• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

29

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Paradigma dan Pendekatan Penelitian

Dalam menyusun penelitian ini, peneliti menentukan paradigma positivisme. Paradigma positivisme adalah pola pikir tentang bagaimana cara pandang peneliti pada data fakta-fakta yang ada. Filsafat positivistme ialah filsafat yang menunjukkan jika ilmu alam adalah satu-satunya bentuk dari manisfesti sumber pengetahuan yang tidak mengenal spekulasi karena keseluruhan hasil dari paradigma filsafat ini didasarkan pada data empiris.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metodologi kuantitatif.

Kriyantono (2006) menjelaskan jika metodologi riset kuantitatif berdasarkan pendekatan positivisme yang klasik atau objektif. Hal ini dikarenakan riset kuantitatif adalah metode penelitian yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan. Peneliti akan lebih mementingkan aspek keluasan data sehingga data hasil penelitian dapat dianggap sebagai representasi dari seluruh populasi.

3.2 Tipe dan Dasar Penelitian

Peneliti mengambil tipe penelitian asosiatif korelasional (eksplanatif) dalam penyusunan penelitian ini. Penelitian tipe ini memiliki fungsi secara spesifik untuk mengemukakan hubungan yang terjalin antara variabel, dan membuktikan apakah semua yang diteliti variabel memiliki hubungan sebab- akibat atau yang biasa dikenal dengan hubungan kausal. Sehingga dalam penyusunan penelitian ini tipe penelitian asosiatif korelasional tersebut memiliki fungsi untuk mengungkap seberapa besar pengaruh yang telah ditimbulkan oleh terpaan akun Instagram @awaskbgo terhadap tingkat kesadaran masyarakat perihal KBGO.

Dasar penelitian ini peneliti menggunakan metode survei. Kerlinger (1996) mengatakan jika penelitian survei ialah penelitian yang dilakukan pada pada suatu populasi baik yang berskala besar atau berskala kecil, namun data yang akan digunakan selanjutnya untuk penelitian ialah data dari sampel

(2)

30

(Unaradjan, 2019, p. 109). Sehingga dapat ditarik kesimpulan, hubungan, dan atau distribusi antar variabel.

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi

Populasi ialah semua objek yang terdapat dalam penelitian.

Dalam penelitian ini, populasi keseluruhan terhitung sebanyak 7.042, yang berasal dari jumlah pengikut akun Instagram @awaskbgo.

Peneliti lebih berfokus pada pengikut Instagram @awaskbgo, hal ini dikarenakan bahwa jelas secara tidak langsung, pengikut dari akun

@awaskbgo di instagram telah menonton, membaca serta mengamati segala jenis unggahan yang disebarluaskan oleh akun tersebut, atau dengan kata lain pengikut akun @awaskbgo secara nyata telah terkena terpaan dari unggahan akun instagram tersebut. Sehingga dengan hal ini peneliti merasa relevan ketika responden dalam penyusunan penelitian ini diambil dari pengikut akun Instagram tersebut.

3.3.2 Sampel

Peneliti menerapkan teknik pengambilan sampel dalam penyusunan penelitian ini adalah simple random sampling. Peneliti akan menentukan anggota sampel yang diambil dengan cara acak.

Peneliti akan memberikan nomor pada setiap jumlah unggahan, kemudian diundi hingga mendapatkan jumlah sampel yang dibutuhkan.

Dalam mengambil sampel, peneliti akan menggunakan rumus Taro Yamane (1967) dengan tingkat kepercayaan sebanyak 90 persen dan kesalahan dalam memilih sampel yang dapat ditolerir sejumlah 10 persen, dengan perhitungan sebagai berikut:

n = N

N (d)2 + 1

(3)

31 Keterangan :

n : Sampel N : Total Populasi

d2 : Tingkat Taraf Kesalahan 10%

Sehingga,

n = 7.042

7.042 (0,1)2 + 1

n = 98,59

Berdasarkan dari perhitungan menggunakan Rumus Yamane diatas, peneliti mendapatkan hasil perhitungan sampel dengan jumlah sebanyak 98,59 yang kemudian oleh peneliti dibulatkan menjadi 99 pengikut akun Instagram @awaskbgo, dan hasil dari sampel yang peneliti dapatkan akan menjadi total responden dalam penelitian yang disusun sendiri oleh peneliti.

