DIREKSI
PT. PERIKANAN NUSANTARA (PERSERO)
Jalan Hasyim Ashari No. 17 A Jakarta - 10130 Telp. 021 - 6332162, Fax. 021 - 6332163
PERJANJIAN PENGADAAN KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PERBAIKAN KAPAL, PEMBANGUNAN SARANA PENDINGIN DAN PEMBANGUNAN PABRIK PADA PT PERIKANAN NUSANTARA (PERSERO)
ANTARA
PT PERIKANAN NUSANTARA (PERSERO)
DENGAN
PT SURVEYOR INDONESIA (PERSERO)
Nomor: DIR/l/Dirut/02S/yix/2016
Pada hari ini Senin tanggal Dua Puluh Enam bulan September tahun Dua ribu enam belas (26-09-2016) di Jakarta, telah dibuat Perjanjian Pengadaan Konsultan Manajemen Konstruksi Perbaikan Kapal, Pembangunan Sarana Pendingin dan Pembangunan Pabrik pada PT Perikanan Nusantara (Persero). "Perjanjian" oleh
dan antara :
I. PT PERIKANAN NUSANTARA (PERSERO), yang didirikan berdasarkan
Akta Perseroan Terbatas "Perusahaan Perseroan (Persero) PT PerikananNusantara" Nomor 8 & 9, tanggal 8 Mei 2006 dibuat di hadapan Muhammad Hanafi, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor C-16842.HT.01.04 TH 2006 tanggal 9 Juni 2006, serta telah diumumkan di dalam Tambahan Berita Negara Nomor 79 tertanggal 3 Oktober 2006, sebagaimana terakhir kali diubah dengan Akta Nomor 10 tanggal 18 Juli 2016 yang dibuat di hadapan R.M. Soediarto Soenarto, Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana tertuang dalam suratnya Nomor AHU- AH.01.03-0065424 tanggal 20 Juli 2016, dalam hal ini diwakili oleh USMAN
PERDANAKUSUMA, selaku Direktur Utama PT Perikanan Nusantara
(Persero) berdasarkan SK Menteri BUMN Nomor 194/MBU/10/2015 tanggal 22 Oktober 2015 berkedudukan di Jakarta, Jalan Hasyim Ashari No. 17 A, Jakarta Pusat, dengan demikian telah sah serta memenuhi syarat bertindak
Paraf
Pihak Pertama Pihak Kedua
H >%^ Halaman 1 dari 16
D1REKSI
PT. PERIKANAN NUSANTARA (PERSERO) Jalan Hasyim Ashari No. 17 A Jakarta - 10130
Telp. 021 - 6332162, Fax. 021 - 6332163
PERJANJIAN PENGADAAN KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PERBAIKAN KAPAL, PEMBANGUNAN SARANA PENDINGIN DAN PEMBANGUNAN PABRIK PADA PT PERIKANAN NUSANTARA (PERSERO)
Pada hari ini Senin tanggal Dua Puluh Enam bulan September tahun Dua ribu enam belas (26-09-2016) di Jakarta, tclah dibuat Perjanjian Pengadaan Konsultan Manajemen Konstruksi Perbaikan Kapal, Pembangunan Sarana Pendingin dan Pembangunan Pabrik pada PT Perikanan Nusantara (Persero). "Perjarnian" oleh dan antara :
1. PT PERIKANAN NUSANTARA (PERSERO), yang didirikan berdasarkan Akta Perseroan Terbatas "Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perikanan Nusantara" Nomor 8 & 9, tanggal 8 Mei 2006 dibuat di hadapan Muhammad Hanafi, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, yang telah mempcroleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor C-l6842.11P 01.04 TH 2006 tanggal 9 Juni 2006, serta telab diumumkan di dalam Tambahan Berita Negara Nomor 79 tertanggai 3 Oktober 2006, sebagaimana terakhir kali diubah dengan Akta Nomor 10 tanggal 18 Juli 2016 yang dibuat di hadapan R.M. Soediarto Soenarto, Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana tertuang dalam suratnya Nomor AHU- AH.01.03-0065424 tanggal 20 Juli 2016, dalam ha! ini diwakili oleh USMAN PERDANAKUSUMA, selaku Direktur Utama PT Perikanan Nusantara (Persero) berdasarkan SK Menteri BUMN Nomor 194/MBL /10/2015 tanggal 22 Oktober 2015 berkedudukan di Jakarta, Jalan Hasyim Ashari No. 17 A, Jakarta Pusat, dengan demikian telah sah serta memenuhi syarat bertindak
