saya Menggunakan Instagram Ketika Memiliki Waktu Luang

Gambar 4.8 Frekuensi Saya Menggunakan Instagram Lebih Dari Satu Jam Gambar 4.9 Frekuensi Saya Menggunakan Instagram Melalui Smartphone Gambar 4.10 Frekuensi Saya Pernah Mengunjungi Akun Dakwah Yang Ada Di

Instagram Lebih Dari 30 Menit

Gambar 4.11 Frekuensi Saya Pernah Mengunjungi Akun Instagram Ustad Abdul Somad Official Lebih Dari 30 Menit

Gambar 4.12 Frekuensi Saya Menyukai Akun Yang Memposting Akun Dakwah Gambar 4.13 Frekuensi Di Instagram Terdapat Akun Yang Memposting Konten

Dakwah

Gambar 4.14 Frekuensi Saya Merasa Tertarik Dengan Konten Postingan Akun Dakwah Yang Menyentuh Hati Dan Pikiran Saya

Gambar 4.15 Frekuensi Saya Menyukai Akun Yang Memposting Konten Dakwah Yang Dikemas Secara Kreatif Dan Menarik

Gambar 4.16 Frekuensi Akun Instagram Ustad Abdul Shomad Official Memposting Konten Dakwah Yang Sangat Bermanfaat

Gambar 4.17 Frekuensi Konten Dakwah Di Instagram Ustad Abdul Shomad Official Mengandung Nilai Akidah, Syariah Dan Akhlak

(12)

Gambar 4.20 Frekuensi Konten Akun Instagram Ustad Abdul Shomad Official Di Design Dengan Baik

Gambar 4.21 Frekuensi Saya Merasa Puas Dengan Tampilan Yang Dimiliki Akun Instagram Ustad Abdul Shomad Official

Gambar 4.22 Frekuensi Saya Menyukai Positingan Yang Ada Di Instagaram Gambar 4.23 Frekuensi Saya Menyukai Postingan Dakwah Yang Menyentuh

Hati Dan Pikiran Saya

Gambar 4.24 Frekuensi Saya Menyukai Psotingan Dakwah Yang Memberikan Suatu Nasihat

Gambar 4.25 Frekuensi Saya Menyukai Postingan Dakwah Yang Diupload Oleh Akun Instagram Ustad Abdul Shomad Official

Gambar 4.26 Frekuensi Saya Pernah Berkomentar Di Salah Satu Postingan Dakwah Yang Ada Di Instagram

Gambar 4.27 Frekuensi Saya Menuliskan Komentar Jika Dirasa Postingan Tersebut Memiliki Kekurangan Atau Kelebihan

Gambar 4.28 Frekuensi Saya Pernah Berkomentar Disalah Satu Postingan Akun Instagram Ustad Abdul Shomad Official

Gambar 4.29 Frekuensi Saya Pernah Membagikan Postingan Dakwah Yang Ada Di Instagram

Gambar 4.30 Frekuensi Saya Pernah Membagikan Postingan Yang Di Upload Oleh Akun Instagram Ustad Abdul Shomad Official

Gambar 4.31 Frekuensi Saya Pernah Membagikan Postingan Akun Instagram Ustad Abdul Shomad Official Ke Pengguna Media Sosial Lainnya Gambar 4.32 Frekuensi Saya Pernah Membagikan Postingan Akun Instagram

Ustad Abdul Shomad Official Di Status Atau Story Media Sosial Saya

Gambar 4.33 Frekuensi Saya Membagikan Konten Dakwah Akun Instagram Ustad Abdul Shomad Official Yang Mengandung Nilai Akidah Gambar 4.34 Frekuensi Saya Membagikan Konten Dakwah Akun Instagram

Ustad Abdul Shomad Official Yang Mengandung Nilai Syariah

(13)

Gambar 4.37 Frekuensi Postingan Dakwah Akun Instagram Ustad Abdul Shomad Official Saya Bagikan Unutk Memberi Nasihat

Gambar 4.38 Frekuensi Saya Membagikan Postingan Dakwah Akun Instgram Ustad Abdul Shomad Official Untuk Berbagi Ilmu

Gambar 4.39 Frekuensi Saya Membagikan Postingan Dakwah Akun Instagram Ustad Abdul Shomad Official Unutk Menyiarkan Islam

Gambar 4.40 Frekuensi Membagikan Postingan Dakwah Akun Instagram Ustad Abdul Shomad Official Sama Dengan Melakukan Dakwah

(14)

Lampiran 3 Kisi-kisi Variabel dan Instrumen Penelitian Lampiran 4 Data Tabulasi Responden

(15)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Teknologi informasi pada saat ini telah memiliki beberapa kemajuan, yaitu membuat pesan dapat tersebar dengan sangat mudah tanpa kita sadari. Teknologi informasi pada saat ini telah banyak merubah dunia menjadi dunia baru yang memiliki interaksi baru dengan fasilitas jaringan baru tanpa batas1. Hal tersebut dikarenakan komunikasi dan media komunikasi semakin berkembang dengan adanya internet. Internet atau interconnected networking2 ini merupakan serangkaian jaringan komputer yang terhubung melalui beberapa rangkaian3.

Internet yang kini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat memiliki dampak yaitu internet memunculkan berbagai macam jejaring sosial yakni suatu struktur sosial yang terbentuk oleh individu maupun kelompok organisasi yang terikat oleh satu atau lebih dari nilai sosial, tema, pikiran, gagasan dan lain sebagainya.

Jejaring sosial era kini juga didukung oleh media online. Media online tersebut dapat dikatakan sebagai media sosial. Media sosial mendukung interaksi sosial dengan menggunakan teknologi internet yang berbasis web maupun smartphone android.

1 Pardianto, “Meneguhkan Dakwah Melalui New Media”, Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol.03 No.01 Juni 2013, h.23

2 Moh. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2004), h.420

3 Master Dukom, Menjadi Master Internet dalam Hitungan Menit, (Bekasi: Dunia Komputer, 2011), h.5

(16)

Feno mena saat ini banyaknya masyarakat yang dengan mudah dapat mengakses dan membuat akun dibeberapa media sosial dan menggunakan media sosial sebagai sarana untuk berkomunikasi dan menyebarkan informasi4. Berbagai jenis informasi yang didapatkan maupun disebarkan oleh masyarakat berupa life style, lelucon, fashion, hobi hingga dakwah islami.

Internet memudahkan untuk mengakses Al-Qur’an, Hadis dan buku keagamaan. Berbagai komunitas Islam pun telah menyadari betapa pentingnya untuk memiliki sebuah website yang dapat bermanfaat sebagai media untuk dakwah dan mengenalkan komunitas ke seluruh masyarakat.

Penyebaran dakwah melalui internet dapat memiliki kelebihan dengan jangkauan luas yang tak terbatasi oleh ruang dan waktu.

Dengan banyaknya jenis informasi yang didapatkan maupun disebarkan oleh masyarakat, membuat masyarakat yang sebagian besar merupakan pengguna media sosial merasa nyaman sehingga banyak yang menggunakan internet dan media sosial sebagai salah satu kebutuhan.

Media sosial juga memiliki banyak fitur yang didukung dengan versi smartphone android yang canggih saat ini. Instagram merupakan salah satu aplikasi atau software atau fitur media sosial yang tersedia pada smartphone android. Instagram juga dapat diakses melalui web namun tidak dapat leluasa penggunaannya seperti melalui smartphone Android.

Semenjak munculnya Instagram hingga saat ini telah menjadikan Instagram media sosial yang telah dikenal oleh banyak orang ataumasyarakat

4 Merry Magdalena, Situs Gaul, Gak Cuma Buat Ngibul, (Jakarta: Gramedia, 2009), h.6

(17)

pengguna internet karena keunggulannya serta daya tariknya hingga keseluruh penjuru dunia. Fungsi utama Instagram yaitu sebagai sarana mengunduh gambar, mengambil gambar, menerapkan filter gambar digital, dan hasilnya dapat dibagikan ke berbagai media sosial. Oleh sebab itu Instagram dapat disebut juga dengan microbloging.