3.4 Teknik Pengumpulan Data 3.4.1 Kuesioner

Kuesioner atau yang bisa juga disebut dengan angket atau self- managed polls, ialah metode pengumpulan informasi dengan mengirimkan suatu susunan pertanyaan kepada jumlah sampel atau responden untuk diisi (Sukandarrumidi, 2012, p. 78). Dalam penyusunan penelitian ini peneliti akan memakai kuesioner sebagai alat pengumpulan data dengan pertanyaan tertutup (closed end items), dimana telah disedikan pertanyaan beserta jawaban pilihan, sehingga responden hanya diijinkan untuk memilih jawaban dari yang telah diberikan.

(4)

32

Kuisioner dibuat dengan menggunakan google form dan akan disebarkan melalui fitur direct message Instagram. Alasan peneliti memilih menggunakan google form dalam menyebarkan kuesioner, yaitu karena responden yang peneliti gunakan adalah pengikut instagram @awaskbgo, dimana peneliti tidak harus bertatap muka langsung.

Kuantitas jawaban dari yang telah disediakan dalam kuesioner dibuat sesuai dengan skala likert. Kriyantono (2006) menjelaskan bahwa dalam penggunaannya, skala likert digunakan untuk mengukur perspektif atau sikap yang dapat berupa pendapat atau perasaan dan persepsi atau pandangan seseorang atau sekelompok tertentu tentang suatu objek sikap.

Peneliti menyediakan empat alternatif jawaban, yaitu:

a. (SS) Sangat Setuju akan mendapatkan nilai 4 b. (S) Setuju akan mendapatkan nilai 3

c. (TS) Tidak Setuju akan mendapatkan nilai 2

d. (STS) Sangat Tidak Setuju akan mendapatkan nilai 1 Peneliti meniadakan jawaban di tengah, guna untuk menghindari makna ganda pada jawaban, karena jawaban tengah dapat diartikan bahwa responden belum bisa memberikan jawaban, atau netral, atau ragu-ragu dalam memberikan jawaban.

3.4.2 Dokumentasi

Sebagimana yang dikemukakan oleh Irawan (Sukandarrumidi, 2012, p. 100), studi dokumentasi merupakan suatu strategi pengumpulan data yang difokuskan kepada subyek penelitian.

Dokumen dapat berupa catatan pribadi, surat pribadi, buku harian, laporan kerja, notulen rapat, catatan kasus, rekaman kaset, rekaman video, foto dan lain sebagainya.

Dalam skala besar realitas dan informasi tersimpan dari bahan yang berbentuk dokumentasi. Ide prinsip dari data ini adalah tidak

(5)

33

memiliki batas pada keberadaan ruang dan waktu, sehingga informasi yang berbentuk dokumentasi dapat memberikan pintu terbuka bagi para ilmuwan untuk menemukan hal-hal yang telah terjadi sebelumnya (Noor, 2011, p. 141).

3.5 Waktu dan Lokasi Penelitian

Waktu penelitian yang peneliti butuhkan berlangsung dalam kurun waktu tiga minggu yaitu dimulai pada sekitar awal bulan Januari 2022.

Penelitian ini dilaksanakan di akun media sosial Instagram, lebih tepatnya melalui Direct Message. Peneliti menggunakan kuesioner online yaitu Google Form. Alasan peneliti memilih menggunakan google form dalam menyebarkan kuesioner, yaitu karena responden yang peneliti gunakan adalah pengikut akun media sosial Instagram @awaskbgo, dimana peneliti tidak harus bertatap muka langsung.

