B agi jajaran Pemkab Tana Toraja, beliau yang satu ini mungkin tak asing.
Sebelum memimpin OPD di Pemkab Tana Toraja, beliau tercatat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pinjaman dan obligasi daerah pada Kantor BPKAD Tana Toraja.
Beliau adalah Drs. Anthon Toding, M.H. yang saat ini tercatat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Sebelum menakhodai lembaga yang menangani sektor pendidikan di daerah ini, pria kelahiran Sarira, 14 Agustus 1965 tercatat sebagai Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan
Nakhoda Disdik Tana Toraja Drs. Anthon Toding, M.H.
Pada tahun 2018, tepatnya pada 14 Februari 2018, jebolan Magister Tata Negara dan Pemerintahan UKI Paulus ini resmi dilantik Bupati Tana Toraja, Ir. Nicodemus Biringkanae sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Toraja. yang dilantik pada tanggal 14 Februari 2018 sampai sekarang.
Jabatan lain yang pernah diemban lulusan Strata Satu (S1) Administrasi Negara, UVRI Makassar adalah Kasubdin Kebersihan dan PMK Dinas PU Kab. Tana Toraja ( Agustus 2007 - Agustus 2008), Kabid Penagihan pada Dispenda Tana Toraja sampai 2010. Kabid
penagihan dan penerimaan pada BPKAD Kab. Tana Toraja sampai 2013.
Anthon juga pernah menjabat Kepala Kantor Kebersihan dan PMK hingga Mei 2015. Setelah itu dilantik menjadi Camat Makale hingga penghujung Desember 2016. Lalu diangkat menjadi Sekretaris Dinas Pendidikan Kab.
Tana Toraja sampai 13 Februari 2018 dan kini menjadi Kadis Pendidikan Kab. Tana Toraja.
Riwayat pendidikan untuk
tingkat SD bagi Anthon Toding
dilalui di SDN 104 Bonoran,
Tamat SMP 1982 di SMPN Bua
Tallulolo dan menamatkan
jenjang SLTA di SMA Katolik
Rantepao pada tahun 1986.
(tmk)Redaksi
D A F TA R I S I Pengantar Redaksi
Kirimkan saran, kritik, komentar, opini, dan pertanyaan Anda ke redaksi kami dengan alamat:
Jl. Pongtiku No. 120 (Gedung Pemda Blok 2 Lt. 3), Pantan, Makale cp: Daniel Galenta Randanan, S. Kom.
Penanggung Jawab
Drs. Perdi Palangan
Redaktur
Daniel Galenta Randanan, S. Kom.
Penyunting/Editor
Herman Kambuno,S.Kom.
Desain Grafis
Paul Reinhard
Fotografer
Ivan Roma Manukrante, Abdul Rahman Sahid Parende
Reporter
Trisno Arbain, Febe Melina Tolan, S.I.Kom,
Shooting
Nataniel
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa menyertai dan memampukan kita, sehingga Buletin Gamaranta Edisi I 2019 bisa hadir kembali.
Laporan Utama Edisi I, menyajikan Launching Simbuang Mamali’, Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia, Kunjungan Kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, dan Musrenbang Kecamatan 2019
Disamping menyajikan laporan kegiatan Pemerintah Daerah dalam rangka Penyebarluasan Informasi Pembangunan dan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, maka Tim Redaksi menyajikan Topik Utama.
Topik Utama Edisi I, menyajikan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, khususnya Misi pertama dari lima misi yang akan disajikan di Tahun 2019.
Harapan kami, Buletin ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat. Kritik, saran dan partisipasi Anda dalam membantu untuk mewujudkan buletin ini menjadi Media Informasi Pemerintah Daerah yang berkualitas sangat diperlukan. Selamat membaca.
Salam Redaksi,
Daniel Galenta Randanan, S. Kom
1 Profil
Profil Kepala Dinas Pendidikan Tana Toraja
5-14 Laporan Utama
Kunjungan Kerja Menteri Pertanian R.I, Gubernur, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Launching Simbuang Mamali’
15-20,30 Topik Utama
Kajian “TORAYA MAELO”
Implementasi Visi dan Misi Pemkab Tana Toraja di Bidang Pendidikan dan Kesehatan
21-28 Laporan Utama
Tana Toraja Tuan Rumah STQH XXXI 2019 Musrenbang Kecamatan 2019 Petani Tana Toraja Ikuti Pelatihan Tematik Kopi
31 Aplikasi
P
e m b a n g u n a n Infrastruktur disejumlah daerah di Sulawesi Selatan semakin ditingkatkan.Itulah sebabnya, Pemprov Sulsel mengucurkan sejumlah anggaran kepada Pemerintah Daerah (Pemda) di Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah Kabupaten Tana Toraja.
Menurut Gubernur Sulsel, H.Nurdin Abdullah, anggaran yang dikucurkan di Tana Toraja dalam
Pembangunan Infrastruktur Harus Dinikmati Masyarakat
Gubernur Sulsel, H.Nurdin Abdullah
tahun 2019 mencapai Rp 69 Miliar.
Anggaran tersebut diperuntukkan untuk pembangunan Bandara Buntu Kunik, pembangunan pendistrbusian dan pembangunan rest area.
Pembangunan infrastruktur ini, lanjut Nurdin Abdullah, harus dinikmati oleh masyarakat, khususnya masyarakat Tana Toraja dan kita bersama-sama membangun infrastruktur.
Saat berkunjung ke Kantor
Perwakilan Gubernur Sulsel di Tana Toraja, akhir Januari lalu, mantan Bupati Bantaeng dua periode ini mengemukakan, selain membantu pembangunan infrastruktur di daerah ini, pihaknya juga menyerahkan 8 unit mobil bus.
“Kita akan serahkan 8 unit bus ke Pemkab Tana Toraja sebagai sarana transportasi bagi anak sekolah dan masyarakat di daerah ini,” ujar Gubernur.
...ke halaman 6.
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
Laporan Utama
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
Hadirkan Suasana Bali Setelah perencanaan pembangunan infrastruktur di Tana Toraja telah tersedia maka arus wisatawan ke daerah ini dapat meningkat. Selain menjadi daerah ramah turis, Toraja juga akan segera menghadirkan suasana Bali.
“Keberadaan infrastruktur dan kenyamanan bagi para wisatawan kedua daerah ini, yakni Tana Toraja dan Toraja Utara akan menjadi daerah penghasil pendapatan perekonomian,” tegas Gubernur yang juga mantan Sekjen APKASI.
Terkait dengan pembukaan
foto: birohumas.sulselprov.go.id
Kantor Perwakilan Gubernur Sulsel di daerah ini, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengemukakan, langkah yang disikapinya itu tak lain untuk meningkatkan atau memudahkan pelayanan kepada masyarakat yang lebih efisien di daerah tersebut.