Masyarakat di Indonesia yang menggunakan Instagram bukan hanya sekedar mengunggah foto yang menunjukkan tren gaya hidup mereka dalam kegiatan sehari-hari, sebagian pengguna Instagram di Indonesia juga sudah memanfaatkannya sebagai media untuk dakwah.

Instagram juga dapat digunakan sebagai media untuk mengembangkan syiar keagamaan Islam dalam bentuk gambar dan disertai tulisan-tulisan bahkan dalil-dalil dalam menyebarkan dakwah. Melalui media sosial Instagram, masyarakat yang merupakan penggunanya dapat menuliskan pesan-pesan melalui jejaring sosial. Instagram juga merupakan media sosial yang banyak diminati oleh masyarakat saat ini.

Di Instagram, masyarakat dapat mengunggah gambar dan memberi keterangan atau caption atau deskripsi pada gambar yang akan diunggah.

Maka dari itu, Instagram juga dapat digunakan sebagai tempat menyampaikan pesan dakwah berupa gambar serta deskripsi yang menyajikan pesan dakwah yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadits untuk mengubah cara berpikir, perasaan, dan cara hidup seseorang.

(18)

Sebagaimana yang disebutkan dalam Firman Allah SWT QS. An-Nahl ayat 125 :

مُهْلِد َٰج َو ۖ ِةَنَسَحْلٱ ِةَظِع ْوَمْلٱ َو ِةَمْك ِحْلٱِب َكِ بَر ِليِبَس ٰىَلِإ ُعْدٱ ِه ىِتَّلٱِب

َى

َكَّبَر َّنِإ ۚ ُنَسْحَأ ۖ ۦِهِليِبَس نَع َّلَض نَمِب ُمَلْعَأ َوُه

نيِدَتْهُمْلٱِب ُمَلْعَأ َوُه َو

Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik ”5.

Instagram adalah salah satu media sosial yang paling banyak digunakan. Menurut penelitian yang dilakukan We Are Social, perusahaan media asal Inggris yang bekerja sama dengan Hootsuite, rata-rata orang Indonesia menghabiskan tiga jam 23 menit sehari untuk mengakses media sosial. Dari laporan berjudul "Essential Insights Into Internet, Social Media, Mobile, and E-Commerce Use Around The World" yang diterbitkan tanggal 30

Januari 2020, dari total populasi Indonesia sebanyak 265,4 juta jiwa, pengguna aktif media sosialnya mencapai 130 juta dengan penetrasi 49 persen. Dalam survei media sosial paling banyak diakses di Indonesia berdasarkan klaim pengguna Instagram menempati posisi ketiga dengan persentase 38 %. Secara global, total pengguna Internet menembus angka empat miliar pengguna. Untuk pengguna media sosialnya, naik 13 persen dengan pengguna year-on-year mencapai 3,196 miliar (Riset Ungkap Pola Pemakaian Medsos Orang Indonesia, 2020, dalam https://tekno.kompas.com , diakses pada tanggal 01 April 2021).

5 Al-Qur’an dan Terjemahan, Departemen Agama, RI, Surat An Nahl ayat 125, ( Solo, Abyan, 2016 ),h. 281

(19)

Instagram memiliki banyak fitur didalamnya seperti instagram TV, instagram story, highlights, video, foto dsb. Dengan instagram yang memiliki banyak fitur-fitur menarik seharusnya kita bisa menyalurkan hobi, kreatifitas di dunia fotografi, bisa berbelanja online, bahkan berdakwah dan bisa melakukan hal-hal yang bermanfaat dengan fiturnya. Namun penggunaan instagram belum bisa digunakan dengan baik oleh sebagian penggunanya.

Berdasarkan studi yang dilakukan Royal Society For Public Health Inggris (RSPH) mengutip laman CNBC tahun 2020, dalam survei dengan 1.500 responden berusia 14-24 tahun, ditemukan bahwa instagram membuat anak muda merasa harga dirinya rendah, kondisi tubuh yang buruk, dan kurang tidur. Hal ini dikarenakan platform sangat fokus pada citra diri, bagi anak muda tentu ini membuat mereka cemas (Instagram sering bikin anak muda depresi ketimbang medsos lain, 2020, dalam https://www.liputan6.com diakses pada tanggal 30 Januari 2020). Sedangkan menurut KOMINFO pada tahun 2020 facebook dan instagram mendapatkan laporan sebanyak 1.375 terkai konten negatif (Konten facebook dan instagram paling negatif di dunia medsos, 2020, www.lazone.id diakses pada tanggal 01 April 2021).

Dakwah adalah suatu proses mengajak, menyeru, dan membimbing umat manusia untuk berbuat baik dan mengikuti petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya. Usaha tersebut dilakukan dengan sengaja dan perencanaan matang baik dilakukan individu atau organisasi dengan sasaran umat perorangan atau sekelompok orang (masyarakat) agar mereka mengetahui, mengimani dan mengamalkan ajaran Islam dalam semua aspek kehidupan. Karena hal itu,

(20)

maka dakwah bukanlah pekerjaan yang dipikirkan dan dikerjakan sambil lalu saja melainkan suatu pekerjaan yang telah diwajibkan bagi setiap pengikutnya6. Dakwah yang dimulai sejak zaman nabi mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Mulai dari da’i, mad’u, maupun metode-metode yang digunakan. Perkembangan dakwah ini tidak terlepas dari pengaruh perkembangan zaman, kemajuan teknologi bahkan mengharuskan dakwah dikemas secara lebih efesiensi dan mudah.

Dakwah dan teknologi adalah suatu yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini jika berpijak pada konsep dakwah kontemporer yang mudah diterima oleh kalangan masa kini. Teknologi bukan sesuatu yang dilarang, meskipun dimasa Rasulullah belum ditemukan adanya teknologi yang berkembang pesat dewasa ini. Perkembangan dakwah perlu memperhatikan perkembangan teknologi, agar sesuatu yang dihadirkan mudah diterima, dan tidak ketinggalan zaman.

Walaupun tidak semua teknologi informasi yang berkembang dewasa ini bersifat positif, ada kelebihan dan kekuranganya bagi kehidupan umat manusia.

Di era modern ini, untuk mengajarkan atau mensyiarkan agama Islam bisa dengan memanfaatkan media televisi, media radio, media surat kabar, smartphone Android, audio-video visual, DVD, bahkan internet juga dapat digunakan sebagai media yang memberikan kemudahan serta praktis dalam mengetahui berbagai macam persoalan keagamaan. Seperti pada zaman sekarang banyak sekali umat Islam yang menggunakan Instagram

6 Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah. (Jakarta: Amzah, 2009 ). h. 25

(21)

sebagai sarana untuk dakwah. Seperti yang diketahui bahwa didalam Instagram banyak sekali yang membuat akun dakwah dengan menggunakan konten dakwah Islami yang sesuai nilai prinsip dakwah yakni akidah, akhlak dan syariah.

Konten dakwah yang ada di Instagram berasal dari interpretasi masyarakat yang memahami ajaran-ajaran agama Islam. Salah satu akun Instagram yang digunakan untuk dakwah yakni akun Ustad Abdul Somad Offcial. Di dalam akun Ustad Abdul Somad Offcial terdapat banyak postingan dakwah berupa foto, gambar, dan potongan video dakwah dari kegiatan yang dilakukan Ustadz Abdul Shomad dalam kesehariannya.