3.6 Uji Validitas

Validitas/kesahihan merupakan suatu tingkat untuk menunjukkan apakah kuesioner yang disusun oleh peneliti valid/sahih. Uji ini digunakan untuk mengetahui akurasi instrument. Untuk mengetahui kevalidan/kesahihan, maka perlu diuji menggunakan uji korelasi atau validitas agar skor atau nilai dari tiap-tiap butir pertanyaan dengan skor atau nilai total kuesioner (Noor, 2011, p. 132).

Dasar pengambilan keputusan dalam Uji Validitas yakni, jika nilai r menghasilkan negatif dan r hasil < r table atau r hasil negatif > r table maka butir atau varibel tersebut dikatakan tidak valid, namun apabila yang terjadi adalah r menghasilkan positif dan r hasil < r tabel, hasil butir ataupun varibel tersebut dapat dikatakan valid.

Uji validitas dapat dicari memakai rumus korelasi product moment sebagai berikut:

(6)

34 Keterangan:

r : Koefisien Korelasi product Moment

x : Skor unit variabel independen (pengaruh terpaan unggahan media sosial instagram (@awaskbgo)

y : Skor unit variabel dependen (tingkat kesadaran masyarakat tentang KBGO)

∑x : Jumlah skor item varibel X n : Banyaknya sampel

3.7 Uji Reliabilitas

Reliabilitas atau kehandalan ialah sebuah tingkat yang dijadikan pengukuran dalam menunjukkan sejauh mana suatu instrumen alat ukur dalam suatu penelitian dapat dipercaya atau diandalkan (Noor, 2011, p. 130).

Reliabilitas data dapat mengungkapkan seberapa jauh estimasi dapat menghasilkan kestabilan dari hasil data yang telah diolah, jika estimasi rehashed diselesaikan pada subjek yang sama.

Dalam mengambil hasil keputusan dalam uji reliabilitas pada penelitian ini dasar yang peneliti gunakan ialah sebagai berikut:

 Jika nilai r Alpha > r tabel dan R Alpha (+) maka butir atau variabel tersebut bersifat reliabel

 Jika r Alpha (-) > r tebel dan r Alpha < r tabel serta nilai r Alpha (-) maka yang terjadi butir atau variabel tersebut tidak bersifat reliabel.

Rumus Reabilitas dapat ditemukan dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach sebagai berikut:

(7)

35

r = k

1 - ∑2

k - 1 12

Keteragan:

r : Reliabilitas Instrument k : Jumlah Butir Pertanyaan

∑2 : Jumlah Varian pada Butir

12 : Varian Total

3.8 Uji Normalitas

Uji Normalitas ini dilaksanakan guna untuk mengetahui apakah nilai residu (perbedaan yang ada) yang terdapat dalam instrumen diteliti memiliki yang terbilang berdistribusi normal atau terbilang berdistribusi tidak normal (Wibowo & Wulandari, 2020, p. 71). Sehingga dalam penyusunan penelitian ini, peneliti perlu menggunakan uji normalitas yang dilaksanakan guna agar peneliti dapat mengungkapkan apakah nilai residu atau perbedaan yang terdapat dalam instrumen penelitian memiliki nilai residu yang berdistribusi normal atau tidak. Teknik yang peneliti gunakan dalam melakukan pengujian ini adalah One Sample Kolmogrov Smirnov, dengan dasar dalam mengambil kriteria keputusan yaitu:

 Data dikatakan berdistribusi normal jika nilai sign > 0,05

 Data dikatakan tidak berdistribusi normal jika nilai sign < 0,05 Agar dalam perhitungan statistik dan pengolahan dari data yang telah peneliti kumpulkan memberikan hasil yang akurat, maka dalam penyusunan penelitian ini peneliti akan menggunakan Program IBM SPSS Statistics 20 yang dapat diakses sebagai alat bantu komputer.

(8)

36 3.9 Teknik Analisis Data

Analisis data ialah upaya untuk mengolah suatu data yang kemudian dijadikan sebuah informasi, sehingga dengan hal itu karakteristik atau ciri dari data tersebut menjadi lebih mudah untuk dimengerti dan berguna dalam rangka akan memberikan jawaban yang berkaitan dengan kegiatan penelitian.

