RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SMAN 1 Selayar
Mata Pelajaran : PAI Kelas/Semester : X / 2
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit KD : 3.9 dan 4.9 Pertemuan ke : 1 Materi : Hikmah Ibadah Haji, Zakat dan Wakaf dalam Kehidupan
A. Standar kompetensi (KI)
KI-1 dan KI-2 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleransi, damai), bertanggung jawab, responsive, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan
perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional.
KI-3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI-4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang di pelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. KOMPETENSI DASAR ( KD )
1.9 Meyakini bahwa haji, zakat dan wakaf adalah perintah Allah dapat memberikan bagi individu masyarakat
2.9 Menunjukkan kepedulian social sebagai hikmah dari perintah haji, zakat dan wakaf 3.9 Menganalisis hikmah ibadah haji, zakat dan wakaf bagi individu dan masyarakat 4.9menyimulasi ibadah haji, zakat dan waqaf
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
a. Meyakini bahwa haji, zakat dan wakaf adalah perintah Allah dapat memberi kemaslahatan bagi individu dan masyarakat.
b. Menunjukkan kepedulian sosial sebagai hikmah dari perintah haji, zakat, dan wakaf.
c. Menganalisis hikmah ibadah haji, zakat, dan wakaf bagi individu dan masyarakat.
d. Menyimulasikan ibadah haji, zakat, dan wakaf D. INDIKATOR PEMBELAJARAN
a. Mencermati bacaan teks tentang pengertian, ketentuan dan hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan haji, zakat dan wakaf.
b. Meyimak penjelasan materi di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
c. Memberi stimulus agar peserta didik bertanya:
d. Mengapa haji, zakat dan wakaf harus dikelola?
e. Bagaimana cara mengelola haji, zakat dan wakaf?
f. Peserta didik mendiskusikan makna dan ketentuan haji, zakat dan wakaf serta pengeloalaannya.
g. Membuat kesimpulan materi pengelolaan haji, zakat dan wakaf.
Mempresentasikan/ menyampaikan hasil diskusi tentang materi pengelolaan wakaf
F. MEDIA DAN ALAT/ BAHAN
Media :
⮚ Worksheet atau lembar kerja (siswa)
⮚ Lembar penilaian
⮚ LCD Proyektor/ Slide presentasi (ppt)
Alat/Bahan :
⮚ Penggaris, spidol, papan tulis
⮚ Laptop & infocus
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
PENDAHULUAN ● Peserta didik memberi salam, berdoa, menyanyikan lagu nasional ( PPK)
● Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi (yel-yel/ice breaking)
● Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
● Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan langkah pembelajaran K
E G I A T A N I N T I
Kegiatan Literasi Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan
menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi Pengertian, ketentuan dan hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan haji, zakat dan wakaf
Critical Thinking Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi Pengertian, ketentuan dan hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan haji, zakat dan wakaf
Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai Pengertian, ketentuan dan hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan haji, zakat dan wakaf
Communication Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan
Creativity Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait Pengertian, ketentuan dan hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan haji, zakat dan wakaf Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami
PENUTUP ● Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman belajar
● Guru memberikan penilaian lisan secara acak dan singkat
● Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan berdoa G. METODE/ STRATEGI PEMBELAJARAN YAITU DISKUSI
H. MATERI PEMBELAJARAN ( Terlampir ) G. PENILAIAN
- Sikap : Lembar pengamatan, - Pengetahuan : LK peserta didik, - Ketrampilan: Kinerja & observasi diskusi
Mengetahui, Benteng, 16 April 2022
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Drs. HJ. BASSE SALMAH, M.Si HJ. SRI SAMRIANA, S.Ag, M.Si
Nip. 196408051989032015 Nip.19730608200903200
Hikmah Ibadah Haji, Zakat, dan Wakaf dalam Kehidupan
1. Haji
a. Pengertian haji
Kata haji secara bahasa berasal dari bahasa Arab yang artinya menyengaja atau menuju.
Adapun secara istilah haji adalah sengaja mengunjungi Ka’bah dengan niat beribadah pada waktu tertentu dengan syarat-syarat dan dengan cara-cara tertentu.
B Kewajiban Haji
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”
c. Syarat Haji
Syarat haji ialah perbuatan-perbuatan yang harus dipenuhi sebelum ibadah haji dilaksanakan.