Oleh sebab itu, ketika seseorang yang sedang mengakses akun Instagram Ustad Abdul Somad Offcial ini secara tidak langsung melihat dan membaca poster dakwah yang diunggah atau di posting dan hal tersebut dapat dikatakan proses terjadi komunikasi antara pemberi pesan atau informasi yakni admin dari akun tersebut dengan penerima informasi yakni orang atau akun pengguna yang telah mengakses akun Instagram tersebut.

Dengan banyaknya masyarakat yang menggunakan media sosial terutama Instagram, maka muncul fenomena dimana seseorang dapat mengunduh foto yang diunggah oleh akun lainnya dan kemudian disebarkan ke pengguna media sosial lainnya. Peneliti melihat dari salah satu postingan Akun Instagram Ustad Abdul Somad Official pada tanggal 5 April 2020 yang melihat postingan video ini 436.617 tayangan dengan yang menyukai 83.919 yang membuat masyarakat juga lebih sering Membagikan (

(22)

repost ) konten dakwah ini yang dirasa sangat bermanfaat dan kemudian

disimpan dalam galeri smartphone untuk diri sendiri.

Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang dipaparkan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengkajinya lebih dalam dengan judul “ Pengaruh Akun Instagram Ustad Abdul Somad Offcial Terhadap Minat Dakwah Masyarakat “

B. Fokus Masalah

Dalam melaksanakan penelitian, penulis memfokuskan masalah pada Pengaruh Akun Instagram Ustad Abdul Somad Offcial Terhadap Minat Dakwah Masyarakat.

C. Rumusan Masalah

Sebagaimana telah dijelaskan di latar belakang penelitian yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana Profil akun Ustad Abdul Somad Offcial ?

2. Apakah ada minat dakwah masyarakat setelah mengikuti akun Ustad Abdul Somad Offcial ?

3. Apa pengaruh dari akun Instagram Ustad Abdul Somad Offcial terhadap minat dakwah masyarakat ?

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan yang dikaji lebih lanjut untuk mengetahui arah penelitian yang ingin dicapai adalah:

1. Untuk mengetahui tentang profil akun Ustad Abdul Somad Offcial

(23)

2. Untuk mengetahui minat dakwah masyarakat setelah mengikuti akun Ustad Abdul Somad Offcial

3. Untuk mengetahui pengaruh dari akun instagram Ustad Abdul Somad Offcial terhadap minat dakwah masyarakat

E. Manfaat Penelitian

Manfaat atau kegunaan dari penelitian ini adalah:

1. Manfaat Teoritis

Dalam dilaksanakan penelitian ini, diharapkan dapat memiliki manfaat teoritis sebagai berikut :

a. Untuk memperluas serta meningkatkan wawasan keilmuan tentang dakwah melalui media sosial Instagram yang bermanfaat bagi progam studi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

b. Untuk meningkatkan minat mahasiswa prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negri Bukittinggi untuk membentuk suatu komunitas yang berdakwah melalui Instagram.

2. Manfaat Praktis

Dalam dilaksanakan penelitian ini, diharapkan dapat memiliki manfaat praktis sebagai berikut:

a. Dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bahwa media sosial Instagram juga dapat digunakan sebagai media dakwah yang kreatif untuk semua orang serta dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya.

(24)

b. Dapat dijadikan sebagai penambah pengetahuan serta wawasan dan pengalaman peneliti terkait dengan penggunaan media sosial Instagram-sebagai- media dakwah.

F. Penjelasan Judul

1. Pengaruh akun instagram Ustad Abdul Somad Official

Pengaruh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang”7. Berdasarkan pengertian pengaruh tersebut penelitian ini menggunakan subjek pada minat dakwah masyarakat.

Akun Instagram merupakan data pribadi mengenai seseorang yang sekurang-kurangnya terdiri dari username dan password yang digunakan untuk login media sosial Instagram sebagai alat komunikasi pengirim pesan suara, pesan teks, pesan gambar, bahkan video dengan cepat8.

Ustad Abdul Somad Official merupakan sebuah akun instagram yang memposting kegiatan sehari-hari Ustad Abdul Shomad, yang aktif dalam kegiatan dakwah, baik itu dalam bentuk dakwah kunjungan, foto dakwah dan gambar – gambar dakwah yang memberikan bukti nyata dari dakwah itu sendiri. Ustad Abdul Shomad memiliki akun Instagram

7 Hasan Alwi, dkk, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Balai Pustaka, 2005), h.849

8 Abila Aprilia, Instgaram Sebagai Ajang Eksistensi Diri ( Studi Fenomenologi Mengenai Pengguna Instagram Sebagai Ajang Eksistensi Diri Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unpas), Skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, (Bandung: Universitas Pasundan, 2015), h.

26

(25)

dengan nama ustadzabdulsomad_official. Saat ini akun Instagram ustadzabdulsomad_official memiliki jumlah kurang lebih dari 4,9 Juta followers atau pengikut dan 74 following atau yang diikuti.

Akun instagram Ustad Abdul Somad Official ini sering mengunggah kegiatan yang dilakukan oleh Ustad Abdul Shomad seperti potongan ceramah Ustad Abdul Shomad, perjalanan dakwah ke kampung – kampung terdalam, ajakan untuk berwakaf untuk tempat ibadah dan belajar, dan bersedekah yang sesuai dengan ajaran pokok Islam yakni akidah, syariah, akhlak dan muamalah.

2. Minat Dakwah Masyarakat

Minat adalah suatu keadaan dimana seseorang mempunyai perhatian terhadap sesuatu dan disertai keinginan untuk mengetahui dan mempelajari maupun membuktikan lebih lanjut. Sedangkan menurut Witherington minat adalah kesadaran seseorang terhadap suatu objek, seseorang, suatu soal atau situasi tertentu yang mengandung sangkut paut dengan dirinya atau dipandang sebagai sesuatu yang sadar9.

Dakwah menurut Jamaluddin Kafie merupakan suatu sistem kegiatan dari seseorang, kelompok, atau segolongan umat Islam yang menyampaikan pesan dalam bentuk persuasi dan doa dengan ikhlas yang menggunakan strategi dan metode tertentu. Sehingga dakwah sendiri memiliki maksud yaitu keinginan untuk melakukan kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan

9 Fahmi Gunawan dan Heksa Biopsi Puji Hastuti, Senarai Penelitian Pendidikan, Hukum, dan Ekonomi di Sulawesi, (Yogyakarta: Deepublish, 2018), h.3

(26)

taat kepada Allah SWT sesuai dengan garis akidah, syariah dan akhlak Islam10.

Masyarakat dalam istilah bahasa Inggris adalah society yang berasal dari kata Latin socius yang berarti (kawan). Istilah masyarakat berasal dari kata bahasa Arab syaraka yang berarti (ikut serta dan berpastisipasi)11.

Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul atau dalam ilmiah dapat disebut saling berinteraksi. Fenomena interaksi sosial online saat ini merupakan salah satu karakteristik dari yang disebut dengan masyarakat informasi. Perubahan masyarakat yang dulunya hanya mengenal interaksi sosial secara nyata (face to face)12, kini sudah berinteraksi melalui media online.

Karena interaksi online tersebut masyarakat kini telah menjadi masyarakat informasi pengguna internet. Dalam media sosial yang disebut sebagai followers atau pengikut termasuk masyarakat informasi, karena telah menjadi pengguna internet yang setiap harinya mendapatkan informasi dari media sosial. Sebagaimana salah satu media sosial yakni Instagram juga memiliki fitur followers atau pengikut.

G. Sistematika penulisan

Gambaran seluruhnya dari proposal ini secara umum dapat peneliti sajikan dalam sistematika pembahasan sebagai berikut:

10 Moh. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, (Jakarta : Prenadamedia Group, 2004), h.15

11 Nurdiah Hanifah, Sosiologi Pendidikan, (Sumedang: UPI Sumedang Press, 2016), h.20

12 Shiefti Dyah Alyusi, Media Sosial : Interaksi, Identitas dan Modal Sosial , (Jakarta :Prenadamedia Group, 2016), h.23-24.