ANTARA
PT PERIKANAN NUSANTARA (PERSERO)
DENGAN
PT SURVEYOR INDONESIA (PERSERO)
Nomor : DIR/l/Dirut/025^lX/2016
Paraf
I'ihak Pertama i Pihak Kedua
1 talaman 1 Jar 16
untuk dan atas nama PT Perikanan Nusantara (Persero), selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
PT SURVEYOR INDONESIA (PERSERO), Suatu Badan Usaha Milik Negara yang didmkan bersasarkan Hukum Indonesia dengan Akta Notaris Muhani Salim, SH di Jakarta No.154 tanggal 29 Juli 1991, dan telah mcndapatkan pengesahan Menteri Kehakiman RI No. C2-7104 HT.01.01Th 91 tanggal 26 No /ember 1991, dan telah diubah terakhir dengan Akta Notaris Vera D i Rochyati, SH, MKn di Jakarta No. 29 tanggal 28 Juni 2011, dan telah rnendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Rl No. AHIJ-45606 A.H.01.02 Tahun 2011 tanggal 19 September 2011, dan Akta Notaris Surjadi, SH, di Jakarta No.02 tanggal 1 Juli 2016, Berkedudukan dan berkantor di Jakarta, Graha Surveyor Indonesia Lt. 4 - 11, Jl. Gatot Subroto Ka^ 56 Jakarta 12950, dalam hal ini diwakili oleh Zain Hasmi Nasution, selaku Kepala Divisr Bisnis Infrastruktur berdasarkan Akta notaris Surjadi, SH., MKn MN di ^ k. "ta No. 08 tanggal 21 Juli 2016 serta Surat Keputusan Direksi No. SKD-002/DRU-VI/DSDM/2016 tanggal 07 Juni 2016 tentang penetapan jabatan saudara Zain Hasmi Nasution sebagai Kepala Di\ isi Bisnis, dengan demikian telah sah serta memenuhi syarat bertindak untuk dan atas nama PT Surveyor Indonesia (Persero), selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang selanjutnya disebut PARA PIHAK atari secara sendiri-sendiri disebut sebagai PIHAK, sebelumnya menerangk in hal- hal sebagai berikut:
a. balnva PIHAK PERTAMA adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di Bidang Perikanan, bermaksud untuk melaksanakan Pengadaan Konsultan Manajemen Konstruksi Perbaikan Kapal, Pembangunan Sarana Pendingin dan Pembangunan Pabrik pada PT Perikanan Nusantara (Persero).
b bahwa PIHAK KEDUA merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang survey, inspeksi, konsultansi dan jasa terkait yang memiliki sumber daya manusia dan kompetensi dibidangnya, sebagai pelaksana pekerjaan oleh PIHAK PERTAMA
Berdasarkan hai-hal tersebut di atas PARA PIHAK dengan itikad baik dan saling menguntungkan, menyatakan telah sepakat dan setuju untuk membuat Perjanjian ini dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut;
Paraf
Pihak Pertama ; Pihak Kedua
Halaman 2 dari 16
PT. PERI KAN AN NUSANTARA (PERSERO)
Pasal 1 DEFINISI
1. Perjanjian adalah Perjanjian ini yang dibuat oleh dan antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA, termasuk segala lampiran-lampiran yang merupakan satu kesatuan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan Perjanjian ini, tentang Pengadaan Konsultan Manajemon Konstruksi Perbaikan Kapal, Pembangunan Sarana Pendingin dan Pembangunan Pabrik pada PT Perikanan Nusantara (Persero)-
2. Pengadaan Jasa/Jasa adalah pelaksanaan Pengadaan Konsuitan Manajemen Konstruksi Perbaikan Kapal, Pembangunan Sarana Pendingin dan Pembangunan Pabrik pada PT Perikanan Nusantara (Persero) pada PT Perikanan Nusantara (Persero), sebagaimana diatur dalam Lampiran Perjanjian ini.