Apabila syarat-syaratnya tidak terpenuhi, gugurlah kewajiban haji seseorang. Syarat-syarat tersebut ialah
● Islam
● Berakal (tidak gila)
● Baligh
● Ada muhrimnya bagi wanita
● Mampu dalam segala hal
d. Rukun Haji
Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yang harus dilaksanakan atau dikerjakan sewaktu melaksanakan ibadah haji. Maka apabila ditiggalkan, ibadah hajinya tidak sah. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut:
1) Ihram
Ihram adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan mengenakan pakaian ihram yang berwarna putih dan membaca lafadz, “Labbaika Allahumma hajjan.”
(bagi yang akan melaksanakan ibadah haji), dan membaca lafadz, “Labbaika Allahumma umratan.” (bagi yang berniat umrah)
2) Wukuf
Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijjah dari tergelincirnya matahari hingga terbenam. Wukuf adalah bentuk pengasingan diri yang merupakan gambaran bagaimana kelak manusia dikumpulkan di padang Mahsyar.
3) Thawaf
Thawaf adalah berputar mengelilingi Ka’bah dan dilakukan secara berlawanan dengan arah jarum jam dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri badan. Thawaf dimulai dari Hajar Aswad dan diakhiri di Hajar Aswad pula, dilakukan sebanyak tujuh kali putaran.
4) Sa’i
Sa’i adalah berlari-lari kecil antara bukit Shofa dan bukit Marwah sebanyak tujuh kali yang dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah. Sa’i dilakukan setelah pelaksanaan ibadah thawaf.
5) Tahallul
Tahallul adalah mencukur atau memotong rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal tiga helai rambut. Tahallul dilakukan setelah melontar jumrah aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah, yang disebut dengan tahallul awwal.
6) Tertib
Tertib yaitu berurutan dalam pelaksanaan mulai ihram hingga tahallul.
e. Jenis Haji
Dari segi pelaksanaannya, ibadah haji terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu:
1) Haji Tamattu
Haji tamattu yaitu melaksanakan umrah terlebih dahulu kemudian menggunakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan manasik haji.
2) Haji Ifrad
Haji ifrad adalah berihram dan berniat dari miqat hanya untuk haji. Dengan kata lain, mengerjakan haji terlebih dahulu kemudian mengerjakan umrah.
3) Haji Qiran
Haji qiran adalah melaksanakan haji dan umrah dengan satu kali ihram. Artniya, apabila seorang jamaah haji memilih jenis haji ini, maka jamaah tersebut berihram dari miqat untuk haji dan umrah secara bersamaan.
f. Keutamaan Haji
● Haji merupakan amal paling utama
● Haji merupakan jihad
● Haji menghapus dosa yang telah lalu
● Pahala ibadah haji adalah surga
2. Zakat
a. Pengertian Zakat
Zakat menurut bahasa (lughat) artiya tumbuh, suci, dan berkah. Menurut istilah, zakat adalah pemberian yang wajib diberikan dari harta tertentu, menurut sifat-sifat dan ukuran kepada golongan tertentu.
b. Hukum Zakat
Allah Swt. telah menetapkan hukum wajib atas zakat sebagai salah satu dari lima rukun Islam yang disebutkan di dalam al-Qur’ān. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan di dalam al-
Qur’ān., Sunnah Rasul-Nya, dan ijma’ para ulama. Allah berfirman dalam al-Qur’ān surat Al Baqarah ayat 43 yang artinya: “dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.”
c. Syarat Zakat
Syarat dalam ibadah zakat, yaitu syarat yang berkaitan dengan subjek zakat/muzakki dan objek zakat.
1) Syarat Zakat yang Berhubungan Dengan Subjek
● Islam
● Merdeka
● Baligh
● Berakal
2) Syarat Zakat yang Berhubungan Dengan Objek
● Milik penuh
● Berkembang
● Mencapai nishab
● Lebih dari kebutuhan pokok
● Bebas dari hutang
● Berlaku setahun/haul d. Rukun Zakat
Adapun yang termasuk rukun zakat adalah sebagai berikut:
● Pelepasan atau pengeluaran hak milik pada sebagian harta yang dikenakan wajib zakat.
● Penyerahan sebagian harta tersebut dari orang yang mempunyai harta kepada orang yang mengurusi zakat (amil zakat).