(27)

BAB I Berisikan tentang Latar belakang masalah, Fokus masalah, Rumusan masalah, Tujuan dan kegunaan penelitian, Penjelasan judul, Sistematika penulisan

BAB II Berisikan tentang Dakwah, Media sosial, Tinjauan Umum tentang instagram, instagram sebagai media dakwah, Penelitian relevan, Minat dakwah masyarakat, Model komunikasi

BAB III Berisikan tentang Jenis penelitian, Waktu dan tempat penelitian, Populasi dan sampel, Instrumen penelitian, Teknik sampling, Variabel dan indikator variabel, Teknik pengumpulan data, Teknik analisa data

BAB IV Berisikan tentang Deskripsi objek penelitian, Penyajian data, Analisis data, Pengujian hipotesis, Pembahasan hasil penelitian BAB V Kesimpulan dan Saran

(28)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Dakwah

1. Pengertian Dakwah

Islam adalah agama yang berisi dengan petunjuk- petunjuk agar manusia secara individual menjadi manusia yang baik, beradab, dan bekualitas, selalu berbuat baik sehingga mampu membangun sebuah peradaban yang maju, sebuah tetanan kehidupan yang manusiawi dalam arti kehidupan yang adil, maju bebas dari berbagai ancaman, penindasan dan berbagai kekhawatiran. Agar mencapai yang diinginkan tersebut diperlukan apa yang dinamakan dakwah13.

Dakwah sangatlah identik dengan Islam, bahkan Islam disebut sebagai agama dakwah. Maksudnya adalah agama yang disebarluaskan dengan cara damai, tidak lewat kekerasan. Walaupun ada terjadi peperangan dalam sejarah Islam, baik di zaman Nabi Muhammad Saw masih hidup atau di zaman sahabat dan sesudahnya, peperangan itu bukanlah dalam rangka menyebarkan atau mendakwahkan Islam, tetapi dalam rangka mempertahankan diri umat Islam atau melepaskan masyarakat dari penindasan penguasa tirani. Dalam Islam setiap peperangan yang dilakukan umat Islam untuk menyebarkan ajaran Islam.

Dalam beberapa kasus peperangan yang dimenangkan oleh umat Islam di

13Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah. (Jakarta: Amzah, 2009 ). h. 20

(29)

masa Nabi Muhammad Saw hidup, Nabi sendiri tidak pernah memaksa penduduk daerah yang ditundukan atau orang dikalahkan untuk masuk Islam.

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa sulit memisahkan dakwah dengan Islam karena Islam berkembang lewat dakwah. Karena pentingnya itulah, maka dakwah bukanlah pekerjaan yang dipikirkan sambil lalu saja melainkan suatu pekerjaan yang telah diwajibkan bagi setiap pengikutnya.

Ditinjau dari etimologi atau bahasa, kata dakwah berasal dari bahasa Arab, yaitu da’a, yad’u, da’watan, artinya mengajak, menyeru memanggil. Sedangkan orang yang melakukan seruan atau ajakan disebut da’i. Sedangkan dakwah secara terminologi menurut Quraish Shihab, dakwah adalah seruan atau ajakan kepada keinsyafan atau usaha mengubah situasi kepada situasi yang lebih baik dan sempurna, baik terhadap pribadi maupun masyarakat. Perwujudan dakwah bukan sekedar usaha peningkatan pemahaman dalam tingkah laku dan pandangan hidup saja, tetapi juga menuju sasaran yang lebih luas. Apalagi pada masa sekarang ini, ia harus lebih berperan menuju kepada pelaksanaan ajaran Islam secara lebih menyeluruh dalam berbagai aspek14.

Menurut Ibnu Taimiyah dakwah merupakan suatu proses usaha untuk mengajak agar orang beriman kepada Allah, percaya dan menaati apa yang telah diberitakan oleh rasul serta mengajak agar dalam

14 Muhammad Aziz. Ilmu Dakwah. ( Jakarta : Prenada Media 2004 ) h. 32

(30)

menyembah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya. Dari banyaknya definisi-definisi para ahli tentang dakwah menurut Samsul Munir Amin disimpulkan bahwa prinsip dakwah adalah15 :

a. Dakwah itu merupakan suatu aktivitas atau usaha yang dilakukan dengan sengaja atau sadar.

b. Usaha dakwah tersebut berupa ajakan kepada jalan Allah dengan al- amar bi al-mar’ruf an-nahyu an al-munkar.

c. Usaha tersebut dimaksudkan untuk mencapai cita-cita dari dakwah itu sendiri yaitu menuju kebhagiaan manusia di dunia maupun di akhirat.

2. Tujuan Dakwah

Dakwah merupakan suatu rangkaian kegiatan atau proses, dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. Tujuan ini dimaksud untuk memberi arah atau pedoman bagi gerak langkah kegiatan dakwah. Apalagi ditinjau dari segi pendekatan sistem (sistem approach), tujuan dakwah merupakan salah satu unsur dakwah. Dimana antara unsur dakwah yang satu dengan yang lain saling membantu, saling mepengaruhi, dan saling berhubungan.

Dengan demikian tujuan dakwah sebagai bagian dari seluruh aktivitas dakwah sama pentingnya dengan unsur-unsur lain, seperti subjek dan objek dakwah, metode dan sebagainya. Bahkan lebih dari itu tujuan dakwah sangat menentukan dan berpengaruh terhadap penggunaan metode dan media dakwah,

15Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah. (Jakarta: Amzah, 2009 ). h. 35

(31)

sasaran dakwah sekaligus strategi dakwah juga berpengaruh olehnya (tujuan dakwah).

Tujuan dakwah adalah mewujudkan masyarakat Islam yang merealisasikan ajaran agama Islam secara komprehensif dengan cara yang benar dalam menghadapi tantangan zaman.

Dakwah bertujuan mewujudkan masyarakat Islam yang berserah diri kepada Allah dalam segala aspek kehidupan manusia dengan sepenuh jiwa, jadi dakwah berusaha mewujudkan masyarakat beriman (mu’min) secara utuh dan sempurna, bukan masyarakat yang setengah-setengah atau masyarakat munafiq.

Adapun tujuan dakwah menurut Samsul Munir Amin, pada dasarnya dapat dibedakan dalam dua macam tujuan, yaitu16 :

a. Tujuan umum dakwah (mayor objective)

Tujuan umum dakwah (mayor objective) merupakan sesuatu yang hendak dicapai dalam seluruh aktifitas dakwah. Merupakan tujuan dakwah yang masih bersifat umum dan utama.

b. Tujuan khusus dakwah (minor objective)

Tujuan khusus dakwah merupakan perumusan tujuan dan penjabaran dari tujuan umum dakwah. Tujuan ini dimaksud agar dalam pelaksanaan seluruh aktivitas dakwah dapat jelas diketahui kemana

16 Wahyu Ilahi , Komunikasi Dakwah. ( Bandung : PT Remaja Rosdakarya. 2010 ) h. 37

(32)

arahnya, ataupun jenis kegiatan apa yang hendak dikerjakan, kepada siapa berdakwah, dengan cara apa, bagaimana, dan sebagainya secara terperinci.