“Tugas kita saat ini lebih banyak mendengar tentang apa yang bisa dibangun untuk membackup ini, yakni kebutuhan masyarakat untuk daerah karena akan berpotensi mencetak dollar nanti,” terang Gubernur Sulsel, seperti yang dikutip pada laman birohumas.sulselprov.go.id.
Selain itu, lanjut Gubernur, perlu disadari bahwa posisi gubernur adalah wakil pemerintah pusat dan bupati adalah wakil masyarakat di daerah dan daerah memiliki otonomi daerah.(tmk)
foto: birohumas.sulselprov.go.id
T
ANA TORAJA - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Jumat, 8 Maret 2019 meninjau pembangunan bandara udara Buntu Kunik, khususnya akses jalan ke bandara yang berlokasi di Kecamatan Mangkendek, Tana Toraja.Kehadiran orang kedua di jajaran Pemprov Sulsel di lokasi ini, turut didampingi Bupati Tana Toraja, Ir.Nicodemus Biringkanae, Wakil Bupati, Victor Datuan Batara,SH.
Sekda dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkab Tana Toraja.
Menurut Wagub Sulsel, Bandara
Udara Buntu Kunik ini adalah salah satu program prioritas bidang pariwisata oleh Pemprov Sulsel yang saat ini dipimpin Prof.Dr.H.Nurdin Abdullah (Gubernur) dan Andi Sudirman Sulaiman selaku Wakil Gubernur.
Sebagai wujud perhatian Pemprov Sulsel terhadap pembangunan infrastruktur di daerah ini, pihaknya akan mengucurkan atau menggelontorkan anggaran yang cukup besar. “ Total anggaran yang digelontorkan ke daerah ini, yakni Tana Toraja berkisar Rp 44,7 miliar,” terang Wagub seperti yang
dilansir pada laman www.birohumas.
sulselprov.go.id.
Wagub menambahkan, bantuan Pemprov Sulsel tersebut juga diberikan kepada sejumlah daerah di Sulawesi Selatan agar daerah atau kabupaten di Sulsel dapat maju dan berkembang.
Sementara Bupati Tana Toraja, Ir. Nicodemus Biringkanae mengutarakan, pihaknya sangat mengapresiasi bantuan Pemprov Sulsel kepada daerah yang sedang dipimpinnya.
“ini adalah bentuk perhatian Pemprov Sulsel terhadap Tana Toraja dan atas nama Pemkab Tana Toraja kami mengucapkan terima kasih,”
ujar bupati yang juga mantan Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel ini.
Bantuan tersebut menurut Nico,
Wagub Tinjau Bandara Buntu Kunik Tana Toraja
foto: birohumas.sulselprov.go.id
Laporan Utama
foto: birohumas.sulselprov.go.id
foto: birohumas.sulselprov.go.id
diharapkan dapat mempercepat pembangunan di daerah ini, khususnya pertumbuhan ekonomi, mengingat daerah bervisikan
“Menuju Masyarakat Tana Toraja Yang Unggul dan Sejahtera” ini merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.
KUNJUNGAN PERDANA
Kunjungan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman di daerah penghasil kopi di Sulawesi Selatan (Sulsel) ini pada awal Maret 2019 lalu merupakan kunjungan perdana setelah resmi dilantik menjadi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan.
Penyambutan orang kedua di Pemprov Sulsel tersebut ditandai dengan pengalungan sarung khas Toraja dan pemasangan Passapu oleh Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara,SH. di Rumah Jabatan Bupati Tana Toraja.
Kunjungan perdana Wakil Gubernur Sulsel di daerah ini juga didampingi Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sulsel, Dr.
Since Erna Lamba, Ketua Bidang Infrastruktur TGUPP, Prof. Dr. Wahyu Piara dan pihak Dinas Pariwisata Provinsi Sulsel.
Selain meninjau progres pembangunan akses jalan ke Bandara Buntu Kunik, Wagub Sulsel
juga melakukan tatap muka atau bersilaturahmi dengan bupati, wakil bupati, pimpinan OPD lingkup Pemkab Tana Toraja, pemuka agama dan sejumlah pengurus OKP di Tana Toraja.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Sulsel menyampaikan komitmen Pemprov Sulsel terhadap kelangsungan program pembangunan di Tana Toraja.(tmk)
foto: birohumas.sulselprov.go.id
P
ertengahan Maret, tepatnya pada Selasa, 12 Maret 2019, Menteri Pertanian (Mentan) RI, Ir.H.Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini sebagai langkah positif dalam meningkatkan produksi dan hilirisasi komoditas kopi, khususnya asal Tana Toraja.Kunjungan kerja Menteri asal Sulawesi Selatan di daerah ini juga diwarnai dengan penyaluran bantuan bibit kopi unggul bagi para petani di dua daerah ini, yakni Tana Toraja dan Toraja Utara melalui program peremajaan sehingga kopi Toraja semakin mendunia.
Mentan Amran menyebutkan bantuan bibit kopi unggul diberikan ke Sulawesi Selatan sebanyak 1,7 juta batang. Untuk Kabupaten Tana Toraja mendapat alokasi 700 ribu batang, untuk areal seluas 400 hektar, dengan nilai mencapai Rp 3,08 miliar. Sedangkan Kabupaten Toraja Utara dialokasikan seluas 300 hektar, nilainya Rp 2,85 miliar.
“Bibit kopi unggul ini akan membawa
Mentan Salurkan Bibit Kopi Unggul Kunker Ke Tana Toraja
Toraja makin mendunia, karena bibit yang kami bawa bukan sembarangan, karena produktivitasnya 3,5 sampai 4 ton per hektar per tahun. Tadi saya diskusi dengan petani, kondisinya produksinya hanya 300 kilogram per hektar per tahun,” terang Mentan disela-sela acara dialog dengan petani dalam kegiatan Mengembalikan Kejayaan Rempah dan Komoditas Perkebunan untuk Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045.
Lebih lanjut Amran menegaskan dengan bantuan bibit kopi unggul ini, pengembangan Kopi di Toraja diharapkan produkvitasnya naik, dari 0,3 ton menjadi 3,5 sampai 4 ton per hektar per tahun.
Dengan demikian, produksi dan kualitas kopi Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain.
“Dulu Vietnam berguru ke Indonesia.
kami baru pulang dari Hanoi Vietnam,
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
...ke halaman 10
Laporan Utama
kami bertemu petani-petaninya. Mereka produksinya sekarang 3,5 ton per hektar.
Kenapa tidak petani kita bersemangat mengejarnya?,” ucap Mentan RI, Andi Amran seperti yang dikutip pada laman www.pertanian.go.id.
Selain bantuan bibit kopi, Mentan juga membagikan bantuan ayam berikut pakan dan obat-obatan, kambing, pala, traktor, pompa air, cultivator 32 unit, bibit padi dan bibit jagung kepada sejumlah masyarakat di daerah ini.