3 Pekerjaan adalah pelaksanaan pekerjaan jasa konsultan manajemen konstruksi pada proyek dengan dana PMN pada PT.Perikanan Nusantara (persero).
4. Berita Acara adalah berita acara penyerahan pekerjaan dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA yang hams ditandatangani oleh Pejabat vang menandatangani Kontrak Perjanjian.
5. Wilayah kerja Pengadaan adalah kantor pusat PT Perikanan Nusantara (persero), jalan Hasyim ashari No.l7A, Jakarta pusat
6 Wilayah kerja proyek adalah Kota Jakarta, Kota pemalang , Kota benoa, Kota Bitung, Kota Makasar, Kota Ambon, Kota Bacan , Kota Sorong.
7. Hari adalah perhitungan hari yang didasarkan pada perhitungan hari kalender.
8 Bagian Pengadaan Jasa/Jasa adalah Bagian yang berada dalam lingkungan kerja Pll iAK PERTAMA yang memiliki kewenangan dalam hal yang berk a i tan dengan lingkup Pengadaan Jasa/Jasa.
Par af
Pihak Pertama Pihak Kedua
Halaman 3 dan i 6
Pasal 2
DASAR PERJANJIAN
1. Dengan tidak mengesampingkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, secara khusus Perjanjian ini dibuat berdasarkan :
a. Buku Pedoman Peng; daan Jasa/Jasa dan Pengelolaan Aktiva Tetap PT Perikanan Musantara (Persero) yang ditetapkan melalui SK Direksi No.
'3/PN/A/VI/2008 tanggal 11 Juni 2008.
b. Surat Penaivaran Harga dan PT Surveyor Indonesia (Persero) Nomor ; SRT-045/INFRAS-VIII/ZHN/2016 tanggal 18 Agustus 2016 perihal Per awaran Ha ga Pekerjaan Jasa Konsultan Manajemen Konstruksi Perbaikan Kapal, Pembangunan Sarana Pendingin dan Pembangunan Pabrik pada nT Perikanan Musantara (Persero).
c. Berita Acara Mogosiasi dan Klarifikasi Pengadaan Konsultan Manajemen Konstruksi Perbaikan Kapal, Pembangunan Sarana Pendingin dan Pembangunan Pabrik Nomor : 124a/PN/PMN/VIII/2016 tanggal 30 Agustus 2b 16
d. Sura Penetapan Peme ang Nomor : DIR/l/Dirut/011/IX/2016 tanggal 16
^ep .ember 2016 atas i^ekerjaan Jasa Konsultan Manajemen Konstruksi Perbaikan Kapal, Pembangunan Sarana Pendingin dan Pembangunan Pabrik
e. Surat Perintah Kerja untuk Pekerjaan Jasa Konsultan Manajemen Konstruksi Perbaikan Kapal, Pembangunan Sarana Pendingin dan Pembangunan Pabrik Nomor ; DIR/l/Dirut/019A/IX/2016 tanggal 19 September 2016
2. Sepanjang tidak diatur selain dalam Perjanjian ini, maka semua ketentuan di bawah ini mengikat dan berlaku termasuk dan tidak terbatas pada setiap maupun seluruh lampiran maupun dokumen-dokumen persyaratan pekerjaan }ang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian mi.
Para/
Pihak Pertama Pihak Kedua
N "V a
Halaman 4 dari 16
PT. PERIKANAN NUSANTARA (PERSERO)
Pasal 3
LINGKUP PERJANJIAN
PIHAK PERTAMA menunjuk dan menetapkan PIHAK KEDUA untuk melaksanakan Pengadaan Konsultan Manajemen Konstruksi Perbaikan Kapal, Pembangunan Sarana Pendingin dan Pembangunan Pabrik pada PT Perikanan Nusantara (Persero). Untnk detail lingkup pekerjaan sebagai berikut:
1. Melakukan penyusunan desain perencanaan awal bersama tim teknis PT Perikanan Nusantara (Persero) beserta pengawasan pelaksanaan proyek pekerjaan
2. ola cukan pengkajian, koreksi dan perbaikan terhadap desain perencanaan awal untuk mendapatkan desain terbaik berupa gambar teknis, justifikasi teknis, perhitungan teknis maupun kebutuhan biaya sebagai dokumen keleng capan proses pengadaai .