3. Unsur unsur dakwah

Dalam proses kegiatan dakwah ada banyak unsur yang terlibat, baik yang secara langsung mempengaruhi jalannya proses dakwah ataupun menghabat proses dakwah. Unsur-unsur dakwah tersebut adalah :

a. Subjek Dakwah

Subjek dakwah adalah orang yang menyampaikan pesan dakwah disebut dengan da’i atau komunikator. Subjek dakwah sangatlah menentukan keberhasilan aktifitas dakwah, maka hendaklah seorang da’i mampu menjadi penggerak dakwah yang profesional. Subjek dakwah dapat berupaindividu ataupun berupa lembaga-lembaga dakwah .

b. Objek Dakwah

Objek dakwah atau mad’u adalah seluruh umat manusia tanpa kecuali, baik pria maupun wanita, beragama maupun belum beragama, pemimpin maupun rakyat biasa. Seluruh manusia merupakan objek dakwah karena hakekat diturunkannya agama Islam dan kerisalahan Rasulullah Saw itu berlaku secara universal untuk seluruh manusia tanpa memandang kepada warna kulit, asal usul, keturunan, daerah tempat tinggal, pekerjaan dan lain-lain.

(33)

c. Materi Dakwah

Materi dakwah adalah semua bahan atau sumber yang dipergunakan atau yang disampaikan oleh da’i kepada mad’u dalam kegiatan dakwah, untuk menuju kepada tercapainya tujuan dakwah. Materi dakwah menurut Aminuddin Sanwar secara garis besar terbagi menjadi tiga bidang diantaranya adalah aqidah, syariah, dan akhlak.

4. Media Dakwah

a. Pengertian Media Dakwah

Media dakwah merupakan alat yang digunakan untuk menghubungkan pesan yang disampaikan oleh pendakwah kepada mad’unya17. Menurut Mahmudin, untuk menyampaikan pesan dakwah, da’i dapat menggunakan berbagai macam media dakwah, baik itu media modern (media elektronik) maupun media tradisional18.

Media dakwah sebagai salah satu unsur sekaligus merupakan unsur tambahan dalam kegiatan dakwah. Menurut Gerlach dan Ely dalam buku Arsyad bahwa secara garis besar media meliputi manusia, materi dan lingkungan yang membuat orang lain memperoleh pengetahuan, keterampilan.

b. Jenis – jenis Media Dakwah

17Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah,(Jakarta :Prenadamedia Group, 2004), h. 357

18 Pardianto, “Meneguhkan Dakwah Melalui New Media”, Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol.03 No.01 Edisi Juni 2013, h.23

(34)

Media dakwah memiliki beberapa jenis yaitu sebagai berikut19 : 1) Media Auditif

Media auditif merupakan media yang hanya berupa suara.

Berikut yang termasuk media audit a) Radio

Radio merupakan media yang memiliki kelebihan arus komunikasi yang bersifat langsung, tidak mengenal jarak dan rintangan, biasanya relatif lebih murah, tidak terhambat oleh kemampuan baca dan tulis, dan mampu menjangkau daerah- daerah terpencil.

b) Cassete/Tape Recorder.

Cassete atau Tape Recorder merupakan media yang memiliki kemampuan untuk merekam suara. Maka dari itu media ini dapat digunakan sebagai media dakwah karena dapat merekam suara pendakwah sehingga para mad’u dapat mendengarkannya kapan pun dan dimana pun.

2) Media Visual

Media visual merupakan media pandangan atau media yang dapat dilihat. Berikut yang termasuk media visual :

a) Pers

19 Moh. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, ( Jakarta : Prenadamedia Group, 2004 ) h. 403

(35)

Media pers memiliki pengaruh yang amat besar.

Media pers juga dapat dijadikan sebagai media dakwah karena media pers merupakan media yang membentuk opini dari berbagai macam kalangan masyarakat yang memiliki fungsi untuk menghibur, mendidik, mempengaruhi dan menyampaikan informasi kepada khayalak.

b) Majalah

Media ini memiliki kekuatan yang sama seperti surat kabar. Dan kini telah banyak beredar majalah dakwah islam yang mempublikasikan mengenai keagamaan atau keislaman.

c) Surat

Media Surat saat ini telah berupa surat elektronik, email atau sarana kirim mengirim surat menggunakan jalur internet. Surat dapat dijadikan sebagai media untuk dakwah seperti yang dicontohkan oleh Nabi Saw. pada masa Nabi Saw. Surat disampaikan oleh kurir. Dan sekarang surat sudah bisa melalui pos atau Internet.

d) Poster atau Plakat

Poster atau plakat merupakan karya seni desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Dakwah dengan menggunakan

(36)

poster harus memiliki nilai daya tarik dan ingatan untuk mad’unya.

e) Buku

Dakwah dengan buku adalah inventasi masa depan.

Boleh jadi penulisnya telah wafat, tetapi ilmunya terus dibaca lintas generasi dan memberikan pahala yang mengalir. Semua pendakwah saat ini tidak akan bisa mengetahui apalagi mengutip ucapan Rasulullah Saw. jika tidak ada pendakwah melalui buku pada masa sebelumnya.

f) Internet

Internet memiliki kelebihan dalam penyampaian informasi dengan cepat hal tersebut telah menjadi komoditi primer dan sumber kekuatan yang dimiliki oleh internet. Arus komunikasi internet dapat menyebabkan informasi mengalir begitu pesatnya tanpa peduli batas wilayah yang dimiliki oleh suatu negara. Maka dari itu dengan menggunakan media internet dakwah dapat memainkan perannya dalam menyebarkan informasi keIslaman ke penjuru dunia tanpa mengenal waktu dan tempat. Tidak hanya itu, dakwah menggunakan internet juga dapat menyediakan informasi dan data yang berguna memudahkan umat untuk berkarya.

(37)

g) Brosur

Brosur sebagai media dakwah yang mengulas sebuah topik secara singkat. Dakwah menggunakan media brosur, pamflet atau buklet sering dibagikan di pintu-pintu masjid untuk dibaca di dalam masjid dan dapat diberikan kepada jama’ah sehingga dapat dibaca di rumah. Media ini efektif dalam menggiring massa untuk tujuan tertentu.

3) Media Audio Visual

Media Audio Visual yakni media yang dipandang dan didengarkan. Atau media yang berupa gambar dan suara. Berikut yang termasuk media audio visual :

a) Televisi

Televisi bagi kebanyakan masyarakat Indonesia dijadikan sarana hiburan dan sumber informasi utama.

Dakwah menggunakan media televisi dapat bermanfaat secara efektif karena jangkauan dakwah akan lebih luas dan menimbulkan kesan keagamaan yang mendalam

b) Film

Media dakwah dengan menggunakan film memiliki keunikan tersendiri secara psikologis, penyuguhan dakwah secara hidup akan tampak berlanjut

(38)

dengan animasi yang memiliki keunggulan daya efektifnya terhadap penonton. Dengan menggunakan media film, dapat mengurangi keraguan yang diperlihatkan dan lebih mudah diingat.

c) Sinema Elektronik

Dakwah melalui sinema Elektronik merupakan penyajian sinetron bernuansa dakwah. Sinetron lebih dikenal dengan sandiwara bersambung yang ditayangkan oleh stasiun televisi. Contoh sinetron bernuasa dakwah di Indonesia antara lain sinetron yang berjudul Takdir Ilahi, Hidayah, Hikmah dan lain sebagainya.

d) Cakram Padat

Cakram Padat atau CD adalah sebuah piringan optikal yang digunakan untuk menyimpan data secara digital. Dengan menggunakan media cakram padat model- model dakwah bisa direkam dalam CD seperti: Shalawat Nabi Saw., ceramah agama, alunan ayat suci Al-Qur’an, dan CD mempelajari agama Islam.

B. Media Sosial

1. Definisi Media Sosial

Media sosial adalah keniscayaan sejarah yang telah membawa perubahan dalam proses komunikasi manusia. Proses komunikasi yang

(39)

selama ini dilakukan hanya melalui komunikasi tatap muka, komunikasi kelompok, komunikasi massa, berubah total dengan perkembangan teknologi komunikasi dewasa ini, khusunya internet. Perubahan tersebut akan membawa konsekuensi-kosenkuensi proses komunikasi. Proses komunikasi yang terjadi membawa kosekuensi di tingkat individu, organisasi dan kelembagaan20.