“Bantuan ini kiriman pemerintah dari Pak Presiden. Beliau perintahkan temui masyarakat Bone, Soppeng, Wajo, Luwu Raya dan Toraja. Harusnya kami dampingi beliau ke Sumatera, tapi kami lapor izin Bapak Presiden kami ditunggu masyarakat Tana Toraja dan Toraja Utara. Sehingga beliau katakan dahulukan daripada mendahulukan saya,” ucapnya.
Menurut Mentan, bantuan kopi ini pun kiriman beliau (Presiden -red). Beliau sangat mencintai Bapak Ibu (masyarakat -red). Apapun yang petani minta, bila pemerintah mampu akan kita sanggupi.
Bila perlu diriku aku serahkan untuk petani.
Bupati Tana Toraja, Ir. Nicodemus Biringkanae mengaku optimis dengan program dan bantuan Kementan dapat memajukan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani. Ia meminta kepada seluruh jajarannya dan petani agar lebih fokus bekerja, sehingga komoditas pertanian Tana Toraja khususnya kopi bisa lebih maju, terutama mendorong pasar ekspor.
“Potensi pertanian kita bisa dikembangkan di Tana Toraja, tapi terpenting kita tetap fokus bekerja,” ujar bupati dalam kegiatan yang turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI, Felicitas Tallulembang, Dirjen Perkebunan, Kasdi Subagiyono, Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry dan ribuan petani di daerah yang sedang dinakhodai Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara ini.(tmk)
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
T
ahun ini, Pemkab Tana Toraja terpilih sebagai tempat penyelenggaraan atau tuan rumah kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH).Untuk menyukseskan kegiatan yang dihelat pada akhir Maret, yakni tanggal 23 -28 April 2019, Bupati Tana Toraja, Ir. Nicodemus Biringkanae dan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulsel, H. Anwar Abubakar melakukan audiensi dengan Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (19/3/2019).
Gubernur Sulawesi Selatan, mengatakan dipilihnya Tana Toraja sebagai tempat pelaksanaan sangat spesifik. “Pembicaraan hari ini dalam rangka penetapan STQ tingkat Provinsi Sulsel, kita tempatkan di
Tana Toraja Jadi
Tuan Rumah STQH Se-Sulsel
Tana Toraja. Karena kita memang gilir ke berbagai daerah dan Kabupaten Tana Toraja sebagai tempat yang terpilih untuk kegiatan STQH ,” ujar Gubernur.
Sementara Bupati Tana Toraja, Ir. Nicodemus Biringkanae menyampaikan persiapan yang ada.
“Kami melaporkan terkait persiapan pelaksanaan STQH di Kabupaten Tana Toraja sebagai tuan rumah.
Kita sebagai masyarakat Sulsel dan
masyarakat Toraja respon dengan kegiatan ini, karena ini berkaitan dengan perhelatan rakyat dan perhelatan spiritual masyarakat yang dilaksanakan oleh umat Muslim,”
sebutnya.
“Tana Toraja ingin memperlihatkan ke masyarakat dunia bahwa daerah tersebut rukun dan saling menghargai,” ujarnya
“Kami rukun dan saling memahami dan menghargai dalam menjalankan agama masing-masing,” pungkasnya.
Kegiatan audiensi ini juga dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kab. Tana Toraja, Muhammad, Kabiro Kesra Sulsel, Suherman, Kabid Penzawa, H.
Rappe, Anggota FKUB Tana Toraja, Kabag Kesra Agama Prov. Sulsel, Hj.
Erniwati, Kabag Kesra Tana Toraja, Juli Kaboel Palipangan. (tmk)
foto: birohumas.sulselprov.go.id
Laporan Utama Laporan Utama
BUPATI HADIRI MUSRENBANG KECAMATAN GANDASIL
G
A N D A S I L - M u s y a w a r a h Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gandangbatu Sillanan diselenggarakan di Tongkonan Banua Sura’, Lembang Gandangbatu, Kecamatan Gandangbatu Sillanan (Gandasil) Tana Toraja, Sabtu (9/2/2019).Kegiatan ini tidak hanya dihadiri perwakilan OPD lingkup Pemkab Tana Toraja, Camat, Lurah/Lembang dan tokoh masyarakat di wilayah ini, tapi juga dihadiri Bupati Tana Toraja, Ir.
Nicodemus Biringkanae.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tana Toraja memberikan arahan-arahan, menginventarisasi p e r m a s a l a h a n - p e r m a s a l a h a n yang dihadapi dalam pelaksanaan pemerintahan di Kecamatan Gandasil serta memberikan solusi terhadap permasalahan inti yang disampaikan Camat, mengenai sarana dan prasarana jalan, sekolah,
kelas singgah dan guru pengganti, kurangnya tenaga medis, penyuluh, bibit tanaman dan air bersih.
Terkait dengan sambutan dan arahan mengenai Jangan Biarkan Rakyatku Bodoh, Bupati mengatakan, guru adalah pengajar fungsional, bukan struktural, guru dibedakan dari sumber rekruitmen dan pengadaannya, ada yang melalui PNS dan tenaga kontrak daerah. Yang membedakan dari gaji dan tunjangan, tetapi kualifikasi fungsional tetap guru.
Mengenai pendidikan, lanjut bupati, diharapkan guru dapat memahami tiga hal dalam proses pendidikan, yaitu melakukan pekerjaan dengan baik, disiplin dan bisa menjadi penuntun yang baik. Kelas Singgah dan guru pengganti merupakan program yang sudah ada mekanisme dan sudah bisa dilaksanakan.
Jangan Biarkan Rakyatku Sakit,
Musrenbang Kecamatan
beliau menyampaikan sangat diperlukan managemen dalam hal deteksi dini kesehatan untuk mendorong pelayanan kesehatan.
Walaupun penempatan tenaga medis belum ada, tapi diharapkan ada yang bekerja di daerah tersebut. Prinsip yang diutamakan pelayanan lebih dulu kemudian proses dilakukan.
Selanjutnya dalam dimensi Jangan Biarkan Rakyatku Lapar, akan didorong suatu sistem yang terintegrasi dengan lembang dan kelurahan yaitu Silopak Tallang. Bersama-sama dalam hal menggunakan anggaran untuk melaksanakan pembangunan.
Program kerja pembangunan akan dilakukan melalui program padat karya, penuntasan dan stimulan.
Sumber-sumber pekerjaan akan diserahkan ke Kecamatan. Kecamatan bukan pelaksana kegiatan, tetapi menjadi pengendali pelaksanaan program kegiatan masing-masing.(tmk)
foto: tmk
REMBON - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di wilayah Kabupaten Tana Toraja. Tingkat kecamatan Rembon dilaksanakan di Tongkonan Tandingan, Kecamatan Rembon, Senin (4/2/2019). Musrenbang dibuka oleh Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara, SH.