3. Melaksanakan site visit pada masing - masing cabang berdasarkan kebutuna i investasi untuk mendapatkan data lengkap sebagai pendukung kajian perencanaan.
4. M lakukan pendampingar. Iclang dengan lingkup pekerjaan : a. Mempersiapkan dokumen Ida rg
b. Pendampingan proses lelang kontraktor c. Memb ntu penilaian peserta lelang
d. ATeng( valuasi desain y ang diajukan oleh masing - masing peserta lelang e. .dumber kan opini terhadap hasil akhir dari basil pengkajian dan evaluasi
Lerhi d seluruh peserta lelang.
5. Melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan kontraktor dan melaporkan perkembangan pekerjaan harian, mingguan dan bulanan.
Mempersiapkan tenaga dan pendukung sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di atas.
7. Menyu mn milestone program dan time table penyelesaian pekerjaan sesuai dengan kebut ihan pekerjaan di atas.
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 Perjanjian ini selama 180 (serahis delapan puluh) hari kalender, terhitung sejak penandatanganan SPK (Surat Perintah Kerja) oleh PARA PIHAK.
Pasal 4
JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Paraf
Pihak Periama Pihak Kedua
1 lalaman 5 dari 16
Pasal 5
BIAYA PEKERJAAN
Biaya pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Perjanjian ini yang hams dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA adalah sebesar Rp 1.950.619.000,- (Satu Milyar Sembilan Ratus Lima Puluh Juta Enam Ratus Sembilan Belas Ribu Rupiah) sudah termasuk PPN 10% dan pajak-pajak lainnya.
Pasal 6
TATA CARA PEMBAYARAN
1. Pembayaran biaya Pekerjaan Pengadaan Jasa sebagaimana tersebut pada Pasal 5 Perjanjian ini dibayarkan per termin berdasarkan progres pekerjaan, yaitu dalam 6 (enam) termin pembayaran yang telah disepakati oleh PARA PIHAK sebagai berikut:
a. Pembayaran Termin 1 pada bulan Oktober 2016 dibayarkan berdasarkan akumulasi bobot pekerjaan bulan September 2016 sampai Oktober 2016.
b. Pembayaran Termin 2 pada bulan Nopember 2016 dibayarkan berdasarkan akumulasi bobot pekerjaan bulan September 2016 sampai Nopember 2016 dikurangi dengan akumulasi pembayaran terakhir pada bulan sebelumnya.
c. Pembayaran Termin 3 pada bulan Desember 2016 dibayaiKan berdasarkan akumulasi bobot pekerjaan bulan September 2016 sampai Desember 2016 dikurangi dengan akumulasi pembayaran terakhir pada bulan sebelumnya.
d. Pembayaran termin 4 pada bulan Januari 2017 dibayarkan berdasarkan akumulasi bobot pekerjaan bulan September 2016 sampai Januari 2017 dikurangi dengan akumulasi pembayaran terakhir pada bulan sebelumnya.
Paraf
Pihak Pertama Pihak Kedua
PT. PERI KAN AN NUSANTARA (PERSERO)
e. Pembayaran termin 5 pada bulan Februari 2017 dibayarkan berdasarkan akumulasi bobot pekerjaan bulan September 2016 sampai Februari 2017 dikurangr dengan akumulasi pembayaran terakhir pada bulan sebelumnya.
f. Pembayaran Termin 6 pada bulan Maret 2017 dibayarkan berdasarkan akumulasi bobot pekerjaan bulan September sampai Maret dikurangi dengan akumulasi pembayaran terakhir pada bulan sebelumnya.
2. PIHAK PERT AM A akan membayar kepada PIHAK KEDUA apabila PIHAK KEDUA telah melengkapi dokumen penagihan yang berupa ;
a. Surat Tagihan (permohonan pembayaran);
b. Invoice;
c. Kwitansi bermeterai cukup;
d. Faktur pajak;
e. Salinan Perjanjian;
f. Laporan Progres Pekerjaan;
g. Jaminan pelaksanaan (termin pertama);
h. Berita Acara (termin terakhir).