Pada dasarnya media sosial merupakan hasil dari perkembangan teknologi baru yang ada di internet, dimana para penggunanya bisa dengan mudah untuk berkomunikasi, berpartisipasi, berbagi dan membentuk sebuah jaringan di dunia virtual, sehingga para pengguna bisa menyebarluakan konten mereka sendiri. Menurut Heidi Cohen media sosial terus berubah atau berkembang seiring dengan perkembangan pengguna media sosial itu sendiri. Hal ini lantaran didukung oleh fakta bahwa media sosial berkaitan dengan teknologi dan platform yang memungkinkan pembuatan konten pada web interaktif sehingga terjadi kolaborasi dan pertukaran pesan secara bebas antara pengguna.

2. Karakteristik media sosial

Media sosial merupakan salah satu jenis dari media cyber, walaupun demikian antara media sosial dan media cyber memiliki karakteristik yang jauh berbeda. Namun dalam media sosial ada karakteristik khusus yang dimana karakteristik tersebut tidak dimiliki oleh

20 Bambang Dwi Atmoko. Instagram Handbook. ( Jakarta : Media Kita. 2012 ) h. 15

(40)

media cyber. Media sosial memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki oleh media lainnya. adapun karakteristik media sosial diantaranya21.

a. Jaringan

Jaringan adalah sebuah teknologi seperti komputer yang berguna untuk menghubungi antara komuputer dengan perangkat keras lainnya. koneksi seperti jaringan diperlukan agar terjadi komunikasi antara pengguna komputer yang saling terhubung. Akan tetapi, kata jaringan telah berkembang dari hanya sebatas istilah yang digunakan dalam teknologi komputer menjadi istilah yang digunakan dalam kajian budaya maupun sosial. Karakter dari media sosial adalah membentuk jaringan diantara penggunanya. Walaupun kenyataannya antar pengguna itu saling kenal ataupun tidak kenal di dunia nyata, akan tetapi munculnya media sosial telah membentuk medium para pengguna untuk saling terhubung melalui teknologi.

b. Informasi

Informasi menajadi bagian penting dalam media sosial, karena berbeda dengan media cyber lainnya, dimana pengguna media sosial mereprentasikan identitasnya, memproduksi konten, dan melakukan interaksi sesuai dengan informasi yang ada. Dalam media sosial informasi menjadi sebuah komoditas dalam masyarakat informasi, karena informasi diproduksi, dipertukarkan, dan dikonsumsi sehingga

21 Arif Syaifulloh .Cyberdakwah Sebagai Media Alterntif Dakwah. ( IAIN Sultan Amai.

Gorontalo: Jurnal Islamika. 2012 ) h. 80

(41)

menjadikan informasi itu komoditas bernilai dalam bentuk baru dan kapitalisme. Informasi menjadi komoditas yang dikonsumsi oleh penguna media sosial, karena komoditas tersebut dibentuk oleh antar pengguna itu sendiri dengan cara memproduksi dan medistribusikannya. Dari kegiatan konsumsi tersebut maka antar pengguna media sosial telah membentuk sebuah jaringan yang secara sadar maupun tidak telah menjadi institusi masyarakat berjejaring.

c. Arsip

Arsip menjadi bagian penting dalam media sosial, karena arsip ini yang akan menjadikan sebuah informasi tersimpan dan bisa diakses kapan pun dan melalui perangkat apa pun. Sebagai contoh dari setiap informasi yang diunggah ke instagram, informasi tersebut tidak akan hilang dan akan terus tersimpan, sehingga mudah untuk diakses kembali. Banyak informasi yang bisa diakses dimedia sosial, mulai dari data pribadi pengguna, kumpulan foto atau video pengguna, lokasi mana saja yang pernah dikunjungi oleh pengguna, hingga siapa saja orang yang berteman dengan pengguna di media sosial. Inilah kekuatan atas media sosial, sebagai salah satu jenis dari media cyber, yang tidak hanya membentuk jaringan antar pengguna, tapi juga memberikan informasi serta memiliki arsip untuk diakses dengan mudah.

(42)

d. Interaksi

Karakter dasar media sosial adalah untuk membentuk jaringan antar pengguna. Jaringan tersebut tidak hanya untuk mendapatkan pertemanan atau pengikut saja, tetapi juga harus membangun interaksi antar pengguna.

Pada media sosial interaksi sering terjadi biasanya berbentuk saling memberikan tanda atau mengomentari, misal seperti tanda hati

“Like” di instagram atau komentar-komentar pada sebuah foto atau video yang diunggah, atau membagi ulang “Repost” konten yang diunggah dengan pengguna lainya baik dengan menggunakan media sosial yang sama atau dengan jenis media sosial yang berbeda.

Interaksi merupakan proses yang terjadi diantara pengguna dan perangkat teknologi. Kehadiran teknologi dan perangkatnya telah menjadikan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari- hari, bahkan telah menjadi semacam apa yang disebut digital technologies have become integral parts of our everyday live.

e. Simulasi Sosial

Media sosial memiliki karakter sebagai media guna berlangsungnya aktivitas masyarakat dalam dunia virtual. Seperti layaknya masyarakat dalam dunia virtual. Seperti layaknya masyarakat disebuah negara, di media sosial pun terdapat aturan serta etika yang

(43)

mengikat penggunanya. Aturan tersebut ada karena teknologi ataupun muncul karena interaksi di antara sesama pengguna.

Untuk memahami makna simulasi, bisa ditelusuri dari karya Jean Baudrilland, Simulations and Simularca. Baudrilland mengungkapkan gagasan simulasi bahwa kesadaran akan yang nyata

“real” di benak khalayak semakin berkurang dan tergantikan dengan realitas semu. Kondisi ini disebabkan oleh imaji yang disajikan media secara terus- menerus. Khalayak seolah-olah tidak bisa membedakan antara yang nyata dan yang ada di layar. Khalayak seolah- olah berada diantara realitas dan ilusi sebab tanda yang ada di media sepertinya telah terputus dari realitas.

Untuk memperjelas bagaimana konsep simularka ini terjadi di media sosial, apa yang digambarkan oleh Tim Jordan bisa menjasi contoh awal. Ketika berinteraksi dengan pengguna harus melalui antarmuka (interface) di media sosial, pengguna harus melalui dua kondisi. Pertama, pengguna harus melakukan koneksi untuk berada di ruang cyber.

Koneksi ini merupakan prosedur standar yang harus dilakukan oleh semua pengguna ketika memanfaatkan media sosial, yakni log in atau masuk ke dalam akun media sosial dengan sebelumnya menuliskan nama pengguna (username) serta kata kunci (password).

Semua fasilitas baru bisa diakses ketika pengguna telah melakukan log

(44)

in dan sebaliknya. Contoh pengguna tidak bisa berkomunikasi melalui fasilitas di instagram kepada jaringan teman-temannya ketika telah logout. Inilah apa yang disebut Jordan sebagai “their own individualized place”.

Kedua, ketika berada di media sosial, pengguna kadang melibatkan keterbukaan dalam identitas diri sekaligus mengarahkabagaimana individu tersebut mengidentifikasikan atau mengkonstruksi dirinya di dunia virtual.

Pengguna instagram harus memasukan informasi dirinya seperti nama dan kontak personal. Informasi ini tidak hanya bisa diakses oleh pemilik akun, tetapi juga bisa dibaca oleh semua orang yang terkoneksi kesitus jejaring sosial. Kondisi inipun bisa menyertakan prasyarat pertama bahwa setiap khalayak yang ingin menjadi pengguna di media sosial diberikan semacam formulir digital untuk diisi dengan identitas dirinya untuk mendapatkan akun di media sosial.