Dalam sambutannya beliau mengatakan, “Harapannya, semoga tiap lembang dan kelurahan sudah memprioritaskan program- programnya yang berhubungan dengan tiga pilar dan tiga perekat utama dalam pembangunan yang kita laksanakan di Tana Toraja.
Wakil Bupati : Prioritaskan Program Yang Berhubungan Dengan 3 Pilar Dan 3 Perekat
Musrenbang Kecamatan
Musrenbang ini diadakan untuk mendengarkan usulan-usulan program dari setiap kecamatan, yang sebelumnya diadakan ditingkat kelurahan atau lembang, lalu diusulkan ditingkat kecamatan, dan dibahas bersama dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah yang bersangkutan.
Selanjutnya Sekretaris Daerah Tana Toraja mengatakan “Selain itu program yang diusulkan dari tiap- tiap kecamatan akan dikaji bersama, yang mana program yang harus diprioritaskan untuk satu tahun kedepan, dengan pertimbangan dana, mendesak, apakah memang
dibutuhkan atau tidak”.
Di Kecamatan Rembon yang terdiri dari sebelas kelurahan dan lembang, terdapat lebih dari seribu program yang hendak diusulkan, namun tentunya akan dikaji kembali dengan mempertimbangan anggaran dan skala prioritasnya.
Tiga pilar yang menjadi landasan pembangunan di Kabupaten Tana Toraja yakni, “Jangan Biarkan Rakyatku Lapar”, “Jangan biarkan Rakyatku Bodoh”, dan “Jangan Biarkan Rakyatku Sakit”. Sedangkan tiga perekat utama yakni “Getaran Sukma Ilahi”, “Sentuhan Peduli Sesama”, dan “Damai Toraja”. (tmk)
foto: tmk
SIMBUANG — Pertemuan raya Simbuang Mamali’ 2019 resmi dilauncing Bupati Tana Toraja , Nicodemus Biringkanae, Kamis, 7 Maret 2019 di Lapangan Olahraga Lekke’ Lembang Simbuang Kecamatan Simbuang, Tana Toraja.
Launching Simbuang Mamali’
digelar dalam rangkaian acara pembukaan Musrenbang tingkat Kecamatan Simbuang. Launching Simbuang Mamali ditandai dengan penabuhan gendang dan pelepasan burung merpati ke udara oleh Bupati Tana Toraja, disaksikan langsung ribuan masyarakat Simbuang yang memenuhi lapangan olahraga Lekke’, Lembang Simbuang.
Camat Simbuang, Ritayani Layuk, mengatakan Simbuang Mamali’
merupaka event pertemuan raya masyarakat Simbuang, baik yang berada di wilayah Kecamatan Simbuang maupun Diaspora Toraja asal Simbuang yang berada di luar Simbuang dan di luar Toraja, dan orang-orang yang tidak berdarah Simbuang tapi memiliki kerinduan dan kepedulian terhadap Simbuang.
“Berbagai kegiatan akan digelar
Nico: Simbuang Mamali’ adalah Energi untuk Membangun Simbuang
Launching Simbuang Mamali’
sebagai rangkaian kemeriahan Simbuang Mamali’ 2019, diantaranya yang saat ini mulai berjalan adalah Ibadah Kebaktian Kebangkitan Rohani selanjutnya kedepan akan dilakukan penelusuran adat dan budaya masyarakat Simbuang, penataan objek- objek wisata dan situs-situs budaya, dialog antara pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Simbuang tentang masa depan Simbuang yang lebih baik, Bakti Sosial, atraksi seni dan budaya, serta kegiatan lainnya yang bisa memotivasi masyarakat untuk lebih peduli dan cinta terhadap Simbuang,”
ungkap Ritayani.
Sementara itu, Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae mengatakan
bahwa Simbuang Mamali’ adalah energi pemersatu bagi masyarakat Simbuang sehingga memberikan keyakinan masyarakat Simbuang akan mampu membangun daerahnya sendiri.
Nico mengatakan event pertemuan raya ini adalah event pemersatu, penggugah sekaligus inovasi bagi masyarakat Simbuang bahwa hanya dengan kebersamaan dalam kerinduan semua hal bisa dilakukan.
“Pemerintah Tana Toraja berkomitmen akan mendukung sepenuhnya event pertemuan raya Simbuang Mamali’ ini sebagai suatu energi pembangunan untuk Simbuang,”
ungkap Nico
Simbuang Mamali’ mulai digelar Maret 2019 setelah dilaunching pemerintah Kabupaten Tana Toraja hingga puncak acara yang direncanakan akan digelar pada bulan Desember 2019 yang akan dipusatkan di Lapangan Olahraga Lekke’ Lembang Simbuang Kecamatan Simbuang.
Simbuang Mamali’ diharapkan menjadi momen yang sangat dirindukan untuk kembali dan berkumpul di Simbuang termasuk bagi warga simbuang diluar sana yang belum pernah kembali ke Simbuang. (tmk)
Laporan Utama
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
Topik Utama
Meningkatkan posisi Kabupaten Tana Toraja
sebagai daerah pendidikan dan kesehatan yang berdaya saing
MAKALE — Secara umum, penduduk Kabupaten Tana Toraja yang berusia 7-24 tahun banyak yang masih bersekolah (Pelajar,Siswa dan Mahasiswa) sebesar 77,42 persen. Persentase bersekolah penduduk perempuan sedikit lebih besar daripada laki- laki. Sedangkan persentase penduduk yang tidak/belum pernah sekolah hanya sebesar 2,38 persen.
Kecamatan Mengkendek merupakan kecamatan dengan jumlah sekolah dasar dan menengah pertama terbanyak di Tana Toraja di tahun 2017 dengan rincian 25 SD dan 10 SMP. Sedangkan Makale merupakan kecamatan dengan jumlah SMA terbanyak dengan jumlah 5 sekolah. Namun, masih ada beberapa kecamatan yang belum memiliki SMA semisal kecamatan Rano, Kurra, Malimbong Balepe, Sangalla Selatan,Sangalla Utara, dan Rembon.
Selain SD, SMP, SMA terdapat pula sekolah berbentuk Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren namun penyebarannya baru ada di beberapa kecamatan seperti Mengkendek, Gandang Batu Silanan dan Makale. sumber: tatorkab.bps.go.id Kabupaten Tana Toraja Dalam Angka 2018
SEKTOR PENDIDIKAN
JANGAN
BIARKAN RAKYATKU BODOH
foto: tmk
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
MAKALE — Inovasi Pendidikan yang digelorakan pemerintahan Nico-Victor melalui tagline “Jangan Biarkan Rakyatku Bodoh” sebagai salah satu pilar pembangunan sukses meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tana Toraja.