1. PIHAK KEDUA wajib menyerahkan Jaminan Pelaksanaan Pekerjaan Pengadaan Jasa sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 Perjanjian ini kepada PIHAK PERTAMA sebesar 5% (lima persen) dari nilai Perjanjian yaitu sebesar Rp 97.530.950,- (Sembilan Puluh Tujuh Juta Lima Ratus Tiga Puluh Ribu Sembilan Ratus Lima Puluh Rupiah) dalam bentuk Bank Garansi/ performance bond yang dikeluarkan oleh Bank Umum Nasional yang terdaftar di Kementerian Keuangan.
2. Jaminan Pelaksanaan akan dikembalikan kepada PIHAK KEDUA setelah pekerjaan Pengadaan Jasa dimaksud selesai seluruhnya (100%) yang dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima.
Pasal 7
JAMINAN PELAKSANAAN
Paraf
Pihak Pertama Pihak Kedua
Halaman 7 dari 16
3. Jangka waktu jaminan pelaksanaa.n sama dengan jangka waktu pclaksanaan pekerjaan selama 180 hari kalender.
4. Apabila terjadi penambahan waktu yang dituangkan dalam addendum maka jangka waktu jaminan pelaksanaan akan diperpanjang sesuai waktu yang disepakati.
Pasal 8
HAK, KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB
1. PIHAK PERTAMA a. Hak:
1) PIHAK PERTAMA berhak untuk menerima penyelesaian pekerjaan sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Perjanjian ini sesuai dengan kebutuhan sebagaimana dalam lampiran Perjanjian ini.
2) PIHAK PERTAMA berhak menolak suatu hasil pekerjaan yang dinilai tidak memenuhi seluruh persyaratan teknis yang diminta, dan berhak meminta PIHAK KEDUA untuk memperbaiki dan mengganti seluruh pekerjaan yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan.
3) I'llIAK PERTAMA berhak untuk mendapatkan rekomendasi teknis secara tertulis terhadap metode pelaksanaan Pengadaan Konsultan Manajemen Konstruksi Perbaikan Kapal, Pembangunan Sarana Pendingin dan Pembangunan Pabrik pada PT Pcrikanan Nusantara (Persero).
4) Plf IAK PERTAMA berhak mendapatkan rekomendasi atas laporan pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
а) PIHAK PERTAMA berhak untuk meminta penjelasan/presentasi atas pelaksanaan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA yang dilakukan oleh konsultan.
б) PIHAK PERTAMA berhak untuk mendapatkan usulan - usulan, masukan dan saran dari PIHAK KEDUA mengenai hal - hal yang berkaitan denga implementasi dari perencanaan dengan metode kerja yang terbaik.
Par a/
Halaman 8 dari 16
PT. PERI KAN AN NUSANTARA (PERSERO)
7) PiHAK PERTAMA berhak untuk mendapatkan dokumen perencanaan, dokumen proses pelelangan dan dokumen pengawasan secara lengkap untuk masing - masing kegiatan.
b. Kewajiban dan tanggung jawab:
1) PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk melakukan pembayaran sesuai dengan nilai sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Perjanjian ini kepada PIHAK KEDUA.
2) PIHAK PERTAMA berkewajiban dan bertanggung jawab untuk menyampaikan data-data dan informasi terkait dengan spesifikasi dan standar pekerjaan maupun material lainnya.
3) PIHAK PERTAMA berkewajiban menyediakan tim pendamping (counterpart) yang menyampaikan data, informasi dan fasilitas Lempat kerja yang diperlukan oleh PIHAK KEDUA selama periode pekerjaan.
1) PIHAK KEDUA berhak untuk menerima pembayaran sebesar nilai sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Perjanjian ini.
2) PIHAK KEDUA berhak untuk mendiskusikan, memberikan saran dan/atau masukan kepada PIHAK PERTAMA dalam rangka optimalisasi pelaksanaan pekerjaan Pengadaan Jasa & Jasa.
b. Kewajiban dan tanggung jawab :
PIEIAK KEDUA berkewajiban dan bertanggung jawab untuk melaksanakan Pekerjaan Pengadaan yaitu :
It Melakukan review terhadap desain perencanaan awal dan memberikan masukan atau usulan penyempurnaan baik berupa gambar teknis, justifikasi teknis, perhitungan teknis maupun kebutuhan biaya kepada PT Perikanan Nusantara (Persero).