3. Jenis jenis Media Sosial

Media sosial memiliki berbagai macam jenis sesuai dengan fungsi dan konten apa yang disebarkan, adanya yang berbentuk tulisan pribadi,

(45)

foto, video, dan sebagainya. Namun Kaplan dan Haenlein membagi jenis media sosial menjadi 6, yaitu22 :

a. Proyek Kolaborasi

Proyeksi kolaborasi ialah jenis media sosial ini bisa memungkinkan penggunanya untuk membuat konten secara bersama- sama. Contohnya wikipedia, dimana setiap pengguna bisa membuat konten, atau bisa mengubah dan menghapus konten yang sudah ada. b. Blog

Blog merupakan jenis media sosial yang didalamnya pengguna bisa mengunggah tulisan pribadinya. Blog ini bentuknya situs pribadi yang berisikan kumpulan konten yang dianggap menarik seperti tulisan keseharian dari pengguna.

c. Komunitas konten

Komunitas konten merupakan jenis media sosial yang membuat penggunanya bisa membagikan konten baik berupa tulisan, gambar ataupun video. Contohnya youtube yang membuat penggunanya bisa membagikan konten berupa video.

d. Situs jejaring sosial

22 Bambang Dwi Atmoko. Instagram Handbook. ( Jakarta : Media Kita. 2012 ) h. 25

(46)

Situs jejaring sosial adalah jenis media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk berhubungan dengan pengguna lain dengan cara saling berinteraksi, seperti pengiriman pesan, gambar ataupun video. Contohnya instagram, facebook, path dan lain sebagainya.

e. Virtual game world

Virtual game world adalah jenis media sosial yang

membuat penggunanya untuk saling berinteraksi dengan menggunakan avatar pribadi. Setiap penggunanya bisa muncul dalam bentuk avatar dan saling berinteraksi seperti dalam dunia nyata. Contohnya game online.

f. Virtual social world

Virtual social world merupakan jenis media sosial yang

penggunanya bisa memanipulasi kehidupan nyata melalui internet dan penggunanya hidup dalam dunia virtual, dan merasakan nuansa tiga dimensi.

g. Microblogging

Tidak jauh berbeda dengan blog ataupun jurnal online, microblogging adalah jenis media sosial yang memfasilitasi

penggunanya untuk menulis dan mempublikasikan aktivitas dan pendapatnya. Kehadiran jenis media sosial ini berawal dari munculnya twitter yang bisa menyediakan ruang bagi pengunanya

(47)

hanya 140 karakter. Sama seperti media sosial lainnya, di twitter penggunanya bisa menjalin komunikasi, menyebarkan informasi, mempromosikan pendapatnya, membahas suatu isu dengan pengguna lainnya.

h. Social bookmarking

Social Bookmarking atau penanda sosial ini adalah jenis

media sosial yang berguna untuk mengorganisasikan, menyimpan, mengelola dan mencari informasi di dunia online. Informasi yang diberikan di media sosial ini hanyalah sebagai pengantar yang nantinya pengguna akan diarahkan pada tautan informasi yang lengkap.

Cara kerja sosial media ini seperti lemari katalog diperpustakaan yang menyediakan berbagai macam informasi terkait buku dengan nomor panggilnya. Beberapa contoh dari penanda sosial ini adalah delicious.com, stumbleupon.com, digg.com, reddit.com, dan untuk di Indonesia ada lintasme.

4. Ciri khalayak di Media Sosial

Kata khalayak sangat erat kaitannya dengan istilah penerima dalam proses komunikasi massa yang dibentuk oleh para peneliti di bidang media. Khalayak merupakan istilah yang dipahami oleh para pengguna media sebagai deskripsi yang jelas atas diri mereka sendiri. Konsep khalayak menunjukan adanya sekelompok pendengar atau penonton yang memiliki perhatian, reseptif, namun relatif pasif yang kurang lebih

(48)

bersifat publik

Windahl dan Signitzer mendefinisikan khalayak atau audience, menurut para peneliti komunikasi massa sebagai individu yang dengan kesadarannya akan memilih media dan pesan yang ingin diaksesnya.

Khalayak juga bisa didefinisikan sesuai dengan keinginan pengirim pesan itu (defined by the sender), sesuai dengan keinginan pengirim pesan itu (defined by the audience members), dan tergantung media yang digunakan (defined by media use.

Sebagai ciptaan manusia, masyarakat maya menggunakan seluruh metode kehidupan masyarakat nyata juga sebagai model yang dikembangkan didalam segi-segi kehidupan maya seperti, membangun interaksi sosial dan kehidupan kelompok, membangun stratifikasi sosial, membangun kekuasaan, wewenang dan kepemimpinan, membangun sistem kejahatan, kontrol-kontrol sosial, dan sebagainya.

Maka, dengan penjelasan dari berbagai sumber diatas mengenai khalayak, penulis dapat menyimpulkan bahwa yang menjadi ciri khalayak di media sosial adalah :

a. Khalayak bersifat aktif, khalayak bebas berinteraksi, memproduksi konten hingga mendistribusikannya. Berbeda dengan media tradisional yang khalayaknya pasif dimana khalayak hanya menerima pesan.

b. Khalayak sebagai produsen, dimana khalayak dapat babas membuat konten-koten dalam media sosial dan dapat mendistribusikannya.

(49)

Berbeda dengan media tradisional, khalayak hanya dapat menikmati konten yang disugguhkan (konsumen).

c. Khalayak sebagai konsumen, dimana khalayak tidak hanya membuat tetapi juga dapat mengkonsumsi konten-konten yang dibuat oleh pengguna lain sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.

C. Tinjauan Umum Tentang Instagram

1. Pengertian Instagram

Instagram berasal dari campuran kata insta dan telegram. Kata “insta”

berasal dari kata “instan” yang menggambarkan kamera polaroid atau bisa dikenal dengan sebutan “foto instan”. Instagram menampilkan foto-foto secara instan yang terlihat seperti hasil dari kamera polaroid. Sedangkan untuk kata “gram”

berasal dari kata “telegram” yang menggambarkan cara kerjanya sepertitelegram yang dapat mengirimkan informasi atau pesan kepada orang lain dengan cepat23.

Maka dari itu Instagram dapat mengunggah foto dengan menggunakan jaringan internet, sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima dengan cepat. Jadi, instagram merupakan sebuah aplikasi yang menggunakan internet untuk membagikan foto maupun video dengan disertakan teks atau keterangan yang mendeskripsikan tentang foto dan video tersebut. Instagram juga dapat dikatakan photo sharing yakni media massa yang sangat populer saat ini karena memiliki nilai tambah dalam hal filter atau efek.

23 M. Nisrina, Bisnis Online, Manfaat Media Sosial Dalam Meraup Uang , (Yogyakarta:

Kobis, 2015) h.137

(50)

Instagram sendiri masih merupakan bagian dari facebook yang memungkinkan teman facebook pengguna mem-follow akun instagram pengguna lainnya. Makin populernya Instagram sebagai aplikasi yang digunakan untuk membagi foto membuat banyak pengguna yang terjun ke bisnis online turut mempromosikan produk-produknya melalui Instagram.

Bagi seseorang yang ingin menggunakan Instagram, pengguna terlebih dahulu harus membuat akun atau sign up pada aplikasi Instagram.

Akun atau Account merupakan data tentang seseorang yang minimal terdiri dari username dan password. Sebagai contoh akun itu seperti email, facebook, blogger, atau yang lainnya.

Akun memiliki tujuan tertentu misalnya untuk mengirim pesan yang dapat berupa teks atau file gambar, suara, atua video. Lebih jelasnya akun digunakan untuk berkomunikasi. Dengan itu, dapat disimpulkan bahwa Akun Instagram merupakan data tentang seseorang atau calon pengguna yang akan menggunakan aplikasi Instagram minimal terdiri dari username dan password yang bertujuan untuk mempermudah tujuan untuk mengirim pesan yang berupa teks, gambar dan video kepada pengguna Instagram lainnya.