Akselerasi pendidikan yang ditempuh melalui beberapa program strategis, seperti program sekolah model, sekolah prioritas, sekolah pembiaran, sekolah di bawah pohon, reward pendidikan, dan beberapa program inovasi lainnya berhasil menaikkan peringkat mutu pendidikan Tana Toraja dari posisi 23 pada tahun 2016 dan 2017 ke posisi pertama di Sulsel tahun 2018.
Koordinator Pengawas Pendidikan Tana Toraja, Petrus Keo, S.Pd, MM, mengatakan peringkat Tana Toraja dari 23 ke peringkat pertama di Sulsel tidak serta merta diraih melainkan sudah sesuai dengan prosedur dan kerja keras
Inovasi Pemerintah Daerah Berhasil Tingkatkan Mutu Pendidikan Tana Toraja
yang telah dilakukan.
Petrus Keo mengatakan salah satu indikator penting dalam peningkatan mutu pendidikan di Tana Toraja adalah inovasi pendidikan yang digelorakan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, misalnya Sekolah Prioritas yang sedang berusaha untuk naik tingkat menjadi sekolah model diwajibkan memenuhi delapan standar penilaian mutu melalui Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Internal Sekolah (SPMPIS).
“Dengan sistem ini, segala indikator penilaian mutu pendidikan bisa ditingkatkan sehingga rapor penilaian peta mutu pendidikan di Sulsel berhasil mengangkat Tana Toraja ke urutan pertama,” ungkap Petrus.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Toraja, Anthon Toding mengatakan keberhasil meraih peringkat pertama pemetaan mutu pendidikan di Sulsel tidak lepas
dari kerja keras semua pihak yang didorong oleh berbagai kebijakan dan inovasi.
“Berbagai persoalan yang selama ini menghambat pemerataan mutu, seperti prosedur yang tidak berjalan dengan baik, penginputan data yang asal-asalan, persoalan aset dan lain sebagainya telah kita tuntaskan,”
katanya.
Anthon Toding mengatakan tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana mempertahankan rapor mutu urutan pertama ini bisa dipertahankan di tahun 2019.
Tana Toraja meraih nilai tertinggi rapor mutu pendidikan tahun 2018 dengan melihat delapan standar mutu pendidikan, yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana, standar pembiayaan, dan standar pengelolaan.(tmk)
Topik Utama
TANA TORAJA - Kabupaten Tana Toraja terdapat 3 rumah sakit dan 1 rumah bersalin. Sedangkan fasilitas kesehatan lainnya yaitu 21 Puskesmas, Pustu 29, Poskesdes 96 dan 329 Posyandu.
Pada tahun 2017 Jumlah Bayi yang lahir sebanyak 3.871 bayi dimana 111 bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Angka ini menurun dari tahun sebelumnya yaitu 137 bayi.
Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan penyakit yang paling banyak menyerang penduduk Tana Toraja pada tahun 2017 yakni sebanyak 20.426 penderita disusul penyakit batuk, demam, dan sakit kepala.
sumber: tatorkab.bps.go.id Kabupaten Tana Toraja Dalam Angka 2018
Meningkatkan posisi Kabupaten Tana Toraja
sebagai daerah pendidikan dan kesehatan yang berdaya saing SEKTOR KESEHATAN
foto: tmk
Topik Utama
design grafis : Paul Reinhard
design grafis : Paul Reinhard
TANA TORAJA - Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae melantik delapan Kepala Lembang (Desa) periode 2018-2024. Mereka yang dilantik sesuai SK Bupati No.403/XII/
Tahun 2018, tanggal 20 Desember 2018. Pelantikan delapan kepala Lembang terpilih di Kabupaten Tana Toraja, dilaksanakan di gedung Tammuan Mali', Makale, Tana Toraja, Kamis (24/01/2019).
Dalam sambutannya, Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, mengingatkan kedelapan kepala lembang untuk tidak menyalahgunakan dana desa/
lembang atau korupsi.
"Jangan salahgunakan dana lembang yang ada atau korupsi.
Kepala Lembang berpikir apa yang akan diberikan kepada rakyat, balikkan mata kepada rakyat," ujar Nico.
Dirinya pun berharap kepala
Bupati Lantik
Delapan Kepala Lembang Tana Toraja
lembang lebih baik memanfaatkan sumber daya alam dan pariwisata yang ada di masing-masing lembang.
Untuk menjalankan program di lembang, Nico mengungkapkan untuk memilih yang bisa membawa aspirasi di lembang dan mampu berkomunikasi dengan baik sehingga tidak saling bersenggolan dalam mengambil keputusan.
"Pilihlah yang bisa membawa aspirasi di lembang dan berkomunikasi dengan baik sehingga tidak saling bersenggolan dalam mengambil keputusan," ungkapnya.
Turut hadir dalam pelantikan ini, Wabup Tana Toraja, Sekda Tana Toraja, Kapolres Tana Toraja, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 1414 Tana Toraja dan Kejaksaan Negeri Makale.(tmk)
foto: tmk
Laporan Utama
TANA TORAJA - Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, Kamis (31/1) melakukan mutasi terhadap sejumlah pejabat eselon II. Pejabat yang dilantik diantaranya Meyer Dengen yang sebelumnya menjabat Plt.Dinas Komunikasi dan Informasi dilantik menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Kepala Dinas Pertanian Harris Paridy dimutasi menjadi Asisten Ekonomi Pembangunan dan digantikan oleh Salvius Pasang yang sebelumnya menjabat sebagai staf Ahli Bupati.
Sementara Bonifacius Paundanan dilantik menjadi Kadis Kebudayaan menggantikan Sulaiman Malia yang digeser menjadi Staf Ahli serta Yurinus Tangkelangi menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum yang sebelumnya menjabat sebagai
Bupati Tana Toraja Mutasi Enam Pejabat Eselon II
Belajar Kelola Pariwisata,
Anggota DPRD Sidrap Kunjungi Toraja
TANA TORAJA - Sebanyak 25 anggota DPRD Kabupaten Sidrap mengunjungi DPRD Tana Toraja, Jumat (1/2) dalam rangka kunjungan kerja. Rombongan anggota DPRD Sidrap itu diterima oleh Ketua Komisi II, Paulus Paonganan di ruang kerja ketua DPRD.
Ketua DPRD Sidrap, Zulkifli Zain mengatakan kunjungan ini terkait alat kelengkapan DPRD, dan pengelolahan pariwisata termasuk pengelolaan hutan wisata.
Zulkifli mengatakan bahwa Sidrap juga memiliki beberapa objek wisata namun belum dikelola secara maksimal.
Sementara Tana Toraja memiliki sejumlah objek yang telah dikelola dengan baik dan merupakan salah satu penyumbang PAD bagi daerah ini.
Untuk itu Zulkifli berharap apa yang didapatkan di Tana Toraja dapat dikembangkan di Kabupaten Sidrap.
Dirinya pun berharap hubungan antara Kabupaten Sidrap dengan Tana Toraja tetap terjaga dan terjalin dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Lembang.