2) Melakukan pemeriksaan terhadap seluruh dokumen dan gambar untuk menentukan metode pengawasan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan, serta pengawasan dan pemeriksaan 2. PIHAK KEDUA
a. Hak:
Pihak Penama ^ Pi hak Kedua Pantf
Halaman 9 dan 16
kelengkapan dokumen shop drawing, sebelum dilakukan pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor.
3) Menetapkan Standard cjuality assurance sebagai pedoman pelaksanaan bagi kontraktor untuk menjamin tercapainya kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi.
4) Menerapkan format-format standar baik untuk pengawasan, pengendalian, maupun evaluasi sesuai dengan standar pelaksanaan pekerjaan.
o) iVTclakukan proses lelang untuk memilih & menetapkan bersama tim Pengadaan Jasa & jasa pihak vendor dan kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan pengadaaan barang & jasa termasuk pekerjaan sipil.
6) PIHAK KEDUA berkewajiban untuk menyerahkan laporan perencanaan, laporan proses pelelangan dan laporan pengauasan secara iengkap untuk masing - masing kegiatan.
1 111AK KEDUA dalam melaksanakan pekerjaan tidak diperkenankan mengalihkan kepada PIHAK KETIGA secara sebagian ataupun keseluruhan tanpa adanya ijln tertulis terlebih dahulu dari PIHAK PERTAMA.
1 enyerahan pekerjaan dilakukan setelah basil pekerjaan dinyatakan baik oleh PIHAK PERTAMA dan dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang ditandatangani oleh PARA PIHAK.
Pasal 9
I ARANGAN PENGALIHAN
Pasal 10
SERAH TERIMA PEKERJAAN
Paraf
Pihak Pcrtama Pihak Kedua
Halaman 10 dari 16
PT. PERIKANAN NUSANTARA (PERSERO)
Pasal 11
PENGAKHIRAN/PEMBATALAN PERJANJIAN
1. Perjanjian ini berakhir apabila :
a. Lewatnya jangka wakhi pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 Perjanjian ini;
b. Dibatalkan/diputuskan oleh PIHAK PERTAMA sccara sepihak dikarenakan 1'IHAK KEDUA telah menyerahkan pelaksanaan pekerjaan Pengadaan Jasa kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis terlcbih dahulu dari PIHAK PERTAMA;
c. Dibatalkan/diputuskan oleh PIHAK PERTAMA secara sepihak dikarenakan PIHAK KEDUA terbukti tidak mampu melaksanakan pekerjaan Pengadaan Jasa sebagaimana dipersyaratkan dalam lampiran Perjanjian ini;
d. Salah satu PIHAK bermaksud untuk mengakhiri Perjanjian sebelum berakhirnya jangka waktu, dengan ketentuan pihak yang akan mengakhiri Perjanjian hams memberitahukan secara tertulis kepada pihak lainnya.
2. Pembatalan/pengakhiran Perjanjian sebagaimana tersebut pada avat (1) Pasal ini tidak mengurangi hak dan kewajiban PARA PIHAK untuk menyelesaikan segala kewajiban vang timbul sebelum berakhirnya atau terjadinya pemba taL i n/pengakhiran terseb u t.
Dalam waktu selambat-lambatnya 1 (satu) minggu terhitung sejak diterimanya surat pemberitahuan pembatalan/pengakhiran Perjanjian PIHAK KEDUA diwajibkan menyerahkan seluruh fasilitas kerja milik PIHAK PERTAMA yang dipergunakan PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA dalam keadaan
4. Untuk pembatalan/pengakhiran Perjanjian ini, PARA PIHAK sepakat dan setuju pembatalan/pengakhiran tersebut tidak memerlukan perantaraan hakim dan oieh karona itu PARA PIHAK menyatakan dengan tegas mengesampingkan ketentuan Pasal 1266 dan Pasal 1267Kitab Undang-undang Hukum Perdata Indonesia.
baik.
Par (if
Pihak Pertama Pihak Kedua
Plalaman 11 dari 16
Pasal 12
DENDA DAN SANKSI
1. Jika terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan sebagian atau selurulmya yang diborongkan dan yang tidak dapat disetujui oleh P1HAK PERT AM A, maka dengan tidak diberi peringatan terlebih dahulu P1HAK KEDUA dikenakan denda yang ditetapkan sebagai berikut;
a. Keterlambatan penyelesaian dikenakan denda sebesar l%o (satu permil) untuk setiap hari keterlambatan dan maksimum sebesar 5"o (lima persen) dari nilai Perjanjian.
b. Pembayaran denda keterlambatan sebagaimana dimaksud huruf a ayat (1) Pasal ini oleh PIHAK PERTAMA dipotongkan langsung dari tagihan PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) Perjanjian ini.