2. Sejarah Munculnya Instagram

Pendiri Instagram ada dua, yang pertama Kevin Systrom atau yang biasa dikenal sebagai orang yang berkecimpung di dunia Aplikasi (app). Kevin Systrom bergabung di Google selama dua tahun dengan tugas mengurus Gmail dan kemudian bekerja di tim pengembangan korporat.

(51)

Kevin Systrom meluncurkan startup teknologi pertamanya atas dorongan keinginannya untuk mengembangkan sesuatu yang pemiliknya merupakan dirinya sendiri. Karena Kevin Systrom memiliki latar belakang sebagai seorang pemogram, dia mampu mengelolanya secara baik dengan memanfaatkan potensi mobile dan ledakan besar App yang fokus pada check-in berbasis lokasi.

Dan pada akhirnya dia terjun ke dalam dengan sebuah website yang bernama Bubrn.com.30 Pendiri yang kedua bernama Mike Krieger. Mike tinggal di Brazil dan kemudian pada tahun 2004 ia memutuskan pindah ke Amerika Serikat untuk belajar tentang teknik di Stanford University. Dia bergabungndengan startup Superhero Meeb sebuah platform chat yang berbasis mesin jelajah dengan popularitas yang meledak24.

Kevin Systrom dan Mike Krieger memutuskan untuk lebih fokus pada satu hal saja. Setelah satu minggu mereka mencoba untuk membuat sebuah ide yang bagus, pada akhirnya mereka membuat sebuah versi pertama dari Burbn namun di dalamnya masih ada beberapa hal yang belum sempurna.

Versi Burbn yang sudah final, aplikasi yang sudah dapat digunakan iPhone yang hasilnya terlalu banyak dengan fitur-fitur yang ada, dan memulai lagi dari awal, namun akhirnya mereka hanya memfokuskan pada bagian foto, komentar, dan juga kemampuan untuk menyukai sebuah foto. Itulah yang akhirnya menjadi Instagram.

24 Jubilee Enterprise, 100 Aplikasi Android Paling Dahsyat , (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2013) h.6

(52)

Instagram dapat digunakan di iPhone, iPaad atau iPod Touch dan telepon genggam Android dan Windows 8. Aplikasi ini dapat diunduh melalui Apple App Store, Google Play Store dan Microsoft Store.

3. Fitur – fitur Instagram

Fitur-fitur yang dimiliki Instagram yakni sebagai berikut:

a. Pengikut (Followers)

Instagram memiliki sistem pengikut, dimana sebuah akun dapat memiliki pengikut maupun pengikut (mengikuti) pengguna akun lainnya. Dengan adanya pengikut, akun terjalin komunikasi antara sesama pengguna Instagram jika sebuah akun mengunggah foto atau video, pengguna lainnya dapat merespon dengan like ataupun komentar. Jumlah like dan komentar dapat manjadikan foto atau video populer

b. Menggunggah Foto (upload/posting foto)

Mengunggah dan berbagi foto atau video merupakan fungsi utama dari Instagram. Foto atau video yang diunggah didapatkan melalui kamera langsung ataupun yang sudah tersimpan di dalam galeri foto sebuah device atau smartphone.

(53)

c. Kamera

Instagram dapat mengambil foto atau video secara langsung melalui fitur kamera dan dapat disimpan di device pengguna.

Tersedia efek-efek yang dapat mengatur warna foto sesuai keinginan pengguna.

d. Efek Foto

Pada awalnya, Instagram hanya memiliki 15 efek yang dapat digunakan untuk menyunting foto sesuai keinginan pengguna.

Sampai 2016 jumlah efek di Instagram meningkat menjadi 23 efek, yaitu: Clarendon, Gingham, Moon, Lark, Reyes, Juno, Slumber, Crema, Ludwig, Aden, Perpetua, Amaro, Mayfair, Rise, Hudson, Valencia, X-Pro II, Sierra, Willow, Lo-Fi, Inkwell, Hefe, dan Nashville.

e. Judul Foto atau Keterangan Foto (Caption)

Setelah Proses editing, foto akan dibawa ke halaman selanjutnya, dimana foto akan diberi keterangan lebih lanjut menggunakan teks. Pengguna bisa mendeskripsikan foto yang diunggah menggunakan fitur caption, menyebutkan mention pengguna lain dengan menggunakan Arroba (@), dan memberi hashtag (#).

(54)

f. Arroba

Seperti layaknya media sosial lain seperti Twitter dan Facebook, Instagram memiliki fitur arroba (@) untuk

menyinggung atau menyebut pengguna lainnya di Instagram.

Pengguna dapat menyebutkan atau menyinggung pengguna lain di kolom caption, komentar dan share. Menyebutkan atau menyinggung pengguna lain dimaksudkan untuk berkomunikasi dengan pengguna tersebut terkait dengan foto atau video yang diunggah.

g. Geotagging

Di bagian lain dalam halaman yang sama dengan caption, pengguna akan menemui fitur geotagging, dimana pengguna dapat memasukkan lokasi dimana foto atau video diambil maupun diunggah.

h. Jejaring sosial

Dalam berbagi foto atau video, pengguna tidak hanya dapat melakukannya di Instagram saja, melainkan dapat terunggah pula ke akun sosial media lainnya yang terhubung dengan halaman Instagram pengguna. Pengguna perlu mensinkronkan akun sehingga jika pengguna mengunggah foto atau video di salah satu sosial media, maka sosial media lainnya secara otomatis akan mengunggah hal yang sama.

Gambar

Gambar 3.1 salah satu postingan Akun Instagram UAS
Gambar 4.1 Logo Akun Instagram Ustad Abdul Shomad Official  Ustadz Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A, Ph.D., atau  lebih  dikenal  dengan  Ustaz  Abdul  lahir  di  Silo  Lama,  Asahan,  Sumatera  Utara  pada  18  Mei  1977
Tabel 4.2  Hasil Uji Validitas Y  Minat Dakwah Masyarakat  Instrumen  Total  r Tabel  Keterangan Pearson  Correlation  Y1  0,209  0,279  Tidak Valid  Y2  0,613  0,279  Valid  Y3  0,364  0,279  Valid  Y4  0,408  0,279  Valid  Y5  0,504  0,279  Valid  Y6  0,
Tabel 4.6  Correlations

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian adalah mengaplikasikan desain motif batik baru khas Kalimantan Timur sesuai dengan selera dan keinginan konsumen pada elemen dekorasi dan

dikembangkan oleh organisasi Islam yang bergerak di bidang pendidikan Mu’allimat Muhammadiyah : Sekolah Pendidikan Guru Agama untuk. wanita yang dikembangkan oleh

Dari persamaan tersebut dapat diartikan yaitu Konstanta sebesar 3,390, mengandung arti bahwa nilai koefisien variabel tingkat kepuasan adalah sebesar 3,390 Koefisien regresi X

Data diagram diatas dapat dijelaskan bahawa responden yang menjawab sangat setuju terhadap pernyataan menggunakan instagram untuk memperoleh hiburan ialah sebanyak

Pada pernyataan 7 didapat rata-rata dari semua responden sebesar 3,17, hal ini menandakan bahwa semua responden menjawab Sangat Setuju bahwa di perusahaan tersebut

Dengan demikian, maka knowledge base dari beberapa bad smell yang lain juga dapat dimodelkan dengan teknik yang sama seperti yang telah dicontohkan selama bad smell

Objek penelitian ini adalah materi kemampuan menyimak (buku teks yang dibacakan guru), sumber data yang diperoleh, yaitu media film animasi dalam meningkatkan

Ustadz Abdul Somad dalam menyampaikan materi dakwah, ustadz Abdul Somad menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Hal itu ditegaskan oleh pendapat Tokoh MWCNU