Dalam sambutannya Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkane mengatakan bahwa dirinya akan selalu melakukan evaluasi terhadap seluruh pejabat yang ada dan sewaktu waktu akan melakukan mutasi.
“Mutasi tetap akan dilakukan jika
itu dibutuhkan. Ini tujuan untuk memacu kinerja mereka demi kemajuan daerah ini,” ujar Nico.
Selain melakukan mutasi terhadap 6 pejabat eselon II, Bupati juga melantik 6 pejabat eselon III A , 3 pejabat eselon III B, 5 eselon pejabat IV A, 22 pengawas SD dan 12 orang pengawas SMP.(zk/tmk)
baik. Apalagi Tana Toraja merupakan salah satu konsumen terbesar hasil pertanian dan peternakan dari Sidrap.
Sebelumnya 25 anggota DPRD Sidrap itu berkunjung ke DPRD Kabupaten Toraja Utara.(zk/tmk)
foto : Humas DPRD Kab. Tana Toraja foto: zk/tmk
TANA TORAJA - Polres Tana Toraja yang dipelopori oleh Sat. Lantas menggelar acara Puncak Kampanye Keselamatan Berlalu-Lintas bagi kaum Milenial atau dikenal dengan Millenial Road Safety Festival (MRSF) pada Jumat (1/3) di Plaza Kolam Makale, Tana Toraja.
K
egiatan tersebut dibuka oleh Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto P. Sirait, yang dihadiri oleh unsur Forkopimda diantaranya Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan, Dandim 1414Puncak Acara Millenial Road Safety Festival Tana Toraja Dibanjiri Generasi Milenial
Tana Toraja diwakili oleh Kasdim, Sekda Tana Toraja, para pimpinan OPD, para Kepala Sekolah SMP dan SMA se Kabupaten Tana Toraja.
Dalam kegiatan itu juga hadir Wakapolres Tana Toraja Kompol Jacob Lobo beserta seluruh Perwira, Staf dan Personil lingkup Polres Tana Toraja, ,Unsur Pers dengan jumlah peserta sekitar 6000 orang yang berasal dari siswa tingkat SMP, SMA, Mahasiswa dan masyarakat umum.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan jalan santai yang
diiringi marching band mengambil star di Plaza Kolam Makale dengan rute jalan Nusantara berputar disegitiga jam menuju Jalan Musa belok ke jalan Ichwan dan finish kembali di Plaza Kolam Makale.
Setelah itu dilanjutkan dengan senam Kolosal yang diikuti oleh ratusan siswa-siswi dari berbagai sekolah, deklarasi Pelopor Keselamatan berlalu Lintas kaum Milenial diikuti oleh seluruh peserta yang hadir kemudian dilakukan pelepasan Balon Milenial oleh Kapolres bersama Bupati Tana Toraja dan Bupati Toraja Utara.
foto: zk/tmk
D
ilanjutkan dengan testimoni dari korban Laka-lantas dan mantan pengguna Narkoba yang dilanjutkan dengan pemberian Plakat kepada Bupati Tana Toraja dan Toraja Utara serta Kadis Pendidikan Kabupaten Tana Toraja dan penyerahan sertifikat kepada masing-masing penerima.Kemeriahan jalannya acara puncak juga dihibur dengan music DJ, penampilan dari Band Lemon 84, safety Riding dilanjutkan dengan pertunjukan Free Style dari profesional, pameran Expo dan pengundian hadiah door price.
Saat memberikan sambutan Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae mengajak kepada seluruh masyarakat Tana Toraja khususnya generasi milenial untuk menjadi pelopor disiplin berlalu lintas agar Tana Toraja tetap menjadi Toraja Maelo.
Sementara Kapolres Tana Toraja mengatakan bahwa antusiasme masyarakat Tana Toraja dan Toraja Utara sangat tinggi terlihat dari target masyarakat sekitar 2000
orang namun yang hadir sekitar 6000 orang, ini menandakan bahwa masyarakat Tana Toraja dan Toraja Utara cinta keselamatan berlalu lintas.
“Ini sangat luar biasa, kami tidak menyangka ternyata antusias warga Toraja dalam menjadi pelopor keselamatan dalam berlalulintas cukup tinggi, ini artinya warga Toraja terutama kaum milenial cinta keselamatan berlalu lintas”.
ungkap. Julianto.
Dengan adanya acara Millenial Road Safety Festival diharapkan dapat menekan tingkat kecelakaan untuk kaum milenial.(zk/tmk)
Laporan Utama
foto: zk/tmk
foto: zk/tmk foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
ULUWAY — Pemerintah Lembang Uluway dan Lembang Uluway Barat Kecamatan Mengkendek menggelar acara syukuran Pesta Panen, Kamis, 14 Maret 2019 di Lapangan Uluway.
Kepala Lembang Uluway, Parassa Paembonan mengatakan Program Pola Tanam Semusim/Brigade
Pola Tanam Semusim Berhasil, Warga Uluway Syukuran Pesta Panen
dengan adanya program tersebut, masyarakat yang lahannya belum tersentuh program juga mengikut jadwal penggarapan yang ditetapkan sehingga petani di Lembang Uluway melakukan penggarapan dan panen serentak yang hasilnya sangat baik,”
ungkap Parassa.
Sebagai wujud apresiasi Pemerintah Kabupaten Tana Toraja terhadap keberhasilan program Pola Tanam Semusim di Uluway, Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae memerintahkan Dinas Pertanian untuk tahun 2019 ini agar menambah zona garapan dan mendorong penambahan handtraktor ke Lembang Uluway agar membantu percepatan proses penggarapan lahan.
Keberhasil program pola tanam semusim di Uluway membuat Bupati memberi tantangan lagi kepada masyarakat dan Pemerintah Lembang Uluway dan Uluway Barat untuk mengembangkan pertanian cengkeh dan merica dan pengembangan Kopi Lokal (Kopi Tojolo) yang masih banyak dijumpai di Uluway.
Syukuran pesta panen di Uluway dihadiri ratusan masyarakat dengan berbagai rangkaian acara seperti tari-tarian, musik bambu khas Uluway, Ma’piong, Doa Syukur dan ditutup dengan Launching Pola Tanam Semusim/Brigade Turun Sawah untuk tahun 2019. (tmk)
Turun Sawah kerjasama Pemda dan Kodim 1414 Tana Toraja yang mulai dicanangkan tahun 2018 di Lembang Uluway memberi pengaruh yang luar biasa untuk hasil padi di Uluway.
“Meskipun di Uluway baru satu zona yang dikelola melalui Program Pola Tanan Semusim/Brigade Turun Sawah pada tahun 2018 lalu, namun
Kepala Lembang Uluway, Parassa Paembonan
Penampilan musik bambu khas Uluway
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
foto: Ivan Roma Manukrante/tmk
Laporan Utama
TANA TORAJA - Segala cara dilakukan oleh Relawan Demokrasi ( RELASI ) KPU Kabupaten Tana Toraja dalam mensosialisasikan pemilu kepada masyarakat.