● Penyerahan amil kepada orang yang berhak menerima zakat sebagai milik.
d. Hikmah dan Keutamaan Ibadah Zakat
Hikmah zakat antara lain ialah:
● Menyucikan jiwa orang yang berharta
● Membantu orang yang kekurangan
● Mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat
3. Wakaf
a. Pengertian Wakaf
Kata Wakaf berasal dari bahasa Arab yang berarti menahan (al-habs) dan mencegah (al- man’u). Artiya menahan untuk dijual, dihadiahkan, atau diwariskan. Sedangkan berdasarkan istiah syar’i wakaf adalah penahanan harta milik seseorang kepada orang lain atau kepada lembaga dengan cara menyerahkan benda yang sifatnya kekal kepada masyarakat untuk diambil manfaatnya.
b. Hukum Wakaf
Wakaf hukumnya sunnah. Namun, bagi pemberi wakaf (wakif) merupakan amaliah sunnah yang sangat besar manfaatnya. Wakaf merupakan shadaqah jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun wakif sudah wafat. Rasulullah saw bersabda: “Apabila seseorang meninggal, maka amalannya terputus kecuali tiga perkara sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”. (H.R. Bukhari dan Muslim)
c. Rukun Wakaf
● Orang yang berwakaf (al-wakif)
● Benda yang diwakafkan (al-mauquf)
● Orang yang menerima manfaat wakaf (almauquf’alaihi)
● Lafaz atau Ikrar Wakaf (Sighat)
e. Hikmah dan Keutamaan Wakaf
● Menghilangkan sifat kikir dan tamak dalam diri manusia
● Mendapatkan pahala yang terus mengalir.
● Bermanfaat bagi banyak orang
f. Harta Wakaf dan Pemanfaatan Wakaf
Harta benda wakaf adalah harta benda yang memiliki daya tahan lama dan manfaat jangka panjang, selain itu, harta wakaf mempunyai nilai ekonomi menurut syari’ah. Harta benda wakaf terdiri atas dua macam, yaitu benda tidak bergerak dan benda bergerak.
g. Prinsip-Prinsip Pengelolaan Wakaf
Seluruh harta benda wakaf harus diterima sebagai sumbangan dari wakif dengan status wakaf sesuai dengan syariah.
● Wakaf dilakukan tanpa batas waktu.
● Wakif mempunyai kebebasan memilih tujuan sebagaimana yang diperkenankan oleh syariah.
● Jumlah harta wakaf tetap utuh dan hanya keuntungannya saja yang akan dibelanjakan untuk tujuan-tujuan yang telah ditentukan oleh wakif.
● Wakif dapat meminta keseluruhan keuntungannya untuk tujuan-tujuan yang telah ditentukan.
Nah, demikianlah pembahasan mengenai Hikmah Ibadah Haji, Zakat, dan Wakaf dalam Kehidupan ini. Semoga bisa memberikan manfaat.
Contoh Tabel:
No. Nama Peserta didik
Aspek yang Dinilai
Jumlah
Skor Nilai
Ketuntasan Tindak Lanjut Kejelasan dan
Kedalaman Informasi
T TT R R
1 Dst.
1) Keaktifan dalam diskusi
(a) Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi, skor 100.
(b) Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi, skor 75.
(c) Jika kelompok tersebut kurang aktif dalam diskusi, skor 50.
(d) Jika kelompok tersebut tidak aktif dalam diskusi, skor 25.
Contoh Tabel:
No. Nama Peserta didik
Aspek yang Dinilai
Jumlah
Skor Nilai
Ketuntasan Tindak Lanjut Keaktifan dalam
Diskusi T TT R R
1 Dst.
2) Kejelasan dan kerapian presentasi/ resume
(a) Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan/resume dengan sangat jelas dan rapi, skor 100.
(b) Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan/resume dengan jelas dan rapi, skor 75.
(c) Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan/resume dengan sangat jelas dan kurang rapi, skor 50.
(d) Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan/resume dengan kurang jelas dan tidak rapi, skor 25.
Contoh Tabel:
No. Nama Peserta didik
Aspek yang Dinilai
Jumlah
Skor Nilai
Ketuntasan Tindak Lanjut Kejelasan dan
Kerapian Presentasi T TT R R
1 Dst.