2. Jika PIHAK KEDUA mengalami keterlambatan sehingga menyebabkan denda keterlambatan melebihi 5% (lima persen), maka PIHAK PERTAMA berhak memutuskan atau membatalkan Perjanjian ini secara sepihak dengan mengesampingkan Pasal 1266 ayat (2) dan Pasal 1267 KUHPerdata.
3. Apabila PIHAK KEDUA tidak dapat menyelesaikan pekerjaan Pengadaan Jasa yang telah disepakati sebagaimana dimaksud Pasal 3, maka PIHAK PERTAMA dapat mencairkan jaminan pelaksanaan tanpa persetujuan PIHAK
4. Apabilo terjadi 1 eterlambatan waktu akibat kesalahan PIHAK PERTAMA, P'hak PERTAMA tidak dapat menuntut PIHAK KEDUA atas terjadinya 1 eterk r.baT n oelaksanaan pekerjaan seperti:
11 yeraha i dab y-^rig diberikan oleh PIHAK PERI AMA terlambat atau terjadi perub 'han data
- Keterlami atan pengambilan keputusan
- Terjadi perubahan objek survey dan lingkup kegiatan
Dima"'i hal tersebut mengakibatkan keterlambatan waktu pelaksanaan kegiatan maka semua ang menjadi akibatnya akan dimusyawarahkan atas kesepakatan bersama.
KEDUA.
Paraf
Pihak Pertama Pihak Kedua
Halaman 12 dari 16
PT. PERIKANAJS NUSANTARA (PERSERO)
5. Apabila teijadi keterlambatan pembayaran karena kesalahan PIHAK PERT AM A, PIHAK KEDUA berhak mendapat ganti rugi yang dibayar oleh PIHAK i ERTAMA atas keterlambatan pembayaran sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia, atau dapat diberikan kompensasi sesuai ketentuan dalam dokumen perjanjian kerja.
Pasal 13 FORCE MAJEURE
1. Yang dimaksud dengan force rnajeure adalah masalah-masalah di luar kekuasaan dan atau di luar kemampuan PARA PIHAK seperti bencana alam, kebakaran, peperangan atau hal-hal lain yang dapat disepakati oleh PARA PIHAK sebagai/orce majeure.
2. Apabila terjadi sesuatu keadaan kahar atau sesuatu keadaan memaksa (force majeure), PIHAK KEDUA dapat meminta perpanjangan waktu penyerahan pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA dan PIHAK PERTAMA akan memberikan pertimbangan kembali perpanjangan waktu yang diminta PIHAK KEDUA secara tertulis.
3. Apabila teijadi suatu keadaan kahar atau suatu keadaan memaksa, pihak yang mengalami keadaan kahar tersebut harus melaporkan kepada pihak lainnya disertai dengan surat pernyataan dari instansi terkait.
Pasal 14
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
1. Apabila terjadi perselisihan antara PARA PIHAK berkenaan dengan pelaksanaan Perjanjian ini, maka PARA PIHAK akan menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat.
2. Apabila penyelesaian secara musyawarah untuk mufakat sebagaimana dimaksud ayat (J) Pasal ini tidak dapat dicapai maka diselesaikan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Paraf i'ihak IKrtama 1 Pihak Kedua
Halaman 13 dan 16
Pasal 15 PAJAK / BEA
Pajak dan bea materai yang berhubungan dengan Surat Perjanjian ini menjadi tanggung jawab PARA PIHAK, khusus untuk PPN 10% (sepuluh persen) menjadi tanggung jawab PIHAK PERTAMA untuk memungut dan menyetorkan ke Kas Negara.
Pasal 1 6 DOMISILI HUKUM
Untuk menyelesaikan segala perselisihan yang timbul sebagai akibat dari dan atau yang ada hubungannya dengan Perjanjian ini, PARA PIHAK memilih domisili yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang wilayah hukumnya meliputi domisili/tempat kedudukan PIHAK PERTAMA.