Kali ini Relasi Basis Netizen, melakukan sosialisasi Pemilu 2019 di radio 95.7 RPK FM Makale, Kamis (14/2).
Dipandu penyiar RPK FM, Febe Tolan, anggota Relasi Basis Netizen, Maival dan Ima, melakukan dialog tentang pengenalan 5 warna kertas suara yang akan digunakan di Pemilu 2019.
Penyiar RPK FM, Febe Tolan bersama anggota Relasi KPU Tana Toraja Basis Netizen, Maival dan Ima.
Sejumlah pendengar radio RPK FM, ikut berpartisipasi dalam dialog pemilu salah satunya Herlin. Dia bertanya mengenai apa yang harus dilakukannya untuk tetap memilih saat kerja diluar domisili.
RELASI, Maival mengatakan bahwa Herlin dapat mengurus surat pindah memilih (A5) untuk melindungi hak suaranya, dengan mendatangi kantor lurah setempat, petugas PPS atau langsung kantor KPU.
Dalam dialog ini, RELASI juga mengajak pengguna media sosial untuk mendownload aplikasi resmi KPU di playstore atau appstore
“KPU RI Pemilu 2019” atau di www.
lindungihakpilihmu.go.id
Kreatif, Relawan Demokrasi KPU Tana Toraja Sosialisasi di Radio RPK FM
TANA TORAJA - Dalam rangka melindungi hak pilih masyarakat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tana Toraja menggelar sosialisasi daftar pemilih tambahan (DPTb) dan daftar pemilih khusus (DPK) pemilu 2019 di Radio RPK FM, Rabu (6/3).
Komisioner KPU Tana Toraja, Divisi Perencanaan, Data, Informasi, Intan Parerungan yang menjadi narasumber dalam dialog itu menuturkan, kegiatan yang digelar tersebut merupakan bagian dari tahapan penyusunan data pemilih.
Dikatakan, pihaknya berkewajiban melindungi hak pilih masyarakat pada pemilu 2019.“Olehnya itu penting bagi kami untuk menyampaikan informasi tahapan ini, termasuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar
yang tidak terdaftar di DPT tapi sudah memenuhi syarat untuk memilih dan telah ber e- KTP maka dapat menggunakan hak suaranya di TPS yang sesuai dengan alamat yang tercantum dalam KTP nya. “Namun konsekuensi bagi pemilih DPTb dan DPK ini tidak sama dengan pemilih yang terdaftar dalam DPT”. terangnya.
Selain melakukan sosialisasi DPTb dan DPK di radio RPK FM, Komisioner KPU Tana Toraja, Divisi Perencanaan, Data, Informasi, Intan Parerungan sebelumnya telah melakukan sosialisasi di STAKN Tana Toraja.(zk/tmk)
Lindungi Hak Pilih Masyarakat,
KPU Tana Toraja Gelar Sosialisasi DPTb dan DPK Pemilu 2019
Intan.
Dengan dijaminnya hak pilih masyarakat tentunya masyarakat bisa memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan yang ada.
Dalam dialog itu, Intan menerangkan terkait sosialisasi
terhadap pemilih yang karena keadaan atau kondisi tertentu, yang bersangkutan tidak dapat memilih di TPS tempat dia terdaftar sehingga dapat mengurus surat pindah memilih di KPU Kabupaten/Kota agar dapat menyalurkan hak suaranya.
Termasuk bagi pemilih
Di aplikasi ini, pemilih akan mendapatkan banyak informasi update tentang Pemilu.
Tak lupa, RELASI mengajak pemilih Tana Toraja untuk tidak golput dan lebih mengenali calon lewat visi misi yang ditawarkan para kandidat.(zk/tmk)
foto: zk/tmk
TANA TORAJA - Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku bekerja sama dengan BPP Gandasil melaksanakan pelatihan teknis tematik kopi bagi kelompok tani kopi di Tana Toraja.
Pelatihan itu diikuti 30 peserta utusan kelompok tani yang kegiatannya dipusatkan di Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Gandang Batu Sillanan mulai tanggal 25 – 27 Maret 2019.
Koordinator Penyuluh Kecamatan Gandasil, Hariadi menjelaskan ke-30 peserta pelatihan teknis tematik kopi itu merupakan pengurus/utusan kelompok tani yang berasal dari 5 kecamatan.
Kelompok petani kopi yang diundang itu berasal dari daerah sentra kopi yang ada di Tana Toraja seperti kecamatan Kurra,
Petani Tana Toraja
Ikuti Pelatihan Tematik Kopi
Rembon, Gandang Batu Sillanan, Mengkendek dan kecamatan Mappak.
“Pelatihan masih dalam rangka untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan bagi para petani
mulai dari hal budidaya panen hingga penjualan atau marketing,”
ujar Hariadi.
Dikatakan kegiatan ini bukan hanya sekedar pelatihan tetapi harus diimplementasikan sehingga kedepan tercipta petani yang benar-benar mandiri didaerah ini.
“Materi pelatihan adalah pengelolaan kopi jenis Arabika mulai dari budidaya panen dan pasca panen, roasting kopi serta packing kopi termasuk pemasaran berbasis online,’ jelasnya.
Pelatihan petani kali ini menghadirkan sejumlah pemateri seperti Kepala Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian hingga pemateri dari Rumah Kreatif Telkom.(zk/tmk)
Peserta Pelatihan Tematik Kopi di BPP Gandasil Nampak Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tana Toraja, Salvius Pasang tengah memasangkan tanda pengenal bagi peserta pelatihanfoto: zk/tmk
foto: zk/tmk
Laporan Utama
BPTP Sulsel Gelar Pertemuan Dengan Petani Kopi Toraja
TANA TORAJA - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulsel menggelar pertemuan dengan kelompok tani terkait pendampingan pengembangan kawasan perkebunan kopi berbasis korporasi di Sulsel
Kegiatan tersebut
difasilitasi oleh BPP Gandang Batu Sillanan dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tana Toraja dilaksanakan di Lembang Pemanukan Kecamatan Gandang Batu Sillanan.
Direktur Inovasi
Kemenristekdikti Ophir Sumule mengatakan bahwa petani kopi Tana Toraja membutuhkan komponen teknologi, pemasaran
dan regulasi.
Dikatakan hal itu bisa diwujudkan melalui program cluster kopi Toraja mulai dari hulu ke hilir. Tahun 2019 ini kita mulai dari kecamatan Gandang Batu Sillanan.
“Kopi akan mendukung pariwisata dan wisatawan datang karena ingin menikmati kopi Toraja yang punya cita rasa khas kopi terbaik dunia,” ujar Ophir.