Sehingga dalam penelitian ini, teknik analisis data akan bermanfaat untuk mereduksi data-data yang telah peneliti kumpulkan menjadi suatu bentuk yang dapat dimengerti melalui pendeskripsian dengan cara yang logis, karena fokus apda riset yang di dapat dan dijawab dengan cermat serta teliti.

Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan metode analisa data dengan uji sebagai berikut:

3.9.1 Uji Anova

Uji anova atau uji F dilakukan untuk menentukan signifikan tidaknya variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini, uji ini memiliki kegunaan untuk menjawa hipotesis, yaitu apakah terpaan unggahan akun instagram @awaskbgo berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesadaran masyarakat tentang kekerasan berbasis gender online.

a. Menentukan hipotesis untuk kasus pengujian uji F diatas, yaitu:

H0 : b1 = b2 = b3 = 0

Artinya tidak ada pengaruh signifikan dari varibel independen, yaitu: terpaan unggahan akun instagram

@awaskbgo (X) secara simultan terhadap variabel dependen:

tingkat kesadaran masyarakat tentang kekerasan berbasis gender online (Y).

H1 : b1, b2, b3 > 0

Artinya ada pengaruh signifikan dari varibel independen, yaitu: terpaan unggahan akun instagram @awaskbgo (X) secara simultan terhadap variabel dependen: tingkat kesadaran masyarakat tentang kekerasan berbasis gender online (Y).

(9)

37

b. Menentukan F tabel dan F hitung dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau taraf signifikansi sebesar 5, maka:

Jika F hitung > F tabel, maka H0 ditolak dan H1

diterima, berarti variabel bebas secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.

Jika F hitung < F tabel, maka H0 diterima dan H1

ditolak, berari variabel bebassecara simultan tidk mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel bebas.

3.9.2 Uji Koefisien Determinasi

Pengujian ini digunakan untuk mengetahui jumlah atau persentase sumbangan pengaruh variabel bebas dalam model regresi yang secara serentak atau bersama-sama memberikan pengaruh terhadap variabel bebas (Wibowo & Wulandari, 2020). Sehingga dalam penelitian ini, uji koefisien determinasi dilakukan untuk menjelaskan seberapa besar pengaruh terpaan unggahan akun instagram @awaskbgo (X) terhadap tingkat kesadaran masyarakat tentang kekerasan berbasis gender online (Y). Rumus untuk menghitung koefisien determinasi yaitu:

KD = R2 x 100%

Keterangan:

KD = Koefisien Determinasi R2 = Koefisien Korelasi

Referensi

Dokumen terkait

1) Siswa menyajikan hasil pengendalian server melalui koneksi client-server pada RDBMS dengan teliti sesuai dengan prosedur (STEAM Enggenering, Matematik) di

proses untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar, guru hanya sebagai fasilitator, pembimbing dan motivator saja. Pembelajaran ini dapat menumbuhkan kerjasama

Orang perseorangan warga Indonesia dan/ atau Badan Hukum Indonesia yang telah memiliki sertifikat operasi pelayanan jasa terkait untuk menunjang kegiatan pelayanan

Dapensi Trio Usaha Cabang Surabaya dengan pekerja outsourcing menggunakan perjanjian kerja waktu tertentu ( PKWT ) yang sebagian besar di dalam perjanjian tersebut

Menurut (Ghozali, 2011) Uji normalitas bertujuan untuk menguji dalam model regresi, variabel penganggu atau residual memiliki distribusi normal. Model regresi yang tepat

Metode sampel yang diterapkan adalah metode purposive sampling yaitu pemilihan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh dengan menggunakan pertimbangan

Penelitian ini di latar belakangi oleh pemikiran bahwa Bimbingan Rohani Islam di Rumah Hipnoterapi Ilmiah dan Ruqyah Syar’iyyah Banjarmasin memberikan bimbingan

Sejauh mana analisa differential cost dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan membeli atau membuat frame sendiri pada perusahaan