Pasal 17
KER AH ASI A AN
PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat dan menjamin bahwa semua data, informasi, dokumen dan keterangan - keterangan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan Perjanjian ini diberlakukan sebagai kerahasiaan dan hanya dipergunakan dalam pelaksanaan Perjanjian ini.
Pasal 18
PEKERJAAN TAMBAH KURANG
1. Pekerjaan tambah kurang hanya boleh dikerjakan atas perintah secara tertulis dari PIHAK PERTAMA, yang harganya didasarkan atas penawaran dari PIHAK KEDUA yang dilampirkan dalam Surat Perjanjian.
2. Jika harga pekerjaan tambah belum tercantum dalam harga penawaran, maka PIHAK KEDUA mengajukan harga pekerjaan tambah tersebut yang telah disetujui PIHAK PERTAMA dan pembayaran akan dibayarkan oleh PIHAK PERTAMA pada saat termin pembayaran berikutnya.
3. Yang dimaksud dengan pekerjaan tambah kurang dalam ayat 1 Pasal ini adalah segala perubahan pekerjaan di luar harga penawaran yang dilampirkan dalam Surat Perjanjian.
Par af
Pihak Pertama Pihak Kedua
1
fv
Halaman 14 dari 16
PT. PERIKANAN NUSANTARA (PERSERO)
4. Biaya pGL^jaan tambah aka diLiiangkan dalam Addendum Pcrjanjian sebelum pekerjaan sclesai. Biaya pe" erjaan kurang akan dituangkan dalam Addendum dan dipermtung «van pada akh r Perjanjian.
5. Dengan aaanya pekerjaan tambah kurang yang mempengaruhi kegiatan kerja dari IIHAK KEDUA, maKa waktu pelaksanaan dengan sendirinya akan bertambah mcskipun PIHAK KEDUA tidak mengajukan penambahan waktu pelaksanaan.
6. Atas dasar permintaan tertuiis dari PIHAK KEDUA, PIHAK PERTAMA mengadakan penelitian apakah pekerjaan telah selebai dan apakah telah sesuai dengan syarat — syarat dan ketentuan dalam surat perjanjian ini.
Pasal 19 ADDENDUM
Segala hal vang belum diatur dan atau belum cukup diatur dan atau dirasakan pcrlu adanya perubahan-perubahan dalam perjanjian ini, akan diatur serta ditetapkan oleh PARA PIHAK dengan cara musyawarah dan mufakat serta akan dituangkan dalam suatu perjanjian tertuiis tambahan (Addendum) yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Perjanjian ini.
Pasal 20 P E N U T U P
1. Apabila dalam transaksi ini ditemukan adanya indikasi manipulasi harga baik penggelembungan (mark up) maupun mengurangi (mark down), atau proyek fiktif, atau pemalsuan identitas pada mitra bisnis atau barang/jasa di bawah spesifikasi/kualitas, maka Perjanjian ini dapat ditunda pelaksanaannva.
2. Selama penundaan terjadi maka PIHAK PERTAMA berhak mengerjakan sendirj dan/atau PIHAK PERTAMA dapat menunjuk Badan Usaha Milik Negara «BL MN)/Swasta untuk mengerjakan atau melanjutkannya.
J Apabila ternyata tidak ditemukan unsur-unsur pada butir 1 (satu) maka Perjimjian dapat diteruskan.
Setiap perubahan penambahan biaya pekerjaan dan perpanjangan janyka waktu pekerjaan terhadap ketentuan perjanjian ini yang telah disepakati dan
Par af
Pihak Pertama Pihak Kcdua
LZi j
1 lalaman 15 dari i 6
disetujui oleh PARA PIHAK akan diatur lebih lanjut dalam suatu Addendum yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Perjanjian ini.
5. Setiap pengurangan pada pekerjaan yang telah disepakati dan disetujui oleh PARA PIHAK akan dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Bersama antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Perjanjian ini.
6. Perjanjian ini dibuat pada hari dan tanggal tersebut di atas dalam rangkap 2 (dua) bermeterai cukup dan keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama.
Zain Hasmi Nasution ^ Kepala Divisi Bisnis Infrastruktur
PIHAK KEDUA
Paraf
Pihak Pertama Pihak Kedua
Halaman 16 dari 16