Lebih jauh dikatakan bahwa mutu, harga dan kekayaan genetik kopi Toraja dapat diperkuat dengan regulasi aturan dari Pemda Tana Toraja sehingga kopi Toraja mempunyai nilai yang
tinggi.
Sementara itu Koordinator BPP Gandang Batu Sillanan menjelaskan tugas dari BPTP, Peneliti dan Akademisi adalah menciptakan teknologi, tugas Petani adalah mengetahui dan memahami teknologi sedangkan tugas dari Penyuluh Pertanian menyatakan teknologi di lapangan untuk kemajuan dan kesejateraan petani.
Kegiatan itu sendiri dihadiri Tim BPTP Sulsel, Direktur Inovasi Kemenristekdikti, Kabid Perkebunan Distan Tana Toraja, Aparat Lembang Pemanukan, Penyuluh Pertanian dan sejumlah kelompok Petani Kopi. (zk/tmk)
foto: zk/tmk
Topik Utama
MAKALE — Toraya Maelo adalah sebuah tagline yang selalu didengungkan oleh Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae dan Wakil Bupati Victor Datuan Batara.
Sebagian orang bertanya-tanya, apakah arti dan maknanya?
Untuk mengupas lebih dalam mengenai tagline ini, baik dari sisi filosofi, religious, sosialkultur, maupun historis serta yuridisnya, tujuh dosen dari Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Toraja mengkajinya secara akademis. Dan, kajian akademis ketujuh dosen ini dipaparkan di depan para Camat, Kepala OPD, Lurah dan Kepala Lembang di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, Jumat, 8 Desember 2017.
Kajian akademis ini merupakan permintaan Bupati Tana Toraja kepada STAKN Toraja bahwa apakah Slogan Toraya Maelo ini bisa dikaji secara akademis dan itu dijawab oleh Ketua STAKN Toraja yang juga Ketua tim Kajian akademis Toraya Maelo, Salmon Pamantung M.Th bahwa benar itu bisa dikaji.
Ketua STAKN Toraja, Salmon Pamantung, M.Th, mengatakan Toraya Maelo ini bukan sesuatu yang kosong belaka atau hasil ciptaan Bupati
Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae.
Toraya Maelo ini berakar dalam diri orang Toraya, yaitu kebaikan atau keunggulan yang memang sejalan dengan Visi Misi pemerintah, Unggul dan Sejahtera.
“Maelo itu memiliki makna yang luas tidak hanya baik secara estetis tapi juga secara etis. Etis ini menyangkut intrinsik diri seseorang,”
jelas Salmon.
Menurut Salmon, sosialisasi hasil kajian akademis ini untuk memberikan satu mindset baru bahwa orang Toraja harus memandang semula dirinya memang unggul sehingga tidak ada keraguan bagi dirinya untuk bekerja dengan keunggulan yang ada pada dirinya yang didukung dengan keunggulan dari luar dirinya, seperti kearifan lokal alamnya yang akan menghasilkan sesuatu yang juga baik atau unggul.
“Sehingga inilah yang menjadi semacam komitmen pembangunan diri manusia mewujudkan tagline jangan biarkan rakyatku lapar, jangan biarkan rakyatku sakit dan jangan biarkan rakyatku bodoh,” jelasnya.
Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae, mengatakan STAKN
bekerjasama dengan Bappeda Tana Toraja melakukan kajian akademis tentang makna dan filosofi slogan Toraya Maelo sebagai landasan pokok dalam menjalankan program pemerintahan.
Hasil kajian membuktikan bahwa sebenarnya peran pemerintah hanya sebagai fasilitator untuk mendukung keunggulan dalam diri manusia Toraja karena masyarakatlah sesungguhnya yang menjadi subjek penentu keunggulan itu.
Hasil kajian yang dipaparkan di depan para kepala OPD di lingkup Tana Toraja untuk ditindaklanjuti dalam bentuk mapping progran yang dikemas dalam rencana kerja pembangunan daerah Bappeda Tana Toraja mempertajam daripada landasan hukum, operasional dan filosofi dan dikoneksikan dengan tagline pemerintah daerah Tana Toraja sesuai dengan hakekat dasar Toraja Maelo sebagau titian menuju masyarakat Toraja yang unggul dan sejahtera.
“Entah berapa tahun kedepan baru bisa terwujud yang penting landasannya sudah dibangun dari sekarang,” ujar Nicodemus. (tmk)
Kajian Akademis Tagline
Baruga Pelayanan Masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan (BARUGA SULSEL) adalah portal digital pelayanan dan pelaporan masyarakat berbasis web dan aplikasi. Program Baruga merupakan langkah pertama dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani.
Dengan meluncurnya Baruga versi 2.0 diharapkan masyarakat lebih mudah untuk mengakses informasi terkait pelayanan dan kegiatan publik beserta melaporkan permasalahan terkait pelayanan publik yang dialaminya. Tidak mungkin Provinsi Sulawesi Selatan dapat Berjaya kembali tanpa ikut serta masyarakat publik. Segera diunduh, Baruga versi 2.0 sekarang tersedia di Apple Appstore dan Google Playstore.
DEFINISI BARUGA
Sebagai bangunan tradisional khas sulawesi selatan yang biasanya menjadi tempat kumpul – kumpul atau diskusi masyarakat, merupakan nama yang paling tepat untuk portal digital pelayanan dan pelaporan yang
Provinsi Sulawesi Selatan (BARUGA SULSEL)
memfasilitasi aspirasi dan keluhan masyarakat.
Besar harapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk BARUGA SULSEL agar menjadi tempat berkumpul digital bagi masyarakat untuk berdiskusi terkait informasi dan kegiatan publik sekitar Provinsi Sulawesi Selatan.
BARUGA SULSEL juga
menyediakan layanan pelaporan untuk masyarakat memberikan masukkan dan keluhan terkait layanan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang mungkin masih kurang dan bisa diperbaiki.
SEJARAH APLIKASI BARUGA Aplikasi BARUGA SULSEL versi 1.0 pertama dibuat dan diluncurkan pada tanggal 18 Oktober 2018 dengan motto “Cepat, Tepat dan Tuntas”.
Aplikasi merupakan inovasi dan gebrakan program 100 Hari Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018 – 2023.
Dalam bulan pertama Aplikasi tersebut diluncurkan, lebih dari 300
CEPAT TEPAT TUNTAS
laporan masyarakat telah diterima oleh admin dan sampai sekarang terus meningkat. Admin BARUGA SULSEL bertanggung jawab untuk meneruskan dan memastikan status dan selesainya setiap laporan yang masuk ke setiap Organisasi Perangkat Daerah.
Seiring berjalannya program ini, banyak masukkan dari masyarakat untuk memperluas cakup BARUGA SULSEL, maka dari itu diluncurkanlah BARUGA SULSEL versi 2.0.